Anda di halaman 1dari 17

PENELITIAN SOSIAL

A. Definisi Penelitin Sosial


Secara bahasa, penelitin sosial adalah istilah yang digunakan terhadap
penyelidikan-penyeldikan yang dirancang untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan
sosial, gejala sosial, atau praktik-praktik sosial. Istilah sosial ini menunujuk pada hubungan
kelompok-kelompok seperti keluarga, institusi (sekolah, komunitas, organisasi, dan
sebagainya), dan lingkungan yang lebih besar.
Sedangkan terdapat beberapa pandangan mengenai definisi penelitian sosial
menurut para ahli, yaitu:
 Menurut Soerjono Soekanto, penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang
didasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis,
metodologis dan konsisten dan bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai
salah satu manifestasi keinginan manusia untuk mengetahui apa yang sedang
dihadapinya.
 Menurut Donald Ary, penelitian merupakan penerapan dari pendekatan ilmiah pada
suatu pengkajian masalah dalam memperoleh informasi yang berguna dan hasil yang
dapat dipertanggungjawabkan.
 Menurut Woody , mengungkapkan bahwa penelitian adalah suatu metode untuk
menemukan sebuah pemikiran yang kritis. Penelitian ini meliputi pemberian definisi
dan redefinisi terhadap masalah, membuat formulasi hipotesis atau mengadakan uji
coba yang sangat hati-hati atas segala kesimpulan yang diambil dalam menentukan
apakah kesimpulan tersebut sesuai dengan hipotesis.
Maka dapat kami simpulkan pengertian dari peneitian sosial ialah suatu kegitan
ilmiah yang mengkaji suatu masalah atau objek secara sistematis, metodologis, dan
konsisten yang akan menimbulkan suatu hipotesis yang nantinya akan diuji kembali
untuk memecahkan permasalahan yang tengah dikaji.
B. Jenis-Jenis Penelitian Sosial
1. Berdasarkan Tujuan, yaitu:
 Penelitian Eksplorasi ialah jenis penelitian yang dilakukan untuk mengenalkan
suatu gagasan atau topik baru kepada masyarakat luas, menjelaskan gambaran
umum secara sederhana tentang gagasan yang akan dibahas dan pekembangan
teori yang bersifat tentatif. Contoh: penilitian tentang kurikulum yang paling
efektif untuk diterapkan di Indonesia.
 Penelitian Pengembangan adalah suatu usaha untuk mengembangkan suatu
produk yang efektif atau teori, dan bukan untuk menguji penelitian yang sudah ada.
Contoh: Penenelitian tentang tingkat keefektifan dari sistem reward dan
punishment dalam sebuah perusahaan.
 Penelitian Verifikasi adalah penelitian yang dilakukan untuk menguji keakuratan
teori yang sudah ada, baik dalam bentuk dasar, prosedur, konsep ataupun prinsip
dari teori it sendiri. Contoh: Penelitian tentang keterkaitan kecerdasan intelektual
terhadap gaya kepemimpinan.

