Anda di halaman 1dari 4

Radioisotop untuk hidrologi - www.infonuklir.com http://www.infonuklir.

com/read/detail/126/radioisotop-untuk-hidrologi

Minggu, 26 Mei 2013 | 09:01 WIB

News PLTN IPTEK Nuklir Nuklir di Indonesia Keselamatan & Keamanan Multimedia Ebook Indeks Berita

Penulis : admin | 03/08/2010 | 11:34 WIB Dibaca : 18218x

Like 0 Tweet 0 2

Radioisotop untuk hidrologi


Login Forgot your password?

VIDEO FOTO

FOLLLOW US

FREQUENTLY ASKED QUESTION

Salah satu aplikasi penggunaan radioisotop adalah sebagai perunut dalam studi hidrologi. Teknik Find us on Facebook
perunut merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mendapatkan informasi perilaku
Infonuklirdotcom
suatu sistem dengan cara menandai sistem dengan bahan tertentu, seperti misalnya radioisotop.
Like
Dengan menggunakan perunut radioisotop, berbagai masalah dalam bidang hidrologi akan dapat
dipecahkan dengan cara langsung yang jauh lebih cepat dari cara konvensional. Dalam bidang
hidrologi, teknik perunutan dilakukan dengan cara memantau radiasi yang dipancarkan oleh Infonuklirdotcom
perunut radioisotop, atau yang lebih dikenal sebagai radiotracer. Dalam studi hidrologi, radiotracer Disadari atau tidak, radiasi
yang digunakan dilepaskan langsung ke lingkungan. Untuk dapat digunakan sebagai tracer, adalah hal yang tidak bisa
radioisotop harus memenuhi persyaratan : dipisahkan dari kehidupan
manusia. Suka atau tidak,
Tidak berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup di sekelilingnya bumi ini telah lama
Jumlah radioisotop yang dilepaskan ke lingkungan harus benar-benar diperhitungkan sehingga menyimpan radiasi dalam
tidak terjadi pelepasan zat radioaktif yang berlebihan ke lingkungan. jumlah yang cukup
Radioisotop yang digunakan harus larut dalam air banyak baik di lingkungan
Radioisotop tidak akan diserap oleh tanah, tanaman maupun organisme hidup lainnya maupun di tubuh
manusia.
Tidak dapat dipungkiri, sudah banyak manfaat yang diperoleh karena menggunakan radiotracer
sebagai perunut dalam huidrologi. Selain itu radiotracer juga dapat dipakai sebagai pendukung
metode non-nuklir lainnya yang telah ada. Meski tidak semua persoalan hidrologi dapat
diselesaikan dengan teknik nuklir ini, namun penggunaan radiotracer seringkali merupakan
satu-satunya metode yang dapat menyelesaikan persoalan. Berikut adalah contoh pengaplikasian
radioisotop dalam bidang hidrologi.

Pengukuran Debit Air Sungai

http://projects.ischool.washington.edu/tabrooks/343INFOAutumn09/SilverlightTextFont
/SilverlightTextFont.Web/ClientBin/river.jpg

Metode dasar dalam pengukuran debit air sungai adalah pengenceran radiotracer. Radiotracer
dalam jumlah tertentu yang tidak membahayakan lingkungan dilepas dibagian hulu sungai dan
kemudian diukur konsentrasinya di bagian hilir. Besarnya perubahan kadar perunut karena
pengenceran oleh aliran (debit) air sungai dapat diketahui dengan cara mencacah langsung
intensitas radiasi dalam air sungai tersebut. Penggunaan radiotracer untuk mengukur debit air
sungai terbukti lebih sederhana dibandingkan metode pengukuan menggunakan current meter,
selain itu pengukuran juga dapat dilakukan lebih cepat dan dapat dilakukan pada saat banjir
sekalipun. Pengukuran debit air sungai antara 300-600 m3 per detik hanya membutuhkan waktu
kurang lebih satu jam, hal ini membuktikan bahwa penggunaan radiotracer jauh lebih efektif,
efisien dan ekonomis. Semakin turbulen arus air sungai, semakin cepat dan baik hasil
pengukurannya.

Penentuan Arah Gerak Air Tanah

Data gerakan air tanah pada suatu wilayah merupakan data yang sangat penting untuk berbagai

1 of 4 26/05/2013 9:01
Radioisotop untuk hidrologi - www.infonuklir.com http://www.infonuklir.com/read/detail/126/radioisotop-untuk-hidrologi

Minggu, 26 Mei 2013 | 09:01 WIB


tempat penyimpanan limbah berbahaya dan sebagainya. Pergerakan air tanah selalu sesuai
dengan kondisi geologinya. Sehingga untuk mengetahui pergerakan air tanah ini salah satu
metode yang dapat digunakan adalah metode sumur banyak. Pada metode ini radiotracer
diinjeksikan ke dalam sumur yang berada di tengah-tengah, dengan demikian radiotracer tersebut
akan larut dan kemudian bercampur dengan air tanah. Radiotracer yang terlarut selanjutnya akan
terbawa ke manapun air tanah mengalir.

