Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BY.NY.

M DENGAN
PATENT DUCTUS ARTERIOSUS (PDA) DI RUANG MAWAR
RSUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

I. Pengkajian
A. Identitas Klien
Nama Bayi : By.Ny. M
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal Lahir / Usia : 03 Juli 2017 / 10 hari
Nama Orang tua : Ny. M / Tn. A
Pendidikan Ayah / Ibu : SMP / SD
Pekerjaan Ayah / Ibu : Swasta / IRT
Usia Ayah / Ibu : 31 tahun / 25 tahun
Alamat : Jl. Dr. Murjani
No. Medical Record : 26.xx.xx
Tanggal Masuk : 03 Juli 2017
Tanggal Pengkajian : 13 Juni 2017
Diagnosa Medis : PDA + Sepsis Neonatorum (perbaikan)

Genogram

Keterangan :
: Laki -Laki
: Perempuan
: Klien
: Tinggal Serumah
: Meninggal

1
II. Riwayat
A. Bayi
Didapatkan afgar score 6/7, usia gestasi 38 minggu, berat badan 4200 gram,
panjang badan 51 cm. tidak ada komplikasi dalam proses persalinan.
B. Ibu
Usia ibu 25 tahun dengan G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, jenis persalinan
sectio cesarea dengan alasan PEB, edem pulmo dan fital distress. Selama
kehamilan ibu mengalami pre axlamsia.

III. Pengkajian Fisik Neonatus


1. Reflek
Reflek Moro terlihat bila bayi dikagetkan
Reflek menggenggam bayi dapat menggenggam dengan kuat
Reflek menghisap kuat
2. Tonus / aktivitas
Respon gerak ekstremitas atas dan bawah dapat bergerak dengan aktif dan
tenang, bayi menangis keras.
3. Kepala / leher
a. Fontanel anterior tegas dan datar
b. Sutura sagitalis terpisah dan cekung
c. Gambaran wajah simetris
4. Mata
Keadaan mata bersih, bentuk simetris antara kanan dan kiri. Jarak antara
intrakantus 2,1 cm, sklera putih.
5. THT
Bentuk telinga normal, simetris antara kiri dan kanan, bentuk hidung
simetris.
6. Wajah
Bentuk wajah simetris,tidak ada bibir sumbing,
7. Abdomen
Tampak lunak, lingkar perut 35 cm dan tidak ada pembesaran hati

2
8. Toraks
Bentuk thorax simetris, klavikula normal kanan dan kiri.
9. Paru-paru
Suara nafas kanan dan kiri sama dan bersih, respirasi spontan, tidak
terlihat adanya alat bantu napas, bayi tidak memakai oksigen.
10. Jantung
Waktu pengisian kapiler < 2 detik, denyut nadi 128 kali/menit. Denyut
nadi brankial kanan dan kiri keras, femoral kanan dan kiri keras.
11. Ektremitas
Gerakan normal dan dapat bergerak dengan bebas, bentuk ekstremitas
atas dan bawah tidak ada kelainan, panggul normal.
12. Umbilikus
Terlihat kering tidak ada kemerahan,terbungkus kasa dan terpasang klem.
13. Genital
Bayi berjenis kelamin laki-laki,genital normal
14. Anus
Paten, normal tidak ada kelainan atau gangguan.
15. Spina
Spina normal,tidak ada kelainan atau gangguan.
16. Kulit
Warna kulit pucat, sianosis pada sirkumoral, tidak ada tanda lahir, turgor
kulit elastis.
17. Suhu
Suhu kulit 38,7ºC, bayi dalam boks terbuka.

IV. Riwayat Sosial


Ibu tidak memiliki pengalaman dalam antisipasi dan pengalaman
kelahiran karena baru pertama melahirkan dan selama kehamilan ibu kontrol
kebidan. Berasal dari suku Banjar, beragama Islam dan sehari-hari
menggunakan bahasa banjar. Bayi diberikan susu formula karena ibu
meninggal dunia.

3
Ayah bayi tidak pernah menyentuh, memeluk, berkunjung, dan
melakukan kontak mata dengan bayi. Keluarga terdekat yang dapat diubungi
adalah tante bayi. Keluarga pasrah terhadap kondisi bayinya dan menyerahkan
sepenuhnya perawatan bayi kepada rumah sakit. Bayi dirawat di ruang
perinatology.

