Anda di halaman 1dari 18

“MODEL PEMBELAJARAN”

Diajukan sebagai tugas kelompok mata kuliah Strategi Pembelajaran

Dosen Pengampu: Drs. Satrio, M. Pd / Uswatun Hasanah, M. Pd

Oleh:

Fatimah Az’ Zahra-1107617223

Soya Pramesti Shahida-1107617238

KELAS H

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala Puji dan syukur atas karunia Allah SWT yang telah
memudahkan kami menyelesaikan makalah ini. Salawat dan salam
semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Besar Muhammad Saw.

Dalam makalah ini disampaikan hal-hal yang berkaitan dengan


model pembelajaran yang kami dapatkan dari berbagai sumber.Kami
mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang memudahkan
kami. Adapun ucapan terima kasih kepada Drs. Satrio, M. Pd / Uswatun
Hasanah, M. Pd selaku dosen mata kuliah Strategi Pembelajaran yang
telah memberikan tugas ini kepada kami. Sehingga dengan adanya tugas
ini kami dapat memahami materi yang berkaitan dengan model-model
pembelajaran yang akan bermanfaat bagi kami di kemudian hari.

Makalah yang telah kami buat ini masih dalam proses


pembelajaran, baik dalam penyajian materi yang disampaikan, kerapihan
makalah, ataupun yang lainnya. Sehingga kami mengharapkan saran dan
kritik membangun agar di kemudian hari kami dapat menghasilkan
makalah yang lebih baik.Semoga makalah ini bisa menjadi manfaat bagi
kami dan seluruh pihak yang membaca makalah ini. Atas segala
perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................ i

DAFTAR ISI ............................................................................................. ii

I. PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................... 2
C. Tujuan dan Manfaat ..................................................................... 2
II. PEMBAHASAN.................................................................................. 3
A. Pengertian Model Pembelajaran .................................................. 3
B. Macam-Macam Model Pembelajaran ........................................... 4
C. Model Pembelajaran Efektif ......................................................... 11
III. PENUTUP ......................................................................................... 13
A. Kesimpulan .................................................................................. 13
B. Saran............................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 14

ii
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Modernisasi yang terjadi di masyarakat menyebabkan
kecendrungan untuk membuat sebuah perubahan yang lebih baik
atau yang dikenal dengan improvement oriented.Hal ini terjadi pada
berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah
pendidikan.Pendidikan sebagai komponen penting suatu bangsa
memiliki peran dalam mendidik dan mengembangkan potensi putra-
putri bangsa agar kelak dapat bermanfaat bagi bangsa dan
negaranya.
Mendidik siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah
satunya adalah melalui pembelajaran. Komponen utama dalam
pembelajaran menurut Cepi Riyana adalah tujuan, materi atau
bahan ajar, metode dan media, evaluasi, siswa atau peserta didik,
dan guru atau pendidik.Sebagai sebuah sistem yang saling
berkaitan, setiap komponen tentu memiliki peranan penting yang
saling berkaitan dengan komponen lainnya.
Komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran
adalah guru atau pendidik. Dalam UU Tentang Guru Dan Dosen
BAB I Pasal 1 Ayat 1 disebutkan bahwa guru adalah pendidik
profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan
dasar, dan pendidikan menengah. Dalam melaksanakan tugasnya,
guru dapat melakukan berbagai cara untuk mencapai hasil yang
maksimal dalam pembelajaran. Untuk mencapai hasil yang
maksimal, tentu dibutuhkan persiapan yang sangat matang
sebelum proses pembelajaran berlangsung.Perencanaan untuk
pembelajaran dapat disampaikan dengan model pembelajaran.
Oleh karena itu, makalah ini bermaksud menyampaikan
model pembelajaran sebagai unsur penting dalam proses

1
pembelajaran sehingga hasil pembelajaran dapat maksimal.
Makalah ini disusun dengan kajian pustaka pada buku, jurnal, dan
skripsi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran?
2. Apa saja macam-macam model pembelajaran?
3. Bagaimana model pembelajaran efektif?
C. Tujuan dan Manfaat
1. Untuk mengetahui konsep dasar tentang model pembelajaran.
2. Untuk mengetahui berbagai macam model pembelajaran.
3. Untuk memahami model pembelajaran efektif.
4. Dapat menambah wawasan.
5. Dapat dijadikan sebagai modal untuk menjadi pendidik atau
guru.

