Anda di halaman 1dari 38

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis
dengan judul “PERADABAN KUNO DI ASIA, AFRIKA DAN EROPA” tepat pada
waktunya.

Karya tulis ini dapat tersusun karena bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis akan mengucapkan terima kasih yang sebesar –
besarnya, khususnya kepada Ibu Busyra yang telah membimbing dan semua pihak yang turut
membantu penyelesaian tugas ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ini masih terdapat banyak
kesalahan, hal ini mengingat penulis masih dalam tahap belajar. Seperti kata pepatah “Tiada
Gading yang Tak Retak”. Untuk itu saran dan kritik dari semua pihak sangat penulis
harapkan. Semoga karya tulis ini dapat berguna bagi kita semua. Amin.

Jakarta, 20 April 2018

PENYUSUN
PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Pada umunya,peradaban kuno di dunia berkembang sekiitar sungai-sungai


besar.Bangsa mesir,irak,india dan china kuno mengembangkan peradabannya di kawasan
sungai besar yang melintasi kawasan tersebut.Sungai nil di mesir Eufrat dan tigris di
irak,gangga di india dan kuning di china.ke empat peradaban tersebut di dukung sungai yang
menyuburkan aliran di sekitarnya, selain itu masyarakat di kawasan itu memperoleh
kemudahan berkomunikasi, berbagi pengalaman, dan gagasan mengenai cara menaklukkan
tantangan alam.
2. Rumusan masalah
1. Bagaimana letak geografis dari masing-masing peradaban?
2. Apa saja 7 unsur kebudayaan yang ada pada masing-masing peradaban?
3. Apa hubungan peradaban yang satu dengan yang lain?
4. Bagaimana pengaruh peradaban tersebut dengan Indonesia?

3.Tujuan Penulisan
1.Mengetahui letak geografis dari masing-masing peradaban
2. Mengetahui 7 unsur kebudayaan yang ada pada masing-masing peradaban
3. Mengetahui hubungan peradaban yang satu dengan yang lain
4. Mengetahui pengaruh peradaban tersebut dengan Indonesia
Peradaban India Kuno (Indhus dan Gangga)
A. Peradaban Lembah Sungai Indhus (Shindu)
1. Pusat Peradaban
Peradaban Lembah Sungai Indus berada
sepanjang Sungai Indus di Pakistan sekarang ini.
Peradaban Lembah Sungai Indus, 2800 SM–1800
SM, merupakan sebuah peradaban kuno yang
hidup sepanjang Sungai Indus dan Sungai
Ghaggar-Hakra yang sekarang Pakistan dan India
barat. Peradaban ini sering juga disebut sebagai
Peradaban Harappan Lembah Indus, karena kota
penggalian pertamanya disebut Harappa, atau juga Peradaban Indus Sarasvati karena
Sungai Sarasvati yang mungkin kering pada akhir 1900 SM. Pemusatan terbesar dari
Lembah Indus berada di timur Indus, dekat wilayah yang dulunya merupakan Sungai
Sarasvati kuno yang pernah mengalir.
Asal mula peradaban India, berasal dari kebudayaan sungai India, mewakili
dua kota peninggalan kuno yang paling penting dan paling awal dalam peradaban
sungai India, yang sekarang letaknya di kota Mohenjodaro, propinsi Sindu Pakistan
dan kota Harappa dipropinsi Punjabi. Penduduk kala itu adalah penduduk bangsa
Dravida.
Secara geografis, letak peradaban kuno ini di sebelah utara berbatasan dengan
pegunungan Himalaya. Sebelah barat berbatasan dengan Pakistan. Di selatan,
berbatasan dengan Samudera Hindia dan sebelah timur berbatasan dengan Myanmar
dan Bangladesh.

2. Sistem Pertanian dan Pengairan


Masyarakat telah berhasil menyalurkan air yang mengalir dari
Lembah Sungai Indus sampai jauh ke daerah pedalaman.
Pembuatan saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah
pertanian menunjukkan bahwa masyarakat Lembah Sungai Indus
telah memiliki peradaban yang tinggi. Hasil-hasil pertanian yang
utama adalah padi, gandum, gula/tebu, kapas, teh, dan lain-lain.

3. Sanitasi (Kesehatan)
Masyarakat Mohenjodaro dan Harappa telah memperhatikan sanitasi
(kesehatan) lingkungannya. Teknik-teknik atau cara-cara pembangunan rumah yang
telah memperhatikan faktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan yaitu rumah
mereka sudah dilengkapi oleh jendela. Kamar-kamar dilengkapi dengan jendela-
jendela yang lebar dan berhubungan langsung dengan udara bebas, sehingga
pergantian udara cukup lancar.

4. Teknologi
Masyarakat Lembah Sungai Indus sudah memiliki ilmu pengetahuan dan
teknologi, Kemampuan mereka dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan
budaya yang ditemukan, seperti bangunan Kota Mohenjodaro dan Harappa, berbagai
macam patung, perhiasan emas, perak, dan berbagai macam meterai dengan
lukisannya yang bermutu tinggi dan alat-alat peperangan seperti tombak, pedang, dan
anak panah, alat-alat rumah tangga, alat-alat pertanian, kain dari kapas, serta
bangunan-bangunan.
Demikian juga dengan barang-barang yang terbuat dari tanah liat yang
dibakar atau yang disebut terracota, teruma barang-barang peralatan rumah tangga.

5. Pemerintahan
Ashoka
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Maurya mengalami masa yang
gemilang. Kalingga dan Dekkan berhasil dikuasainya. Namun, setelah ia
menyaksikan korban bencana perang yang maha dahsyat di Kalingga, timbul
penyesalan dan tidak lagi melakukan peperangan.

6. Kepercayaan
Sistem kepercayaan masyarakat Lembah Sungai Indus bersifat politeisme atau
memuja banyak dewa. Dewa-dewa tersebut misalnya dewa bertanduk besar, dewa
kesuburan dan kemakmuran (Dewi Ibu).
Masyarakat lembah Sungai Indus juga menyembah binatang-binatang seperti
buaya dan gajah serta menyembah pohon seperti pohon pipal (beringin). Pemujaan
tersebut dimaksudkan sebagai tanda terima kasih terhadap kehidupan yang
dinikmatinya, berupa kesejahteraan dan perdamaian.

B. Peradaban di Lembah Sungai Gangga


1. Lokasi
Lembah sungai Gangga dengan anak
sungainya Yamuna terletak antara Pegunungan
Himalaya dan Pegunungan Vindhya. Kedua
sungai tersebut bermata air di Pegunungan
Himalaya dan mengalir di kota-kota besar seperti
Delhi, Agra, dan bermuara di wilayah
Bangladesh ke teluk Banggala. Sungai
Ganggabertemu dengan Sungai Brahmaputra yang bermata air di Pegunungan Kwen
Lun. Lembah Sungai Gangga merupakan daerah yang subur.

2. Masyarakat
Bangsa Aria berhasil
mengambil alih kekuasaan
politik, sosial dan ekonomi. Akan
tetapi, dalam kebudayaan terjadi
percampuran (asimilasi) antara
Aria dan Dravida. Percampuran
budaya itu melahirkan
kebudayaan Weda. Kebudayaan
inilah yang melahirkan agama dan kebudayaan Hindu atau Hinduisme. Daerah
perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang kemudian disebut
Aryawarta (negeri orang Aria) atau Hindustan (tanah milik orang Hindu).
Untuk mempertahankan kekuasaannya di tengah kehidupan masyarakat,
bangsa Arya berusaha menjaga kemurnian ras. Artinya, mereka melarang perkawinan
campur dengan bangsa Dravida. Untuk itulah, bangsa Arya menciptakan sistem kasta
dalam kemasyarakatan.
Sistem kasta didasarkan pada kedudukan, hak dan kewajiban seseorang dalam
masyarakat. Pembagian golongan atau tingkatan dalam masyarakat Hindu terdiri dari
empat kasta atau caturwarna, yakni :
 Brahmana (pendeta), bertugas dalam kehidupan keagamaan;
 Ksatria (raja, bangsawan dan prajurit), berkewajiban menjalankan pemerintahan
termasuk mempertahankan negara,
 Waisya (pedagang, petani, dan peternak), dan
 Sudra (pekerja-pekerja kasar dan budak).
 Kasta Brahmana, Kastria, Waisya terdiri dari orang-orang Aria.

3. Pemerintahan
Perkembangan sistem pemerintahan di Lembah Sungai Gangga merupakan
kelanjutan sistem pemerintahan masyarakat di daerah Lembah Sungai Indus.
Runtuhnya Kerajaan Maurya menjadikan keadaan kerajaan menjadi kacau. Keadaan
mulai aman kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan baru. Kerajaan-kerajaan
tersebut di antaranya Kerajaan Gupta dan Kerajaan Harsha. Namun yang paling
berpengaruh adalah kerajaan gupta.
Pendiri Kerajaan Gupta adalah Raja Candragupta I dengan pusatnya di
Lembah Sungai Gangga. Pada masa pemerintahan Raja Candragupta I, agama
Hindu dijadikan agama negara, namun agama Buddha masih tetap dapat
berkembang.
Di bawah pemerintahan Candragupta II kehidupan rakyat semakin makmur
dan sejahtera.. Kesusastraan mengalami masa gemilang. Pujangga yang terkenal
pada masa ini adalah pujangga Kalidasa dengan karangannya berjudul
“Syakuntala”. Perkembangan seni patung mencapai kemajuan yang juga pesat.
Hal ini terlihat dari pahatan-pahatan dan patung-patung terkenal menghiasi kuil-
kuil di Syanta. Dalam-perkembangannya Kerajaan Gupta mengalami kemunduran
setelah meninggalnya Raja Candragupta II. India mengalami masa kegelapan
selama kurang lebih dua abad.

4. Kebudayaan
Di Lembah Sungai Gangga inilah kebudayaan Hindu berkembang, baik di
wilayah India maupun di luar India. Masyarakat Hindu memuja banyak dewa
(Politeisme). Dewa-dewa tersebut, antara lain, Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewa
Baruna (Dewa Laut), Dewa Agni (Dewa Api), dan lain sebagainya. Dalam agama
Hindu dikenal dengan sistem kasta, yaitu pembagian kelas sosial berdasarkan warna
dan kewajiban sosial. Dalam perkembangan selanjutnya, sistem kasta inilah yang
menyebabkan munculnya agama Buddha. Hal ini dipelopori oleh Sidharta Gautama.
Agama Buddha mulai menyebar ke masyarakat India setelah Sidharta
Gautama mencapai tahap menjadi Sang Buddha. Agama Buddha terbagi menjadi dua
aliran, yaitu Buddha Mahayana dan Buddha Hinayana. Peradaban Sungai Gangga
meninggalkan beberapa bentuk kebudayaan yang tinggi seperti kesusastraan, seni
pahat, dan seni patung. Peradaban dari lembah sungai ini kemudian menyebar ke
daerah-daerah lain di Asia termasuk di Indonesia.

