Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

Era globalisasi ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi,


berdampak sangat ketatnya persaingan dan cepatnya terjadi perubahan lingkungan usaha.
Negara yang terkena efek globalisasi berarti akan secara terbuka melakukan perdagangan
bebas. Bentuk dari perdagangan bebas ini adalah Perdagangan Internasional. Negara yang
melakukan pedagangan internasional secara terbuka melakukan perdagangan dengan negara-
negara intenasional. Kegiatan ekspor-impor merupakan kegiatan dari perdagangan
internasional. Hasil dari ekspor-impor ini menjadi salah satu penyumbang pendapatan nasional
Negara. Intergrasi Regional merupakan integrasi ekonomi beberapa negara untuk mengurangi
hambatan perdagangan, kebijakan tarif dan mengatur pergerakan sumber daya diantara negara-
negara anggota integrasi tersebut.
Melalui integrasi regional ini yang terlibat dalam perdagangan internasional, suatu negara
dapat menentukan apa yang harus dilakukan untuk negaranya dalam menghadapi berbagai
bentuk dampak, rintangan maupun keuntungan dalam perdagangan internasional. Integrasi
Regional terdiri atas kerja sama bilateral dan multilateral. Kerja sama bilateral merupakan kerja
sama negara-negara dalam satu kawasan, seperti negara-negara ASEAN. Dan kerja sama
multilateral merupakan kerjasama negara-negara luar wilayah teritorial seperti kerjasama
dengan Negara Eropa–Amerika, Asean–Eropa dan lain-lain. Dimana masing-masing bentuk
kerjasama ini dibentuk untuk mengatur kegiatan ekonomi dan kestabilan neraca perdagangan
negara-negara anggota. Selain itu, tujuan lain dari kerjasama ini adalah negara maju membantu
negara berkembang maupun negara miskin terbelakang dalam mengatasi krisis dan
pemasalahan lain yang berkaitan dengan ekonomi.
Oleh sebab itu, keikutsertaan suatu Negara ke dalam bentuk Integarsi Regional ini
sangatlah penting karena akan sangat mempengaruhi perekonomian suatu negara khususnya
negara-negara anggota yang tergabung dalam Integrasi Regional tersebut.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Integrasi Regional dan Blok Ekonomi

Integrasi ekonomi regional (Regional Economic Integration) adalah kesepakatan anatara


negara-negara di sebuah wilayah geografis untuk mengurangi, dan pada akhirnya
menghapuskan, hambatan tarif dan non tarif terhadap aliran barang, jasa serta faktor produksi
antara negara satu dengan yang lain.

Sekarang, pergerakan menuju integrasi ekonomi regional lebih berhasil daripada di Eropa.
Pada 1 Januari 1993 UE secara resmi menghapus banyak hambatan untuk melakukan bisnis
lintas batas dalam UE sebagai upaya untuk menciptakan pasar tunggal dengan 340 juta
konsumen. Selain itu, negara-negara anggota UE telah menerbitkan mata uang tunggal, euro,
dan mereka bergerak menuju kesatuan lebih dekat secara politik. Pada 1 Mei 2004, UE
diperbesar dari 15 negara menjadi 25 negara dengan populasi 450 juta konsumen dan produk
domestik bruto mendekati AS, pada 2007 bertambah lagi 2 negara yang bergabung yaitu
Bulgaria dan Rumania.

Sementara pergerakan menuju integrasi ekonomi regional umumnya dipandang sebagai


hal yang baik, beberapa pengamat khawatir bahwa hal itu akan menyebabkan sebuah dunia
dimana blok perdagangan regional bersaing satu sama lain. Dalam skenario ini pada masa
depan, perdagangan bebas akan ada dalam setiap blok, tetapi setiap blok akan melindungi
pasarnya dari persaingan luar dengan tarif yang tinggi.

2.2 Tingkat Integrasi Ekonomi

Tingkat integrasi ekonomi dari yang paling rendah hingga yang paling terintegrasi yaitu:

1. Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Area)

Semua hambatan perdagangan barang dan jasa antara negara-negara anggota akan dihapus.
Tidak ada tarif diskriminatif, kuota, subsidi, atau hambatan administratif yang dimungkinkan
mendistorsi perdagangan antar anggota. Setiap negara, diperbolehkan untuk menentukan
kebijakan perdagangannya sendiri berkaitan dengan negara-negara yang tidak menjadi anggota
dalam integrasi ekonominya.

2
Kawasan perdagangan bebas terlama di dunia adalah Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa
(Europe Free Trade Association-EFTA) yang didirikan pada bulan Januari 1960.

2. Perserikatan Pabean (Customs Union)

Satu langkah lebih maju menuju integrasi ekonomi dan politik penuh. Menghilangkan
hambatan perdagangan antar negara anggota dan mengadopsi kebijakan perdagangan eksternal
umum, yang pembentukannya membutuhkan pengendalian administratif untuk mengawasi
hubungan dagang dengan non anggota. Contohnya adalah Komunitas Andes/Pakta Andes yang
melaksanakan perdagangan bebas antara negara-negara anggota dan mengenakan tarif umum
sebesar 5% sampai 20% pada produk impor dari negara lain di luar komunitas ini.

3. Pasar Bersama (Common Market)

Tidak memiliki hambatan perdagangan antara negara-negara anggota, termasuk kebijakan


eksternal umum perdagangan anatara negara-negara anggota, termasuk kebijakan eksternal
umum perdagangan dan memungkinkan faktor produksi bergerak bebas antar anggota.
MERCOSUR (Persekutuan Negara di AS) berharap untuk membangun wilayahnya sebagai
pasar bersama

4. Perserikatan Ekonomi (Economic Union)

Tidak hanya melibatkan arus bebas produk dan faktor produksi antar negara anggota dan
penerapan kebijakan perdagangan eksternal umum, tetapi juga membutuhkan mata uang
bersama, harmonisasi tarif pajak anggota, dan kebijakan moneter serta fiskal bersama. UE
merupakan perserikatan ekonomi walaupun belum secara utuh.

5. Perserikatan politik (Politic Union)

Alat politik sentral mengoordinasikan kebijakan ekonomi, sosial, dan kebijakan asing dari
negara-negara anggota. Contohnya AS, negara-negara yang merdeka digabungkan menjadi
satu bangsa.