2
II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Model Pembelajaran
Pada dasarnya, belajar merupakan peristiwa yang bersifat
individual yakni peristiwa terjadinya perubahan tingkah laku sebagai
dampak pengalaman individu. Sementara itu, pembelajaran adalah
penyediaan kondisi yang mengakibatkan terjadinya proses belajar
pada peserta didik (Ridwan Abdullah, 2013 dalam buku Inovasi
Model Pembelajaran karya Nurdyansyah dan Eni Fariyatul F,
2016). Dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Pasal 1 Ayat 20, pembelajaran adalah proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar. Kegiatan belajar dan mengajar dikenal
dengan istilah umum sebagai model pembelajaran.
Guru menggunakan model pembelajaran sebagai pedoman
dalam merencanakan pembelajaran di dalam kelas. Joyce dan Weil
(dalam Rusman, 2012:133 dalam Kurnia Dwi R, 2017:8)
berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana
atau pola yang dapat digunakan unuk membentuk kurikulum
(rencana pembelajaran jangka panjang) merancang bahan-bahan
pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang
lain.
Menurut Adi (dalam Suprihatiningrum, 2013: 142 dalam
Kurnia Dwi R, 2017:8) memberikan definisi model pembelajaran
sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur
dalam mengorganisasikan pengalaman pembelajaran untuk
mencapai tujuan pembelajaran.
Noer Khosim (2017) menyatakan istilah model pembelajaran
memiliki 4 ciri khusus yang tidak dimiliki oleh strategi atau metode
pembelajaran, yaitu:
1. Rasional teoritis yang logis disusun oleh pendidik.
2. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

3
3. Langkah-langkah mengajar yang diperlukan agar model
pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal.
4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan
pembelajaran dapat dicapai.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran merupakan panduan guru dalam merancang dan
melaksanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan materi
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
B. Macam-Macam Model Pembelajaran
a. Model pembelajaran yang berpusat pada guru
1. Model Presentasi dan Menerangkan (Presenting and
Explaining)
Model presentasi dan menerangkan adalah fase guru
dapat menyajikan materi baik berupa konsep-konsep
maupun keterampilan. Dengan guru menyajikan materi
dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai
peserta didik dalam waktu relatif pendek, memberikan
contoh-contoh konsep, lalu dengan cara permodelan atau
peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau
penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas dan
menjelaskan ulang hal-hal yang sulit agar peserta didik.
Model ini termasuk ke dalan model pengajaran langsung.
2. Model Pengajaran Langsung (Direct Learning)
Menurut Joyce & Weil (Santrock, 2007: 472)
pengajaran langsung adalah pendekatan teacher-centered
yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan atau kontrol guru,
ekspektasi guru yang tinggi atas kemajuan murid,
maksimalisasi waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-
tugas akademik, dan usaha oelh guru untuk meminimalkan
pengaruh negatif terhadap murid. Model pengajaran
langsung adalah suatu pendekatan mengajar yang dapat

4
membantu siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan
memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi
selangkah (Nur, 2005).
Fokus pembelajaran langsung adalah aktivitas
akademik, materi non-akademik seperti permainan (games)
dan teka-teki cenderung tidak dipakai, interaksi murid-guru
seperti percakapan atau perhatian tentang pribadi murid
secara individu juga tidak begitu ditekankan. Peran guru
dalam pengajaran langsung adalah menyiapkan fakta-fakta,
aturan-aturan, atau urutan tindakan pada siswa delam cara
yang paling memungkinkan.
3. Model Pengajaran Konsep (Concept Teaching)
Model Pengajaran konsep dikembangkan terutama
untuk mengajarkan konsep-konsep kunci yang berfungsi
sebagai landasan bagi pemikiran tinggkat tinggi siswa dan
untuk memberikan dasar bagi saling pemahaman dan
komunikasi. Model-model itu tidak dirancang untuk
mengajarkan banyak informasi kepada siswa.Namun
demikian, dengan mempelajari dan menerapkan konsep-
konsep kunci dalam mata pelajaran, siswa mampun
mentransfer pembelajaran khusus bidang yang lebih umum.
Pembelajaran konsep lebih dari sekedar
menggolongkan benda-benda dan membentuk
ketegori.Pembelajaran konsep juga lebih dari mempelajari
nama-nama baru atau kosakata untuk digunakan pada
kelas-kelas benda dan gagasan. Pembelajaran konsep
melibatkan proses membangun pengetahuan dan
mengorganisasi informasi ke dalam struktur kognitif yang
kompleks dan menyeluruh.