5. Agama
Agama dan kebudayaan Hindu lahir pertama kali di India sekitar tahun 1500
SM. Agama dan kebudayaan Hindu ini mengalami pertumbuhan pada zaman Weda.
Kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara kebudayaan bangsa Aria dari Asia
Tengah yang telah memasuki India dengan kebudayaan bangsa asli India (Dravida).
Hasil percampuran itulah yang disebut agama Hindu atau Hinduisme. Daerah
perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang disebut Aryawarta (negeri
orang Aria) dan Hindustan (tanah milik orang Hindu). Sejak berkembangnya
kebudayaan Hindu di India maka lahir agama Hindu. Dari India, agama Hindu
menyebar ke seluruh dunia dan banyak memengaruhi kebudayaan-kebudayaan di
dunia, termasuk Indonesia.
Menurut pendapat para ahli sejarah, berdasarkan temuan berbagai
peninggalan sejarah, diyakini bahwa bekas kota Mahenjo-Daro (Larkana) dan
Harappa (Punjab) di lembah Sungai Indus merupakan tempat timbul dan
berkembangnya agama Hindu.
Sumber ajaran Hindu adalah kitab Weda, yang bermakna pengetahuan Hindu.
Kitab-kitab penganut Hindu:
a) Kitab Weda
Terdiri dari 4 Samhita atau himpunan, yaitu:
 Reg Weda (merupakan kitab yang tertua), berisi
puji-pujian kepada dewa
 Sama Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci
yang merupakan pujian pada waktu
melaksanakan upacara
 Yajur Weda, berisi doa-doa yang diucapkan
pada waktu upacara sesaji.
 Atharwa Weda, berisikan doa-doa bagi
penyembuhan penyakit dan nyanyian sakti
kaum brahmana.

b) Kitab Brahmana
Berisi penjelasan kitab Weda, yang disusun oleh para pendeta.
c) Kitab Upanishad
Berisi petunjuk-petunjuk, agar orang dapat melepaskan diri dari samsara, dan
dapat mencapai moksa (kebahagiaan abadi).
Bangsa Aria berhasil mengambil alih kekuasaan politik, sosial dan ekonomi.
Akan tetapi, dalam kebudayaan terjadi percampuran (asimilasi) antara Aria dan
Dravida. Percampuran budaya itu melahirkan kebudayaan Weda. Kebudayaan
inilah yang melahirkan agama dan kebudayaan Hindu atau Hinduisme. Daerah
perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang kemudian disebut
Aryawarta (negeri orang Aria) atau Hindustan (tanah milik orang Hindu).

6. hasil budaya
Bangsa India Kuno telah memiliki kebudayaan yang cukup tinggi sejak tahun 3000
Sebelum Masehi. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan-peninggalannya. Adapun
peninggalan-peninggalannya itu adalah sebagai berikut:
a. Ditemukannya dua kota kuno di lembah sungai Indus, yaitu di Harappa dan
Mohenjodaro. Kedua kota kuno ini telah memiliki ciri seni arsitektur yang
cukup tinggi.
Layaknya tata-kota modern, Harappa
terbagi menjadi dua bagian, yaitu kota
pemerintahan dan kota administratif. Di
daerah nan diduga pemukiman padat,
jalan-jalan dibangun dengan instalasi nan
canggih. Jalan-jalannya membujur lurus,
saling bersilangan dengan teratur,
membagi wilayah menjadi blok-blok segi
empat. Benar-benar sebuah kota modern
nan lahir dari kebudayaan masyarakat India kuno.
Diceritakan dalam kebudayaan masyarakat India antik bahwa di Harappa terdapat
bangunan toko, pabrik-pabrik tembikar, tembok-tembok kokoh, pengelolaan sampah,
bahkan saluran air bawah tanah terbuat dari batu bata nan amat menakjubkan. Tidak
dapat tidak, rancangan kota nan begitu apik menunjukkan kebudayaan masyarakat
India Antik di Harappa telah mencapai taraf nan sangat mengesankan.
Produk kebudayaan India antik nan modern itu mengalami sebuah masa nan sulit.
Harappa diperkirakan "hilang" pada 1750 SM, dan saat bangsa Arya datang
menginvasi daerah tersebut, Harappa sudah berada pada titik kemunduran nan sangat
parah.

b. Ditemukannya tulisan berbentuk huruf paku, namun sampai sekarang belum dapat
dibaca.
c. Kuil, tempat pemujaan dewa dan dua bangunan istana.
d. Teracotta, yaitu benda-benda berupa lempeng tanah yang ada tulisannya.
e. Tembikar berbentuk periuk belanga, semacam piring dan cangkir dalam berbagai
bentuk dan ukuran.
f. Alat-alat pertanian berupa cangkul dan kapak.
g. Perhiasan berupa kalung, gelang, ikat
pinggang.
h. Ditemukan arca dewa perempuan yang
mempunyai bagian-bagian amat besar.
PENGARUH KEBUDAYAAN INDIA KUNO TERHADAP INDONESIA
 Pembakaran dupa dan kemenyan ketika akan melakukan upacara.
 Keyakinan tentang zimat atau benda yang mempunyai kesaktian tertentu.
 Keyakinan pada batara kala, upacara ruatan.
 Pengagungan pada cerita Ramayana dan Mahabharata dalam cerita wayang
 Upacara wedalan (hari lahir), sekaten, penanggalan Hindu, hari pasaran, perhitungan
wuku, dan upacara-upacara setelah kematian seseorang.
 Banyaknya kata-kata dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Sanskerta dan
Pali.
 Olahraga pernapasan, yaitu yoga.
 Islam yang berkembang di Indonesia berasal dan dipengaruhi budaya India. Hal itu
dibuktikan dengan melihat hal-hal berikut: 1) batu kuburatau nisan Sultan Malik As Saleh
terbuat dari batu marmer yang memiliki corak yang sama dengan yang ada di India pada
abad ke-13, 2) relief yang terdapat dalam makam Sultan Malik As Saleh memiliki corak
yang sama dengan yang ada di kuil Cambay India, serta 3) adanya unsure-unsur Islam yang
menunjukkan persamaan dengan India, salah satunya cerita atau hikayat tentang nabi dan
pengikutnya sangat jauh dari cerita-cerita Arab, tetapi malah lebih mirip dengan cerita dari
India.
Peradaban China Kuno

1. Latar belakang peradaban china kuno


Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa dataran rendah pada
aliran sungai Hwang Ho memiliki tanah
yang subur, begitu juga dengan lembah
sungai yang berada dihilirnya (hilir
sungai Hwang Ho dan Yang Tse).
Sungai Hwang Ho memiliki panjang
5.464 km, sungai ini merupakan sungai
terpanjang kedua di Tiongkok setelah
Sungai Panjang (Yang Tse ). Sungai
Kuning atau Hwang-Ho bersumber di daerah pegunungan Kwen-Lun di Tibet.
Setelah melalui daerah pengunungan Cina Utara, sungai panjang yang membawa
lumpur kuning itu membentuk dataran rendah Cina dan bermuara di Teluk Tsii-Li di
Laut Kuning. Sedang di dataran tinggi sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse
Kiang yang berhulu di Pegunungan Kwen-Lun (Tibet) dan bermuara di Laut Cina
Timur.
Peradaban Lembah Sungai Kuning adalah peradaban bangsa Cina yang
muncul di lembah Sungai Kuning (Hwang Ho atau yang sekarang disebut Huang
He). Sungai Hwang Ho disebut sebagai Sungai Kuning karena membawa
lumpur kuning sepanjang alirannya. Sungai ini bersumber dari Pegunungan
Kwen-Lun di Tibet dan mengalir melalui daerah Pegunungan Cina Utara hingga
membentuk dataran rendah dan bermuara di Teluk Tsii-Li, Laut Kuning. Pada
daerah lembah sungai yang subur inilah kebudayaan bangsa Cina berawal.
Dalam sejarah, daerah tersebut menyulitkan masyarakat Cina kuno untuk
melaksanakan aktivitas hidupnya karena terjadinya pembekuan es di musim dingin
dan ketika es mulai mencair akan terjadi banjir serta air bah. Berbagai kesulitan
dan tantangan tersebut mendorong bangsa Cina untuk berpikir dan mengatasinya
dengan pembangunan tanggul raksasa di sepanjang sungai tersebut.

1. Kehidupan Ekonomi
Pada masa Dinasti Shang, mata pencaharian penduduk Cina Kuno sebagai
petani. Para petani saat itu sudah menggunakan bajak untuk mengolah tanah. Selain
itu, ada juga yang beternak, berburu dan menangkap ikan. Pada masa Dinasti Chou,
kehidupan masyarakat semakin berkembang. Ada yang menjadi pedagang, penenun,
pengrajin, penebang kayu dan buruh. Pada masa Dinasti Chin, mata pencaharian
utama penduduk adalah petani dan penenun.

2. Kehidupan Sosial
Dalam kehidupan sosial masyarakat Cina Kuno diatur dalam aturan
feodalisme. Kelompok bangsawan berkuasa atas rakyat. Rakyat wajib membayar
upeti/pajak kepada bangsawan. Masyarakat Cina Kuno menghormati beberapa
kekuatan gaib. Penghormatan itu ditujukan kepada Dewa Langit (Syangit) sebagai
dewa tertinggi, Kekuatan alam, Arwah leluhur.
Sedangkan sistem pemerintahan yang lazim digunakan di Cina ketika itu
adalah sistem dinasti. Sistem ini menganut pergantian kekuasaan secara turun-
temurun. Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa di Cina adalah Dinasti Shang, Dinasti
Chou, Dinasti Chin, Dinasti Han, Dinasti Tang, Dinasti Shung

3. Seni sastra
Bangsa Cina kuno telah mengenal
tulisan sejak zaman Dinasti Shang. Tulisan-
tulisan biasanya terdapat pada kulitpenyu,
tulang-tulang binatang atau pada piring-piring.
Tulisannya berbentuk gambar atau lambang
(pictograf). Pada masa Dinasti Chou, tulisan
dipahatkan pada potongan-potongan bambu.
Tiap daerah mempunyai bentuk tulisan sendiri.
Pada Dinasti Chin, tulisan Cina berhasil
disatukan.
Dibidang seni bangunan, bangsa Cina
Kuno telah memiliki keahlian yang tinggi. Hal
ini terbukti dari hasil-hasil seni bangunan seperti
Kuil Langit, Tembok Besar atau Pintu Gerbang
Kuil. Kuil Langit dibangun untuk menghormati
Dewa Langit ini terdapat di Peking.

