Anda di halaman 1dari 2

Rizky Rahma Diani

7211418055

Pend. Kewarganegaraan

Kondisi Penegakan HAM di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang dulunya dikenal sebagai negara yang suka akan bergotong-
royong. Kehidupan bermusyawarah yang kental di dalam masyarakatnya. Tidak
membutuhkan waktu lama untuk membalik kenyataan itu menjadi 180 derajat ke arah yang
lebih buruk. Indonesia kini berubah, banyak terjadi kekerasan dan kerusuhan dimana-mana.
Kehidupan antar masyarakat bagaikan kompetisi, persaingan terjadi dimana-mana baik
dilakukan secara adil maupun tidak.

Dulunya HAM sangat dijunjung tinggi di Indonesia, tetapi dengan berjalannya waktu orang-
orang mulai lupa pentingnya HAM bagi umat manusia. Menurut Komnas HAM, hak asasi
manusia mencakup segala bidang kehidupan manusia baik politik, ekonomi, sipil, sosial, dan
kebudayaan. Kelimanya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

Hak-hak asasi politik dan sipil tidak ada artinya apabila rakyat masih harus bergelut dengan
penderitaan dan kemiskinan. Tetapi dilain pihak, persoalan kemanan, kemiskinan, dan alasan
lainnya, tidak dapat digunakan secara sadar untuk melakukan pelanggaran HAM dan
kebebasan politik serta sosial masyarakat. Hak asasi manusia tidak mendukung
individualisme, melainkan membendungnya dengan melindungi individu, golongan maupun
kelompok, ditengah-tengah kekerasan kehidupan modern. HAM merupakan tanda solidaritas
nyata sebuah bangsa dengan warganya yang lemah.

Dalam beberapa tahun terakhir, penegakan dan pemenuhan HAM di Indonesia semakin
memprihatinkan. Keprihatinan itu terungkap dari laporan yang dipaparkan tiga lembaga
Komnas HAM, Komnas Perempuan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Komnas HAM mengangkat isu intoleransi beragama yang menimpa jamaah Ahmadiyah,
Syiah, dan sebagian penganut Kristen. Negara seolah tidak hadir dalam penyelesaian masalah
kebebasan beragama. Padahal kebebasan beragama dan keyakinan merupakan hak yang tidak
dapat dikurangi dalam kondisi apapun. Komnas HAM mencatat kasus pelanggaran HAM
yang berkaitan dengan kebebasan beragama dan keyakinan cenderung meningkat, jumlahnya
mencapai ratusan.
Sebagian besar kasus pelanggaran HAM berat belum diselesaikan secara baik oleh
pemerintah. Padahal, Komnas HAM sudah berkali-kali mengajak Kejaksaan Agung dan
Menkopolhukam untuk duduk bersama membahas penuntasan pelangggaran HAM berat.
Ironsinya, sampai saat ini Komnas HAM belum mendapat tanggapan yang memuaskan.
Dilain pihak, Kejaksaan Agung sudah bersedia untuk membahas masalah itu secara bersama,
tapi Menkopolhukam bersikap sebaliknya. Menurutnya, pembahasan itu perlu dilakukan guna
mencari solusi atas penuntasan kasus pelanggaran HAM berat.

Penegakan HAM di Indonesia saat ini sngat memprihatinkan. Sebab, jumlah pelanggaran
HAM dari tahun ke tahun tidak menurun tapi justru meningkat. Sebagai contoh, tahun lalu
jumlah pengaduan yang diterima Komnas HAM sekitar 5 ribu, namun sekarang jumlahnya
menjadi 6 ribu. Dari pengaduan itu paling banyak berkaitan dengan kasus agraria. Kemudian
pelaku pelanggar HAM bukan lagi aparatur negara tapi juga pemda dan kelompok
masyarakat sipil tertentu. Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan dan patut disebut
Indonesia dalam darurat HAM.

Komnas Perempuan mencatat jumlah kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat,


mencapai 30-an kasus kekerasan setiap hari. Begitu pula dengan regulasi yang diskriminatif,
dalam tiga tahun terakhir jumlahnya semakin banyak. Jika tahun 2010 jumlah regulasi
diskriminatif yang tersebar di seluruh Indonesia hanya seratusan tapi sekarang mencapai
lebih dari tiga ratus.

Selain itu, disebutkan bahwa ada 7 kasus pelanggaran HAM berat yang sudah diselidiki
Komnas HAM mandek di Kejaksaan Agung. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Komnas
HAM sejak tahun 2000 sampai sekarang hanya ada dua kasus yang sudah digelar
peradilannya. Hal ini menunjukan pemerintah tidak serius menyelesaikan masalah HAM.
Padahal, tanpa penegakan HAM arah pembangunan Indonesia diyakini tidak maksimal.

Dalam upaya penegakkan HAM di Indonesia, masyarakat harus berperan aktif. Pemerintah
selaku otoritas utama negara juga memiliki tugas yang lebih besar dalam menegakkan HAM
di Indonesia, disamping peran aktif masyarakat. Sejumlah upaya harus dilakukan pemerintah
demi menjamin hak asasi tiap warga negaranya yang ada di Indonesia.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam menegakan HAM bagi warga
negara Indonesia, antara lain :

 Penegakan melalui Undang-undang


 Pembentukan Komisi Nasional
 Pembentukan pengadilan HAM
 Penegakan melalui proses pendidikan
 Membentuk kerjasama Internasional