Anda di halaman 1dari 9

HOTEL DAN PENGINAPAN KAB.

TALAUD
Helena Beach Hotel Penginapan Permata
Melonguane Kab. Talaud Jl. Pelabuhan Melonguane, Talaud
Telp: 0431-311109 Telp: 0432-

Mutiara Hotel Syariah


Jalan Raya Lirung, Talaud Jl Raya Melonguane, Talaud
Telp: 081340499439 Telp: 081340570620

Pantai Mutiara Inn Tepi Pantai


Pelabuhan Melonguane, Talaud Jl. Tepi Pantai, Melonguane, Talaud
Telp: 0432- Telp: 0432- 21
072, 081340764463

http://generasi-talaud.blogspot.com/2014/07/hotel-dan-penginapan-kabupaten-talaud.html
Kabupaten Kepulauan Talaud
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kabupaten Kepulauan Talaud


Lambang Kabupaten Kepulauan Talaud
Moto: SANSIOTE SAMPATE-PATE

Peta lokasi Kabupaten Kepulauan Talaud


Koordinat: 05°33’00 - 03°38’00 lintang utara dan
126°38’00 - 127°10’00 bujur timur
Provinsi Sulawesi Utara
Dasar hukum UU Nomor 8 Tahun 2002
Tanggal 10 April 2002
Ibu kota Melonguane
Pemerintahan
- Bupati Drs. Constantine Ganggali,
ME
- DAU Rp. 393.729.032.000.-(2013)[1]
Luas 1.025,76 km2
Populasi
- Total 83.434 jiwa (2010)[2]
- Kepadatan 81,34 jiwa/km2
Demografi
- Kode area -
telepon
Pembagian administratif
- Kecamatan 19
- Kelurahan 142/11
- Situs web http://www.talaudkab.go.id/

Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara,
Indonesia dengan ibu kota Melonguane. Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten
Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun 2000. Kabupaten Kepulauan Talaud terletak di
sebelah utara Pulau Sulawesi. Wilayah ini adalah kawasan paling utara di Indonesia timur,
berbatasan dengan daerah Davao del Sur, Filipina di sebelah utara. Jumlah penduduknya
adalah 91.067 jiwa.

Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan daerah bahari dengan luas lautnya sekitar 37.800
Km² (95,24%) dan luas wilayah daratan 1.251,02. Terdapat tiga pulau utama di Kabupaten
Kepulauan Talaud, yaitu Pulau Karakelang, Pulau Salibabu, dan Pulau Kabaruan.
Kondisi Kabupaten Kepulauan Talaud termasuk dalam 199 daerah tertinggal di Indonesia dan
masih terisolir karena berbagai keterbatasan infrastruktur dasar, ekonomi, sosial budaya,
perhubungan, telekomunikasi dan informasi serta pertahanan keamanan.

Daftar isi
 1 Kondisi Khusus
 2 Kondisi Perekonomian Daerah
 3 Referensi
 4 Pranala luar

Kondisi Khusus
Administrasi

Secara administratif Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi
Utara. Merupakan pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Sangihe menurut UU No. 8 tahun
2002 dan terdiri dari 20 pulau. Kabupaten Kepulauan Talaud dibagi dalam 19 kecamatan
(pemekaran dari 17 kecamatan, 5 kecamatan baru diresmikan tahun 2007), 11 kelurahan, 142
desa (pemekaran dari 107 desa, 35 desa baru diresmikan tahun 2007). Sesuai dengan kondisi
dan pembobotan/penilaian kriteria desa tertinggal oleh Kementrian Negara PDT, desa sangat
tertinggal berjumlah 48 desa (34 %), desa tetinggal 72 desa (54%) dan desa maju 17 desa
(12%). Ibu kota kabupaten yaitu Melonguane terletak di sisi selatan pulau Karakelang.

Kependudukan

Keadaan penduduk sampai dengan tahun 2008 berjumlah 84.967 jiwa. Laki-laki berjumlah
43.282 jiwa dan perempuan berjumlah 41.685 jiwa. Jumlah KK miskin adalah 6.159 (26,8%),
dan jumlah pencari kerja 1.114 orang.

