Anda di halaman 1dari 33

Peradaban India Kuno (Indhus dan Gangga)

A. Peradaban Lembah Sungai Indhus (Shindu)


1. Pusat Peradaban
Peradaban Lembah Sungai Indus berada sepanjang Sungai Indus di Pakistan
sekarang ini. Peradaban Lembah Sungai Indus, 2800 SM–1800 SM, merupakan
sebuah peradaban kuno yang hidup sepanjang Sungai Indus dan Sungai Ghaggar-
Hakra yang sekarang Pakistan dan India barat. Peradaban ini sering juga disebut
sebagai Peradaban Harappan Lembah Indus, karena kota penggalian pertamanya
disebut Harappa, atau juga Peradaban Indus Sarasvati karena Sungai Sarasvati yang
mungkin kering pada akhir 1900 SM. Pemusatan terbesar dari Lembah Indus berada
di timur Indus, dekat wilayah yang dulunya merupakan Sungai Sarasvati kuno yang
pernah mengalir.
Asal mula peradaban India, berasal dari kebudayaan sungai India, mewakili
dua kota peninggalan kuno yang paling penting dan paling awal dalam peradaban
sungai India, yang sekarang letaknya di kota Mohenjodaro, propinsi Sindu Pakistan
dan kota Harappa dipropinsi Punjabi. Penduduk kala itu adalah penduduk bangsa
Dravida.
Secara geografis, letak peradaban kuno ini di sebelah utara berbatasan dengan
pegunungan Himalaya. Sebelah barat berbatasan dengan Pakistan. Di selatan,
berbatasan dengan Samudera Hindia dan sebelah timur berbatasan dengan Myanmar
dan Bangladesh.

2. Sistem Pertanian dan Pengairan


Pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat India. Limpahan
lumpur sungai Indus telah memberikan kesuburan bagi tanah disekitarnya. Pada
perkembangan selanjutnya, masyarakat telah berhasil menyalurkan air yang mengalir
dari Lembah Sungai Indus sampai jauh ke daerah pedalaman.
Pembuatan saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah pertanian
menunjukkan bahwa masyarakat Lembah Sungai Indus telah memiliki peradaban
yang tinggi. Hasil-hasil pertanian yang utama adalah padi, gandum, gula/tebu, kapas,
teh, dan lain-lain.

3. Sanitasi (Kesehatan)
Masyarakat Mohenjodaro dan Harappa telah memperhatikan sanitasi
(kesehatan) lingkungannya. Teknik-teknik atau cara-cara pembangunan rumah yang
telah memperhatikan faktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan yaitu rumah
mereka sudah dilengkapi oleh jendela.
Kamar-kamar dilengkapi dengan jendela-jendela yang lebar dan berhubungan
langsung dengan udara bebas, sehingga pergantian udara cukup lancar.
4. Teknologi
Masyarakat Lembah Sungai Indus sudah memiliki ilmu pengetahuan dan
teknologi, Kemampuan mereka dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan
budaya yang ditemukan, seperti bangunan Kota Mohenjodaro dan Harappa, berbagai
macam patung, perhiasan emas, perak, dan berbagai macam meterai dengan
lukisannya yang bermutu tinggi dan alat-alat peperangan seperti tombak, pedang, dan
anak panah, alat-alat rumah tangga, alat-alat pertanian, kain dari kapas, serta
bangunan-bangunan.
Demikian juga dengan barang-barang yang terbuat dari tanah liat yang
dibakar atau yang disebut terracota, teruma barang-barang peralatan rumah tangga.

5. Perekonomian
sistem perekonomian masyarakat lembah Sungai Indus sangat bergantung
pada pengolahan lahan pertanian di sekitar sungai. Di kawasan ini, petani menanam
padi, gandum, sayuran, buah-buahan, dan kapas. Selain itu mereka juga beternak
sapi, kerbau, domba, dan babi. Selain pertanian dan peternakan, perdagangan juga
merupakan aspek perekonomian penting bagi masyarakat lembah Sungai Indus.
Kelebihan hasil pertanian membuat mereka dapat melakukan perdagangan
dengan bangsa lain terutama dengan penduduk Mesopotamia. Barang dagangan yang
diperjual-belikan masyarakat lembah. Sungai Indus adalah barang-barang dari
perunggu dan tembaga, bejana dari perak dan emas, serta perhiasan dari kulit dan
gading.

6. Pemerintahan
Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Maurya antara lain sebagai berikut :

a. Candragupta Maurya
Candragupta Maurya menjadi raja pertama Kerajaan Maurya. Pada masa
pemerintahannya, daerah kekuasaan Kerajaan Maurya diperluas ke arah timur,
sehingga sebagian besar daerah India bagian utara menjadi bagian dari
kekuasaannya. Dalam waktu singkat, wilayah Kerajaan Maurya sudah mencapai
daerah yang sangat iuas, yaitu daerah Kashmir di sebelah barat dan Lembah
Sungai Gangga di sebelah timur.

b. Ashoka
Ashoka memerintah.Kerajaan Maurya dari tahun 268-282 SM. Ashoka
merupakan cucu dari Candragupta Maurya. Pada masa pemerintahannya,
Kerajaan Maurya mengalami masa yang gemilang. Kalingga dan Dekkan berhasil
dikuasainya. Namun, setelah ia menyaksikan korban bencana perang yang maha
dahsyat di Kalingga, timbul penyesalan dan tidak lagi melakukan peperangan.
Mula-mula Ashoka beragama Hindu, tetapi kemudian menjadi pengikut
agama Buddha. Sejak saat itu Ashoka menjadikan agama Buddha sebagai agama
resmi negara. Setelah Ashoka meninggal, kerajaan terpecah-belah menjadi
kerajaan kecil. Peperangan sering terjadi dan baru pada abad ke-4 M muncul
seorang raja yang berhasil mempersatukan kerajaan yang terpecah belah itu.
Maka berdirilah Kerajaan Gupta dengan Candragupta I sebagai rajanya.

7. Kepercayaan
Sistem kepercayaan masyarakat Lembah Sungai Indus bersifat politeisme atau
memuja banyak dewa. Dewa-dewa tersebut misalnya dewa bertanduk besar, dewa
kesuburan dan kemakmuran (Dewi Ibu).
Masyarakat lembah Sungai Indus juga menyembah binatang-binatang seperti
buaya dan gajah serta menyembah pohon seperti pohon pipal (beringin). Pemujaan
tersebut dimaksudkan sebagai tanda terima kasih terhadap kehidupan yang
dinikmatinya, berupa kesejahteraan dan perdamaian.

8. Hilangnya Peradaban Indus


Peradaban Sungai Indus runtuh akibat serbuan bangsa Arya tahun 1000 SM
melalui celah Khyber. Sejarah bangsa Arya diperoleh dari kitab Rigveda. Setelah
berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah
yang subur, akhirnya mereka hidup menetap.

B. Peradaban di Lembah Sungai Gangga


1. Lokasi
Lembah sungai Gangga dengan anak sungainya Yamuna terletak antara
Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Vindhya. Kedua sungai tersebut bermata air
di Pegunungan Himalaya dan mengalir di kota-kota besar seperti Delhi, Agra, dan
bermuara di wilayah Bangladesh ke teluk Banggala. Sungai Ganggabertemu dengan
Sungai Brahmaputra yang bermata air di Pegunungan Kwen Lun. Lembah Sungai
Gangga merupakan daerah yang subur.

2. Pendukung
Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Aria yang
termasuk bangsa Indo Jerman. Bangsa Aria memasuki wilayah India antara tahun
2000- 1500 SM melalui celah Pas Kaiber di Pegunungan Hindu Kush. Merka berkulit
putih, berbadan tinggi, dan berhidung mancung. Pencahariannya semula berternak
dan kehidupannya terus mengembara. Tetapi setelah berhasil mengalahkan bangsa
Dravisa di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah yang subur, mereka akhirnya
bercocok tanam dan hidup menetap. Selanjutnya, mereka menduduki Lembah Sungai
Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya. Kebudayaan campuran antara
kebudayaan bangsa Arya dengan bangsa Dravida dikenal dengan sebutan kebudayaan
Hindu.

3. Masyarakat
Bangsa Aria berusaha untuk tidak bercampur dengan bangsa Dravida yang
merupakan penduduk asli India. Mereka menyebut bangsa Dravida adalah anasah
artinya tidak berhidung atau berhidung pesek dan dasa artinya raksasa. Untuk
memelihara kemurnian keturunannya, diadakan sistem pelapisan (kasta) yang
dikatakannya bersumber pada ajaran agama. Bangsa Aria berhasil mengambil alih
kekuasaan politik, sosial dan ekonomi. Akan tetapi, dalam kebudayaan terjadi
percampuran (asimilasi) antara Aria dan Dravida. Percampuran budaya itu
melahirkan kebudayaan Weda. Kebudayaan inilah yang melahirkan agama dan
kebudayaan Hindu atau Hinduisme. Daerah perkembangan pertamanya di lembah
Sungai Gangga yang kemudian disebut Aryawarta (negeri orang Aria) atau Hindustan
(tanah milik orang Hindu).
Untuk mempertahankan kekuasaannya di tengah kehidupan masyarakat,
bangsa Arya berusaha menjaga kemurnian ras. Artinya, mereka melarang perkawinan
campur dengan bangsa Dravida. Untuk itulah, bangsa Arya menciptakan sistem kasta
dalam kemasyarakatan.
Sistem kasta didasarkan pada kedudukan, hak dan kewajiban seseorang dalam
masyarakat. Pembagian golongan atau tingkatan dalam masyarakat Hindu terdiri dari
empat kasta atau caturwarna, yakni :
 Brahmana (pendeta), bertugas dalam kehidupan keagamaan;
 Ksatria (raja, bangsawan dan prajurit), berkewajiban menjalankan pemerintahan
termasuk mempertahankan negara,
 Waisya (pedagang, petani, dan peternak), dan
 Sudra (pekerja-pekerja kasar dan budak).
 Kasta Brahmana, Kastria, Waisya terdiri dari orang-orang Aria.

