Anda di halaman 1dari 6

B.

Pembatasan dan Perumusan Masalah


Berdasarkan permasalahan diatas, maka tidak semua hadis-hadis tema menangis yang
akan dibahas melainkan akan fokus kepada hadits-hadits menangis yang sangat di anjurkan ,
sebagai berikut:
1. Tangsian sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT
a. Tetesan air mata di jalan Allah bisa memadamkan kobaran api neraka

‫َب‬‫ْ ع‬‫َن‬‫ِ ع‬ ‫َك‬


‫َار‬‫ُب‬
‫الم‬ْ ُ ‫بن‬ ْ‫َا ا‬ ‫ثن‬ َ‫د‬ََّ
‫د ح‬ ٌ‫َّا‬‫هن‬ َ ‫َا‬ ‫ثن‬ َ‫د‬ ‫ِْْح‬
ََّ ‫د‬
‫َم‬
‫مح‬ُ ْ‫َن‬ ‫ِيِ ع‬‫ُود‬‫َسْع‬ ْ ِ‫اَّلل‬
‫الم‬ َّ ِ ‫َب‬
‫ْد‬ ‫بنِ ع‬ْ ِ‫َن‬ ‫ْم‬ ‫َِْْالر‬
‫َّح‬ ‫َب‬
‫ْد‬ ‫بنِ ع‬ْ ِ
‫د‬
‫َة‬
‫ير‬ َْ ‫هر‬ُ ‫ِي‬ َ
‫ْ أب‬ ‫َن‬
‫ة ع‬ََ
‫لح‬ َْ
‫بنِ ط‬ ْ ‫ِيسَى‬ ‫ْ ع‬ ‫َن‬‫َنِ ع‬ ‫ْم‬ ‫ل َْالر‬
‫َّح‬ َ‫َا‬
‫ق‬
‫َّار‬
َ ‫ُ الن‬ ‫ِج‬‫يل‬َ ‫َ َل‬ ََّ‫َس‬
‫لم‬ ‫ْه‬
‫ِ و‬ ‫لي‬ََ َّ ‫لى‬
‫اَّللُ ع‬ ََّ َّ ‫ل‬
‫اَّللِ ص‬ ُ‫َسُو‬‫ل ر‬ َ‫َا‬
‫ق‬
‫َن‬ َّ
‫اللب‬ َ‫ُو‬
‫د‬ ‫يع‬َ ‫َّى‬‫َت‬ َّ ِ
‫اَّللِ ح‬ ‫َة‬‫َشْي‬ ‫ْ خ‬ ‫ِن‬‫َى م‬ ‫بك‬ َ ٌ ‫َج‬
‫ُل‬ ‫ِي ُْر‬ ‫ف‬
‫َد‬ َّ ِ
‫اَّللِ و‬ ‫ِيل‬‫ِي سَب‬ ‫ٌ ف‬‫َار‬ ‫ُب‬‫ُ غ‬
‫ِع‬ ‫َم‬‫ْت‬
‫يج‬َ ‫ََل‬ ‫ِ و‬ ‫ْع‬‫َّر‬
‫َْالض‬ َُّ
‫م‬ ‫هن‬ََ
‫ن ج‬ ُ‫َا‬
‫خ‬
Telah menceritakan kepada kami Hannad berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnul
Mubarak dari 'Abdurrahman bin Abdullah Al Mas'udi dari Muhammad bin 'Abdurrahman dari
Isa bin Thalhah dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Tidak akan masuk ke dalam neraka seorang laki-laki yang menangis karena takut
kepada Allah hingga susu kembali ke dalam kantungnya. Dan tidak akan berkumpul menjadi
satu debu di jalan Allah dengan asap api neraka1
b. Laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya
basah karena menangis

