Anda di halaman 1dari 29

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 1

PEMBABAKAN ZAMAN PRASEJARAH DI INDONESIA DAN PENINGGALAN


Budayanya
Zaman Kehidupan Masyarakat
Pembabakan Hasil-hasil Budaya
Prasejarah sosial ekonomi pendukung
Paleolithikum Kehidupan masih ▪ Kapak ▪ Megantropus
(zaman berburu nomaden(berpin genggam/kapak Paleojavanicu
dan dah-pindah perimbas/chopper s
mengumpulkan tempat) karena ▪ Alat-alat dari tulang ▪ Pithecanthrop
makanan) mata ▪ Flakes (alat dari us Erectus
pencahariannya batu kecil) ▪ Homo
masih food ▪ Hasil budaya disebut Soloensis
gathering) kebudayaan pacitan ▪ Homo
dan ngandong wajakensis

Mesolithikum Sudah hidup ▪ Kjokkenmodigger ▪ Papua


(zaman bercocok menetap, tetapi ▪ Abris Sous Roche Melanosoid
tanam tingkat sebagian masih (gua)
Zaman Batu awal/sistem nomaden ▪ Pebble (kapak
perladangan) sumatera)
▪ Kapak pendek
Neolithikum Sudah hidup ▪ Kapak persegi ▪ Proto Melayu
(zaman bercocok menetap karena ▪ Kapak lonjong
tanam tingkat mata
lanjut) pencahariannya
sudah food
producing
Megalithikum Sistem religi ▪ Menhir
berkembang ▪ Dolmen
pesat ▪ Sarkofagus
▪ Waruga
▪ Punden berundak
Zaman perunggu Sudah dikenal ▪ Kapak Deutro Melayu
teknik corong/kapak
pembuatan alat sepatu
Zaman
dari logam ▪ Nekara
Logam
▪ Arca
▪ Moko
▪ Bejana perunggu
Zaman besi ▪ Mata kapak
▪ Pisau
▪ Parang
▪ Cangkul
▪ mata sabit

2 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA
Nama Raja
Budayanya Agama
Candi/Prasasti Peristiwa Penting
Kerajaan Terkemuka
▪ Kudung Pada masa aswawarman
7 Buah Yupa
ga Hindu pernah diadakan upacara
Kutai (Prasasti
▪ Aswawarman Siwa penentuan batas kerajaan
Mulawarman)
▪ Mulawarman (Asmawedha)
▪ Prasasti
Ciaruteun
Hindu
▪ Kebon Kopi Pada masa Purnawarman
Budha
Taruman ▪ Jambu dibuat terusan Gomati
▪ Purnawarman Agama
egara ▪ Pasir Awi (berdasarkan informasi
Kotor/Asli
▪ Muara Cianteun prasasti Tugu)
/Majusi
▪ Tugu
▪ Lebak
▪ Balaputradew
▪ Menjadi pusat studi agama
▪ Prasasti a
Budha
Kedudukan ▪ Raja
▪ Sriwijaya pernah diserang
Bukit Sanggramawij
Budha oleh Dharmawangsa,
Sriwijaya ▪ Talang Tuwo ayatunggawar
Mahayana Rajendracola dewa, dan
▪ Kota Kapur man
Majapahit
▪ Karang Birahi ▪ Sanggramawij
▪ Hancur 1377 karena
▪ Ligor ayatunggawar
serangan Majapahit
man
▪ terdapat dua dinasti:
▪ Prasasti Canggal Sanjaya (Hindu) dan
▪ Sanjaya
▪ Candi Sailendra (Budha)
▪ Panangkaran Hindu
Mataram Prambanan ▪ Bersatu: Perkawinan
▪ Pikatan Budha
Kuno ▪ Candi antara rakai pikatan dgn
▪ Kayuwangi Siwa
Borobudur Pramowarddhani
▪ Balitung
▪ Prasasti Klurak ▪ Terjadi letusan gunung
merapi

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 3


▪ Prasasti
▪ Dharmawangsa Teguh pernah
anjukladang
Mataram menyerang Sriwijaya
▪ Prasasti ▪ Pu Sindok
Jawa ▪ Serangan kerajaan Wurawari
Cunggrang ▪ Dharmawangsa
Timur Siwa ▪ Airlangga membagi
▪ Prasasti Teguh
(Abad 10- kerajaannya menjadi dua ,
Dinoyo ▪ Airlangga
11) jenggala (singhasari) dan
▪ Prasasti
Panjalu (Kediri)
Pucangan
Kediri
▪ Prasasti ▪ Jayabaya kemungkinan Kediri berhasil
(1042-
Ngantang ▪ Kertajaya menaklukan Jenggala
1222M)
▪ Candi Jago
▪ Candi ▪ Kertanegara pernah
▪ Ken Arok
Singosari Singosari Budha melakukan ekspedisi
▪ Anusapati
(1222- ▪ Prasasti Tantraya Pamalayu
▪ Tohjaya
1292) Maribong, na ▪ Hancur karena serangan Jaya
▪ Kertanegara
Balawi, Katwang
Kusmala
▪ Raden Wijaya ▪ Pemberontakan Ranggalawe,
▪ Prasasti ▪ Tribuwana Gajah Biru, Nambi, Semi, Kuti,
Majapahit Hindu
Kudadu Tungga Dewi Sadeng, Keta
(1293- Budha
▪ Prasasti ▪ Hayam Wuruk ▪ Amukti Palapa
1528) Siwa
Trowulan ▪ Wikramawardh ▪ Perang Bubat
ana ▪ Perang Paregreg

