Anda di halaman 1dari 4

PAPER

ANALISIS STRUKTUR KELUARGA DARI BERBAGAI ASPEK DAN


IMPLIKASINYA TERHADAP FERTILITAS DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK

(Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Dinamika Kependudukan dan Keijakan kelas
A)

Dosen pengampu:

Ni’mal Baroya, M. PH.

Disusun oleh:

Shoimatul Ahadiah 162110101211

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS JEMBER

2019
1. Keluarga (Berdasarkan Keanggotannya)
Analisis Saya memiliki Keluarga Inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang adik
Keluarga perempuan yang belum menikah dan masih bersatatus Siswa di Sekolah Dasar

2. Tipe Keluarga
Analisis Tipe keluarga saya termasuk keluarga tradisional yang bertipe keluarga inti /
Keluarga nuclear family. Di dalam keluarga, saya merupakan anak pertama. Saya anak
ke 1 dari 2 bersaudara.

3. Tahap Perkembangan Keluarga


Analisis Sesuai dengan Carter dan Mc Goldrick, tahap perkembangan keluarga saya
Keluarga yaitu keluarga mulai melepas anak keluar rumah. Saya mulai dilepas keluar
rumah oleh keluarga untuk bersekolah SMA di pondok pesantren Nurul Islam
Jember kemudian melanjutkan studi S1 Kesehatan Masyarakat di Universitas
Jember. Dengan merantau, saya belajar mandiri meskipun jauh dari pihak
keluarga. Namun saya masih sering meluangkan waktu untuk pulang ke rumah
ketika ada waktu yang longgar. Biasanya saya menyempatkan pulang setiap
minggu.

4. Pola Hubungan
Suami-istri
Analisis Pola hubungan suami istri pada orang tua saya sangat terlihat saling
Keluarga menyayangi sekali. Meskipun ibu saya bekerja sebagai pengajar di TK, ibu
saya masih sempat melakukan kewajiban mengatur rumah tangga seperti
memasak, dan lain sebagainya serta hormat kepada ayah. Ibu dan ayah saya
sangat menampakkan kemesrahan kasih sayang dan saling setia. Disini
keduanya sama-sama saling bekerja.
5. Pola Hubungan Orang Tua- Anak
Analisis Pola hubungan orang tua-anak dalam keluarga saya sangat harmonis. Kasih
Keluarga sayang yang diberikan oleh orang tua saya pada saya dan adik sama besarnya.
Mereka melakukan banyak pengorbanan, seperti membiayai kuliah saya dan
adik saya yang membutuhkan dana yang cukup besar, tidak pernah mengeluh
kepada anak meskipun terkadang sedikit ada kendala. Sebagai seorang anak,
saya dan adik saya memiliki kewajiban untuk membanggakan dan
membahagiakan kedua orang tua saya serta menjaga nama baik keluarga
meskipun sedang berada jauh dari orang tua. Saya memiliki kewajiban untuk
tidak mengecewakan kedua orang tua. Saya dan adik dengan bersungguh-
sungguh belajar dan membuat orang tua bangga serta saya selalu mematuhi
nasehat kedua orang tua saya.
6. Pola Hubungan Saudari-saudari
Analisis Hubungan antara kakak dengan adik sangat tampak sekali dalam keluarga saya.
Keluarga Hubungan saya dengan adik saya sangat erat dan saling melindungi antar
sesame meskipun tak jarang juga kami bertengkar karena hal-hal kecil. Dengan
adik saya yang perempuan, seringkali saya membagi pekerjaan rumah seperti
dalam konteks kebersihan dirumah untuk dilakukan bersama saling
mengingatkan ketika sudah waktunya untuk sholat.

7. Erat hubungan dengan pengertian keluarga inti dan keluarga luas


Analisis Didalam keluarga saya yang telah saya amati, keluarga saya termasuk dalam
Keluarga consanguineal dan termasuk keluarga conyugal. Masih mengutamakan pada
consanguineal yang menekankan hubungan darah (keluarga dan famili yang
masih mempunyai hubungan darah). Namun, juga peduli terhadap keluarga lain
yang terbentuk karena hubungan perkawinan serta tetangga karena sudah kami
anggap seperti saudara sendiri.

8. Prinsip (Cara Menetapkan Garis Keturunan)


Analisis Berdasarkan teori yang telah ada, keluarga saya mengenai cara menetapkan
Keluarga garis keturunan dengan menggunakan prinsip bilateral yaitu menghitung
hubungan kekerabatan melalui pria dan wanita secara bersama Dan setiap
individu dapat menjadi anggota kekerabatan ayah maupun ibu. Sehingga, di
keluarga saya tidak membedakan kekerabatan dari ayah maupun dari ibu.
Kekerabatan yang ada yaitu kekerabatan yang luas.

