Anda di halaman 1dari 15

AL-MA`AD

Guna Memenuhi Tugas


Mata Kuliah: Ilmu Tauhid
Dosen Pengampu: Abudullah, M.Ag.

DisusunOleh:

1. Khotimatul Khasanah (1620210235)


2. Nurul Khasanah (1620210249)
3. Nor Khafidhotun Nikmah (1620210259)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS (IAIN)


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
PRODI EKONOMI SYARIAH
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada hakikatnya di dalam rukun iman ada enam, salah satunya yaitu iman
kepada hari akhir dan kita sebagai umat islam wajib beriman atau mempercayai
akan datangnya hari akhir. Waktu terjadinya hari akhir adalah misteri ilahi, yang
sengaja dirahasiakan Allah agar manusia senantiasa mawas diri, serta mematuhi
perintah Allah yang ditetapkan bagi mereka. Oleh karena itu manusia harus
mampu mengendalikan perbuatannya, agar tidak terjerumus pada perbuatan yang
dilarang oleh Allah. Karena setiap perbuatan yang dilakukan pasti akan mendapat
balasan di alam akhirat nanti. Maka dari itu kami akan membahas tentang al-
ma`ad yang mencakup tentang hari akhir atau hari kiamat.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana keimanan kepada hari akhir?
2. Bagaimana permulaan hari kiamat?
3. Bagaimana hakikat hari berbangkit dan hari kiamat?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Iman Kepada Hari Akhir
Kata al-Ma`ad terambil dari kata “ada”, “ya`udu” yang artinya kembali.
al-Ma`ad berarti tempat kembali.1 Menurut Ibn Faris, kata al-Ma`ad bermakna

1 Mahmud, Yunus, Kamus Bahasa Arab, Jakarta: Hidaya Karya Agung, 1990, hlm. 284.

1
“tempat kembalinya segala sesuatu” dan akhirat adalah tempat kembali (yang
diperuntukkan bagi umat manusia.
Al-Ma`ad disebut juga dengan hari kiamat atau hari akhir, artinya hari
kebangkitan. Pada hari kebangkitan ini semua manusia yang telah meninggal
dibangkitkan kembali untuk mempertanggung jawabkan semua amal
perbuatannya selama hidup di dunia. Pada saat terjadinya hari akhir, semua
makhluk yang didunia ini musnah. Langit hancur, gunung-gunung meletus, lautan
meluap dan bumi memuntahkan segala isinya.2
1. Perlunya Iman Kepada Hari Akhir
Al-Khaliq Yang Maha tinggi, yang terbebas dari semua sifat kekurangan,
dalam keimanan kita kepada Allah, maka tidak mungkin Dia menciptakan alam
semesta ini dengan begitu saja atau dengan sia-sia. Dan kita juga menolak
anggapan bahwa manusia diciptakan secara batil dan eksistensi manusia sebatas
di alam dunia. Dengan demikian manusia bebas melakukan berbagai jenis
amalan, baik sebagai individu maupun makhluk sosial. Keyakinan tersebut
adalah kunci pembuka alam pikiran kita untuk beriman kepada adanya saat
pembalasan. Selanjutnya, keimanan kepada adanya saat pembalasan
mengantarkan kita kepada keyakinan bahwa dibalik kehidupan dunia ada
kehidupan lain. Disanalah disempurnakan pembalasan terhadap amalan manusia,
sesuai dengan hikmah yang ditentukan oleh Al-Khaliq.
Dalil aqli yang di landasi penghayatan terhadap gejala alam yang nyata,
dapat dinyatakan bahwa adanya hari kiamat merupakan keharusan dan harus kita
imani. Sebab, hal itu disyaratkan oleh banyak nash al-Qur’an yang memberikan
kunci kepada akal untuk membuka kepada pengetahuan dan keimanan terhadap-
Nya. Dalam firman-Nya surat al-Mu’minun: 115-116:
   
     
        
  
Artinya: “Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami
menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan

2 Abu al-Husaen Ahmad ibn Faris ibn Zakariya, Mu`jam Maqayis al-Lughah, Beirut:
Dar al-Ihya al-Turas al-`Arabi, 2001, hlm. 181.