4 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

NAMA PENINGGALAN
NO RAJA TERKEMUKA PERISTIWA PENTING
KERAJAAN BUDAYA
Samudera ▪ Malik As-saleh ▪ Merupakan Kerajaan Islam Hikayat Raja-raja
1
Pasai ▪ Malik At-tahir Pertama di Indonesia Pasai
▪ Iskandar Syah ▪ Pusat Perdagangan Hikayat Raja-raja
▪ Muhammad Internasional di Nusantara Malaka
Iskandar Syah ▪ Malaka yang diperintah Hikayat Hang
2 Malaka
▪ Mudzafar Syah Mahmud Syah ditaklukan oleh Tuah
▪ Mansyur Syah Portugis tahun 1511 dibawah
▪ Mahmud Syah Alfonso de Albuquerque
▪ Ali Mughayat ▪ Aceh beberapa kali Kitab
▪ Alaudin Riayat Syah menyerang Malaka-Portugis Tajussalatin
Aceh
▪ Iskandar Muda tetapi gagal Kitab
3 (1514-
▪ Iskandar Thani ▪ Pembakaran Karya-karya Bustanussalatin
1903)
Syiah dan tasawuf Hamzah Adat Makuta
Fansuri Alam
▪ Raden Fatah ▪ Menyerang Malaka-Portugis, Masjid Soko Tatal
Demak ▪ Pati Unus Pajajaran, Majapahit, (Masjid Demak)
4 (1518- ▪ Sultan Trenggono Blambangan
1578) ▪ Sultan Prawata ▪ Menduduki Banten dan Sunda
Kelapa
▪ Sultan Hasanuddin ▪ Melepaskan diri dari kerajaan Masjid Agung
▪ Panembangan Demak Banten
Banten
Yusuf ▪ Menaklukan Kerajaan Hindu Istana Banten
5 (1524-
▪ Sultan Ageng Pakuan
1808)
Tirtayasa ▪ Berperang dengan Belanda
▪ Sultan Haji
▪ Panembahan ▪ Menyerang Batavia-Belanda Upacara Grebeg
Senopati (1628-1629) tetapi gagal dan Sekaten
(Sutowijoyo) ▪ Perjanjian Gianti Tahun 1755 Kitab Sastra
6 Mataram ▪ Panembahan Sedo (Mataram dibagi menjadi Gending
▪ Krapyak Yogyakarta dan Surakarta) Almanak Jawa
▪ Sultan Agung ▪ Perjanjian Salatiga (1757) Candi Bentar di
Hanyokrokusumo Tembayat, Klaten

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 5


▪ Alaudin (Daeng ▪ Perlawanan Bone 1644 Hukum Niaga
Goa Tallo Manrabia) terhadap Goa Cade ‘Allopilo
7 ▪ Sultan Hasanuddin ▪ Perang Makassar (1660- Ping Bicaranna
(Makassar) 1669) Pabbahi’e
▪ Perjanjian Bongaya (1667)

▪ Sultan Khairun ▪ Terbunuhnya Sultan Khairun


▪ Sultan Baabullah oleh Portugis
Ternate ▪ Pengusiran Sultan Baabullah
dan Tidore terhadap Portugis dan
8
Maluku
(Maluku) ▪ Penyebaran Ajaran Kristen di
Maluku oleh Franciscus
Xaverius

6 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


PERISTIWA POLITIK KOLONIAL DI INDONESIA

Portugis ▪ Budayanya
1511 Alfonso de Alburquerque menaklukan Kerajaan Malaka
▪ 1522 menjalin hubungan dengan kerajaan Pajajaran
▪ 1527 benteng Portugis di Sunda Kelapa dihancurkan oleh Fatahillah
▪ Berusaha memonopoli dan ikut campur dalam kerajaan di Maluku
▪ 1577 rakyat Ternate dapat mengusir Portugis di negerinya
▪ 1641 benteng Portugis di Malaka berhasil dikuasai oleh VOC
VOC ▪ Memaksakan system monopoli dagang
(1602-1799) ▪ Mendapatkan hak octrooi (hak istimewa) seperti hak membuat perjanjian,
hak mencetak uang, membuat benteng, memiliki tentara,dll.
▪ Melakukan pelayaran hongi/hongitochen untuk mencegah pelanggaran
monopoli yang dilakukan VOC
▪ Melakukan berbagai pungutan seperti Contingenten dan Verlichpte
Leveranties
▪ Mengadakan Preangerstelsel/kewajiban menanam terutama kopi di
Karesidenan Priangan
▪ Mendapatkan kesempatan untuk meluaskan pengaruhnya akibat terjadi
perpecahan dalam kerajaan-kerajaan di Indonesia
▪ Mengadakan ekstirpasi/tebang paksa tanaman cengkeh di Maluku
H.W. Daendels ▪ Pembangunan jalan raya anyer – panarukan dengan mengerahkan rakyat
(1808-1811) ▪ Tujuan utama Daendels yaitu mempertahankan jawa dari serangan Inggris
pemerintahan ▪ Dibentuk peradilan keliling
Hindia Belanda ▪ Para bupati dijadikan pegawai pemerintah
dibawah ▪ Pembagian jawa menjadi 9 perfektur
Prancis ▪ Kesultanan Banten dan Cirebon dijadikan daerah kekuasaan Belanda
▪ Penyederhanaan upacara adat Yogyakarta dan Surakarta
T.S. Raffles ▪ Para bupati dijadikan pegawai pemerintah
(1811 – 1816) ▪ Mengenakan pajak berupa uang, meskipun akhirnya gagal dijalankan
Orang Inggris ▪ Mengadakan system sewa tanah (Landrent System)
Komisaris ▪ Melanjutkan system sewa tanah (Landrent System)
Jenderal (1816 ▪ Melanjutkan kebijakan Liberal Raffles
– 1830) ▪ Memadamkan dan meredakan berbagai pemberontakan seperti Pangeran
Orang Belanda Dipenogoro
Cultuurstelsel ▪ Cultuurstelsel (Sistem Tanam Paksa) yaitu mewajibkan petani menanam
(1830 – 1870) tanaman ekspor (kopi, tebu, the, nila, tembakau)
▪ Terjadinya berbagai penyimpangan atas aturan Cultuurstelsel sehingga
menyebabkan kelaparan di Cirebon, Grobogan, dan Madiun
▪ Mewajibkan rakyat bekerja di pabrik-pabrik Belanda
▪ Timbul kritikan dan tentangan dari golongan liberal maupun humanis

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 7


Zaman Liberal ▪ 1870 dikeluarkan UU agraria (Agrarische Wet) dan Cultuurstelsel dihapuskan
▪ Membuka Jawa dan Sumatera bagi masuknya modal dan investasi asing
(1870 – 1900) ▪ Memperbolehkan pihak swasta asing menyewa tanah milik Negara atau
petani untuk dijadikan perkebunan-perkebunan
▪ Memberlakukan Peonale Santie

Politik Etis ▪ Dicetuskan oleh Vandeventer pada 1899 dalam sebuah artikel yang berjudul
Eerseschuld (suatu hutang kehormatan) di dalam jurnal Belanda de Gids
(1901 - ….) mengeluarkan Tias Etika : Edukasi, Emigrasi, dan Irigasi
▪ Terjadi berbagai penyimpangan
▪ Diresmikan tahun 1901 oleh Ratu Wilhelmina
▪ Berdampak pada munculnya berbagai sekolah dan kalangan elite modern
dan golongan terpelajar

