Anda di halaman 1dari 12

Tugas Manajemen Produk Halal

Review Jurnal
“ An Inclusive Ethical Economy State of The Global Islamic Economy Report
2018/2019”

Disusun Oleh :

Mutia Diana

NIM. H54160001

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI SYARIAH

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2019
A. Resume Jurnal
Laporan Ekonomi Islam Global periode 2018/2019 memberi kita
perkembangan terkini bahwa terdapat 1,8 miliar Muslim dari total seluruh
penduduk dunia, dan pengeluaran Muslim diperkirakan mencapai US $ 2,1 triliun
pada 2017, serta ekonomi Islam terus mengalami pertumbuhan yang stabil dan
signifikan untuk terus mengalami perkembangan. Hal itu dapat dilihat dari adanya
peningkatan Investasi ekuitas swasta senilai US $745 juta selama 3 tahun, jauh
lebih sedikit dari US$ 595 miliar dalam ekuitas swasta dan investasi modal
ventura yang terjadi secara global pada 2017.
Selain itu, lebih banyak dukungan pemerintah pada segmen-segmen tertentu,
dan adanya negara-negara muslim yang keluar sebagai pemimpin ekonomi islam
global, terutama UEA, Malaysia dan, pada tingkat yang lebih rendah terdapat
Arab Saudi dan Indonesia. Laporan ini memperkirakan bahwa pengeluaran
Muslim global di seluruh sektor gaya hidup adalah US $ 2,1 triliun pada tahun
2017, sedangkan sektor keuangan Islam telah memiliki US $ 2,4 triliun dalam
total aset. Makanan dan minuman memimpin pengeluaran Muslim berdasarkan
kategori pada US $ 1,3 triliun, diikuti oleh pakaian dan pakaian jadi pada US $
270 miliar, media dan
Perusahaan telah mengadopsi blockchain smart technology yang telah
diperkenalkan ke industri pakaian. Saat ini, faktanya mereka telah berusaha untuk
mengkonfirmasi terhadap kepatuhan halal seperti metode pembayaran yang
mengutamakan sistem kehalalalan atau melacak makanan, kosmetik dan produk
farmasi dari fasilitas manufaktur ke pengecer yang terjamin kehalalannya.
Ekonomi Islam juga memanfaatkan tren yang berkembang untuk produk dan
layanan. Ini adalah tren bahwa ekonomi Islam terus berkembang. Blossom
Finance adalah salah satu contoh sempurna, dengan solusi blockchain untuk
membantu UKM meningkatkan sukuk keuangan. Perusahaan-perusahaan Islam
sama-sama memanfaatkan tren yang berkembang untuk produk-produk alami dan
vegetarian, dari kosmetik halal organik hingga halalopati, hingga vaksin
penyelamat jiwa yang bebas dari komponen hewani.
Halal Food, yakni dengan memiliki lebih banyak perusahaan perusahaan yang
bersertifikat halal dan portofolio perusahaan terdiversifikasi untuk memenuhi
kebutuhan dan selera masyarakat muslim. Mulai dari meningkatnya permintaan
untuk mozzarella bersertifikasi halal, hingga meningkatnya permintaan untuk
pelarut organik, Haribo membuka toko permen halal di London, dan Mitsubishi
Corporation Jepang berinvestasi di Makanan Al Islami UEA. Kegiatan merger
dan akuisisi terus berlanjut, hampir sejumlah investasi besar masih dilakukan. Hal
itu mnunjukkan pengeluaran Muslim untuk makanan dan minuman tumbuh
sebesar 6,1 persen dan diperkirakan akan mencapai AS $ 1,9 triliun pada tahun
2023, ada peluang signifikan untuk investasi dan penciptaan merek makanan halal
global.