4. Pemerintahan
Perkembangan sistem pemerintahan di Lembah Sungai Gangga merupakan
kelanjutan sistem pemerintahan masyarakat di daerah Lembah Sungai Indus.
Runtuhnya Kerajaan Maurya menjadikan keadaan kerajaan menjadi kacau
dikarenakan peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan
yang kacau, mulai aman kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan baru.
Kerajaan-kerajaan tersebut di antaranya Kerajaan Gupta dan Kerajaan Harsha.

a. Kerajaan Gupta
Pendiri Kerajaan Gupta adalah Raja Candragupta I dengan pusatnya di
Lembah Sungai Gangga. Pada masa pemerintahan Raja Candragupta I, agama
Hindu dijadikan agama negara, namun agama Buddha masih tetap dapat
berkembang.
Masa kejayaan Kerajaan Gupta terjadi pada masa pemerintahan
Samudragupta (Cucu Candragupta 1). Pada masa pemerintahannya Lembah
Sungai Gangga dan Lembah Sungai Indus berhasil dikuasainya dan Kota Ayodhia
ditetapkan sebagai ibukota kerajaan. Pengganti Raja Samudragupta adalah
Candragupta II, yang dikenal sebagai Wikramaditiya. Ia juga bergama Hindu,
namun tidak memandang rendah dan mempersulit perkembangan agama Budha.
Bahkan pada masa pemerintahannya berdiri perguruan tinggi agama Buddha di
Nalanda.
Di bawah pemerintahan Candragupta II kehidupan rakyat semakin makmur
dan sejahtera.. Kesusastraan mengalami masa gemilang. Pujangga yang terkenal
pada masa ini adalah pujangga Kalidasa dengan karangannya berjudul
“Syakuntala”. Perkembangan seni patung mencapai kemajuan yang juga pesat.
Hal ini terlihat dari pahatan-pahatan dan patung-patung terkenal menghiasi kuil-
kuil di Syanta. Dalam-perkembangannya Kerajaan Gupta mengalami kemunduran
setelah meninggalnya Raja Candragupta II. India mengalami masa kegelapan
selama kurang lebih dua abad.

b. Kerajaan Harsha
Setelah mengalami masa kegelapan, baru pada abad ke-7 M muncul Kerajaan
Harsha dengan rajanya Harshawardana. Ibu kota Kerajaan Harsha adalah Kanay.
Harshawardana merupakan seorang pujangga besar. Pada masa pemerintahannya
kesusastraan dan pendidikan berkembang dan pesat. Salah satu pujangga yang
terkenal pada masa kerajaan Harshawardana adalah pujangga Bana dengan
karyanya berjudul “Harshacarita”.
Raja Harsha pada awalnya memeluk agama Hindu, tetapi kemudian memeluk
agama Buddha. Di tepi Sungai Gangga banyak dibangun wihara dan stupa, serta
dibangun tempattempat penginapan dan fasilitas kesehatan. Candi-candi yang
rusak diperbaiki dan membangun candi-candi baru. Setelah masa pemerintahan
Raja Harshawardana hingga abad ke-1 1 M tidak pernah diketahui adanya raja-
raja yang pernah berkuasa di Harsha.

5. Kebudayaan
Di Lembah Sungai Gangga inilah kebudayaan Hindu berkembang, baik di
wilayah India maupun di luar India. Masyarakat Hindu memuja banyak dewa
(Politeisme). Dewa-dewa tersebut, antara lain, Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewa
Baruna (Dewa Laut), Dewa Agni (Dewa Api), dan lain sebagainya. Dalam agama
Hindu dikenal dengan sistem kasta, yaitu pembagian kelas sosial berdasarkan warna
dan kewajiban sosial. Dalam perkembangan selanjutnya, sistem kasta inilah yang
menyebabkan munculnya agama Buddha. Hal ini dipelopori oleh Sidharta Gautama.
Agama Buddha mulai menyebar ke masyarakat India setelah Sidharta
Gautama mencapai tahap menjadi Sang Buddha. Agama Buddha terbagi menjadi dua
aliran, yaitu Buddha Mahayana dan Buddha Hinayana. Peradaban Sungai Gangga
meninggalkan beberapa bentuk kebudayaan yang tinggi seperti kesusastraan, seni
pahat, dan seni patung. Peradaban dari lembah sungai ini kemudian menyebar ke
daerah-daerah lain di Asia termasuk di Indonesia.

6. Agama
Agama dan kebudayaan Hindu lahir pertama kali di India sekitar tahun 1500
SM. Agama dan kebudayaan Hindu ini mengalami pertumbuhan pada zaman Weda.
Kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara kebudayaan bangsa Aria dari Asia
Tengah yang telah memasuki India dengan kebudayaan bangsa asli India (Dravida).
Hasil percampuran itulah yang disebut agama Hindu atau Hinduisme. Daerah
perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang disebut Aryawarta (negeri
orang Aria) dan Hindustan (tanah milik orang Hindu). Sejak berkembangnya
kebudayaan Hindu di India maka lahir agama Hindu. Dari India, agama Hindu
menyebar ke seluruh dunia dan banyak memengaruhi kebudayaan-kebudayaan di
dunia, termasuk Indonesia.
Menurut pendapat para ahli sejarah, berdasarkan temuan berbagai
peninggalan sejarah, diyakini bahwa bekas kota Mahenjo-Daro (Larkana) dan
Harappa (Punjab) di lembah Sungai Indus merupakan tempat timbul dan
berkembangnya agama Hindu.
Sumber ajaran Hindu adalah kitab Weda, yang bermakna pengetahuan Hindu.
Kitab-kitab penganut Hindu:
a) Kitab Weda
Terdiri dari 4 Samhita atau himpunan, yaitu:
 Reg Weda (merupakan kitab yang tertua), berisi puji-pujian kepada dewa
 Sama Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci yang merupakan pujian pada
waktu melaksanakan upacara
 Yajur Weda, berisi doa-doa yang diucapkan pada waktu upacara sesaji.
 Atharwa Weda, berisikan doa-doa bagi penyembuhan penyakit dan nyanyian
sakti kaum brahmana.
b) Kitab Brahmana
Berisi penjelasan kitab Weda, yang disusun oleh para pendeta.
c) Kitab Upanishad
Berisi petunjuk-petunjuk, agar orang dapat melepaskan diri dari samsara, dan
dapat mencapai moksa (kebahagiaan abadi).
Agama Hindu mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta, yaitu
Brahmana, terdiri dari golongan pendeta, bertugas mengurus soal kehidupan
keagamaan; Ksatria, terdiri dari golongan bangsawan dan prajurit, berkewajiban
menjalankan pemerintahan termasuk mempertahankan negara; Waisya, bertugas
untuk berdagang, bertani, dan beternak; Sudra, bertugas untuk melakukan
pekerjaan-pekerjaan kasar, seperti budak dan pelayan.
Bangsa Aria berhasil mengambil alih kekuasaan politik, sosial dan ekonomi.
Akan tetapi, dalam kebudayaan terjadi percampuran (asimilasi) antara Aria dan
Dravida. Percampuran budaya itu melahirkan kebudayaan Weda. Kebudayaan
inilah yang melahirkan agama dan kebudayaan Hindu atau Hinduisme. Daerah
perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang kemudian disebut
Aryawarta (negeri orang Aria) atau Hindustan (tanah milik orang Hindu).
Peradaban China Kuno

1. Sejarah china kuno

1. Kehidupan Ekonomi
Pada masa Dinasti Shang, mata pencaharian penduduk Cina Kuno sebagai
petani. Para petani saat itu sudah menggunakan bajak untuk mengolah tanah. Selain
itu, ada juga yang beternak, berburu dan menangkap ikan. Pada masa Dinasti Chou,
kehidupan masyarakat semakin berkembang. Ada yang menjadi pedagang, penenun,
pengrajin, penebang kayu dan buruh. Pada masa Dinasti Chin, mata pencaharian
utama penduduk adalah petani dan penenun.

2. Kehidupan Sosial
Dalam kehidupan sosial masyarakat Cina Kuno diatur dalam aturan
feodalisme. Kelompok bangsawan berkuasa atas rakyat. Rakyat wajib membayar
upeti/pajak kepada bangsawan. Masyarakat Cina Kuno menghormati beberapa
kekuatan gaib. Penghormatan itu ditujukan kepada:
 Dewa Langit (Syangit) sebagai dewa tertinggi.
 Kekuatan alam.
 Arwah leluhur.
Sedangkan sistem pemerintahan yang lazim digunakan di Cina ketika itu
adalah sistem dinasti. Sistem ini menganut pergantian kekuasaan secara turun-
temurun. Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa di Cina adalah:

 Dinasti Shang
 Dinasti Chou
 Dinasti Chin
 Dinasti Han
 Dinasti Tang
 Dinasti Shung

