Anda di halaman 1dari 4

DEFINISI

Vertigo : Suatu sensasi abnormal gerakan berputar akibat gangguan pada vestibular. Terjadi
seketika, disertai mual, muntah.
Persepsi yang salah bisa berupa vestibular dan non vestibular. Berdasarkan letak lesi yang ada di
perifer dan sentral.

ETIOLOGI
Neurologi klinis
1. Vestibular system 20% ada BPPV, Meniere, Kronik labirinitis
2. Proprioaktif system
3. Visual system (diplopia atau katarak)
4. Brainstem (infark, tumor)

EPIDEMIOLOGI
Amerika 64 kasus cenderung pada perempuan
Usia diatas 50 tahun
Berlin (2007) 0,9 % BPPV 1,6%
Indonesia termasuk 5 besar yang sering masuk di RS
Perifer cenderung wanita

Laki 25%
Perempuan 35%
18-30 tahun 5%
41-50 tahun 26,7%
Terapi dengan kombinasi lebih efektif
Idiopatik 50%
Trauma kepala 17%
Neuritis vestibularis 15%
KLASIFIKASI
Non Vestibular : sistemik (DM, HIPERTENSI, OTOLARYNGOLOGIS) dicetuskan oleh stres
Vestibular (di labirin) dicetus oleh peregerakan
Perifer (di labirin atau saraf vestibular, sering pada usia muda, pendengaran berkurang) dan
Sentral (dari batang otak, sering pada usia tua)

Kronis (bisa akibat hipotensi)

FAKTOR RISIKO
1. Gender
55% perempuan (tergantung populasi yang dilakukan penelitian, secara garis besar
seperti itu)
2. Muscular pain
Anamnesis, pasien mengeluhkan muscular pain di leher dan bahu
3. Sleep dan stress duration
4. Migraine
Berhubungan dengan vertigo
5. Pernah terkena head injury
6. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu
7. Merokok, minum alcohol, minum kopi
8. Riwayat penyakit sebelumnya (sakit kepala jenis apapun, sebelumnya pernah terkena
vertigo)
9. Usia lebih dari 50 tahun (fungsi organ tubuh manusia menurun)

PATOFISIOLOGI
Ada gangguan alat keseimbangan tubuh.
1. Teori overstimulation
2. Teori Konflik Sensorik (dari reseptor keseimbangan)
3. Teori Neuralmysmatch (bila ada gerakan tidak sesuai dengan pola, maka timbul kelaian)
4. Teori sinaps (menimbulkan mekanisme adaptasi saraf simpatis, ada gejala mual muntah,
pucat)

MANIFESTASI KLINIS
Persaan berputar diikuti oleh mual muntah, hearing loose, nystagmus
Head impuls test (satu titik focus) kepala berpaling tapi mata tetap bertahan pada titik itu maka
hasilnya normal

Neurologis fokal yang membedakan perfer dan sentral (ada)


Perifer disertai tinnitus

Vestibular bekerja sama dengan visual dan proprioseptik (ada kalanya saat vertigo kita bisa kena
nystagmus juga)

DIAGNOSIS
Anamnesis : apakah vertigo melayang, berputar, 7 keliling
Adakah kaitan dengan perubahan posisi
Px fisik (umum, neurologis, khusus otoneurologis)
a. Umum : diarahkan ke penyakit sistemik, bising karotis, pulsasi nadi perifer
b. Neurologis : Romberg, tandem walking, uji Babinski
c. Khusus otoneurologis (apakah lesi di perifer atau sentral)

Px penunjang : lab gas analisa darah dan urin (sesuai indikasi), foto rontgen, EEG,
Elektromyography, CT Scan, MRI

TATA LAKSANA
Tujuan farmako : mengangani vertigo
Mengurangi morbiditas
Mencegah komplikasi
Dymenhidrinat : menekan fungsi labirin, dengan antikolinergik secara sentral
CCB : Mengurangi eksitasi, menekan pelepasan glutamate

Non farmako : Muncul akan lebih parah bila ada aktivitas yang memicu
Terapi adaptasi :
Edukasi : Diberi posisi yang nyaman, usahakan 24 jam pertama pasien dalam posisi tegak (hal
ini untuk mengurangi nistagmus), kurangi kontak cahaya yang terlalu terang, model rehabilitasi
vestibular (tergantung hasil pemeriksaan dan diagnosis vertigo tipe apa)

*Utama adalah lakukan manuver, bila tidak ada perbaikan baru berikan terapi farmakologi dan
non farmakologi

KOMPLIKASI
Vertigo bukan suatu penyekit, tapi suatu gejala (jarang ditemukan komplikasi)
Canal switch (partikel berpindah, melakukan manuver)
Canalith jump (resposisi maneuver, ada gejala, mual, muntah, pusing)

PENCEGAHAN
Primer : bangun perlahan, duduk dulu sebelum ;angsung bangun tidur, hindari gerakan kepala
yang melintir
Sekunder : periksa ke tenang medis terdekat, sehingga dapat penanganan yang tepat dan bila
dilakukan pemeriksaan neurologi
Tersier : bisa senam, konsumsi makan, hindari stres

PROGNOSIS
Ad vitam : dubia ad bonam
Ad Sanationam : dubia ad malam
Ad Fungsionam : dubia ad bonam