Pendidikan

Kondisi pendidikan dilihat dari jumlah prasarana yakni :

 TK 84 Unit
 SD 114 Unit
 SMP 30 Unit
 SMU 9 Unit
 SMK 7 Unit
 SD/SMP Satu Atap 7 Unit
 Perguruan Tinggi 2 Unit, yaitu:
o Universitas Terbuka
o Community College

Kesehatan

Kabupaten Kepulauan Talaud telah memiliki fasilitas kesehatan berupa 2 unit RSUD tipe C
di Melonguane dan Gemeh, puskesmas 19 unit, pustu 36 unit. Jumlah tenaga medis sangat
terbatas.
Kondisi Perekonomian Daerah
Kinerja Pembangunan Ekonomi Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2007, yang dinyatakan
melalui Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Kontan (PDRB ADHK) dengan
tahun dasar 2000 dan Domestik Regional Bruto berlaku [DRB ADHB) Kabupaten Kepulauan
Talaud, meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2004 nilai PDRB atas Harga konstan
sebesar Rp. 407,541,2 juta kemudian meningkat menjadi 554,300,0 juta pada tahun 2007.
PDRB atas harga berlaku meningkat lebih cepat dibanding atas harga konstan. Keadaan ini
mengindikasikan peningkatan harga barang dan jasa ditingkat produsen lebih cepat dibanding
produksi barang dan jasa bersangkutan. Secara umum Perekonomian Kabupaten Kepulauan
Talaud tahun 2007 tumbuh positif. Sektor yang paling tinggi pertumbuhannya ialah sektor
bangunan sebesar 14,56 persen, diikuti oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar
9,38 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 8,43 persen. Sedangkan sektor
yang paling rendah pertumbuhannya adalah sektor pertanian sebesar 4,05 persen. Bila
dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara sebesar 6,47 persen,
terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar 6,21 persen
masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara. Kondisi ini
mengindikasikan bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud terus bekerja keras untuk tidak
semakin tertinggal dari daerah lain yang terus melaju pesat.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2007 yang ditunjukkan oleh
pertumbuhan PDRB atas harga konstan dengan tahun dasar 2000 mengalami pertumbuhan
sebesar 6,21 persen dari tahun sebelumnya sebesar 5,32 persen. Struktur ekonomi tahun 2007
tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya dari kontribusi sektor terbesar sampai
terkecil dan asumsi sektor ini akan dibagi dalam 3 kelompok :
– Kelompok sektor primer
– Kelompok sektor sekunder
– Kelompok sektor tersier

