Anda di halaman 1dari 9

TEORI HEALTH PROMOTION MODEL

Oleh :

Kelompok IV

1. Miftahul Jannah
2. Nasrul Fuad
3. Ni Luh Santini
4. Nurhastutik
5. Putri Ningsih
6. Raudatul Adawiyah
7. Siti Assuaro
8. Siti Maimunah
9. Widiawati
10. Yeni Sari
11. Yulianita
12. Yuni Kartina

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM

PROGRAM STUDI S.1

TAHUN 2018/2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan kesehatan merupakan suatu
bentuk pelayanan professional yang didasarkan pada ilmu keperawatan. Pada
perkembangannya ilmu keperawatan selalu mengikuti perkembangan ilmu lain,
mengingat ilmu keperawatan merupakan ilmu terapan yang selalu berubah mengikuti
perkembangan zaman. Demikian juga dengan pelayanan keperawatan di Indonesia,
kedepan diharapkan harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara
profesional sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat serta teknologi bidang
kesehatan yang senantiasa berkembang. Pelaksanaan asuhan keperawatan di sebagian
besar rumah sakit Indonesia umumnya telah menerapkan pendekatan ilmiah melalui
proses keperawatan.
Profesi keperawatan adalah profesi yang unik dan kompleks.Dalam melaksanakan
prakteknya, perawat harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang
sudah dimunculkan.Konsep adalah suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak
yang dapat diorganisir dengan smbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep
keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model
keperawatan.
Teori adalah sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau
suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari
fakta-fakta yang telah di observasi tetapi kurang absolut atau bukti secara
langsung.Yang dimaksud teori keperawatan adalah usaha-usaha untuk menguraikan
atau menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Teori keperawatan digunakan
sebagai dasar dalam menyusun suatu model konsep dalam keperawatan,dan model
konsep keperawatan digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan. Berikut
ini adalah teori keperawatan menurut Nola Pender dan Eakes, Burke serta Hainsworth
yang perlu diketahui oleh para perawat profesional sehingga mampu mengaplikasikan
praktek keperawatan yang didasarkan pada keyakinan dan nilai dasar keperawatan.
BAB II
TEORI HEALTH PROMOTION MODEL (HPM) MENURUT PENDER

A. SEJARAH
Nola J. Pender berkomitmen pertama kali pada profesi keperawatan ketika
berusia 7 tahun. Saat itu ia mengobservasi pemberian asuhan keperawatan
pada bibinya yang masuk rumah sakit. Keinginannya untuk memberikan perawatan
kepada orang lain dikembangkan melalui pengalaman dan pendidikan yang ia
yakini sebagai profesi yang menolong orang lain. Dr. Pender membuat terobosan baru
pada ilmu pengetahuan tentang promosi kesehatan melalui riset, pengajaran, presentasi
dan tulisan sederhana.

Pender dilahirkan pada tahun 1941 di Lansig, Michigan, satu-satunya anak dari
orang tuanya yang mendukung pendidikan untuk wanita. Keluarganya
mendukung cita-citanya menjadi RN yang kemudian ia memimpin sekolah
keperawatan di RS Sub Urban Barat di Oak Park, illnois. Dia mendapat gelar diploma
pada tahun 1962 dan bekerja pada unit bedah di RS Michigan. Pada tahun 1964, Pender
melengkapi BSN nya di Universitas State Michigan di East Lancincing dan ia meminta
Helen Denhele (asisten dekan) untuk membantu meluruskan programnya dan
mensupport dan memelihara pilihan-pilihannya untuk pendidikan yang lebih
lanjut. Dia mendapatkan gelar MA pada bidang pertumbuhan dan perkembangan dari
Universitas Michigan pada tahun 1965. Gelar Ph.D di bidang psikologi dan pendidikan
pada tahun 1969 dari Universitas North Western di Evanston, Illinois. Desertasi Dr
Pender tentang perubahan perkembangan dalam encoding proses memory jangka
pendek pada anak. Pada awal mendapatkan gelar Ph.D nya Dr Pender
menyatakan tujuan asuhan keperawatan adalah mengoptimalkan kesehatan
individu. Pernikahannya dengan Albert Pender – asisten professor pada bidang bisnis
dan ekonomi- telah menghasilkan sebuah tulisan tentang perawatan kesehatan
dalam ekonomi. Kelahiran saudara perempuannya memberi pengaruh yang besar pada
keinginannya untuk mempelajari lebih lanjut tentang optimalisasi kesehatan
manusia. Pada tahun 1975, Dr Pender mempublikasikan model konsepsual kesehatan
preventif. Dasar studinya adalah bagaimana individu membuat keputusan tentang
perawatan kesehatan mereka sendiri dalam konteks keperawatan. Artikel tersebut
mengidentifikasi factor-faktor yang ditemukan dalam pengambilan keputusan
dan tindakan-tindakan yang diperlukan individu dalam pencegahan penyakit.
Pada tahun 1982, edisi pertama promosi kesehatan dalam praktek keperawatan
dipublikasikan dengan konsep promosi optimal tentang kesehatan mendesak
perlunya pencegahan penyakit. Model promosi kesehatan pertama kali dimuat pada
edisi ini dan mengalami revisi pada tahun 1987.

