Anda di halaman 1dari 5

Masa kecil penuh dengan keceriaan dilalui seperti anak pinggiran kota pada

umumnya. Jika mebuat pisau dari paku bersama teman - teman sebayannya, sengaja
paku itu digilaskan ke roda baja kereta api yang sedang berjalan di rel di dekat rumah si
anak ini,

Kedua orang tuanya terkenal amat tegas dalam mendidik ke enam anaknya.
Orangtuanya mempunyai prinsip "agar bisa keluar dari jerat kemiskinan, pendidikan
merupakan langkah yang harus di tempuh dengan segala daya dan upaya." apapun
akan mereka upayakan demi pendidikan formal anak anaknya, sebai bekal utama
kesuksesan kehidupan di masa datang.

Chaerul Tanjung bersekolah di SD Van Lith, Jakarta pada tahun 1975. Kemudian
melanjutkan sekolahnya di SMP Van Lith, Jakarta tahun 1978, kemudian melanjutkan
ke jenjang yang lebih tinggi di SMA Negeri 1 Boedi oetomo, Jakarta tahun 1981, lalu
melanjutkan study-nya di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada tahun
1987, kemudian di Executive IPPM tahun 1993.

Untuk memenuhi kebutuhan kuliah, Chairul Tanjung berjualan buku kuliah stensilan,
kaos, dan jasa foto kopi di kampus. Ia juga pernah mendirikan tokoh yang menjual
peralatan khusus kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat,
namun tokonya tersebut bangkrut.

Chairul Tanjung merupakan anak yang teladan dengan bukti ia berhasil mendapatkan
penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional pada tahun 1984-1985.
Setelah lulus kuliah, Chaerul Tanjung bersama tiga rekannya mendirikan sebuah
perusahaan yang diberi nama PT Pariarti Shindutama pada tahun 1987. Bermodal awal
sekitar Rp 150.000.000,00 yang dipinjam dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu
anak-anak untuk ekspor.

Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat


pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi karena perbedaan visi tentang
ekspansi usaha, Chairu Tanjungl memilih keluar dan mendirikan usaha sendiri.

Chaerul Tanjung menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan


konglomerasi (perusahaan yang punya beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada
kaitan antara satu sama lain) ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding
company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo
(bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo
(properti).

Kehebatannya dalam membangun jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnis


yang ia kelola semakin berkembang. Chairul Tanjung mereposisikan dirinya ke tiga
bisnis inti, yaitu; keuangan, properti, dan multimedia.

Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp pada tanggal 1
Desember 2011. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans
Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya
hidup, hiburan, dan sumber daya alam.
Pada tanggal 18 April 2015, Chairul Tanjung dikukuhkan sebagai guru besar bidang
ilmu kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Pengukuhan tersebut
dilakukan di ruang Garuda Mukti, Gedung Rektorat, kampus C Unair.

Chairul Tanjung juga mendapatkan penghargaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Award 2015.
Masa kecil penuh dengan keceriaan dilalui seperti anak pinggiran kota pada
umumnya. Jika mebuat pisau dari paku bersama teman - teman sebayannya, sengaja
paku itu digilaskan ke roda baja kereta api yang sedang berjalan di rel di dekat rumah si
anak ini,

Kedua orang tuanya terkenal amat tegas dalam mendidik ke enam anaknya.

keteguhan
Orangtuanya mempunyai prinsip "agar bisa keluar dari jerat kemiskinan, pendidikan
merupakan langkah yang harus di tempuh dengan segala daya dan upaya." apapun
akan mereka upayakan demi pendidikan formal anak anaknya, sebai bekal utama
kesuksesan kehidupan di masa datang.

Chaerul Tanjung bersekolah di SD Van Lith, Jakarta pada tahun 1975. Kemudian
melanjutkan sekolahnya di SMP Van Lith, Jakarta tahun 1978, kemudian melanjutkan
ke jenjang yang lebih tinggi di SMA Negeri 1 Boedi oetomo, Jakarta tahun 1981, lalu
melanjutkan study-nya di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada tahun
1987, kemudian di Executive IPPM tahun 1993.

