Anda di halaman 1dari 18

KEWIRAUSAHAAN

“ VALUE PROPOSITION CANVAS”

Tujuan :
Makalah ini dibuat untuk
menyelesaikan tugas makalah mata kuliah
kewirausahaan

Nama : Muhammad irfan ( 201642500050)

Mata Kuliah : Kewirausahaan


Dosen Mata Kuliah : Ibu Rita Ningsih, M.Pd
Program Studi : FMIPA - Pendidikan Fisika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAKARTA 2019
DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan

BAB II

ISI
A. Pengertian proposition canvas
B. Poin poin dalam value proposition canvas
C. Aplikasi value proposition dalam usaha
D. Contoh value proposition perusahaan di Indonesia

BAB III

PENUTUP
A. Simpulan
B. Daftar Pustaka

Bab 1
Pendahuluan

A. Latar Belakang
Makalah ini dilatar belakangi tugas dari dosen mata kuliah Kewirausahaan, selain itu menjadi
ajang mengasah kemampuan kami dalam membuat makalah. Makalah ini berisikan tentang
Value Proposition Canvas beserta poin poin didalamnya. Makalah ini juga sebagai wujud dari
rasa ketertarikan kami untuk berwirausaha dan semoga makalah ini bias membantu teman
teman pada umumnya dan kami pada khususnya untuk mencoba memulai berwirausaha.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan value Proposition Canvas?
2. Apa saja tujuan dari Value Proposition Canvas?
3. Apa saja poin poin dalam value proposition canvas?
4. Apa saja aplikasi value proposition canvas dalam berwirausaha?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari value proposition canvas
2. Untuk mengetahui tujuan dari value proposition canvas
3. Untuk mengetahui apa saja poin poin penting dalam value proposition canvas
4. Untuk mengetahui apa saja yang dapat di aplikasikan dalam poin poin tersebut
Bab 2

A. Pengertian
Alex Osterwalder telah mempelajari beberapa metodologi tentang “Lean Start-up”,
yang mebahas tentang bagaimana menyediakan sebuah produk yang dapat diterima oleh pasar.
Semua ilmu tersebut sangat minim sekali tentang tools, bahan diskusi, test dan bereksperimen
untuk mempraktekkannya agar diperoleh Produk yang cocok dan diterima oleh pasar.
Berdasarkan kondisi tersebut maka Alex dengan Yves Pigneur dan Alan Smith membuat
“Value Proposition Canvas” yang akan dibahas dalam makalah ini.

Value Proposition Canvas adalah plug-in tools untuk “Business Model Canvas”. Tools
ini akan membantu Anda untuk dapat merancang, menguji, dan membangun values di
perusahaan Anda berdasarkan keinginan Pelanggan Anda dengan cara yang lebih terstruktur dan
bijaksana. Seperti kanvas membantu Anda dalam proses desain model bisnis (yang pernah
dibahas oleh penulis sebelumnya di Business Model Plan & Implementation) .

Business Model yang terdiri dari 9 blok yang berfokus pada gambaran besar. Value
Proposition Canvas adalah bagian yang diperbesar dari dua blok bangunan, yaitu “Value
Proposition dan Customer Segment”, sehingga Anda dapat menggambarkan kedua hal tersebut
secara lebih rinci dan dapat menganalisa kecocokan di antara keduanya.

Perusahaan sangat perlu untuk memperhatikan kedua unsur di atas agar “cocok” dan
dapat dipilih model bisnis yang benar-benar tepat, jika mereka tidak ingin bisnisnya berakhir
pada kegagalan. Tools ini akan saling menunjang satu sama lain dan tidak dapat berdiri sendiri-
sendiri.
Dalam makalah ini saya akan menjelaskan Conceptual Tools-nya. Dan berikutnya saya akan
menjelaskan bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk pengujian yang dikombinasikan
dengan “Customer Development Process” yang dikembangkan oleh Steve Blank dan “Lean
Start-up Process” oleh Eric Ries.

Value Proposition Canvas akan memungkinkan Anda untuk lebih mudah menggambarkan
hipotesis yang mendasari “Value Proposition” dan “Customer Need”, yang akan membantu
Anda untuk wawancara, mendapatkan panduan untuk ujicoba atau analisa.

