Anda di halaman 1dari 4

A.

Teori Atom Rutherford


Setelah diusulkannya teori atom Dalton dan Thomson, muncul teori yang lebih baru yang
digagas oleh Ernerst Rutherford, yang sekarang dikenal dengan teori atom Rutherford.
Pada tahun 1911, Rutherford menyangkal kebenaran teori atom Thomson yang mengatakan
bahwa atom merupakan bermuatan positif, dan disekelilingnya terdapat elektron
bermuatan negatif layaknya roti kismis.
Atom Rutherford tersusun dari :

- Inti atom yang bermuatan positif


- Elektron-elektron yang bermuatan negatif dan mengelilingi inti.
- Semua proton terkumpul dalam inti atom dan menyebabkan inti atom bermuatan positif.
-Sebagian besar ruangan dalam atom merupakan ruangan kosong/hampa.
-Jumlah muatan inti sama dengan jumlah muatan elektron sehingga ataom bersifat
netral.

Gambar 1.1 Model atom rutherford

a) Pengertian Teori atom rutherford


Teori atom Rutherford mengatakan bahwa atom mempunyai inti yang merupakan pusat
massa yang kemudian dinamakan nukleus, dengan dikelilingi awan elektron bermuatan
negatif.
b) Dasar Teori atom rutherford
Teori atom Rutherford didasarkan pada eksperimen penembakan inti atom lempengan
emas dengan partikel alfa yang dikenal dengan percobaan Geiger-Marsden. Pada saat itu,
Rutherford menysun desain rancangan percobaan penembakan atom emas oleh partikel
alfa yang dipancarkan oleh unsur radioaktif. Ternyata, sinar radioaktf tersebut ada yang
dipantulkan, dibelokkan, dan
diteruskan.
Perhatikan gambar berikut:

Seperti pada gambar di atas, Rutherford menjelaskan bahwa jika partikel alfa mengenai
inti atom, maka akan terjadi tumbukan yang mengakibatkan pembelokan atau pemantulan
partikel alfa. Hal itu disebabkan karena massa dan muatan atom terpusat pada inti
(nukleus). Rutherford menyarankan bahwa muatan inti atom sebanding dengan massa
atom dalam sma( satuan massa atom). Partikel alfa yang mengenai awan elektron tidak
dibelokkan maupun dipantulkan.

c) Dalil Rutherford
Dari penjabaran di atas, maka sekiranya model atom Rutherford dapat disimpulkan
sebagai berikut:

 Sebagian besar volume atom merupakan ruang hampa.


 Massa atom terpusat di inti atom.
 Muatan atom terkonsentrasi pada pusat atom dengan volume yang sangat kecil.
Kelipatan muatan ini sebanding dengan massa atom.
 Awan elektron tidak mempengaruhi penyebaran partikel alfa.

B. Kelebihan dan Kelemahan Atom Rutherford


I. Kelebihan Atom Rutherford
 Bahwa atom memiliki inti atom yang bermuatan positif dan disekelilingnya terdapat elektron yang
mengelilinya.
 Dapat menerangkan fenomena penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis emas
 Jari-jari inti atom dan jari-jari atom sudah dapat ditemukan
 Sudah dapat menerangkan / menentukan bentuk lintasan elektron yang mengelilingi inti atom
 Dapat menggambarkan gerak elektron disekitar inti
 Elektron dapat bergerak dalam lintasan apapun, dari lintasan yang tak terhingga jumlahnya

II. Kekurangan Atom Rutherford


 Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan cara
rotasinya terhadap ini atom.
 Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi tidak
stabil.
 Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).
 Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan
teori fisika, gerakan elektron mengelilingi inti ini disertai pemancaran energi sehingga
lama-kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan
mendekati inti dan jatuh ke dalam inti.