‫َى‬ ‫ْي‬ َ ‫َا‬


‫يح‬ ‫ثن‬َ‫د‬ ‫َ ح‬
ََّ ‫َال‬‫ٌ ق‬ َْ
‫د ار‬ ُ ٍ
‫بن‬ ‫بشَّار‬َ ُ‫بن‬ْ ‫د‬َُّ‫َم‬ ُ ‫َا‬
‫مح‬ َ‫د‬
‫ثن‬ ََّ
‫ح‬
ْ
‫َن‬ ‫َنِ ع‬ ‫َّح‬
‫ْم‬ ‫ِ الر‬ ‫َب‬
‫ْد‬ ‫ُ ع‬
‫بن‬ْ ُ
‫ْب‬ ‫ُب‬
‫َي‬ ‫ِي خ‬
‫ثن‬َ‫د‬ ‫َ ح‬
ََّ ‫َال‬ َّ ِ
‫اَّللِ ق‬ ‫ْد‬‫َي‬
‫ُب‬‫ْ ع‬‫َن‬‫ع‬
َّ ‫َّى‬
ُ‫اَّلل‬ ‫َل‬
‫ِيِ ص‬ ‫ْ الن‬
‫َّب‬ ‫َن‬
‫ة ع‬ََ
‫ير‬َْ ُ ‫ِي‬
‫هر‬ ‫َب‬‫ْ أ‬ ‫َن‬
‫ٍ ع‬ ‫َاص‬
‫ِم‬ ْ ‫ص‬
‫بنِ ع‬ ِْ‫َف‬‫ح‬

1
HR. At-Tirmidzi no 1557
‫َ َل‬‫ْم‬
‫يو‬َ ِ‫ِه‬
‫ِل‬‫ِي ظ‬ َّ ْ
‫اَّللُ ف‬ ‫هم‬ُُّ
‫ِل‬ ُ ٌ
‫يظ‬ ‫َة‬‫ْع‬‫َ سَب‬‫َال‬ ‫َ ق‬ ‫َّم‬
‫َسَل‬‫ِ و‬ ‫ْه‬ ََ
‫لي‬ ‫ع‬
ِ
‫دة‬َ‫َا‬‫ِب‬‫ِي ع‬‫َ ف‬ َ ٌّ
‫نشَأ‬ ‫َشَاب‬ ‫ُ و‬‫ِل‬‫َاد‬ ْ ُ
‫الع‬ َِ
‫م ام‬ ْ ‫ه‬
‫اْل‬ ُُّ
‫ِل‬‫ل ظ‬ َِّ
‫َّ إ‬
‫ِل‬‫ظ‬
َّ َ
‫ابا‬ ‫تح‬ َ‫َج‬
َ ِ‫ُلن‬ ‫َر‬
‫ِ و‬‫َسَاجِد‬ ْ ‫ِي‬
‫الم‬ ‫ٌ ف‬‫َّق‬
‫َل‬ ُ ‫ه‬
‫مع‬ ُُ‫لب‬َْ
‫ٌ ق‬‫ُل‬ ‫َج‬
‫َر‬‫ِ و‬ ‫َب‬
‫ِه‬ ‫ر‬
ٌ
‫ُل‬‫َج‬
‫َر‬‫ِ و‬ ‫ْه‬
‫لي‬ََ
‫َا ع‬ ‫َر‬
‫َّق‬ ََ
‫تف‬ ‫ِ و‬ ‫ْه‬
‫لي‬ََ
‫َا ع‬ ‫َم‬
‫َع‬ ‫ْت‬ َّ
‫اَّللِ اج‬ ‫ِي‬ ‫ف‬
‫َاف‬
ُ ‫َخ‬‫ِي أ‬ ‫َ إ‬
‫ِن‬ ‫َال‬
‫َق‬‫ٍ ف‬ ‫َال‬‫َم‬‫َج‬ ‫ْص‬
‫ِبٍ و‬ َ ُ
‫من‬ ‫َات‬‫ٌ ذ‬ ‫َة‬‫َأ‬
‫مر‬ْ‫ه ا‬ ُْ
‫َت‬ ََ
‫لب‬ ‫ط‬
‫ما‬َ ‫ه‬ ُ َ
ُ‫ال‬ ‫ِم‬‫َ ش‬ َْ
‫لم‬ َ ‫ل‬
‫تع‬ َ ‫َّى‬ ‫َى ح‬
‫َت‬ ‫ْف‬‫َخ‬
‫َ أ‬ ‫دق‬ََّ
‫تص‬َ ٌ ‫َج‬
‫ُل‬ ‫َر‬‫اَّللَ و‬
َّ
ُ‫َا‬
‫ه‬ ‫ْن‬ ‫ْ ع‬
‫َي‬ ‫َت‬‫َاض‬‫َف‬
‫ًا ف‬ ِ‫َا‬
‫لي‬ َّ َ
‫اَّللَ خ‬ ‫َر‬‫َك‬
‫ٌ ذ‬‫ُل‬‫َج‬
‫َر‬ ُُ
‫ه و‬ ‫ِين‬‫يم‬َ ُ
‫ِق‬ ‫ْف‬ ُ
‫تن‬
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar Bundar berkata, telah menceritakan
kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah berkata, telah menceritakan kepadaku Khubaib bin
'Abdurrahman dari Hafsh bin 'Ashim dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang
tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang
menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut
dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu
kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat
oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, 'Aku takut kepada Allah', dan seorang
yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang
diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan
mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis. 2