2.3 Alasan Untuk Integrasi Regional

Alasan untuk integrasi regional meliputi kasus ekonomi dan politik. Biasanya tidak banyak
kelompok dalam suatu Negara menerima alasan untuk melakukan integrasi, yang menjelaskan
mengapa sebagian besar upaya untuk mencapai integrasi ekonomi regional diperdebatkan dan
tersendat-sendat.

3
ALASAN EKONOMI UNTUK INTEGRASI

Teori perdagangan internasional memprediksi bahwa perdagangan bebas yang tidak


dibatasi akan memungkinkan Negara-negara untuk mengkhususkan diri dalam produksi barang
dan jasa yang dapat menghasilkan paling efisien. Hasilnya adalah produksi dunia yang
mungkin lebih besar daripada jika ada pembatasan perdagangan. Perdagangan bebas juga
menjelaskan bagaimana membuka suatau Negara untuk perdagangan bebas untuk merangsang
pertumbuhan ekonomi, yang menciptakan keuntungan yang dinamis dari perdagangan.
Mengingat peran sentral pengetahuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menjalankan
FDI untuk sebuah Negara juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Singkatnya, teori
ekonomi menunjukkan bahwa perdagangan bebas dan investasi adalah positive-sum game
(literer: permainan yang hasil akhirnya bernilai positif [saling menguntungkan/bersifat
mutualisme] ), di mana semua Negara peserta bergabung untuk mendapatkan keuntungan.

Mengingat hal ini, yang diinginkan adalah tidak adanya hambatan masuknya barang, jasa,
dan faktor-faktor produksi antara bangsa-bangsa. Meskipun lembaga-lembaga internasional
seperti WTO telah berusaha mencapai rezim perdagangan bebas, kesuksesan belum juga diraih
sepenuhnya. Karena banyaknya bangsa dan ideologi politik dunia, sangat sulit untuk membuat
semua Negara menyetujui seperangkat aturan yang telah ditetapkan.

Menentang alasan ini, integrasi ekonomi regional dapat dilihat sebagai upaya untuk
mencapai keuntungan tambahan dari aliran dana perdagangan dan investasi antara Negara-
negara melebihi pencapaian tersebut atas dasar kesepakatan internasional seperti WTO. Hal ini
lebih mudah dilakukan, yaitu membangun rezim perdagangan bebas dan investasi diantara
sejumlah Negara yang berdekatan daripada di antara Negara-negara komunitas dunia.
Koordinasi dan kebijakan mengenai harmonisasi merupakan fungsi yang lebih besar dari
jumlah Negara yang mencapai kesepakatan. Semakin banyak Negara yang dilibatkan, semakin
banyak cara pandang yang harus direkonsiliasikan, dan semakin sulit untuk mencapai
kesepakatan. Dengan demikian, upaya integrasi ekonomi regional bisa didorong oleh keinginan
untuk mengeksploitasi keuntungan dari perdagangan bebas dan investasi.

ALASAN POLITIS UNTUK INTEGRASI

Alasan politis untuk melakukan integrasi ekonomi regional juga tampak besar dalam
beberapa upaya untuk membangun kawasan perdagangan bebas, perserikatan pabean, dan
sejenisnya. Menghubungkan ekonomi tetangga dan membuat mereka saling bergantung satu
sama lain menciptakan insentif untuk melakukan kerjasama politik antara Negara-negara

4
tetangga dan mengurangi konflik kekerasan. Selain itu, Negara-negara dapat meningkatkan
pertahanan politis mereka di dunia.

Pertimbangan ini mendasari pembentukan komunitas Eropa (European Community-EC)


pada 1957, pendahulu dari UE. Eropa telah mengalami dua perang yang menghancurkan
kawasan mereka pada paruh pertama Abad ke-20, kedua perang tersebut timbul karena ambisi
tak terkendali Negara-negara. Kebutuhan untuk mempersatukan Eropa melahirkan
kesepakatan dengan AS dan secara politis beraliansi dengan politik alineasi Uni Soviet yang
tampak besar di dalam benak pendiri EC.

2.4 Alasan Penolakan Terhadap Integrasi Regional

Meskipun kesepakatan perdagangan bebas regional mengalami pasang surut dalam


beberapa tahun terakhir, beberapa ekonom telah menyatakan keprihatinan bahwa manfaat dari
integrasi ekonomi hanya sebatas terus-menerus melakukan penjualan, ketika kerugian tidak
diperhitungkan. Mereka menunjukkan bahwa keuntungan dari integrasi regional ditentukan
oleh tingkat penciptaan perdagangan. Penciptaan Perdagangan (trade creation) terjadi ketika
produsen berbiaya rendah dalam wilayah perdagangan bebas menggantikan produsen dalam
negeri yang berbiaya tinggi. Hal ini juga bisa terjadi apabila produsen eksternal berbiaya lebih
rendah dalam wilayah perdagangan bebas menggantikan produsen eksternal dengan biaya yang
lebih tinggi. Pengalihan perdagangan (trade diversion) terjadi ketika pemasok biaya lebih
tinggi mengganti pemasok eksternal biaya yang lebih rendah dalam kawasan perdagangan
bebas. Sebuah kesepakatan perdagangan bebas regional akan menguntungkan dunia apabila
jumlah perdagangan itu menciptakan kelebihan jumlah pengalihan.

2.5 Integrasi Ekonomi Regional di Eropa

Eropa memiliki dua blok perdagangan uni eropa (UE) dan asosiasi perdagangan bebas
Eropa. Diantara keduanya, UE jauh lebih signifikan, tidak hanya dalam hal keanggotaan (uni
eropa saat ini memiliki 27 anggota, sedangkan EFTA hanya memiliki 4 anggota), tetapi juga
dalam hal pengaruh ekonomi dan politik dalam perekonomian dunia. UE sekarang sebagai
negara adidaya, baik dalam ekonomi maupun politik yang muncul dari urutan yang sama
seperti Amerika Serikat dan Jepang. Dengan demikian, kita akan memusatkan perhatian kita
pada UE.

5
STRUKTUR POLITIS UNI EROPA

Kebijakan ekonomi UE dirumuskan dan dilaksanakan secara menyeluruh dan masih


berkembang struktur politisnya. Keempat lembaga utama dalam struktuur ini adalah Komisi
Eropa, Dewan Uni Eropa, Parlemen Eropa, dan Mahkamah Agung.