Sektor Keuangan Islam menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan,
terutama di negara-negara OKI. Penetrasi perbankan syariah terus meningkat,
terutama di UAE, sementara keuangan Islam menyalip pinjaman konvensional di
Malaysia pada tahun 2017 sebagai pendorong pertumbuhan sistem perbankan
domestik. erkembangan inklusi Keuangan Islam tidak hanya terjadi di UEA dan
tetapi juga dari Afrika Timur hingga Asia Tengah. Sukuk terus diterbitkan,
termasuk sukuk berdenominasi dolar pertama oleh penerbit GCC sebesar US $ 1
miliar. Platform investasi Islam sedang dikembangkan yang memanfaatkan Sektor
yang sedang berkembang, asetnya diperkirakan US $ 2,4 triliun pada tahun 2017,
dan diperkirakan akan melonjak menjadi US $ 3,8 triliun pada tahun 2023.
FinTech, dari firma penasihat hukum pertama di dunia yang patuh pada syariah,
hingga platform emas pertama yang mematuhi hukum syariah.
Travel halal mulai melakukan perluasan melalui penawaran budaya, sejarah,
wisata religius dan pantai. Resor pantai ramah-muslim terbukti sangat populer,
sementara pemerintah di Timur Tengah serta Timur Jauh memperluas layanan dan
fasilitas seperti rekomendasi perjalanan dan wisata di negara-negara muslim
melalu aplikasi dan informasi terbuka di website resmi pemerintah negara
tersebut. perjalanan halal.Penduduk Muslim diperkirakan menghabiskan sebesar
US $ 177.000.000.000 untuk perjalanan dan pariwisata pada tahun 2017, dan
diperkirakan akan mencapai US $ 274 miliar pada tahun 2023.
Mode Fashion yang kini telah berubah, yakni semakin maraknya fashion
muslim mewah yang melenggang di catwalk dan beberapa Mode fashion muslim
yang tampil di beberpa majalah fashion terkenal dan tidak jarang pada sampul
majalah tersebut. Serta merek-merek fashion kenamaan seperti Macy’s di
Amerika Serikat, Marks & Spencer di Inggris, dan H&M di seluruh dunia telah
mengeluarkan produk fashion muslim .
Media dan Rekreasi Halal memperluas daya tariknya, dari layar lebar ke
'Netflix' Muslim untuk anak-anak. Ada peningkatan permintaan di Timur Tengah
untuk konten Arab, dengan Netflix mengembangkan seri lokal, sementara serial
TV Turki terus menjadi populer di luar Perbatasan, terutama dengan produksi
kelas atas seperti Ertugrul, versi Ottoman dari Game of Thrones HBO. Tapi bukan
hanya hiburan bertema Islam yang mendapatkan audiensi. Aplikasi dan situs web
diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan spiritual Muslim, sementara Inggris
mengadakan sastra dan budaya Muslim pertama festival, MFest. Pengeluaran
Muslim untuk media dan hiburan mencapai US $ 209 miliar di tahun 2017, dan
diperkirakan akan mencapai US $ 288 miliar di tahun 2023. Pengeluaran muslim
untuk fashion telah mancapai sebesar US $ 270 miliar pada tahun 2017, dan
diperkirakan akan mencapai US $ 361 miliar pada tahun 2023.
Sektor Farmasi dan Kosmetika Halal terus berkembang karena semakin
meningkatnya produksi dan bahan-bahan yang digunakan bersertifikat halal.
Pengeluaran Muslim untuk obat-obatan adalah US $ 87 miliar pada tahun 2017,
dan diperkirakan akan mencapai US $ 131 miliar pada tahun 2023, sementara
pengeluaran untuk kosmetik diperkirakan mencapai US $ 61 miliar, dan mencapai
US $ 90 miliar pada tahun 2023.
Selain itu, perkembangan Ekonomi Islam Global juga sejalan dengan tujuan
Sustainable Development Goals yang menangani kebutuhan pembangunan sosial
meliputi lingkungan, ekonomi, hak asasi manusia, dan pendidikan. SDG’s juga
sejalan dengan ekonomi islam yang tujuan utamanya yakni pemenuhan maqasidh
syariah yakni dalam memenuhi keadilan sosial-ekonomi dan kesejahteraan untuk
semua makhluk Allah.