2
dikembalikan kepada kami?. Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya;
tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia”.
Ayat tersebut menyiratkan bahwa setelah kehidupan dunia tidak ada
kehidupan lain untuk penghisaban, ini berarti penciptaan alam raya ini
mengandung unsur sia-sia. Hal ini merupakan kemustahilan bagi Allah yang
perbuatan, hukum, perintah dan larangan-Nya ada unsur kesia-siaan sedikitpun.
Kemungkinan adanya unsur kesia-siaan dalam penciptaannya dijagat raya
ini adalah hal yang mustahil dan tertolak. Kita meyakini adanya kehidupan lain
setelah kehidupan dunia, tempat pemenuhan tujuan kehidupan di dunia. Nash-
nash al-Qur’an inilah yang membimbing manusia kepada pemikiran yang sehat.
Namun bagaimanakah terjadinya hari akhir itu, dan dalam bentuk yang
bagaimana, kajian ilmiah tidak bisa memberikan jawaban secara pasti. Banyak
corak pemikiran mengenai masalah ini. Oleh karena itu kita harus merujuk pada
nash-nash agama yang bersifat pasti (akurat). Kita tidak diperkenankan
menghayalkan ataupun menggambarkan hari tersebut dengan gambaran yang
melebihi apa yng diberitakan oleh nash-nash al-Qur’an dan penjelasan
Rasulullah saw.
Hari akhir adalah saat selesainya segala problema umat manusia, yang
memberikan solusi bagi manusia. Saat diberikannya kebahagiaan dan
kesejahteraan yang lebih sempurna daripada kehidupan dunia. Disamping itu
keyakinan terhadap hari akhir memberikan dorongan semangat kepada manusia
agar mereka selalu melakukan kebaikan baik secara individu maupun sosial.3
2. Kewajiban Beriman Pada Hari Akhir
Iman kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman dalam Islam. Allah
SWT berfirman dalam al-Qur’an surat an-Nisa’: 136 :
    
    
      
    
     
 

3 Abdurrahman Abanakah, Pokok-Pokok Akidah Islam, Terj. A.M Basalamah, Jakarta:


Gema Insani, 2004. hlm. 511-516.

3
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah
dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya
serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada
Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari
Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”.
Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal, merupakan lanjutan
kehidupan dunia yang terbatas lagi fana, yng dinyatakan Allah sebagi kehidupan
untuk ujian dan cobaan. Dan kehidupan akhirat itu menjadi keputusan Allah yang
terangkum dalam skenario penciptaan-Nya akan alam semesta dan segala isinya
yang diberitakan-Nya lewat ajaran-ajaran agama samawi dengan perantara rasul-
rasul-Nya.
Keimanan kepada hari akhir dengan sejumlah keadaan pada hari itu
merupakan akidah yang pasti dan tidak dapat dipungkiri. Oleh karena itu setipa
muslim selalu berikrar sesuai dengan akidahnya, bahwa ia beriman kepada hari
akhir tanpa sedikitpun mengingkari kejadian pada hari itu, sebagaimana
diberitakan oleh Rasululloh saw.

B. Permulaan Hari Kiamat


1. Tanda-Tanda Hari Kiamat
Yang dimaksud tanda-tanda adalah isyarat telah dekartnya kedatangannya
yaitu hari kiamat. Dalam hal ini, banyak sekali riwayat yang memberitakan
hal ghaib yang terjadi sebelum datangnya hari kiamat. Berikut adalah
beberapa tanda kubra telah dektnya hari kiamat:
a. Asap tebal
Tentang hal ini, dikisahkan ketika asap tersebut muncul, orang-orang
mukmin bagaikan orang yang terserang penyakit pilek. Kemudian asap
tersebut masuk ke dalam pendengaran setiap orang kafir dan munafik
hingga menjadikan bagaikan kepala mereka terpanggang di atas bara.
b. Dajjal
Keluarnya Dajjal yang mengaku sebagai rububiyah (Tuhan) yang
memiliki berbagai kelebihan.
c. Binatang melata
Yaitu jenis binatan melata yang besar di luar bayangan manusia, yang
akan dikeluarkan Allah di akhir zaman ketika moral manusia sangat