Dengan mencacah intensitas radiasi pada air tanah di sumur-sumur lain yang ada di
sekelilingnya, maka arah gerakan air tanah di tempat tersebut dapat dengan mudah ditentukan,
yakni dengan cara mengetahui ada atau tidaknya radiotracer yang terlarut dalam air. Dalam hal
ini, radiotracer hanya akan ditemukan pada air tanah di sumur-sumur tertentu saja, ini artinya arah
aliran air tanah akan menuju sumur yang air tanahnya mengandung radiotracer yang sebelumnya
diinjeksikan. Selain mengetahui gerakan air tanah, teknik perunut ini juga dapat digunakan untuk
mengetahui kecepatan aliran air tanah dan permeabilitasnya.

Pengukuran Kadar Air Tanah

Banyak alat-alat konvensional yang dirancang khusus untuk mengukur kadar air, namun jarang
ada alat yang dapat melakukan pengukuran dengan teliti dan cepat, dapat dilakukan di tempat,
tidak merusak dan alatnya dapat dibawa-bawa (portable). Salah satu metode yang dapat
memenuhi berbagai kriteria tersebut adalah dengan menggunakan neutron.

Penggunaan neutron telah banyak dimanfaatkan oleh para ahli di bidang teknik sipil, agronomi
dan hidrologi untuk pengukuran kadar air dalam tanah serta kepadatan tanah, aspal dan beton.
Data-data hasil pengukuran tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang pondasi
bangunan, jalan raya, pembuatan tanggul dan lain sebagainya. Sedang dalam bidang industri dan
laboratorium, neutron dapat digunakan untuk pengukuran berbagai hasil akhir dan penelitian.

Teknik pengukuran kadar air tanah dengan teknik hamburan neutron (sumber : BATAN)

Karena sederhana, alat pengukur kadar air dengan neutron ini diminati oleh berbagai pihak. Di
dalam alat ini terdapat suatu sumber neutron cepat. Proses kerja alat ini adalah dengan
memanfaatkan hasil tumbukan antara neutron cepat dengan atom hidrogen yang terdapat di
dalam molekul air. Peristiwa tumbukan ini akan menghasilkan neutron-neutron termik. Jumlah
neutron termik yang terbentuk akan ditangkap oleh pemantau neutron. Dimana hasil cacahan
neutron yang terbaca akan sebanding dengan jumlah air yang terkandung di dalam bahan.

Penentuan Gerakan Sedimen

Proses pendangkalan pelabuhan merupakan proses alamiah yang tidak dapat dicegah. Jika
pelabuhan dangkal, kapal-kapal besar tidak akan dapat merapat ke dermaga, sehingga proses
bongkar muat barang dapat terganggu. Sedangkan proses pengerukan endapan memerlukan
biaya yang sangat besar. Oleh sebab itu, pendangkalan pada suatu pelabuhan dan alur pelayaran
merupakan masalah yang sangat serius karena menyangkut kelangsungan pelayanan
perhubungan laut.

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk memperkecil kecepatan pendangkalan pelabuhan
maupun alur pelayaran oleh sedimen adalah dengan mengetahui perilaku sedimen, yaitu
menentukan dari mana asal dan kemana arah gerakan sedimen tersebut. Data mengenai arah
pergerakan sedimen dapat digunakan untuk perencanaan penentuan posisi dan arah alur
pelayaran serta menentukan tempat untuk pembuangan endapan hasil pengerukan agar tidak
kembali ke tempat semula. Semua usaha ini akan dapat mengurangi laju pendangkalan sehingga
frekwensi pengerukan bisa dikurangi dan biaya untuk pengerukan bisa dihemat.

Teknik pelaksanaan penentuan arah gerakan sedimen dilakukan dengan menandai sedimen yang
diambil di pelabuhan dengan radioisotop seperti 51Cr, 198Au dan 46Sc atau membuat endapan
tiruan yang bersifat radioaktif seperti pelapisan lumpur dengan zat radioaktif atau pasir tiruan yang
diaktifkan (pasir ini dibuat dari gelas yang mengandung radioisotop 192Ir dan 46Sc). Sedimen
radioaktif tersebut selanjutnya dilepaskan ke dasar laut di daerah yang diselidiki. Endapan
radioaktif ini nantinya akan mengikuti gerak endapan asli. Metode ini dapat digunakan untuk
mempelajari arah, kecepatan dan penyebaran lumpur ataupun pasir yang berperan dalam proses
pendangkalan pelabuhan. Pengamatan tersebut dapat dilakukan menggunakan pemantau radiasi
dari permukaan laut atau di atas kapal. Selain itu, studi ini juga dapat dipakai untuk mengetahui
efisiensi transpot sedimen dan erosi.