Kelompok sektor primer terdiri dari sektor pertanian serta sektor perdagangan dan
penggalian. Kelompok sektor sekunder terdiri dari 3 sektor, masing-masing sektor industri
pengolahan, kemudian sektor listrik, gas dan air bersih serta sektor bangunan. Selanjutnya
kelompok sektor tersier terdiri dari empat sektor yaitu: sektor perdagangan, hotel dan
restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa
perusahaan serta sektor jasa-jasa.
Kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud pada
tahun 2007 menempati urutan pertama sebesar 48,86 persen dengan pertumbuhan sebesar
4,05 persen. Subsektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB
tahun 2007 yaitu subsektor tanaman perkebunan sebesar 34,06 persen dengan pertumbuhan
4,36 persen. Kemudian disusul masing-masing subsektor perikanan sebesar 6,69 persen,
subsektor tanaman bahan makanan sebesar 6,54 persen dan subsektor peternakan dan hasil-
hasilnya sebesar 1,42 persen dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 1,44 persen dan
1,04 persen. Sedangkan subsektor kehutanan mempunyai pertumbuhan tertinggi
dibandingkan dengan subsektor lainnya dimana tahun 2007 pertumbuhannya sebesar 16,19
persen tetapi peranannya dalam pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud relatif
sangat kecil. Sektor pertambangan dan penggalian menempati urutan kedua dalam sisi
pertumbuhan yaitu sebesar 9,38 persen pada tahun 2007, namun kontribusi dalam
pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud masih relatif kecil yaitu hanya sebesar
2,21 persen. Kontribusi ini hanya disumbangkan oleh subsektor penggalian sedangkan
subsektor pertambangan tidak memberi kontribusi terhadap pembentukan PDRB Kabupaten
Kepulauan Talaud. Kontribusi kelompok primer terhadap pembentukan PDRB Kabupaten
Kepulauan Talaud tahun 2007 sebesar 51,07 persen. Jika dibandingkan tahun 2006 sebesar
51,85 persen berarti pada tahun 2007 kontribusi kelompok primer terhadap pembentukan
PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud berkurang dengan nominal 0,78 persen. Sektor industri
pengolahan tahun 2007 sebesar 6,77 persen dengan kontribusi terhadap pembentukan PDRB
Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar 2,19 persen. Sampai saat ini kelompok subsektor
industri tanpa migas merupakan penyumbang satu-satunya dalam sektor industri pengolahan.
Sektor listrik, gas dan air minum memiliki kontribusi terkecil pada pembentukan PDRB
Kabupaten Kepulauan Talaud dibandingkan dengan sektor lain yaitu hanya sebesar 0,31
persen dengan pertumbuhan sebesar 4,22 persen. Kontribusi terhadap pembentukan PDRB
yang terbesar pada sektor ini diberikan oleh subsektor listrik sebesar 0,24 persen dengan
pertumbuhan 4,06 persen. Sedangkan subsektor air minum kontribusinya dalam pembentukan
PDRB sebesar 0,01 persen dengan pertumbuhan 6,62 persen. Subsektor gas tidak memiliki
kontribusi terhadap pembentukan PDRB Kaupaten Kepulauan Talaud. Pertumbuhan sektor
bangunan menempati urutan pertama pada tahun 2007 yaitu sebesar 14,56 persen. Kontribusi
sektor ini dalam pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar 91,5 persen.
Secara umum kontribusi kelompok sekunder terhadap pembentukan PDRB tahun 2007
sebesar 12,01 persen.
Jika dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar 11,26 persen berarti pada tahun 2007 terjadi
peningkatan konstribusi kelompok sektor sekunder terhadap pembentukan PDRB sebesar
0,75 persen. Kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restoran pada tahun 2007 menempati
urutan ketiga dalam pembentukan Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar 10,64 persen dengan
pertumbuhan sebesar 8,43 persen. Subsektor yang memberikan sumbangan terbesar dalam
pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud adalah subsektor perdagangan besar dan
eceran sebesar 9,54 persen dengan pertumbuhan 8,54 persen sedangkan subsektor hotel dan
restoran kontribusinya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud relatif
masih sangat kecil, dimana subsektor hotel menyumbang 0,16 persen dan subsektor restoran
menyumbang 0,91 persen dengan pertumbuhan masing-masing subsektor Kabupaten
Kepulauan Talaud 10,16 persen dan 7,25 persen. Sektor pengangkutan dan komunikasi
selama tahun 2007 tumbuh sebesar 6,86 persen dengan kontribusi terhadap pembentukan
PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar 6,34 persen, disusul kontribusi sektor angkutan
jalan raya sebesar 0,69 persen dengan pertumbuhan sebesar 7,20 persen sedangkan subsektor
angkutan udara dan subsektor jasa penunjang angkutan jalan sumbangannya terhadap PDRB
Kabupaten Kepulauan Talaud masing-masing sebesar 0,12 persen dan 0,19 dengan
pertumbuhan sebesar 12,38 dan 7,09 persen. Subsektor Pos dan telekomunikasi serta
subsektor jasa penunjang angkutan memiliki kontribusi dalam pembentukan PDRB
Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2007 masing-masing sebesar 0,08 dan 0,19 persen
dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 6,82 dan 6,69 persen. Subsektor keuangan,
persewaan dan jasa perusahaan memiliki kontribusi terhadap pembentukan PDRB Kabupaten
Kepulauan Talaud sebesar 5,94 persen dengan pertumbuhan sebesar 7,88 persen. Subsektor
Bank memberikan kontribusi paling besar terhadap pembentukan sektor yaitu sebesar 3,43
persen dengan pertumbuhan sebesar 7,36 persen, kemudian disusul subsektor sewa bangunan
sebesar 2,37 persen, jasa perusahaan sebesar 0,69 persen dan lembaga keuangan tanpa Bank
sebesar 0,05 persen dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 9,12 persen, 6,48 persen
dan 5,11 persen. Sektor jasa selama tahun 2007 memberikan kontribusi kedua terbesar dalam
pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar 14,03 persen dengan
pertumbuhan sebesar 6,47 persen. Subsektor pemerintahan umum paling besar kontribusinya
terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud yaitu sebesar 10,78 persen
dengan pertumbuhan sebesar 7,26 persen. Kontribusi ini disumbangkan oleh subsektor
administrasi dan perusahaan, subsektor swasta hanya memberikan kontribusi sebesar 3,25
persen dengan pertumbuhan sebesar 3,87 persen, dimana sektor sosial kemasyarakatan,
subsektor hiburan dan rekreasi serta perorangan dan rumah tangga masing-masing memberi
kontribusi sebesar 1,94, 0,08 dan 1,23 persen terhadap pembentukan PDRB Kabupaten
Kepulauan Talaud dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 3,94, 3,49 dan 3,80 persen.
Sektor tersier terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2007
sebesar 36,92 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar 36,89 persen berarti
tahun 2007 kontribusi kelompok sektor tersier terhadap pembentukan PDRB Kabupaten
Kepulauan Talaud bertambah dengan nominal 0,03 persen. PDRB perkapita Kabupaten
Kepulauan Talaud secara umum mengalami peningkatan, pada tahun 2006 sebesar Rp.
6.861.151 meningkat sebesar 8,03 persen menjadi Rp. 7.411.815 pada tahun 2007.

