Anda di halaman 1dari 2

Analisis metode penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam artikel penelitian ini yakni metode survei. Metode ini
sangat luas digunakan oleh peneliti dan sederhana dalam penerapan untuk identifikasi kelompok subyek
penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan prevalensi saat ini dan intensitas infeksi
STH (soil transmittes helminth) pada anak-anak usia prasekolah dan usia sekolah di 6 provinsi sentinel
dan membandingkan data ini dengan temuan awal. Desain studi cross-sectional digunakan untuk
menentukan prevalensi dan intensitas infeksi STH. Penilaian parasitologi yang digunakan pemeriksaan
dari sampel feses dengan metode Kato-Katz.

a. Desain penelitian

1. Tujuan penelitian yang dituliskan pada penelitian ini sudah tergambar dengan jelas dimana
penelitian ini menggambarkan prevalensi saat ini dan intensitas infeksi STH (soil transmittes
helminth) pada anak-anak usia prasekolah dan usia sekolah di 6 provinsi sentinel dan
membandingkan data ini dengan temuan awal.

2. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yakni desain studi cross-sectional dengan
pendekatan survey dimana tujuan penelitian yang ditetapkan sudah sesuai desain penelitian
yang digunakan untuk menentukan prevalensi dan intensitas infeksi STH.

3. Ukuran sampel pada penelitian ini telah dilakukan justifikasi/pembenaran karena peneliti
menetapkan sampel penelitian berdasarkan pedoman WHO sehingga validitas dan reliabilitas
sudah diuji sebelum penelitian dilakukan karena menggunakan instrumen dan pedoman yang
telah terpercaya.

4. Metode statistik telah digambarkan dengan jelas dalam penelitian ini dimana semua data ganda
dikodekan, disusun, dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel 2007. Uji χ2 digunakan untuk
menentukan signifikansi dari perbedaan antara nilai-nilai yang diperoleh dari baseline dan tindak
lanjut penilaian. Tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar 5%.

b. Conduct

1. Adanya keterbatasan dalam teknis pengambilan sampel tinja yakni pada pembacaan
mikroskopik setiap sampel dilakukan pada hari yang sama setelah pengolahan, dari
beberapa menit sampai 2 jam setelah persiapan yangmenimbulkan adanya keterbatasan
dalam deteksi telur cacing tambang, yang mungkin akan dipengaruhi oleh efek bersihan
gliserin.

c. Analisis

1. Data dasar pada penelitian ini telah diberikan yakni data sebuah survei dasar parasitologi
nasional yang dilakukan pada tahun 2004 mengungkapkan bahwa 66,0% dari anak
prasekolah (berusia 12-71 bulan) terinfeksi dengan STH yang menjadi data pembanding
survei yang dilakukan pada penelitian ini.
2. Tidak ada penambahan sampel penelitian dan signifikansi statistik dinilai dengan tingkat
signifikansi yang ditetapkan sebesar 5%.

d. Intrepretasi

1. Secara keseluruhan, prevalensi kumulatif STH dan prevalensi infeksi intensitas berat antara 2
kelompok usia tidak nyata berbeda. Diantara 6 lokasi sentinel, Compostela Valley memiliki
parameter parasitologi terendah pada kedua kelompok usia. Di sisi lain, Negros Occidental,
Camarines Sur, dan Leyte menunjukkan prevalensi tinggi STH serta prevalensi tinggi infeksi
intensitas berat. Penting untuk dicatat bahwa Camarines Sur dan Leyte adalah daerah
endemis lymphatic filiriasis, dan kedua provinsi menerima dosis ketiga obat cacing sebagai
bagian dari Program Nasional Eliminasi Filariasis.

2. Dengan adanya fakta tersebut, sangat berpotensi adanya faktor perancu atau bias hasil
penelitian disebabkan oleh adanya beberapa daerah yang merupakan daerah endemis
filiriasis sehingga akan mempengaruhi hasil penelitian.

3. Efek penting yang dilewati yang dilewati yakni mencari hasil penelitian dengan pendekatan
yang lebih detail pada individu untuk mencari alasan dan penyebab anak usia pra-sekolah
dan usia sekolah dapat terpapar STH.

4. Hasil penelitian ini dapat digeneralisasi pada penerapan waktu penelitian dan lokasi
penelitian lain.

5. Penelitian ini telah membandingkan hasil penelitian sebelumnya sehingga dapat


pembandingan hasil penelitian.

6. Implikasi pada praktik yakni dapat dilakukan penilaian lokasi sentinel individu melalui
monitoring dan evaluasi program dapat membantu mengidentifikasi baik praktek dan
tantangan yang akan berfungsi sebagai dasar untuk strategi kunci yang efektif untuk
perbaikan pedoman program yang ada.