Anda di halaman 1dari 12

RANCANG BANGUN ALAT AUTO WHEELCHOCK PADA TRUK MUATAN

Disusun Oleh :
AKHMAD ZULFAN KHUMAYDI (41314310021)
OFIK AFRIZAL (41314310003)

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MERCU BUANA
MEI 2017

i
PROPOSAL TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN ALAT AUTO WHEELCHOCK PADA TRUK MUATAN

Disusun Oleh :
AKHMAD ZULFAN KHUMAYDI (41314310021)
OFIK AFRIZAL (41314310003)
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SYARAT KELULUSAN MATA KULIAH


TUGAS AKHIR PADA PROGRAM SARJANA STRATA SATU (S1)
PADA BULAN MEI 2017

i
LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama :

Anggota 1 : Akhmad Zulfan Khumaydi (41314310021)

Anggota 2 : Ofik Afrizal (41314310003)

Jurusan : Teknik Mesin

Fakultas : Teknik

Judul Skripsi : Rancang Bangun Auto Wheelchock pada Truk Muatan

Dengan ini menyatakan bahwa hasil penulisan Laporan Tugas Kahir yang telah saya
buat ini merupakan hasil karya sendiri dan benar keasluannya. Apabila ternyata di
kemudian hari penulisan Laporan Tugas Akhir ini merupakan hasil plagiat atau
penjiplakan terhadap karya orang lain , maka saya bersedia mempertanggungjawabkan
sekaligus bersedia menerima sanksi berdasarkan aturan di Universitas Mercu Buana.

Demikian, pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan.

Jakarta , 27 Mei 2017

Anggota 2 Anggota 1

Ofik Afrizal Akhmad Zulfan K

i
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANG BANGUN ALAT AUTO WHEELCHOCK PADA TRUK MUATAN

Disusun Oleh :

AKHMAD ZULFAN KHUMAYDI (41314310021)


OFIK AFRIZAL (41314310003)
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

Mengetahui,

Dosen Pembimng Koordinator Tugas Akhir

(Nama Lengkap dan Gelar) (Nama Lengkap dan Gelar)

i
ABSTRAK

Sering sekali terjadi kecelakaan yang diakibatkan truk menggelinding akibat tidak kuat
menanjak. Manual blok chock dirasa kurang efektid dikarenakan tidak dapat digujnakan
sewaktu-waktu ketika dibutuhka, sehingga perlu adanya suatu sistem agar dapat
mengatasi kondisi tersebut. Auto-wheelchock merupakan sistem otomasi dari
pemasangan block chock .Sistem dari alat ini meliputi carrier unit , sistem navigasi serta
menggunakan sistem hidrolis sebagai penggerak utama. Dua buah carrier unit masing
masing dipasang pada main structure kendaraan dan berdekatan dengan roda belakang.
Masing-masing chock carrier dioperasikan oleh pengemudi setelah terdapat indikasi
buzzer bahwa wheelchock perlu diaktifkan.Autowheelchock di integrasikan dengan
sensor yang terpasang pada Handbrake dan pendeteksi kendaraan mundur.

i
DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN
LEMBAR PENGESAHAN
PENGHARGAAN
ABSTRAK
DAFTAR ISI

1. Latar Belakang Masalah 2


2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Manfaat Penelitian
5. Batasan dan Ruang Lingkup Penelitian
6. Metodologi Penelitian
7. Sistematika Penulisan
8. Jadwal Pelaksanaan

DAFTAR PUSTAKA

1
1. Latar Belakang Masalah

Ketika suatu kendaraan dalam kondisi berjalan menanjak atau parkir di permukaan yang
menanjak, akan sangat beresiko kendaraan tersebut menggelinding kebelakang. Kendaraan
berat seperti pickup, mobil pengiriman barang atau surat, bus berpenumpang dan truk
bermuatan sangat rentan mengalami pergerakan yang tidak diinginkan karena bobot yang
relatif berat atau pengemudi yang tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Gerakan
“menggelinding” yang tidak disengaja ini dapat menyebabkan kerugian materiil dan
membahayakan lingkungan sekitar kendaraan.

Wheelchock telah digunakan selama bertahun-tahun untuk mencegah terjadinya gerakan


menggelinding yang tidak disengaja pada kendaraan. Meskipun sangat efektif untuk tujuan
tersebut, perangkat ini masih kurang efektif karena tidak dipasang secara konsisten untuk
dapat dipergunakan sewaktu-waktu ketika diperlukan, misalkan ketika kendaraan selip pada
kondisi jalan yang menanjak atau kendaraan tidak kuat menanjak. Oleh karena itu diperlukan
suatu sistem otomatis yang dapat mengaktifkan wheelchock dalam setiap kondisi yang
disebutkan di atas.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang harus dipecahkan di penelitian
ini adalah :

2.1 Bagaimana konsep pengembangan system auto wheelchock pada truk muatan yang
mampu mencegah terjadinya kecelakaan jika terjadi gerakan mundur tidak disengaja di jalan
yang menanjak ?

