Anda di halaman 1dari 20

1

TABEL 1
JUMLAH KASUS DIARE YANG
BEROBAT, DIRAWAT/DIRUJUK DAN MENINGGAL
KECAMATAN JUMANTON, KAB.KARANGANYAR
JUNI-JULI 1986

TANGGAL BEROBAT DIRAWAT/DIRUJUK MENINGGAL


JUNI:
19 - - -
20 4 4 -
21 3 3 -
22 3 5 1
23 - - -
24 2 - -
25 19 15 1
26 19 15 -
27 19 8 -
28 15 5 1
29 18 2 -
30 11 3 -
JULI:
1 14 4 -
2 7 - -
3 10 3 -
4 3 - -
5 8 2 -
6 - - -
7 5 1 -
8 3 - -
9 2 - -
10 8 - -
11 7 - -
12 1 - -
13 - - -
14 5 - -
15 2 - -
16 - - -
17 3 - -
18 - - -
JUMLAH 191 70 3

TABEL 2
2

JUMLAH KASUS DIARE YANG


BEROBAT, DIRAWAT/DIRUJUK DAN MENINGGAL
KECAMATAN KARANGPANDAN, KAB.KARANGANYAR
JUNI-JULI 1986

TANGGAL BEROBAT DIRAWAT/DIRUJUK MENINGGAL


JUNI:
19 - - -
20 - - -
21 4 2 -
22 - - -
23 2 1 -
24 6 3 -
25 6 3 -
26 5 4 -
27 2 1 -
28 4 2 -
29 4 1 -
30 4 2 -
JULI:
1 2 - -
2 3 1 -
3 7 3 -
4 3 2 -
5 6 2 -
6 3 2 -
7 5 1 -
8 3 - -
9 3 1 -
10 3 - -
11 3 1 -
12 7 3 -
13 - - -
14 2 - -
15 2 - -
16 - - -
17 - - -
18 - - -
JUMLAH 89 35 -

TABEL 3
JUMLAH KASUS DIARE YANG
3

BEROBAT, DIRAWAT/DIRUJUK DAN MENINGGAL


KECAMATAN JATIYOSO, KAB.KARANGANYAR
JUNI-JULI 1986

TANGGAL BEROBAT DIRAWAT/DIRUJUK MENINGGAL


JUNI:
19 - - -
20 - - -
21 - - -
22 - - -
23 - - -
24 - - -
25 10 10 -
26 13 5 1
27 6 2 1
28 1 - -
29 6 2 -
30 1 - -
JULI:
1 - - -
2 2 - -
3 - - -
4 - - -
5 2 2 2
6 - - -
7 5 2 -
8 - - -
9 - - -
10 - - -
11 - - -
12 - - -
13 - - -
14 - - -
15 - - -
16 - - -
17 - - -
18 - - -
JUMLAH 46 23 4

TABEL 4
JUMLAH KASUS DIARE YANG
BEROBAT, DIRAWAT/DIRUJUK DAN MENINGGAL
4

KECAMATAN JATIYOSO, KAB.KARANGANYAR


JUNI-JULI 1986

TANGGAL BEROBAT DIRAWAT/DIRUJUK MENINGGAL


JUNI:
19 - - -
20 - - -
21 - - -
22 - - -
23 - - -
24 15 12 2
25 49 19 1
26 37 15 -
27 29 7 -
28 20 - -
29 11 - -
30 11 - -
JULI:
1 3 - -
2 1 - -
3 - - -
4 - - -
5 - - -
6 4 -
7 - - -
8 - - -
9 - - -
10 - - -
11 - - -
12 - - -
13 - - -
14 - - -
15 - - -
16 - - -
17 - - -
18 - - -
JUMLAH 180 53 3