2. Berdasarkan Metode, yaitu:


 Penelitian Historis adalah kegiatan penelitian yang difokuskan untuk menyelidiki,
memahami, dan menjelaskan keadaan yang telah lalu. Tujuannya untuk
merumuskan kesimpulan mengenai sebab-akibat atau perkembangan dari kejadian
lampau yang dapat dipergunakan untuk menjelaskan kejadian sekarang dan
mengantisipasi kejadian yang akan datang. Contoh: penelitian untuk mengetahui
bagaimana perkembangan peradaban masyarakat tertentu.
 Penelitian Survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau kecil
tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi.
Penelitian survey umumnya dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari
pengamatan yang tidak mendalam. Contoh: penelitian tentang kecenderungan
masyarakat dalam memilih pemimpinnya dan penelitian tentang kecenderungan
konsumem dalam memilih suatu jenis produk.
 Penelitian Eksperimen adalah penelitian yang berusaha mencari pengaruh
variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.
Ada empat bentuk eksperimen yaitu pre experimenta:, true experimental, factorial,
dan quasi experimental. Contoh: penelitian mengenai pengaruh penggunaan
metode mengajar A terhadap hasil belajar siswa, penelitian tentang pengaruh
metode promosi terhadap jumlah penjualan.
 Penelitian Evaluasi adalah penelitian yang diharapkan dapat memberikan
masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua
atau Iebih alternatif tindakan. Contoh: penelitian tentang efektivitas pelaksanaan
KBK di sekolah X, penelitian tentang kebijakan link and match.
 Penelitian Pengembangan adalah merupakan penelitian untuk mengembangkan
produk sehingga produk tersebut menjadi lebih balk. Tujuan penelitian
pengembangan bukan untuk memformulasi atau menguji hipotesis, melainkan
untuk mendapatkan produk baru atau proses baru. Contoh: penelitian tentang
kemungkinan mengembang-kan produk A menjadi produk A plus.
 Penelitian Tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi-diri yang dilakukan
oleh para partisipan misalnya guru, siswa atau kepala sekolah, dalam situasi-situasi
sosial (termasuk pendidikan). Penelitian tindakan bertujuan untuk memecahkan
masalah melalui aplikasi metode ilmiah, bukan untuk memberi kontribusi pada
ilmu pengetahuan. Contoh: penelitian tentang mencari mengajar yang paling tepat
untuk siswa kelas 11 SMA.
 Penelitian Naturalistik adalah penelitian yang digunakan untuk kondisi obyektif
alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data
dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian
lebih menekankan makna, bukan generalisasi. Contoh: penelitian tentang makna
upacara ritual dari kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk menemukan
faktor-faktor penyebab terjadinya korupsi.
 Penelitian Kebijakan adalah penelitian yang dilakukan untuk kepentingan
pengambilan kebijakan atau karena adanya masalah bagi organisasi atau para
pengambil keputusan. Contoh: penelitian untuk membuat undang-undang atau
peraturan, penelitian untuk mengembangkan struktur organisasi.
3. Berdasarkan Bidang Ilmu, yaitu:
 Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: Ekonomi, Pendidikan,
Hukum, Sosial dan Budaya Penelitian sosial lebih cenderung menjelaskan atau
mendeskripsikan suatu permasalahan sosial dalam masyarakat.

Penelitian sosial pendidikan mahasiswa UGM

Penelitian sosial hukum mahasiswa FH UI

 Penelitian Eksakta, adalah penelitian yang penyajian datanya dalam bentuk angka
atau hitungan. Contoh: Kimia, Fisika, Teknik.
Penelitiaan sosial Fisika
 Engineering adalah penelitian yang dilakukan dengan manipulasi psikologis dari
seseorang untuk menguak suatu informasi rahasia. Hal ini umumnya dilakukan
melalui telepon atau Internet oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang
targetnya, dengan cara meminta informasi itu langsung kepada korban atau pihak
lain yang mempunyai informasi itu.

4. Berdasarkan Pendekatan, yaitu:


 Penelitian Kuantitatif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menolak atau
mendukung sebuah teori. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan deret ukur
matematis hingga menemukan kesimpulan tertentu. Contoh: Penelitian tentang
fenomena alam.
 Penelitian Kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mendatangi
langsung objek yang diteliti baik berupa orang atau sebuah peristiwa. Contoh:
Penelitian tentang cara belajar siswa berprestasi di tingkat SMA.
 Penelitian Perkembangan adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
perubahan atau perkembangan objek yang sedang diteliti. Contoh: Penelitian
tentang kemajuan seorang atlet dalam bidang olahraga tertentu.
5. Berdasarkan Tempat, yaitu:
 Penelitian Pustaka adalah suatu penelitian yang dilakukan di ruang perpustakaan
untuk menghimpun dan menganalisis data yang bersumber dari perpustakaan, baik
berupa buku, majalah ilmiah, kisah-kisah sejarah, dokumen- dokumen maupun
materi perpustakaan lainnya yang dapat dijadikan rujukan dalam penulisan ilmiah.
 Penelitian laboratorium adalah suatu penelitian yang dilakukan di dalam
laboratorium yaitu suatu tempat yang dilengkapi perangkat khusus untuk melakukan
penyelidikan terhadap gejala tertentu melalui tes-tes atau uji yang juga dilakukan
untuk menyusun karya ilmiah.
 Penelitian Lapangan adalah suatu penelitian yag dilakukan di lapangan atau di
lokasi penelitian, suatu tempat yang dipiih sebagai lokasi untuk menyelidiki gejala
objektif yang juga dilakukan dalam rangka penyusunan karya ilmiah.