2.2 Bagaimana konsep pengembangan sistem auto wheelchock pada truk muatan yang
implementatif, efektid dan efisien dalam penerapannya ?

1
3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari kegiatan penelitian ini diantaranya adalah :

3.1 Mengetahui konsep pengembangan sistem auto wheelchock pada truk muatan yang
mampu mencegah terjadinya kecelakaan jika terjadi gerakan mundur tidak disengaja di jalan
yang menanjak.

3.2 Mengetahui konsep pengembanga sistem auto wheelchock pada truk muatan yang
implementatif, efektid dan efisien dalam penerapannya.

4. Manfaat Penelitian

Dari kegiatan penelitian ini diharapkan akan diperoleh hasil sebegai berikut :

4.1 Mengetahui konsep pengembangan sistem auto wheelchock pada truk muatan yang
mampu mencegah terjadinya kecelakaan jika terjadi gerakan mundur tidak disengaja di jalan
yang menanjak.

4.2 Mengetahui konsep pengembanga sistem auto wheelchock pada truk muatan yang
implementatif, efektid dan efisien dalam penerapannya.

4.3 mengetahui konsep pengembangan sistem auto wheelchock pada truk muatan yang
mampu bekerja secara otomatis.

5. Batasan Penelitian

Untuk pembatasan masalah agar tidak terjadi pelebaran maka penulis membuatnya sebagai
berikut:
1. Dimensi Wheelchock yang digunakan menggunakan standard CHECKERS
Industrial Safety Products
2. Jenis jalan tanjakan dan beraspal dengan kondisi kemiringan 17%-25%
3. Jenis truk CDE dan CDD dengan kapasitas angkut 2.5 – 7 ton dan Ground
Clearance 210-300 mm

2
6. Metodologi Penelitian

Adapun metode yang akan dipergunakan dalam penelitian ini adalah:


6.1 Metode Studi keperpustakaan
Dalam hal ini bahan-bahan referensi yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas
dikumpulkan dari semua buku-buku atau internet.
6.2 Metode Bimbingan
Saran – saran dari dosen pembimbing menjadi masukan yang sangat berguna.
6.3 Metode Perancangan
Melakukan perancangan terhadap alat yang akan dibuat.
6.4 Metode Percobaan
Metode pembuktian hasil alat yang telah dibuat. Hal ini dimaksudkan untuk melihat sejauh
mana hasil tersebut sesuai dengan teori-teori yang telah didapat dari metode studi
kepustakaan.

7. Sistematika Penulisan

Tugas akhir ini terdiri dari 5 bab dimana sistematika penulisan yang diterapkan dalam
tugas akhir ini menggunakan urutan sebagai berikut:

Bab 1 : Pendahuluan

Berisikan tentang latarbelakang, batasanmasalah, tujuan penelitian, metodologi penelitian


dan sistematika penulisan.

Bab 2 : Tinjauan Pustaka

Landasan teori menjelaskan tentang teori pendukung yang digunakan untuk pembahasan
dan cara kerja dari Prototype Arduino untuk tachometer sepeda.

Bab 3 : Metodologi Penelitian

Pada bab ini menjelaskan langkah-langkah yang digunakan dalam penyelesaian tugas akhir
ini mulai dari awal sampai ahir perancangan.

3
Bab 4 : Hasil yang dicapai dan Potensi Khusus

Pada bab ini diuraikan apa saja hasil tugas akhir yang mencakup semua aspek yang terkait
dengan karsa cipta. Hasil perhitungan dan eksperimen beserta analisa dan pembahasannya
disajikan secara bersama-sama atau secara terpisah berupa uraian, tabel dan gambar. Data
yang dilaporkan sudah harus berupa data terolah, bukan data mentah.

Bab 5 : Kesimpulan Dan Saran

Bab ini memuat kesimpulan dan saran yang diperoleh dari berbagai proses yang dilalui
dalam penyusunan tugas akhir ini

4
4.2. Jadwal Penelitian

No Uraian September Oktober November Desember Januari Pebruari

1 Pengajuan proposal Tugas Akhir

2 Pembelajaran Materi

3 Pelaksanaan penelitian

4 Penyusunan laporan Tugas Akhir

5 Pemeriksaan laporan

6 Sidang Tugas Akhir

10
DAFTAR PUSTAKA

Occupation of Safety and Healthy Administration: Subject: 29 CFR 1910.178(k)(1) and (m)(7):
Mechanical Means to Secure Trucks or Trailers (1981)

The Holmes Safety Assosiation Buletin (1997), pp. 9

Checker Indistrial Safety Product : Meet Specification Chock for Ground Use (2012)

Muhammad Valipour: Handbook of Hydraulic Engineering Problem (2014)

11