TABEL 5
JUMLAH KASUS DIARE YANG
BEROBAT, DIRAWAT/DIRUJUK DAN MENINGGAL
KECAMATAN TAWANGMANG, KAB.KARANGANYAR
5

JUNI-JULI 1986

TANGGAL BEROBAT DIRAWAT/DIRUJUK MENINGGAL


JUNI:
19 - - -
20 - - -
21 - - -
22 - - -
23 - - -
24 - - -
25 24 6 1
26 19 14 2
27 4 4 -
28 5 5 -
29 2 2 -
30 8 4 -
JULI:
1 5 2 -
2 2 1 -
3 3 - -
4 2 2 -
5 - - -
6 - - -
7 2 2 -
8 5 2 -
9 5 3 -
10 - - -
11 - - -
12 1 1 -
13 - - -
14 2 1 -
15 - - -
16 - - -
17 3 - -
18 1 - -
JUMLAH 93 49 3

TABEL 6
JUMLAH KASUS DIARE YANG
BEROBAT, DIRAWAT/DIRUJUK DAN MENINGGAL
KECAMATAN MATESIH, KAB.KARANGANYAR
JUNI-JULI 1986
6

TANGGAL BEROBAT DIRAWAT/DIRUJUK MENINGGAL


JUNI:
19 1 - -
20 - - -
21 34 10 3
22 67 18 3
23 29 1 -
24 27 1 -
25 28 7 -
26 32 3 -
27 17 - -
28 2 - -
29 5 - -
30 - - -
JULI:
1 1 - -
2 2 - -
3 - - -
4 - - -
5 - - -
6 - - -
7 2 - -
8 2 - -
9 1 - -
10 - - -
11 - - -
12 - - -
13 - - -
14 - - -
15 - - -
16 - - -
17 - - -
18 - - -
JUMLAH 250 40 6

TABEL 7
JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN DIARE
MENURUT GOL. UMUR DAN JENIS KELAMIN DAN
DI 6 KECAMATAN, KAB KARANGANYAR, JULI-JULI 1986

GOL. UMUR KEC. JUMANTONO KEC. KARANGPANDAN


7

PENDERITA MENIN PENDERITA MENI


GGAL NGG
L P JML L P JML AL

0 – 4 TH 49 40 89 _ 41 20 61 _

5 – 9 TH 14 12 26 2 5 2 7 _

10 – 14 TH 13 6 19 _ _ 1 1 _

15 – 24 TH 3 8 11 _ _ 1 1 _

25 – 44 TH 16 14 30 1 2 10 12 _

45 + TH 16 4 20 _ 3 4 7 _

JUMLAH 107 84 191 3 51 38 89 _

KEC. JATIYOSO KEC. JUMAPOLO


GOL. MENING MENING
PENDERITA PENDERITA
UMUR GAL GAL
L P JML L P JML

0 – 4 TH 12 4 16 2 15 16 31 _

5 – 9 TH 6 2 8 1 18 17 35 2

10 – 14 TH _ 4 4 _ 30 24 54 _

15 – 24 TH 3 2 5 1 12 14 26 _

25 – 44 TH 4 3 7 _ 8 13 21 _

45 + TH 4 2 6 _ 8 5 13 1

JUMLAH 29 17 46 4 91 89 180 3

GOL. UMUR KEC. TAWANGMANGU MENING KEC. MATESIH MENIN


GAL GGAL
PENDERITA PENDERITA

L P JML L P JML

0 – 4 TH 27 19 46 3 53 52 105 2

5 – 9 TH 9 7 16 _ 29 19 48 2
8

10 – 14 TH 6 2 8 _ 15 11 26 1

15 – 24 TH 4 3 7 _ 15 14 29 1

25 – 44 TH 5 5 10 _ 11 16 27 _

45 + TH 4 2 6 _ 9 6 15 _

JUMLAH 55 38 93 3 132 118 250 6

TABEL 8
JUMLAH PENDUDUK MENURUT DESA
DI 6 KECAMATAN, KAB. KARANGANYAR, 1986

KECAMATAN : JUMANTON ( VI ) KECAMATAN : KARANGPANDAN ( X )