Edisi III tahun 1996 memuat revisi terakhir tentang model promosi
kesehatan dan di presentasikan. Lima tahun studi dibiayai oleh institute kesehatan
nasional yang berhubungan dengan Universitas Illinois Northern di Dekalb oleh kolega
Pender, Susan Walker, Eid.D, Karen Sechrist, Ph.D, dan marylin Frank
Stamburg, Ed.D. Studi tersebut menguji validitas dari model promosi
kesehatan. Sebagai instrument , profil gaya hidup promosi kesehatan
dikembangkan oleh team research untuk mempelajari tingkah laku promosi kesehatan
pada orang dewasa yang bekerja, lansia, klien rehabilitasi jantung dan kanker yang
dapat ambulasi. Hasil dari studi ini dipublikasikan untuk mensupport model promosi
kesehatan, Dimana Pender mengatakan sebagai model evolusi. Nola Pender
memberikan kepemimpinan yang sangat penting dalam pengembangan riset
keperawatan di amerika serikat. Pekerjaannya mensupport riset keperawatan nasional di
institute kesehatan nasional adalah instrumen untuk pembentukannya pada tahun
1981.

Pender menjadi presiden Akademi dari tahun 1991 – 1993. Sebagai direktur
pusat untuk riset keperawatan pada universitas Michigan pada fakultas keperawatan
sejak tahun 1990. Ia terlibat secara intensif untuk membangun riset-riset
keperawatan. Fokus riset adalah pada tingkah laku kesehatan pada anak- anak dan
remaja yang dimulai pada tahun 1991. Universitas Michign mewakili harapan Dr
Pender untuk kelanjutan studi dan pengaruh promosi kesehatan individu terhadap
pemahaman bagaimana perilaku mereka pertama kali direkam pada usia muda. Dr
Pender telah mempublikasikan berbagai artikel pada latihan-latihan, perubahan tingkah
laku dan latihan relaksasi sebagai aspek-aspek dari promosi kesehatan.

Latar belakang pender dalam keperawatan, perkembangan manusia, pengalaman


psikologis, dan pendidikannya membawanya untuk menggunakan perspektif
keperawatan yang holistik, psikologikal, dan teori pembelajaran sebagai pondasi Health
Promotion Model (HPM), HPM terintegrasi dalam beberapa kontruksi. Central dari
HPM adalah teori pembelajaran sosial oleh Albert Bandura (1977), yang menyatakan
pentingnya proses kognitif dan merubah perilaku. Teori pembelajaran sosial berubah
nama menjadi teori sosial kognitif, yang mencakup kepercayaan diri, hubungan diri,
evaluasi diri dan keefektifan diri. Keefektifan diri adalah pusat dalam
membangun Health Promotion Model (Pender, 1966; Pender Murdaugh and parsons,
2002) dan dilanjutkan model nilai harapan dalam motivasi manusia yang dijelaskan oleh
Feather (1982) menjelaskan bahwa perilaku adalah rasional dan ekonomis yang sangat
penting dalam perkembangan model.

Model ini menggabungkan 2 teori yaitu teori nilai harapan dan teori kognitif
sosial yang konsisten dengan semua teori yang memandang pentingnya promosi
kesehatan dan pencegahan penyakit adalah suatu yang hal logis dan ekonomis
(Alligood, 2014).