Mempelajari arah gerak sedimen dengan perunut radioisotop (sumber : IAEA)

Penentuan Kebocoran Bendungan

http://www.goodlife.com.ng/uploads/Yeunde-Farinloye_120_dam1.gif

Teknik perunut radioisotop juga dapat digunakan untuk menentukan letak kebocoran atau
rembesan suatu bendungan atau dam. Teknik penentuan dilakukan dengan cara melepaskan
radioisotop pada tempat tertentu di ireservoir (air dam) yang dicurigai sebagai lokasi
kebocoran/rembesan. Radioisotop akan larut dan bercampur dengan ait sehingga apabila terjadi
kebocoran pada bendungan, air yang telah bercampur dengan radioisotop akan masuk dan

2 of 4 26/05/2013 9:01
Radioisotop untuk hidrologi - www.infonuklir.com http://www.infonuklir.com/read/detail/126/radioisotop-untuk-hidrologi

Minggu, 26 Mei 2013 | 09:01 WIB


yang keluar melalui mata air maupun sumur-sumur pengamatan di daerah rembesan, maka
adanya rembesan beserta arahnya dapat diketahui.

Penentuan laju Erosi

Peristiwa erosi dapat disebabkan baik oleh angin maupun air. Namun sebagian besar kasus erosi
tanah umumnya disebabkan oleh air hujan. Dengan menandai tanah yang dipelajari dengan
radioisotop, maka laju erosi tanah oleh air hujan dapat dipelajari dengan teliti. Setelah terkena air
hujan, aktivitas radioisotop dalam tanah akan berkurang. Dengan cara membandingkan aktivitas
radioisotop dalam tanah antara sebelum dan setelah terkena air hujan, maka laju erosi tanah
dapat diketahui.

Deteksi Kebocoran dan Sumbatan Pipa Bawah Tanah

Mencari kebocoran dan sumbatan pipa di bawah tanah merupakan pekerjaan besar dan tidak
sederhana. Dengan teknik perunut radioisotop, pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar
tersebut ternyata dapat disederhanakan. Pemeriksaan kebocoran pipa di bawah tanah dengan
perunut radioisotop dapat dilakukan langsung dari permukaan tanah di atas pipa, tanpa perlu
dilakukan penggalian. Metode pemeriksaan yang dilakukan adalah dengan menginjeksikan
perunut radioisotop ke dalam aliran. Pergerakan radioisotop tersebut di dalam pipa dapat diikuti
dari atas tanah menggunakan pemantau radiasi. Tempat yang memberikan hasil cacahan radiasi
yang tinggi mengindikasikan telah terjadi kebocoran di tempat tersebut. Untuk menenukan letak
sumbatan dalam pipa, sebuah polipig berisi radioisotop dimasukkan ke dalam pipa. Arah
pergerakan polipig tersebut dapat diikuti dengan pemantau radiasi dari luar pipa. Polipig akan
berhenti di tempat terjadinya sumbatan.

(Edited by HW)

0 Komentar

Belum Ada Komentar

Kirim Komentar

Silahkan Isi Kode Keamanan Berikut :

Privacy & Terms

SUBMIT

Komentar akan ditampilkan dihalaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INFONUKLIR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak untuk ditampilkan.

Publikasi Nuclear Miles Stone Polling

Radioisotop dan Radiofarmaka Era Atomik Setujukah Anda dengan pembangunan PLTN di Indonesia
?
Untuk Berbagai Keperluan
Era Atomik, merupakan...
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu

Hasil Polling
Selengkapnya Selengkapnya

About Us | Contact Us | Privacy | Term Of Use

3 of 4 26/05/2013 9:01
Radioisotop untuk hidrologi - www.infonuklir.com http://www.infonuklir.com/read/detail/126/radioisotop-untuk-hidrologi

Minggu, 26 Mei 2013 | 09:01 WIB


Copyright © Tim Pengelola Website Infonuklir, 2012. All right reserved
Ged.Perasten, Jl. Lebak Bulus No 49, Jakarta Selatan 12070. Telp 021 7659401 Fax 021 75913833
This site best view with Firefox version 3 or latest, and 1024 x 768px screen resolution

4 of 4 26/05/2013 9:01