Komisi eropa bertanggungjawab untuk merancang undang-undang UE, melaksanakan,


dan memantau kepatuhan dengan hukum ue oleh negara-negara anggota. Berkantor pusat di
brussels, belgia, komisi ini memiliki lebih dari 24000 karyawan. Hal ini dijalankan oleh
sekelompok komisioner yang ditunjuk oleh masing-masing negara anggota setiap 5 tahun
sekali. Ada 27 komisioner, masing-masing satu perwakilan dari setiap negara anggota. Negara-
negara anggota memilih presiden komisi, dan presiden kemudian memilih anggota lain untuk
berkonsultasi dengan negara-negara anggota yang lain. Seluruh komisi harus disetujui oleh
parlemen eropa sebelum dapat mulai bekerja. Komisi ini memiliki hak monopoli dalam
mengusulkan undang-undang uni eropa. Komisi ini bertugas membuat pengajuan, yang
selanjutnaya dibawa ke dewan uni eropa dan kemudian ke parlemen eropa. Dewan ini tidak
bisa mengatur tanpa pengajuan komisi tersebut. Komisi ini juga bertanggung jawab untuk
melaksanakan aspek hukum UE, walaupun dalam praktiknya hal ini banyak didelegasikan
kepada negara-negara anggota. Tanggung jawab lain dari komisi adalah untuk memantau
negara-negara anggota untuk memastikan mereka mematuhi undang-undang UE. Dalam
perannya ini, komisi biasannya akan meminta sebuah negara untuk memetuhi undang-undang
UE yang telah dilanggar.

Peran komisi eropa dalam kebijakan persaingan menjadi semakin penting bagi bisnis
dalam beberapa tahun terfakhir. Sejak 1990 ketika secara resi diberi peran dalam kebijakan,
komisioner ue telah terus mendapatkan pengaruh sebagai regulator utama kebijakan persaingan
di negara-negara anggota ue. Seperti otoritas anti trust di amerika serikat, yang meliputi komisi
perdagangan federal dan departemen kehakiman, peran komisioner kompetisi adalah untuk
memastikan bahwa tidak ada perusahaan menggunakan kekuatan pasarnya untuk mengusir
pesaing dan memonopoli pasar. Komisioner juga meninjau merger dan akuisisi yang diusulkan
untuk memastikan mereka tidak membuat perusahaan dominan dengan kekuatan pasar yang
substansial. Sebagai contoh, pada 2000 rencana pengajuan merger antara Time Warner dari
Amerika Serikat dan EMI dari Inggris, kedua perusahaan rekaman musuk, menarik diri setelah
komisi menyatakan kekawatiran bahwa merger akan mengurangi jumlah perusahaan rekaman
besar dari lima menjadi empat dan membuat pemain dominan di industri musik dunia senilai

6
$40 milliar. Demikian pula, komisi memblokir marger antara dua perusahaan telekomunikasi
AS, worldcom dan sprint karena kepemilikan mereka dikombinasikan infrastruktur internet di
eropa yang akan memberikan kekuatan penanda perusahaan yang bergabung begtu besar
sehingga omisi berpendapat perusahaan gabungan akan mendominasi pasar tesebut. Sejalan
dengan fitur manajemen fokus, yang terlihat pada peran komisi dalam membentuk marger dan
ventura bersama di industri media, memberikan contoh lain dari pengaruh komisi atas
penggabungan bisnis.

Dewan Uni Eropa mewakili kepentingan negara-negara anggota. Ini jelas merupakan
otoritas pengontrol dalam uni eropa sejak rancangan undang-undang dari komisi dapat menjadi
hukum uni eropa hanya jika dewan setuju. Dewan ini terdiri atas satu wakil dari pemerintah
masing-masing negara anggota. Keanggotaan ini, bagaimanapun bergantung pada topik yang
akan dibahas. Ketika isu-isu pertanian yang sedang dibahas, menteri pertanian dari setiap
negara menghadiri pertemuan dewan; ketika transportasi sedang dibahas, menteri transportasi
hadir, dan sebagainya. Sebelum 1993, semua masalah dewan harus diputuskan oleh
kesepakatan bulat antara anggota. Hal ini sering menyebabkan sesi dewan harus bekerfja lebih
lama dan kegagalan untu membuat kemajuan atau perjanjian pada pengajuan-pengajuan komisi
dalam upaya untuk menghapus hal ini, undang-undang eropa tunggal memformalkan
penggunaan aturan suara mayoritas pada isu-isu “yang ada sebagai objek pembentukan dan
fungsi pasar tunggal mereka”. Sebagian besar masalah lain, seperti peraturan pajak, dan
kebijakan imigrasi, masih memerlukan kebulatan suara diantara anggota dewan jika hal
tersebut tertuang dalam hukum. Besarnya suara negara di dewan terkait dengan ukuran negara
tersebut. Sebagai contoh, sebuah negara besar, memiliki 29 suara, sedangkan Denmark, negara
yang jauh lebih kecil, memiliki 7 suara.

Parlemen eropa, yang kini memiliki 732 anggota, dipilih langsung oleh penduduk dari
negara-negara anggta. Parlemen, yang ada di strasbourg, prancis, terutama lebih berurusan
pada hal-hal konsultatif daripada legislatif. Parlemen memperdebatkan undang-undang
pengajuan komisi dan dewan ke arah hal itu. Hal ini dapat mengamandemenkan undang-
undang itu, dimana komisi dan akhirnya dewan tidak diwajibkan untuk mengambil keputusan
atasnya. Kekuatan parlemen baru-baru ini telah meningkat, meskipun tidak sebanya yang
anggota parlemen inginkan. Parlemen eropa sekarang memiliki hak untuk memilih pada
pengangkatnya komisioner serta untuk memveto beberapa hukum (seperti anggaran ue dan
perundang-undangan pasar tunggal). Salah satu perdebatan utama sekarang sedang dilancarkan
di eropa adalah apakah dewan atau parlemen pada akhirnya harus menjadi badan yang paling

7
kuat di uni eropa. Beberapa negara eropa mengungkapkan keprihatinan atas akuntabilitas
demokratis birokrasi unu eropa. Satu sisi memikirkan jawaban untuk defisit demokrasi ini yang
nampak terletak pada peningkatan kekuatan parlemen, sementara yang lain berpikir bahwa
legitimasi demokratis sebenarnya terletak pada pemerintah yang terpilih, bertindak melalui
dewan uni eropa.