1. Teori pembelajaran sosial (Albert Bandura, 1977)


Teori pembelajaran ini disebut teori pembelajaran social-kognitif atau teori
pembelajaran melalui peniruan. Teori ini berdasarkan pada tiga asumsi, yaitu:
a. Individu melakukan pembelajaran dengan meniru apa yang ada di lingkungan
sekitarnya, terutama perilaku-perilaku orang lain.
b. Terdapat hubungan yang erat antara pelajar dengan lingkungannya. Pembelajaran
terjadi dalam keterkaitan antara tiga pihak yaitu lingkungan, perilaku dan faktor-
faktor pribadi.
c. Hasil pembelajaran adalah berupa kode perilaku visual dan verbal yang
diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
2. Teori nilai harapan (Victor H. Vroom)
Teori ini dikemukakan oleh Victor H. Vroom yang menyatakan bahwa kekuatan
yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya
tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang diinginkan dan dibutuhkan
dari hasil pekerjaan itu.
Teori harapan ini didasarkan atas :
a. Harapan (Expectancy), adalah suatu kesempatan yang diberikan akan terjadi
karena perilaku.
b. Nilai (Valence) adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai / martabat
tertentu (daya/nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan.
c. Pertautan (Instrumentality) adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat
pertama Ekspektansi merupakan sesuatu yang ada dalam diri individu yang
terjadi karena adanya keinginan untuk mencapai hasil sesuai dengan tujuan.
Ekspektansi merupakan salah satu penggerak yang mendasari seseorang untuk
melakukan suatu tindakan. Karena dengan adanya usaha yang keras tersebut,
maka hasil yang didapat akan sesuai dengan tujuan. Dalam teori ini disebutkan
bahwa seseorang akan memaksimalkan usaha dan meminimalkan segala yang
menghalangi pencapaian hasil maksimal.

B. MODEL KONSEPTUAL PENDER


1. Health Promotion Model (HPM)
HPM mengintegrasikan beberapa gagasan. Pusat dari HPM adalah sosial
learning theory dari Albert Bandura (1977 dalam Alligood, 2000) yang menyatakan
pentingnya proses pengetahuan dalam merubah perilaku. Social learning theory,
sekarang diubah menjadi social cognitive theory yang mencakup self beliefs: self-
attribution, self evaluation, and self efficacy. Self efficacy merupakan gagasan utama
dalam HPM. HPM sama dalam pengertiannya dengan Health belief model
tetapi HPM tidak terbatas hanya dalam memaparkan tentang perilaku
pencegahan penyakit. HPM berbeda dari health belief model yang mana HPM tidak
memasukkan ketakutan dan ancaman sebagai sumber motivasi dalam perilaku
kesehatan. Tetapi, HPM mengembangkan cakupan perilaku untuk meningkatkan
kesehatan dan kemampuan untuk mengaplikasikannya sepanjang hidup.

2. Revised Health Promotion Model


Rasional merevisi Health Promotion Model adalah dari adanya analisis studi
penelitian. Proses menyempurnakan HPM mengalami beberapa perubahan.
a. Pertama, Importance of health, perceived control of health and cues for action
dihapus dari model.
b. Kedua, definition of health, perceived health status and demographic and
biological characteristics telah di masukkan dalam kategori personal factors
pada tahun 1966 dalam revisi HPM.
c. Terakhir, revisi HPM mengikuti tiga variabel baru dimana variabel
tersebut membawa pengaruh kepada individu untuk tertarik dalam
perilaku promosi kesehatan yang merupakan outcome dari HPM. (Pender, 1966
dalam Tomey & Alligood, 2000) variabel tersebut antara lain :
1) Activity- related affect,
2) Commitment to a plan of action,
3) Immediate competing demand and preferences

C. ASUMSI DASAR HEALTH PROMOTION MODEL MENURUT PENDER


1. Manusia mencoba menciptakan kondisi agar tetap hidup di mana mereka dapat
mengekspresikan keunikannya.
2. Manusia mempunyai kapasitas untuk merefleksikan kesadaran dirinya, termasuk
penilaian terhadap kemampuannya.
3. Manusia menilai perkembangan sebagai suatu nilai yang positif dan mencoba
mencapai keseimbangan antara perubahan dan stabilitas.
4. Setiap individu secara aktif berusaha mengatur perilakunya.
5. Individu merupakan makhluk biopsikososial yang kompleks, berinteraksi dengan
lingkungannya secara terus menerus, menjelmakan lingkungan yang diubah secara
terus menerus.
6. Profesional kesehatan merupakan bagian dari lingkungan interpersonal yang
berpengaruh terhadap manusia sepanjang hidupnya.
7. Pembentukan kembali konsep diri manusia dengan lingkungan adalah penting
untuk perubahan perilaku.