Riwayat anak lain :


Tidak ada riwayat anak lain karena By. Ny M merupakan anak pertama
dari Ny. M.

V. Pemeriksaan Diagnosik
a. Laboratorium : hasil laboratorium tanggal 13 Juli 2017
Jenis Hasil Nilai Rujukan / Normal
Leukosit 14.000 4.00 – 2.000
HB 16,5 17,0 – 20,0
Eritrosit 5,61 3,50 - 7,00
Trombosit 342.000 100 – 300
HCT 51,4 % 38,0 – 68,0

b. Radiologi : tanggal 08 Juli 2017


X-Ray foto thorax PA :
Cor tampak membesar ke lateral kiri, apeks membulat diatas diafragma,
pinggang jantung mendatar, CTR 66 %, aorta normal, trachea ditengah,
sinus costofrenikus dan diafragma normal.
Pulmo : Hili normal, corakan bronkhovaskuler ramai.
Tampak bercak infiltrate di lapang atas paru kanan dan kedua perihiler.
Jaringan lunak dan tulang dinding dada tidak tampak kelainan.
Kesan :
Kardiomegali (RV ?) dengan corakan bronkhovaskuler ramai, sugestif PJB
dengan L to R shunt.
DD/-ASD
Bronkhopneumonia

4
c. Echokardiografi anak (transtorakal) tanggal 10 Juli 2017
Echo Sumonary : - SS, AV-VA conordane
- All Pu tola
- IAS : Intact
- IVS : Intact
- Katup shunt dalam batas normal
- PDA
Kesimpulan : PDA kecil ukuran 2 mm
Saran : Echo evaluasi 6 bulan

Terapi :
Cefixine 2 x 15 mg (oral)  anibiotik
PCT drop 3 x 0,5 ml (oral)  penurun panas / demam

VI. Resume Hasil Pengkajian


Tanggal 03 Juli 2017 hari Senin pukul 09.49 WIB, bayi laki-laki lahir dari ibu
G1P0A0, hamil 38 minggu dengan proses persalinan sectio cesarea atas indikasi
PEB, edem pulo dan fital distress. Ketuban warna jenih volume cukup. Bayi
lahir tidak segera menangis, tonus otot lemah, dilakukan isap lender, rangsang
taktil, bayi mulai menangis tapi tidak kuat. Apgar score (A/S) 6/7. Tampak
agak ssak, sianosis (+) hilang setelah pemberian oksigen 1 liter/menit.
TTV : 136 x/menit, RR = 48 x / menit, S = 36,5C, BB = 4200 gram, panjang
badan lahir 51 cm, lingkar kepala 35 cm, lingkar dada 35 cm. akral teraba
hangat, CRT < 2 detik, anus (+) meconium.
Pada tanggal 13 Juli 2017 hari Kamis pukul 07.30 WIB dilakukan pengkajian
bayi ada demam, suhu 38,7 C, RR = 44 kali/menit, N = 128 kali/menit, BB =
3700 gram, bayi tampak gelisah, saat menyusu bayi terenga-engah, menghisap
hanya sebentar-sebentar.

5
VII. Analisa Data
No. Data Etiologi Masalah
1 DS: Maslformasi Penurunan curah
- Saat menyusu bayi menghisap jantung / jantung
hanya sebentar-sebentar perubahan isi
- Saat menyusu bayi terengah- sekuncup
engah
DO:
- Bayi tampak gelisah
- Bibir tampak sianosis dan
kering
- RR = 44 x/menit
- N = 128 x/menit
Echo Sumonary :
- SS, AV-VA conordane
- All Pu tola
- IAS : Intact
- IVS : Intact
- Katup shunt dalam batas
normal
- PDA
Kesimpulan :
PDA kecil ukuran 2 mm

2 DS: Struktur kulit yang Ketidakseimbangan


- Menghisap sebentar-sebentar imatur nutrisi berhubungan
saat menyusu dengan asupan
- Menghisap tidak kuat makanan yang tidak
DO: seimbang dengan
- BB = 3700 gram kebutuhan
- PB = 51 cm
- RR = 44 x / mnt
- N = 128 x/mnt
- S = 38,7 C
- Bibir tampak kering
- Bayi tampak gelisah

VIII. Diagnosa Keperawatan (Berdasarkan Prioritas Masalah)


1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan malforasi jantung.
2. Ketidakseimbangan nutrisi berhubungan dengan asupan makanan yang
tidak seimbang dengan kebutuhan.

