Anda di halaman 1dari 2

Nama : Yulia Ratna Sari

Nim : 071810084

Kelas : Akuntansi 2B

https://m.detik.com/news/berita/d-4186965/pkpi-2019gantipresiden-langgar-uud-1945

PKPI: #2019GantiPresiden Langgar UUD 1945

Verry Surya Hendrawan (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menganggap gerakan #2019GantiPresiden
melanggar konstitusi dan kontraproduktif bagi demokrasi Indonesia. Ini alasannya.

"Empat tinjauan yang mendasari bahwa gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan yang
kontraproduktif untuk demokrasi kita. Pertama: UUD 1945. #2019GantiPresiden dapat bermakna
melanggar UUD 1945 Pasal 7b," ujar Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan dalam keterangannya,
Selasa (28/8/2018).

Verry menjelaskan bunyi pasal 7b UUD 1945. Berikut ini bunyinya:

"Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan
Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih dahulu mengajukan
permintaan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat
Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran
hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya,
atau perbuatan tercela; dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi
memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden."

Semangat gerakan #2019GantiPresiden tersebut, menurut Verry, sangat bertentangan dengan Pasal
7b UUD 1945.

"Padahal tidak satu pun pelanggaran dibuat oleh Pak Presiden Jokowi, bahkan justru sebaliknya,
beliau sangat berdedikasi tinggi dalam mengemban amanah sebagai Presiden RI," jelas Verry.
Gerakan tersebut ditegaskan Verry inkonstitusional. Verry menyebut #2019GantiPresiden tak jelas.
"Saat ini ada dua paslon capres-cawapres. Lalu #2019GantiPresiden ini mewakili siapa? Bila
memaksakan diri untuk terus menggemakannya, tentu saja inkonstitusional dan mengandung unsur
menghasut/kebencian, yang dapat menimbulkan permusuhan dan konflik," beber Verry.

Verry memandang gerakan itu juga mengganggu ketertiban umum. Gerakan ini, kata Verry, harus
menahan diri jika izin acara dicabut kepolisian. Verry juga meminta segenap pihak yang terlibat
dalam gerakan #2019GantiPresiden menghormati Presiden Joko Widodo, yang kini menjabat.

PKPI mengimbau semua anak bangsa membangun demokrasi yang sehat sesuai dengan koridor
hukum dan perundangan yang berlaku di Indonesia. Verry juga menghimbau semua pihak menahan
diri, tetap mematuhi aturan dan UU yang berlaku, selalu santun, serta mendepankan akhlak dan
etika yang baik dan budi luhur bangsa Indonesia dalam berpolitik

"Mendukung penuh aparat kepolisian untuk mengusut tuntas semua kejadian/pelanggaran di


wilayah-wilayah deklarasi yang sempat bermasalah. Demokrasi seharusnya menyenangkan dan
menggembirakan," pungkas Verry. (gbr/tor)