4
bobrok dengan meninggalkan perintah Allah, mengubah-ubah ajaran agam
Allah, dan mengatakan bahwa mereka tidak menyakini ayat-ayat Allah.
d. Terbitnya matahari dari arah barat
Sebagaiman terbitnya matahari dari arah barat merupakan pertanda
ditutupnya pintu taubat maka demikian halnya dengan keluarnya dajjal
dan menuculnya binatang melata.
e. Turunnya nabi Isa a.s
Yaitu turunnya nabi Isa a.s dan dibinasakan Dajjal olehnya. Seperti yang
dijelaskan dalam al-Qur`an dan hadis shohih yang mutawattir, diantaranya
menyebutkan bahwa nabi Isa akan menetap di bumi selama 40 th
menghancur salib dan membunuh babi.

f. Ya`juj dan Ma`ajuj


Dibangkitkan kabilah-kabilah Ya`juj dan Ma`ajuj dengan keberanian yang
luar biasa, yang menimbulkan kerusakan secara luas di muka bumi.
Kemudian Isa dan orang-orang yang beriman menyeru mereka untuk
bertobat. Karena mereka menolah seruan itu, akhirnya Allah SWT
membinasakan mereka dengan medatangkan wabah penyakit.
g. Terjadinya gerhana bulan
Kejadian alam ini berlangsung di tiga tempat yaitu di arah timur, diarah
barat, dan di Jazirah Arab.
h. Api yang keluar dari arah negeri Yaman
Yaitu api yang menggiring manusia menuju padang Makhsyar dan
merupakan tanda yang terakhir sebelum datangnya hari kiamat. Adapun
letak padang Makhsyar adalah di negeri Syam.
2. Alam Barzakh: Azab Dan Kenikmatannya
a. Kenikmatan Kubur Dan Azab Kubur
Pada masa alam barzakh, berlangsung pembalasan rabbani, baik
berupa pahala mauapun azab, barzakh dalam arti bahasanya adalah
pembatas di antara dua sesuatu. Hal ini diisyratkan dalam firman-Nya
surat al-Jatsiyah:21 :
    
    
    
   

5
Artinya: “Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka
bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal saleh, Yaitu sama antara kehidupan dan kematian
mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu”.
ayat tersebut dengan tegas menolak penyamaan dua keadan ynag
berbeda, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah mati. Masa
kematian ynag dimaksud dalam ayat itu adalah alam barzakh. Ditegaskan
setelah manusia meninggal, kedudukan mereka tidak sama karena orang-
orang yang berbuat kejahatan dan dosa mendapatkan azab atau siksa,
sedangkan yang beriman dan melakukan amal shaleh mendapatkan
kenikmatan. Inilah yang dinamakan dengan nikmat kubur dan azab kubur.
Nikmat dan azab kubur adalah kenikmatan atau azab di alam barzakh,
entah itu berlangsung di kubur ataukah bukan. Dinisbatkan kepada kubur
karena manusia yang meninggal dikebumikan. Adapun tentang bagaimnaa
bentuk dan cara pemberian siksaan atau kenikmatan itu adalah perkara
gaib yang tidak bisa dijangkau oleh indra dan tidak bisa digambarkan
dengan akal dan logika. Hanya Allah saja yang Maha Mengetahui segala
sesuatu. Rasulullah saw. senantiasa berdo’a memohon perlindungan Allah
dari azab neraka dan azab kubur dan beliau pun senantiasa menganjurkan
para sahabatnya untuk senantiasa memohon perlindungan Allah dari kedua
jenis azab itu.
b. Pertanyaan Di Dalam Kubur
Seorang mukalaf apbila wafat, maka dalam kuburnya didatangi
dua malaikat Munkar dan Nakir. Keduanya akan mengajukan tiga
pertanyaan yaitu, “siapa Tuhhanmu?”, “apa agamamu?”, dan “siapakah
Muhammad itu?”. Adapun orang yang berimanakan dengan mudah
menjawab pertanyaan tersebut, sesuai dengan apa yang diimaninya di
dunia. Lalu ditunjukkan kepadanya tempatnya di dalam surga,
sebagaimana akan ditunjukkan tempatnya di dalam neraka jika ia mati
dalam kedaan tidak beriman. Adapun orng kafir dan munafik tidak dapat
menjawab kecuali mendesah dan berkata “...aku tidak tau..”. lalu