6
IX. Nursing Care Planning (NCP)
Tgl. Pengkajian : 13 Juli 2017 Nama Pasien : By.Ny. M Alamat Rumah : Jl. Dr. Murjani
Nama Mahasiswa : Christina Indah, S.Kep Umur : 10 hari Nama Ayah/Ibu : Ny. A / Ny. M
Ruang Praktek : Mawar Jenis Kelamin : Laki-laki Telp. yang dihubungi : 085348321869
Nama Dokter : dr. R., S.PA No. Rekam Medis : 26.xx.xx Diagnosa Medis : PDA

Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi


No. Diagnosa Keperawatan Rasional Tindakan
(NOC) (NIC)
1 Penurunan curah jantung Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi kualitas dan 1. Permulaan gangguan pada
berhubungan dengan keperawatan selama 3 x 24 jam
kekuatan denyut jantung, nadi jantung akan ada perubahan
malforasi jantung / diharapkan curah jantung normal.
perubahan isi sekuncup, Kriteria hasil : perifer, warna dan kehangatan tanda-tanda vital, semuanya
ditandai dengan : Cardiac Pump Effectiveness
kulit harus cepat dideteksi untuk
DS: Indikator IR ER
- Saat menyusu bayi Heart Rate dakam 3 4 2. Monitor tanda-tanda CHF penanganan lebih lanjut
menghisap hanya batas yang diharapkan (gelisah, takikardi, tachypnea, 2. Deteksi dini untuk mengetahui
sebentar-sebentar Indeks jantung dalam 3 4
- Saat menyusu bayi batas yang diharapkan sesak, mudah lelah, periorbital adanya gagal jantung kongestif
terengah-engah Aktivitas toleran 4 5 edema, oliguria, dan 3. Pucat menunjukkan adanya
DO: Nadi perifer kuat 3 4
- Bayi tampak gelisah Ukuran jantung 3 4 hepatomegali) penurunan perfusi sekunder
- Bibir tampak normal 3. Tegakkan derajat sianosis terhadap ketidak adekuatan
sianosis dan kering Warna kulit 3 4
- RR = 44 x/menit JVP tidak tampak 3 4 (sirkumoral, membran mukosa, curah jantung, vasokonstriksi
- N = 128 x/menit Tidak terdapat 3 4 clubbing) dan anemia.
Echo Summary : diaritmia
- SS, AV-VA Tidak terdapat suara 4 5 4. Berikan oksigen 1 – 2 liter / 4. Meningkatkan sediaan oksign
conordane jantung abnormal menit (nasal kanula) untuk kebutuhan melawan efek
- All Pu tola

7
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
No. Diagnosa Keperawatan Rasional Tindakan
(NOC) (NIC)
- IAS : Intact Tidak terdapat angina 4 5 5. Kolaborasi pemberian terapi hipoksia / iskemia
- IVS : Intact Tidak terdapat edema 3 4 sesuai indikasi bila diperlukan 5. Dapat mencegah semakin
- Katup shunt dalam perifer
batas normal Tidak terdapat edema 3 4 memburuknya keadaan klien
- PDA paru-paru
Kesimpulan : Tidak terdapat 2 4
PDA kecil ukuran 2 mm diaphoresis berlebih
Tidak ada mual 3 4
Kelemahan 4 5
ekstremitas tidak ada
Keterangan :
1. Keluhan ekstrim
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan
2 Ketidakseimbangan Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji dan cacat toleransi dan 1. Terdapat kesulitan
nutrisi berhubungan keperawatan selama 3 x 24 jam
respon bayi terhadap untuk minum ASI karena
dengan asupan makanan diharapkan asupan makanan dalam
yang tidak seimbang tubuh akan seimbang pemberian ASI sesak napas.
dengan kebutuhan Kriteria hasil :
2. Beri nutrisi optimal untuk 2. Pertahanan tubuh yang optimal
ditandai dengan : Indikator IR ER
DS: Intake makanan dan 3 4 mendukung pertahanan tubuh meningkatkan kemampuan
- Menghisap sebentar- cairan alami bernapas.
sebentar saat Energi 3 4
menyusu Masa tubuh 4 5 3. Berikan ASI / susu formula 3. Untuk memenuhi kebutuhan
- Menghisap tidak Berat badan 3 4 sesuai jadwal asupan nutrisi klien

