Anda di halaman 1dari 1

2.1.

Anatomi dan Fisiologi Sinus Paranasal


Sinus paranasal terdiri dari sinus frontal, sinus ethmoid, sinus sphenoid, dan sinus
maksilaris. Keempat sinus ini terhubung dengan dinding lateral cavum nasi melalui
celah kecil yang berfungsi sebagai tempat pembuangan mukus dari sinus menuju
hidung melalui mucociliary escalator. Posisi, bentuk, dan ukuran sinus masing-masing
orang bervariasi. Mukosa sinus lebih tebal dengan pembuluh darah dan sel goblet yang
lebih sedikit dibanding mukosa nasal.1
Fungsi dari sinus paranasal masih bersifat spekulatif, salah satunya adalah
sebagai penambah resonansi pada suara. Beberapa sinus belum terbentuk ketika lahir,
namun berkembang seiring dengan terjadinya erupsi gigi permanen dan pubertas. Hal
ini yang selanjutnya berperan pada perubahan ukuran dan bentuk wajah.1
Sinus ethmoid dan maksilaris telah ada sejak lahir, sementara sinus frontal mulai
berkembang ketika anak berusia 8 tahun dan sinus sphenoid pada usia 8-10 tahun.1