8 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP PENJAJAHAN

Perlawanan Abad 16 – 18 M Penjelasan


Perlawanan Sultan Khairun dan Sultan Sultan Babullah berhasil mengusir portugis
Baabullah terhadap Portugis (Akhir Abad ke- keluar dari Maluku Utara tahun 1577 M)
17M)
Serangan Adipati Unus terhadap Portugis di Karena upaya penyerangannya Pati Unus
Malaka (1512 – 1513) walaupun gagal diberi gelar “Pangeran Sabrang Lor”
Keberhasilan pengusiran portugis dari Sunda Kemenangan Fattahillah dalam mengusir
Kelapa oleh Fatahillah /Falatehan Portugis dari Sunda Kelapa pada tanggal 22
Juni 1527 dan diganti namanya dengan
Jayakarta. Peristiwa tersebut kemudian
diperingati sebagai hari lahirnya kota Jakarta
Serangan Sultan Agung kepada VOC di Batavia Didorong oleh adanya cita-cita Sultan Agung
(1626 dan 1628) untuk menjadi penguasa jawa dan persaingan
dagang antara Mataram dan VOC di Pantai
Utara Jawa (Jepara)
Perlawanan Untung Surapati Untung Surapati melakukan pembunuhan
terhadap pejabat VOC bernama Kapten Tack
1686 M
Perang Banten Sultan Agung Tirtayasa menjalankan
perdagangan bebas yang merugikan VOC. VOC
mengadudomba antara Sultan Ageng Tirtayasa
dengan putranya yang bernama Sultan Haji
Perang Makasar (1660 – 1669 M) Sultan Hasanudin kalah dan dipaksa
menandatangani

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 9


PERISTIWA ABAD KE 19 M

Perlawanan Tokoh Budayanya


Faktor pendorong munculnya perlawanan
abad ke-19 M
Perlawanan Patimura ▪ Rakyat maluku khawatir terhadap pemerintahan
rakyat Maluku belanda yang dinilai akan mengembalikan sistem
yang dipimpin eksploitasi model VOC, sedangkan selama masa
oleh pattimura kekuasaan Inggris (1811-1816) Rakyat Maluku
(1817 tidak terlalu merasa terbebani.
Perang padri Tuanku imam ▪ Pertentangan antara kaum Padri dan kaum adat
(1821-1837) bonjol dalam pelaksanaan agama yang menganut ajaran
wahabi
▪ Keinginan belanda menguasai Sumatera Barat
Perang Jawa Pangeran ▪ Meluasnya pengaruh belanda di sektor politik,
(1825-1830) Dipenogoro, Kyai ekonomi, sosial-budaya di Kesultanan Yogyakarta
Maja, P. dan dibangunnya jalan yang melintasi makam
Mangkubumi, leluhur Pangeran Diponegoro.
Sentot Alibasya
Perang Bali Gust Ketut ▪ Belanda menuntut dihapuskannya Adat Tawan
Jelantik Karang dan diakuinya kedaulatan VOC di Bali.
Perang Banjar Pangeran ▪ Belanda mencampuri urusan internal Kerajaan
(1895-1862) Antasari Banjarmasin dengan mendukung Pangeran
Tamjidillah. Tindakan ini ditentang oleh Pangeran
Antasari dan Pangeran Hidayat
Perang Aceh Sultan ▪ Belanda memaksa Kesultanan Aceh mengakui
(1873-1903) Muhammad kedaulatannya atas Aceh setelah Traktat Sumatera
Daud Syah, yang diadakan antara Belanda dan Inggris (1871)
Panglima Polim, ▪ Setelah perang Aceh berakhir (1903), muncul
Teuku Umar, Cut perang baru di Aceh yang bernama perang Gayo–
Nyak Dien,Dll. Alas (1903-1907)
Perang Batak Sisimangaraja ▪ Keinginan belanda untuk mewujudkan Pax
(1878-1907) XIII Nedherlandica
▪ Sisimangaraja XII menentang kristenisasi yang
dilakukan oleh Nommensen
▪ Sesudah sisimangaraja wafat, muncul perlawanan
lain terhadap belanda yang dilakukan oleh gerakana
pasihudamdam yang menita-citakan kerajaan Batak
kuno

10 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


Sejumlah ▪ Para petani menolak berbagai beban pajak
pemberontakan Petani (Belasting) yang dipaksakan oleh Belanda.
di Abad 19 M seperti ▪ Berkembangnya faham tentang Ratu Adil
Gerakan Samin (Blora),
Perlawanan Haji
Entong Endut (Condet),
dan Pemberontakan
Petani Banten 1888

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 11


DINAMIKA PERGERAKAN NASIONAL

Sebelum tahun 1908 Budayanya Setelah 1908


✓ Perjuangan berorientasi kedaerahan ✓ Perjuangan lebih terorganisir
✓ Pemimpin perjuangan adalah tokoh ✓ Perjuangan terutama melalui organisasi-
kharismatik organisasi modern
✓ Perjuangan kurang terorganisir ✓ Pemimpin perjuangan adalah kaum elite
✓ Perjuangan berbentuk perlawanan terpelajar
bersenjata (Pemberontakan dan Perang) ✓ Perjuangan berorientasi nasional
✓ Tujuan perjuangan bukan kemerdekaan ✓ Tujuan perjuangan untuk kemerdekaan
nasional nasional

Model Pergerakan Priode 1908 - 1921 Priode 1921 - 1930 Priode 1930 – 1942)
Sikap pemerintah Politik Kesejahteraan Reaksioner Reaksioner semakin
belanda meningkat
Orientasi pergerakan ▪ Semi nasionalisme ▪ Nasionalisme ▪ Nasionalisme-
▪ Sebagian masih Radikal moderat
bersifat kedaerahan ▪ Berkembang ▪ Menuntut
▪ Belum dikenal istilah tuntutan pemerintahan
Indonesia kemerdekaan sendiri
▪ Istilah Indonesia ▪ Istilah Indonesia
mulai banyak lazim digunakan
digunakan
Hubungan dengan Sebagian besar Umumnya non- Sebagian besar
Belanda Kooperatif kooperatif kooperatif dan
dilakukan didalam
Volkstraad
Organisasi yang Budi Utomo, Sarekat PI, PNI, PKI Parindra, GAPI,
berdiri Islam,Muhammadiyah, Gerindo
Indische Partij
Corak Pergerakan Moderat Radikal Moderat

12 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


ORGANISASI DAN PARTAI POLITIK MASA PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA
(1908-1942)