Untuk dapat melihat Kabupaten Kepulauan Talaud dari dekat dapat mengunjungi situs
www.talaudkab.go.id

Referensi
1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.
2. ^ Badan Pusat Statistik - Provinsi Sulawesi Utara

http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kepulauan_Talaud
PROFIL KEPULAUAN TALAUD
Geografis dan Administratif

Geografis. Kabupaten Kepulauan Talaud terletak antara 4001’00’’ LU dan 126040’00


BT, berbatasan di sebelah Utara dengan Negara Filipina, sebelah Timur dengan Laut
Sulawesi dan Laut Pasifik, sebelah Selatan dengan Laut Maluku dan sebelah Barat
dengan Laut Sulawesi. Kabupaten Talaud memiliki wilayah seluas 27061,16 Km2
terdiri dari wilayah daratan seluas 1.288,94 Km2 (4,76%) dan wilayah lautan seluas
25.772,22 Km2 (95,24%)
Berdasarkan Peraturan Presiden no. 78 Tahun 2005 mengenai Pengelolaan Pulau-
Pulau Kecil Terluar, Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki 4 buah pulau kecil yang
menjadi lokasi penempatan titik dasar batas negara serta berhadapan langsung dengan
negara Filipina yaitu Pulau Miangas, Pulau Marampit, Pulau Intata dan Pulau
Kakorotan. Dari 4 pulau tersebut, 2 pulau dinilai memiliki kondisi paling rawan yaitu
Pulau Miangas dan Pulau Kakorotan

Administratif

Kabupaten Kepulauan Talaud terdiri dari 17 Kecamatan, 11 Kelurahan, dan 142 Desa.
Pulau Kecil Terluar berada di 2 Kecamatan, yaitu Kecamatan Miangas dan Kecamatan
Nanusa