DESA (nomor) PENDUDUK KASUS DESA (nomor) PENDUDUK KASUS

Ngunut (1) 2562 17 Bangsri (1) 3568 3

Genangan (2) 3376 35 Ngemplak (2) 3305 15

Gemantar (3) 2900 26 Dayu (3) 2475 3

Blorong (4) 3110 28 Tohkuning (4) 3979 16

Gukosari (5) 1913 _ Gondangmanis (5) 2701 2

Sambirejo (6) 2434 4 Harjosari (6) 2869 9

Tunggulrejo (7) 4296 10 Gerdu (7) 2640 7

Sringin (8) 5049 48 Karang (8) 3455 4

Sedayu (9) 3839 1 Karangpandan (9) 5577 9

Tugu (10) 3689 9 Salam (10) 2118 8

Kebak (11) 3584 13 Doplang (11) 2684 13

Jumlah 36.752 191 Jumlah 35.371 89

KECAMATAN : JATIYOSO ( IX ) KECAMATAN : KARANGPANDAN ( X )

DESA ( nomor) PENDUDUK KASUS DESA ( nomor ) PENDUDUK KASUS

Jatiwasit (1) 3011 1 Jatirejo (1) 2971 _

Petung (2) 3104 _ Karangbangun (2) 3274 1

Wonokeling (3) 2824 _ Kadipiro (3) 3336 _


9

Jatiyoso (4) 3740 4 Lemahebang (4) 3384 _

Karangsari (5) 4182 1 Giriwondo (5) 2711 6

Geruk (6) 3637 _ Bakalan (6) 2969 35

Tlebo (7) 2842 3 Jumapolo (7) 5412 9

Wukirsawit (8) 4266 31 Kwangsan (8) 4043 4

Wonorejo (9) 5103 6 Ploso (9) 2687 2

Paseban (10) 2941 _

Jumantoro (11) 3439 31

Kedawung (12) 3067 92

Jumlah 32.709 46 Jumlah 40.234 180

KECAMATAN : TAWANGMANGU (XII) KECAMATAN : MATESIH (XI)

DESA (nomor) PENDUDUK KASUS DESA (nomor) PENDUDUK KASUS

Gondosuli (1) 2540 _ Parilengan (1) 3571 19

Kalisoro (2) 3919 2 Karangbangun (2) 4456 33

Sepanjang (3) 2934 16 Koripan (3) 3324 9

Karanglo (4) 3233 5 Girilayu (4) 3366 4

Tengklik (5) 2989 2 Matasih (5) 7089 89

Nglebak (6) 3963 9 Plosorejo (6) 4742 53

Blumbang (7) 3229 2 Dawung (7) 3979 33

Tawangmangu (8) 7755 51 Ngadiluwih (8) 4586 8

Plumbaon (9) 3442 1 Gantiwarno (9) 5577 2

Bandardawung (10) 3218 5

Jumlah 37.222 191 Jumlah 37.644 250

TABEL 9
DISTRIBUSI PENDUDUK MENURUT GOLONGAN UMUR
DI 6 KECAMATAN, KAB. KARANGANYAR, 1986
10

GOL. J. TONO K. J. YOSO J. POLO T.MANGU MATESIH


UMUR PANDAN

0 – 4 TH 5154 7174 5377 ... 5886 9160

5 – 9 TH 4369 4411 5402 ... 4686 4421

10 – 14 TH 4233 3615 5518 ... 4540 3731

15 – 24 TH 8236 6930 5454 ... 6888 6660

25 – 44 TH 9009 8124 5467 ... 8741 7389

45 + TH 5751 5117 5491 ... 6581 6283

Jumlah 36.752 35.371 32.709 40.231 37.322 37.644

PRIA 17.771 17.219 16.282 19.923 18.249 18.473

WANTIA 18.981 18.152 16.427 20.309 19.073 19.171

TABEL 10
PAPARAN TERHADAP ES POTONG
PADA 42 PASANG KASUS-KONTROL
11

KAB. KARANGANYAR, JUNI-JULI 1986

TERPAPAR TERPAPAR
PASANGAN KASUS KONTROL PASANGAN KASUS KONTROL

1 + - 22 + -

2 + - 23 - -

3 - - 24 - -

4 - - 25 - -

5 + + 26 + -

6 + - 27 - +

7 + - 28 - -

8 + - 29 - -

9 - - 30 + +

10 + - 31 - -

11 + - 32 + -

12 + - 33 + -

13 - - 34 + -

14 - - 35 + -

15 - - 36 - -

16 + - 37 - -

17 - - 38 - -

18 - - 39 + -

19 - - 40 - -

20 + + 41 + -

21 - - 42 - -

SOAL LATIHAN P2M

Judul Latihan : Penyelidikan Epidemiologik Terhadap Letusan (Outbreak) Penyakit menular