5
b. Model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
1. Cooperative learning
Cooperative learning adalah konsep yang lebih luas
meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk
yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh
guru.secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih
diarahkn oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan
pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan
dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik
menyelesaikan masalah yang dimaksud.
Jadi pemebelajaran kooperatif merupakan model
dengan menggunakan sistem pengelompokkan atau tim
kecil, yaitu teman sebangku atau antara 2 sampai 6 orang
yang mempunyai latar belakang kemampuan akademk, jenis
kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen). Sistem
penilaian dilakukan terhadap kelompok. Dengan demikian,
setiap anggota kelompok akan mempunyai ketergantungan
positif. Ketergantungan semacam itulah yang selanjutnya
akan memunculkan tanggung jawan induvidu terhadap
kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap anggota
kelompok. Setiap individu akan saling membantu, mereka
akan mempunyai motivasi untuk keberhasilan kelompok,
sehingga setiap individu akan memiliki kesempatan yang
sama untuk memberikan kontribusi demi keberhasilan
kelompok.
2. Problem Based Learning
Problem based learning adalah suatu model
pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata
sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar,
dengan membangun cara berpikir kritis dan terampil dalam
pemecahan masalah, serta mengkontruksi pengetahuan dan

6
konsep yang esensial dari materi pembelajaran. Jadi,
problem based learning memiliki gagasan bahwa
pembelajaran dapat efektif dan dicapai jika kegiatan
pembelajaran dipusatkan pada tugas-tugas atau
permasalahan yang otentik, relevan, dan dipresentasikan
dalam suatu konteks.
Problem based learning tidak dirancang untuk
membantuk guru merancang informasi dengan jumlah besar
kepada peserta didik, akan tetapi problem based learning
dirancang terutama untuk membantu peserta didik
mengembangkan keterampilan berpikir, keterampilan
menyelesaikan masalah dan keterampilan intelektualnya,
mempelajari peran-peran orang dewasa dengan
mengalaminya melalui berbagai situasi riil atau situasi
disimulasikan, dan menjadi peserta didik yang mandiri dan
otonom.
3. Classroom Discussion (Diskusi Kelas)
Model pembelajaran diskusi menurut Sofian Amri & Iif
Khoiru Ahmadi (2010:165) adalah sebuah interaksi
komunikasi antara dua orang atau lebih (sebagai satu
kelompok).Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok
berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang
akhirnya memberikan rasa pemahaman yang baik dan
benar.
Pemanfaatan pembelajaran diskusi oleh guru
mempunyai arti untuk memahami apa yang ada di dalam
pemikiran siswa dan bagaimana memproses gagasan dan
informasi yang diajarkan melalui komunikasi yang terjadi
selama pembelajaran berlangsung baik antar siswa maupun
komunikasi guru dengan siswa. Sehingga diskusi
menyediakan tatanan sosial dimana guru dapat membantu

7
siswa menganlisis proses berpikir mereka (Trianto, 2007:
118).
4. Model Pembelajaran Inkuiri
Dalam model pembelajaran inkuiri di harapkan siswa
secara maksimal terlibat langsung dalam proses kegiatan
belajar, untuk membangun kecakapan intelektual yang
terkait dengan proses berpikir reflektif. Proses inkuiri selama
pengajaran dan pembelajaran berdampak konstruktif yang
memberi banyak peluang dan tenaga untuk meningkatkan
keefektifan pengajaran dan pembelajaran.
Model pembelajaran inkuiri menempatkan peserta
didik sebagai subjek belajar, lalu peserta didik tidak hanya
dituntut agar menguasai pelajaran, tetapi bagaimana mereka
dapat menggunakan potensi yang dimiliki mereka dan guru
sebagai fasilitator.
5. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based
Learning)
Model pembelajaran yang menekankan pada
pengadaan proyek atau kegiatan penelitia kecil dalam
pembelajaran. Proyek yang dikerjakan oleh peserta didik
dapat berupa perseorangan atau kelompok dan
dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu secara kolaoratif,
menghasilkan sebuah produk, yang hasilnya kemudia akan
ditampilkan atau dipresentasikan. Pelaksanaan proyek
dilakukan secara kolaboratif, inovatif, unik dan berfokus pada
pemecahan masalah yang berhubungan dengan kehidupan
peserta didik.

