Anda di halaman 1dari 4

Nama : May Efi Arianti Manalu

NIM : 16.3127

Mata Kuliah : Hermen PB 2

Dosen : Pdt. Dr.Dewi Sri Sinaga

LGBT

Tinjauan Biblis (PB) tentang LGBT Roma 1:26-27

Pembicara Pdt.Dr.Rospita Siahaan

Rumusan Masalah

Bagaimanakah pandangan Biblis PB pada LGBT ?

Pendekatan

Dalam Konteks ini penyaji menggunakan Pendekatan yang dilakukan dari tinjauan biblis PB
tentang LGBT ditinjau dari: 1korintus 6:9,1 Timotius 1:10, Roma 1:26-27

Dalam kajian penyaji memiliki pro dan kontra terhadap LGBT dalam pembahasan
pertama membahas memngenai Hteroseksual yang menjadi Homoseksual dalam kajian ini
pro terhadap homoseksual dikarenakan pengecaman terhadap homoseksual sebenarnya tidak
jelas dalam teks didalam tijnauan roma 1:26-27 ini bahwa karena itu Allah menyerahkan
mereka kepada hawa nafsu yang memalukan sebab isteri-isteri mereka menggantikan
persetubuhan dengaan yang tak wajar demikian juga suami-suami meninggalkan
persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka sehingga mereka melakukan kemesuman ,laki-
laki dengan laki-laki dan oleh karena itu tidak menentang yang mempunyai orientasi
homoseksual namun yang menjadi kontra dari pembahasan pertama disini kajian dalam teks
bahwa itu tersebut perbuatan amoral dan pada zaman paulus pada saat itu belum ada
pemahaman atau konsep tentang orientasi homoseksual, Pembahasan kedua mengenai
homoseksual adapun pro ialah adanya argumentasy pederasty yang dimana yang dikecam
paulus adalah kebiasaan yunani yang diterima secara umum pada umumnya homoseksual
sesama pria dewasa tidak dapat diterima jadi tidak perlu dikecam pederasty pada umunya
dapat diterima, kontra homoseksual yang dirujuk bukanlah pada pederasty dan tidak ada
pederasty dikalangan perempuan, Pembahasan yang ketiga mengenai pro dan kontra
pemujaan berhala, pronya dalam roma 1:26-27 yang ditolak pelaku heteroseksual yang
berubah menjadi homoseksual yang memiliki orientasi homoseksualnya tidak ditolak
sedangkan kotranya anakronistik yang dimana orientasi seksual tidak dikenal pada masa
Paulus.1 sehingga kesimpulan pada sajian ini penyaji menyatakan bahwa menolak praktek
dan pernikahan homoseksual namun menerima keberadaan pemilik orientasi homoseksual
dengan kasih, menolong pelaku atau pemilik orientasi homoseksual untuk kembali ke natural
penciptaan Allah dan hendaknya kita menerima keberadaan mereka namun tidak kita terima
perilaku atau prakteknya.

Pdt.Dr.Hulman Sinaga

Dimana dalam PL tidak ditemukan konsep umum tentang seks atau seksualitas sebab
dimana alkitab tidak memoralisasi seks yang memandangnya sebagai realitas sentral manusia
dimana alkitab memandang seks sebagai suatu bentuk ekspresif kreatif manusia atau sebagai
bentuk yang memiliki nilai komunikasi dan koneksi manusia alkitab tidak mengandaikan
perilaku seks sebagai kemaunnya sendiri sebab ada perilaku seks yang tegas dilarang sebab
PL hanya menyinggung perkawinan kudus dalam kajian ini PL dengan tegas dan jelas
menyatakan hanya ada satu hubungan seks yaitu heteroseksual.2 pada narasi penciptaan
khususnya perintah kepada manusia untuk beranak cucu dan bertambah banyak meneruskan
generasi pro kreasi (kej 1:26-28) hanya dapat terjadi dalam dan melalui hubungan
heteroseksual ,selain itu narasi penciptaan menjelaskan hubungan bahwa manusia adalah
dualitas laki-laki dan perempuan bukan laki-laki atau perempuan.

Pendekatan yang dipakai dalam kajian teks ini ialah

Pendekatan etis PL terhadap teks penciptaan berkaitan dengan seks yang dijelaskan
sebagai unifikasi,prokreasi,dan rekreasi. Unifikasi,seks adalah kesatuan cinta kasih atau
intimitas batin suami isteri serta memperteguh kebersamaan.Prokreasi ini berarti memenuhi
tugas dan tujuan penciptaan untuk meneruskan generasi dan rekreasi dimaksud adalah untuk
saling melengkapi dan menguatkan serta saling mendukung harmonisasi keluarga.

Larangan Homoseksual dilarang dengan tegas alasannya terhadap kerasnya sanksi absen yang
terdapat pada IM 18:3-4 “Janganlah kamu perbuat seperti yang diperbuat orang ditanah mesir
,dimana kamu diam dahulu juga jangan kamu perbuat seperti yang diperbuat oranglain di
tanah kanaan kemana aku membawa kamu janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka
kamu harus lakukan peraturan-peraturan yang harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan
hidup menurut semuanya itu Akulah Tuhan Allahmu. Larangan hubungan seksual yang
dimaksudkan adalah untuk mencegah pertentangan dan struktur keluarga dan peran sosial
sehingga berkontribusi untuk melindungi kedamaian keluarga bahwa disimpulkan bahwa
larangan terhadap homoseksual dalam PL adalah suatu kepastian ketentuan hukum Allah.