Tujuan Umum : Memahami cara melaksanakan investigasi pada kejadian penyakit menular
12

Tujuan Khusus: Mampu untuk :

1. Menentukan langkah-langkah guna pemastian diagnose penyakit dan


etiologinya
2. Memastikan adanya letusan /KLB
3. Menggambarkan karekteristik letusan / KLB menurut waktu, tempat dan
perorangan
4. Mengidentifikasi subpopulasi yang mempunyai resiko tinggi
5. Menyusun laporan dan rekomendasi penanggulangannya

K.L.B DIARE DI KABUPATEN KARANGANYAR JAWA TENGAH , JUNI-JULI 1986

Bagian 1

Pada tanggal 18 juli 1986 , Ditjen PPM & PLP di Jakarta menerima laporan dari Kanwil
Depkes Jawa Tengah. Laporan tersebut menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan kasus diare
yang menyerang 6 (enam) kecamatan di Kabupaten Karanganyar, pada tanggal 21 juni 1986,
dengan jumlah kasus sebanyak 40 orang dan kematian 3 (tiga) orang.

Dua hari kemudian sebuah tim dikirim oleh Ditjen PPM & PLP untuk menyelidiki
kejadian tersebut.

Pertanyaan 1

Bila anda menjadi anggota tim, langkah – langkah apakah yang perlu direncanakan untuk
menyelidiki peningkatan kasus diare tersebut ?

Pertanyaan 2

Informasi apakah yang akan anda kumpulkan, dan dari sumber manakah informasi tersebut anda
peroleh ?

Bagian II

Setibanya di Karanganyar ( Ibukota Kabupaten Karanganyar), tim menghubungi Kepala Dinas


Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Didapatkan penjelasan bahwa peningkatan kasus terjadi di 6
kecamatan yang termasuk Kabupaten Karanganyar, yaitu : Jumantoro, Karangpandan, Jatiyoso,
Jumapolo, Tawangmangu dan Matesih.

Data diadopsi dari penyelidikan K.L.B. Diare di Kabupaten Karanganyar.

Penderita doare diobati dienam puskesmas yang terdapat di kecamatan – kecamatan yang
terserang. Penderita yang dehidrasi dan dan perlu dirawat telah dirujuk ke R.S. Karanganyar,
kecuali penderita di puskesmas Karanganyar dan Jumapolo di rawat di pusat rehidrasi yang
disediakan.

Peningkatan kasus yang bersifat letusan mulai terjadi tanggal 21 juni di Kecamatan Matesih dan
Karangpandan, kemudian tanggal 24 – 25 juni menyusul pula di empat kecamatan lainnya.

Jumlah kasus diare yang berobat, (termasuk yang dirujuk ke R.S. atau dirawat di pusat rehidrasi
dan yang meninggal di tempat perawatan), dilaporkan seperti yang tertera pada table 1 – 6
13

Sebanyak 40 orang diantara kasus – kasus yang dirawat akibat dehidrasi dilakukan pengambilan
spesimen usap dubur, kemudian spesimen diperiksa dilaboratorium Kesehatan Daerah Semarang.
Ternyata spesimen dari 31 kasus memberikan hasil positif dengan vibrio serotype Inaba dan 3
dengan serotipe Ogawa.

Table 1 s/d 6

Pertanyaan 3

Kesalahan penggolongan kasus yang bagaimanakah yang mungkin terjadi , dan bagaimanakah
cara mengatasinya ? ( catatan : langkah pertama dalam penyelidikan K.L.B. adalah memastikan
diagnose dan etiologinya, yaitu untuk menghindari kesalahan (misklasifikasi) kasus sejauh
mungkin. Diskusikanlah kesulitan yang mungkin dapat dihadapi dalam pemastian diagnosa dan
etiologinya).

