Anda di halaman 1dari 3

Sang Kancil yang Cerdik

Di sebuah hutan yang ridang hiduplah seekor kancil yang sedang menikmati tidur siangnya di
bawah pohon yang rindang.Namun tidur siangnya itu terganggu karena rasa lapar yang ia
rasakan.

Kancil:”Haduh mengganggu tidur ku aja perut ini!!!,kenapa juga harus lapar sekarang??!!”

“Kalau kayak gini nggak ada cara lain lagi,aku harus segera mencari makanan saat ini

Juga.”

Sang kancil pun langsung segera pergi dari zona nyaman nya itu dan mencari rambutan yang
ada di seberang sungai ,tapi si kancil tidak bisa dengan mudah menyeberangik sungai itu
dengan mudah,selain itu di dalam sungai juga ada buaya bersama kawan-kawan nya yang
sedang kelaparan.Akhirnya sang kancil pun mencari akal bagaimana caranya ia bsa memakan
rambutan itu dengan mudah.

Kancil:”Bagaimana ya,caranya aku bisa makan rambutan itu??”

“Buaya…oh buaya!!”

Buaya:”hmmm… ada apa kancil??!! Apakah kau sudah bosen untuk hidup sehingga

kau berani memanggilku”

Kancil:”Wahai buaya apakah kau mau membantuku untuk memakan rambutan yang ada di

seberang sungai ?”

Buaya:”Hahahhahahha apakah kau berncanda kancil??? Apa untungnya aku jika

membantumu?”

Kancil:”Imbalan..? hmmmm… bagimana dengan kelinci,apakah itu sudah akan bisa

membuatmu merasa kenyang??”

Buaya:”Baiklah tapi tidak hanya 1 kelinci,karena itu tidak akan cukup untuk aku

bersama teman-teman ku yang lain juga”

Kancil:”Baiklah dengan senang hati,tapi awas saja kalau aku tidak sampai dengan selamat di

seberang sana”
Buaya:”Tentu saja jika engkau menepati janjimu!!”

Tentu saja sang kancil tidak akan mengorbankan temannya hanya untuk memenuhi rasa
laparnya itu,oleh karena itu ia menggunakan otaknya yang cerdik itu untuk berpikir.Sehingga
muncul lah rencana untuk membohongi buaya ,namun tetap membuat sang buaya percaya
padanya sampai ia selamat dan bisa memakan buah rambutan itu.

Tak lama kemudian sang buaya pun memanggil teman-temannya untuk membuat barisan agar
bisa nmembantu kancil menyeberang.

Buaya:”Teman-teman mari kita segera berbaris dan membantu si kancil untuk menyeberangi

sungai ini dan langsung mendapatkan imbalan berupa banhyak kelinci untuk makan

siang kita.”

Para buaya:”Baiklah… AYO!!!!”

Sang buaya pun langsung langsung mempercayai sang kancil dengan mudah karena saat itu dia
sedang merasa sangat kelaparan.

Namun ternya setelah membantu kancil untuk menyeberangi sungai itu ternya sang buaya
malah tidak mendapatkan apapun.Hal itu membuat sang buaya beersama kawan-kawannya
merasa sangat murka kepada sang kancil.Namun kancil tidak begitu mempedulikannya dan
malah mengejek mereka dengan senangnya.

Buaya:”Dasar kau kancil,lihat aja nanti kau ya!!!”

Para buaya:”Ini semua salahmu,kenapa kau mempercayai sang kancil dengan begitu

mudahnya”

Buaya:”Maafkan aku kawan-kawan”

Kancil:”Weekkk…!!!,HHAHAHHAHAHHA mangkannya jangan serakah sudah betul aku

aku menawarimu dengan 1 ekor kelinci ,tapi kau malah meminta banyak,dasar serakah”

Sang kancil pun sudah tak memepedulikan buaya lagi dan langsung memakan rambutan segar
yang ada di depannya itu dengan lahap seperti tujuan awalnya itu.

Annisa Ridhatul J./7J/04