Budayanya
Organisasi Tujuan Organisasi Tokoh Organisasi
Budi Utomo ▪ Meningkatkan penidikan dan memajukan ▪ Wahidin sudiro
budaya bagi suku bangsa jawa dengan Husodo
menggunakan pendidikan dan bahasa belanda. ▪ Sutomo
▪ Dr Cipto keluar dari Budi Utomo karena kecewa
▪ Pada tahun 1935 Budi Utomo melebur kedalam
Parindra (Partai Indonesia Raya)
SDI (1905) dan ▪ Bertujuan memajukan agama islam dan ▪ H. Saman Hudi
Sarekat Islam kehidupan kegiatan ekonomi pedagang muslim ▪ H.O.S.
(1912) ▪ Dilatar belakangi oleh adanya persaingan Cokroaminoto
dagang antara pengusaha pribumi dan ▪ H. Agus Salim
pengusaha Cina dalam bisnis batik
▪ Sarekat Islam mengalami Perpecahan pada
tahun 1921 dengan berdirinya Sarekat Islam
merah/komunis
Indische Partij Menyebarluaskan konsep kebangsaan dan ▪ Douwes Dekker
(1912) menghapuskan diskriminasi ras ▪ Suwardi
Suryaningrat
▪ Cipto
mangunkusumo
Muhammadiyah ▪ Mengangkat derajat bangsa Indonesia melalui ▪ KH. Ahmad Dahlan
(1912) kegiatan ekonomi, sosial, dan pendidikan
▪ Menyebarkan ajaran pembaharuan Islam
▪ Kegiatannya berkisar pada bidang sosial-agama-
pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah
dan Rumah sakit
Al Irsyad ▪ Bergabung kedalam Masyumi ▪ Ahmad Surkati
(1914) ▪ Memurnikan ajaran islam

PKI (1920) Menyebarkan Faham Komunis di Indonesia ▪ Semaun


▪ Dharsono
Taman Siswa ▪ Mengembangkan Pendidikan dan kebudayaan ▪ Suwardi
(1922) Nasional Suryaningrat (Ki
▪ Karena merasa terancam, Belanda Hajar Dewantara)
mengeluarkan Wilde schoolen Ordonantie
(1932)

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 13


Persatuan Islam ▪ Bergabung kedalam Jong Islamieten Bond ▪ A. Hasan
(Persis) ▪ Pemurnian ajaran agama ▪ M. Natsir
(1923)
Perhimpunan ▪ Memperjuangkan penentuan nasib ▪ Mohammad Hatta
Indonesia/PI sendiri bagi bangsa Indonesia ▪ Iwa Kusumosumantri
(1924) ▪ PI merupakan Organisasi pertama yang ▪ Sartono
menggunakan istilah Indonesia (1923)
▪ PI ikut menghadiri Liga Anti
Imperialisme yang diadakan di Brussel,
Belgia.
Nahdatul Ulama ▪ Mendirikan pesantren-pesantren ▪ KH. Hasyim Asyhari
(1926) ▪ Mempertahankan tradisionalitas nilai-
nilai Islam
▪ Mengembangkan Islam
PNI (1927) ▪ Mencapai Indonesia Merdeka dengan tiga ▪ Sukarno
asas: Nasionalisme radikal, Non ▪ Sartono
kooperatif, dan mandiri/self help ▪ Hatta
▪ PNI memiliki filsafat yang disebut
Marhaenisme
▪ Setelah Soekarno ditangkap oleh Belanda,
PNI pecah menjadi Partindo dn PNI baru
Partindo (1931) Mencapai Indonesia merdeka dengan aksi- ▪ Sartono
aksi massa
Pendidikan Mencapai kemerdekaan Indonesia melalui ▪ Moh. Hatta, Syahrir
Nasional kaderisasi
Indonesia (PNI
Baru)
PPPKI (1927) Menyatukan kelompok pergerakan nasional ▪ Federasi antara PSI, PNI,
BU, dan sejumlah
Organisasi kedaerahan
Parindra (1935) Memajukan bangsa Indonesia melalui ▪ Gabungan antara Budi
strategi kooperasi Utomo dan PBI
GAPI (1939) Indonesia Berparlemen ▪ Gabungan antara
Parindra, Gerindo, PSII,
dan Organisasi-
organisasi daerah dan
keagamaan
Gerindo Merupakan Organisasi Anti Fasis ▪ Amir Syarifuddin

14 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


ORGANISASI – ORGANISASI BENTUKAN JEPANG DI INDONESIA

Organisasi Budayanya Tujuan/Ciri Khas


Gerakan Tiga A (Mr. Menarik simpati bangsa Indonesia melalui propaganda dan
Syamsuddin) sentimen Asia dengan slogannya “persemakmuran bersama
Asia dibawah pimpinan Jepang”
PUTERA (Soekarno, Hatta, KH. Merupakan bagian dari politik kerjasama jepang untuk
Mas Mansyur, KH. Dewantara) merangkul golongan nasionalisme Islam dan Nasionalisme
sekuler yang bertujuan menggerakan SDM Indonesia untuk
kepentingan perang Jepang.
Fujinkai Organisasi wanita dibawah jawa Hookokai
Romusha Membangun infrastruktur pertahanan perang diluar Jawa
Jawa Hokokai Mengerahkan tenaga kerja
Jugun lanfu Wanita penghibur
kumiai Mengumpulkan panen padi petani untuk kepentingan perang
jepang
Tonarigumi Melakukan pengawasan terhadap penduduk berupa sistem
rukun tetangga
Chuo Sangi in Memberikan usulan kepada pemerintah pendudukan jepang
tentang masalah-masalah politik
Keibodan Organisasi semi militer pembantu polisi yang dilatih di Lido,
Sukabumi
Seinendan Organisasi semi militer Pemuda
Jibakutai Barisan berani Mati
Suishintai Organisasi semi militer barisan pelopor
Hizbullah dan Sabilillah Barisan semi militer dari kaum muda Islam
Gakutotai Korps pelajar
PETA Organisasi militer yang didirikan atas usul Gatot
Mangkupraja
Heiho Organisasi militer pembantu prajurit Jepang

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 15


PERLAWANAN TERHADAP JEPANG

Perlawanan Budayanya Penjelasan


Tengku Abudl Jalil Tengku Abudl Jalil melakukan pemberontakan di Cot Plieng
(Aceh) pada tanggal 10 November 1942 kemudian akhirnya
beliau ditangkap dan kemudian dihukum mati
KH. Zaenal Mustafa Lokasi : Pesantren Sukamah, Manonjaya, Tasikmalaya
Sebab : Menentang Seikerei
Peristiwa : KH. Zaenal Mustafa beserta para santri melawan
Jepang pada bulan Februari 1944
Perlawanan Peta Lokasi : Blitar
Sebab : kaeadaan rakyat yang memperihatinkan
Peristiwa : Supriyadi beserta pasukan Peta berusaha
melawan Jepang walaupun akhirnya dapat dikalahkan