6. Berdasarkan Wujud Data, yaitu:


 Penelitian Kualitatif adalah penelitian yang datanya adalah data kualitatif
sehingga analisisnya juga analisis deskriptif, berbentuk kata, kalimat, dan
gambar. Data kualitatif dapat diubah menjadi data kuantitatif dengan jalan
diskoring. Contoh data kualitatif adalah manis, pahit, rusak, gagal, baik sekali,
balk, kurang balk, tidak balk, atau sangat setuju, setujuh, ragu-ragu, tidak setuju.
 Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang datanya adalah data kuantitatif
sehingga analisis datanya menggunakan inferensi, berbentuk angka, atau data
kualitatif yang diangkakan seperti 1, 2, 3, 4, … dst, atau skor 5 = selalu, skor 4
= sering, skor 3 = kadang-kadang, skor 2 = jarang, dan skor 1 = tidak pernah.
 Penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif adalah penelitian yang
datanya terdiri clan data kualitatif dan data kuantitatif sehingga analisis datanya
pun menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.

7. Berdasarkan Cara Pembahasan, yaitu:


 Penelitian Deskriptif, yaitu penelitian yang melukiskan, memaparkan,
menuliskan, dan melaporkan suatu keadaan, objek, atau peristiwa secara apa
adanya. Biasanya dilakukan engan analisis atau pengamatan secara langsung
terhadap objek yang dikaji.
 Penelitian Inferensial, yaitu Penelitian ini lebih mengarah kepada
pengungkapan suatu masalah, keadaan, atau kejadian dengan membuat
penilaian secara menyeluruh, meluas, dan mendalam dipandang dari segi ilmu
tertentu. Fakta yang ada tidak sekadar dilaporkan apa adanya, tetapi juga
dianalisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan dan gagasan atau saran.

C. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah kerangka atau sketsa yang didesain oleh peneliti sebagai
rencana penelitian (research plan). Rancangan penelitian yang diajukan untuk
mendapatkan persetujuan melakukan penelitian biasa disebut proposal penelitian. Berikut
ini merupakan kerangka atau sketsa rancangan penelitian yang umum digunakan:
 Judul penelitian : Singkat dari seluruh subtansi pen
 Rumusan masalah : Kasus yang ingin diteliti berupa pertanyaan
 Tujuan dan manfaat penelitian : Memecahkan atau menjawab permasalahan
 Tinjauan kepustakaan : Studi literatur dengan mencari sumber relevan
 Hipotesis : Kesimpulan sememtara yang perlu diuji
 Populasi dan sampel : Subjek penelitian atau partisipasan
 Variabel penelitian : Digunakan untuk riset kualitatif dari hipotesis
 Metode pengumpulan data : Metode yang dapat menjawab rumusan masalah
 Metode analisis data : Dilakukan secara manual atau dengan mesin
 Penulisan laporan : harus sesuai dengan penelitian yang dikaji
BAHAYA ROKOK BAGI REMAJA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karuniaNya,
Sholawat dan sallam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada Baginda Nabi Muhammad
SAW. beserta segenap keluarga dan shahabatnya. Khusus pada kesempatan ini penyusun juga
bersyukur karena telahpun berhasil melakukan sebuah penelitian dan sekarang penyusunpun
telahpun selesai membuat laporan hasil penelitianya. Penelitian yang penyusun lakukan adalah
mengenai bahayanya merokok bagi remaja, dan laporan penelitianya penyusun beri judul “Bahaya
Merokok bagi Remaja dan Usaha-usaha Pencegahanya”.
Penelitian dan penyusunan laporanya ini berhasil penyusun lakukan atas jerih payah
penyusun dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penyusun mengucapkan terimakasih
yang sebanyak-banyaknya, semoga bantuanya dibalas oleh Alloh SWT dengan berlipat ganda
kebaikan.
Tak salah apabila ada pepatah yang menyebutkan bahwa tak ada gading yang tak retak,
demikian juga laporan hasil penelitian ini adanya. Penyusun menyadari bahwa laporan penelitian
ini masih sangat jauh dari sempurna, baik dari segi materi maupun cara penyampaianya. Oleh
karena itu penyusun mengharap kritik dan saran demi perbaikan penyusun kedepanya.
Semoga laporan hasil penelitian ini ada manfaatnya khususnya bagi penyusun dan
masyarakat pada umumnya.