Mahkamah agung, yang terdiri atas satu hakim dari masing-asing negara, adalah
pengadilan banding tertinggi untuk hukum ue. Seperti komisioner, hakim diminta untuk
menjadi lembaga yang independen dan tidak memperjuangkan kepentingan masing-masing
negara yang diwakilinya. Komisi atau negara anggota dapat membawa anggota yang lain ke
pengadilan ketika melanggar salah satu perjanjian sesuai kesepakatan uni eropa. Dengan
demikian, negara-negara anggota, perisahaan, atau lembaga yang dapat membawa komisi atau
dewan ke pengadilan ketika melanggar undang-undang sesuai dengan kesepakatan ue.

PEMBENTUKAN EURO

Pada Desember 1991, anggota ec menandatangan kesepakatan traktat maastricht yang


bekomitmen dalam mengadopsi mata uang bersama pada 1 Januari 1999. Euro sekarang
digunakan oleh 13 dari 27 negara anggota UE, 13 negara ini adalah anggota yang sering disebut
sebagai zona Euro. 10 negara yang bergabung dengan Uni Eropa pada 1 Mei 2004, dan 2 yang
bergabung pada 2007 akan mengadopsi Euro ketika mereka memenuhi kriteria tingkat tinggi
ekonomi tertentu terkait stabilitas harga, situasi fiskal yang sehat, nilai tukar yang stabil, dan
suku bunga konversi jangka panjang. Para anggota saat ini harus memenuhi kriteria yang sama.

Pembentukan euro telah digambarkan sebagai prestasi politik yang menajubkan dalam
sejarah. Pembentukan euro memerlukan partisipasi pemerintah nasional tidak hanya dengan
menyerahkan mata uang mereka sendiri, tetapi juga untuk melepaskan kontrol atas kebijakan
moneter. Pemerintah tidak secara rutin mengorbankan kedaulatan nasional untuk produk yang
bernilai besar, hal ini menunjukkan pentingnya euro pada eropa. Dengan mengadopsi euro
dengan negara-negara ue, menjadikan euro sebagai mata uang kedua yang paling banyak
digunakan setelah dolar amerika. Banyak pihak yang percaya bahwa euro nantinya akan
menjadi tandingan bagi dolar as sebagai mata uang paling penting di dunia.

3 anggota UE, masih berada pada sisi yang lain, inggris, denmark, dam swedia. 13 negara
yang menggunakan euro terjebak dalam pertukaran mata uang dan saling menjatkan satu sama
lian pada 1 Januari 1999. Surat utang dan mata uang euro tidak segera dikeluarkan sampai
januari 2002. Untuk sementara mata uang nasional beredar di setiap 12 negara. Namun, di

8
setiap negara yang berpartisipasi, nata uang nasional mewakili sejumlah tertentu euro. Setelah
1 januaru 2002, surat utang dan mata uang euro ini diterbitkan serta mata uang nasional
dikeluarkan dari peredaran. Menjelang pertengahan 2002, semua harga dan transkasi ekonomi
rutin dalam zonz euro menggunakan euro.

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN EURO

Salah satu manfaat utama pemakaian euro adalah bahwa bisnis dan individu akan
menyadari efisiensi dalam penanganan satu mata uang, daripada menggunakan banyak mata
uang. Penghematan ini berasal dari selisih kurs yang lebih rendah dan biaya lindung nilai.
Misalnya orang pergi dari jerman ke perancis tidak akan lagi harus membayar komisi ke bank
untuk mengubah deutschemark jerfman dalam franc perancis. Sebaliknya, mereka dapat
menggunakan euro. Menurut komisi eropa, tabungan tersebut harus berjumlah 0.5% dari PDB
uni eropa, atau sekitar $45 milliar per tahun.

Kedua, selanjutnya yang mungkin lebih penting, penerapan mata uang bersama akan
memudahkan untuk membandingkan harga di eropa. Hal ini meningkatkan persaingan karena
akan lebih mudah bagi konsumen dalam berbelanja. Sebagai contoh, jika seorang jerman
menemukan bahwa penjualan mobil di perancis lebih murah dari jerman, ia mungkin lebih
tergoda untuk membeli dari diler mobil perancis daripada diler mobil setempat. Atau pedagang
mungkin terlibat dalam arbitrase untuk mengeksploitasi perbedaan harga dari tekanan tersebut,
pengenalan tersebut, membeli mobil di perancis dan menjualnya di jerman. Satu-satunya cara
bahwa diler mobil jerman akan mampu mempertahankan bisnis dalam menghadapi tekanan
persaingan tersebut akan mengurangi harga yang mereka tetapkan untuk mobil. Sebagai
konsekuensi dari keharus mengarah pada harga tersebut, pengenalan mata uang bersama harus
mengarah pada harga yang lebih rendah. Ini harus diterjemahkan kedalam keuntungan
substansial konsumen eropa.

Ketiga, dihadapkan pada harga yang lebih rendah, produsen eropa akan dipaksa melihat
cara untuk mengurangi biaya produksi mereka untuk mempertahankan margin keuntungan
mereka. Pengenalan mata uang bersama, dengan meningkatya persaingan akhirnya harus
menghasilkan keuntungan jangka panjang dalam efisiensi ekonomi dari perusahaan-
perusahaan eropa.

Keempat, pengenalan mata uang bersama harus memberikan dorongan yang kuat untuk
pengembangan pasar modal pan-eropa yang sangat likuid. Perkembangan tersebut bisa
menurunkan pasar modal dan peningkatan, baik tingkat investasi maupum efisiensi dengan

9
dana investasi yang dialokasikan. Ini sangat membantu untuk perusahaan kecil yang secara
historis mengalami kesulitan meminjam uang dari bank dalam negeri. Misalnya, pasar modal
portugal sangat kecil dan tidak likuid, yang menyulitkan perusahaan portugal segera dapat
memanfaatkan pasar modal pan-eropa yang jauh lebih likuid. Saat ini, eropa tidak memiliki
pasar modal, seperti NASDAQ di amerika serikat yang saluran investasi modal untuk
pertumbuhan perusahaan muda yang dinamis. Pengenalan euro dapat memfasilitasi
pembentukan pasar seperti itu, terutama ketika digabungkan dengan peraturan yang dirancang
untuk meciptakan pasar tunggal dalam bidang jasa keuangan. Keuntungan jangka panjang dari
pembangunan tersebut yang tidak boleh dianggap remeh.