The Value Proposition Canvas

Seperti disebutkan di atas, “Value Proposition Canvas” terdiri dari dua blok dari Business
Model Canvas, yaitu Value Proposition dan Customer Segment yang Anda targetkan. Tujuan
dari alat ini adalah untuk membantu Anda membuat sketsa yang baik secara lebih rinci dan
sederhana serta terstruktur. Melalui visualisasi ini Anda akan memiliki bahasa strategis yang
lebih baik dan akan mempersiapkan Anda untuk menguji kedua blok bangunan tersebut.

Value proposition canvas (VPC) merupakan alat untuk membantu kita


menciptakan value untuk customer. Tujuan dari VPC adalah untuk membantu membuat sketsa
baik secara lebih rinci dengan sederhana namun kuat dan terstruktur. Melalui visualisasi,
perusahaan akan memiliki percakapan strategis yang lebih baik dan akan mempersiapkan untuk
menguji kedua blok tersebut.

Berikut adalah gambaran untuk VPC :


Tujuan dari VPC adalah untuk membantu perusahaan dalam merancang Value Propositions
dengan benar yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, pekerjaan yang harus dilakukan dan
membantu memecahkan masalah mereka. VPC merencanakan pekerjaan dengan cara yang lebih
sistematis.

Untuk blok customer segments dipecah menjadi 3 blok lagi yaitu customer jobs, gain, dan pain,
sedangkan untuk value propositions terdiri dari products & services, pain relievers, dan gain
creators.

Mencapai Kecocokan

Tujuan dari Value Proposition Canvas adalah untuk membantu Anda dalam merancang Value
Proposition yang sempurna dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan dalam menyelesaikan setiap
pekerjaan mereka. Hal tersebut juga akan dapat membantu pelanggan menemukan solusi dari
setiap masalah mereka. Inilah hal yang dapat membantu Anda bekerja dengan cara yang lebih
sistematis.

Customer Jobs

Blok dari customer jobs berguna untuk mengetahui pekerjaan dari pelanggan yang ingin
diselesaikan dengan produk atau jasa perusahaan. Pekerjaan dapat berupa tugas dari pelanggan
untuk dikerjakan dan diselesaikan, masalah yang coba untuk dipecahkan, atau kebutuhan yang
ingin dipenuhi. Untuk mempermudah dalam menjawab pekerjaan pelanggan, dapat menjawab
pertanyaan sebagai berikut:
1. Pekerjaan fungsional apa saja yang pelanggan ingin selesaikan? (menyelesaikan tugas
tertentu, memecahkan suatu masalah)
2. Pekerjaan sosial apa saja yang pelanggan ingin lakukan? (ingin terlihat lebih baik,
mendapatkan kekuasaan atau status)
3. Pekerjaan emosional apa saja yang pelanggan ingin selesaikan? (merasa lebih baik,
merasa aman)
4. Apa saja kebutuhan dasar dari pelanggan yang ingin dipenuhi? (komunikasi, kemudahan)

Pertama mari kita lihat pelanggan lebih dekat dengan membuat sketsa Customer Profile. Saya
ingin Anda melihat tiga hal. Mulai dengan menjelaskan apa yang pelanggan Anda targetkan
dan yang ingin mereka selesaikan. Ini bisa menjadi tugas yang mereka ingin lengkapi atau
selesaikan, bisa masalah yang mereka akan selesaikan, atau kebutuhan yang mereka coba untuk
puaskan.

Bertanyalah kepada diri Anda:

 Apakah pekerjaan fungsional pelanggan Anda, yang mereka lakukan? (misalnya


melakukan atau menyelesaikan tugas tertentu, memecahkan suatu masalah tertentu, …)

 Apakah pekerjaan sosial pelanggan Anda, yang mereka lakukan? (misalnya mencoba
untuk terlihat baik, mendapatkan kekuasaan atau status, …)

 Apakah pekerjaan emosional pelanggan Anda, yang mereka lakukan? (misalnya estetika,
merasa baik, keamanan, …)

 Apakah kebutuhan dasar pelanggan Anda, yang mereka coba puaskan? (misalnya:
komunikasi, perkawinan, kebugaran, kesehatan …)