Tembok Besar Cina dibangun pada masa


Dinasti Chin. Tembok Besar ini merupakan
salah satu keajaiban dunia. Tembok ini disebut
besar atau raksasa karena ukurannya.
Panjangnya 2.430 Km, lebar 8 m, dan tinggi 16
m. Tembok ini dibangun selama 20 tahun
dengan tenaga 1.000.000 orang. Tembok Besar
dibangun untuk menahan serangan dari suku-suku Barbar di sebelah utara, seperti
suku Hsiung-Nu.
Pada masa peradaban Cina Kuno, Peking adalah tempat kediaman Kaisar. Di
situ banyak istana dan kuil. Pintu gerbang kuil Kong Fu Tse sangat bagus buatannya.
Dinding-dindingnya dihiasi tegel berwarna-warni. Atapnya berbentuk melengkung ke
atas. Pintu gerbang ini merupakan jalan masuk menuju kuil. Kuil itu merupakan
tempat untuk menghormati arwah guru besar bangsa Tionghoa.

4. Sistem Pemerintahan
Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa pada zaman Cina Kuno, antara lain ada
Dinasti Shang, Dinasti Chou, Dinasti Chin, Dinasti Han, Dinasti Tang dan Dinasti
Sung. Namun, Dinasti T'ang (627-907 M) yang merupakan salah satu dinasti
terpenting di negeri Cina. Dinasti T'ang didirikan oleh Li Shih Minh, kemudian
terkenal dengan Kaisar T'ang Tai Tsung. Ibu kota Dinasti T'ang ditetapkan Sian Fu.
Dari ibu kotanya tersebut kaisar menjalankan pemerintahan yang dibantu oleh
pegawai-pegawai istana yang diangkatnya. Pada zaman Dinasti T'ang, seni sastra
berkembang. Penyair Cina yang terkenal pada zaman ini adalah Li Tai Po dan Tu Fu.
Pada zaman Dinasti T'ang, agama Nasrani dan Islam mulai masuk ke Cina
melalui Asia Tengah. Kedua agama itu masuk ke Cina melalui hubungan
perdagangan. Hal itu terjadi mengingat jauh sebelum Dinasti T'ang, negeri Cina telah
menjalin hubungan perdagangan dengan bangsa-bangsa di Asia Barat.

5. Pertanian dan Perdagangan


Lembah Sungai Kuning merupakan daerah yang sangat subur dan dapat
dikatakan sebagai urat nadi kehidupan bangsa Cina. Pada daerah yang subur itu
masyarakat Cina hidup bercocok tanam, seperti menanam gandum, padi, teh, jagung,
dan kedelai.
Bangsa Cina Kuno telah mengenal sistem pertanian sejak zaman Neolithikum
yakni sekitar tahun 5000 SM. Tanaman pangan utama yang diusahakan adalah padi,
buah-buahan, kacangkacangan, sayur-mayur, dan lain-lain. Pada zaman perunggu
tanaman pertanian yang diprioritaskan, antara lain, padi, teh, kacang, kedelai, rami,
dan lain-lain. Kemudian pada masa pemerintahan Dinasti Chin (221-206 SM) terjadi
kemajuan yang sangat pesat dalam sistem pertanian. Pada masa ini pertanian sudah
diusahakan secara intensif. Pada masa itu telah dikenal pupuk untuk menyuburkan
tanah.

6. Aksara
Cina sudah mengenal aksara
sejak Dinasti Shang. Aksara Cina yang
berbentuk pictograph ini termasuk jenis
aksara ideograph (aksara iambang benda). Aksara Cina ditulis di atas kulit penyu dan
tulang. Aksara gambar benda (ideograph) ini semula ditulis dan digambar untuk
kepentingan ramal-meramal, karena bangsa Cina sejak zaman dahulu suka dengan
ramalan.
Pada zaman Dinasti Chou, aksara Cina ditulis pada potongan bambu. Sekitar
tahun 105 M, pada masa Dinasti Han ditemukan teknik pembuatan kertas yang dibuat
dari campuran bubur kayu dan lem. Sehingga aksara Cina kemudian ditulis di atas
kertas. Penemu tersebut bernama Tsai Lun. Adapun pada zaman Dinasti T'ang
ditemukan teknik cetak (untuk mencetak buku dan kalender).

7. Kepercayaan
Bangsa Cina percaya pada banyak dewa. Di tengah-tengah dunia yang
berbentuk segiempat terletak T'ienhsia, yaitu suatu daerah yang didiami oleh bangsa
Cina. Daerah T'ienhsia merupakan daerah yang didiami oleh bangsa Barbar. Di luar
daerah bangsa-bangsa Barbar terdapat daerah kosong dan menjadi tempat tinggal para
hantu dan Dewi Pa, yang menguasai musim kemarau. Di sebelah timur dan selatan
negara Cina ada empat lautan besar yang disebut Su-hai. Dewadewa yang dipuja
bangsa Cina pada saat itu di antaranya Feng Pa (Dewa angin), Lei-Shih (Dewa Angin
Topan), Tai-Shan (dewa yang menguasai bukit suci), dan lain sebagainya.

8. Teknologi
Keramik merupakan ciri khas dari hasil karya masyarakat Cina. Pembuatan
benda-benda dari keramik itu mengandung jiwa seni, karena pada benda-benda
keramik terdapat berbagai macam bentuk hiasan, seperti guci keramik yang dihias
dengan seekor ular naga atau dihias dengan gambar-gambar hewan maupun tumbuh-
tumbuhan.
9. Filsafat
Pada masa pemerintahan Dinasti Chou, filsafat di Cina mengalami
perkem~angan. Pada masa itu lahir tiga ahli filsafat Cina, antara lain, sebagai berikut:
a. Lao Tse
Ajaran Lao Tse tercantum dalam bukunya "Tao Te Ching". Lao Tse percaya
bahwa ada semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi, yaitu
bernama Tao. Ajaran - Lao Tse disebut dengan Taoisme. Taoisme mengajarkan
orang supaya menerima nasib. Menurut ajaran ini, suka dan duka adalah sama
saja. Oleh karena itu, seorang penganut Taoisme dapat memikul suatu
penderitaan dengan hati yang tidak terguncang.

b. Kung Fu Tse
Menurut ajaran Kung Fu Tse, Tao adalah sesuatu kekuatan yang mengatur
segala-galanya dalam alam semesta ini sehingga tercapai keselarasan. Manusia
merupakan bagian dari masyarakat yang bagian dari alam semesta, maka tata
cara hidup manusia diatur oleh Tao. Oleh karena itu, setiap orang harus
menyesuaikan diri dengan Tao, agar dalam kehidupan masyarakat terdapat
keselarasan dan keseimbangan. Penganut aliran ini percaya bahwa segala
bencana yang terjadi di muka bumi ini karena manusia menyalahi aturan Tao.
Ajaran Kung Fu Tse meliputi bidang pemerintahan dan keluarga.

c. Meng Tse
Ajaran Meng Tse merupakan kelanjutan dari ajaran Kung Fu Tse. Meskipun
demikian ajaran Meng Tse bertentangan dengan Kung Fu Tse. Meng Tse tidak
memberikan pelajaran kepada kaum bangsawan, tetapi memberikan
pengetahuan kepada rakyat jelata. Menurutnya rakyatlah yang terpenting dalam
suatu negara. Apabila raja bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat, maka
tugas para menteri untuk memperingatkannya. Apabila raja mengabaikannya
peringatan-peringatan itu para menteri wajib menurunkan raja dari tahtanya.

10. Hasil kebudayaan


1. Seni sastra
Pada zaman Cina Kuno,
perkembangan seni sastra tidak dapat
dipisahkan dengan perkembangan
tulisan. Pada awalnya huruf Cina
dibuat dengan sangat sederhana, yaitu
satu lambang menunjukkan satu
pengertian.
Lambang huruf Cina KunoTulisan
ini ditulis pada kulit atau bambu. Baru
pada masa kekuasaan dinasti Han ditemukan kertas, sehingga karya sastra
mengalami perkembangan yang sangat pesat di Icna.

2. Seni bangunan
a. The Great Wall of China
The Great Wall of China adalah Tembok Besar Cina. Tembok raksasa
Cina ini dibangun dalam waktu 18 abad dan selesai pada masa kekuasaan
dinasti Ming. Tembok ini digunakan sebagai benteng pertahanan militer kuno.
di tubuh tembok besar dibangun dengan batu besar berbaur dengan tanah dan
batu pecahan, dengan ketingian tembok mencapai 10 meter dan lebar 5 meter.
Tembok china dibangun dengan benteng atau menara api pada setiap
bagian. Pada masanya, didalam menara api tersimpan senjata dan bahan
pangan. Seluruh menara api akan dinyalakan bila musuh datang, sehingga
kabar tersebut langsung disampaikan ke seluruh negeri dalam waktu yang
sangat singkat. benteng dan menara api yang terdapat ditembok China juga
difungsikan sebagai tempat istirahat bagi prajurit pada waktu damai, sekaligus
kubu pertahanan untuk menangkis serangan musuh pada waktu berperang

b. Bangunan kuil
Bangunan kuil adalah
bangunan suci tempat pemujaan
para dewa. Kuil yang terkenal di
Cina adalah Kuil Dewa Beijing.
Kuil ini terbuat dari batu pualam
yang dikelilingi oleh tiga pelataran
yang indah dan dibagian tengah
terdapat tangga yang terbuat dari
batu pualam pilihan. Atap
bangunan dibuat berlapis tiga. Menurut kepercayaan masyarakat Cina, tangga
ini merupakan tangga untuk roh-roh leluhur.

c. Istana
Istana kaisar atau raja
Cina dibangun dengan sangat
megah dan indah dengan tujuan
sebagai tanda penghormatan
terhadap kaisar atau raja. Rakyat
Cina sangat menghormati kaisar,
karena kaisar dipandang sebagai
penjelmaan para dewa, sehingga kemegahan istana tidak jauh berbeda dengan
kemegahan kuil tempat pemujaan para dewa.
3. Seni kerajinan
Seni kerajinan masyarakat Cina Kuno adalah lukisan dan keramik. Keramik
merupakan ciri khas dan hasil
karya masyarakat Cina.
Pembuatan keramik mengandung
jiwa seni, karena pada benda-
benda keramik terdapat berbagai
macam bentuk hiasan.
Guci keramik Cina Kuno
Seperti guci keramik yang
dihiasi dengan gambar seekor
naga atau dihiasai dengan gambar-gambar hewan maupun tumbuh-tumbuhan.