3. Seni sastra
 Lao Tse mengajarkan agar manusia mengikuti jalan yang ditentukan oleh alam
dan menolak kehidupan duniawi. Menurut ajaran ini, terdapat kekuatan gaib yang
mengatur alam semesta.. Kekuatan gaib ytersebut dinamakan Tao. Keadilan dan
ketentraman akan tercapai bila setiap orang tunduk pada Tao. Oleh karena itu,
ajaran Lao Tse terkenal dengan nama Taoisme. Tao artinya "jalan". Ajaran Lao
Tse dimuat dalam buku yang berjudul Tao Te Ching.
 Kong Fu Tse mengajarkan agar orang-orang Cina kembali pada kehidupan lama,
sebagaimana tradisi atau kebiasaan para leluhur. Selain itu, Kong Fu Tse
mengajarkan orang harus mengutamakan akhlak yang baik. Ajaran ini dinamakan
"Konfusianisme Kong Fu Tse", atau disebut Konfusius.
 Meng Tse mengajarkan ajaran yang menyangkut soal pemerintahan. Ia
berpendapat bahwa setiap manusia mempunyai pembawaan yang baik. Bila
seseorang berbuat jahat, hal itu akibat tidak puas atas pemerintahan yang buruk.
Menurut dia, rakyat mempunyai hak untuk memberontak jika kaisar yang
berkuasa tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat.
Bangsa Cina kuno telah mengenal tulisan sejak zaman Dinasti Shang.
Tulisan-tulisan biasanya terdapat pada kulitpenyu, tulang-tulang binatang atau pada
piring-piring. Tulisannya berbentuk gambar atau lambang (pictograf). Pada masa
Dinasti Chou, tulisan dipahatkan pada potongan-potongan bambu. Tiap daerah
mempunyai bentuk tulisan sendiri. Pada Dinasti Chin, tulisan Cina berhasil disatukan.
Dibidang seni bangunan, bangsa Cina Kuno telah memiliki keahlian yang
tinggi. Hal ini terbukti dari hasil-hasil seni bangunan seperti Kuil Langit, Tembok
Besar atau Pintu Gerbang Kuil. Kuil Langit dibangun untuk menghormati Dewa
Langit ini terdapat di Peking.
Tembok Besar Cina dibangun pada masa Dinasti Chin. Tembok Besar ini
merupakan salah satu keajaiban dunia. Tembok ini disebut besar atau raksasa karena
ukurannya. Panjangnya 2.430 Km, lebar 8 m, dan tinggi 16 m. Tembok ini dibangun
selama 20 tahun dengan tenaga 1.000.000 orang. Tembok Besar dibangun untuk
menahan serangan dari suku-suku Barbar di sebelah utara, seperti suku Hsiung-Nu.
Pada masa peradaban Cina Kuno, Peking adalah tempat kediaman Kaisar. Di
situ banyak istana dan kuil. Pintu gerbang kuil Kong Fu Tse sangat bagus buatannya.
Dinding-dindingnya dihiasi tegel berwarna-warni. Atapnya berbentuk melengkung ke
atas. Pintu gerbang ini merupakan jalan masuk menuju kuil. Kuil itu merupakan
tempat untuk menghormati arwah guru besar bangsa Tionghoa.

4. Sistem Pemerintahan
Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa pada zaman Cina Kuno, antara lain ada
Dinasti Shang, Dinasti Chou, Dinasti Chin, Dinasti Han, Dinasti Tang dan Dinasti
Sung. Namun, Dinasti T'ang (627-907 M) yang merupakan salah satu dinasti
terpenting di negeri Cina. Dinasti T'ang didirikan oleh Li Shih Minh, kemudian
terkenal dengan Kaisar T'ang Tai Tsung. Ibu kota Dinasti T'ang ditetapkan Sian Fu.
Dari ibu kotanya tersebut kaisar menjalankan pemerintahan yang dibantu oleh
pegawai-pegawai istana yang diangkatnya. Pada zaman Dinasti T'ang, seni sastra
berkembang. Penyair Cina yang terkenal pada zaman ini adalah Li Tai Po dan Tu Fu.
Pada zaman Dinasti T'ang, agama Nasrani dan Islam mulai masuk ke Cina
melalui Asia Tengah. Kedua agama itu masuk ke Cina melalui hubungan
perdagangan. Hal itu terjadi mengingat jauh sebelum Dinasti T'ang, negeri Cina telah
menjalin hubungan perdagangan dengan bangsa-bangsa di Asia Barat.

5. Pertanian dan Perdagangan


Lembah Sungai Kuning merupakan daerah yang sangat subur dan dapat
dikatakan sebagai urat nadi kehidupan bangsa Cina. Pada daerah yang subur itu
masyarakat Cina hidup bercocok tanam, seperti menanam gandum, padi, teh, jagung,
dan kedelai.
Bangsa Cina Kuno telah mengenal sistem pertanian sejak zaman Neolithikum
yakni sekitar tahun 5000 SM. Tanaman pangan utama yang diusahakan adalah padi,
buah-buahan, kacangkacangan, sayur-mayur, dan lain-lain. Pada zaman perunggu
tanaman pertanian yang diprioritaskan, antara lain, padi, teh, kacang, kedelai, rami,
dan lain-lain. Kemudian pada masa pemerintahan Dinasti Chin (221-206 SM) terjadi
kemajuan yang sangat pesat dalam sistem pertanian. Pada masa ini pertanian sudah
diusahakan secara intensif. Pada masa itu telah dikenal pupuk untuk menyuburkan
tanah.

6. Aksara
Cina sudah mengenal aksara sejak Dinasti Shang. Aksara Cina yang
berbentuk pictograph ini termasuk jenis aksara ideograph (aksara iambang benda).
Aksara Cina ditulis di atas kulit penyu dan tulang. Aksara gambar benda (ideograph)
ini semula ditulis dan digambar untuk kepentingan ramal-meramal, karena bangsa
Cina sejak zaman dahulu suka dengan ramalan.
Pada zaman Dinasti Chou, aksara Cina ditulis pada potongan bambu. Sekitar
tahun 105 M, pada masa Dinasti Han ditemukan teknik pembuatan kertas yang dibuat
dari campuran bubur kayu dan lem. Sehingga aksara Cina kemudian ditulis di atas
kertas. Penemu tersebut bernama Tsai Lun. Adapun pada zaman Dinasti T'ang
ditemukan teknik cetak (untuk mencetak buku dan kalender).

7. Kepercayaan
Bangsa Cina percaya pada banyak dewa. Di tengah-tengah dunia yang
berbentuk segiempat terletak T'ienhsia, yaitu suatu daerah yang didiami oleh bangsa
Cina. Daerah T'ienhsia merupakan daerah yang didiami oleh bangsa Barbar. Di luar
daerah bangsa-bangsa Barbar terdapat daerah kosong dan menjadi tempat tinggal para
hantu dan Dewi Pa, yang menguasai musim kemarau. Di sebelah timur dan selatan
negara Cina ada empat lautan besar yang disebut Su-hai. Dewadewa yang dipuja
bangsa Cina pada saat itu di antaranya Feng Pa (Dewa angin), Lei-Shih (Dewa Angin
Topan), Tai-Shan (dewa yang menguasai bukit suci), dan lain sebagainya.

8. Teknologi
Keramik merupakan ciri khas dari hasil karya masyarakat Cina. Pembuatan
benda-benda dari keramik itu mengandung jiwa seni, karena pada benda-benda
keramik terdapat berbagai macam bentuk hiasan, seperti guci keramik yang dihias
dengan seekor ular naga atau dihias dengan gambar-gambar hewan maupun tumbuh-
tumbuhan.
9. Filsafat
Pada masa pemerintahan Dinasti Chou, filsafat di Cina mengalami
perkem~angan. Pada masa itu lahir tiga ahli filsafat Cina, antara lain, sebagai berikut:
a. Lao Tse
Ajaran Lao Tse tercantum dalam bukunya "Tao Te Ching". Lao Tse percaya
bahwa ada semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi, yaitu
bernama Tao. Ajaran - Lao Tse disebut dengan Taoisme. Taoisme mengajarkan
orang supaya menerima nasib. Menurut ajaran ini, suka dan duka adalah sama
saja. Oleh karena itu, seorang penganut Taoisme dapat memikul suatu
penderitaan dengan hati yang tidak terguncang.

b. Kung Fu Tse
Menurut ajaran Kung Fu Tse, Tao adalah sesuatu kekuatan yang mengatur
segala-galanya dalam alam semesta ini sehingga tercapai keselarasan. Manusia
merupakan bagian dari masyarakat yang bagian dari alam semesta, maka tata
cara hidup manusia diatur oleh Tao. Oleh karena itu, setiap orang harus
menyesuaikan diri dengan Tao, agar dalam kehidupan masyarakat terdapat
keselarasan dan keseimbangan. Penganut aliran ini percaya bahwa segala
bencana yang terjadi di muka bumi ini karena manusia menyalahi aturan Tao.
Ajaran Kung Fu Tse meliputi bidang pemerintahan dan keluarga.

c. Meng Tse
Ajaran Meng Tse merupakan kelanjutan dari ajaran Kung Fu Tse. Meskipun
demikian ajaran Meng Tse bertentangan dengan Kung Fu Tse. Meng Tse tidak
memberikan pelajaran kepada kaum bangsawan, tetapi memberikan
pengetahuan kepada rakyat jelata. Menurutnya rakyatlah yang terpenting dalam
suatu negara. Apabila raja bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat, maka
tugas para menteri untuk memperingatkannya. Apabila raja mengabaikannya
peringatan-peringatan itu para menteri wajib menurunkan raja dari tahtanya.

10. Hasil kebudayaan


1. Seni sastra =
2. Seni bangunan = a. Great Wall of
China

PERADABAN DI MESOPOTAMIA (IRAK),


LEMBAH EUFRAT DAN TIGRIS
Mesopotamia berasal dari kata Meso dam Potomes. Meso yang artinya tengah dan
Potomes artinya sungai, jadi Mesopotamia adalah daerah yang diapit oleh 2 sungai yaitu
Eufrat dan Tingris sehingga wilayah ini sangat subur dan diperebutkan oleh bangsa – bangsa
lain (Daerah Bulat Sabit ). Nama Mesopotamia ini diberi oleh seorang yunani yang bernama
Herodotus. Karena bagusnya daerah ini Herodotus memberi nama Taman Surga.
Mesopotamia merupakan daerah yang subur yang berbentuk bulan sabit. Kebuadayaan ini
berkembang sejak 4000 BC sehigga kebuadayaan Mesopotamia diLembah Sungat Eufrat
dan Tigris ini disebut sebagai peradaban.