Akhirnya, pembangunan terhadap pasar modal dalam mata uang euro pan-eropa akan
meningkatkan berbagai pilihan investasi yang terbuka bagi perorangan ataupun lembaga.
Sebagai contoh, sekarang akan lebih mudah bagi individu dan lembaga berbasis di, katakanlah,
belanda untuk berinvestasi di perusahaan italia atau perancis. Hal ini akan memungkinkan
investor eropa untuk untuk mendiversifikasi risiko mereka, yang lagi-lagi menurunkan biaya
modal, dan juga harus meningkatkan efisiensi wilayah dimana dialokasikan sumber modal.

KERUGIAN PENGGUNAAN EURO

Kelemahan, bagi sebagian orang, penggunaan mata uang tunggal menunjukkan bahwa
otoritas nasional telah kehilangan kontrol atas yang jelas untuk mengatur kebijakan moneter.
Dengan demikian, sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan moneter ue dikelola
dengan baik. Traktat Maastricht menyerukan pembentukan bank sentral eropa independent,
mirip dengan beberapa hal dengan federal reserve AS, dengan perintah ynag berbasis di
frankfurt, adalah independent dari tekanan politik meskipun kritik terus muncul. Diantara yang
lain, ECB menentukan tingkat suku bunga dan menentukan kebijakan moneter pada lintas
kawasan eropa.

Yang tersirat hilangnya kedaulatan nasional untuk mendasari keputusan ECB oleh britania
raya, denmark, dan swedia untuk tetap keluar dari zonz Euro untuk saat ini. Banyak orang yang
curiga terhadap kemampuan ECB untuk tetap bebas dari tekanan politik dan untuk menjaga
inflasi dibawah kontrol teteap.

Secara teori, rancangan ICB harus memastikan bahwa hal itu tetap bebas dari tekanan
politik. ECB dirancang seperti Bundes bank jerman, yang secara historis telah menjadi paling
independent dan mbank sentral yang sukses di eropa. Traktat maastricht melarang ECB
menerima perintah dari para politisi. Dewan eksekutif bank, yang terdiri atas presiden direktur,

10
wakil presiden drektur, dan 4 anggota lainnya, melaksanakan kebijakan dengan mengeluarkan
intruksi kepada bank sentral nasional. Kebijakan itu sendiri ditentukan oleh dewan gubernur,
yang terdiri atas dewan eksekutif ditambah gubernur bank sentral dari 13 negara zonz euro.
Dewan gubernur juga mengatur penilaian dewan pada perubahan suku bunga. Anggota dewan
eksekutif diangkat untuk 8 tahun sekali, anggota dewan eksekutif juga melindungi mereka dari
tekanan politik agar dapat diangkat kembali. Namun, penilai masih menganggap ECB belum
independent, dan itu akan memakan waktu bagi bank untuk membangun kepercayaan.

Menurut kritikus, kelemahan lain dari euro adalah bahaya ue tidak ekonomis dalam
mengelola kawasan mata uang euro dengan optimal. Dikawasan dengan optimalisasi mata uang
yang baik, kesamaan dalam struktur yang mendasari kegiatan ekonomi membuatnya layak
untuk mengadopsi mata uang tunggal dan menggunakan mata uang tunggal sebagai instrumen
kebijakan makro ekonomi. Banyak negara eropa di zona euro, yang sangat berbeda. Misalnya,
finlandia dan portugal memiliki tarif yang berbeda mengenai upah, kewajiban pajak, dan siklus
bisnis serta mereka mungkin bereaksi sangat berbeda terhadap guncangan ekonomi eksternal.
Perubahan dalam nilai tukar euro yang membantu finlandia bisa merugikan portugal. Dengan
jelas, perbedaan-perbedaan tersebut mempersulit kebijakan makro ekonomi. Sebagai contoh,
ketika ekonomi euro tidak tumbuh serentak kebijakan moneter umum mungkin berarti bahwa
suku bunga terlalu tinggi untuk searah depresi dan terlalu rendah untuk daerah yang
berkembang. Ini akan menjadi hal yang menarik untuk melihat bagaimana ue berupaya dengan
keras yang disebabkan oleh kinerja ekonomi yang divergen.

Salah satu cara untuk menghadapi dampak-dampak berbeda tersebut seperti dalam zona
euro mungkin bagi ue untuk terlibat dalam transfer fiskal, mengambil uang dari daerah makmur
dan memompanya ke daerah depresi. Langkah tersebut, bagaimanapun, akan membuka celah
untuk politik masuk didalamnya. Apakah warga jerman memandang “adil” aliran dari dana ue
untuk menciptakan lapangan kerja bagi pengangguran portugal?

Beberapa kritikus percaya bahwa euro menempatkan kepentingan ekonomi sebelum


politik. Dalam pandangan mereka, mata uang tunggal harus mengikuti, tidak mendahului,
perserikatan politik. Mereka berpendapat bahwa euro akan melepaskan tekanan besar untuk
harmonisasi pajak dan transfer fiskal dari pusat, tidak dapat dikejar tanpa struktur politik yang
sesuai. Yang paling apokalipatik yang mengalir dari pandangan-pandangan negatif adalah
bahwa visi-visi yang jauh dari penstimulasian pertumbuhan ekonomi, seperti klaim pada
pendukungnya, euro akan mengakibatkan penurunan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang

11
lebih tinggi di eropa. Mengutip salah satu kritukus: memaksakan nilai tukar tunggal dan nilai
tujuan fleksibel pada negara-negara yang dicirikan oleh guncangan ekonomi yang berbeda,
upah fleksibel, mobilitas tenaga kerja rendah, dan sistem fiskal nasional yang terpisah tanpa
transfer fiskal lintas batas yang signifikan akan meningkatkan tingkat keseluruhan
pengangguran siklis antara anggota EMU. Pergseran dari kebijakan moneter nasional
didominasi oleh Bundes Bank (Jerman) dalam sistem moneter eropa untuk bank sentral eropa
yang diatur oleh suara mayoritas dengan kebijakan nilai tukar yang ditentukan secara poitik
akan menaikkan suku bunga rata-rata inflasi pada amasa mendatang.