B. Review Jurnal Berdasrkan Pertanyaan
Berdasarkan Jurnal State of The Global Islamic Economy Report, semua
bidang terkait Ekonomi islam kini kian digemari oleh penduduk dunia dan terus
mengalami trend yang positif. Negara – negara di dunia yang concern terhadap
pengembangan produk halal seperti makanan halal, keuangan islam , wisata halal,
fashion muslim, media halal dan rekreasi, serta farmasi dan kosmetik halam kini
kian meningkat jumlahnya. Negara – negara tersebut di antaranya : UAE,
Malaysia, Bahrain, Saudi Arabia, Oman, Jordan, Qatar, Pakistan , Kuwait,
Indonesia, Brunei, Sudan, Iran, Bangladesh, Turkey yang berada di peringkat 15
besar negara yang concern terhadap seluruh sektor dalam perkembangan produk
halal versi GIE indicator. Selain itu, diperingkat bawah terdapat juga Brazil dan
Australia yang concern di sektor makanan halal. Maldives , Thailand, Tunisia,
Azerbaijan, Dan Albania yang concern terhadap sektor pariwisata halal.
Singapura, China, Italia, Perancis, dan Sri lanka yang concern terhadap fashion
muslim. Singapura, Lebanon, United Kingom, Jerman, Dan Perancis yang
concern terhadap sektor media halal dan reksreasi. Serta singapura, mesir dan
azerbaijan yang concern terhadap farmasi dan kosmetika halal.
Berdasarkan Global Islamic Economic Report perhatian negara – negara di
dunia terhadap ekonomi islam dan terhadap produk halal dan urgensi terus
meninkat. Adapun penyebab atau motivasi negara – negara di dunia baik negara
muslim ataupun non-muslim untuk concern terhadap ekonomi islam dan
pengembangan produk halal di antaranya sebagai berikut :
1. Sektor Investasi. Aktivitas investasi dalam ekonomi islam mengalami
trend peningkatan karena investasi islam dirasa sangat penting, tidak
hanya menciptakan perusahaan baru atau meningkatkan aset – aset
perusahaan besar, tetapi juga memainkan peran penting dalam
mendiversifikasi ekonomi – ekonomi negara OKI, mengembangkan skala
– skala perusahaan yang concern terhadap produk halal, terciptany
akselerasi bagi perusahaan – perusahaan kecil dan start up di negara
muslim untukmeningkatkan skala dan asetnya, yang akan berdampak pada
peningkatan produk secara agregat serta peningkatan ekonomi secara
agregat dan pendapatan masyarakat juga akan meningkat.
2. Dengan adanya kemajuan teknologi secara global akan memudahkan
pengaplikasian ekonomi islam dan penerapan produk halal secara luas,
karena akan memudahkan pengawasan terhadap peraturan dan kepatuhan
halal terhadap produk – produk yang dihasilkan, mengkonfirmasi
kepatuhan halal pada setiap proses produksi, mudah dilacak serta mudah
diperdagangkan.
3. Dengan adanya zakat umat muslim dapat memiliki kemampuan utnuk
mengubah dunia. Seperti yang diketahui bahwa badan amal PBB seperti
UNHCR yang bertugas untuk memberikan bantuan bagi pengungsi di
seluruh dunia masih mengalami kesulitan dalam memeperoleh bantuan
dana, sehingga masih banyak pengungsi di seluruh dunia yang belum
tersentuh bantun. Oleh karena itu, disini lah peran umat muslim. Umat
muslim sudah terbiasa untuk berbagi baik melalu zakat, infaq atau sedekah
yang ditujukan bagi orang – orang yang membutuhkan tersebut. Sehingga
umat muslim yang bersatu memiliki peluang untuk mengubah keadaan
dunia saat ini .
4. Sektor Makanan halal. Makan adalah sektor yang sangat menarik bagi
investor dan industri makanan terus meningkat jumlahnya. Dewasa ini
sertifikasi dan kepatuhan halal terhadap produk makanan secara global
menjadi sangat penting. Umat muslim semakin memperhatikan apa yang
mereka konsumsi agar sesuai dengan kaidah halal. Selain itu makanan
halal juga semakin dipercaya yakni karna baik dari sisi zat dan cara
memperolehnya. Namun, dengan masih banyak nya produk – produk
makanan dari seluruh dunia tidak hanya dari negara muslim, hal itu
semakin menuntut negara – negara msulim untuk menetapkan aturan
ataupun seleksi yang ketat terhadap produk – produk dari luar yang akan
masuk ke negara muslim.