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………....... i


DAFTAR ISI ……………………………………………..………………...... ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………….......... 1
1.1. Latar Belakang …………………………………………....................…. 1
1.2. Rumusan Masalah …………………………………....................……. 2
1.3. Tujuan Penelitian …………………………..................………….….. 2
1.4. Manfaat Penelitian ………………………………....................……… 3
1.5. Metode Penelitian ………………………………....................……….. 3
1.6. Waktu dan Tempat Penelitian …………………………...................…. 4

BAB II LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN ….....……...... 5


2.1. Bahan-bahan Kimia yang Terkandung pada Rokok ……................… 5
2.2. Dampak dari Merokok ………………………………................….. 5
2.3. Ciri-ciri Seorang Perokok ………………………………................. 6
2.4. Faktor Alasan Seorang Anak Remaja Merokok …………................. 7
2.5. Alasan Rokok tidak Boleh Dikonsumsi …………………................ 7
2.6. Upaya Pemerintah dalam Mengurangi Perokok …….…................ 8
2.7. Upaya yang Sekolah dalam Mengurangi Perokok ……......….......... 8

BAB III PENUTUP ……………………………………..………… 9


3.1. Simpulan ………………………………………………….............. 9
3.2. Saran ……………………………………….…………….............. 9
DAFTAR PUSTAKA ………………………………...……………. 10
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Merujuk kepada Wikipedia Indonesia, Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang
antara 70-120 mm dengan diameter 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah di cacah.
Rokok dibakar
disalah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dihirup melalui mulut pada ujung lain.
Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat
membuat seseorang ketagihan, walaupun mereka tidak ingin mencobanya lagi.
Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat
proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi tetapi dilain pihak orang-
orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.
Terutama remaja masa kini, masa remaja merupakan masa dimana seorang individu
mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi,
tubuh, minat pola perilaku, dan juga panuh dengan masalah-masalah.
Sehingga mereka tidak memperhatikan bahayanya dan juga nanti kedepanya.
Kebiasaan merokok di Indonesia sangat memprihatinkan. Setiap saat kita dapat menjumpai
masyarakat dari berbagai usia, termasuk pelajar. Padahal, berbagai penelitian dan kajian yang telah
dilakukan menunjukan bahwa rokok sangat membahayakan kesehatan. Bukan hanya
membahayakan para perokok, asap rokok juga sangat berbahaya apabila di hirup oleh orang-orang
yang berada disekitarnya.
Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko
kesehatan lebih tinggi daripada para prokok itu sendiri. Penyakit-penyakit mulai dari menderita
batuk hingga kanker paru-paru mengancam para perokok aktif maupun pasif.

1.2. Rumusan Masalah


Untuk mempermudah dalam penyusunan laporan ini, penyusun membuat rumusan
sebagai berikut:
a. Zat-zat kimia apa sajakah yang terkandung di dalam rokok?
b. Apakah faktor penyebab seorang remaja mulai merokok?
c. Mengapa rokok tidak boleh dikonsumsi oleh para remaja?
d. Apa saja dampak dari merokok?
e. Apa saja ciri-ciri seorang perokok?
f. Upaya apa yang dilakukan pemerintah untuk mencegah seseorang yang senang
merokok?
g. Upaya apa yang dilakukan di sekolah untuk membenahi remaja yang suka merokok?