Sumberdaya Alam

Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki potensi besar di sektor primer, antara lain
sektor kelautan dan perikanan (perikanan tangkap dan budidaya), pertanian
(perkebunan pala, kelapa, cengkih, vanili, pisang abaka; buah-buahan; dan palawija),
dan pertambangan (pasir besi, mangan, nikel, dan batu alam). Selain itu terdapat
potensi besar di sektor pariwisata (alam dan budaya) serta industri kecil terutama
kerajinan. Beberapa sentra produksi komoditi pertanian antara lain di Kecamatan
Nanusa (perikanan dan kelapa), Kecamatan Salibabu (perikanan, kelapa, dan pala),
Kecamatan Damau (perikanan dan Pala), Kecamatan Gemeh (Pala), dan Kecamatan
Melonguane timur (perikanan, kelapa dan pala). Adapun pulau kecil terluar memiliki
potensi SDA yang besar untuk pengembangan sektor pertanian, perikanan, wisata
bahari, dan kawasan konservasi

Lintas Batas

Terdapat beberapa jalur lintas batas tradisional yang sering digunakan oleh
masyarakat di negara tetangga untuk masuk ke wilayah RI melalui Kabupaten Talaud
antara lain Jalur Miangas, Jalur Karatung, Jalur Lahu (Kec. Gemeh), Jalur
Bowombaru (Kec. Melonguane Timur), Jalur Lawasan (kec. Salibabu), dan Jalur
Kakorotan (Kec. Nanusa). Saat ini baru terdapat 1 (satu) buah Pos Lintas Batas (PLB)
yaitu PLB Miangas. PLB ini telah didukung oleh fasilitas bea cukai, imigrasi, dan
keamanan.

Sumberdaya Manusia
Dari total jumlah keluarga di Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar 18.457, 58 % atau
10/698 KK diantaranya tergolong keluarga miskin. Dari 4 pulau kecil terluar, 3
diantaranya memiliki penduduk yaitu Pulau Miangas, Marampit, dan Kakorotan
dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan/petani

Sarana dan Prasarana Kesehatan. Kabupaten Talaud hingga tahun 2005 telah memiliki
1 Unit RSUD Tipe C di Melonguane, 12 unit Puskesmas, dan 36 unit Puskesmas
Pembantu. Jumlah ini masih kurang dibandingkan dengan kebutuhan ideal, dimana
jumlah ideal Puskesmas adalah sebanyak 16 Unit; dan Pustu sebanyak 126 Unit.
Sarana dan Prasarana Perhubungan. Sarana dan prasarana perhubungan yang ada di
Kabupaten Talaud, baik perhubungan darat, laut, dan udara, pada umumnya masih
minim dan belum memadai.
Jalan. Hingga tahun 2005, Kabupaten Talaud memiliki jalan negara/nasional sepanjang
91 Km. Jalan nasional dengan kondisi baik tercatat sepanjang 11,5 Km (12,6 %),
kondisi sedang 17,6 Km (19,3 %), dan rusak Berat 61,9 Km (68 %). Terdapat 90 unit
jembatan pada ruas jalan nasional dengan panjang total 1420.95 m, dimana 30 persen
diantaranya (424,5 m ) dalam kondisi rusak berat. Untuk jalan propinsi, dari panjang
total sebesar 107,5 Km, 74,7 persen diantaranya atau 80,3 Km dalam kondisi rusak
berat. Adapun jalan propinsi dengan kondisi baik dan kondisi sedang masing-masing
hanya tercata 1,2 Km (1,1 %) dan 80,3 Km (74,7 %). Jembatan pada jalan propinsi, 57
m tercatat rusak berat dan 270 m belum ada jembatan. Sedangkan untuk jalan
kabupaten, panjang jalan total tercatat sebesar 138,1 Km, dimana jalan dengan kondisi
baik tercatat sepanjang 3,2 Km (2,3 %), kondisi sedang 18,5 Km (13,4 %), dan rusak
berat sepanjang 116, 4 Km (84,3 %).