2. Tangisan rosulullah saw saat menyaksikan kematian anaknya (Ibrāhīm).


ُ
‫بن‬ْ ‫َى‬
‫ْي‬‫يح‬َ ‫َا‬ َ‫د‬
‫ثن‬ ََّ
‫ح‬ ‫ِيز‬
ِ ‫َز‬ ْ ِ
‫الع‬ ‫َب‬
‫ْد‬ ‫ُ ع‬‫بن‬ ْ ُ ‫َسَن‬ ْ ‫َا‬
‫الح‬ ‫ثن‬َ‫د‬
ََّ
‫ح‬
ِ‫نس‬ََ
‫ْ أ‬
‫َن‬‫ِتٍ ع‬ َ ْ
‫ثاب‬ ‫َن‬‫ع‬ َ‫َّا‬
‫ن‬ ‫َي‬‫ُ ح‬
‫بن‬ْ‫َ ا‬
‫هو‬ُ ٌ‫يش‬ ‫ُر‬
َْ ‫َا ق‬ َ‫د‬
‫ثن‬ ََّ َ‫َسَّا‬
‫ن ح‬ ‫ح‬
َّ ِ
ِ‫اَّلل‬ ‫َسُول‬
‫َ ر‬
‫مع‬َ ‫َا‬
‫لن‬َْ
‫دخ‬َ َ‫َال‬‫ه ق‬ُْ
‫َن‬ َّ َ‫ِي‬
‫اَّللُ ع‬ ‫َض‬‫ِكٍ ر‬ َ ِ‫بن‬
‫م ال‬ ْ