6
dicambuk hingga mengerang kesakitan dan suaranya terdengar oleh
sesama mayat dan para malaikat, hanya orang hidup dan kalangan jin yang
tidak mendengarnya. Dalam firman-Nya surat Ibrahim: 27 :
    
    
      
   
Artinya: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan
Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan
Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang
Dia kehendaki”.
c. Tiupan Sangkakala Yang Pertama dan Kedua, serta Kedudukan
Waktu Di Alam Barzakh
Allah memberitakan bahwa kelak akan ada dua kali peniupan
sangkakala. Tiupan yang pertama adalah untuk memantikan seluruh
makhluk. Saat itu terjadilah hari kiamat dengan terhentinya segala
kehidupan. Adapun tiupan yang kedua adalah untuk membangkitkan
manusia dari kematian untuk melaksanakan aturan-Nya tentang
pembalasan secara sempurna berupa pemberian pahala atau hukuman.
Al-Qur`an menamakan sangkakala itu dengan sebutan an-naaqur
yang diambil dari akar kata an-naqru yang berarti bersuara, karena an-
naaqur menimbulkan suara keras.
Mengenai kedudukan waktu di alam barzakh yaitu para mayat
tidak lagi merasakan atau mengenal waktu. Menurut perasaan mereka,
tidak ada bedanya masa hanya sejenak masa berabad-abad. Ini berlaku
bagi mereka semua yang mengalami azab kubur maupun mereka yang
mendapatkan kenikmatan selama di alam barzakh.4

C. Hakikat Hari Berbangkit dan Hari Kiamat


1. Dunia dan Akhirat
Hari kiamat dimulai dengan hari berangkit (setelah tiupan sangkakala
yang kedua), dengan bangkitnya setiap makhluk hidup yang pernah hidup dari
kematiannya, seperti menjadi ketetapan Allah maka, pada saat itu

4 Ibid., hlm. 519-538.

7
penyempurnaan aturan undang-undang Allah dalam penciptaan, juga
direalisasikan keadilan-Nya dan disempurnakan keutamaan-Nya. Itulah saat
untuk memberikan imbalan kepada manusia, sebgai buah ujian-Nya bagi
mereka.
Dengan kesempurnaan iradah-Nya dan Kemahaluasan ilmu dan
kebijaksanaan-Nya, Allah menciptakan dua alam yaitu alam dunia
(merupakan alam yang fana, sebagai tempat ujian), dan alam akhirat
(merupakan alam yang kekal sebagai tempat pembalasan).
2. Hari Berbangkit Sangat Mungkin Terjadi Menurut Akal dan Tidak
Diragukan
Hari berbangkit merupakan saat dikembalikannya anggota badan
setelah kebiasaannya dan kembalinya kehidupan setelah kematiaan. Mereka
yang berakal akan menerima, karena pada hakikatnya siapa yang menciptakan
sesuatu sejak awalnya, maka ia akan mampu untuk mengembalikan ke asalnya
seperti sedia kala. Allah berfirman pada surah ar-Rum: 27:
     
      
     
 
Artinya: “dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian
mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu
adalah lebih mudah bagi-Nya. dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di
langit dan di bumi; dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Hari berbangkit tidak diragukan karena Allah telah menjelaskan
kepada kita masalah hari berbangkit pada hari kiamat untuk pembalasan, dan
hal ini telah menjadi ketetapan qadha dan qadar-Nya, serta hanya Allah yang
mengetahui waktunya. Hari berbangkit adalah suatu kepastian. Allah
berfirman pada surat al-Hajj: 7:
       
    
Artinya: “dan Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada
keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di
dalam kubur”.