Secara geografis Mesopotaia terletak dipersipangangan jalur perdagangan Dunia dan


sekarang dinamakan dengan Republik Irak. Mesipotamia terletak di Asia Barat Daya yang
berbatasan disebelah utara dengan Turki dan Iran, sebelah Timur Iran dan Timur laut Teluk
Persia, sebelah Barat Syiria dan Yordania dan disebelah selatan Kuwait Saudi Arabia.
1. Perkembagan dan Kondisi Sosialnya

Setiap bulan Oktober sampai April kedua sugai ini terjadi banjir yang mendatangkan
lumpur yang subur pada kedua sisi sungai tersebut. Sungat Eufrat dan Tigris ini merupakan
sebuah peradaban kebudayaan yang terbuka dari segala arah oleh karena itu kedua sungai ini
sering diserbu oleh berbagai bangsa – bangsa yang akan menduduki wilayah tersebut.
Mesopatamia ini terletak diantara jalur lintas perdangangan antara Laut Tengah, Asia
Tengah, India sampai ke Cina. Sungai Eufrat dan Tigris ini juga dapat dilayari dari
perdalaman sampai Delta Teluk Parsi.

Kondisi alam tersebut memungkinkan tumbuhnya peradaban di dua sungai ini yang
dimanfaatkan oleh masyarakat sekeliling dengan bertani, bertenak, perdagangan dan pelaut.
Yang menjadi masalah bagi kerajaan yang menguasai Mesopotamia adalah bagaimana
mengatasi banjir setiap tahunya dan membuat sistem pangairan yang baik sehingga banjir
tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik. Mesopotamia adalah daerah diperebutkan oleh
beberapa bangsa. Sehingga disana menggunakan sistem Primus Interpares ( siapa yang kuat
dia yang berkuasa ) bangsa yang pertama menguasai Mesopotamia ini adalah :
a) Kerajaan Sumeria ( 4000 / 3500 – 2300 BC )
4000 Bc / 3500 Bc Bangsa Sumaria telah mendatangi Sungai Eufrat dan Tigris
yang bersal dari Asia Kecil (Susa). Bansa Sumeria ini sudah kebudaya yang tinggi
yaitu bangsa sumeria telah bisa membuat barang – barang seperti Tembaka, emas, dan
membuat pakaian dari linen. Sebelum sampai Di Mesopotamia bangsa Smeria bersatu
dengan Bagsa Semit. Bangsa Sumeria yang melakukan bertenak dengan nomaden
sedangkan Bangsa Semit sudah mengenal dasar – dasar kehidupan politik dan
ekonomi
Kedatangan Bangsa Sumeria ini daerah Mesopotamia dimulai dengan
membangun kota Ur, Uruk, Lagash, dan Nipur. Pada awalnya kota ini berdiri sendiri
dan kemudian terjadi persaingan untuk menjadi yang terkuat, bagi kota yang kalah
akan menjadi bawahan kota yang menang sehingga dari sini muculah bentuk
pemerintahan yang baru yaitu pemerintahan yang berbentuk kerajaan. Namun
kejayaan tertinggi Bangsa Sumeria ini waktu dipimpin oleh Ur Nammu.
Bangsa Sumeria telah berhasil mendirikan kerajaan yang tersusun dengan rapi.
Perekonomian yang maju dan memiliki sifat – sifat keadilan sosial. Pusat
pemerintahanya terletak dikota Lagash dan selanjut dikota Uruk ( Uro ) namun sejak
tahun 2300 BC. Bangsa Sumeria ditaklukan oleh Bangsa Akkadia.

b) Kerajaan Akkadia ( 2300 BC )


Bangsa Akkdia merupakan rumpun Bangsa Semit yang bersal dari Padang Pasir.
Mereka datang dari daerah yang terletak dari sebelah utara daerah Mesopotamia utara.
Dipimpin oleh Sargon. Pasuka Akkadia semakin kuat dan berhasil menduduki
Mesopotamia dengan kekalahnya kerajaan Sumeria.
Setelah menaklukan Bangsa Sumeria mereka tidak legi mengembara melainkan
hidup menetap didaerah tersebut. Mereka hanyak menaklukan politiknya saja tetapi
tidak menaklukan kebudayaan Bangsa Sumeria malahan mereka mengadopsi
kebudayaan Bangsa Sumeria bahkan mereka menikah dengan penduduk yang
ditaklukan. Bangsa akkdia memuja banyak dewa sama dengan Bangsa Sumeria.

c) Kerajaan babylonia Lama ( 1900 BC – 1350 BC )


Bangsa amorit dari sebelah bangsa menguasai Bangsa Sumeria . Bangsa Amorit
yang merupakan rumpun Bangsa Semit yang menguasai Babylonia lama. Ang pada
mulanya berkuasa di Syiria . Raja pertama yang bernam Sumuabun yang mendirikan
pusat kekuasaan Babylona ditepi sungai Eufrat bagian tengah. Salahsatu raja
yangterkenal dari Dinasti Amrit ini adalah Hammurabi yang memerintah tahun 1750
– 1708 BC. Raja Hamurabi adalah seorang yang berhasil menyatukan seluruh wilayah
yang ada diMesopotamia bahkan kekuasaan ya sampai ke Syiria dan Telur Parsi.
Pada tahun 1900 BC Hamurabi mengelarkan undang yang ditulis di batu yang
menggunakan tulisan paku. Undang – undang ini terdiri dari 282 pasal yang berisi
tentang pengadilan, cara mendirikan bagunan, cara melakukan pengobatan, hukuman
terhadap kejahatan, penetuan upah , harga dan sebagainya. Setiap kejahatan akan
mendapat balasan yang setipal yang disebut dengan” hukum balasan”. Raja hamurabi
memberlakukan udang – undang tersebut tampa pandang bulu sehingga
pemerintahannyamerupakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Namun setelah
Hamurabi meninggal , kerajaan Babylonia yang besar dan maju tersebut sudah mulai
lemah. Tetapi Undang – undang tersebut masih dipakai sesudah 2000 tahun kemudian
bagi kerajaan Mesopotamia disekitarnya. Sistem pemerintahanya bersifat
desentralisasi dimana wilayah kekuasaanya diberlakukan bagi setiap penduduk .

d) Kerajaan Assyiria ( 1350 Bc – 627 BC )


Bangsa Assyiria yang tinggla dihulu Sungai Eufrat dan Tigris berusaha untuk
menguasai daerah Mesopotamia. Selama beberapa tahun bangsa Assyiria melawan
bangsa Sumeria dan Akadia sehingga berhasil memenangkan perperang. Pusat kota
kerjaan Assyiria adalah kota Niveh ditepi Sungai Eufrat dan Tigris. Kerajaan Assyria
mencampai puncak kejaan pada masa Raja Arshubanipal II. Dimana ia berhasil
membuat perpustakaan tertua dunia yang mampu menampung 22.000 tablet yang
terbuat dari lempeng tanah yang berisi tentang masalah agama, sastra, pengobatan,
Matematika, ipa dll. Salasatu buku yng terkenal yaitu gilgamesh yang isinya tentang
pencibtaan dunia dan percikan banjir besar pada masa Nabi Nuh .Dearah kekuasanya
sampai ke Asia Depan bahkan sampai Lembah Sungai Nil. Wilayah kerajaan dibagi
perporovinsi, setip provinsi dipimpin oleh gubernur yang betanggung jawab kepada
raja. Untuk memperlancar hubungan ini dibangunlah jalan raya. Daerah – daerah
bawahan kerajaan Assyiria harus membayar upeti yang berupa perak, emas batu
permata dan gading.
Pada tahun 626 kerajaan Assyria mulai mundur dan Bansa Chaldea ( yang
berkembang di Mesopotamia Selatan ( bekas kekuasaan babylonia lama bangkit
kembali pada tahun 612 BC). Yang dahulunya berhasil melepaskan diri dari bangsa
Assyiria membentuk imperium baru kemudian Bangsa Babylonia berhasli mendudki
kota Ni Niveh.

e) Kerajaan babylonia baru ( Khaldean)


Setelah berhasil merebut kota Niveh 612 Bc Bangsa Khaldea dibawah pimpina
raja Nabopalausar. Raja yang berkuasa disini diantaranya raja Nabopalausar ( raja
pertama dikerajaan Babylonial baru ). Raja Nebukaadnezar ( yang berhasil membuat
jembatan besar yang menghubungkan lalu lintas kota Babylon. Raja Nabonidus ( raja
yang sering melakukan serangan ketanah arab ). Raja Belshazza raja terkahit kerajaan
Babylonia.
Puncak kekuasaan Bablonial yaitu pada masa raja kedua (Nebukaadnezar ) dera
kekuasan mencapai Pantai Laut Tengah, Syiriah, Palestina. Yang paling menarik dari
kota babilonia dalah Menara Babel yang tingginya 90 meter dan Taman Gantung
Babylonia yang tingginya 107 meter. Sejarah yang terpenting pada masa Raja
Nebukadzenar ini adalah “Pembuangan babylonia ( 586 – 550 BC ) dimana peristiwa
tersebut pristiwa penaklukan kerjaan Yudea dan palestina dan ibukota Yarusalem
direbut. Bangsa Israel termasuk pimpinannya dijadikan budak, hal ini sangat
membekas bagi orang Israel. Stelah nebukadzenar meninggak kerjaan babylonia
lemah dan kemudian bangsa Babylonia ini berakhir akibat serang dari bangsa media
dari persia

f) Kerajaan Persia ( 539 – 331 BC )


Sejak bangsa media berhasil mengalahkan Babylonia. Mereka meluaskan
kerajaan dari Teluk Parsi sampai ke Laut Kaspia . Raja yang meminpin penyeranggan
yaitu Xares 539 Bc ia memimpi penyerangan terhadap Babylonia. Dibawa pimpinan
Xares bangsa ini sangat kuat tetapi setelah meninggal Xares digantikan oleh Astygae
kerajaan Media semaki mundur bahakan dikuasai oleh Cyrus dari Persia. Kemudian
Raja Cyrus memperluas wilayahnya sampai ke Asia kecil. Tahun 530 BC Raja Cyrus
telah berhasil menduduki India bagian barat. namun dalam melawan bangsa tura
Cyrus terbunuh dan digantikan oleh anaknya Cambysses. Yang telah berhasil
megembalikan ketemtrraman dalam negeri dan bahkan Cambysses berhasil
menaklukan Mesir. Setelah meninggal digantikan oleh Darius. Dibawah
pemerintahnya Persia mencapai puncak kejayaan . dan Darus membangun istanah
yang mega di kota Suza. Istana Dpersepolis terkenal karena mempunyai tangga
raksasa sebelum masuk kedalam istana tersebut.