5. Sektor Keuangan islam. Keuangan islam terus mengalami peningkatan
seiring dengan peningkatan permintaan nasabah terhadap keuangan yang
sesuai syariah, yang dirasa lebih baik oleh nasabah dan memudahkan
nasabah untuk memperoleh pendanaan dan memperkecil risiko kerugian
yang ditanggung nasabah.
6. Sektor Pariwisata Halal. Didasarkan pada kebuutuhan umat muslim untuk
berlibur di lingkungan yang menghormati keyakinan muslim dan
memenuhi kebutuhan umat muslim seperti tersedianya ruang sholat,
restran dan hotel halal dan sesuai syariah serta fasilitas yang nyaman dan
ramah keluarga maka ketersediaan pariwisata halal terus meningkat di
berbagai negara di dunia terutama di negara – negara OKI. Peningkatan
layananan kualitas perjalanan dan liburan juga semakin diupayakan untuk
ditingkatkan terutama dengan semakin pesatnya perkembangn teknologi.
7. Sektor Fashion Muslim. Mode Fashion yang kini telah berubah, yakni
semakin maraknya fashion muslim mewah yang melenggang di catwalk
dan beberapa Mode fashion muslim yang tampil di beberpa majalah
fashion terkenal dan tidak jarang pada sampul majalah tersebut. Serta
merek-merek fashion kenamaan seperti Macy’s di Amerika Serikat,
Marks & Spencer di Inggris, dan H&M di seluruh dunia telah
mengeluarkan produk fashion muslim. Ritel onlne dan Influencer juga
telah membantu mendorong popularitas fashion muslim saat ini. Hal
tersebut juga tidak dapat dipungkiri karena didasrakan pada kebutuhan
penduduk muslim terhadap pakaian yang sesuai dengan syariah.
8. Sektor Media Halal. Perkembangan di seluruh dunia secara kolektif
memperluas ketersediaan konten media halal yang dapat diakses baik bagi
penduduk non-musilm maupun penduduk muslim dan ditargetkan dapat
diterima oleh seperempat dari populasi dunia. Umat muslim juga semakin
menuntut konten yang spesifik secara bahasa dan budaya.
9. Sektor Farmasi Halal. Peralatan dan perawatan kesehatan yang sesuai
dengan kaidah halal menjadi kebutuhan utama setiap muslim, hal tersebut
dikarenakan tidak semua bahan – bahan yang tersedia untuk kebutuhan
farmasi berasal dari bahan yang halal baik dari segi zat maupun cara
memperolehnya. Seperti penolakan umat muslim terhadap inokulasi
danvaksin hewani. Karena masalah tersebut timbullah konsep halopati
yang menggabungkan agama dan ilmu pengetahuan modern yang
penekanan utamanya pada kemurnian, halal dan thayyib yang bertujuan
untuk pemuliah pasien sesuai dengan keyakinannya.
10. Sektor Kosmetika Halal. Umat islam diajarkan untuk senantiasa
memelihara kebersihandan aroma yang baik yang akan dipuji oleh nabi
Muhammad SAW dan para Muslimin. Selain itu, nabi juga mengajarkan
untuk menghindari bahan – bahan yang secara agama tidak diizinkan
seperti babi, cochineal dan hewan yang disembelih secara tidak halal.
Konsmen kosmetik dunia juga emakin peduli tentang bahan dalam produk
yang mereka gunakan, dan menjadi trend untuk produk – produk
kosmetik, kecantikan dan perawatn tubuh yang alami dan tidak
membahayakan bagi kesehatan. Dengan adanya trend tersebut yang dapat
menarik konsumen secara lebi luas dan untuk memenuhi kebutuhan umat
muslim, perusahaan kosmetik telah memproduksi produk – produk
kecantikan dan perawatan tubuh yang terjamin kehalalannya.