Pdt.Dr.Saut Sirait

Didalam sudut pandang Etika LGBT bukan merupakan kelainan sebab lgbt tidak bisa
kita salahkan karena jika kita menyalahkan LGBT berarti kita menyalahkan
penciptanya.3kaum LGBT tidak menginginkan diri mereka seperti itu namun yang terjadi
mereka harus menjadi kaum yang termarginalkan yang dimana itu bukan karena keinginan
mereka sendiri karena jika LGBT itu datang oleh karena faktor dari genetika.

Pdt.P.N.B Pardede

Pada sudut pandang teologi agama-agama bahwa LGBT itu tidak ada karena di zaman
dewa-dewi bahwa dulu Prabu purnawangsa sengaja menyamar jadi wanita itu hanya
bertujuan untuk menyelamatkan dewi dari sekapan para penawan bukan berarti bahwa ia
benar-benar ingin menjadi seorang wanita namun bertujuan untuk menyelamatkan.4 sehingga
dalam perspektif teologi agama-agama menolak bahwa adanya praktek LGBT.

Pdt.Sanggam Siahaan,M.Th

Dalam kajian LGBT menurut Perspektif Sosial hal berbicara ini sesuatu yang tabu karena
kata tersebut dikaitkan dengan jenis kelamin sebab dianggap berbicara tentang ruang privat
ke ruang publik.

Konsep yang dipakai ialah konsep jenis kelamin yang dimana konsep ini digunakan untuk
membedakan laki-laki dan perempuan berdasarkan biologis dan anatomi. Dalam sosial
perilaku lgbt melawan kebiasaan masyarakat meski tidak semua kebiasaan masyarakat
diyakini sebagai sebuah dasar untuk berperilaku dalam interaksi sosial namun perlu
diperhatikan penting untuk menghargai tidak hanya nilai-nilai atau norma sosial berlaku
termasuk kebiasaan dan kepentingan umum yang ada pada agama yang terkait dengan
konteks sosial,dalam konteks sosial yang kita anut bahwa hubungan perkawinan ataupun
hubungan seksual yang dilakukan ialah oleh pasangan lawan jenis bukan sesama jenis
sehingga bila pasangan yang melakukannya diluar dari konteks sosial yang telah disepakati
maka mereka dinilai sebagai orang yang memiliki orientasi seks yang menyimpang.5 namun
para sosiolog menjelaskan bahwa struktur dan sistem masyarakat tidak dapat dipisahkan
sehingga penting untuk mempelajari perilaku menyimpang dalam konteks perilaku LGBT
karena kita perlu mengetahui apa penyebabnya dan mencari cara bagaimana untuk
mencegahnya dan juga menyembuhkannya.

Dalam perspektif sosial ada 2 hal yang menjadi alasan LGBT :

1.Nilai sebuah keintiman (dalam hubungan seksualitas)

2. Kehilangan Figur Orangtua

Sehingga dapat disimpulkan kita harus mencegah perilaku yang menyimpang karena akan
semakin membingungkan bila tidak mengacu pada nilai-nilai yang dianut manusia.

Pdt.Julius Simare-mare,M.Th

LGBT dari perspektif praktika “Memahami dan menyikapi LGBT dari perspektif Theologia
menggunakan Methodological-Spiral” Dokumen teologi menetapkan posisi prinsip
memelihara kekudusan diri dan jemaat karena sudah dikuduskan Tuhan Allah namun belum
secara spesifik menyentuh hal praktis terkait aktif secara seksual.kekristenan dan budaya
batak menyediakan koridor berbasis “pernikahan-heteroseksual”

Kritik terhadap distorsi praktik yang ada

Percabulan berbasis heteroseksual, MBA dan skenario pemberkatan pernikahan, Perceraian,


Kdrt, Diskriminasi

Lgbt memiliki problematika yang kompleks jika diserap ke dalam praktek


kehidupan,homophobia bukan solusi LGBT menentang orang kristen untuk mengevaluasi
pelayanan praktisnya dan mengidentifikasi distorsi yang berlangsung ditengah komunitas
persekutuan.6 sikap kritis terhadap LGBT bukan berarti menjadi pembenaran melakukan
persekusi,dalam tataran praktis gereja menolak tetapi tidak membenci,menjaga jarak namun
bukan memarjinalkan.

1. Tinjauan Biblis PB tentang LGBT, Pdt.Dr.Rospita Siahaan


2. Tinjauan Biblis PL tentang LGBT,Pdt.Dr.Hulman Sinaga
3. Lgbt dari sudut pandang etika, Pdt.Dr.Saut Sirait
4. LGBT dari pemahaman teologi Agama-agama,Pdt.Dr.Petrus.N.B.Pardede
5. LGBT dari perspektif sosial,Pdt.Sanggam Siahaan,M.Th
6. LGBT dari perspektif Praktika,Pdt.Julius Simare-mare,M.Th