Customer Pains

Pada metode ini kita dapat menggambarkan emosi negatif, biaya, situasi yang tidak diinginkan,
serta risiko dari pengalaman pelanggan Anda yang dialami sebelum, selama, dan setelah mereka
mendapatkan jasa atau produk yang Anda berikan.
Bertanyalah kepada diri Anda:

 Apa yang menurut pelanggan Anda boros? (Misalnya membutuhkan banyak waktu, biaya
terlalu banyak uang, memerlukan upaya yang cukup besar,…)

 Apa yang membuat pelanggan Anda merasa jelek? (Misalnya frustrasi, gangguan, hal-hal
yang memberi mereka sakit kepala, …)

 Apa kinerja buruk yang dirasakan oleh pelanggan Anda? (Misalnya kurangnya fitur,
kinerja, rusak, …)

 Apa kesulitan dan tantangan utama yang pelanggan Anda hadapi? (Misalnya memahami
bagaimana sesuatu bekerja, kesulitan mendapatkan sesuatu, resistensi, …)

 Apa konsekuensi sosial negatif yang dihindari atau ditakuti oleh pelanggan? (Misalnya
kehilangan muka, kekuasaan, kepercayaan, atau status, …)

 Apa risiko yang ditakuti pelanggan Anda? (Misalnya keuangan, sosial, risiko teknis, atau
apa yang bisa sangat salah, …)

 Apa yang membuat pelanggan Anda khawatir di malam hari? (Masalah mis besar,
kekhawatiran, kecemasan, …)

 Apakah kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pelanggan Anda? (Kesalahan
penggunaan misalnya, …)

 Rintangan apa yang menjaga pelanggan Anda dari mengadopsi solusi? (Misalnya biaya
investasi dimuka, kurva belajar, resistensi terhadap perubahan, …)

Ranking setiap rasa kecewa sesuai dengan intensitasnya pada pelanggan Anda. Apakah sangat
intens atau sangat ringan. Untuk setiap rasa sakit menunjukkan seberapa sering terjadi
Customer Gains

Blok dari customer pain berguna untuk menggambarkan emosi negatif, biaya yang tidak
diinginkan, situasi, dan risiko yang bisa dialami sebelum, selama, atau setelah pekerjaan selesai.
Untuk mempermudah dalam menjawab penderitaan pelanggan, dapat menjawab pertanyaan
sebagai berikut:

1. Apa yang menurut pelanggan mahal? (waktu yang lama, modal uang terlalu besar, atau
upaya cukup besar)
2. Apa yang membuat pelanggan merasa buruk? (frustasi, terganggu, tidak nyaman)
3. Bagaimana solusi sekarang ketika berkinerja buruk? (fitur tidak sesuai, kinerja buruk,
cepat rusak)
4. Apa saja kesulitan utama dan tantangan dari pelanggan? (kesulitan mendapatkan sesuatu,
resistensi)
5. Risiko apa yang pelanggan takutkan? (uang, risiko teknis, atau sosial)

Sama dengan blok costumer gain, setelah menjawab seluruh pertanyaan, dilakukan pengurutan
mulai dari yang paling relevan berdasarkan pelanggan. Dengan mengetahui kelemahan atau
ketakutan dari pelanggan, diharapkan produk yang ditawarkan dapat menjawab.

Blok dari customer gain berguna untuk menjelaskan manfaat yang diharapkan, atau diinginkan
oleh pelanggan. Keinginan yang dimaksud termasuk fungsionalitas, keinginan sosial, emosi, dan
penghematan biaya. Untuk mempermudah dalam menjawab keinginan pelanggan, dapat
menjawab pertanyaan sebagai berikut:

1. Penghematan apa yang membuat pelanggan senang? (waktu, uang, atau usaha)
2. Hasil apa yang pelanggan harapkan lebih dari harapannya? (kualitas, jumlah, atau
kemudahan)
3. Bagaimana solusi sekarang menyenangkan pelanggan? (tambahan fitur, kinerja, atau
kualitas)
4. Apa saja yang pelanggan cari? (desain, harga murah, atau fitur lengkap)

Setelah menjawab beberapa pertanyaan tentang keinginan pelanggan, perusahaan perlu


mengurutkan keuntungan-keuntungan apa saja yang relevan dengan pelanggan atau produk
sehingga perusahaan dapat mengetahui prioritas utama kepada pelanggan.