16 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


KEBIJAKAN PEMERINTAH PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

Tujuan BudayanyaBentuk kebijakan


Kegiatan Propoganda ▪ Mendirikan Gerakan Tiga A
▪ Slogan persemakmuran Asia Raya
▪ Mendirikan Kantor berita DOMEI
Membentuk Tiga ▪ Indonesia dibagi menjadi tiga pemerintahan, yaitu: AD 16 di
Pemerintahan daerah jawa yang berpusat di Jakarta, AD 25 di daerah
Sumatera yang berpusat di Bukittinggi, dan AL (Armada ke-2)
di Indonesia baian timur yang berpusat di Makassar.
Menghapuskan Pengaruh ▪ Melarang penggunaan bahasa Belanda
Barat ▪ Menghapuskan jabatan Gubernur Jenderal
▪ Menyelenggarakan Pendidikan tanpa membedakan golongan
▪ Mengganti nama kota Batavia menjadi Jakarta
Menyebarkan budaya ▪ Mewajibkan pelajar menyanyikan lagu kimigayo
Jepang ▪ Mewajibkan sekolah-sekolah mengibarkan bendera
Hinomaru
▪ Mewajibkan Kinrohosyi/Kerja Bakti
▪ Mengajarkan Taiso/ senam Jepang
▪ Mengadakan perayaan Tencosetsu/ hari lahir kaisar Jepang
▪ Mengganti tahun Masehi dengan tahun Sumera
▪ Mewajibkan Seikerei/menyembah istana kaisar di tokyo

Menarik dukungan dari ▪ Mengikutsertakan elit Islam di dalam pemerintahan / Chuo


kelompok Nasionalis Islam Sangi In (dewan penasehat)
▪ Menetapkan berdirinya MIAI

Menanamkan Militerisme ▪ Menanamkan semangat Busyido


▪ Mendirikan lascar-laskar semi militer dan melatih kemiliteran
▪ Membubarkan seluruh partai politik Indonesia
Kebijakan Ekonomi ▪ Memaksa Rakyat untuk menanam pohon Jarak
▪ Tidak menangani perkebunan-perkebunan yang tidak
berhubungan dengan kepentingan perang secara langsung
▪ Melaksanakan sistem ekonomi Autarki
Mobilisasi Penduduk ▪ Membentuk Romusha dan Jugun Ianfu

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 17


PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA

Peristiwa Budayanya Keterangan


Pada September 1944 Jepang berjanji akan
Janji PM Koiso
memerdekaan Indonesia dikemudian hari
Siding BPUPKI 1 pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945
Tujuan : Merumuskan dasar Negara
Pidato M. Yamin (29 Mei), Soepomo (31 Mei), dan
Soekarno (1 Juni). Soekarno mengemukakan istilah
Pancasila
Hasilnya adalah Pancasila sebagai dasar Negara
Rapat Panitia Kecil yang berjumlah 9 orang pada tanggal
22 Juni 1945 yang menghasilkan Piagam Jakarta
BPUPKI
Siding BPUPKI 2,
Tujuan : membahas rancangan UUD Negara
Proses : pembahasan bentuk Negara, pembahasan
Piagam Jakarta, dan Pembentukan berbagai panitia
Terjadi pada tanggal 7 – 10 Juli 1945 yang menghasilkan
penerimaan secara bulat Piagam Jakarta, Kesepakatan
bentuk Negara Kesatuan, dan Pembuatan Batang Tubuh
UUD 1945.
Dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 ketika jepang
dalam keadaan terdesak dalam perang melawan sekutu
Tujuan dibentuk PPKI adalah mempersiapkan
kemerdekaan Indonesia
Kejadian :
6 dan 9 Agustus 1945 Jepang dibom atom oleh sekutu
9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta, Radjiman dipanggil oleh
PPKI
M. Terauchi ke Dalat
15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu
16 Agustus 1945 terjadi perselisihan pendapat dan
Peristiwa Rengas Dengklok
17 Agustus 1945 Soekarno – Hatta memproklamasikan
Kemerdekaan Indonesia di Jl. Pegangsaan Timur no. 56
jakarta

18 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


KEBIJAKAN PEMERINTAH PADA AWAL KEMERDEKAAN (1945-1957)

Bidang Politik Budayanya Bidang Ekonomi


Penentapan UUD RI, pemiliahn Wapres, Rekonstruksi dan rasionalisasi angkatan
Pembentukan Komite Nasional (18-8-1945) perang
Pembagian wilayah RI atas 8 provinsi, Penetapan 3 mata Uang (Mata Uang De
penetapan kementrian dan 12 Departemen Javasche Bank, Mata uang Hindia Belanda,
dan pembentukan Komite Nasional Daerah Mata uang pendudukan Jepang)
(19-8-1945)
Penetapan Komite nasional, Partai Nasional, Melakukan pinjaman Nasional dengan
dan BKR (22-8-1945) mengeluarkan seruan kepada penduduk Jawa
dan Madura untuk menyetorkan uang ke Bank
Tabungan Pos di rumah-rumah Pegadaian

Pembentukan TKR (5-10-1945) Mengeluarkan ORI


Maklumat Wapres (16-10-1945) Pembentukan BNI (BNI’46)
Maklumat Wapres (3-11-1945) Pembentukan BRI
Maklumat Wapres (14-11-1945) Plan Kasimo (1948)
Pengiriman Beras ke India Gerakan Benteng Sumitro (1950)
Mengadakan perundingan Linggajati, Renville, Naionalisasi De Javasche Bank (1951)
Roem Roijen, KMB

Peleburan TNI dan Ex KNIL kedalam APRIS Sistem Ekonomi Ali Baba
Kembali ke Bentuk Negara Kesatuan 17-8- Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda
1950 dalam rangka merebut Irian Barat (1957)
Pembatalan Uni Indonesia Belanda dan KMB
Pemilihan Umum 1955

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 19


PERJANJIAN SETELAH KEMERDEKAAN INDONESIA

No Perjanjian Isi Budayanya


Perjanjian Dampak/Akibat
1 Linggarjati ▪ Belanda mengakui RI secara de facto atas ▪ Mucul pro dan
(10 – 15 Nov Sumatera, Jawa, dan Madura kontra, oposisi dari
1946) ▪ RI dan Belanda akan membentuk NIS persatuan
▪ NIS dan Belanda akan membentuk Uni perjuangan
Indonesia-Belanda dengan ratu Belanda ▪ Jatuhnya Kabinet S.
sebagai ketua Syahrir
▪ Belanda melakukan
pecah belah
2 Renville ▪ Gencatan senjata antara RI dengan Belanda ▪ Diakuinya garis
(17 Januari ▪ Pengakuan de facto atas wilayah kekuasaan Demarkasi Van Mook
1948) Belanda ▪ Wilayah RI semakin
▪ Diadakan plebisit di wilayah yang diduduki Kecil
Belanda ▪ Jatuhnya Kbinet Amir
Syarifudin