PEMEKARAN UNI EROPA

Isu utama yang dihadapi uni eropa selama beberapa tahun terakhir adalah mengenai
perluasan atau pemekaran. Pemekaran uni eropa ke eropa atimir bisa dilakukan sejak runtuhnya
komunisme pada akhir 1980-an, dan pada akhir 1990-an, 13 negara telah diajukan untuk
menjadi anggota uni eropa. Untuk memenuhi syarat agar menjadi anggota uni eropa pengaju
harus memprivatisasi aset negara, deregulasi pasar, restruktrisasi industri, dan melemahkan
inflasi. Mereka juga harus menerapkan hukum uni eropa yang kompleks kedalam sistem
mereka sendiri, membangun pemerintahan demokratis yang stabil, dan menghormati hak asai
manusia. Pada desember 2002, uni eropa secara resmi menyetujui untuk menerima pengajuan
dari 10 negara, dan mereka bergabung pada 1 mei 2004. Para anggota baru meliputi negara-
negara, republik cheska, dan negara-negara yang lebih besar seperti hongaria dan polandia.
Satu satunya anggota baru yang bukan anggota dari eropa timur adalah negara-negara
kepulauan medterania, malta dan siprus. Masuknya mereka dalam keanggotaan uni eropa
membuat perserikatan negara eropa menjadi 25 negara, yang membentang dari atlantik ke
perbatasan rusia, ditambahkan 23% menjadi daratan uni eropa, membawa 75 juta warga baru
kedalam uni eropa sehingga jumlah populasi menjadi sebanyak 450 juta orang; dan
menciptakan perekonomian benua tunggal dengan PDB mendekati 11 milliar euro. Pada 2007,
bulgaria dan romania bergabung menambah jumlah keanggotaan total negara uni eropa
menjadi sebanyak 27 negara.

Konsisten dengan teori perdagangan bebas, pemekaran seharusnya memberikan


keuntungan tambahan untuk semua anggota. Namun, mengingat kecilnya ukuran dari ekonomi
eropa timur (bersama-sama mereka berjumlah hanya 5% dari PDB anggota uni eropa saat ini)
dampak awal mungkin akan menjadi kecil. Perubahan terbesar mungkin dalam birokrasi uni

12
eropa dan proses pengambilan keputusan, dimana negosiasi anggaran antara 27 negara terikat
terbukti lebih bermasalah dari pada negosiasi diantara 15 negara.

Turki menjadi negara selanjutnya yang diperbincangkan. Turki yang lebih lama melobi
untuk bergabung dengan UE, menghadapkan uni eropa dengan beberapa masalah yang sulit.
Negara ini telah memiliki perserikatan pabean dengan uni eropa sejak 1995, dan sekitar
setengah dari perdagangan internasional sudah dijalin dengan uni eropa. Namun, keanggotaan
penuh telah ditolak karena kekawatiran atas masalah hak asasi manusia (terutama kebijakan
turki terhadap minoritas kuldi). Selain itu, disatu sisi beberapa oranng turki menduga UE tidak
ingin membiarkan bangsa muslim, yang berpenduduk 66 juta jiwa, yang memiliki “satu kaki”
di asia, bergabung dengan ue. Ue secara resmi pada desember 2002, mengizinkan pengajuan
turki untuk menjadi bagian dari ue agar segera ditindak lanjuti sebelum Desember 2004 jika
negara ini mau mengubah sikapnya terhadap hak asasi manusia sesuai dengan persyaratan ue.
Pada Desember, UE memberikan kesempatan Turki untuk merundingkan hal tersebut pada
Oktober 2005, namun ternyata proses yang dijalankan cukup rumit, dan Turki bisa bergabung
dengan UE pada 2013 nanti.

2.6 Integrasi Ekonomi Regional di Amerika

Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara

Isi NAFTA :

 Penghapusan penetapan tarif menjelang 2004 atas 99% barang yang diperdagangkan
diantara meksiko, kanada, dan amerika serikat.
 Penghilangan hambatan antarbatas negara atas aliran jasa, yang memungkinkan bagi
lembaga keuangan, misalnya, memiliki akses yang tidak dilarang ke pangsa pasar
meksiko pada 2000.
 Perlindungan hak kekayaan intelektual.
 Penghapusan berbagai batasan-batasan dalam investasi langsung luar negeri antara tiga
Negara anggota, meskipun perawatan (perlindungan) akan diberikan kepada industri-
industri energy dan pembuat jalur perkeretaapian meksiko industry – industry
penerbangan amerika dan komunikasi radio serta kebudayaan Kanada.
 Penerapan standar lingkungan secara nasional, asalkan standar tersebut memiliki dasar
ilmiah. Menurunkan standar untuk membujuk penanaman modal digambarkan sebagai
hal yang tidak tepat.

13
 Mendirikan dua komisi yang memiliki kekuasaan untuk mengenakan denda dan
menghapuskan hak istimewa dalam perdagangan ketika standar lingkungan atau
perundang-undangan melibatkan kesehatan dan keamanan, upah minimum atau tenaga
kerja anak-anak diabaikan.

Kasus Bagi NAFTA

Para pendukung NAFTA mengatakan bahwa pedagangan bebas di kawasan harus dilihat
sebagai suatu kesempatan untuk menciptakan basis produktif yang besar dan lebih efisien bagi
seluruh daerah. Para pendorong menyatakan bahwa satu pengaruh dari NAFTA adalah
beberapa perusahaan di Amerika serikat dan Kanada akan memindahkan kegiatan produksinya
di meksiko untuk mendapatkan keuntungan atas biaya tenaga kerja yang rendah.

Kasus Menentang NAFTA

Bagi mereka yang menentang NAFTA mengatakan bahwa proses pengesahan akan diikuti
dengan perpindahan pekerjaan dalam sekala besar dari Amerika Serikat dan Kanada menuju
ke Meksiko sebagai pengusaha yang mencari keuntungan tenaga kerja yang lebih rendah di
meksiko dan kurangnya hambatan dalam lingkungan usaha dan undang-undang
ketenagakerjaan. Berdasarkan pada pendapat salah satu kaum penentang yang ekstrem,
rossperot, akan mencapai sebanyak 5,9 juta lapangan pekerjaan di Amerika Serikat akan hilang
karena masuk ke meksiko setelah NAFTA.