8
Kehidupan diakhirat adalah kehidupan jasadi, sumber pengetahuan kita
tentang kehidupan kedua setelah kematian adalah nash-nash qath`i (kuat atau
akurat dan itu menunjukkan bahwa kehidupan kedua di hari kedua adalah di
hari akhir adalah keidupan nyata dengan roh dan jasad, tidak ada keraguan
sedikitpun. Kehidupan kedua lebih gamblang karena Allah telah
mengingatkan bahwa kehidupan kedua adalah pengulangan dari kehidupan
yang pernah kita alami. Kita harus mempercayai secara syar`i bahwa hakikat
kehidupan kedua nanti adalah benar lewat pemberitaan-Nya melalui al-Qur`an
dan as-Sunah yang shahih. Dan kita meyakini siapa saja yang mengingkarinya
berarti lebih mengutamakan kekafiran dari pada keimanan.
3. Penghimpunan Manusia
Pada saat yang telah ditentukan, semua yang mati akan dibangkitkan
untuk memulai kehidupan yang kedua. Mereka dikumpulkan di Padang
Mahsyar. Berikut adalah gambaran peristiwa yang terjadi di Padand Mahsyar,
yaitu sebagai berikut:
a. Terbelahnya bumi akibat tiupan sangkakala yang kedua, lalu keluarlah
semua penghuni kubur dari dalam perut bumi dan pergi menuju Padang
Mahsyar.
b. Diratakan bumi dengan Padang Mahsyar sehingga semuanya datar, tidak
ada gunung, tebing, dan lembah.
c. Yang dikumpulkan di Padang Mahsyar adalah golongan manusia, jin,
malaikat, dan semua yang melata di bumi dan burung-burung.
d. Orang-orang yang berdosa dikumpulkan di Padang Mahsyar dengan mika
biru, ketika itu mereka dalam keadaan buta, tuli, dan bisu.
e. Keadaan yang dialami manusia adalah kegelisahan, kekacauan, dan
kerisauan.
f. Manusia yang berada di Padang Mahsyar dalam keadaan telanjang kaki
dan tan memakai pakaian persis ketika ia dilahirkan di dunia. Dan orang
yang pertama yang diberi pakaian adalah nabi Ibrahim r.a.
4. Pertanyaan, Penghisaban, Timbangan, Kitab Amalan, serta Kesaksian
Anggota Badan
a. Proses perhitungan yaitu hisab seluruh amalan manusia. lewat perhitungan
ini, hukum dilaksanakan secara adil.
b. Setelah merka dihisab, lalu akan ditanyai.

