Anda di halaman 1dari 5

Malaria

A. Fase penginfeksian Malaria


Malaria merupakan penyakit yang bersifat akut maupun kronik yang disebabkan oleh
genus Plasmodium. Plasmodium terbagi menjadi beberapa spesies, yaitu Plasmodium
vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium falciparum, dan Plasmodium malariae.
Penginfeksian malaria membutuhkan perantara sebelum akhirnya bersarang pada tubuh
manusia, yakni melalui Nyamuk Anopheles Betina. Daur hidup dari Plasmodium terdiri
atas fase seksual (di dalam tubuh hospes definitive, yaitu nyamuk Anopheles betina) dan
fase aseksual (di dalam tubuh manusia).1
Fase aseksual yang terjadi di dalam tubuh manusia. Dalam tubuh manusia, daur hidup
Plasmodium terbagi juga menjadi 2, yaitu fase jaringan dan fase eritrosit. Awalnya,
plasmodium dalam bentuk sporozoit yang dibawa oleh nyamuk akan masuk ke dalam
aliran darah ke sel hati dan berkembang biak membentuk skizon hati yang mengandung
ribuan merozoit. Selanjutnya, skizon tersebut akan pecah pada masanya sehingga
menyebabkan merozoit yang ada di dalamnya juga ikut keluar dan masuk ke dalam aliran
darah, ini disebut masa sporulasi. Pada P.vivax dan P.ovale, sebagian sporozoit tidak
akan ikut keluar ke aliran darah, tetapi sebagian akan membentuk hipnozoit dalam hati
sehingga dapat mengakibatkan relaps jangka panjang dan rekurens. Selanjutnya, terjadi
fase di dalam darah yang disebut Fase Eritrosit. Pada fase eritrosit, merozoit yang telah
beredar di dalam aliran darah akan menyerang eritrosit dan membentuk trofozoit. Proses
berlanjut menjadi trofozoit-skizon-merozoit. Setelah 2-3 generasi merozoit dibentuk,
sebagian merozoit akan berubah menjadi bentuk seksual. Masa antara permulaan infeksi
sampai ditemukannya parasit di dalam darah tepi adalah masa prapaten, sedangkan masa
inkubasi intrinsic dimulai dari masuknya sporozoit dalam badan hospes sampai timbulnya
gejala klinis demam.1/2
Gambar 1.1. Malaria menyebabkan Anemia

Sumber : Silbernagl S, Lang F. atlas berwarna patofisiologi. Edisi 1.Jakarta: EGC;2007

Fase seksual, parasit seksual masuk dalam lambung betina nyamuk anopheles. Bentuk ini
mengalami pematangan menjadi mikro dan makrogametosit dan terjadilah pembuahan
yang disebut zigot (ookinet). Ookinet kemudian menembus dinding lambung nyamuk dan
menjadi ookista. Bila ookista pecah, maka ribuan sporozoit dilepaskan dan mencapai
kelenjar liur nyamuk yang selanjutnya akan kembali menginfeksi manusia ketika
menghisap darah.
Malaria memiliki 2 patogenesis, yakni Alami (gigitan nyamuk ke tubuh manusia) dan
induksi (ketika stadium aseksual masuk ke dalam tubuh manusia melalui transfuse,
suntikan, atau pada bayi baru lahir =kongenital).
B. Manifestasi klinis

Malaria dapat dikenali dengan beberapa manisfestasi klinis yaitu:


1. Demam
Demam periodic yang berkaitan dengan saat pecahnya skizon matang (sporulasi).
Pada malaria tertiana (P.vivax dan P.ovale), pematangan skizonnya setiap 48 jam atau
masanya 3 hari. Sedangkan malaria kuartana (P.malariae), pematangannya tiap 72
jam. Tiap serangan ditandai dengan beberapa serangan periodic. Demam khas malaria
terdiri atas 3 stadium, (a) menggigil (15 menit-1 jam), (b) puncak demam (2-6 jam),
(c) berkeringat (2-4 jam). Demam akan mereda setelah beberapa saat karena tubuh
telah beradaptasi terhadap parasit serta karena adanya respon imun terhadap
mikroorganisme asing.3
2. Splenomegali
Splenomegali merupakan gejala khas malaria kronik. Limpa mengalami kongesti,
menghitam, dan menjadi keras karena timbunan pigmen eritrosit parasit dan jaringan
ikat yang bertambah.3
3. Anemia
Derajat anemia tergantung pada spesies penyebab, yang paling berat adalah anemia
karena P.falciparum. disebabkan oleh : Penghancuran eritrosit yang berlebihan
Eritrosit normal tidak dapat hidup lama Gangguan pembentukan eritrosit karena
depresi eritropoiesis dalam sumsum tulang (diseritropoiesis).3
4. Ikterus
Ikterus disebabkan karena hemolisis dan gangguan hepar. Malaria laten adalah masa
pasien diluar masa serangan demam. Periode ini terjadi bila parasit tidak dapat
ditemukan dalam darah tepi, tetapi stadium eksoeritrosit masih bertaha n dalam
jaringan hati. Relaps adalah timbulnya gejala infeksi setelah serangan pertama, yang
bersifat : Relaps jangka pendek (rekrudesensi), dapat timbul 8 minggu setelah
serangan pertama hilang karena parasit dalam eritrosit yang berkembang biak Relaps
jangka panjang (rekurens), dapat muncul 24 minggu atau lebih setelah serangan
pertama hilang karena parasit eksoeritrosit hati masuk ke darah dan berkembang
biak.3
C. ANAMNESIS UNTUK MENYINGKIRKAN KEMUNGKINAN MALARIA
Pertanyaan yang digunakan untuk dapat memastikan pasien malaria atau tidak dapat
digunkan beberapapa pertanyaan (anamnesis) sebagai berikut.4
1. Ibu, tinggalnya di mana?
Alasan: guna mengetahui apakah keadaan lingkungan tempat tinggalnya bersih
ataukah kotor
2. Ibu, apakah di akhir pekan ini anak dan keluarga ibu, pernah jalan-jalan ke luar dari
kota yang ibu tempati sekarang?
Alasan: guna mengetahui apakah daerah yang di kunjungi endemic malaria
3. Ibu, anaknya demam sajakah, atau menggigil juga?
Alasan: karena demam yang di sertai dengan menggigil merupakan gejala dari pada
malaria
4. Anaknya demam hilang timbul ataukah demam terus?
Alasan: karena umumnya pada pasien malaria biasanya demam di sore sampai malam
hari
5. Ibu, bagaimana suhu badan anak ibu?
Alasan: karena pada pasien malaria biasanya tiba-tiba dingin tanpa ada ransangan dari
luar berupa udara dll
6. Maaf ya bu, air kencing anaknya konsistensinya bagaimana?
Alasan: karena pada pasien yang positif malaria konsistensi air kencingnya
keruh/pekat, hal ini di sebabkan karena plasmodium yang ada dalam darah
menghancurkan ikatan HB. Sehingga HBnya keluar begitu saja melalui air
kencingnya dan menyebabkan air kencingnya keruh/pekat.
1. Aru W.Sudoyo., Bambang Setiyohadi., Idrus Alwi., Marcellus Simandibrata K., Siti
Setiati. Buku ajar ilmu penyakit dalam, jilid III, ed V
2. Stefan Silbernagl, Florian Lang. Color Atlas of Pathophysiology. Thieme; New York:
2000

3. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/35367/4/Chapter%20ll.pdf
4. Telaah dari buku Penuntun CSL Biomedik 2 Fakultas kedokteran dan hubungkan dengan
sumber pada sumber 1,2 dan 3