3 Roem Roijen ▪ Pihak RI : ▪ Yogyakarta kembali


(7 Mei 1949) ✓ Menghentikan perang Gerilya menjadi Ibukota RI
✓ Bekerjasama memulihkan perdamaian ▪ Syarifudin
✓ Turut serta dalam KMB Prawiranegara
▪ Pihak Belanda: (Ketua PDRI)
✓ Menghentikan Agresi Militer menyerahkan
✓ Mengembalikan pemerintahan Indonesia mandatnya kepada
ke Yogyakarta PM Hatta
✓ Membebaskan tahanan politik
✓ Menyetujui RI sebagai NIS
✓ Menyelenggarakan KMB
Konfrensi ▪ RI dan BFO membentuk Komite Persiapan ▪ Kesepakatan RI dan
Inter/Antar ▪ Kesepakatan tentang Bendera, Lagu BFO mengenai
Indonesia Kebangsaan, Bahasa, dan Hari Nasional masalah pokok
(Juli – ▪ Pembentukan APRIS dengan TNI sebagai bangsa Indonesia
Agustus tentara Inti ▪ Kesiapan
1949) menghadapi KMB
KMB ▪ Belanda mengakui kedaulatan RIS selambat- ▪ RIS diakui secara de
(27 Des lambatnya tanggal 30 desember 1949 jure oleh Belanda
1949) ▪ RI dan Belanda membentuk Uni Indonesia – ▪ Indonesia
Belanda yang diketuai oleh ratu Belanda menanggung hutang
▪ Pasukan Belanda ditarik mundur, KNIL Hindia Belanda
dibubarkan ▪ Reorganisasi tentara
▪ Bekas KNIL dimasukan kedalam APRIS ▪ Berakhirnya perang
▪ Status Irian Barat ditunda satu tahun kemerdekaan
kemudian

20 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


JENIS-JENIS PERGOLAKAN DI DAERAH DI INDONESIA

Jenis Bentuk Tokoh Budayanya


Tujuan/Orientasi/Latar Belakang
pergolakan pergolakan Pergolakan
Menuntuk APRA dijadikan sebagai tentara
Negara Pasundan
Menentang Rencana kembalinya bentuk Negara
APRA (1950) Westerling
kesatuan dan mendukung Federalisme
Melindungi kepentingan Ekonomi dan modal
Belanda di Jawa Barat
Mendirikan Negara Maluku Selatan yang berada
RMS (1950) Soumokil
Gerakan diluar RIS dan NIT
Separatis Menentang Rencana pemerintah RIS untuk
mengurangi pengaruh tentara APRIS dari unsur
KNIL di Indonesia Timur
ANDI AZIS Menolak masuknya pasukan APRIS dari unsur
Andi Azis
(1950) TNI ke Makasar
Menentang rencana kembalinya bentuk Negara
kesatuan dan ingin mempertahankan Negara
Indonesia Timur
Menentang politik Renville yang menyerahkan
Jawa Barat kepada Belanda
Kecewa karena tidak dimasukannya Piagam
DI/TII Jawa
S.M. Kartosuwiryo Jakarta kedalam Pembukaan UUD 1945
Barat
Dilatarbelakangi oleh Hijrahnya divisi Siliwangi
dari Jawa Barat
Ingin mendirikan Negara Islam
DI/TII Jawa Amir Fatah Menentang upaya pelucutan senjata yang
Tengah dilakukan oleh pemerintah terhadap laskar-
laskar bersenjata (Rekonstruksi-Rasionalisasi)
Ideologis
DI/TII Aceh Daud Beureuh Menentang penghapusan status provinsi dan
daerah Istimewa Aceh serta dimasukannya Aceh
sebagai Karesidenan Provinsi Sumatera Utara
DI/TII Kalsel Ibnu Hajar Menentang upaya pelucutan senjata yang
dilakukan oleh pemerintah terhadap laskar-
laskar bersenjata (Rekonstruksi-Rasionalisasi)
DI/TII Sulsel Kahar Muzakar Kecewa karena tuntutan agar kesatuan gerilya
Sulawesi Selatan yang dipimpinnya dijadikan
sebagai tentara dengan nama Brigade Hasanudin
tidak dikabulkan oleh pemerintah
PERMESTA Vence Sumual, Kecewa dengan sistem perimbangan ekonomi
(1957) Saleh Lahade, antara pusat dan daerah
Gerungan
Ahmad Husein, Khawatir dengan makin berkembangnya
Etnis
Barlian, Simbolon, Komunisme (PKI)
PRRI (1958) Sumitro, Natsir, Menolak ide demokrasi Terpimpin yang
Syafruddin, dilontarkan oleh Presiden soekarno
Prawiranegara

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 21


KABINET MASA DEMOKRASI LIBERAL (1950-1959)

No Kabinet Peristiwa Penyebab Jatuh Partai Koalisi


1 M. Natsir ▪ Menjadi anggota PBB ▪ Mosi Masyumi dan
(Sep 1950 – Mar ▪ Ekspor tinggi (Korea Hardikusumo PSI
1951) Boom)
▪ Gaerakan Benteng
2 Sukiman ▪ Nasionalisasi de ▪ Mutual Security Masyumi dan
(April 1951 – Feb javasche Bank Act (MSA) PNI
1952)
3 Wilopo ▪ Peristiwa 17 Oktober ▪ Peristiwa PNI dan
(April 1952 – Juni 1952 Tanjung Masyumi
1953) ▪ de javasche Bank Morawa
dijadikan BI
4 Ali Sastroamijoyo ▪ Pemutusan Uni – ▪ Peristiwa 27 PNI dan NU
(Ali Wongso) Indonesia Belanda Juni 1955
(31 Juli 1953 – 24 ▪ Penyelenggaraan KAA
Juli 1955)
5 Burhanuddin ▪ Penyelenggaraan ▪ Pasca pemilu Masyumi, PNI,
Harahap Pemilu 1955 (Sept DPR 1955 dan NU
(Ags 1955 – Mar dan Des 1955) ▪ Penarikan
1956) dukungan NU
6 Ali Sastroamijoyo II ▪ Pembatalan hasil KMB ▪ Kisruh PRRI- PNI, Masyumi,
(Mar 1956 – 14 Mar + Utang Permesta dan NU
1957)
7 Djuanda ▪ Nasionalisasi ▪ Dikeluarkannya Zaken Kabinet
Mar 1957 – 5 Juli perusahaan dan Dekrit Presiden (Profesional)
1959) perkebunan Belanda
▪ Deklarasi djuanda
▪ (laut territorial 3 mil
menjadi 12 mil)