2. Karakteristik Dan Perwujudan Budaya


Wujud yang besifata abstrak :
a. Kepercayaan
Mesopotamia mempunyai keprcayaan Politeisme yang pecaya kepada
dewa – dewa seperti dewa langit ( an ) dan dewa bumi ( enlil ) dewa air ( ea )
ketiga dewa di aggap trimurti. Dewa bulan ( sin atau nanar ) sebagai dewa yang
dianggap memmeri kekuasaan kepada kepada raja. Dewa anu sebagai dewa
surga. Dewa nergol sebagia dewa kematian , dewa intar sebagai dewa perang.

b. Ilmu pengetahuan
Bangsa Sumeria yang tinggal di Mesopotamia telah bisa menghitung tahun,
bulan , hari. Dan untuk menentukan waktu dan musim bangsa – bangsa
mesopotamia bisa meliht dengan bintang – bintang.

Wujud yang berbentuk aktivitas :


a. Bahasa dan Tulisan
Bahasa Bangsa Mesopotamia sudah mengenal tulisan abjak paku sejak
Bangsa Sumeria menguasai namun Bangsa Babylonia melanjutkan dengan membuat
undang – undang dengan tulisan paku . Yang kemudian dikemungkakan oleh Bagsa
Hunusia disekitar Laut Tengah. Kemudian dikembangkan oleh Bangsa Yunani
seperti alpaha dan gama dan kemudian dikembangkan oleh bagsa Romawi sehingga
dipakai diseluruh dunia.

b. Ekonomi / mata pencarian


Mesopotamia terletak dipesrimpang jalan perdagangan dunia, sehingga
ekonomi masyratakat sangat makmur. Masyarakat Mesopotamia kegiatanya adalah
bertani, berdagan, dan nelayan. Pertanian yang dihasilkan disini adalah gandum,
minyak zaitun dan anggur. Meeka juga banyak mengimpor bahan – bahan jadi keluar
negara lain yang ada disekeliling Mesopotamia. Disamping itu sungai – sungai
digunakan untuk berdagan dan pelayaran.
c. Sistem kemayarakatan
Raja yang memengan peranan yag tinngi mempunyai kekuasaan yang mutlak
. yang bertindak sebagai langsung dibidang ekonomi dan turun langsung memimpin
pasukan dalam pertepuran. Raja juga bertidak sebagai kepala agama dan semua
masyrakat harus patuh dan melaksanakan hukum yang dibuat oleh raja dengan
segala aksi atau pelanggran yang berlaku.
d. Teknologi
Kepercayaan dengan adanya dewa membuat masyarakat hidup dengan damai
dan tentram dan dibuat bagunan – bangunan suci dan istanah raja yang dibuat dengan
gagahnya yang memakai teknologi tinggi pada masa itu.
e. Kesenian
Seni pahat pada masa Bangsa Sumeria yang menunjukan liku dan garis –garis
yang merupakan karya seni yang telah tinggi pada masa itu. dan gapura raja Syiria
dengan patung benteng kepala manusia dan seni arsitektur bangunan suci seperti
zigurat terbesar yang disebut menara mubel serta taman gantung Babylonia.
f. Peralatan
Alat pekakas yang sudah ada pada masa itu digunakan utuk pertania dan alat
perkakas untuk pertahanan dan alat kecantikan dll. Masyarakat mesopotamia suda
mampu mengelolah lagam. Dari logam Bangsa Sumeria membuat cermin, tongkat –
tokat, kapak dan perlengkapan persenjataan, dan membuat kain linen dan pekakas
dari tembikan dan tembagan serta perhiasan dari emas.

Peradaban kuno di Afrika


1. Sistem Pemerintahan
Sebagai kawasan yang berbasis pertanian besar, Mesir Kuno dipimpin oleh
seorang Firaun. Di daerah-daerah terdapat 20 provinsi yang masing-masing dipimpin
oleh seorang gubernur.
Firaun Mesir Kuno berperan sebagai Raja Dewa (God Kings). Baru pada
tahun 2133 SM, Firaun hanya diakui sebagai "keturunan dewa" saja. Pada mulanya,
Mesir terbagi menjadi dua, yaitu Mesir Bawah (Hilir/Utara) dengan ibu kota di
Memphis dan Mesir Atas (Hulu/Selatan) dengan ibu kota di Thebe. Sejak Firaun
Menes dari Wangsa I (3100-2890 SM) berkuasa, kedua Mesir dapat disatukan.
Penyatuan ini ditandai dengan mahkota yang dikenakan Menes berupa mahkota
bersusun dua. Pehyatuan Menes ini oleh penerusnya dikembangkan dengan ekspansi
ke Sudan, Nubia dan Libya.
Pada masa kekuasaan Wangsa lll (2686-2613 SM), pemerintahan dipegang
oleh Firaun Joser. Saat itu, Mesir berhasil menguasai daerah Nubia Hilir.
Pada masa pemerintahan Wangsa IV (2613-2494 SM), ada beberapa Firaun
yang menonjol di antaranya Khufu, Khafre, dan Menkaure. Pada waktu itu, Mesir
berperang dengan Nubia dan Libya. Pada tahun 1674-1567 SM, Mesir diserang dan
dikuasai oleh bangsa Hyksos.
Selanjutnya Ahmosis I dari Wangsa XVIII (1567-1320 SM) berhasil mengusir
bangsa Hyksos dan mengembalikan kemerdekaan dan kejayaan Mesir. Firaun
Thutmosis lll memperluas kekuasaan Mesir sampai dengan tepi Sungai Eufrat.
Pada masa pemerintahan Wangsa XX (1200 SM), kejayaan Mesir perlahan-
lahan mulai pudar. Beberapa jajahan Asia melepaskan diri, bahkan tahun 524~04 SM,
Mesir dikuasai oleh Persia. Pada masa pemerintahan Wangsa XXVII (404-398 SM)
bangsa Persia dapat diusir dari Mesir dengan bantuan Yunani.
Pada tahun 332 SM, Alexander Macedonia menyerbu ke Asia dan Mesir.
Sejak itu Mesir dikuasai Yunani sampai dengan pemerintahan Wangsa Ptolomaeus
(dengan rajanya yang terkenal, Cleopatra). Mesir jatuh ke tangan Romawi pada tahun
30 SM.

2. Kepercayaan
Kepercayaan bangsa Mesir bersifat politeisme. Dewa-dewa yang disembah
bangsa Mesir, antara lain, Dewa Amon-Ra (Dewa Bulan Matahari), Dewa Osiris
(Dewa Pengadilan di Akhirat), dan Dewa Isis (Dewa Sungai). Mereka juga percaya
bahwa jiwa seseorang yang mati akan tetap hidup selama jasadnya masih tetap- utuh.
Untuk itu, mayat dibalsem atau diawetkan yang disebut mummi.

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat Mesir Kuno telah
dapat mempelajari dan mengenal tata alam lingkungan tempat tinggalnya.
Masyarakat Mesir Kuno yang hidup dari hasil bercocok tanam memiliki banyak
waktu luang untuk menambah pengetahuan tentang kehidupan baik yang bersifat
material maupun spiritual. Masyarakat Mesir Kuno percaya bahwa roh (jiwa) orang
yang sudah meninggal akan tetap hidup dan menghuni jasadnya, apabila jasadnya
tidak rusak. Oleh karena itu, pada tubuh orang yang meninggal dimasukkan
bermacam-macam ramuan dan rempah-rempah kemudian dibungkus dengan kain
sehingga berbentuk mummi yang tidak dapat rusak atau membusuk.
Mummi para bangsawan dan orang kaya disimpan dalam kubur di batu-batu
karang, yang dihiasi dengan lukisan-lukisan pahat, sedangkan mummi raja-raja
disimpan dalam bangunan yang sangat megah disebut piramida. Sistem pengawetan
dan penguburan jenazah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Mesir Kuno telah
mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi.

4. Aksara
Bangsa Mesir Kuno sudah mengenal aksara yang merupakan aksara lambang
bunyi berupa aksara gambar (pictograph) yang disebut aksara hieroglyph
(gambar/ukiran suci). Aksara tersebut ditemukan pada dinding kuburan para
penguasa di Mesir Kuno. Mungkin abjad merupakan sumbangan masyarakat Mesir
yang tidak ternilai harganya bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Jenis aksara hieroglyph merupakan bentuk tertua, kemudian berkembang
menjadi bentuk hieratis dan demotis, yang bentuknya lebih sederhana. Bentuk hieratis
digunakan oleh kaum pendeta sedangkan demotis digunakan oleh rakyat.

5. Astronomi dan Penanggalan


Pada tahun 2776 SM, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal penanggalan
berdasarkan sistem peredaran matahari. Perlunya sistem penanggalan dikarenakan
orang Mesir Kuno yang hidup dari pertanian, yang pada setiap tahun harus
menanggulangi banjir. Mereka membagi setahun menjadi 12 bulan dan setiap bulan
terdiri dari 30 hari. Mereka juga sudah mengenal adanya tahun kabisat.
Orang-orang Mesir juga mengenal ilmu astronomi atau ilmu perbintangan
yang berkaitan erat dengan kehidupan pertanian. Misalnya, mereka menggunakan
bintang sebagai patokan untuk menentukan musim atau saat-saat bercocok tanam dan
sebagainya.

