Anda di halaman 1dari 4

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA CEDERA EKSTREMITAS

BURSITIS OLECRANON

Oleh :
Christine Haaryanti Lefitar
1662030037

I. DEFINISI
Bursitis olecranon adalah peradangan dan pembengkakan yang terjadi pada bursa
yang terletak dibelakang siku. Bursa pada siku berfungsi untuk menghisap cairan yang
berfungsi melumasi sendi agar antara satu tulang dengan tulang yang lain tidak saling
bergesekan, bila terjadi peradangan ataupun pendarahan pada bursa maka bursa akan
meradang dan menimbulkan nyeri dan pembengkakan.

II. CABANG OLAHRAGA YANG DAPAT MENYEBABKAN CEDERA


 Lempar lembing
 Cricket
 Baseball
 Sepak bola
 Menembak

III. PENYABAB DAN MEKANISME CEDERA


Penyebab utama bursitis olecranon adalah cedera ringan yang berulang. Anatomi
bursa yang letaknya dekat dengan sendi‐sendi terutama tempat dimana otot melewati tulang
memungkinkan adanya gerakan secara terus menerus dan berulang. Bursa yang berisi cairan
synovial meradang sehingga lebih banyak cairan yang diproduksi. Respon peradangan yang
terjadi pada bursa akan meningkatkan penipisan pada synovial. Jaringan granulasi dan fibrotic
terbentuk, kemudian memberikan manifestasi pada bursa yaitu terisi cairan yang kaya
akanfibrin atau bisa berupa darah. Akibatnya bursa membengkak, terkadang terkumpul sisa
kalsium.

IV. MANIFESTASI KLINIS


 Terasa nyeri dan kaku saat siku digerakan
 Bengkak pada area sekitar siku
 Kemerahan pada area sekitar siku dan terasa hangat bila disentuh

V. ANATOMI DAN FISIOLOGI


Menurut Brukner, dan Khan (1993: 221) serta Arnheim dan Prentice (1997: 591)
persendian siku tersusun atas tiga tulang yaitu: humerus (tulang lengan atas), radius
(tulang pengupil lengan bawah) dan ulna (tulang hasta).
Menurut Ellison, dkk (1986: 210), serta Arnheim dan Prentice (1997: 591) kapsul siku,
baik secara anterior maupun posterior, relatif tipis dan ditutupi otot brachialis
(berhubungan dengan lengan atas) di muka dan triceps brachii di belakang. Kapsul ini
diperkuat oleh ligamen-ligamen kolateral ulna dan radial.
Arnheim dan Prentice (1997: 591) mengatakan membran synovial (selaput sega)
yang umum mengisi sendi-sendi antara siku dan radioulnar superior, melumasi struktural-
struktural yang lebih dalam pada kedua sendi, seperti kapsul yang mengelilingi keseluruhan
sendi siku, yang paling utama di dalam area siku adalah bursa-bursa bicipital dan
olecranon. Bursa bicipital berada di dalam aspek anterior tuberositas bicipital dan mengalasi
tendo pada saat lengan atas diputar ke dalam. Bursa olecranon berada di antara procecus
olecranon dan kulit.
Menurut Ellison, dkk (1986: 210), serta Arnheim dan Prentice (1997: 591) otot-otot
siku tediri dari biceps brachii, otot-otot brachial, dan brachioradial, semuanya ini bergerak
secara fleksi. Pada waktu bergerak ekstensi dikendalikan oleh otot tricep brachii. Untuk
gerakan supinasi lengan tangan bagian depandikendalikan oleh otot supinator dan bicep
brachii. Adapun untuk bergerak secara pronasi dikendalikan oleh otot pronator teres dan
pronator quadratus. Bicheps brachii dan otot-otot supinator memungkinkan supinasi
lengan atas, sedangkan pronator teres dan pronator quadratus bertindak sebagai pronator
pronator.