22 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


KEBIJAKAN EKONOMI MASA DEMOKRASI LIBERAL

Nama Isi
Tujuan : untuk melindungi pengusaha pribumi
Caranya dengan memberikan kredit dan lisensi
Gerakan Benteng 1950 impor hanya untuk pengusaha pribumi
Gerakan Benteng mengalami kegagalan karena
berbagai penyelewengan
Tujuan: salah satu cara menciptakan system
ekonomi nasional, mencegah, masuknya
Nasionalisasi de Javasche Bank (1951)
pengaruh Belanda
Cara: membeli saham-saham de Javasche Bank
System Ekonomi Ali-Baba Tujuan:
Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda
(1957)

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 23


MASA DEMOKRASI TERPIMPIN

Ekonomi ▪ Pembentukan Depernas 1959


▪ Kebijakan pemotongan nilai mata uang 1959
▪ Percetakan uang secara tidak terkendali
▪ Dekon (Deklarasi Ekonomi)
▪ Kebijakan Ekonomi berdikari 1965
▪ Rencana pembangunan semesta berencana
Politik ▪ Penyederhanaan partai-partai politik, penghapusan PSI dan
masyumi
▪ Pembentukan MPRS dan DPAS
▪ Disetujuinya DPR 1995 sebagai DPR sesuai 1945, Pembubaran DPR
dan kemudian diganti DPR GR
▪ Reorganisasi Tentara
▪ Politik mercusuar
▪ Pembubaran Manikebu pada 1964 dan organisasi-organisasi
lainnya.
▪ Paham NASAKOM
Luar Negeri ▪ Tuan Rumah ASIAN Games dan Ganefo
▪ Menggagas Pembentukan Gerakan Non Blok (GNB)
▪ Pembebasan Irian Barat dari Belanda
▪ Konfrontasi dengan Malaysia
▪ Konfrontasi dengan negara-negara barat
▪ Keluar dari PBB pada tahun 1965
▪ Pembentukan Poros Jakarta – Hanoi – Phnompen – Pyongyang –
Peking

PENYALAHGUNAAN PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN


No Penyalahgunaan Penjelasan
1 Pengangkatan Soekarno Bertentangan dengan UUD 1945 pasal 7 yang
sebagai Presiden seumur menyatakan Presiden dipilih selama 5 tahun
Hidup oleh MPRS tahun sekali
1963
2 Pidato Presiden dijadikan Bertentangan dengan UUD 1945 yang
GBHN (Garis-garis Besar menyatakan bahwa GBHN seharusnya dibuat oleh
Haluan Negara) MPR sebagai lembaga tertinggi negara)
3 Pembubaran DPR Bertentangan dengan UUD 1945 karena presiden
dan DPR sama-sama lembaga tinggi negara

24 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


MASA ORDE BARU 11 MARET 1966-21 MEI 1998

1966-1975 1976-1992-AN 1993-1998


BIDANG
AWAL ORDE BARU MASA KEEMASAN TANTANGAN, KRISIS
Menjadi Presiden Pilar utama : ABRI dan KKn semakin menjadi-
1967,1988 Golkar jadi
Pemilu 1971 : Pemilu 1977, 1982, Pemilu 1992, 1997 :
(STABILITAS Golkar 1987 Golkar
POLITIK) Penggabungan
Asas Tunggal, Feb 1985
Mencapai Parpol, 1973
Kestabilan Peristiwa Malari, Banyak kasus Semakin banyak kasus
1974 pelanggaran HAM pelanggaran HAM
Irian + Timtim Timtim dan Aceh
Timtim relative “aman”
integrasi bergolak
Mengangkat Mafia Pert Eko Cepat 71-81 Pert Eko Orba : rata-rata
(PERTUMBUHAN Berkeley (7,7%) (6,8%)
EKONOMI) Membentuk IGGI, Utang semakin besar,
IGGI diubah CGI, 1992
Sistem 1967 1988 51 M
Demokrasi Booming minyak s.d Utang semakin besar,
Inflasi teratasi, 1969
Ekonomi, dekat 1980-an 1992 84 M
dengan barat Booming minyak Revolusi pertanian : Neraca Defisit, ekonomi
1973 Panca Usaha Tani mulai mengkhawatirkan
Repelita I (1969-
Repelita II, III, IV Repelita V, VI
1974), II
KESEJAHTERAAN
Pembangunan Pembangunan bagian
(PEMERATAAN Pembangunan berlanjut
dimulai barat, KB, Swasembada
PEMBANGUNAN)
Investasi mulai pangan, pendidikan, Muncul “kesalehan
masuk subsidi BBM dsb Sosial”
Poros Jkt-Peking 1994 : tuan rumah KTT
Pasukan garuda
dihapus APEC ke-6 di Bogor
LUAR NEGERI
Bergabung dengan
dari konfrontasi APEC, OPEC, Non Blok
PBB kembali
ke bebas aktif
Normalisasi hub Mediasi konflik
(lebih dekat
dengan Malaysia Kamboja
dengan barat)
Membentuk ASEAN, Jadi sekretaris ASEAN,
1968 76

