Anda di halaman 1dari 2

1.1.

Latar Belakang
Tingkat pertumbuuhan penderita AIDS di Indonesia cukup tinggi. Departemen
Kesehatan (DEPKES) memprediksi pada tahun 2010 HIV/AIDS di Indonesia akan menjadi
pandemi atau wabah yang berjangkit serempak dimana-mana meliputi daerah geografi yang
luas. Peningkatan infeksi HIV pada penyalahgunaan narkoba terjadi secara signifikan. Pada
tahun 1999 peningkatan mencapai 15%. Tahun 2000 membengkak menjadi 40%, dan dua
tahun kemudian tepatnya tahun 2002 telah menjadi 47,9%. Sementara itu, infeksi HIV pada
donor darah secara nasional memperlihatkan besarnya kurang dari dua setiap per 10.000
kantong darah diawal 2001. Pada tiga tahun terakhir antara 1997-2000 infeksi HIV pada donor
darah di Indonesia meningkat hingga sepuluh kali lipat.
Pada awal mula penyakit ini berkembang di Indonesia, kelompok pengidap penyakit ini
adalah orang-orang yang memiliki perilaku berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks.
Kebanyakan penderita AIDS adalah mereka yang melakukan perilaku seks tidak sehat, yang
dalam hal ini melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Kemudian, AIDS juga
banyak diderita oleh pemakai narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bergantian.
Kenyataan ini menimbulkan stigma perilaku seks dari nilai, norma dan agama, penyakit
pergaulan bebas, atau penyakit kaum perempuan nakal. Bahkan lebih parah lagi adanya stigma
bahwa HIV/AIDS merupakan kutukan Tuhan karena perbuatan-perbuatan menyimpang itu.
Adanya stigma dalam masyarakat ini menimbulkan psikososial yang rumit bagi penderita
AIDS. Pengucilan penderita dan diskriminasi tidak jarang membuat penderita AIDS tidak
mendapatkan hak-hak asasinya. Begitu luasnya masalah sosial yangberkaitan dengan stigma
ini karena diskriminasi terjadi diberbagai pelayanan masyarakat bahkan tidakjarang dalam
pelayanan kesehatan sendiri.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana konsep etika ?
2. Apa yang dimaksud nilai dan moral ?
3. Apa hak pasien dan perawat ?
4. Bagaimana komunikasi terapeutik ?
5. Bagaimana etika keperawatan dalam kaitannya dengan HIV/AIDS ?
6. Bagaimana stigma dan diskriminasi ?
7. Bagaimana upaya mengurangi beban psikososial ?
8. Bagaimana peran perawat dalam kasus HIV/AIDS ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Tujuan umum
Untuk mengetahui ….
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Mengetahui konsep etika.
2. Mengetahui maksud dari nilai dan norma.
3. Mengetahui hak pasien dan perawat.
4. Mengetahui komunikasi terapeutik.
5. Mengetahui etika keperawatan dalam kaitannya dengan HIV/AIDS.
6. Mengetahui stigma dan diskriminasi.
7. Mengetahui upaya mengurangi beban psikososial.
8. Mengetahui peran perawat dalam kasus HIV/AIDS.

1.4 Manfaat Penulisan


Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan, baik secara teoritis
maupun secara praktis. Secara teroritis, makalah ini berguna sebagai pengantar tentang
gambaran pandangan kesehatan tehadap penggunaan obat tradisional Suku Jawa. Secara
praktis, makalah ini diharapkan bermanfaat bagi :

1. Penulis, sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan konsep keilmuan tentang
pandangan kesehatan terhadap penggunaan obat tradisional di Suku Jawa.
2. Pembaca, sebagai media informasi tentang gambaran pandangan kesehatan terhadap
penggunaan obat tradisional di Suku Jawa baik secara teoritis maupun secara praktis.