Jelaskan manfaat yang pelanggan Anda harapkan, inginkan dan membuat mereka terkesan.
Termasuk utilitas fungsional, keuntungan sosial, emosi positif, dan penghematan biaya.

Bertanyalah pada diri Anda:

 Penghematan apa yang akan membuat pelanggan Anda senang? (Misalnya dalam hal
waktu, uang dan usaha, …)
 Apa hasil yang pelanggan Anda harapkan dan ingin lampaui? (Misalnya tingkat kualitas,
lebih dari sesuatu, kurang sesuatu, …)

 Apa solusi yang disukai pelanggan Anda? (Misalnya fitur khusus, kinerja, kualitas, …)

 Apa yang akan membuat pekerjaan pelanggan Anda lebih mudah? (Misalnya kurva
belajar datar, layanan lebih, biaya kepemilikan yang lebih rendah, …)

 Apa konsekuensi sosial yang positif yang diinginkan pelanggan Anda? (Misalnya
membuat mereka terlihat baik, peningkatan kekuasaan, status, …)

 Apa yang pelanggan cari? (Misalnya baik desain, jaminan, fitur khusus atau lebih, …)

 Apa yang pelanggan impikan? (Prestasi misalnya besar, relief besar, …)

 Bagaimana pelanggan Anda mengukur kesuksesan dan kegagalan? (Misalnya kinerja,


biaya, …)

 Apa yang akan meningkatkan kemungkinan mengadopsi solusi? (Misalnya biaya yang
lebih rendah, investasi kurang, risiko yang lebih rendah, kualitas yang lebih baik,
performa, desain, …)

Ranking setiap keuntungan sesuai dengan relevansinya dengan pelanggan Anda. Apakah
substansial atau itu tidak signifikan? Untuk setiap kenaikan menunjukkan seberapa sering terjadi.

Products & Services

Blok dari Value Propositions yang pertama adalah produk dan servis. Langkah pertama untuk
mengisi blok produk dan servis adalah menulis semua proporsisi nilai dari produk atau servis.
Produk atau jasa yang ditawarkan membantu pelanggan memperbaiki pekerjaan fungsional,
sosial, dan emosional. Setelah menuliskan semua proporsisi nilai dari produk, cocokkan mana
saja nilai yang sesuai dengan kepentingan pelanggan apakah penting atau tidak penting. Dengan
menyelesaikan blok ini, perusahaan dapat mengevaluasi proporsisi value yang sebelumnya pada
business model canvas hanya dituliskan tanpa dicocokkan dengan kebutuhan pelanggan.
Sekarang Anda dapat membuat sketsa profil pelanggan Anda, mari kita atasi tentang “Value
Proposition”. Sekali lagi, saya ingin Anda melihat tiga hal.

Pertama, buat daftar semua Value Proposition dari produk dan layanan Anda yang dimiliki.

Tanyakan pada diri sendiri produk dan jasa apa yang Anda tawarkan yang dapat membantu
pelanggan, pada sektor fungsional, sosial, dan emosional yang dilakukan, atau membantu mereka
memenuhi kebutuhan dasar?

Produk dan jasa mungkin yang tangible (misalnya produksi barang, layanan pelanggan face-to-
face), digital / virtual (misalnya download, rekomendasi online), tidak berwujud (misalnya hak
cipta, jaminan kualitas), atau keuangan (misalnya dana investasi, jasa pembiayaan ).

Peringkat semua produk dan layanan sesuai dengan kepentingan mereka kepada pelanggan
Anda. Apakah pelanggan Anda menganggap penting atau sepele?

Pain Relievers

Blok Pain Relievers menjelaskan bagaimana produk atau jasa dari perusahaan meringankan
penderitaan pelanggan. Blok Pain Relievers menghilangkan atau mengurangi dari blok customer
pain yang berhubungan dengan situasi yang tidak diinginkan, risiko pelanggan pada saat
sebelum, selama, dan sesudah pekerjaan selesai. Pertanyaan yang perlu dijawab oleh perusahaan
berhubungan dengan pertanyaan yang telah ada di customer pain. Beberapa pertanyaan sebagai
berikut:

1. Apakah mereka menjadi lebih hemat? (waktu, uang, atau usaha)


2. Menjadikan pelanggan lebih baik?
3. Menyelesaikan performa kerja yang buruk?

Mengeleminasi risiko yang ditakuti oleh pelanggan?