Jadi, motivasi negara – negara di dunia baik negara muslim maupun


non-muslim untuk menyediakan produk halal bagi umat muslim mulai dari
Keuangan Islam, Makanan Halal, Investasi secara Islam, Farmasi Halal,
Kosmetik Halal, Fashion mulim, Pariwisata Halal, hingga Media Halal,
adalah untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan umat muslim agar
sesuai syariah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW
dan sebagaimana yang tertera di dalam Al-Quran sebagai pedoman hidup
bagi umat muslim. Serta dengan adanya trend bagi peningkatan kebutuhan
terhadap produk halal tersebut tidak menutup kemungkinan akan
meningkatkan peluang bagi perusahaan dan industri untuk mewujudkannya
sebagai peluang pasar yang besar mengingat jumlah penduduk dunia yang
seperempat nya adalah umat muslim. Namun, tetap saja tujuan utamanya
adalah ntuk memenuhi kebutuhan hidup umat muslim agar sesuai dengan
syariah terutama bagi negara muslim yang tergabung dalam OKI.
Contoh di berbagai negara tentang pengembangan produk halal, di antaranya
sebagai berikut :
1. Rantai Halal di dubai. Dubai telah mengembangkan teknologi yang dapat
melacak makanan, kosmetik dan produk farmasi yang didukung oleh
blockchain, artificial intelegence, dan Iot untuk dapat melacak data dari
masing – masing produk apakah sudah memenuhi terhadap kepatuhan
halal.
2. Dolusi yang serupa terkait bagaimana melacak produk halal juga telah
diterapkan di United Kingdom dengan mengoperasikan teknologi TE food,
serta singapura yang menerapkan HealthFX yang fokus pada industri
farmasi dan MyOutlets yang diterapkan dibanyak supermarket di
singapura yang menjamin kehalalan dari produk yang diperdagangkan.
3. Perkembangan dan peningkatan produk mozzarella halal dari Italia yng
mencapai 10 juta kilo pada 2016 yang target pasar utamanya adalah negara
– negara OKI terutama UAE
4. Dua produsen unggas terkemuka di Kanada Sargent Farms di Ontario dan
Freres Inc. Di Quebec telah menginvestasikan 10 juta dollar untuk
meningkatkan proses produksi dalam menjamin kehalalan produk yang
dihasilkan.
5. Kyrgistan telah berusaha untuk menyediakan produk makanan halal
dengan untuk peluang ekspor dengan menerapkan program sertifikasi halal
pada produknya.
6. China yang mengklaim bahwa telah mengekspor makanan halal untuk
permintaan internasional terutama di dubai food park dan UAE.
7. Filipina berusaha untuk mendapatkan pengakuan dan sertifikasi halal
untuk produk – produk ekspornya yang dikeluarkan oleh Asian Halal
Center.
8. Malaysia dan UAE berusaha untuk menjadi pusat industri dan makanan
halal di dunia, dengan mengeluarkan banyak produk yang telah
bersertifikasi halal dan diakui oleh dunia internasional, dan membantu
negara – negara non-muslim untuk mengelyarkan sertifikasi halal pada
produk yang dihasilkan.
9. Australia telah mengeluarkan investasi senilai 2 miliar dolar AS untuk
menjamin daging sapi dan sapi hidup yang di ekspor dari negaranya
terjamin kehalalannya.
10. Al islami foods telah menjual sebagian sahamnya ke Mitubishi
Corporation
11. Pemerintah inggris telah membantu dan menginvestasikan dananya untuk
produsen makanan bayi ‘For Aisha’ yang ada di negara tersebut.
12. Inggris memiliki industri keuangan islam yang terus berkembang pesat di
OECD dan memimpin pasar sukuk serta terus meluncurkan islamic
financial technology.
13. Keuangan islam di australia terus mengalami pertumbuhan dan didukung
oleh mayoritas industri
14. Uganda menwarkan penawaran produk perbankan bebas bunga.
15. Dubai islamic banking mebuat GCC bangga dengan mendaftarkan sukuk
sebesar 1 milliar US dollar
16. Bank islam bahrain dan FinTech di Barain terus menjalin kemitraan yang
bertujuan menjadikan Bahrain sebagai pemimpin pusat keuangan islam
dan FinTech. Serta dengan meluncurkan BenefitPay untuk pedagang dan
aplikasi seluler untuk kartu kredit.