8
6. Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiental
Learning)
Model pembelajaran berbasis pengalaman
mendefinisikan belajar sebagai proses mengkonstruksi
pengetahuan melalu transformasi pengalaman. Belajar dari
pengalaman mencakup keterkaitan antara berbuat dan
berpikir. Jika seseorang terlibat aktif dalam proses belajar
maka orang itu akan belajar jauh lebih baik karena dalam
proses belajar pembelajar secara aktif berpikir tentang apa
yang dipelajari dan kemudian bagaimana menerapkan apa
yang telah dipelajari dalam situasi nyata.
Dalam belajara manusia mempunyai potensi-potensi
dasar atau tertentu yang harus dikembangkan dan dibina
kearah yang baik tanpa memberikan materi dengan gaya
banking.
7. Model Pembelajaran Autentik (Authentic Learning)
Pembelajaran yang menggunakan masalah dunia
nyata dan proyek-proyek dan yang memungkinkan peserta
didik untuk mengeksplorasi dan membahas masalah-
masalah ini dengan cara di tempat yang relevan dengan
“nyata” kehidupan mereka, baik di dalam maupun di luar
kelas.
Peserta didik harus terlibat dalam masalah belajar asli
yang mendorong kesempatan bagi mereka untuk membuat
koneksi langsung antara material baru yang sedang
dipelajari dan pengetahuan mereka sebelumnya. Jenis
pengalaman akan meningkatkan motivasi mereka.
8. Model Pembelajaran Berbasis Sumber (Resource Based
Learning)
Model pembelajaran berbasis sumber mencakup
berbagai cara dan sarana di mana peserta didik dapat

9
belajar dengan berbagai cara mulai dari mendapat bantuan
dari guru sampai belajar secara mandiri. Pembelajaran
berbasis sumber sangat diperlukan dan mutlak diterapkan
dalam pendidikan yang berfokus pada penguasaan isi mata
pelajaran bergeser kepada pendidikan berfokus pada
pengalaman belajar yang berorientasi pada pemerolehan
pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai.
Di era reformasi peserta didik setiap saat dihadapkan
pada berbagai informasi dalam jumlah lebih banyak dari
sebelumnya sehingga dituntut mampu untuk menyeleksi dan
memanfaatkan sumber-sumber tersebut untuk kepentingan
belajar secara optimal.
9. Model Pembelajaran Berbasis Kerja (Work Based Learning)
Model pembelajaran berbasis kerja merupakan
alternative cara belajar peserta didik aktif dan cara mengajar
guru aktif dan dapat diwujudkan dengan menggunakan
portofolio karena penilaian kerja atau proses dapat dilihat
dari adanya portofolio.
Model pembelajaran berbasis portofolio merupakan
suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu
peserta didik memahami materi pembelajaran secara
mendalam dan luas melalui pengembangan materi yang
telah dikaji di kelas dengan menggunakan berbagai sumber
bacaan atau referensi. Pengembangan materi dapat
ditempuh dengen meninjau materi yang disajikan oleh guru
dari berbagai perspektif.
10. Model Pembelajaran Transformatif (Transformative
Learning)
Pembelajaran transformatif adalah pembelajaran yang
mampu menghasilkan perubahan peserta didik berupa
perubahan kesadaran, perubahan pengetahuan, atau

10
bahkan perubahan sikap dan keterampilan. Ketika
seseorang mengalami perubahan kerangka acuan berpikir,
kerangka ini menentukan apa yang diketahui dan bagaimana
orang mengetahui. Seseorang yang mengalami perubahan
ini berarti memperoleh kemampuan untuk melakukan refleksi
kritis terhadap asumsi-asumsi, kepercayaan, nilai-nilai dan
perspektif yang melekat pada diri sendiri maupun orang lain.
Dalam konteks transformative learning, secara singkat
belajar diartikan sebagai upaya mengembangkan potensi diri
sendiri. Potensi yang diubahnya bisa pengetahuan,
keterampilan, dan sikap.