PENGARUH PERADABAN CHINA KUNO TERHADAP


INDONESIA

 Kepercayaan tentang nasib dan peruntungan yang didasarkan pada kejadian yang
terjadi pada tubuh, seperti bentuk garis tangan dan bentuk-bentuk alat tubuh lainnya.
 Makanan-makanan Indonesia banyak yang berasal dari Cina, seperti mie, bihun,
capcay, tahu, kecap, dan sebagainya.
PERADABAN DI MESOPOTAMIA (IRAK)

LEMBAH EUFRAT DAN TIGRIS


Secara geografis Mesopotaia terletak dipersipangangan jalur perdagangan Dunia dan
sekarang dinamakan dengan Republik Irak. Mesipotamia terletak di Asia Barat Daya yang
berbatasan disebelah utara dengan Turki dan Iran, sebelah Timur Iran dan Timur laut Teluk
Persia, sebelah Barat Syiria dan Yordania dan disebelah selatan Kuwait Saudi Arabia.
1. Perkembagan dan Kondisi Sosialnya

Setiap bulan Oktober sampai April sugai Eufrat dan Tigris ini terjadi banjir yang
mendatangkan lumpur yang subur pada kedua sisi sungai tersebut. Sungat Eufrat dan Tigris
ini merupakan sebuah peradaban kebudayaan yang terbuka dari segala arah oleh karena itu
kedua sungai ini sering diserbu oleh berbagai bangsa – bangsa yang akan menduduki wilayah
tersebut. Mesopatamia ini terletak diantara jalur lintas perdangangan antara Laut Tengah,
Asia Tengah, India sampai ke Cina. Sungai Eufrat dan Tigris ini juga dapat dilayari dari
perdalaman sampai Delta Teluk Parsi.
Kondisi alam tersebut memungkinkan tumbuhnya peradaban di dua sungai ini yang
dimanfaatkan oleh masyarakat sekeliling dengan bertani, bertenak, perdagangan dan pelaut.
Yang menjadi masalah bagi kerajaan yang menguasai Mesopotamia adalah bagaimana
mengatasi banjir setiap tahunya dan membuat sistem pangairan yang baik sehingga banjir
tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik. Mesopotamia adalah daerah diperebutkan oleh
beberapa bangsa. Sehingga disana menggunakan sistem Primus Interpares ( siapa yang kuat
dia yang berkuasa ) bangsa yang pertama menguasai Mesopotamia ini adalah Kerajaan
Sumeria, Kerajaan Akkadia, Kerajaan babylonia Lama, Kerajaan Assyiria, Kerajaan
babylonia baru ( Khaldean) dan Persia. Namun, bangsa yang sangat berpengruh adalah
bangsa assyiria.
Bangsa Assyiria yang tinggal dihulu Sungai Eufrat dan Tigris berusaha untuk
menguasai daerah Mesopotamia. Selama beberapa tahun bangsa Assyiria melawan bangsa
Sumeria dan Akadia sehingga berhasil memenangkan perperang. Pusat kota kerjaan Assyiria
adalah kota Niveh ditepi Sungai Eufrat dan Tigris. Kerajaan Assyria mencampai puncak
kejaan pada masa Raja Arshubanipal II. Dimana ia berhasil membuat perpustakaan tertua
dunia yang mampu menampung 22.000 tablet yang terbuat dari lempeng tanah yang berisi
tentang masalah agama, sastra, pengobatan, Matematika, ipa dll. Salasatu buku yng terkenal
yaitu gilgamesh yang isinya tentang pencibtaan dunia dan percikan banjir besar pada masa
Nabi Nuh .Dearah kekuasanya sampai ke Asia Depan bahkan sampai Lembah Sungai Nil.
Wilayah kerajaan dibagi perporovinsi, setip provinsi dipimpin oleh gubernur yang
betanggung jawab kepada raja. Untuk memperlancar hubungan ini dibangunlah jalan raya.
Daerah – daerah bawahan kerajaan Assyiria harus membayar upeti yang berupa perak, emas
batu permata dan gading.

2. Karakteristik Dan Perwujudan Budaya


Wujud yang besifata abstrak :
a. Kepercayaan
Mesopotamia mempunyai keprcayaan Politeisme yang pecaya kepada
dewa – dewa seperti Dewa Enlil sebagai dewa bumi dan sekaligus sebagai dewa
tertinggi yang menguasai alam semesta, Dewa Enki sebagai dewa air, Dewa An
sebagai dewa langit, dan Dewa Samash sebagai dewa matahari. Bagi bangsa
Babylonia, mereka percaya dewa tertinggi adalah Dewa Samash, atau lebih
dikenal dengan nama Dewa Marduk.

b. Ilmu pengetahuan
Bangsa Sumeria yang tinggal di Mesopotamia telah bisa menghitung tahun,
bulan , hari. Dan untuk menentukan waktu dan musim bangsa – bangsa
mesopotamia bisa meliht dengan bintang – bintang.

Wujud yang berbentuk aktivitas :

a. Bahasa dan Tulisan


Salah satu syarat sebuah peradaban adalah
sudah mengenal sistem tulisan. Masyarakat
Mesopotamia kuno telah mengenal sistem tulisan
yang dikenal dengan CUNEIFORM berupa huruf
paku dan gambar dimana merupakan representasi
dari kegiatan masyarakat, mahkluk hidup berupa
flora dan fauna yang terdapat di kawasan
Mesopotamia. Tulisan Cuneiform dipahat diatas
lempengan-lempengan yang terbuat dari tanah liat
yang tercetak dengan dipress (dicap). Sistem tulisan Cuneiform diperlukan untuk
kegiatan religi, pemerintahan dan perdagangan.
b. Ekonomi / mata pencarian
Mesopotamia terletak dipesimpang jalan perdagangan dunia, sehingga
ekonomi masyratakat sangat makmur. Masyarakat Mesopotamia kegiatanya adalah
bertani, berdagang, dan nelayan. Pertanian yang dihasilkan disini adalah gandum,
minyak zaitun dan anggur. Meeka juga banyak mengimpor bahan – bahan jadi keluar
negara lain yang ada disekeliling Mesopotamia. Disamping itu sungai – sungai
digunakan untuk berdagan dan pelayaran.
c. Sistem kemayarakatan
Raja yang memegang peranan yag tinngi mempunyai kekuasaan yang mutlak
. yang bertindak sebagai langsung dibidang ekonomi dan turun langsung memimpin
pasukan dalam pertepuran. Raja juga bertidak sebagai kepala agama dan semua
masyrakat harus patuh dan melaksanakan hukum yang dibuat oleh raja dengan
segala aksi atau pelanggran yang berlaku.
d. Teknologi
Kepercayaan dengan adanya dewa membuat masyarakat hidup dengan damai
dan tentram dan dibuat bagunan – bangunan suci dan istanah raja yang dibuat dengan
gagahnya yang memakai teknologi tinggi pada masa itu.
e. Kesenian
Seni pahat pada masa Bangsa Sumeria yang menunjukan liku dan garis –garis
yang merupakan karya seni yang telah tinggi pada masa itu. dan gapura raja Syiria
dengan patung benteng kepala manusia dan seni arsitektur bangunan suci seperti
zigurat terbesar yang disebut menara mubel serta taman gantung Babylonia.
f. Peralatan
Alat pekakas yang sudah ada pada masa itu digunakan utuk pertania dan alat
perkakas untuk pertahanan dan alat kecantikan dll. Masyarakat mesopotamia suda
mampu mengelolah lagam. Dari logam Bangsa Sumeria membuat cermin, tongkat –
tokat, kapak dan perlengkapan persenjataan, dan membuat kain linen dan pekakas
dari tembikan dan tembagan serta perhiasan dari emas.

g. Peninggalan
 Bidang arsitektur, orang Sumeria membangun kotanya menurut tata aturan kota
yang terencana. Bangunan umumnya terbuat dari
batu bata dan tanah liat
 Orang-orang Sumeria sudah mengenal abjad yang
berupa huruf paku. Huruf-huruf paku itu antara lain
ditemukan pada sebuah prasasti yang berisi tentang
hukum dan undang-undang yang berlaku untuk
mengatur kerajaan. Undang-undang dan peraturan-
peraturan hukum itu disebut dengan Undang-Undang Hammurabi (Codex
Hammurabi)
 Codex Hamurabi yaitu undang-undang
tertulis pertama di dunia yang dibuat oleh Raja Hamurabi
dari Kerajhukum hamurabiaan Babilonia Lama. Codex
Hamurabi menggunakan huruf paku yakni huruf tertua di
dunia. Codex Hamurabi berisi mengenai berbagai
pengaturan atas perbuatan kriminal tertentu dan
ganjarannya.
 Sistem Kalender. Bangsa Sumeria
membagi minggu dalam tujuh hari, satu hari ke dalam 12
jam ganda (1/2 hari siang/terang dan 1/2 hari malam/gelap). Menghitung lewatnya
waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari (sundial)
 Ziggurat adalah menara bertingkat-tingkat yang bisa digunakan sebagai
Pemujaan. Ziggurat yang palingziggurat_Ur terkenal adalah Menara Babel.
Menara babel yang tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai keindahan
kota serta mercusuar bagi para pedagang di sekitarnya yang akan menuju ke kota
Babilonia. Hal kedua yang menarik adalah pembuatan taman gantung yang
dipersembahkan untuk isterinya. Taman itu dibangun di atas bukit buatan.
Tingginya 107 meter. Bentuknya berupa podium bertingkat yang ditanami pohon,
rumput dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal dari air sungai Eufrat
yang dialirkan ke puncak bukit lalu mengalir melalui saluran buatan. Jika dilihat
dari jauh seolah-olah taman itu menggantung, suatu pemandangan yang sangat
menakjubkan