6. Seni Bangunan
Bangsa Mesir Kuno sangat terampil membuat bangunan monumental seperti
istana, gedung parapembesar, gudang gandum, bahkan yang paling monumental
adalah bangunan kuil pemujaan bagi dewa-dewa, kuburan para raja, dan piramida.
Kuil pemujaan kepada dewa-dewa dibangun di daerah hulu Sungai Nil mulai
dari sekitar Thebe dengan cara memahat tebing-tebing batu. Pada awalnya makam
kerajaan hanyalah bangunan seperti panggung dari batu bata yang disebut mastaba.
Akan tetapi, sejak zaman Kerajaan Mesir Kuno, mummi raja-raja disimpan di dalam
piramida dari batu-batu besar. Bangunan piramida dianggap sebagai "rumah
keabadian". Piramida terkenal dari Mesir Kuno dibangun di kawasan Gizeh sebagai
pemakaman bagi, Firaun Khufu (Cheops), Khafre, dan Menkaure. Di depan piramida-
piramida ini ditempatkan patung-patung sphinx (patung singa berkepala manusia).
7. Peninggalan Kebudayaan
 Tulisan Hieroglyph
Huruf hieroglyph dipergunakan terus-menerus hingga sampai abad ke-5 SM.
Akan tetapi, karena kepercayaan masyarakat Mesir ditindas bangsa Romawi,
maka para pendeta tidak sempat lagi mempelajari huruf hierogiyph, sehingga
akhirnya dilupakan oleh orang Mesir.

 Piramida
Sekitar tahun 3000 SltA, raja-raja Mesir mulai membangun piramida-
piramida. Piramida yang paling besar adalah piramida Raja Khufu (Cheops).
Tinggi piramida mencapai 137 meter dan di depannya terdapat patung sphinx,
yaitu seekor singa berkepala manusia.

 Ilmu Hitung
Pada awainya masyarakat Mesir menggunakan ilmu hitung yang sangat
sederhana, khususnya penambahan dan pengurangan. Selanjutnya, dikembangkan
perkalian dan pembagian. Pengetahuan ilmu ukur (geometri) mereka telah
mencapai tingkat keahlfan yang cukup mengagumkan.

 Sphinx
Sphinx merupakan patung seekor singa berkepala manusia yang didirikan di
depan sebuah piramida. Sphinx merupakan lambang kekuasaan dan pemerintahan
dari seorang raja Mesir yang dimakamkan pada piramida itu.

 Obelisk
Obelisk adalah sebuah tugu batu yang di~irikan oleh masyarakat Mesir untuk
memuja Dewa Arnon-Ra (Dewa Bulan-Matahari).

 Mummi
Mummi adalah jenazah para raja atau bangsawan yang diawetkan. Pembuatan
mummi ini didasarkan pada kepercayaan masyarakat Mesir bahwa jiwa orang
yang telah meninggal akan tetap hidup terus dan berada pada badan jasmaninya
apabila badan jasmaninya tidak rusak.

PERADABAN ROMAWI KUNO


1. Letak Dan Keadaan Alam Romawi
Daerah awal kekuasaan kerajaaan romawi adalah semenanjung apenina atau daerah
italia sekarang. Daerah italia terdiri atas daerah pegunungan dan dataran rendah. Dataran-
dataran rendah itu,merupakan daerah yang subur didiami bangsa romawi yang hidup
berkelompok dengan mengusahakan pertanian. Hasil buminya terdiri dari
gandum,jagung,padi,sayur-sayuran dan buah anggur. Sedangkan daerah padang rumput
digunakan untuk usaha peternakan seperti biri-biri.
Pegunungan apenina juga menghasilkan bahan mineral diantaranya biji
besi,tembaga,emas dan batu puallam.

2. Asal-Usul Bangsa Romawi


Bangsa romawi merupakan pencampuran darah antara penduduk asli dengan suku-
suku kelana.suku-suku kelana yang datang dari arah utara lebih dulu datang di italia dari
suku-suku kelana yang datang dari daerah padang rumput sekitar laut kaspia. Suku
kelana memiliki kelbihan dalam bidang militer,yaitu suku etruska yang berhasil
menguasai daerah latinum,toskana,dan etruria.

3. Administrasi Dan Pemerintahan


a. zaman kerajaan ( 750-510 sm )
Pemerintah dijalankan oleh seorang raja yang memegang kekuasaan tak terbatas.ia
juga merangkap sebagai panglima perang dan hakim tertinggi. Seorang raja dibantu
oleh dewan senat yang beranggotakan 300 orang yang terdiri atas kaum patricia
(bangsawan) yang membuat undang-undang. Diluar senat juga terdapat dewan
perwakilan rakyat( comitia curiata).
b. zaman republik ( 510-31 sm)
pada mulanya republik romawi adalah republik kaum patricia dengan sistem
pemerintahannya bersifat aristokrat.ketika itu masih berbentuk sebuah polis atau
negara kota,namun dalam waktu 5 abad republik polis menjadi sebuah imperium.
Imperium romanum menguasai wilayah yang sangat luas.wilayah kekuaasaannya
meliputi seluruh wilayah laut tengah. Timbulnya golongan proletar ( kaum
gelandangan ) artinya golongan yang hanya mempunyai anak, karena proler berarti
anak.
Kekuasaan tertinggi di imperium romanum dipegang oleh senat. Fungsi senat telah
berubah dari badan penasehat menjadi badan yang paling berkuasa di seluruh negara,
sehingga seseorang hanya mungkin diangkat menjadi konsul apabila disukai / dapat
diperelat oleh senat. Kekuasaan senat ini di tantang oleh panglima para perang.
 Triumvirat I
untuk menghadapi senat, pada tahun 64 sm, para panglima perang seperti
pompeius,crassus,dan yulius caeser membentuk persekutuan tiga serangkai / lebih
dikenal dengan sebutan triumvirat .kemunculan triumvirat membuat senat tidak
mempunyai kekuasaan lagi.setelah crassus meninggal, hubungan antara yulius
caesar dan pompeius mulai retak. Hal ini disebabkan pompeius iri melihat
keberhasilan yulius caesar. Yulius sebagai penguasa tunggal di seluruh imperium
romanum. Ia praktis menjadi seorang diktator .
 Triumvivat II
Kematian yulius menimbulkan kekacauan, karena para anggota senat. Usaha
senat berhasil digagalkan oleh para panglima yulius caesar yang membentuk
triumvivat baru tahun 43 sm. Anggotannya adalah: antonius,lepidus,dan
ocktavianus.
Ketika keamanan telah pulih kembali,para panglima ini mengadakan
pembagian wilayah kekuasaan, yakni :
a. Antonius mendapat bagian di wilayahdi sebelah timur,yaitu propinsi asia kecil dan
mesir
b. Lepidus mendapat bagian wilayah di daerah afrika bagian utara dan pulau-pulau
disekitarnya
c. Oktavianus mendapat bagian wilayah di sebelah barat, meliputi daerah yang
membentang dari yunani sampai spanyol.

c. kekaisaran Romawi (31-476 sm)


Ocktavianus akhirnya diangkat menjadi kaisar pertama oleh senat. Senat memberi
gelar augustus kepada ocktavianus(artinya maha mulia ). Ocktavianus diakui pula
sebagai panglima tertinggi/ imperator. Para gubernur militer yang memerintah di
propinsi hanya tunduk dan taat kepada perintah kaisar yang memerintah atas daerah
yang dikuasainya. Ia juga menjabat sebagai kepala agama atau pontifex
maximus,bahkan kemudian menganggap dirinya dewa.
Pengganti octavianus adalah tiberius ( 14- 37 M). Pada masa pemerintahanya
tiberius,di daerah palestina berkembang agama kristen yang di ajarkan yesus
kristus(nabi isa). Agama kristen terus berkembang, penganut agama kristen terutama
dari golongan budak.
Pada masa pemerintahan kaisar nero(54-68 M)penindasan dan pengajaran terhadap
umat kristean mencapai puncaknya. Konstanting agung (306-337), melalui edict milan
memerintahkan penghentian pengajaran dan penyiksaan terhadap umat agama Kristen.
Pada masa pemerintahan kaisar theodosius(378-395) agama kristen dinyatakan
sebagai agama negara.

d. pembagian Romawi
Kekaisaran romawi barat dengan ibukota roma sejak pembagian kekaisaran
romawi barat tidak bertahan lama karena terjadi serangan dari bangsa HUN atau
bangsa indo jerman.
Pada pertengahan abad ke-5 masehi, yang berkuasa di romawi barat bukan lagi
kaisar romawi, melainkan jemdral-jendral berbagai bangsa tadi. Sedangkan kekaisaran
romawi hanya boneka belaka. Akhirnya pada tahun 476 M. Kaisar odoaker dari
romawi barat turun tahta. Berakhirlah kekuasaan romawi barat. Kekaisaran romawi
timur dengan ibu kota konstanti nopel. Bahkan kekaisaran romawi timur dapat
bertahan 10 abad lamanya. Hal ini disebabkan oleh letak ibu kota konstatinopel
(sekarang istanbul) sangat strategis di tiap kekaisaran romawi timur mencapai puncak
kebesarannya pada masa kaisar yusti nianus (527-563 M).
Pada masa kekuasaan yustinianus, kota konstanti nopel menjadi terkaya yang
terindah di dunia. Karena terdapat bangunan gereja yang indah dan megah, yaitu
gereja hagia sopia (kini menjadi mesjid) kaisar ini meletakkan dasar-dasar hukum
romawi yang lebih dikenal dengan nama corpus luris (codxdex yustinianus).
Kaisar romawi timur terus dapat bertahan hingga tahun 1453 M. Pada tahun itu,
terjadi serangan dari bangsa turki isman atau turki ottoman yang mengakibatkan
runtuhnya kekaisaran romawi timur. Bangsa turki tetap menjadikan konstantinopel
sebagai ibukota negaranya dengan mengganti namanya menjadi istanbul.