9
c. Ketika melaksanakan hukum lewat perhitungan tidak ada sedikitpun
kezaliman.
d. Adapun pembuktian (sarana) terhadap mukallaf sebagai berikut:
1) Kesaksian buku catatan amalan seseorang selama kehidupan di dunia
dan kesaksian para malaikat pencatat amalnya.
2) Kesaksian manusia itu sendiri, yaitu pengakuan secara jujur. Jika ia
berdusta maka mulutnya akan dibelenggu dan anggota badannya
diperkenankan Allah berbicara dengan seizin-Nya.
5. Titian (Shirath), Surga, Neraka, dan Syafa`at
Imam Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim mengatakan, “Telah
menjadi kesepakan ijma` dikalangan salah kan keberadaan ash-shirath (titian)
yang membentang di atas neraka Jahanam yang akan dilaluioleh setiap
manusia. orang-orang mukmin akan mudah melewatinya sesuai dengan
keadaannya, sedangkan yang lain (yakni kafir) terjerumus ke dalam neraka
karena tergelincir.
Adapun tahap akhirnya adalah pemberiaan ganjaran dan hukuman
besar adalah surga dan neraka. Allah memberitakan bahwa surga di akhirat
merupakan tempat kembalinya orang mukmin dan seorang muslim. Seta
neraka adalah tempat kembalinya orang-orang kafir yang mebangkang dan
enggan memetuhi perintah Allah dan neraka memiliki derajat dan tingkatan
sesuai kadar kekafiran dan kemaksiatan.
Kemudian al-Qur`an mengisyaratkan dan Rosul telah memberitakan
bahwa orang mukmin yang melakukan kemaksiatan jika saja tidak terjarah
oleh rahmat-Nya, maka merka akan disiksa dalam neraka sesuai
kemaksiatannya, namun mereka akan dikeluarkan darinya dan dimasukkan ke
dalam surga berkat keimanannya kepada Allah sewaktu di dunia. Dan
dijelaskan orang yang paling akhir dikeluarkan dari neraka adalah seorang
yang bernama Juhainah.
Syafaat pada hari kiamat tidak ubahnya seperti pengampunan yang
dengan sendirinya termasuk dalam wewenang Allah. Bila Dia berkehendak
maka diterima-Nya, dan bila Dia tidak berkehendak, maka tidak diterima-Nya.
Dan termasuk makna dari kandungan firman-Nya pada surat Al-Baqarah: 48:

10
       
      
    

Artinya: “dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu)
seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu
pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka
akan ditolong”.
6. Kepastian Hari Berbangkit
Semua pakar teolog dan syariat samawi yang berpijak pada pokok-
pokok ajaran yang shahih sepakat bahwa hari berbangkit pasti ada, tidak ada
keraguan sedikitpun, sebab secara akal dapat diterima dan sangat mungkin
terjadi. Dan berita tentang ini disebutkan dalam seluruh agama samawi secara
qath`i dan telah menjadi qadha dan qodar-Nya Allah.
Ada sekelompok manusia yang mengingkari adanya Al-Khaliq
maupun hari berbangkit. Para pengingkar itu dapat kita bagi menjadi tiga
kelompok, sebagai berikut:
1. Kelompok pertama, mereka yang mengingkari Al-Khaliq maupun hari
berbangkit. Mereka adalah orang berpaham materialisme yang tidak
mempunyai alasan.
2. Kelompok kedua, mereka yang mempercayai dan mengaku adanya Al-
Khaliq namun mereka mancampurnya dengan mempersekutukan-Nya
dengan yang lain. Kelompok ini adalah kaum musyrikin pada zaman
Rosulullah yang menyembah berhala.
3. Kelompok ketiga, mereka yang mengakui adanya Al-Khaliq dan
wahdaniyah-Nya serta tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun tapi
mengingkari adanya hari berbangkit secara jasad, seraya menggambarkan
bahwa kehidupan akhirat nantinya hanyalah dalam bentuk rohani.
Dorongan untuk mendustakan hari pembalasan dikalangan pengingkar
muncul karena kencenderungan jiwa untuk bersenang-senang dan berbuat
dosa. Hal ini membuat pintu hati mereka terkunci dan tidak bisa menerima

11
hidayah. Dan dorongan lainnya mendustakan hari kiamat adalah sikap
takabur, ingin selalu bermaksiat, dan senang berbuat dosa.5