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 25


MASA REFORMASI 21 MEI1998 – Sekarang

GUSDUR (20 MEGAWATI


B.J. HABIBIE (21 Mei SBY (20 Okt
BIDANG Okt 1999-23 (23 Juli 2001-
1998-20 Okt 1999) 2004-
Juli 2001) 20 Okt 2004)
Kab Persatuan Kab Gotong Kab Indonesia
Kab. Ref Pembangunan
Nasional royong bersatu
Lawatan ke luar
Membebaskan tapol orba
negeri
Pengembangan Jan 2001 mulai
demokrasi desentralisasi
Pemilu : DPR
Sidang istimewa 7 Juli 98 dan DPD
Mendorong Muncul kasus
S. istimewa 10-13 nov 98 (april 2004)
pluralisme dan besar, missal :
POLITIK Siding MPR 1-21 okt dan pilpres
keterbukaan kasus Century
1999 (juli dan sept
2004)
Pemilu 2009
Penghapusan Pemilu 2004
diikuti 38
Pemilu 7 juni 99, diikuti
Departemen diikuti 24
partai nasional
48 partai
Sosisal partai & 6 partai lokal
Aceh
Amandemen UUD 1945 sebanyak 4 kali (lebih dari 80% UUD 45 berubah)
berdiri DPD, KPK, KY
Berbagai bom
Menimbulkan Berbagai
: Bali 1 & 2,
kontroversi mis bencana :
Kerusuhan SARA, Kuningan,
: ide tsunami Aceh,
Purwerejo, Banyuwangi, Marriot,
pembukaan hub lumpur
Sampit, Poso dan Ambon Kedutaan
diplomasi Lapindo,
Besar, gereja
dengan Israel gempa Yogya
Maluku dsb
KEAMANAN, Rekonsiliasi
KEADAAN, Keanggotaan fraksi ABRI Nasional: Irian-
& HUKUM di DPR dikurangi jadi 38 Papua, Cina-
“jadi WNI”
Referendum Timtim 30 Kerusuhan Pemberantasan
Agust 99 Maluku KKN oleh KPK
Aceh jeda
Pengiriman Perjanjian
Aceh (GAM) dan Papua kemanusiaam
pasuksn ke Helsinki
(OPM) masih bergejolak diberlakukan
Aceh (damai)
syariat islam
Menarik BBM naik :
Merekapitulasi investasi dari dialihkan ke
Kasus BLBI
perbankan luar negeri ke pendidikan dan
EKONOMI dalam negeri kesehatan
Implementasikan 2003 : hub
Menaikan gaji Konversi BBM
reformasi yg disyaratkan dengan IMF
PNS ke Gas
IMF berakhir

26 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


PENGARUH REVOLUSI AMERIKA

Timbulnya gerakan kemerdekaan di Contoh: perlawanan Simon


Amerika Latin menentang penjajahan Bolifar (the Liberator) di
Spanyol Kolombia, Venezuela,
Ekuador, Peru dan Bolivia,
Jose san de martin di
Di Bidang Politik Argentina dan Cili
Berkembangnya ide-ide tenang HAM Pemilihan Umum menjadi
dan pemerintahan demokratis melembaga
Meletusnya Revolusi Prancis (1789) Ide demokrasi dari AS
dibawa ke Prancis oleh
Laffayette
Berkembangnya faham Liberal-
Di Bidang Ekonomi
Kapitalis

PENGARUH REVOLUSI PERANCIS

Berkembangnya faham Liberalisme, Napoleon ingin menjadikan Prancis


Sosialisme, dan Nasionalisme sebagai penguasa Eropa
Pengertian Demokrasi dan Republik Prancis menjadi Negara Eropa yang
menjadi lebih nyata pertama kali bercorak Republik
Undang-undang dianggap sebagai Napoleon mengeluarkan code
kekuasaan tertinggi Penal/Pidana, code civil/ Perdata, code
Di Bidang
comerce/perdagangan yang kemudian
Politik
di adopsi oleh banyak negara
Timbulnya ide untuk aksi-aksi Terjadinya revolusi 1830 untuk
Revolusioner menumbangkan Raja Charles X,
Revolusi 1848 untuk menumbangkan
Louis Phillipe, dan revolusi 1871 yang
menumbangkan Napoleon III
Dihapuskannya sistem pajak feodal Sebelum revolusi golongan rakyat dan
borjuis dikenakan pajak sedangkan
golongan Pendeta dan bangsawan
Dibidang
tidak.
Ekonomi
Petani menjadi pemilik tanah
Dihapuskannya sistem Gilda Akibatnya industri mulai berkembang
di Prancis
Terbentuknya susunan masyarakat Stratifikasi sosial atas dasar 4 golongan
Di bidang
baru dihapuskan
Sosial
Pendidikan menjadi hak warga negara

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 27


REVOLUSI INDUSTRI

Inggris memiliki jajahan yang luas


Kekuasaan Inggris di India mendatangkan keuntungan yang banyak,
berupa Emas
Faktor Pendorong
Keadaan dalam negeri yang stabil
Revolusi di Inggris
Ketidakpuasan terhadap sistem Gilda
Banyak terdapat cendekiawan dan berkembangnya ilmu pengetahuan
Terjadinya Revolusi Agraria

DAMPAK REVOLUSI INGGRIS

Bidang Ekonomi ▪ Industrialisasi terjadi di Eropa


▪ Munculnya kota-kota baru dan
terjadinya urbanisasi
▪ Berkembangnya Liberalisme dan
Kapitalisme
▪ Perdagangan antar Negara meningkat
Bidang Politik ▪ Daerah jajahan makin bertambah
▪ Terjadinya perang dunia
▪ Terjadinya persaingan
memperebutkan daerah jajahan
▪ Munculnya imperialism modern yang
berorientasi
Dampak Revolusi Inggris
▪ Bahan mentah dan daerah pemasaran
Bidang Sosial ▪ Munculnya stratifikasi sosial :
kapitalis vs buruh
▪ Munculnya masalah sosial perkotaan
▪ Terjadinya revolusi sosial
▪ Munculnya partai buruh
▪ Pabrik sebagai pusat kehidupan
ekonomi, sosial-budaya, politik
▪ Munculnya faham sosialisme (Utopia
dan Modern)
▪ Dikeluarkannya sejumlah undang-
undang sosial

28 BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI


MODERNISASI JEPANG SEJAK 1868

Bidang Politik ▪ Penghapusan system pemerintahan Bakufu/shogun


▪ UUD dan parlemen (Diet) dibentuk
▪ Pemindahan ibukota dari Kyoto ke Tokyo
▪ Tenno menjadi pusat pemerintahan dan orientasi sosial-
budaya
▪ Dibuat lagu kebangsaan (kimigayo) dan bendera
kebangsaan (Hinomaru)
▪ Syintoisme menjadi agama negara
▪ Dibentuk pemerintahan provinsi
Bidang Ekonomi Industrialisasi besar-besaran
Bidang pendidikan ▪ Wajib belajar bagi warga Jepang
▪ Pengiriman pelajar ke Luar Negeri
▪ Pembaharuan pendidikan menganut model Eropa
▪ Sekolah menengah dan perguruan tinggi di ibukota di
seluruh negeri
Bidang Militer ▪ Wajib militer bagi warga negara diatas 20 tahun
▪ Pembangunan angkatan perang secara modern dan besar-
besaran
▪ Dibentuk pertahanan (Gunbatsu) yang bertanggung jawab
kepada Tenno
▪ Pengembangan semangat Busyido

BUKU MATERI IPS – BIMBINGAN ALUMNI UI 29