Sekarang mari kita jelaskan bagaimana produk dan jasa Anda menciptakan nilai.
Pertama, gambarkan bagaimana produk dan jasa Anda meringankan kekecewaan pelanggan.
Bagaimana mereka menghilangkan atau mengurangi emosi negatif, biaya yang tidak diinginkan
dan situasi, atau risiko yang dialami pelanggan, bisa sebelum, selama, dan setelah mendapatkan
pekerjaan yang dilakukan?

Tanyakan pada diri Anda apakah mereka …?

 … menghasilkan penghematan? (Misalnya dalam hal waktu, uang, atau usaha, …)

 … membuat pelanggan Anda merasa lebih baik? (Misalnya membunuh frustrasi,


gangguan, hal-hal yang memberi mereka sakit kepala, …)

 … memperbaiki solusi yang berkinerja buruk? (Misalnya fitur baru, kinerja yang lebih
baik, kualitas yang lebih baik, …)

 … mengakhiri kesulitan dan tantangan yang pelanggan temui? (Misalnya membuat


segalanya lebih mudah, membantu mereka mendapatkan dilakukan, menghilangkan
hambatan, …)

 … menghapus konsekuensi sosial yang negatif pelanggan Anda menghadapi atau


takut? (Misalnya kehilangan muka, kekuasaan, kepercayaan, atau status, …)

 … menghilangkan risiko pelanggan Anda takut? (Misalnya keuangan, sosial, risiko


teknis, atau apa yang bisa sangat salah, …)

 … membantu pelanggan Anda lebih nyaman tidur di malam hari? (Misalnya dengan
membantu dengan isu-isu besar, mengurangi kekhawatiran, atau menghilangkan
kekhawatiran, …)

 … pelanggan membatasi atau menghilangkan kesalahan umum membuat? (Kesalahan


penggunaan misalnya, …)

 … menyingkirkan hambatan yang menjaga pelanggan Anda dari mengadopsi


solusi? (Misalnya atau ada biaya yang lebih rendah dimuka investasi, kurva belajar datar,
sedikit resistensi terhadap perubahan, …)

Ranking setiap “Pain Reliever” atas produk dan jasa Anda sesuai dengan intensitas yang
dilakukan untuk pelanggan Anda. Apakah sangat intens atau sangat ringan? Untuk setiap rasa
sakit menunjukkan seberapa sering terjadi.
Gain Creator

Blok Gain Creators menjelaskan bagaimana produk atau jasa dari perusahaan membuat
pelanggan diuntungkan. Blok ini harus dapat menjawab pertanyaan yang terdapat pada blok
customer gain. Berikut adalah pertanyaan yang terdapat pada gain creators:

1. Apakah mereka menjadi lebih hemat? (waktu, uang, atau usaha)


2. Menghasilkan solusi melebihi harapan pelanggan?
3. Membuat pekerjaan pelanggan menjadi lebih mudah?
4. Memberikan hasil positif yang cocok untuk pelanggan?

Gain Creators menjelaskan bagaimana produk dan jasa Anda memberikan keuntungan bagi
pelanggan. Bagaimana Anda menciptakan manfaat pelanggan sesuai dengan harapan, keinginan
mereka, termasuk manfaat fungsional, keuntungan sosial, emosi positif, dan penghematan biaya?