C. Model Pembelajaran Efektif


Kegiatan pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran
yang menunjang kompetensi siswa (Syarif Sumantri, 2015). Edwin
S. Ellis, Lou Anne Worthington, dan Martha J Larkin (dalam
Rochmat Wahab) menegaskan bahwa “effective teaching and
effective student learning have been a central focus of current
educational reform movements.” Artinya bahwa mengajar dan
belajar efektif adalah sesuatu yang sangat esensial dalam proses
pembelajaran. Kegiatan belajar yang efektif adalah kegiatan belajar
yang memahami makna belajar yang sesungguhnya, pembelajaran
yang berpusat pada siswa, pembelajaran berbasis pengalaman,
pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan sosial,
kognitif, dan emosional, mengembangkan keingintahuan, imajinasi,
berakhlak, mandiri, dan meningkatkan kemampuan berkerja sama.
Berdasarkan pengertian pembelajaran yang efektif, dapat
disimpulkan bahwa model pembelajaran efektif adalah model
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan belajar yang dapat
mengantarkan peserta didik belajar secara optimal. Setiap model
pembelajaran yang digunakan oleh guru akan memberikan dampak

11
terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus tepat
dalam menggunakan model pembelajaran pada kegiatan belajar
mengajar.

12
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Guru atau pendidik sebagai salah satu komponen penting
dalam kegiatan pembelajaran hendaknya dapat mengantarkan
peserta didik mencapai hasil yang maksimal dalam kegiatan belajar
mengajar. Dalam usahanya meraih tujuan belajar, seorang pendidik
tentu menggunakan berbagai cara dalam kegiatan belajar
mengajar. Salah satunya adalah dengan menggunakan model
pembelajaran.
Model pembelajaran merupakan panduan guru dalam
merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang sesuai
dengan materi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
secara optimal.Model pembelajaran terbagi menjadi dua macam,
yaitu model pembelajaran yang berpusat pada guru dan model
pembelajaran yang berpusat pada siswa.Kedua macam model
pembelajaran dapat digunakan sesuai dengan tujuan belajar yang
ingin dicapai.
Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang
meaningfull dengan meningkatkan berbagai keterampilan dalam
satu kegiatan belajar mengajar.Model pembelajaran yang efektif
adalah model pembelajaran yang dapat membuat siswa memahami
secara mendalam materi pembelajaran dan membuat siswa
mencapai tujuan belajar secara maksimal.
B. Saran
Berdasarkan pemaparan mengenai model pembelajaran,
hendaknya penulis dan pembaca dapat mengamalkan materi ini
dalam kegiatan belajar mengajar yang sesungguhnya agar
pembelajaran menjadi pembelajaran yang efektif.

13
DAFTAR PUSTAKA

Anitah Sri, dkk (2009). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Universitas terbuka

Arends, Ricard I. 2013.Belajar untuk Mengajar “Learning to Teach”:


Terjemahan Edisi 9. Jakarta Selatan: Salemba Humanika

Fathurrohman, Muhammad. 2015. Model-model pembelajaran inovatif.


Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA

Dahar, Ratna Wilis. 2011. Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Bandung:


Erlangga

Khosim, Noer. 2017. Model-Model Pembelajaran. Surabaya: Suryamedia.

Kurnia Dwi Rahmawati. 2017. Model Pembelajaran. Artikel. Malang:


Universitas Muhammadiyah Malang.

Nurdyansyah dan Eni Fariyatul F. 2016.Inovasi Model Pembelajaran.


Sidoarjo: Nizamial Learning Center.

Riyana Cepi. Modul 6 Komponen-Komponen Pembelajaran di


http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196209061986
011-AHMAD_MULYADIPRANA/PDF/Komponen_Pembelajaran.pdf
(diakses pada 21 Maret 2019).

Sumantri, Mohamad Syarif. 2015. Strategi Pembelajaran: Teori dan


Praktik di Tingkat Pendidikan Dasar. Depok: Rajagrafindo.

Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi


Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka

UU RI Tentang Guru Dan Dosen di


http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_guru_dosen.htm (diakses pada 21 Maret
2019).

14
UU RI Tentang Sistem Pendidikan Nasional di
https://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/7308/UU0202003.htm (diakses pada 21
Maret 2019)

15