4. Perkembangan Ilmu Pengetahuan


a. pengetahuan seni bangunan sangat berjasa kerena mereka berhasil menemukan beton
untuk membangun bangunan yang kokoh dan kuat seperti kubah yang berbentuk
setengah bola
b. pengetahuan dan teknik pembuatan jalan,jembatan,saluran air,pembuangan air dalam
kota.
c. Pengetahuan dan kemampuan mengorganisasi dalam bidang kemiliteran.
d. Dalam bidang hukum bangsa roma telah memiliki norma-norma kehidupan hukum
yang bersumber pada kesetiaan warga negara.
e. Pengetahuan dalam bidang pemerintahan.

5. kehidupan sosial masyarakat


masyarakat romawi terdiri atas golongan masyarakat bebas dan golongan budak. Hak
para budak diambil alih oleh majikannya, sehingga nasib para budak berada di tangan
majikannya. Pada masa pemerintahan republik romawi, jumlah para budak meningkat.
seorang budak dapat menjadi masyarakat bebas apbila telah membayar sejumlah
harta atau harga yang telah ditetapkan untuk dirinya. Akhirnya pada tahun 133 SM, para
budak di pulau sicilia memberontak tapi gagal dan ditindas dengan tegas.

6. kehidupan ekonomi masyarakat


perkembangan perekonomian yang pesat pada masa pemerintahan kaisar okta vianus.
Perdagangan berkembang pesat dan semua pelabuhan disekitar laut tengah menjadi pusat
perdagangan dan pusat pelayaran. Romawi juga menjalin hubungan perdagangan dengan
daerah-daerah yang berada di sekitar laut tengah dan bangsa china.
Barang expor romawi berupa keramik, barang-barang dari besi dan perunggu,kayu
dan sejenis minuman angggur. Sedangkan barang importnya antara lain sutra dari china,
rempah-rempah dari indonesia, kain katun dan mitiara dari india, bahkan pakaian, kaca,
kertas, gading dari mesir.

7. Kepercayaan
Ketika kerajaan romawi berdiri, kepercayaan masyarakat masih bersifat animisme.
Kepercayaan ini mengenal dengan beberapa roh seperti :
a. vesta sebagai roh pengurus api tungku
b. lares sebagai roh penjaga rumah tngga dan batas ladang keluarga
c. penates sebagai roh penjaga lumbung

di samping kepercayaaan masyarakat yang politeisme, masyarakat romawi percaya akan;

a. perawan vesta yang bertugas menjaga api suci vesta dan sebagai dewi api yang
merupakan lambang negara romaw.
b. orakel cybele merupakan tulisan sandi kuno yang dihimpun kedalam 9 kitab cybele
yang menjadi acuan nasehat dan kedaan darurat perang dsb.
c. pontivex maximus, kaisar sebagai kepala agama

8. Peninggalan Budaya
 coloseum dan amphitheater, yaitu suatu bangunan yang berwujud serta berbentuk
stadium dan dapat menampung puluhan ribu penonton.
 Pantheon yaitu rumah dewa orang-orang romawi
 Viaduct dan aquadutct yang berfungsi sebagai saluran air
 Limes atau rangkaian benteng yang panjang hingga puluhan kilo meter,

PERADABAN YUNANI KUNO


1. Letak geografis Peradaban Yunani Kuno
Wilayah Yunani merupakan wilayah maritim artinya wilayah tersebut dikelilingi oleh
laut, kecuali sebelah Utara yang berbatasan dengan Yugoslavia, Bulgaria, dan Turki,
sedangkan di bagian Barat berbatasan dengan Laut Ionia, bagian Selatan dengan Laut
Tengah dan bagian Timur dengan Laut Aegea.
Selain dikelilingi laut, di wilayah Yunani terdapat pegunungan kapur dengan lembah-
lembah yang terjal.
Kondisi ini membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang terpisah-pisah dan
mandiri. Keadaan geografis ini menciptakan bangsa Yunani kuno hidup sebagai
pedagang, walaupun tanahnya yang kurang subur sebagian di antaranya hidup sebagai
petani gandum.

2. Penduduk Peradaban Yunani Kuno


Bangsa asli yang mendiami wilayah Yunani adalah bangsa Akaia, beberapa lama
kemudian berdatangan secara bergelombang bangsa-bangsa dari wilayah lain, seperti
Achean (1500-1300 SM), Aeolia (2000 SM), Ionia (1400 SM) dan Doria (1150 SM).
Sebelum kedatangan bangsa asing, Akaia telah memiliki peradaban yang maju, di
antaranya dikenal dengan nama Peradaban Minos (Minoa) dan Mikena (Mycenae).
Percampuran bangsa Achean dengan bangsa Akaia menghasilkan kebudayaan kuno yang
berpengaruh terhadap kebudayaan pada generasi berikutnya dan meluas ke berbagai
wilayah di Eropa, salah satunya adalah kepercayaan kepada banyak dewa.

3. Peradaban Awal Yunani Kuno


a) Peradaban Pulau Kreta
Kebudayaan yang ditemukan di Pulau Kreta adalah kebudayaan Minos (Minoa).
Nama Minos diambil dari nama raja yang pernah berkuasa, yakni Raja Minos.
Kebudayaan ini terlahir dari penduduk asli orang Yunani. Kebudayaan Pulau Kreta
menyisakan bangunan-bangunan tua tersusun dengan tata kota yang rapih.

Peninggalan kebudayaan Pulau


Kreta ditemukan pada tahun 1900
oleh Sir Arthur Evans saat dilakukan
penggalian istana Knossos. Selain itu,
keberadaan peradaban ini didapat
pada cerita Yunani Kuno, Odysseus
karangan Homerus. Sebagai negara
maritim, masyarakat Pulau Kreta sudah melakukan perdagangan dengan negara-negara
tetangga, seperti Mesir, Pulau Sicilia, Syria dan Asia Kecil.
Bangsa Pulau Kreta sudah mengenal tulisan, ini dibuktikan dengan penemuan tiga
manuskrip. Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Pulau Kreta adalah Polytheisme,
sebagai dewa utama adalah Dewi Kesuburan atau Ibu Agung.
Sejarah peradaban Minos dibagi dalam tiga tahap, yaitu Minos Kuno (3500-2300
SM), Minos Tengah (2300-1600 SM) dan Minos Akhir (1600-1100 SM). Puncak
kejayaannya terjadi pada 1700-1400 SM, secara perlahan mengalami kemunduran
akibat serbuan bangsa Achea ke Yunani dan sering terjadinya bencana alam.
Kebudayaan Minos melahirkan kebudayaan-kebudayaan yang sangat berpengaruh
terhadap Yunani.

b) Peradaban Pulau Mycenae


Selain ditemukannya kebudayaan Minos, para ahli menemukan pula kebudayaan
Pulau Mycenae. Penemuan kebudayaan menunjukkan bahwa kebudayaan Mycenae
mengalami kemajuan bersamaan dengan kebudayaan Minos yang sedang mengalami
kemunduran. Awalnya Mycenae merupakan bagian dari kerajaan yang berada di Pulau
Kreta, namun Mycenae mulai memainkan peranan dalam perdagangan dan kemudian
bangkit menjadi besar.
Mycenae memiliki kebudayaan
yang berbeda, ini dapat dilihat
pada bentuk bangunannya yang
lebih kokoh. Pada tahun 1981
dilakukan penggalian bekas
kebudayaan Mycenae dan
ditemukan sisa-sisa kota berlapis
sembilan. Lapisan yang
dimaksud adalah tingkatan-
tingkatan tanah yang ditandai
dengan bentuk sisa-sisa kota
berbeda di setiap tingkatnya.

4. Sparta
Secara geografis Yunani memiliki jajaran pegunungan yang membentang ke segala
penjuru. Dalam kondisi geografi seperti ini, orang-orang Yunani hidup secara
berkelompok, setiap kelompok memperkuat daerahnya dan hidup secara mandiri
membangun sebuah negara kota yang mereka namakan polis. Polis Sparta terlahir sejak
kedatangan bangsa Doria yang mahir berperang datang ke Yunani di Lacottia,
Peloponessos bagian Timur. Tahun 736-716 SM terjadi perang Messenia I, pada saat itu
Sparta menyerang orang Messania yang tinggal di sebelah Barat Peloponessos dan
berhasil dikuasai.
Tahun 650-630 terjadi Perang Messenia
II, kala itu terjadi pemberontakan orang
Messenia yang ingin melepaskan dari
kekuasaan Sparta namun perang ini dapat
ditumpas. Kekuatan Sparta menyebabkan
kekuasaannya semakin meluas di wilayah
Peloponessos kecuali Argois dan Achaea.
Dalam keadaan seperti ini Sparta harus
memperkuat dirinya dengan sistem
pemerintahan dan pertahanan yang.
Dengan alasan tersebut maka seorang
negarawan Sparta yang bernama Lycurgus
mambuat pembaharuan terhadap peraturan
dan undang-undang yang mesti ditaati oleh setiap penduduk di wilayah Peloponessos
yang mengharuskan wajib militer bagi setiap anak laki-laki yang sudah menginjak umur
7 hingga 60 tahun tahun, sedangkan anak perempuan tidak diberlakukan.

Sistem pemerintahan di Sparta memiliki corak seperti berikut.

(a) Kepala pemerintahan sekaligus panglima militer adalah dua orang raja dengan kekuasaan
tak terbatas dan dilanjutkan secara turun menurun kepada anaknya.