Tanyakan pada diri Anda apakah mereka …

 … buat tabungan yang membuat pelanggan Anda senang? (Misalnya dalam hal waktu,
uang dan usaha, …)

 … menghasilkan hasil yang pelanggan Anda harapkan atau yang melampaui harapan
mereka?(Misalnya tingkat kualitas yang lebih baik, lebih dari sesuatu, kurang sesuatu,
…)

 … mengikuti atau mengungguli solusi saat ini yang menyenangkan pelanggan


Anda? (Misalnya mengenai fitur tertentu, kinerja, kualitas, …)
 … membuat pekerjaan pelanggan Anda atau hidup lebih mudah? (Misalnya menyanjung
kurva belajar, kegunaan, aksesibilitas, layanan lebih, biaya kepemilikan yang lebih
rendah, …)

 … menciptakan konsekuensi sosial positif yang diinginkan pelanggan Anda? (Misalnya


membuat mereka terlihat baik, menghasilkan peningkatan daya, status, …)

 … membuat sesuatu yang pelanggan cari? (Misalnya baik desain, jaminan, fitur khusus
atau lebih, …)

 … memenuhi yang pelanggan impikan? (Misalnya membantu prestasi besar,


menghasilkan relief besar, …)

 … menghasilkan hasil positif yang cocok bagi keberhasilan pelanggan Anda? (Kinerja
misalnya baik, biaya lebih rendah, …)
 … membantu membuat adopsi lebih mudah? (Misalnya biaya yang lebih rendah,
investasi kurang, risiko yang lebih rendah, kualitas yang lebih baik, performa, desain, …)

Ranking setiap mendapatkan produk dan jasa yang sesuai atau relevan dengan yang diinginkan
pelanggan. Apakah substansial atau tidak signifikan? Untuk setiap kenaikan menunjukkan
seberapa sering terjadi.

Bersaing untuk Pelanggan

Kebanyakan “Value Proposition” bersaing dengan kompetitor untuk Segmen pelanggan yang
sama.

Saya suka berpikir ini sebagai “peluang yang terbuka” yang akan diisi oleh perusahaan dengan
paling cocok.

Visualisasi untuk ini adalah ide dari Alan Smith, salah satu rekan pendiri, dan desainer dari
Business Model Generation. Jika Anda sketsa persaingan “Value Proposition” Anda dapat
dengan mudah membandingkan mereka dengan memetakan variabel yang sama (misalnya harga,
kinerja, risiko, kualitas layanan, dll) pada apa yang disebut strategi kanvas.

The Value Proposition Canvas Poster

Anda dapat menggunakan “Value Proposition Canvas” seperti “Business Model Canvas”: plot
sebagai poster, kemudian tempelkan di dinding, dan kemudian gunakan “Sticky Notes” untuk
mulai membuat sketsa.

Berbeda dengan kanvas, yang Poster Value Proposition Canvas dan metodologinya merupakan
hak cipta.
Namun, Anda bebas untuk menggunakannya dan mendapatkan uang dengan itu sebagai
pengusaha, konsultan, atau eksekutif, selama Anda bukan sebuah perusahaan perangkat lunak
(kebutuhan kedua untuk lisensi dari kami).

Berikut ini adalah versi draft poster dari Proposisi Nilai kanvas.
Berikut beberapa contoh Value Proposition, perusahaan di Indonesia
XL

1. Harga rendah volume tinggi


2. Mudah, fleksible, nyaman
3. Banyak gratisnya

Air Asia

1. Harga tiket yang murah


2. Pembelian tiket 24 jam
3. Banyak pilihan penerbangan (jadwal & route)
4. Minimalis, tidak ada snack / minum
5. Layanan on-line via internet
6. Eksklusif murah

Garuda Indonesia

1. Banyak pilihan penerbangan (jadwal dan route)


2. Tepat waktu
3. Ekslusif, berkelas
4. Program GFF
5. Executive lounge
6. Mahal

Kaskus

1. Tempat nongkrong berbagi informasi secara gratis


2. Tempat promosi produk dengan murah
3. Tempt jual beli untuk barang-barang (umum / unik)
Kesimpulan
Value Proposition Canvas menjadi sangat penting dalam membangun/mengembangkan
usaha, selain sebagai penambal kekurangan yang ada pada produk/jasa yang kita
tawarkan juga menjadi jalan untuk mendapatkan ide agar produk kita semakin dapat di
terima secara luas.

Bagaimana Value Proposition produk anda??? semoga makalah ini bisa membantu untuk
Anda mereview Value Proposition produk anda saat ini, sehingga benar-benar menjadi
alasan bagi pelanggan untuk menggunakan produk Anda bukan produk pesaing.