Tim juga mengumpulkan data kesakitan diare yang di laporkan oleh puskesmas-puskesmas
yang bersangkutan pada bulan juni-juli 1985 serta januari- mei 1986. Ternyata diare adalah
penyakit endemic untuk daerah tersebut. Dengan angka kunjungan tiap-tiap puskesmas berkisar
antara 100-200 kasus perbulan . menurut keterangan kepala puskesmas yang bersangkutan ,
selama periode tersebut jarang terjadi kasus diare yang memerlukan perawatan akibat dehidrasi
dan juga tanpa kematian , tetapi catatan mengenai informasi tersebut tidak dapat di peroleh ,
sebaliknya , catatan perawatan di RS karanganyar menunjukan adanya kasus-kasus diare yang di
rawat akibat dehidrasi , dengan frekuensi 0-10 kasus tiap bulan .

Pertanyaan 4
Bagaimanakah anda memastikan bahwa peningkatan kasus ini adalah suatu K.L.B ?

Pernyataan 5 :

Buatlah kurva epidemic K.L.B diare ini untuk setiap kecamatan , dan secara keseluruhan pada 6
(enam ) kecamatan . apakah yang dapat di simpulkan dari kurva epidemic tersebut ?

Table 7 dan 8

Peta

Pertanyaan 6 :

Hitunglah angka serangan ( attack rate ) untuk tiap desa dan pada peta wilayah
warnailah tiap-tiap desa menurut stratifikasi angka serangannya . ( warna dan jumlah kelas
penggolongan terserah kepada anda ) . apakah yang dapat di simpulkan dari distribusi kasus
menurut tempat tinggal ini ?

Pewarnaan peta wilayah tiap tiap desa telah terlampir dimakalah.

Berdasarkan peta tersebut, penyebaran penyakit diare terjadi pada jalan jalan desa,dikarenakan
jalan jalan tersebut dilalui oleh penjual es potong atau es mambo yang berpusat di kec. Matesih .
14

menurut hasil penelitian, diare tersebut ditularkan melalui es potong, diperkirakan air yang
digunakan tidak bersih, atau cara pembuatannya yang kotor

Untuk menghitung angka serangan pada tiap golongan umur dan jenis kelamin diperlukan
penyebut ( denominator ) jumlah penduduk menurut karakteristik , tersebut . data statistic vital
yang dapat di kumpulkan dari masing-masing kantor kecamatan terlihat seperti pada table 9 .

Pertanyaan 7
Hitunglah proporsi balita di tiap kecamatan yang bersangkutan ( catatan : angka balita di
Indonesia 12-14%). Kesimpulan , apakah yang dapat di tarik dari data demografi ini ?
bagaimanakah anda akan “ memperbaiki” data demografi itu , sehingga diperoleh denominator
yang di butuhkan ?

Dari 6 kelurahan menunjukkan angka proporsi balita diatas 12 – 14 %, berarti di kec.


Karanganyar ini kasusnya melebihi batas ambang kasus diare nasional. Hal itu disebabkan oleh
kurang bersihnya perawatan orang tua terhadap bayi, dan kurangnya pengetahuan orangtua
tentang penyakit tersebut. Jadi, cara menanggulanginya adalah dengan melakukan penyuluhan
tentang kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Pertanyaan 8
Hitunglah attack rate (A-R) dan case fatality rate ( CFR ) untuk setiap golongan umur . sajikan
data tersebut dalam bentuk bar diagram . kesimpulan , apakah yang dapat di tarik dari distribusi
kasus menurut golongn umur dan jenis kelamin tersebut ?

Berdasarkan hasil diagram bar diatas, pada umur 0 – 4 tahun kec. Matesih memiliki kasus yang
paling tinggi dibandingkan kecamatan kecamatan yang lainnya. Dan, kalau dilihat secara
keseluruhan menurut gol. Umurnya, kec. Matesih selalu memiliki angka yang tertinggi. Hal ini
disebabkan oleh pusat pembuatan es potong yang berada di kec. Matesih tersebut.

Pertanyaan 9
Dari kesimpulan- kesimpulan yang dapat ditarik pada pertanyaan 5 , 6 dan 8 . hipotesa apakah
yang dapat anda buat mengenai sumber infeksi dan cara penularannya ? Langkah - langkah
apakah yang akan di lakukan untuk menguji hipotesa tersebut ?