 Bidang ilmu pengetahuan, Ashurbanipal,


pemimpin Assyria, membangun
perpustakaan tertua di dunia.
Ketika itu sudah menjadi kebiasaan orang
Mesopotamia mencatat hal-hal penting.
Mereka mengabadikan catatan tersebut
dalam bentuk tulisan.
Orang Mesopotamia pada masa itu
menulis pada kepingan tanah liat. Mula-mula orang mencampur tanah liat dengan
air sehingga menjadi adonan. Tanah liat basah itu dibentuk kepingan seperti uang
logam. Ketika masih basah segera orang menulis pada permukaannya. Mereka
menulis dengan menggunakan ujung kayu sebagai alat tulisnya. Sehingga
meninggalkan bekas seperti bekas paku. Karena itu kemudian tulisan tersebut
dijuluki "tulisan paku".
Kepingan tanah liat tertulis itu dibiarkan mengering, setelah kering kemudian
dibakar sehingga mengeras seperti batu bata merah. Nah, tulisan tersebut menjadi
abadi disana.
 Perkembangan ilmu perobatan, Kerajaan Assyria mementingkan kesihatan
anggota tenteranya 500 jenis 0bat-0batan termasuk herbal dan ramuan perobatan,
serta cara mengobati
 Sumeria juga merupakan penemu roda yang bisa digunakan untuk kereta kuda
dan pedati.

PENGARUH PERADABAN MESOPOTAMIA TERHADAP INDONESIA


 Upacara baptis dan menyalakan lilin masuk ke dalam ajaran Nasrani dan digunakan
oleh umat Kristen Indonesia.
 Kepercayaan pada singa jadi-jadian dan serigala jadi-jadian berasal dari kepercayaan
bangsa Assyria.
 Kepercayaan pada angka 17 dan 13 berasal dari ajaran agama Phunisia sebagai angka
keburuntungan dan angka sial.
 Islam yang datang ke Indonesia diperkirakan dipengaruhi oleh budaya Persia. Teori
ini disampaikan oleh Oemar Amin Husein dan Husen Joyodiningrat yang menyodorkan
bukti: 1) di Persia terdapat suku yang bernama Leran, dan di Gresik terdapat suatu kampung
yang bernama Leran, maka diperkirakan suku Leran pernah datang dan menyebarkan Islam
di Indonesia; 2) di Persia terdapat suku Jawi, suku Jawi dating ke Indonesia dan mengajarkan
huruf Pegon yang banyak terdapat di Jawa; 3) adanya istilah jabar dan jeer dari bahasa Iran;
4) adanya upacara Tabut di Minangkabau untuk memperingati wafatnya Hasan dan Husein.
Istilah Tabut digunakan di Iran untuk menyebut bulan Muharam. Di Indonesia pun
berkembang paham Islam Syiah yang merupakan pengaruh dari Persia atau Iran dan Irak
sekarang.
Peradaban kuno di Mesir

1. Kondisi geografis
Sungai Nil terbentang dari
Pegunungan Kilimanjaro (Sudan) hingga
Laut Tengah dengan panjang kira-kira 5000
km. Sungai ini merupakan hadiah bagi
bangsa Mesir karena daerah di sekilingnya
adalah gurun pasir yang luas, apabila terjadi
hujan akan terjadi bah yang membawa
lumpur-lumpur mineral. Dari lumpur inilah
tanah sangat cocok untuk dijadikan lahan
bercocok tanam.
Keterasingan bangsa Mesir dengan
kondisi geografis yang sebelah kiri dan
kanan Sungai Nil adalah Gurun Nubia
sangat tidak menguntungkan, namun
mereka mampu bekerjasama dalam sebuah
kelompok yang tangguh dan menciptakan
sebuah peradaban. Di lain sisi, kondisi ini memberikan keamanan bagi bangsa
Mesir.

2. Sistem Pemerintahan
Sebagai kawasan yang berbasis pertanian besar, Mesir Kuno dipimpin oleh
seorang Firaun. Di daerah-daerah terdapat 20 provinsi yang masing-masing dipimpin
oleh seorang gubernur.
Firaun Mesir Kuno berperan sebagai Raja Dewa (God Kings). Baru pada
tahun 2133 SM, Firaun hanya diakui sebagai "keturunan dewa" saja. Pada mulanya,
Mesir terbagi menjadi dua, yaitu Mesir Bawah (Hilir/Utara) dengan ibu kota di
Memphis dan Mesir Atas (Hulu/Selatan) dengan ibu kota di Thebe. Sejak Firaun
Menes dari Wangsa I (3100-2890 SM) berkuasa, kedua Mesir dapat disatukan.
Penyatuan ini ditandai dengan mahkota yang dikenakan Menes berupa mahkota
bersusun dua. Pehyatuan Menes ini oleh penerusnya dikembangkan dengan ekspansi
ke Sudan, Nubia dan Libya.
Pada masa pemerintahan Wangsa IV (2613-2494 SM), ada beberapa Firaun
yang menonjol di antaranya Khufu, Khafre, dan Menkaure. Pada waktu itu, Mesir
berperang dengan Nubia dan Libya. Pada tahun 1674-1567 SM, Mesir diserang dan
dikuasai oleh bangsa Hyksos.
Selanjutnya Ahmosis I dari Wangsa XVIII (1567-1320 SM) berhasil mengusir
bangsa Hyksos dan mengembalikan kemerdekaan dan kejayaan Mesir. Firaun
Thutmosis lll memperluas kekuasaan Mesir sampai dengan tepi Sungai Eufrat.
Pada tahun 332 SM, Alexander Macedonia menyerbu ke Asia dan Mesir.
Sejak itu Mesir dikuasai Yunani sampai dengan pemerintahan Wangsa Ptolomaeus
(dengan rajanya yang terkenal, Cleopatra). Mesir jatuh ke tangan Romawi pada tahun
30 SM.

3. Kepercayaan
Kepercayaan bangsa Mesir bersifat politeisme. Dewa-dewa yang disembah
bangsa Mesir, antara lain, Dewa Amon-Ra (Dewa Bulan Matahari), Dewa Osiris
(Dewa Pengadilan di Akhirat), dan Dewa Isis (Dewa Sungai). Mereka juga percaya
bahwa jiwa seseorang yang mati akan tetap hidup selama jasadnya masih tetap- utuh.
Untuk itu, mayat dibalsem atau diawetkan yang disebut mummi.

4. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat Mesir Kuno telah
dapat mempelajari dan mengenal tata alam lingkungan tempat tinggalnya.
Masyarakat Mesir Kuno yang hidup dari hasil bercocok tanam memiliki banyak
waktu luang untuk menambah pengetahuan tentang kehidupan baik yang bersifat
material maupun spiritual. Masyarakat Mesir Kuno percaya bahwa roh (jiwa) orang
yang sudah meninggal akan tetap hidup dan menghuni jasadnya, apabila jasadnya
tidak rusak. Oleh karena itu, pada tubuh orang yang meninggal dimasukkan
bermacam-macam ramuan dan rempah-rempah kemudian dibungkus dengan kain
sehingga berbentuk mummi yang tidak dapat rusak atau membusuk.
Mummi para bangsawan dan orang kaya disimpan dalam kubur di batu-batu
karang, yang dihiasi dengan lukisan-lukisan pahat, sedangkan mummi raja-raja
disimpan dalam bangunan yang sangat megah disebut piramida. Sistem pengawetan
dan penguburan jenazah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Mesir Kuno telah
mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi.

5. Aksara
Bangsa Mesir Kuno sudah
mengenal aksara yang merupakan
aksara lambang bunyi berupa aksara
gambar (pictograph) yang disebut
aksara hieroglyph (gambar/ukiran suci).
Aksara tersebut ditemukan pada
dinding kuburan para penguasa di
Mesir Kuno. Mungkin abjad
merupakan sumbangan masyarakat
Mesir yang tidak ternilai harganya bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Jenis aksara hieroglyph merupakan bentuk tertua, kemudian berkembang
menjadi bentuk hieratis dan demotis, yang bentuknya lebih sederhana. Bentuk hieratis
digunakan oleh kaum pendeta sedangkan demotis digunakan oleh rakyat.

6. Astronomi dan Penanggalan


Pada tahun 2776 SM, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal penanggalan
berdasarkan sistem peredaran matahari. Perlunya sistem penanggalan dikarenakan
orang Mesir Kuno yang hidup dari pertanian, yang pada setiap tahun harus
menanggulangi banjir. Mereka membagi setahun menjadi 12 bulan dan setiap bulan
terdiri dari 30 hari. Mereka juga sudah mengenal adanya tahun kabisat.
Orang-orang Mesir juga mengenal ilmu astronomi atau ilmu perbintangan
yang berkaitan erat dengan kehidupan pertanian. Misalnya, mereka menggunakan
bintang sebagai patokan untuk menentukan musim atau saat-saat bercocok tanam dan
sebagainya.

7. Seni Bangunan
Bangsa Mesir Kuno sangat
terampil membuat bangunan
monumental seperti istana, gedung
parapembesar, gudang gandum, bahkan
yang paling monumental adalah
bangunan kuil pemujaan bagi dewa-
dewa, kuburan para raja, dan piramida.
Kuil pemujaan kepada dewa-
dewa dibangun di daerah hulu Sungai
Nil mulai dari sekitar Thebe dengan cara memahat tebing-tebing batu. Pada awalnya
makam kerajaan hanyalah bangunan seperti panggung dari batu bata yang disebut
mastaba. Akan tetapi, sejak zaman Kerajaan Mesir Kuno, mummi raja-raja disimpan
di dalam piramida dari batu-batu besar. Bangunan piramida dianggap sebagai "rumah
keabadian". Piramida terkenal dari Mesir Kuno dibangun di kawasan Gizeh sebagai
pemakaman bagi, Firaun Khufu (Cheops), Khafre, dan Menkaure. Di depan piramida-
piramida ini ditempatkan patung-patung sphinx (patung singa berkepala manusia).