9. Adat Menetap
Analisis Adat menetap yang diterapkan di keluarga saya tidak terlalu terpaku dan
Keluarga memaksakan untuk masalah tempat menetap, tergantung keinginan masing-
masing dan dibicarakan bersama-sama. Orang tua saya menetap di rumah
keluarga ayah (Patrilocal).

10. Pola Pengaturan Wewenang dan Kekuasaan


Analisis Pengaturan wewenang dan kekuasaan dalam keluarga saya yaitunpola sistem
Keluarga patriachat dan pola sama derajat. Meskipun Ibu saya juga bekerja tetapi tetap
yang paling banyak menentukan keputusan yaitu ayah. Namun, meskipun
begitu ayah saya tidak pernah berlaku sewenang-wenang. Di sisi lain, pola
sama derajat juga terdapat pada keluarga saya.Terkadang untuk mengambil
suatu keputusan tertentu mereka bermusyawarah dan saling tukar pendapat.
Saya sebagai anak yang tertua tidak jarang diikut sertakan dalam bertukar
pendapat. Hak yang harus diperoleh baik dari ayah ataupun ibu sama, begitu
pula kepada anak-anaknya.
11. Tugas Perkembangan Keluarga
Analisis Keluarga saya termasuk dalam tahap perkembangan keluarga yang mulai
Keluarga melepas anak sebagai dewasa. Memperluas jaringan keluarga dari keluarga inti
menjadi keluarga besar karena seorang anak merantau kuliah dan menemukan
banyak keluarga dari suatu oraganisasi yang memiliki kekerabatan yang erat
dan membantu saya untuk terbiasa mandiri dan membiasakan hidup dengan
rasa sosial yang tinggi dalam bermasyarakat. Selain itu, orang tua saya juga
sangat mempedulikan kesehatan semua anggota keluarga saya dengan
memberikan nasehat melalui telefon ketika saya tidak dirumah atau merantau
serta himbauan agar kesehatan tetap terjaga. Dan juga keluarga saya juga
termasuk dalam tahap perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah.
Orang tua saya sangat memperhatikan waktu dan pola belajar anak-anak
mereka dikarenakan kedua orang tua saya berprofesi sebagai pengajar maka
dirumah mereka mengarahkan serta menstimulasi terkait tumbuh kembang
anak.

 Fungsi Keluarga

Dalam keluarga saya menjalin hubungan persaudaraan yang sangat erat dan saling
menjaga dan merawat satu sama lain jika ada yang sakit. Orang tua dan adik saya sering
mengingatkan saya agar tetap menjaga kesehatan meskipun jauh dari pantauan mereka.
Seperti tetap menjaga pola makanan, makan-makanan yang bergizi dan sedikit olahraga di
pagi hari.

 Tugas Keluarga di Bidang Kesehatan

Keluarga saya sangat mengutamakan kesahatan setiap anggota keluarganya. Karena ayah
saya PNS maka saya dan keluarga mendapat kartu ASKES sehingga kalau berobat ke dokter
keluarga. Keluarga saya cukup paham dengan beberapa masalah kesehatan dalam keluarga
dan selalu menentukan tindakan kesehatan yang tepat dan merawat keluarga yang mengalami
gangguan kesehatan sampai sembuh total dan dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan
seperti menerapkan kebiasaan terapi bekam dan kontrol kesehatan yang dilakukan rutin oleh
kedua orang tua saya. Selain itu, juga memodifikasi lingkungan untuk menjamin kesehatan
dan menjaga perilaku dan kebiasaan agar kesehatan dapat terjaga seperti menjaga pola
makan, makan makanan yang bergizi dengan tidak lagi menggunakan penyedap rasa sebagai
bumbu masak dan mengurangi asupan garam, dan aktivitas fisik seperti olahraga bersama
yang dilakukan rutin setiap hari minggu. Sehingga dapat mengatasi masalah kesehatan yang
tepat bagi keluarga.

 Implikasi terhadap fertilitas dan kesehatan ibu dan anak dalam keluarga

Keluarga saya sudah cukup baik dalam menjalankan tugasnya dalam bidang kesehatan
mulai dari pencegahan serta penanganan sampai sehat kembali maka, pengambilan keputusan
dalam bidang kesehatan sudah cukup baik. Sehinga dapat meminimalisir atau bahkan
mendeteksi sejak dini terjadinya kematian atau resiko penyakit yang parah.