1.3. Tujuan Penelitian


Selain untuk memenuhi salah-satu tugas mata pelajaran, laporan penelitian ini
juga bertujuan untuk:
a. Mengetahui bahaya merokok.
b. Mengetahui mengapa rokok tidak boleh dikonsumsi oleh para remaja.
c. Mengetahui dampak dari merokok bagi perokok itu sendiri
d. Mengetahui ciri-ciri seorang perokok.
e. Mengetahui upaya apa saja yang dapat dilakukan pemerintah.
f. Mengetahui upaya apa yang dapat dilakukan oleh sekolah.

1.4. Manfaat Penelitian


Dengan menyusun laporan penelitian ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran
dalam penyusunan sebuah karya ilmiah yang baik, baik cara penyampaian materi maupun
struktur penyusunanya.
Selain itu, apabila melihat pokok bahasan yang penyusun teliti, maka penyusun
berharap semoga laporan hasil observasi ini dapat dijadikan referensi atau paling tidak
menjadi sebuah bahan pertimbangan bagi pembaca yang ingin mengetahui tentang
bahayanya merokok, dan bagaimana cara untuk bisa menghindari rokok.

1.5. Metode Penelitian


Dalam penyusunan laporan hasil penelitian ini penyusun menggunakan
metode wawancara dengan sebagian warga SMK Farmasi Pasundan Kawali dan kajian
pustaka yang dilakukan dengan mencari literatur baik dengan cara berselancar di dunia
maya maupun dengan cara membaca buku-buku panduan.
1.6. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian/ Observasi tentang Bahaya Rokok bagi Kesehatan dan Cara
Pencegahanya ini telah dilaksanakan pada minggu ke 3 pada Bulan Agustus 2016 yang
bertempat di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi Pasundan Kawali.
BAB II
LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN

2.1. Bahan-bahan Kimia yang Terkandung pada Rokok


Bahan kimia yang terkandung pada rokok, diantaranya:
a. Nikotin, menyebabkan kecanduan, merusak jaringan otak, dan darah muda
b. Tar, menyebabkan kerusakan pada sel paru-paru, meningkatkan produksi dahak atau
lendir di paru-paru, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
c. Karbon monoksida, yang dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat diikat darah, dan
dan mengurangi transportasi dara dalam tubuh.
d. Zat korsinogen, dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
e. Zat iritan, dapat mengakibatkan batuk, kanker paru-paru, dan iritasi pada paru-paru.

2.2. Dampak dari Merokok


Dampak merokok bagi Diri Sendiri:
1. Merokok lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan keuntungan bagi tubuh.
2. Menimbulkan sugesti kepada diri kita, bahwa jika kita tidak merokok mulut tidak enak dan
asam.
3. Rasa ingin tahu, semangat untuk belajar, dan berbagai hal positif yang ada pada diri kita
hilang ketika kita menjadi seorang perokok.
Dampak merokok bagi orang lain:
1. Ketika kita sedang merokok, asap rokok kita dapat mengganggu orang lain dan juga
menyebabkan polusi udara.
2. Menyebabkan seseorang yang dekat dengan kita menjadi perokok pasif.
3. Jika membuang puntung rokok sembarangan tanpa mematikan terlebih dahulu dapat
menyebabkan kebakaran.
4. Menyebabakan menipisnya lapisan ozon.
2.3. Ciri-ciri Seorang Perokok
Ciri-ciri seorang perokok:
1. Bibir dan gusi menjadi hitam
2. Kulit jadi hitam
3. Mata merah
4. Kuku membiru
5. Pipi perokok terlihat kempot
6. Mudah terserang penyakit batuk
7. Nafas bau
Efek dari merokok juga menimbulkan:
1. Gigi menjadi kuning karena noda dari nikotin
2. Mengganggu penciuman
3. Mengganggu pengecapan
4. Infeksi pada tenggorokan
5. Kanker paru-paru
6. Borok pada usus
7. Impotensi
8. Gangguan kehamilan dan janin