8. Peninggalan Kebudayaan
 Tulisan Hieroglyph
Huruf hieroglyph dipergunakan
terus-menerus hingga sampai abad
ke-5 SM. Tulisan Hieroglyph
ditemukan di dinding piramida, tugu
obelisk maupun daun papirus. Huruf
Hieroglyph terdiri dari gambar dan lambang berbentuk manusia, hewan dan
benda-benda.Setiap lambang memiliki makna.Tulisan Hieroglyph berkembang
menjadi lebih sederhana kemudian dikenal dengan tulisan hieratik dan
demotis.Tulisan hieratik atau tulisan suci dipergunakan oleh para
pendeta.Demotis adalah tulisan rakyat yang dipergunakan untuk urusan
keduniawian misalnya jual beli.

 Piramida
Sekitar tahun 3000
SltA, raja-raja Mesir mulai
membangun piramida-
piramida. Piramida yang
paling besar adalah
piramida Raja Khufu
(Cheops). Tinggi piramida
mencapai 137 meter dan di
depannya terdapat patung
sphinx, yaitu seekor singa berkepala manusia.
orang-orang Mesir Kuno mungkin membawa batuan dengan strategi jitu.
Mereka menggunakan alat semacam gerobak untuk membawa batu, lalu
menariknya di gurun yang telah dibasahi dengan air. Kesimpulan bahwa air
memudahkan pengangkutan batu ke lokasi pembangunan piramida diperkuat
dengan adanya lukisan di kuburan Djehutihotep. Lukisan itu menggambarkan
adanya percikan warna abu-abu dan oranye dengan orang yang berdiri di depan
gerobak sambil menyiramkan air. Lukisan itu sebelumnya telah memicu banyak
perdebatan.
 Sphinx
Sphinx merupakan patung seekor
singa berkepala manusia yang
didirikan di depan sebuah piramida.
Sphinx merupakan lambang
kekuasaan dan pemerintahan dari
seorang raja Mesir yang dimakamkan
pada piramida itu.
 Obelisk
Obelisk adalah sebuah tugu batu yang di~irikan oleh
masyarakat Mesir untuk memuja Dewa Arnon-Ra (Dewa
Bulan-Matahari).
 Mummi
Mummi adalah jenazah para
raja atau bangsawan yang
diawetkan. Pembuatan mummi ini
didasarkan pada kepercayaan
masyarakat Mesir bahwa jiwa
orang yang telah meninggal akan tetap hidup terus dan
berada pada badan jasmaninya apabila badan jasmaninya
tidak rusak.

PENGARUH PERADABAN MESIR TERHADAP INDONESIA


 Tulisan Mesir Purba berkembang keluar dan disederhanakan oleh orang Funisia.
Tulisan itu kemudian diajarkan kepada orang Yunani dan tersebar di Romawi. Setelah itu,
berkembang menjadi tulisan latin yang digunakan oleh bangsa Indonesia.
 Kepercayaan pada jalangkung, yaitu upacara menghadirkan roh dan ilmu hipnotis,
pada awalnya berkembang di Mesir Kuno.
 Menurut teori difusi kebudayaan, teknologi bangunan-bangunan besar, seperti
piramida, menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke Indonesia dengan dibangunnya
Candi Borobudur.
 Kedatangan Islam berasal dari Mesir, teori ini dikemukakan oleh HAMKA dan
Crawford, yang mengemukakan bukti tulisan Ibnu Battutah yang menyatakan bahwa raja
Samudera Pasai bermahzab Syafii. Mahzab Syafiii banyak terdapat di Mekah dan Mesir,
sementara Iran itu bermahzab Syiah, dan Gujarat bermahzab Hanafiah. Gelar yang biasa
dipakai oleh raja di Samudera Pasai ialah Al Malik yang biasa digunakan di Mesir,
sementara gelar di Iran ialah Syah bukan Malik
PERADABAN ROMAWI KUNO

1. Letak Dan Keadaan Alam Romawi


Daerah awal kekuasaan kerajaaan romawi adalah semenanjung apenina atau daerah
italia sekarang. Daerah italia terdiri atas daerah pegunungan dan dataran rendah. Dataran-
dataran rendah itu,merupakan daerah yang subur didiami bangsa romawi yang hidup
berkelompok dengan mengusahakan pertanian. Hasil buminya terdiri dari
gandum,jagung,padi,sayur-sayuran dan buah anggur. Sedangkan daerah padang rumput
digunakan untuk usaha peternakan seperti biri-biri.
Pegunungan apenina juga menghasilkan bahan mineral diantaranya biji
besi,tembaga,emas dan batu puallam.

2. Asal-Usul Bangsa Romawi


Bangsa romawi merupakan pencampuran darah antara penduduk asli dengan suku-
suku kelana.suku-suku kelana yang datang dari arah utara lebih dulu datang di italia dari
suku-suku kelana yang datang dari daerah padang rumput sekitar laut kaspia. Suku
kelana memiliki kelbihan dalam bidang militer,yaitu suku etruska yang berhasil
menguasai daerah latinum,toskana,dan etruria.

3. Administrasi Dan Pemerintahan


a. zaman kerajaan ( 750-510 sm )
Pemerintah dijalankan oleh seorang raja yang memegang kekuasaan tak terbatas.ia
juga merangkap sebagai panglima perang dan hakim tertinggi. Seorang raja dibantu
oleh dewan senat yang beranggotakan 300 orang yang terdiri atas kaum patricia
(bangsawan) yang membuat undang-undang. Diluar senat juga terdapat dewan
perwakilan rakyat( comitia curiata).
b. zaman republik ( 510-31 sm)
pada mulanya republik romawi adalah republik kaum patricia dengan sistem
pemerintahannya bersifat aristokrat.ketika itu masih berbentuk sebuah polis atau
negara kota,namun dalam waktu 5 abad republik polis menjadi sebuah imperium.
Imperium romanum menguasai wilayah yang sangat luas.wilayah kekuaasaannya
meliputi seluruh wilayah laut tengah. Timbulnya golongan proletar ( kaum
gelandangan ) artinya golongan yang hanya mempunyai anak, karena proler berarti
anak.
Kekuasaan tertinggi di imperium romanum dipegang oleh senat. Fungsi senat telah
berubah dari badan penasehat menjadi badan yang paling berkuasa di seluruh negara,
sehingga seseorang hanya mungkin diangkat menjadi konsul apabila disukai / dapat
diperelat oleh senat. Kekuasaan senat ini di tantang oleh panglima para perang.
Ketika keamanan telah pulih kembali,para panglima ini mengadakan
pembagian wilayah kekuasaan, yakni :
a. Antonius mendapat bagian di wilayahdi sebelah timur,yaitu propinsi asia kecil dan
mesir
b. Lepidus mendapat bagian wilayah di daerah afrika bagian utara dan pulau-pulau
disekitarnya
c. Oktavianus mendapat bagian wilayah di sebelah barat, meliputi daerah yang
membentang dari yunani sampai spanyol.

4. Perkembangan Ilmu Pengetahuan


a. pengetahuan seni bangunan sangat berjasa kerena mereka berhasil menemukan beton
untuk membangun bangunan yang kokoh dan kuat seperti kubah yang berbentuk
setengah bola
b. pengetahuan dan teknik pembuatan jalan,jembatan,saluran air,pembuangan air dalam
kota.
c. Pengetahuan dan kemampuan mengorganisasi dalam bidang kemiliteran.
d. Dalam bidang hukum bangsa roma telah memiliki norma-norma kehidupan hukum
yang bersumber pada kesetiaan warga negara.
e. Pengetahuan dalam bidang pemerintahan.

5. kehidupan sosial masyarakat


masyarakat romawi terdiri atas golongan masyarakat bebas dan golongan budak. Hak
para budak diambil alih oleh majikannya, sehingga nasib para budak berada di tangan
majikannya. Pada masa pemerintahan republik romawi, jumlah para budak meningkat.
seorang budak dapat menjadi masyarakat bebas apbila telah membayar sejumlah
harta atau harga yang telah ditetapkan untuk dirinya. Akhirnya pada tahun 133 SM, para
budak di pulau sicilia memberontak tapi gagal dan ditindas dengan tegas.
6. kehidupan ekonomi masyarakat
perkembangan perekonomian yang pesat pada masa pemerintahan kaisar okta vianus.
Perdagangan berkembang pesat dan semua pelabuhan disekitar laut tengah menjadi pusat
perdagangan dan pusat pelayaran. Romawi juga menjalin hubungan perdagangan dengan
daerah-daerah yang berada di sekitar laut tengah dan bangsa china.
Barang expor romawi berupa keramik, barang-barang dari besi dan perunggu,kayu
dan sejenis minuman angggur. Sedangkan barang importnya antara lain sutra dari china,
rempah-rempah dari indonesia, kain katun dan mitiara dari india, bahkan pakaian, kaca,
kertas, gading dari mesir.

7. Kepercayaan
Ketika kerajaan romawi berdiri, kepercayaan masyarakat masih bersifat animisme.
Kepercayaan ini mengenal dengan beberapa roh seperti :
a. vesta sebagai roh pengurus api tungku
b. lares sebagai roh penjaga rumah tngga dan batas ladang keluarga
c. penates sebagai roh penjaga lumbung
di samping kepercayaaan masyarakat yang politeisme, masyarakat romawi percaya akan;

a. perawan vesta yang bertugas menjaga api suci vesta dan sebagai dewi api yang
merupakan lambang negara romaw.
b. orakel cybele merupakan tulisan sandi kuno yang dihimpun kedalam 9 kitab cybele
yang menjadi acuan nasehat dan kedaan darurat perang dsb.
c. pontivex maximus, kaisar sebagai kepala agama

8. Peninggalan Budaya
 coloseum dan amphitheater, yaitu suatu bangunan yang berwujud serta berbentuk
stadium dan dapat menampung puluhan ribu penonton.

Di Koloseum pada saat itu adalah tempat penyelenggaraan sebuah pertunjukan yang
spektakuler, yaitu sebuah pertarungan antara binatang (venetaiones), pertarungan antara
tahanan dan binatang, eksekusi tahanan (noxii), pertarungan air (naumachiae) dengan
cara membanjiri arena, dan pertarungan antara gladiator (munera). Selama ratusan tahun
itu, diperkirakan ribuan orang maupun binatang mati di pertunjukkan Koloseum.

 Gladiator
Ada berbagai jenis gladiator yang penuh
dengan armor atau gladiator lapis baja seperti
Gallus (dari Galia), Samnite, Thracian (Thrax),
Murmillo, Hoplomachus, Secutor, Provocator
atau Cataphractarius. Gladiator yang bersenjata
ringan, yang mengenakan baju sedikit, lebih
mempunyai kebebasan untuk bergerak, seperti
Retiarius, Dimachaeri atau Laquerarius.