17. Finterra yang terdapat di Singapura mendirikian Crowdfunding yang
bertujuan untuk mendirikan project waqf
18. Otoritas jalan dan Transportasi di Dubai meluncurkan Dubai World
Challange untuk transportasi mandiri, sebgai bagian dari rencana untuk
mengubah 25 persen perjalanan transportasi di kota menjadi perjalanan
transportasi tanpa pengemudi.
19. Arab saudi meluncurkan bus pintar yang terkoneksi dengan GPS pada
musim haji 2018 yang memungkin bus tersebut untuk dilacak
keberadaanya.
20. Kereta listrik berkecepatan tinggi juga akan mulai dioperasikan di Mekah
dan Madinah pada tahun 2019.
21. Dubai, bahrain, dan Oman tengah berinvestasi secara besar – besaran
dengan nilai miliaran dollah AS untuk membangun pusat hiburan dan
pariwisata di negara nya dan unit hunia atau hotel – hotel mewah di negara
tersebut.
22. Pusat perbelanjaan jilbab pertama di dunia baru – baru ini dibuka di
Istanbul.
23. H&M baru – baru ini meluncurkan busana muslim untuk koleksi musim
semi dan mausim panas
24. Dolce & Gabbana terus mempromosikan fashion muslim dan mulai
menggaet para fashion muslim dari timur dan timur tengah dan melakukan
pertunjukan busana dengan jilbab.
25. CH Carrolina Herrera, Micahel Kors dan Massimo Duti juga
mempernalkan fashion muslim keluarannya saat bulan Ramadhan.
26. Pembalikan larangan bioskop di Arab Saudi diharapkan dapat mendorong
konten bertema islam di layar lebar.
27. Hollywood juga berusaha menarik perhatian umat islam dengan Marvel
mengeluarkan film ‘Black Phanter’ diatur untuk mengembangkan cerita
pahlawan super dari golongan muslim.
28. Produksi film dari Turki juga mulai diterima oleh masyarakat muslim di
seluruh dunia seperti film Erthrugul yang menceritakan kekaisran Ottoman
serta The Game of Thrones.
29. Perusahaan pengembangan industri halal Malaysia saat ini adalah yang
pertama menyusun farmakope halal, sementara JAKIM akan
memeprkenalkan sertifikasi halal untuk peralatan medis , termasuk cairan
untuk mesin dialisis.
30. UAE, Iran Malaysia, dan Arab Saudi berlomba – lomba untuk menjadi
produsen farmasi terkemuka di antara negara – negara OKI.
31. Perusahaan farmasi korea selatan mulai berinvestasi pada sektor farmasi
halal, terutama Dong-A ST membentuk kemitraan dengan Rooyan Darou
dari Iran untuk memproduksi Biofarmasi, dan juga menandatangani
perjanjian dengan Combiphar dari Indonesia
32. Minyak Jenggot bersertifikasi halal di Inggris, ‘Akhi Beards’ sedang naik
daun dan bergabung dengan startup lain untuk memnuhi kebutuhan
kosmetik bagi pria.
33. Unilever Indonesia telah menegluarkan produk the pureline hijab Fresh
Moisturizer mengikuti Sunsilk Hijab Recharge yang telah dikeluarkan
pada 2016
34. Perusahaan kosmetika korea selatan Beuarti’s telah mengeluarkan
kosmteika halal yang dipasarkan secara luas di Malaysia sebagai pasar
utamanya pada 2017.
35. The USA’s Grant Industri telah mendaptkan sertifikasi halal untuk bahan –
bahan nya, yang telah memproduksi lebih dari 350 produk kosmetik dan
250 bahan utama kosmetik
36. Schulke perusahaan yang berasal dari Jerman, sebagai salah satu penyedia
bahan utama bagi produk kecantikan telah memperoleh sertifikasi halal
bagi produk mereka.