2
Abi ‘Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim Ibn al-Mugirah bin Bardzibah alBukhari al-Ja’fi,
Shahih Al-Bukhari , Kitab : Adzan, Bab : Orang yang duduk di dalam masjid menunggu pelaksanaan shalat dan
keutamaan berdiam di masjid No. Hadis : 620 (Semarang, Karya Toha Putra, tt), h. 161
َ‫َا‬
‫ن‬ ‫َك‬‫ْنِ و‬ ‫َي‬ ْ ٍ‫ْف‬
‫الق‬ ‫ِي سَي‬ ‫َب‬‫لى أ‬ ََ
‫َ ع‬‫َّم‬
‫َسَل‬‫ِ و‬‫ْه‬ ََ
‫لي‬ َّ ‫َّى‬
‫اَّللُ ع‬ ‫َل‬ ‫ص‬
‫َّى‬
‫َل‬ َّ ُ
‫اَّللِ ص‬ ‫َسُول‬
‫ذ ر‬ََ‫َخ‬
‫َأ‬‫لم ف‬ ََّ‫ِ الس‬‫ْه‬‫لي‬ََ‫َ ع‬‫ِيم‬‫َاه‬‫بر‬ ‫ًا ِْل‬
ِْ ‫ْر‬‫ِئ‬ ‫ظ‬
‫َا‬‫لن‬َْ
‫دخ‬َ َّ ُ ‫ه‬
‫ثم‬ ‫َشَم‬
َُّ ‫ه و‬ُ‫ل‬ََّ
‫َب‬ ‫َق‬
‫َ ف‬ ‫ِيم‬‫َاه‬‫بر‬ ‫َ إ‬
ِْ ‫َّم‬
‫َسَل‬
‫ِ و‬‫ْه‬‫لي‬ ََ َّ
‫اَّللُ ع‬
ْ
‫لت‬ََ ‫َج‬
‫َع‬ ‫ِ ف‬ ‫ْس‬
‫ِه‬ ‫َف‬
‫ِن‬‫د ب‬ُ‫ُو‬‫يج‬َ ُ ‫ِيم‬ ‫َاه‬ ِْ
‫بر‬ ‫ِكَ و‬
‫َإ‬ ‫َل‬‫د ذ‬ َْ
‫بع‬َ ِ ‫ْه‬
‫لي‬ََ ‫ع‬
‫َال‬
َ ‫َق‬
‫َانِ ف‬‫ِف‬
‫ذر‬ْ‫ت‬
َ َ‫َّم‬
‫َسَل‬ ‫ْه‬
‫ِ و‬ ََ
‫لي‬ َّ ‫َّى‬
‫اَّللُ ع‬ ‫َل‬ َّ ِ
‫اَّللِ ص‬ ‫َا ر‬
‫َسُول‬ ‫َي‬
‫ْن‬ ‫ع‬
‫يا‬َ َ
‫نت‬َْ
‫َأ‬‫ه و‬ُْ
‫َن‬ َّ َ‫ِي‬
‫اَّللُ ع‬ ‫َض‬
‫ْفٍ ر‬‫َو‬‫ُ ع‬ ْ ِ‫َن‬
‫بن‬ ‫ْم‬ ‫َّح‬‫د الر‬ُْ
‫َب‬ ُ‫َل‬
‫ه ع‬
َّ
‫ثم‬ ُ ٌ ‫َة‬
‫ْم‬‫َح‬‫ها ر‬ َِّ
َ‫ن‬ ‫ْفٍ إ‬ ‫َو‬‫َ ع‬‫بن‬ْ‫يا ا‬ َ َ ‫َال‬
‫َق‬ َّ
‫اَّللِ ف‬ َ
‫َسُول‬‫ر‬
َّ
‫ِن‬ ‫َ إ‬‫َّم‬
‫َسَل‬‫ِ و‬‫ْه‬ ََ
‫لي‬ َّ
‫اَّللُ ع‬ ََّ
‫لى‬ ‫َ ص‬ ‫َال‬
‫َق‬‫َى ف‬ ‫ُخ‬
‫ْر‬ ‫ِأ‬
‫ها ب‬ ََ
‫َع‬ َْ
‫تب‬ ‫أ‬
‫َى‬ ‫ْض‬
‫ير‬َ ‫ما‬ َِّ
َ ‫ل‬ ‫ُ إ‬‫ُول‬ َ ‫ل‬
‫نق‬ ََ َُ
‫ن و‬ ‫ْز‬
‫يح‬َ َ
‫لب‬َْ ْ َ
‫الق‬ ‫ُ و‬‫مع‬ ْ‫ت‬
َ‫د‬ َ َ ‫َي‬
‫ْن‬ ْ
‫الع‬
ُ‫َا‬
‫ه‬ ‫َو‬
‫ن ر‬ ُ ُ
َ‫ونو‬ ‫ْز‬‫َح‬ ‫ُ َلم‬
‫ِيم‬ ‫َاه‬‫بر‬ِْ َ َ‫ِك‬
‫يا إ‬ ‫َاق‬‫ِر‬‫ِف‬
‫نا ب‬ َِّ
‫َإ‬‫َا و‬
‫بن‬َُّ
‫ر‬
ٍ‫نس‬ََ‫ْ أ‬‫َن‬
‫ِتٍ ع‬‫ثاب‬ َ ْ ‫َن‬
‫ِ ع‬ ‫َة‬‫ِير‬‫ُغ‬
‫بنِ الم‬ْ ‫ن‬َ‫َا‬‫ْم‬‫لي‬ َُ‫ْ س‬‫َن‬
‫موسَى ع‬ ُ
‫َّم‬
َ ‫َسَل‬
‫ِ و‬‫ْه‬ ََ
‫لي‬ َّ ‫لى‬
‫اَّللُ ع‬ ََّ
‫ِيِ ص‬ ‫ْ الن‬
‫َّب‬ ‫َن‬
‫ه ع‬ُْ‫َن‬ َّ َ‫ِي‬
‫اَّللُ ع‬ ‫َض‬
‫ر‬
Dari Anas bin Mâlik r.a. dia berkata : Kami pernah masuk bersama Rasulullah ke rumah Abû
Saif, seorang pandai besi dan dia adalah sebagai zi’ir (istrinya menyusui) bagi Ibrahim, lalu
Rasulullah saw. memegang Ibrahim, kemudian memeluk dan menciuminya. Setelah itu,
kamipun masuk menemuinya sedang Ibrâhîm terbujur seorang diri. Maka kedua mata
Rasulullah meneteskan air mata, lalu Abdurrahmân bin Auf bertanya kepada beliau: ‘Engkau
juga menangis, ya Rasulullah? “beliau pun menjawab: “Wahai Ibn ‘Auf, sesungguhnya
tetesan air mata ini adalah rahmat.” Kemudian diikuti dengan lainnya, lalu beliaupun
bersabda; “Sesungguhnya mata ini telah berlinang, hati bersedih, dan kami tidak mengatakan
kecuali apa yang diridhai oleh Tuhan kami. Dan sesungguhnya kami sangat bersedih atas
kepergianmu, wahai Ibrâhîm.” (H.R. al-Bukhârî, Muslim, al-Tirmidzî, Abû Dâwûd, Ibn
Mâjah, dan Ahmad)3