BAGIAN III

Berdasarkan gambaran karakteristik K.L.B pada bagian II tim mencurigai


makanan/minuman sebagai sumber dan cara penularan , khususnya kecurigaan ditunjukan
15

kepada es potong/es mambo yang di jual oleh penjaja yang berkeliling dengan sepeda atau
berjalan kaki , di buat dalam industry rumah tangga oleh 3 ( tiga ) keluarga yang ada di matesih .

Pelacakan ke tempat pembuatan es hanya berhasil mendapatkan 2 ( dua ) dari ketiga


keluarga tersebut , dan pemilik pembuat es lain. Cara-cara pembuatan es pada ketiga industry
tersebut dianggap tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan . ternyata 30 orang penjaja dan
pembuat es dari industry yang di tinggal pergi pemiliknya telah menderita diare . tetapi penjajka
dari kedua industry es yang lainnya di peroleh keterangan tidak menderita diare. Pemilik industry
es yang telah pergi tersebut sebelumnya juga menderita sakit diare serupa .

Contoh air sumur yang di gunakan untuk membuat es diambil untuk pemeriksaan
mikrobiologi , tetapi memberikan hasil negative karena terhadap semua sumur di daerah tersebut
telah dilakukan informasi ( pemberian kaporit ) pada tanggal 23 juni 1986 .

Di samping pelacakan sumber infeksi yang di curigai , tim juga melaksanakan penelitian
kasus control untuk mengidentifikasi factor-faktor resiko yang mungkin berhubungan dengan
kejadian diare. Sebagai kasus di ambil dari mereka yang mengalami dehidrasi dan di rawat pada
waktu K.L.B berlangsung . sedangkan control diambil dari tetangga kasus yang berumur dan
jenis kelamin yang sama.

Terhadap kasus dan control diwawancarai mengenai beberapa factor resiko yang di curigai
berhubungan dengan diare , yaitu makan es mambo/ potong , makan makanan lain . pergi ke
pasar , mengunjungi penderita diare lain , dan sumber air minumnya .

Berhubung keterbatasan waktu dari tenaga . tim hanya berhasil melacak 42 pasang kasus
dan control . data paparan antara kasus dan control dari berbagai factor.

Kelompok mata kuliah : MKKK

Disiplin ilmu : epidemiologi


16

Judul mata kuliah : surveillance epid

Beban : 2 sks

Pratikum I

Waktu 2x24 jam

Morbiditas dan mortalitas demam berdarah di kecamatan pasar minggu dan kecamatan
bayoran wilayah Jakarta selatan.

A. Tujuan pratikum

Agar mahasiswa mampu :

1. Menghitung beberapa ukuran mortalitas dan morbiditas


2. Menginterpretasi data mortalitas dan morbiditas
3. Mampu meramalkan adanya letusan KLB atas dasar data morbiditas

B . Petunjuk

1. Bacalah materi pratikum 1 , kemudian jawablah pertanyaan- pertanyaan di bawah ini


berdasarkan data terlampir.
2. Pratikum ini dikerjakan secara berkelompok yang terdiri dari 5-6 orang
3. Kelompok membuat laporan pratikum secara tertulis
4. Kelompok mempresentasikan laporan pratikum dan kelompok lain menanggapi

C . materi dan pertanyaan

Kepala seksi P2M suku dinas Jakarta selatan ingin mengetahui keadaan penyakit demam
berdarah di wilayahnya.

Data mengenai jumlah penderita dan kematian penyakit demam berdarah di kecamatan bayoran
dan kecamatan pasar minggu selama tahun 1983 s/d 1985 dapat di lihat pada table 1 dan 2.