Untuk memenuhi kebutuhan kuliah, Chairul Tanjung berjualan buku kuliah stensilan,

kesabaran
keuletan
kaos, dan jasa foto kopi di kampus. Ia juga pernah mendirikan tokoh yang menjual
peralatan khusus kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat,
namun tokonya tersebut bangkrut.

disiplin
Chairul Tanjung merupakan anak yang teladan dengan bukti ia berhasil mendapatkan
penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional pada tahun 1984-1985.

Setelah lulus kuliah, Chaerul Tanjung bersama tiga rekannya mendirikan sebuah
perusahaan yang diberi nama PT Pariarti Shindutama pada tahun 1987. Bermodal awal
sekitar Rp 150.000.000,00 yang dipinjam dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu
anak-anak untuk ekspor. keberanian

Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat


prestasi

pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi karena perbedaan visi tentang
ekspansi usaha, Chairu Tanjung memilih keluar dan mendirikan usaha sendiri.

Chaerul Tanjung menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan


konsisten

konglomerasi (perusahaan yang punya beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada
kaitan antara satu sama lain) ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding
company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo
(bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo
(properti).
prinsip hidup
keahlian

Kehebatannya dalam membangun jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnis


yang ia kelola semakin berkembang. Chairul Tanjung mereposisikan dirinya ke tiga
bisnis inti, yaitu; keuangan, properti, dan multimedia.
keberanian

Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp pada tanggal 1
Desember 2011. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans
Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya
hidup, hiburan, dan sumber daya alam.
Pada tanggal 18 April 2015, Chairul Tanjung dikukuhkan sebagai guru besar bidang

kesuksesan
ilmu kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Pengukuhan tersebut
dilakukan di ruang Garuda Mukti, Gedung Rektorat, kampus C Unair.

Chairul Tanjung juga mendapatkan penghargaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Award 2015.
no Pertanyaan jawaban

Mengapa teks tersebut tergolong ke Karena dalam buku tersebut menceritakan


1
dalam biografi ? riwayat hidup Chairul Tanjung {CT}
Menceritakan tentang riwayat hidup Chairul
2 Apa isi teks dari biofrafi tersebut ?
Tanjung {CT}
Alur = maju
Sudut pandang = orang kedua
Bagaimana pola penyajian teks
3 Gaya penulisan= deskriptif naratif
biografi tersebut ?
Fokus cerita = bagaimana dia menjadi
seorang pengusaha sukses
Siapa nama tokoh yang biogerafinya
4 Chairul Tanjung {CT}
sedang diceritakan ?
Karena dia berasal dari keluarga yang tidak
Apa perana sehingga ia layak dibuat
5 mampu menjadi seorang pengusaha yang
biografi ?
sukses.
Masa kecilnya penuh dengan keceriaan
6 Bagaimana masa kecilnya ? dilalui seperti anak pinggiran kota pada
umumnya
Pada masih SMA Chairul Tanjung sering
tauran antar sekolah samapai ketika ia
7 Bagaimna masa mudanya ?
pernah naik bus knek nya tidak berani
memnta uang naik kepada mereka.
Ia pernah mendirikan toko peralatan khusu
kedokteran dan labolatorium di bilangan
8 Kesulitan/masalah apa yang dihadapi ?
senen jakarta pusat namun toko tersebut
bangkrut.
Bagaimana ia mengatasi kesulitan Ia tetap tidak menyerah ia mencoba untuk
9
kesulitan itu ? melakukan bisnis lagi.
Ia membuat CT Group terdiri dari 3
perusahaan sub holding; Mega Crop, trans
10 Karya apa yang telah ia buat ? Crop , dan G Global Resources. yang meliputi
layanan fininsial, media ritel,gaya hidup,
hiburan, dan sumber daya alam.
Saya rasa yang saya akan tanyakan adalah "
bagaimna anda bangkit dari keterpurukan
Apabils bertemu orang tersebut apa dan saat itu tidak ada satupun yang mau
11
yang engaku tanyakan/lakukan? menolong anda ? apa pernah anda
merasakannya ? atau bisa di katakan lebih
parah dari ini apa yang anda lakukan ?