3
al-Bukhârî, Sahiîh al-Bukhârî, Juz 2, Kitâb al-Janâ’iz Bâb Qaul al-Nabî innâ bik Lamahzûnûn, h. 84-85
3. Menangisnya rosul ketika dibacakan ayat alquran

4. Menangis saat shalat


‫عبْد َحدَّثَنِي‬
َ ‫الرحْ َم ِن‬ َ ‫سلَ َمةَ ابْنَ يَ ْعنِي َح َّماد أ َ ْخبَ َرنَا هَارونَ ابْنَ نِيْْيَع يَ ِزيد َحدَّثَنَا‬
َّ ‫س ََّّلم ب ِْن م َح َّم ِد بْن‬ َ
َ ‫ع ْن ثَابِت‬
‫ع ْن‬ َ ‫ط ِرف‬ َ ‫ّللاِ َرسو َل َرأَيْت قَا َل أ َ ِبي ِه‬
َ ‫ع ْن م‬ َّ ‫صلَّى‬ َ ‫سلَّ َم‬
َّ ‫علَ ْي ِه‬
َ ‫ّللا‬ َ ‫ص ِلي َو‬ َ ‫يزِْأَز‬
َ ‫صد ِْر ِه َوفِي ي‬
ِ ‫الر َحى َكأ َ ِز‬
‫يز‬ ِ ‫صلَّى ْالب َك‬
َّ ‫اء ِم ْن‬ َ ‫ّللا‬ َ ‫سلَّ َم‬
َّ ‫علَ ْي ِه‬ َ ‫َو‬
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Muhammad bin Salam telah
menceritakan kepada kami Yazid yaitu Ibnu Harun telah mengabarkan kepada
kami Hammad yaitu Ibnu Salamah dari Tsabitdari Mutharif dari ayahnya dia berkata; saya
melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat, sedang dalam dada beliau
terdengar bunyi seperti batu penggiling gandum karena tangisan beliau shallallahu 'alaihi
wasallam.4

5. Menangis saat mendengar Nasehat

Dari Anas bin Mâlik r.a. (berkata): Sesungguhnya Nabi saw. pernah keluar saat matahari
tergelincir, lalu beliau salat zuhur. Ketika beliau salam (dari salatnya), beliau berdiri di atas
mimbar dan kemudian menyampaikan hal-hal mengenai hari kiamat. Beliau menyebutkan bahwa
menjelang kedatangan hari kiamat akan datang masalah-masalah yang besar. Lalu beliau berkata:
“Barangsiapa yang ingin bertanya tentang sesuatu, maka sampaikanlah. Demi Allah, apapun
yang kalian tanyakan, niscaya akan aku jelaskan selama aku masih berada di tempat ini.” Anas
berkata: (Saat itu) orang-orang banyak menangis dan Rasulullah saw. banyak mengatakan
“Bertanyalah kepadaku!” Anas berkata: Lantas seseorang berdiri dan bertanya: “(Kelak) saya
akan masuk ke mana?” Rasul menjawab: “Neraka.” Lalu ‘Abdullâh bin H uzafah bertanya:

4
Hadits Sunan Abu Dawud No. 769 - Kitab Shalat
“Siapakah ayahku?” Beliau menjawab: “Ayahmu adalah H uzafah.” Kemudian Rasulullah
banyak berkata: “Bertanyalah kepadaku, bertanyalah kepadaku!”. Lalu Umar duduk menderum
di atas kedua lututnya dan berkata: “Aku rela Allah sebagai Tuhan-(ku), Islam sebagai agama-
(ku), dan Muhammad saw. sebagai rasul- (ku). Anas berkata: Rasulullah saw. terdiam saat Umar
mengucapkan kalimat tersebut. Kemudian beliau bersabda: Lebih utama. Demi Zat yang jiwaku
berada dalam genggaman-Nya, sungguh baru saja telah diperlihatkan kepadaku surga dan neraka
di sisi dinding ini ketika aku sedang shalat. Aku belum pernah melihat kebaikan dan keburukan
seperti yang terjadi pada hari ini5
6. Menangis sehingga termotivasi untuk beribadah

Dari Anas bin Mâlik, dia berkata: pernah disampaikan kepada Rasulullah saw. sesuatu tentang
sahabat-sahabatnya. Lalu beliau berkhutbah seraya berkata: “Telah diperlihatkan kepadaku surga
dan neraka, di mana aku tidak pernah melihat seperti hari ini dalam hal kebaikan dan keburukan.
Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan
banyak menangis.” Anas mengatakan: “Para sahabat Rasulullah saw. pernah didatangi oleh suatu
hari yang lebih memberatkan (menyedihkan) daripada hari itu. Mereka menutupi kepala mereka
dan mereka menangis dengan keras.” Ia (Anas) berkata: “Umarpun berdiri dan berkata, ‘Aku
ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabiku.’ Ia
berkata: “Lelaki itupun berdiri kemudian berkata, ‘Siapakah ayahku?’ Ia menjawab, ‘Ayahku
adalah Fulan.’ Maka turunlah ayat (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan
(kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu). (H.R.
al-Bukhârî dan Muslim)6

5
al-Bukhârî, Sahîh al-Bukhârî, Juz 8, Kitâb al-I’tisâm bi al-Kitâb wa al-Sunnah Bâb Mâ Yukrahu
min Katsrah al-Su’âl, h. 143; lihat pula hadis yang semakna pada al-Tirmidzî, Sunan alTirmidzi,
Juz 4, Abwâb al-‘Ilm Bâb fî Man Da’â ilâ Hudâ fa utbi’a au ilâ Dalâlah, no. Hadis 2816, h. 149-
150

6
al-Bukhârî, Sahîh al-Bukhârî, Juz 5, Kitâb Tafsîr al-Qur’ân Bâb Qaulih Ta’âlâ lâ Tas’alû ‘an Asy-yâ’a
in Tubda lakum Tasu’kum, h.190; Muslim, Sahîh Muslim, Juz 2, Kitâb alFadâ’il Bâb Tauqîrih saw. Wa Tark
Iktsâr Su’âlih ‘ammâ lâ darûrah ilaih, h. 338
7. Menangisi segala kesalahan untuk meraih kesuksesan

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir ia berkata: Saya bertanya: “Ya Rasulullah, Bagaimana caranya untuk
mendapatkan keberhasilan itu?” Beliau menjawab: “Tahanlah lisanmu (agar hanya kebaikan
yang keluar darinya), hendaknya rumahmu memberikan keluasan kepadamu (nyaman tinggal di
rumah), dan menangislah atas segala kesalahanmu!”(H.R. al-Tirmidzî)7

7
al-Tirmidzî, Sunan al-Tirmidzî, Juz 3, Abwâb al-Zuhd Bâb Mâ Jâ’a fî Hifz al-Lisân, no. Hadis 2517,h.
31; ‘Abdullâh bin al-Mubârak, al-Zuhd wa al-Raqâ ’ iq, Bâb Mâ Jâ’a fî al-Huzn wa al-Bukâ, no. Hadis 119, h.13