2.4. Faktor Alasan Seorang Anak Remaja Merokok


Alasan seorang remaja mulai pertama kali merokok dari berbagai penelitian antara lain
adalah: rasa ingin coba-coba, ikut-ikutan, ingin tahu enaknya rokok, sekedar ingin merasakan,
agar terlihat maco, meniru orang tua, iseng, menghilangkan ketegangan, kebiasaan saja untuk
pergaulan, lambing kedewasaan, mencari ispirasi. Dan alasan lainya adalah sebagai
penghilang stress, penghilang jenuh, sukar melepaskan diri, pengaruh lingkungan, iseng anti
mulut asam, pencuci mulut, kenikmatan.
Bagi kebanyakan pelajar, mulai merokok di sebabkan oleh dorongan lingkungan.
Contohnya saja, pelajar tersebut mulai merokok karena malu hati kepada teman-temanya yang
merokok, sehingga ia pun mulai merokok dan akhirnya kebiasaan atau kecanduan dengan
rokok.
Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya merasa hebat/
maco, gaya, dan diakui. Padahal jika dia tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah
awal terjerumusnya seseorang ke pada obat-obatan terlarang

2.5. Alasan Rokok tidak Boleh Dikonsumsi


Para remaja tidak diperbolehkan mengonsumsi rokok dikarenakan asap rokok
mengandung kurang lebih 4.000 bahan kimia, yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis
lainya menyebabkan kanker bagi tubuh (ada pada bahan-bahan yang terkandung di dalam
rokok). Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker
di udara dan lima puluh kali mengandung bahan pengiritasi mata dan pernapasan.

2.6. Upaya Pemerintah dalam Mengurangi Perokok


Beberapa upaya yang telah di lakukan pemerintah yaitu:
1. Upaya yang dilaksanakan oleh kementerian kesehatan bukan suatu kampanye anti rokok,
tetapi penyuluhan tentang hubungan rokok dengan kesehatan.
2. Sasaran yang ingin dijangkau adalah sasaran-sasaran terbatas, yaitu: petugas kesehatan,
para pendidik, para murid sekolah, para pemuka, anak dan remaja, para wanita terutama
ibu hamil.
3. Kegiatan di utamakan pada pencegahan bagi yang belum merokok.
4. Menanamkan pengertian tentang etika rokok.

2.7. Upaya yang Sekolah dalam Mengurangi Perokok


Para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan menyusuri tempat-
tempat yang sering di jadikan tempat untuk merokok. Selain itu juga guru harus memberi
sanksi tegas kepada siswa yang suka merokok agar siswa tersebut jera.
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Kebiasaan merokok dikalangan remaja amat membahayakan baik ditinjau dari segi
pendidikan maupun kesehatan serta social ekonomi. Dipandang dari segi pendidikan sudah
jelas bahwa hal ini akan mengganggu studinya, sedangkan dari segi kesehatan akibat
kebiasaan merokok akan menyebabkan berbagai penyakit (serangan jantung, gangguan
pernafasan, dan sebagainya). Dari segi ekonomi merupakan pengeluaran anggaran yang
tidak perlu atau memboroskan.

3.2 Saran
Setelah membaca karya tulis ilmiah ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan
bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokok, agar
kesehatan mereka tidak terganggu dan terhindar dari penyakit yang dapat mengancam jiwa
mereka.
DAFTAR PUSTAKA

Aditama, T. “Masalah Merokok dan Penanggulangannya.” Mirasantika, Juli 20CC07, hlm. 13


Alatas, H. 2006. Bahaya Merokok. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
www.antirokok.or.id/upaya-pencegahan-dari-merokok/
www.id.wikipedia.org/pengertian-rokok/