Perhubungan Laut. Jumlah Dermaga/Pelabuhan di Kabupaten Talaud hingga tahun


2005 tercatat 5 unit yaitu Pelabuhan Mangaran (P. Kabaruan), Pelabuhan Lirung (P.
Salibabu), Pelabuhan Melonguane (P. Karakelang), Pelabuhan Karatung (P.
Karatung), dan Pelabuhan Miangas (P. Miangas). Saat ini tengahdibangun Pelabuhan
Beo dan Pelabuhan Essang. Sedangkan Pelabuhan di Gemeh, Rainis, Ganalo,
Dampulis, Kakorotan dan Damau, belum memiliki dermaga. Saat wilayah Kabupaten
Talaud telah dapat diakses oleh transportasi laut dengan frekuensi 5 kali pelayaran
seminggu dari manado, baik oleh PELNI maupun pelayaran swasta. Selain itu telah
ada pula Jalur Ferry Bitung-Melonguane (PP) seminggu sekali. Rencana
pengembangan ke depan, perlu diupayakan pembangunan Jalur Ferry P. Marampit
(Nanusa) – General Santos (Filipina)

Perhubungan udara. Hingga tahun 2005, Jumlah Bandara di Kabupaten Talaud


tercatat sebanyak 1 unit berkedudukan di Melonguane. Bandara tersebut memiliki Run
Way seluas 27.600 m2 yang dirasakan masih belum memenuhi syarat untuk untuk
didarati Foker 70. Kebutuhan minimun runway seluas 49.500 m2, sehingga dibutuhkan
pengembangan Runway seluas 21.900 m2. Saat ini rute penerbangan yang telah ada
adalah Manado-Melonguane-Naha (PP) setiap hari rabu (Bersubsidi APBN), dan rute
penerbangan: Manado-Melonguane (PP) setiap hari Senin dan Sabtu (Komersial). Jenis
pesawat yang beroperasi adalah Merpati jenis Cassa 21 Sheet. Rencana pengembangan
rute yang dibutuhkan ke depan adalah membuka rute penerbangan hingga ke Filipina,
yaitu rute Manado-Naha-Melonguane-Miangas-Davao (Filipina)

Isu Strategis antara lain :


 Letak Pulau Miangas yang sangat dekat dengan garis batas negara dan lebih dekat dengan
wilayah negara tetangga Filipina menyebabkan kedua pulau ini sangat rentan terhadap
intervensi asing.
 Wilayah perbatasan sangat rawan terhadap perdagangan dan penyeludupan senjata dari
Pulau Mindanao, Filipina Selatan menuju berbagai daerah rawan konflik di Indonesi
seperti Poso, Maluku Utara, dan Maluku.
 Beberapa pulau di wilayah perbatasan sering dijadikan transit point bagi alur lalu lintas
teroris internasional. Wilayah perbatasan menjadi alur perdagangan dan penyeludupan
berbagai barang elektronik, narkoba (narkotika dan obat-obat terlarang), minuman
beralkohol dan non-alkohol, serta rentan terhadap peredaran dollar palsu Amerika
Serikat.
 Wilayah perbatasan dimanfaatkan warga asing untuk melakukan kegiatan pengurasan
sumber daya laut dan perikanan (illegal fishing) dan trans-shipment.
 Sebagian besar penduduk Kabupaten Kepulauan Talaud tergolong penduduk miskin dan
wilayah kedua kabupaten tersebut termasuk klasifikasi wilayah tertinggal dan daerah
rawan bencana.
 Infrastruktur dasar dan sarana transportasi yang tersedia sangat terbatas dan sebagian
kondisi prasarana-prasarana pelabuhan dan fasilitas penunjang lainnya dalam kondisi
yang tidak dapat digunakan.
 Terjadinya perubahan dan kerusakan ekosistem alami hutan pantai, mangrove, dan
ekosistem hutan daratan yang berdampak terhadap pengurasan luas habitat pulau,
pencemaran lingkungan estuari, dan perairan pantai. Konsekuensinya terjadi penurunan
potensi keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem pulau-pulau kecil

SUMBER:
http://batas.bappenas.go.id//images/DATA%20WILAYAH/Sulawesi%20Utara/profilTa
laud.pdf

https://ncandra.wordpress.com/perencanaan-wilayah-kota/profil-kepulauan-talaud/