8
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
No. Diagnosa Keperawatan Rasional Tindakan
(NOC) (NIC)
kuat Ukuran kebutuhan 3 4 4. Menempatkan pasien pada 4. ASI / susu formula yang
DO: nutrisi secara
posisi yang nyaman ketika diberikan dapat diminum
- BB = 3700 gram biokimia
- PB = 51 cm Keterangan : minum ASI dengan mudah dan tidak
- RR = 44 x / mnt 1. Keluhan ekstrim
5. Kolaborasi Dengan nutrisien menganggu pernapasan.
- N = 128 x/mnt 2. Keluhan berat
- S = 38,7 C 3. Keluhan sedang tentang pemenuhandiet klien 5. Meningkatkan pemenuhan
- Bibir tampak kering 4. Keluhan ringan 6. Kolaborasi untuk pemberian sesuai dengan kebutuhan klien
- Bayi tampak gelisah 5. Tidak ada keluhan
antipiretik 6. Untuk menurunkan demam

X. Implementasi Keperawatan dan Catatan Perkembangan


Tgl. Pengkajian : 13 Juli 2017 Nama Pasien : By.Ny. M Alamat Rumah : Jl. Dr. Murjani
Nama Mahasiswa : Christina Indah, S.Kep Umur : 10 hari Nama Ayah/Ibu : Ny. A / Ny. M
Ruang Praktek : Mawar Jenis Kelamin : Laki-laki Telp. yang dihubungi : 085348321869
Nama Dokter : dr. R., S.PA No. Rekam Medis : 26.xx.xx Diagnosa Medis : PDA

9
Tgl / Jam Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi
Penurunan curah jantung 1. Mengobservasi kualitas dan S:
berhubungan dengan malforasi kekuatan denyut jantung, nadi Saat menyusu bayi masih tampak terengah-engah
13 Juli 2017 jantung / perubahan isi perifer, warna dan kehangatan O:
07.30 WIB sekuncup, ditandai dengan : kulit - RR = 44 x/menit
DS: - N = 124 x/menit
- Saat menyusu bayi - Bayi masih tampak gelisah
menghisap hanya sebentar- 2. Memonitor tanda-tanda CHF - Bibir masih tampak sianosis dan kering
13 Juli 2017 sebentar (gelisah, takikardi, tachypnea,
07.45 WIB - Saat menyusu bayi sesak, mudah lelah, periorbital
terengah-engah edema, oliguria, dan epatomegaly)
DO: 3. Menegakkan derajat sianosis A:
- Bayi tampak gelisah (sirkumoral, membran mukosa, Indikator IR ER
- Bibir tampak sianosis dan clubbing) Heart Rate dakam batas yang 3 4
kering diharapkan
13 Juli 2017 - RR = 44 x/menit Indeks jantung dalam batas yang 3 4
08.15 WIB - N = 128 x/menit diharapkan
Aktivitas toleran 4 5
Echo Summary :
Nadi perifer kuat 3 4
- SS, AV-VA conordane
Ukuran jantung normal 3 4
- All Pu tola Warna kulit 3 4

10
Tgl / Jam Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi
- IAS : Intact 4. Memberikan oksigen 1 – 2 liter / JVP tidak tampak 3 4
- IVS : Intact menit (nasal kanula) Tidak terdapat diaritmia 3 4
- Katup shunt dalam batas Tidak terdapat suara jantung abnormal 4 5
normal Tidak terdapat angina 4 5
- PDA Tidak terdapat edema perifer 3 4
13 Juli 2017 Tidak terdapat edema paru-paru 3 4
08.15 WIB Kesimpulan :
PDA kecil ukuran 2 mm Tidak terdapat diaphoresis berlebih 2 4
Tidak ada mual 3 4
Kelemahan ekstremitas tidak ada 4 5

Keterangan :
13 Juli 2017 5. Berkolaborasi pemberian terapi 1. Keluhan ekstrim
08.30 WIB sesuai indikasi bila diperlukan 2. Keluhan berat
Injeksi cefixine 2 x 15 mg peroral) 3. Keluhan sedang
PCT drop 3 x 0,5 ml (peroral) 4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan

P : Lanjutkan intervensi

1. Mengobservasi kualitas dan S:


14 Juli 2017 kekuatan denyut jantung, nadi O:
07.30 WIB perifer, warna dan kehangatan - Bayi tampak tenang
kulit - Bibir masih tampak sianosis dan kering
2. Memonitor tanda-tanda CHF - RR = 42 x/ mnt
14 Juli 2017
(gelisah, takikardi, tachypnea, - N = 122 x/mnt
07.45 WIB
sesak, mudah lelah, periorbital

11
Tgl / Jam Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi
edema, oliguria, dan A :
epatomegaly) Indikator IR ER
3. Menegakkan derajat sianosis Heart Rate dakam batas yang 3 4
14 Juli 2017
(sirkumoral, membran mukosa, diharapkan
08.15 WIB Indeks jantung dalam batas yang 3 4
clubbing)
14 Juli 2017 4. Memberikan oksigen 1 – 2 liter / diharapkan
08.15 WIB menit (nasal kanula) Aktivitas toleran 4 5
Nadi perifer kuat 3 4
14 Juli 2017 5. Berkolaborasi pemberian terapi
Ukuran jantung normal 3 4
08.30 WIB sesuai indikasi bila diperlukan Warna kulit 3 4
Injeksi cefixine 2 x 15 mg peroral) JVP tidak tampak 3 4
PCT drop 3 x 0,5 ml (peroral Tidak terdapat diaritmia 3 4
Tidak terdapat suara jantung abnormal 4 5
Tidak terdapat angina 4 5
Tidak terdapat edema perifer 3 4
Tidak terdapat edema paru-paru 3 4
Tidak terdapat diaphoresis berlebih 2 4
Tidak ada mual 3 4
Kelemahan ekstremitas tidak ada 4 5

Keterangan :
1. Keluhan ekstrim
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan

P : pertahankan intervensi

12
Tgl / Jam Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi
1. Mengobservasi kualitas dan S:
15 Juli 2017
kekuatan denyut jantung, nadi O:
07.30 WIB
perifer, warna dan kehangatan kulit - Bayi tampak tenang
2. Memonitor tanda-tanda CHF - Bibir masih tampak sianosis dan kering
15 Juli 2017 (gelisah, takikardi, tachypnea, - RR = 42 x/ mnt
07.45 WIB sesak, mudah lelah, periorbital - N = 124 x/mnt
edema, oliguria, dan epatomegaly)
3. Menegakkan derajat sianosis A:
15 Juli 2017
(sirkumoral, membran mukosa, Indikator IR ER
08.15 WIB Heart Rate dakam batas yang 3 4
clubbing)
15 Juli 2017 4. Memberikan oksigen 1 – 2 liter / diharapkan
08.15 WIB menit (nasal kanula) Indeks jantung dalam batas yang 3 4
15 Juli 2017 5. Berkolaborasi pemberian terapi diharapkan
Aktivitas toleran 4 5
08.30 WIB sesuai indikasi bila diperlukan
Nadi perifer kuat 3 4
Injeksi cefixine 2 x 15 mg peroral)
Ukuran jantung normal 3 4
PCT drop 3 x 0,5 ml (peroral
Warna kulit 3 4
JVP tidak tampak 3 4
Tidak terdapat diaritmia 3 4
Tidak terdapat suara jantung abnormal 4 5
Tidak terdapat angina 4 5
Tidak terdapat edema perifer 3 4
Tidak terdapat edema paru-paru 3 4
Tidak terdapat diaphoresis berlebih 2 4
Tidak ada mual 3 4
Kelemahan ekstremitas tidak ada 4 5

Keterangan :
1. Keluhan ekstrim

13
Tgl / Jam Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan

P : pertahankan intervensi

Ketidakseimbangan nutrisi 1. Mengkaji dan cacat toleransi dan S:


13 Juli 2017
berhubungan dengan asupan respon bayi terhadap pemberian - Bayi masih menghisap sebentar-sebentar saat
08.00 WIB
makanan yang tidak seimbang ASI menyusu
13 Juli 2017 dengan kebutuhan ditandai 2. Berkolaborasi untuk pemberian - Bayi menghisap masih tidak kuat
08.30 WIB dengan : PCT drop 3 x 0,5 ml (peroral) O:
13 Juli 2017 DS: 3. Memonitor tanda-tanda vital (suhu, - Bayi masih tampak gelisah
09.00 WIB - Menghisap sebentar- nadi, RR) - Bibir masih kering
13 Juli 2017 sebentar saat menyusu 4. Memberikan nutrisi optimal untuk - RR = 44 x / menit
09.00 WIB - Menghisap tidak kuat mendukung pertahanan tubuh - N = 124 x/menit
DO: alami - S = 37, C
13 Juli 2017 - BB = 3700 gram 5. Memberikan ASI / susu formula A:
09.00 WIB - PB = 51 cm sesuai jadwal
Indikator IR ER
13 Juli 2017 - RR = 44 x / mnt 6. Menempatkan pasien pada posisi
Intake makanan dan cairan 3 4
09.00 WIB - N = 128 x/mnt yang nyaman ketika minum ASI /
Energi 3 4
- S = 38,7 C susu formula
Masa tubuh 4 5
13 Juli 2017 - Bibir tampak kering 7. Kolaborasi Dengan nutrisien
10.00 WIB tentang pemenuhan diet klien Berat badan 3 4
- Bayi tampak gelisah
Ukuran kebutuhan nutrisi secara 3 4
biokimia

14
Tgl / Jam Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi
Keterangan :
1. Keluhan ekstrim
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan

P : pertahankan intervensi

1. Mengkaji dan cacat toleransi dan S:


14 Juli 2017
respon bayi terhadap pemberian - Bayi menghisap kuat
07.30 WIB
ASI O:
14 Juli 2017 2. Menempatkan pasien pada posisi - Bayi tampak tenang
08.00 WIB yang nyaman ketika minum ASI / - Bibir sudah tidak tampak kering
susu formula - BB = 3800 gram
07.30 WIB 3. Memonitor tanda-tanda vital (suhu, - RR = 42 x / menit
08.45 WIB nadi, RR) - N = 122 x/menit
14 Juli 2017 4. Memberikan nutrisi optimal untuk - S = 36,7 C
08.00 WIB mendukung pertahanan tubuh A:
alami Indikator IR ER
14 Juli 2017 5. Memberikan ASI / susu formula Intake makanan dan cairan 3 4
08.00 WIB sesuai jadwal Energi 3 4
14 Juli 2017 6. Berkolaborasi untuk pemberian Masa tubuh 4 5
09.00 WIB Sanmol Drop 5 ml Berat badan 3 4
14 Juli 2017 7. Kolaborasi Dengan nutrisien Ukuran kebutuhan nutrisi secara 3 4
09.30WIB tentang pemenuhan diet klien biokimia

15
Tgl / Jam Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi
Keterangan :
1. Keluhan ekstrim
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan

P : pertahankan intervensi

1. Mengkaji dan cacat toleransi dan S:


15 Juli 2017
respon bayi terhadap pemberian - Bayi menghisap kuat
07.30 WIB
ASI / susu formula O:
15 Juli 2017 2. Menempatkan pasien pada posisi - Bayi tampak tenang
08.00 WIB yang nyaman ketika minum ASI / - BB = 3900 gram
susu formula - RR = 42 x / menit
15 Juli 2017 3. Memonitor tanda-tanda vital - N = 124 x/menit
08.45 WIB (suhu, nadi, RR) - S = 36,5 C
15 Juli 2017 4. Memberikan nutrisi optimal A:
08.00 WIB untuk mendukung pertahanan Indikator IR ER
tubuh alami Intake makanan dan cairan 3 4
15 Juli 2017 5. Memberikan ASI / susu formula Energi 3 4
08.00 WIB sesuai jadwal Masa tubuh 4 5
15 Juli 2017 6. Berkolaborasi untuk pemberian Berat badan 3 4
09.00 WIB Sanmol Drop 5 ml Ukuran kebutuhan nutrisi secara 3 4
15 Juli 2017 7. Kolaborasi Dengan nutrisien biokimia
09.30WIB tentang pemenuhan diet klien

16
Tgl / Jam Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi
Keterangan :
1. Keluhan ekstrim
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan

P : pertahankan intervensi

17