VI. PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI


1. Identitas
a. Nama : Nn. X
b. Umur : 19 Tahun
c. Jenis Kelamin : Perempuan
d. Alamat : Jalan Ja’ani Nasir
e. Agama : Islam
f. Status Perkawinan : Belum menikah
g. Pekerjaan : Atlet lempar lembing

2. Riwayat Penyakit
a. Keluhan Utama : Nyeri pada siku

3. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi
Statis : Terlihat pembengkakan dan kemerahan pada bagian yang mengalami
peradangan (siku).
Dinamis : Nyeri saat digerakan terutama saat gerakan ekstensi elbow
b. Palpasi
Terdapat nyeri tekan dan suu lokal (odem) hangat
c. PFGD
Aktif
Gerakan Sendi Elbow ROM MMT Nyeri
Fleksi 1100 4 5,4
0
Ekstensi 20 4 6,2

Pasif
Gerakan Sendi ROM End feel Nyeri
Fleksi 1250 Soft 5,6
Ekstensi 100 6,8

d. Test cepat
Paien diminta meluruskan siku, terdapat rasa nyeri (+)
4. Problematik Fisioterapi
 Nyeri
 Odem
 Keterbatasan ROM
 Tidak dapat mengikuti latihan lempar lembing

5. Diagnosa Fisioterapi
Keterbatasan gerak fungsional lempar lembing akibat nyeri pada siku et causa suspect
bursitis olecranon.

6. Rencana Program Fisioterapi


a. Jangka pendek :
 Mengurangi nyeri
 Mengurangi odem
 Meningkatkan ROM sendi siku
b. Jangka panjang :
 Mengembalikan aktivitas fungsional lempar lembing
c. Rencana Intervensi Fisioterapi
 Modalitas alternatif
SWD
Ultra Sound
TENS
Kompres Dingin
Streching
 Modalitas terpilih
- Ultra Sound
Tujuannya : Meningkatkam metabolisme lokal
Meningkatkan permeabilitas dan regenerasi jaringan
Dosis : F = 2 seminggu
I = 2,0 W/cm2
T = 6 menit
T = continous
R=-
- Kompres Dingin
Tujuannya : Mengurangi nyeri
Mengurangi odem
Dosis : F = 3x sehari
T = 10-15 menit
- Streching
Tujuannya : Meningkatkan ROM dan meregangkat otot

7. Tata Laksana Intervensi


 Ultra Sound (Under Water)
a. Persiapan alat
- Memeriksa kondisi kabel dalam keadaan baik atau tidak
- Menghubungkan cord dengan power supply
- Memeriksa tranduser berfungsi atau tidak
- Mesin kemusdian dipanaskan selama 3-5 menit sebelum digunkan
- Siapkan air dan baskom
b. Persiapan pasien
- Pasien dalm posisi duduk
c. Penatalaksanaan terapi
- Oleskan jel pada daerah siku
- Terapis kemudian mengaplikasikan alat pada siku pasien di dalam air
- Intensitas 2,0 W/cm2
- Waktu terapi 6 menit
d. Setelah terapi
- Bersihkan area siku dari gel
- Bersihkan transduser
- Cabut cord dari power supply
- Rapikan alat

 Kompres Dingin
a. Persiapan alat
- Siapkan es batu yang sudah di bungkus dengan kain
b. Persiapan pasien
- Pasien dalam posisi duduk dengan tlengan di sanggah di bed atau meja
c. Pelaksanaan terapi
- Compres daerah siku pasien selama 10-15 menit
d. Setelah terapi
Rapikan alat yang digunakan

 Streching
- Pasien dalam posisi duduk
- Satu tangan terapis diletakan di pergelangan tangan pasien untuk memberi
tahan.
- Terapis menyuruh pasien mengekstensikan tangannya dengan diberi
tahanan dari terapis

8. Program Latihan Kembali Bermain


Latihan kekuatan otot lengan dan sendi :
- Tujuan pemberian latihan kekuatan otot lengan adalah meningkatkan
kemampuan kekuatan otot lengan untuk dapat melakukan gerakan-gerakan
sampai kebatas maksimal sehingga dapat mencapai dari gerakan yang
dimaksud. Melatih kekuatan sendi juga baik untuk menjaga agar sendi tetap
berfungsi secara maksimal. Contoh latihannya push up dan angkat beban (barbel).
- Pasien diminta latihan menekuk dan meluruskan siku untuk menjaga kestabilan sendi
- Pasien juga tetap melakukan latihan lempar lembing tapi dengan intensitas latihan
yang dikurangi.