TABEL 1

1983 1984 1985


KELURAHAN PUSKES SUDIN PUSKES SUDIN PUSKES SUDIN

1.PEJATEN 6 16 10 9 4 2

2. PS MINGGU 1 20 6 20 5 14
17

3. TANJ.BARAT 2 6 3 3 2 3

4. JATI PADANG 0 2 0 2 1 3

5. RAGUNAN 2 3 3 2 3 5

6. CILANDAK 5 9 1 4 3 3

7. JAGAKARSA 0 1 0 0 0 1

8. LENTENG AGUNG 2 7 4 8 2 3

9. SRENGSENG SAWAH 4 2 2 4 0 1

10. CIGANJUR 0 1 1 1 1 0

JUMLAH 22 67 30 53 21 34

TABEL 2
JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DI KEC. PS. MINGGU
MENURUT BULAN TAHUN 1983 – 1985

TAHUN
BULAN 1983 1984 1985

P H P H P H

JANUARI 3 - 6 2 - -

FEBRUARI 2 - 8 1 - -

MARET 5 1 4 - - -

APRIL 2 - 3 - 1 -

MAI 10 - 3 - 3 -

JUNI 4 - 7 - 2 -

JULI 12 - 2 - 7 -

AGUSTUS 6 - 2 - 3 2

SEPTEMBER 6 - 4 - 8 1

OKTOBER 6 - 8 - 3 1

NOVEMBER 3 - 4 - 4 1

DESEMBER 8 - 2 - 3 -

JUMLAH 67 1 53 3 34 5

Pertanyaan

1. Hitunglah insidens demam berdarah untuk tiap kelurahan di kecamatan pasar minggu
pada tahun 1984
18

2. Bandingkanlah insidens demam berdarah di tiap kelurahan tersebut. Dapatkah


disimpulkan bahwa kelurahan pasar minggu mempunyai masalah demam berdarah
terbesar ? jelaskan jawaban saudara .

3. Kepala puskesmas pasar minggu sudah membuat table distribusi kasus demam berdarah
menurut golongan umur ( lihat table 3 ). Apa interpretasi saudara ?

4. Hitunglah case fatality rate ( C.F.R ) demam berdarah di tiap kelurahan di kecamatan
pasar minggu pada tahun 1985.

TABEL 3

JUMLAH PENDERITA
DEMAM BERDARAH MENURUT UMUR
DI KEC. PASAR MINGGU TAHUN 1983

GOL. UMUR JUMLAH

1–5 29

6 – 12 23

13 – 15 6

16 – 44 9

Jumlah 67

Distribusi dan jumlah penduduk di kecamatan pasar minggu tahun 1985 dapat di lihat pada
table 4.

Tentukan kelurahan dengan insidens rate tertinggi pada tahun 1985 di kecamatan pasar minggu
Bandingkan dengan jawaban pertanyaan no. 2 apa kesimpulan saudara .

TABEL 4
JUMLAH PENDUDUK MENURUT KELURAHAN
DI KECAMATAN PASAR MINGGU, TAHUN 1984

JUMLAH
PENDUDUK
KELURAHAN

1.PEJATEN 44.647

2. PS MINGGU 26.326

3. TANJ.BARAT 21.120
19

4. JATI PADANG 17.962

5. RAGUNAN 20.633

6. CILANDAK 16.830

7. JAGAKARSA 13.955

8. LENTENG AGUNG 8.198

9. SRENGSENG SAWAH 22.674

10. CIGANJUR 12.405

JUMLAH 204.728

Dapatkah data insidens demam berdarah bulanan di kecamatan pasar minggu di gunakan untuk
memperkirakan adanya letusan / KLB demam berdarah di kecamatan tersebut ? jelaskan jawaban
saudara .

Faktor-faktor apa yang harus di perhatikan untuk memperkirakan letusan / KLB . demam
berdarah

Bandingkan kedua grafik tersebut apa pendapat saudara . faktor-faktor apa yang mungkin
mempengaruhi timbulnya perbedaan tersebut .

Tabel 5

Jumlah Penderita (P) Dan Kematian (N) Penyakit DBD Menurut Bulan

Di Kecamatan Bayuran Pada Tahun 1983, 1984 Dan 1985.

Bulan 1983 1984 1985

P M P M P M

Januari 4 0 5 0 3 0

Februari 8 0 8 1 6 0

Maret 13 0 11 1 9 1

April 6 0 11 0 5 0
20

Mei 4 0 4 0 2 0

Juni 4 0 2 0 1 0

Juli 5 0 4 0 2 0

Agustus 4 0 3 0 2 0

September 5 0 2 0 3 0

Oktober 12 1 11 0 8 0

November 6 0 5 0 7 0

Desember 4 0 4 0 3 0

Jumlah 75 1 70 2 51 1