 Pantheon yaitu rumah dewa orang-orang romawi


 Viaduct dan aquadutct yang berfungsi sebagai
saluran air
 Limes atau rangkaian benteng yang panjang
hingga puluhan kilo meter,
PERADABAN YUNANI KUNO

1. Letak geografis
Peradaban Yunani
Kuno
Wilayah Yunani
merupakan wilayah maritim
artinya wilayah tersebut
dikelilingi oleh laut, kecuali
sebelah Utara yang berbatasan dengan Yugoslavia, Bulgaria, dan Turki, sedangkan di
bagian Barat berbatasan dengan Laut Ionia, bagian Selatan dengan Laut Tengah dan
bagian Timur dengan Laut Aegea.
Selain dikelilingi laut, di wilayah Yunani terdapat pegunungan kapur dengan lembah-
lembah yang terjal. Kondisi ini membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang
terpisah-pisah dan mandiri. Keadaan geografis ini menciptakan bangsa Yunani kuno
hidup sebagai pedagang, walaupun tanahnya yang kurang subur sebagian di antaranya
hidup sebagai petani gandum.

2. Penduduk Peradaban Yunani Kuno


Bangsa asli yang mendiami wilayah Yunani adalah bangsa Akaia, beberapa lama
kemudian berdatangan secara bergelombang bangsa-bangsa dari wilayah lain, seperti
Achean (1500-1300 SM), Aeolia (2000 SM), Ionia (1400 SM) dan Doria (1150 SM).
Sebelum kedatangan bangsa asing, Akaia telah memiliki peradaban yang maju, di
antaranya dikenal dengan nama Peradaban Minos (Minoa) dan Mikena (Mycenae).
Percampuran bangsa Achean dengan bangsa Akaia menghasilkan kebudayaan kuno yang
berpengaruh terhadap kebudayaan pada generasi berikutnya dan meluas ke berbagai
wilayah di Eropa, salah satunya adalah kepercayaan kepada banyak dewa.

3. Peradaban Awal Yunani Kuno


a) Peradaban Pulau Kreta
Kebudayaan yang ditemukan di Pulau
Kreta adalah kebudayaan Minos (Minoa).
Nama Minos diambil dari nama raja yang
pernah berkuasa, yakni Raja Minos.
Kebudayaan ini terlahir dari penduduk asli
orang Yunani. Kebudayaan Pulau Kreta
menyisakan bangunan-bangunan tua
tersusun dengan tata kota yang rapih.
Peninggalan kebudayaan Pulau Kreta
ditemukan pada tahun 1900 oleh Sir Arthur Evans saat dilakukan penggalian istana
Knossos. Istana Knossos dibuat dengan indah yang di dalamnya terdapat ruang
pertemuan antarmenteri. Selain itu, keberadaan peradaban ini didapat pada cerita
Yunani Kuno, Odysseus karangan Homerus. Di dalam ceritanya digambarkan bahwa
Kreta sebagai Kerajaan sembilan puluh kota yang makmur. Sebagai negara maritim,
masyarakat Pulau Kreta sudah melakukan perdagangan dengan negara-negara tetangga,
seperti Mesir, Pulau Sicilia, Syria dan AsiaKecil. Nama pelabuhan yang terkenalnya
adalah Phaestus. Bangsa Pulau Kreta sudah mengenal tulisan, ini dibuktikan dengan
penemuan tiga manuskrip. Huruf yang terdapat pada manuskrip-manuskrip tersebut
adalah pictograf, namun huruf tersebut masih sukar dibaca tetapi 88 simbol di antaranya
sudah dapat diterjemahkan oleh Michael Ventris pada 1953.
Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Pulau Kreta adalah Polytheisme, sebagai
dewa utama adalah Dewi Kesuburan atau Ibu Agung. Ibu Agung memiliki bawahan
yang bernama Velhanos, ia digambarkan sebagai sosok seorang lelaki yang memiliki
kekuatan luar biasa dan disamakan dengan kekuatan banteng.

b) Peradaban Pulau Mycenae


Selain ditemukannya kebudayaan Minos, para ahli menemukan pula kebudayaan
Pulau Mycenae. Penemuan kebudayaan tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan
Mycenae mengalami kemajuan bersamaan dengan kebudayaan Minos yang sedang
mengalami kemunduran. Awalnya Mycenae merupakan bagian dari kerajaan yang
berada di Pulau Kreta, namun Mycenae mulai memainkan peranan dalam perdagangan
dan kemudian bangkit menjadi besar.
Walaupun hidup dalam zaman yang
sama dengan Pulau Kreta, Mycenae
memiliki kebudayaan yang berbeda,
ini dapat dilihat pada bentuk
bangunannya yang lebih kokoh. Pada
tahun 1981 dilakukan penggalian
bekas kebudayaan Mycenae dan
ditemukan sisa-sisa kota berlapis
sembilan. Lapisan yang dimaksud
adalah tingkatan-tingkatan tanah yang
ditandai dengan bentuk sisa-sisa kota
berbeda di setiap tingkatnya. Pada
salah satu lapisan tersebut diperkirakan sebagai kota Troya seperti yang diceritakan
Homerus dalam buku Illyas.
4. Sparta
Secara geografis Yunani memiliki jajaran pegunungan yang membentang ke segala
penjuru. Dalam kondisi geografi seperti ini, orang-orang Yunani hidup secara
berkelompok, karena sukarnya transportasi dan komunikasi maka setiap kelompok
memperkuat daerahnya dan hidup secara mandiri membangun sebuah negara kota yang
mereka namakan polis. Polis Sparta terlahir sejak kedatangan bangsa Doria yang jago
berperang datang ke Yunani di Lacottia, Peloponessos bagian Timur. Tahun 736-716 SM
terjadi perang Messenia I, pada saat itu Sparta menyerang orang Messania yang tinggal di
sebelah Barat Peloponessos dan berhasil dikuasai.
Orang Messania dijadikan helot (petani yang mengerjakan tanah negera). Tahun 650-
630 terjadi Perang Messenia II, kala itu terjadi pemberontakan orang Messenia yang
ingin melepaskan dari kekuasaan Sparta namun perang ini dapat ditumpas. Kekuatan
Sparta menyebabkan kekuasaannya semakin meluas di wilayah Peloponessos kecuali
Argois dan Achaea. Dalam keadaan seperti ini Sparta harus memperkuat dirinya dengan
sistem pemerintahan dan pertahanan yang kokoh dari serbuan para pemberontak.
Dengan alasan tersebut maka seorang negarawan Sparta yang bernama Lycurgus
menggariskan pembaharuan terhadap peraturan dan undang-undang yang mesti ditaati
oleh setiap penduduk di wilayah Peloponessos. Di antaranya adalah peraturan wajib
militer bagi setiap anak laki-laki yang sudah menginjak umur 7 hingga 60 tahun tahun,
sedangkan anak perempuan tidak diberlakukan demikian.
Sistem pemerintahan di Sparta memiliki corak seperti berikut.

(a) Kepala pemerintahan sekaligus panglima militer adalah dua orang raja dengan kekuasaan
tak terbatas dan dilanjutkan secara turun menurun kepada anaknya.

(b) Ephor adalah dewan yang terdiri dari 5 orang, bertugas membantu kepala pemerintahan.
Pada kenyataanya Ephor yang menjadi kepala pemerintahan yang sebenarnya.
(c) Apella adalah dewan yang berganggotakan semua warga negara Sparta.
(d) Dewan Penatua adalah 28 anggota dewan yang sudah berusia 60 tahun ke atas.

5. Athena
a. Pemerintahan
Orang Athena adalah orang pendatang dari bangsa Ionia, mereka tinggal di
Attica. Dibandingkan dengan Sparta, orang-orang Athena hidup lebih bebas dan
dapat mengembangkan kemampuan dalam bidangnya, seperti filsafat, seni pahat dan
teater. Sistem pemerintahan di Athena diatur oleh seorang negarawan yang bernama
Solon (594 SM). Aturan yang dibuat oleh Solon merupakan pengganti undang-
undang buatan Draconia yang ditentang oleh orang-orang golongan bawah dengan
alasan merasa dirugikan. Untuk menghindari pertumpahan darah, Solon mengatur
perubahan undang-undang yang telah ada dengan cara menghapus sistem
perbudakan, memberi lahan garapan baru kepada budak yang telah merdeka, petani
gandum yang berutang banyak diberi lahan baru untuk membudidayakan anggur dan
membentuk lembaga pengadilan yang telah dipilih oleh rakyat.
Untuk menjamin berjalannya pemerintahan dengan benar, Athena
memperkenalkan sistem pemerintahan demokrasi dengan kekuasaan tertinggi berada
di tangan para dewan eksekutif (archon) sebanyak 9 orang yang dianggap mewakili
rakyat. Dalam jalannya pemerintahan, archon mendapat pengawasan ketat dari dewan
pengawas (aeropagos) yang merangkap sebagai ketua pengadilan.
Cleisthenes memperkenalkan sistem ostracisme, yaitu hak warga Yunani
untuk mengganti dan mengasingkan penguasa yang dianggap berkuasa secara
berlebihan. Dengan demikian, pemerintahan pun mendapatkan pengawasan langsung
dari rakyatnya. Keadaan negara yang aman seperti ini, dimana hak setiap setiap
warga negara sama dan bebas mengeluarkan pendapat, Athena melahirkan para
pemikir yang ahli dalam bidang filsafat, hukum, tata negara bahkan matematika yang
dipakai hingga sekarang, seperti Plato, Socrates, Aristoteles, Phytagoras, Hippocrates,
dan lain-lain.