NAFTA : Hasil Akhirnya Masih Jauh

Studi terhadap dampak NAFTA yang membuktikan dampak awalnya berhasil di redam
dan baik pendukung maupun penentang mungkin telah melebih-lebihkan. Rata-rata penelitian
menunjukan bahwa NAFTA secara keseluruhan memberikan dampak yang kecil namun dalam
ambang positif.

Pemekaran

Salah satu isu yang di hadapi NAFTA adalah isu pemekaran. Sejumlah Negara Amerika
Latin lainnya telah menunjukan keinginan mereka untuk bergabung dengan mereka.

Komunitas Andes

Bolivia, cile, Ecuador,kolumbia, dan Peru menandatangani perjanjian pada 1969 dalam
rangka membuat pakta andes. Pakta Andes merupakan penerapan konsep UE, hanya saja belum

14
bisa meraih tujuannya dengan sukses. Menjelang pertengahan 1980-an, Pakta Andes
mengalami kebangkrutan dan gagal meraih tujuan pembentukannya.

Mercosur

Mercosur didirikan pada 1988 sebagai perjanjian perdagangan bebas antara Brazil dan
Argentina. Tujuan awal Mercosur adalah membentuk suatu kawasan perdagangan bebas penuh
pada akhir 1994 dan pasar umum setelahnya.

Pasar Bersama Amerika Tengah, Cafta, dan Caricom

Pada awal 1980-an Kostarika, Elsafador, Guatemala, Honduras, dan Nikaragua berusaha
untuk membentuk sebuah pasar bersama Amerika Tengah. Kesepakatan perdagangan bebas
Amerika tengah bertujuan untuk menurunkan hambatan perdagangan antara amerika serikat
dan enam Negara untuk sebagian besar barang dan jasa. Pada awal 2006, enam anggota
Caricom membentuk ekonomi dan pasar tunggu karibia yang bertujuan untuk menurunkan
hambatan perdagangan dan menyelaraskan kebijakan makro ekonomi antara Negara anggota.

Kawasan Perdagangan Bebas Amerika

Pada KTT kawasan Amerika pada Desember 1994, kawasan perdagangan bebas Amerika
(FTAA) diusulkan.

2.7 Integrasi Ekonomi Regional di Asia

Gerakan paling signifikan menuju integrasi ekonomi regional di asia adalah asosiasi
bangsa-bangsa Asia tenggara (ASEAN) dan kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
Asosiasi Asia Selatan untuk kerja sama untuk kerja sama regional memiliki kerja sama
ekonomi sebagai salah satu tujuan utamanya, namun lingkup dan mandatnya cenderung lebih
luas memperlebar ke dalam dimensi social dan budaya juga.

Asosiasi Bangsa – Bangsa Asia Tenggara

ASEAN (Association South East Asian Nation) didirikan pada tahun 1967 di Bangkok,
Thailand, dengan pendatanganan deklarasi ASEAN oleh Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura, dan Thailand. Dan sekarang anggotanya bertambah mencakup Brunei, Kamboja,
laos, Myanmar, dan Vietnam. Laos, Myanmar, Vietnam, dan Kamboja semua telah bergabung

15
baru-baru ini, menciptakan pengelompokan regional dari 500 juta orang dengan PDB gabungan
mencapai $740 milliar. Tujuan dasar dari ASEAN adalah mendorong perdagangan bebas antar
anggota dan anggota dan untuk meningkatkan kerja sama dalam kebijakan industry mereka,
dengan tujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, kemajuan social, dan pengembangan
kebudayaan. Tujuan lain kunci ASEAN adalah untuk mempromosikan perdamaian dan
stabilitas regional.

Langkah terbesar menuju integrasi ekonomi regional antara Negara-negara anggota


ASEAN telah bergerak menuju komunitas ASEAN. Pada KTT ASEAN ke-9 tahun 2003, para
pemimpin ASEAN membuat resolusi untuk membentuk suatu komunitas ASEAN. Komunitas
ini terdiri dari 3 pilar yaitu; komunitas politik keamanan ASEAN, komunitas ekonomi ASEAN,
dan komunitas social budaya ASEAN. Penendatanganan Deklarasi Cebu tentang percepatan
pembanguan komunitas ASEAN menjelang 2015, pada KTT ASEAN ke-12 pada January 2007
menunjukan komitmen pemimpin ASEAN untuk mempercepat proses ini dan memastikan
bahwa komunitas ASEAN berlaku menjelang 2015.

Untuk itu pada Desember 2008 piagam ASEAN mulai berlaku, piagam ini merupakan
kesepakatan yang mengikat secara hukum diantara 10 anggota ASEAN dan berfungsi sebagai
dasar yang kuat dalam mencapai komunitas ASEAN dengan memberikan status hukum dan
kerangka kelembagaan bagi ASEAN, termasuk system yang akan digunakan untuk
akuntabilitas dan kepatuhan. Berdasarkan pada piagam ASEAN selanjutnya akan beroperasi
dibawah kerangka hukum yang baru dan mendirikan sejumlah badan baru untuk meningkatkan
proses komunitas pembangunan.

Kerja Sama Ekonomi Asia – Pasifik

APEC (Asia – Pasific Economic Cooperation) didirikan pada 1989, dengan tujuan untuk
pertumbuhan ekonomi selanjutnya dan kemakmuran untuk wilayah serta untuk memperkuat
komunitas Asia – Pasifik. Saat ini APEC memilikki 21 anggota yaitu Australia, Brunei,
Kanada, Cile, Tiongkok, Hongkong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko,
Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Singapura, Taipei, Thailand, Amerika, dan
Vietnam. Secara kolektif Negara – Negara anggota mencatatkan sekitar 57% dari PNB dunia,
46% perdagangan dunia, dan sebagian besar pertumbuhan ekonomi dunia. Tujuan Negara
APEC adalah untuk meningkatkan kerja sama multilateral dalam menaikan ekonomi Negara-
Negara pasifik dan menumbuh kembangkan saling kebergantungan di kawasan ini. Dukungan

16
AS untuk APEC, juga didasarkan pada keyakinan bahwa mungkin membuktikan strategi yang
layak untuk membuat kelompok asia yang akan menjadi pengecualian.