(b) Ephor adalah dewan yang terdiri dari 5 orang, bertugas membantu kepala pemerintahan.
Pada kenyataanya Ephor yang menjadi kepala pemerintahan yang sebenarnya.
(c) Apella adalah dewan yang berganggotakan semua warga negara Sparta.
(d) Dewan Penatua adalah 28 anggota dewan yang sudah berusia 60 tahun ke atas.
5. Athena
a. Pemerintahan
Orang Athena adalah orang pendatang dari bangsa Ionia. Dibandingkan
dengan Sparta, orang-orang Athena hidup lebih bebas dan dapat mengembangkan
kemampuan dalam bidangnya, seperti filsafat, seni pahat dan teater. Sistem
pemerintahan di Athena diatur oleh seorang negarawan yang bernama Solon (594
SM). Untuk menghindari pertumpahan darah, Solon mengatur perubahan undang-
undang yang telah ada dengan cara menghapus sistem perbudakan, memberi lahan
garapan baru kepada budak yang telah merdeka, petani gandum yang berutang
banyak diberi lahan baru untuk membudidayakan anggur dan membentuk lembaga
pengadilan yang telah dipilih oleh rakyat.
Untuk menjamin berjalannya pemerintahan dengan benar, Athena
memperkenalkan sistem pemerintahan demokrasi dengan kekuasaan tertinggi berada
di tangan para dewan eksekutif (archon). Dalam jalannya pemerintahan, archon
mendapat pengawasan ketat dari dewan pengawas (aeropagos) yang merangkap
sebagai ketua pengadilan.
Cleisthenes memperkenalkan sistem ostracisme, yaitu hak warga Yunani
untuk mengganti dan mengasingkan penguasa yang dianggap berkuasa secara
berlebihan. Dengan demikian, pemerintahan pun mendapatkan pengawasan langsung
dari rakyatnya. Athena melahirkan para pemikir yang ahli dalam bidang filsafat,
hukum, tata negara bahkan matematika yang dipakai hingga sekarang, seperti Plato,
Socrates, Aristoteles, Phytagoras, Hippocrates, dan lain-lain.

b. Kejayaan Athena di Yunani


Kemenangan angkatan laut Athena saat menghadapi pasukan Persia, menarik
minat polis-polis di Yunani tertarik untuk berkoalisi dengan Athena dan membentuk
Liga Delia pada tahun 478 SM, Athena sebagai ditunjuk pemimpin liga. Liga Delia
mengubah kebijakan politik luar negeri Athena terutama saat di bawah pimpinan
Pericles, dengan menjadikan liga sebagai kaki tangan Athena.
Pericles membuat peraturan perpajakan yang dipungut dari polis-polis Liga Delia
sehingga Athena mengalami kemajuan yang pesat dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan.

Pericles mengembangkan ilmu pemerintahan demokrasi menjadi lebih baik dengan


memberikan kebebasan setiap individu untuk bekerja, mengeluarkan pendapat, dan
menentukan pilihan hidiupnya sendiri.

c. Kemunduran Athena di Yunani


Awal kemunduran Athena ditandai dengan terjadinya perselisihan antara polis
Corinthus dan Corcyca. Athena bersama Liga Delia membantu Corcyca, sedangkan
Corinthus membantu Liga Peloponnessos. Kedua kekuatan polis di Yunani saling
bersaing dan terjadilah perang Peloponnessos (431-404 SM).
Perjanjian damai yang dilakukan antara Athena dan Sparta tahun 421 tidak
berarti bagi keduanya dan hanya bisa bertahan selama 1 tahun. Persekutuan Sparta
dengan Persia berhasil menurunkan mental pasukan Athena, dan berhasil mengubah
kejayaan Athena menjadi kehancuran terutama setelah kekalahan perang di
Aegosopotami tahun 405 SM. Setahun kemudian dilakukan perjanjian damai, Athena
sebagai pihak yang kalah diharuskan merobohkan benteng panjang dan menjadi
bagian dari koloni Sparta.

6. Kerajaan Macedonia

Perang Athena dan Sparta tidak berhenti seketika. Namun merebak sampai ke seluruh
Yunani. Yunani pun menjadi lemah tidak sekuat saat menghadapi pasukan Raja Darius dari
Persia. Keadaan dimanfaatkan oleh Raja Philipus, Raja Macedonia. Tahun 338 SM, Raja
Philipus menyerang Yunani di wilayah kota Chaerona, keberhasilannya meluas hingga ke
seluruh kota di Yunani. Raja Philip memiliki hasrat ingin menguasai Persia, namun usaha
tersebut tak dapat direalisasikannya karena terbunuh oleh pengawal pribadinya.

Iskandar Zulkarnaen (Alexander Agung) putra Philip melanjutkan cita-cita ayahnya


untuk menguasai Persia. Kemenangan Macedonia atas Persia tidak membuat Iskandar
Zulkarnaen berhenti, ekspansinya dilanjutkan hingga ke negara-negara di mesopotamia
seperti Syria dan Palestina, lalu Mesir. Di Mesir, Iskandar Zulkarnaen mendirikan sebuah
kota yang dinamainya Iskandariyah (Alexandria).Dalam perjalanan pulang Iskandar
Zulkarnaen wafat di Babylonia, peristiwa ini terjadi pada tahun 323 SM.

Penaklukan Kerajaan Macedonia ke Persia menimbulkan terciptanya kebudayaan


baru sebagai perpaduan kebudayaan Yunani (Hellas) dengan Persia dan Mesir. Kebudayaan
ini dinamakan dengan Hellenisme, pusat kebudayaannya berada di kota Iskandariyah.
Sepeninggalnya Iskandar Zulkarnaen,
Kerajaan Macedonia terbagi menjadi tiga negara kecil (diadochos) yang masing-
masing dipimpin oleh seorang jenderal. Ketiga kerajaan tersebut antara lain:
(a) Kerajaan Mesir dipimpin oleh Ptolomeus, meliputi Mesir Palestina dan Cyprus.
(b) Kerajaan Macedonia dipimpin oleh Antigonus, meliputi Yunani, Balkan dan Asia Kecil.
(c) Kerajaan Syria dipimpin Seuleucos, meliputi Syria, sebagian Asia Kecil, sebagian India.

7. Kepercayaan Peradaban Yunani Kuno

Sejak peradaban awal sampai kerajaan, masyarakat Yunani mempercayai banyak dewa.
Dewa-dewa ini tinggal di Gunung Olympus, dengan Dewa Zeus sebagai dewa tertinggi.
Sebagai penghormatan, dibuatlah Kuil Dewa Zeus yang ditempatkan di perbukitan Gunung
Olympus.

Sosok dewa digambarkan sama dengan kehidupan manusia, bisa saling berpasangan baik
sifat (baik dan buruk) maupun jenis kelaminnya (dewa dan dewi) bahkan saling berperang
satu dengan lainnya. Dewa-dewa yang dipuja disesuaikan dengan pilihan masing-masing
atau berdasarkan jenis usaha yang dijalani, misalnya Apollo sebagai dewa kesenian dan
matahari, Artemis sebagai dewi bulan dan pemburu, Area sebagai dewa perang, Athena
sebagai dewi kearifan dan ilmu pengetahuan, Poseidon sebagai dewa laut, Demeter sebagai
dewi tanaman, Hefaistus sebagai dewa api, dan sebagainya.
Sebagai penghormatan orang Yunani tidak banyak membangun kuil-kuil peribadatan,
namun membuat altar peribadatan dengan pendeta yang kebanyakan terdiri dari kaum
perempuan.

8. Peninggalan Kebudayaan Peradaban Yunani Kuno

Seni pahat dan bangunan


menjadi salah satu kebanggaan
Yunani masa lalu dan sekarang.
Peninggalan-peninggalanya
dibangun dengan gaya
arsitektur yang tinggi juga
kokoh, misalnya Acropolis
yang dibangun pada masa
peradaban Mycenae, Epidaurus
(gedung kesenian) Kuil
Pathenon (Kuil Dewi Athena),
Kuil Erectheum.
Karya sastra yang ditulis lebih banyak menceritakan tentang perjuangan (heroik),
seperti Homerus yang mengarang Illyas (penyerbuan ke Troya, sekitar tahun 11194 SM)
dan Odyssea (pengembaraan Odyssea setelah perang Troya), cerita perang Yunani dan
Persia karya Herodotus dan cerita tentang perang Sparta dan Athena karya Thuchydiades.

Dalam bidang ilmu pengetahuan, orang Yunani yang menjadikan konsep alam dan
hidup keseharian manusia ke dalam bentuk filsafat. Filsafat ini berisi penalaran dalam
bentuk metode yang masuk akal (logis) dan penyelidikan suatu objek pengamatan hingga
ke bagian terkecil.

Tokoh-tokoh filsuf (ahli filsafat) asal Yunani yang dikenal hingga sekarang di
antaranya:

(a) Thales, adalah Bapak Pengetahuan Yunani yang mengambil pelajaran astronomi dari
Mesir dan Persia.
(b) Socrates, ahli etika dan kesusilaan.
(c) Plato, ahli bidang tata negara dan hukum.
(d) Pithagoras, ahli matematika dan ilmu ukur.
(e) Hippocrates, ahli kedokteran.
(f) Heraclitus, ahli ilmu pengetahuan alam.

Pada masa kekuasaan Iskandar Zulkarnaen dari Macedonia, kebudayaan campuran


antara Asia dan Eropa atau kebudayaan Hellenisme berkembang dengan cepat dan sangat
maju bila dibandingkan dengan kebudayaan asalnya. Kota Iskandariyah merupakan pusat
kebudayaan yang dibuat oleh Iskandar Zulkarnaen mengasilkan ahli filsafat yang termasyhur
yaitu Erastothenes dan Aristarchus, keduanya merupakan ahli dalam bidang astronomi dan
geografi.
TUGAS SEJARAH PEMINATAN
PERADABAN KUNO DI BENUA ASIA (INDIA, CHINA DAN
MESOPOTAMIA), AFRIKA (MESIR) DAN EROPA (ROMAWI DAN
YUNANI)

Oleh:
1. Aufa Nabila
2. Dhania Asyura
3. Hotma Yonatan
4. M. Aditya Ranggara
5. Rivia Ramadatun Nisa
6. Yasmin Ghaisani

Kelas X-IPS 1

DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 65 JAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2017/2018