Analisis
Penghayatan terhadap alam semesta dan kehidupan manusia
mengantarkan manusia kepada keimanan terhadap Al-Khaliq yang maha agung,
maha mengetahui segala sesuatu. Pengkajian dan penghayatan terhadap maksud
dan tujuan penciptaan (manusia dan alam) mengantarkan manusia kepada
pengamatan berbagai kejadian alam, aturan-aturan-Nya dan hukum-hukum-Nya
yang sangat konsisten dan sangat rapi, sehingga tidak memberikan celah
sedikitpun terhadap pandangan bahwa kejadian di dunia ini mengandung unsur
main-main dan kesia-siaan.
Penghayatan terhadap hubungan moral antara Al-Khaliq dan makhluk
mengantarkan kita kepada pemahaman bahwa manusia diciptakan untuk
menjalani ujian dan cobaan, yang mengharuskan adanya imbalan, sesuai dengan
kesungguhan masing-masing serta sesuai dengan hikmah, ilmu dan qudrah-Nya.
Pada dasarnya, manusia mempunyai insting, syahwat dan nafsu, serta memiliki
kemampuan mengarahkan dirinya kepada kebaikan, keburukan, kepatuhan, atau
kemaksiatan. Pengkajian terhadap gejala mikro di alam mengantarkan kita
kepada pemahaman bahwa kesempurnaan sifat adil dan kesempurnaan hikmah-
Nya belum terwujud secara keseluruhan. kita dapat menggambarkan kejadian di
hari akhir berdasarkan dalil nama-nama hari akhir yang tercantum di dalam Al-
Qur’an. Disamping itu dapat juga digambarkan kedahsyatan-Nya lewat
penjelasan ayat-ayat Al-Qur’an, baik berupa kepedihan siksaan bagi orang-orang
kafir atau kenikmatan bagi orang-orang mukmin. Gambaran demikian tidaklah
asing bagi orang-orang yang gemar membaca atau sering mendengarkan ayat-
ayat Al-Qur’an.

5 Ibid., hlm. 540-556.

12
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Al-Ma`ad disebut juga dengan hari kiamat atau hari akhir, artinya hari
kebangkitan. Pada hari kebangkitan ini semua manusia yang telah meninggal
dibangkitkan kembali untuk mempertanggung jawabkan semua amal perbuatannya
selama hidup di dunia.
Keimanan kepada hari akhir dengan sejumlah keadaan pada hari itu
merupakan akidah yang pasti dan tidak dapat dipungkiri. Oleh karena itu setipa
muslim selalu berikrar sesuai dengan akidahnya, bahwa ia beriman kepada hari
akhir tanpa sedikitpun mengingkari kejadian pada hari itu.
Tanda-tanda hari kiamat: Asap tebal, Dajjal, Binatang melata, Terbitnya
matahari dari arah barat, Turunnya nabi Isa a.s, Ya`juj dan Ma`ajuj, Terjadinya
gerhana bulan, Api yang keluar dari arah negeri Yaman.

13
Peristiwa setelah hari akhir diantaranyaadalah alam barzakh, kemudian
yaumul Ba`ats, kemudian penghimpunan manusia di padang Makhsyar untuk
mendapatkan perhitungan dan penghisaban dari amalan yang dikerjakan di bumi.
Terdapat tiga kelompok pengingkar hari akhir:
1. Kelompok pertama, mereka yang mengingkari Al-Khaliq maupun hari
berbangkit. Mereka adalah orang berpaham materialisme yang tidak
mempunyai alasan.
2. Kelompok kedua, mereka yang mempercayai dan mengaku adanya Al-Khaliq
namun mereka mancampurnya dengan mempersekutukan-Nya dengan yang
lain.
3. Kelompok ketiga, mereka yang mengakui adanya Al-Khaliq dan wahdaniyah-
Nya serta tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun tapi mengingkari adanya
hari berbangkit secara jasad, seraya menggambarkan bahwa kehidupan akhirat
nantinya hanyalah dalam bentuk rohani.

DAFTAR PUSTAKA
Abanakah, Abdurrahman.2004. Pokok-Pokok Akidah Islam. Terj. A.M Basalamah.
Jakarta: Gema Insani
Abu al-Husaen Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. 2001. Mu`jam Maqayis al-Lughah.
Beirut: Dar al-Ihya al-Turas al-`Arabi
Yunus, Mahmud. 1990. Kamus Bahasa Arab. Jakarta: Hidaya Karya Agung

14