D. APLIKASI MODEL TEORI PENDER DALAM KEPERAWATAN


Nola J. Pender mengembangkan Health Promotion Model untuk
mendemontrasikan hubungan antara manusia dengan lingkungan fisik dan
interpersonalnya dalam berbagai dimensi. Model ini menggabungkan dua teori yaitu
teori Nilai Pengharapan dan Teori Pembelajaran Sosial dalam perspekstif keperawatan
manusia dilihat dari fungsi holistik. Konsep dalam teorinya dengan menekankan bahwa
sakit membutuhkan biaya yang mahal dan perilaku promosi kesehatan adalah ekonomis.
Pada beberapa bagian teorinya memiliki kesamaan pola pandang dengan teori
lain seperti memandang bahwa fokus dari perawatan adalah individu,
keluarga, kelompok maupun masyarakat.
Teori ini dikemukakan dengan menampilkan contoh-contoh yang
berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil penelitian, sehingga dapat
digeneralisasi dan konsep-konsep yang dikemukakan dalam teori dapat
diaplikasikan. Teori Health Promotion Model dikembangkan berdasarkan atas riset
kualitatif dan kuantitatif, baik di Amerika maupun negara lain. Bahkan teori ini saat ini
terlibat dalam prakarsa kesehatan global dan telah diuji oleh para sarjana dari Jepang,
China dan Taiwan untuk mempromosikan gaya hidup secara kultural sesuai dengan
negara mereka. Selama perkembangan teori banyak studi yang behubungan dengan
pengaplikasian teori yang dapat dijadikan sebagai dasar riset. Riset yang
berhubungan dengan Health Promotion Model memberikan kontribusi secara
umum bagi pengembangan body of knowledge dari ilmu keperawatan.
Pergeseran paradigma dari kuratif – rehabilitatif ke arah promotif dan preventif.
Pender meyakini bahwa dengan mutu kepedulian terhadap promosi kesehatan
akan memperbaiki sistem kesehatan secara integral.
Peluang untuk melakukan praktek keperawatan dalam fokus promosi kesehatan
akan sangat terbuka. Bagi Pender adalah sesuatu yang sangat menggairahkan untuk
membawa praktek keperawatan untuk mengubah perilaku kuratif dan rehabilitatif
ke arah perilaku promotif dan rehabilitatif. Pender menekankan practical nurse dapat
memainkan suatu peran yang sangat penting dalam partnership antar ilmuan dan
konsumen serta praktisi untuk mengembangkan strategi kepedulian sesuai dengan
spesifikasi populasi.
Health Promotion Model, menjadi sumber informasi penting dan bermanfaat
bagi setiap orang yang ingin mengetahui bahwa promosi kesehatan seseorang
sangat didukung oleh nilai yang diharapkan serta teori kognitif sosial yang
menekankan pada self direction, self regulation dan persepsi terhadap self
efficacy. Pengambilan keputusan, tindakan dan efficacy diri akan menentukan
status kesehatan seseorang. Nola J. Pender telah belajar dari pengalaman pribadi
dan hasil penelitiannya untuk memunculkan teori ini. Teori ini sangat lengkap untuk
melakukan kegiatan yang berhubungan dengan tindakan promotif dan preventif.
Namun, teori ini memiliki kelemahan, teori ini tidak dapat dilakukan oleh seseorang
dengan cacat mental dan cela bawaan. Seseorang cacat mental kemungkinan tidak
mampu memiliki harapan nilai dan kognitif sosial. Demikian juga dengan seseorang
yang sudah mendapat cacat bawaan sejak lahir seperti malfungsi sel-sel yang berperan
untuk daya tahan tubuh. Teori ini juga sangat sulit diterapkan pada klien dengan
ekonomi lemah dan tingkat pendidikan yang rendah karena seseorang dengan sosial
ekonomi rendah lebih termotivasi atau cenderung untuk memenuhi kebutuhan dasarnya
dibandingkan dengan motivasi meningkatkan status kesehatannya. Membutuhkan role
model yang sempurna untuk mempengaruhi masyarakat di sekitarnya. Tenaga kesehatan
sendiri apakah telah mengetahui teori ini dan kalau telah mengetahui apakah telah
mengamalkannya sehingga bisa mempengaruhi klien atau masyarakat. Selain itu,
masyarakat masih lebih mempercayai budayanya sendiri yang menjadi hambatan dalam
mensosialisasikan dan mengamalkan teori ini.