Sejak awal APEC telah bekerja untuk mengurangi tarif dan hambatan perdagangan lainnya
di seluruh wilayah asia pasifik, menciptakan ekonomi domestic yang efisien dan secara
dramatis meningkatkan ekspor. Tujuan utama pencapaian visi APEC adalah apa yang disebut
sebagai BOGOR GOALS perdagangan bebas, terbuka, dan investasi di kawasan asia pasifik
menjelang 2010 untuk ekonomi – ekonomi industrialisasi dan pada 2020 untuk Negara
berkembang tujuan ini diadopsi oleh para pemimpin APEC pada pertemuan mereka 1994 di
bogor, Indonesia.

Menariknya, APEC adalah satu – satunya kelompok antarpemerintah di dunia operasi atas
dasar komitmen yang tidak mengikat, dialog terbuka, dan rasa hormat yang sama untuk dilihat
dari semua peserta. Artinya, tidak seperti WTO atau perdagangan multilateral lainnya, APEC
tidak memiliki kewajiban yang diperlakukan oleh peserta. Keputusan yang dibuat dalam APEC
yang dicapai dengan consensus dan komitmen yang dilakukan atas dasar sukarela.
Bagaimanapun, hal ini mungkin membuat kemajuan yang lambat untuk mencapai tujuannya.

Asosiasi Asia Selatan Untuk Kerja Sama Regional

SAARC (South Asian Association for Regional Coorperation) didirikan pada 1985 oleh
Bangladessh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri lanka. Afghanistan bergabung
dengan organisasi itu pada tahun 2007. Dengan populasi 1,6 miliar jiwa, SAARC adalah
kelompok regional terbesar di dunia, dalam hal jumlah masyarakatnya.

Selama bertahun – tahun, Negara – negara SAARC telah berubah dari beberapa hubungan
bilateral, menuju terciptanya kesepakatan seluruh wilayah yang menyakup banyak isu yang
erat hubunganya dengan integrasi ekonomi regional termasuk pajak berganda, standar produk,
pabean dan abitrase sengketa perdagangan

2.8 Blok Perdagangan Regional di Afrika

Negara – Negara Afrika telah berkutat dengan blok perdagangan regional dalam setengah
abad. Banyak Negara – Negara adalah anggota yang memiliki lebih dari satu kelompok.
Meskipun jumlah kelompok perdagangan yang mengesankan, kemajuan kearah pembentukan
blok perdagangan berjalan lambat. Banyak dari kelompok ini telah aktif selama bertahun –

17
tahun. Tetapi gejolak politik yang terus menghambat kemajuan yang diinginkan. Di samping
itu, adanya kecurigaan mendalam perdagangan bebas di afrika. Argument yang paling sering
didengar adalah bahwa Negara – Negara tersebut memiliki ekonomi yang kurang berkembang
dan kurang di versifikasikan, mereka harus dilindungi oleh hambatan tarif dari persaingan yang
tidak adil. Prevalensi yang diberikan argument ini, menyulitkan pembangunan kawasan
perdagangan bebas atau perserikatan pabean di wilayah ini

Upaya terbaru ini untuk menggerakan kembali perdagangan bebas di afrika terjadi pada
awal 2001, ketika Kenya, Uganda, dan Tanzania, Negara anggota komunitas afrika timur,
berkomitmen untuk meluncurkan kembali blok mereka, 24 tahun setelah itu runtuh. Ketiga
Negara, dengan 80 juta penduduk, bermaksud untuk mendirikan sebuah perserikatan pabean,
pengadilan daerah, DPR dan akhirnya sebuah federasi politik.

Program mereka mencakup kerja sama dan imigrasi, pembangunan jalan serta jaringan
telekomunikasi, investasi dan pasar modal. Namun, sementara para pemimpin bisnis local
menyambut peluncuran kembali sebagai langkah positif, mereka mengkritisi kegagalan EAC
dalam praktik untuk membuat kemajuan dalam perdagangan bebas. Pada penandatanganan
perjanjian EAC pada november 1999, anggota menegoisasikan selama 4 tahun menuju sebuah
perserikatan pabean, dengan rancangan yamg dijadwalkan selesai untuk akhir 2001. Akan
tetapi, hal itu jauh dari harapan sebelumnya untuk zona perdagangan bebas langsung. Setelah
Tanzania dan Uganda, ketakutan terhadap persaingan Kenya, menyatakan keprihatinan hal ini
bisa mengakibatkan ketidak seimbangan serupa yang berkontribusi pada pecahnya komunitas
pertama kali. Hal ini mengingatkan apakah kali ini usaha ini akan berhasil. Menjadikan
kegagalan masa lalu sebagai panduan dan akan menjadi perjalanan yang tidak mudah.

18
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Dalam integrasi ekonomi internasional membatasi kewenangan suatu Negara untuk


menggunakan kebijakan fiskal, keuangan dan moneter untuk mempengaruhi kinerja ekonomi
dalam negeri. Hilangnya kedaulatan Negara merupakan biaya atau pengorbanan terbesar yang
diberikan oleh masing-masing negara yang berintegrasi dalam satu kawasan. Diperlukan
kesadaran politik yang tinggi dari suatu Negara dalam menentukan apakah bersedia untuk
melepas sebagian kedaulatan negaranya kepada badan supranasional di kawasan.

Manfaat, berkaitan dengan signifikansi integrasi, integrasi ekonomi menjanjikan manfaat


ekonomi baik dari sudut pandang pelaku ekonomi maupun dari manfaaat bagi perekonomian
kawasan. Hal mendasar dalam proses integrasi ekonomi adalah meningkatnya kompetisi aktual
dan potensial diantara pelaku pasar, baik pelaku pasar yang berasal dari suatu Negara, dalam
sekelompok Negara, maupun pelaku pasar diluar kedua kelompok tersebut.

Sementara dilihat dari sudut pandang kawasan, integrasi ekonomi akan menstimulasi
aliran dan perdagangan intraregional yang lebih tinggi serta munculnya perusahaan-perusahaan
yang mampu berkonpetisi secara global. Selain itu mendorong pertumbuhan ekonomi yang
berujung pada peningkatan kesejahteraan diseluruh kawasan.

19
DAFTAR PUSTAKA

Hill, Charles W.L, dkk. Bisnis Internasional Perspektif Asia, Jakarta, Salemba Empat

20