6. Kerajaan Macedonia
Perang Athena dan Sparta tidak berhenti seketika, namun berjalan sangat panjang dan
lama hingga kedua polis tersebut sudah tidak memiliki kekuatan pertahanan lagi.
Keadaan buruk ini tidak hanya terjadi pada Athena dan Sparta, namun merebak sampai
ke seluruh Yunani. Sehingga dengan sendirinya, Yunani pun menjadi lemah tidak sekuat
saat menghadapi pasukan Raja Darius dari Persia.
Tidak adanya persatuan dan melemahnya kekuatan di Yunani, dimanfaatkan oleh
Raja Philipus, raja Macedonia. Tahun 338 SM, Raja Philipus menyerang Yunani di
wilayah kota Chaerona, keberhasilannya meluas hingga ke seluruh kota di Yunani. Raja
Philip memiliki hasrat ingin menguasai Persia, namun usaha tersebut tak dapat
direalisasikannya karena terbunuh oleh pengawal pribadinya.
Iskandar Zulkarnaen (Alexander Agung) putra Philip melanjutkan cita-cita ayahnya
untuk menguasai Persia. Perjalanannya ke Persia dimulai dengan ditaklukannya negara
Asia Kecil pada tahun 333 SM dan dilanjutkan dengan menyerang Persia yang dipimpin
Raja Darius III di daerah Isos.
Kemenangan Macedonia atas Persia tidak membuat Iskandar Zulkarnaen berhenti,
namun ekspansinya dilanjutkan hingga ke negara-negara di mesopotamia seperti Syria
dan Palestina, lalu Mesir. Di Mesir, Iskandar Zulkarnaen mendirikan sebuah kota yang
dinamainya Iskandariyah (Alexandria).
Tahun 330 SM, Iskandar Zulkarnaen terus maju hingga ke India, namun karena ada
penolakan dari pasukannya dengan alasan kelelahan maka ekspansi dihentikan dan
diputuskan kembali ke Susa, Persia. Dalam perjalanan pulang Iskandar Zulkarnaen wafat
di Babylonia, peristiwa ini terjadi pada tahun 323 SM.
Penaklukan Kerajaan Macedonia ke Persia menimbulkan terciptanya kebudayaan
baru sebagai perpaduan kebudayaan Yunani (Hellas) dengan Persia dan Mesir. Kebudayaan
ini dinamakan dengan Hellenisme, pusat kebudayaannya berada di kota Iskandariyah.
Sepeninggalnya Iskandar Zulkarnaen, Kerajaan Macedonia terbagi menjadi tiga negara kecil
(diadochos) yang masing-masing dipimpin oleh seorang jenderal. Ketiga kerajaan tersebut
antara lain:
(a) Kerajaan Mesir dipimpin oleh Ptolomeus, meliputi Mesir Palestina dan Cyprus.
(b) Kerajaan Macedonia dipimpin oleh Antigonus, meliputi Yunani, Balkan dan Asia Kecil.
(c) Kerajaan Syria dipimpin Seuleucos, meliputi Syria, sebagian Asia Kecil, sebagian India.

7. Kepercayaan Peradaban Yunani Kuno


Sejak peradaban awal sampai kerajaan, masyarakat Yunani mempercayai banyak
dewa. Dewa ini digambarkan seperti manusia, tetapi memiliki kekuatan dan keindahan
yang lebih dibandingkan manusia dan hidup abadi. Dewa-dewa ini tinggal di Gunung
Olympus, dengan Dewa Zeus sebagai dewa tertinggi. Sebagai penghormatan, dibuatlah
Kuil Dewa Zeus yang ditempatkan di perbukitan Gunung Olympus.
Sosok dewa digambarkan sama dengan kehidupan manusia, bisa saling berpasangan
baik sifat (baik dan buruk) maupun jenis kelaminnya (dewa dan dewi) bahkan saling
berperang satu dengan lainnya. Dewa-dewa yang dipuja disesuaikan dengan pilihan
masing-masing atau berdasarkan jenis usaha yang dijalani, misalnya Apollo sebagai
dewa kesenian dan matahari, Artemis sebagai dewi bulan dan pemburu, Area sebagai
dewa perang, Athena sebagai dewi kearifan dan ilmu pengetahuan, Poseidon sebagai
dewa laut, Demeter sebagai dewi tanaman, Hefaistus sebagai dewa api, dan sebagainya.
Sebagai penghormatan orang Yunani tidak banyak membangun kuil-kuil peribadatan,
namun membuat altar peribadatan dengan pendeta yang kebanyakan terdiri dari kaum
perempuan. Olympiade yang dikenal sekarang ini adalah sisa peninggalan kebudayaan
Yunani kuno, pada saat itu orang Yunani setiap 4 tahun sekali melakukan festival
pertandingan olahraga antar polis-polis.
8. Peninggalan Kebudayaan Peradaban Yunani Kuno
 Seni pahat dan bangunan
menjadi salah satu kebanggaan
Yunani masa lalu dan
sekarang. Peninggalan-
peninggalanya dibangun
dengan gaya arsitektur yang
tinggi juga kokoh, misalnya
Acropolis yang dibangun pada
masa peradaban Mycenae,
Epidaurus (gedung kesenian)
Kuil Pathenon (Kuil Dewi
Athena), Kuil Erectheum.
 Karya sastra yang ditulis lebih banyak menceritakan tentang perjuangan (heroik),
seperti Homerus yang mengarang Illyas (penyerbuan ke Troya, sekitar tahun 11194
SM) dan Odyssea (pengembaraan Odyssea setelah perang Troya), cerita perang
Yunani dan Persia karya Herodotus dan cerita tentang perang Sparta dan Athena karya
Thuchydiades.
 Dalam bidang ilmu pengetahuan, orang Yunani yang menjadikan konsep alam dan
hidup keseharian manusia ke dalam bentuk filsafat. Filsafat ini berisi penalaran dalam
bentuk metode yang masuk akal (logis) dan penyelidikan suatu objek pengamatan
hingga ke bagian terkecil.
Tokoh-tokoh filsuf (ahli filsafat) asal Yunani yang dikenal hingga sekarang di
antaranya:

(a) Thales, adalah Bapak Pengetahuan Yunani yang mengambil pelajaran astronomi dari
Mesir dan Persia.
(b) Socrates, ahli etika dan kesusilaan.
(c) Plato, ahli bidang tata negara dan hukum.
(d) Pithagoras, ahli matematika dan ilmu ukur.
(e) Hippocrates, ahli kedokteran.
(f) Heraclitus, ahli ilmu pengetahuan alam.

Pada masa kekuasaan Iskandar Zulkarnaen dari Macedonia, kebudayaan campuran


antara Asia dan Eropa atau kebudayaan Hellenisme berkembang dengan cepat dan sangat
maju bila dibandingkan dengan kebudayaan asalnya. Kota Iskandariyah merupakan pusat
kebudayaan yang dibuat oleh Iskandar Zulkarnaen mengasilkan ahli filsafat yang termasyhur
yaitu Erastothenes dan Aristarchus, keduanya merupakan ahli dalam bidang astronomi dan
geografi
PENGARUH PERADABAN ROMAWI DAN YUNANI TERHADAP INDONESIA
 Penggunaan istilah-istilah dalam astronomi dan astrologi seperti namanama planet
yang diambil dari nama-nama dewa seperti Mercurius, Venus, Mars, Jupiter, Uranus, dan
Saturnus. Selain itu, penggunaan kata-kata atlas, cancer, sirene, virgo, libra, helio, titan;
istilah-istilah dalam dunia kedokteran seperti hygta, achiles, hymen, elektra, hipnos; istilah-
istilah dalam bidang biologi seperti flora, fauna, cela, dan recipe; penggunaan lambang piala
ular, min-plus, dan tapak kuda.
 Budaya tukar cincin, ulang tahun perkawinan (Emas dan Perak).
 Kebiasaan mengangkat dan membenturkan gelas pada upacara dan pesta-pesta.
 Menaburkan bunga ke makam, mengalungkan karangan bunga, serta menaburkan
bunga ke laut kalau ada yang meninggal di laut.
 Perayaan tahun baru 1 Januari, yang pada masa Romawi merupakan hari
penyembahan pada Dewa Janus.
 Pesta olahraga Olimpiade.
 Menggunakan hari Minggu untuk hari libur. Pada Romawi Purba, hari Minggu
digunakan untuk memuja dewa matahari.
 Sistem kenegaraan yang menggunakan sistem Demokras

KESIMPULAN
1. Pusat kebudayaan tertua selalu saja berada di sekitar aliran sungai yang subur serta
mempunyai corak kehidupan agraris dengan jumlah penduduk yang padat.

2. Peradaban di Asia cenderung berawal dari kota-kota, sedangkan peradaban di Afrika


(Mesir) berawal dari organisasi pertanian.

3. Penyebaran hasil kebudayaan masing-masing memiliki daerah yang berbeda. Meskipun


terbuka kemungkinan adanya hubungan antara dua peradaban tertentu, seperti Mesopotamia
dengan Indus.
4. Peradaban di Afrika, seperti Mesir, lebih terbuka terhadap corak Asia, sedangkan dalam
peradaban Asia tidak terdeteksi corak Afrika.

5. awal peradaban dimulai dari peradaban di Asia yang terus berlanjut ke Afrika hingga ke
Eropa.
SUMBER REFERENSI

https://www.sejarah-negara.com/2014/09/kebudayaan-zaman-cina-kuno.html

https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=662&tbm=isch&sa=1&ei=te7YWqOu
FYz-0gSstaG4Aw&q=aksara+china+kuno&oq=aksara+china+kuno&gs_l=psy-
ab.3...161997.168816.0.169339.17.14.0.3.3.0.212.1795.1j11j1.13.0....0...1c.1.64.psy-
ab..1.12.1302...0j0i67k1j0i30k1j0i24k1.0.PtLKEmkrnaU#imgdii=zc6Lc-
vKuIQU8M:&imgrc=C43qFCwobQKhsM:
http://saefulhistory-sejarah-saefulhistory.blogspot.co.id/2012/02/peradaban-india-
kuno.html
http://miminanlw.blogspot.co.id/2013/07/makalah-peradaban-kuno.html
http://fariable.blogspot.co.id/2011/02/kota-kuno-harappa-pusat-peradaban.html
http://www.donisetyawan.com/peninggalan-peradaban-mesopotamia/

https://sains.kompas.com/read/2015/04/28/19324661/Teka-
teki.Terbesar.dalam.Pembangunan.Piramida.Terkuak
http://upadhana.blogspot.co.id/2014/05/fakta-unik-tentang-piramida.html
https://brainly.co.id/tugas/94040#readmore

https://www.slideshare.net/FadhiraMediana/peradaban-india-kuno-sejarah-
peminatan-oleh-x-iis-2-sma-labschool-jakarta
http://ridwan-site.blogspot.co.id/2009/05/sistem-pemerintahan-pertanian-dan.html

http://www.gurusejarah.com/2015/02/pengaruh-peradaban-kuno-pada-
masyarakat.html