Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN SIMULASI TANGGAP DARURAT

EVALUASI UJI SIMULASI KEADAN DARURAT


PENCULIKAN BA YI

AReA

MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN


RUMAH SAKIT UMUM HERMINA ARCAMANIK
TAHUN2018
-,

EV ALUASI UJI SIMULASI


KEADAN DARURAT PENCULIKAN BAYI

Evaluasi Uji Simulasi Keadaan Darurat Penculikan Bayi


Laporan Evaluasi Sistem Kesiagaan dan Tanggap Darurat Rs Hermina Arcamanik
menyampaikan hasil evaluasi simulasi tanggap darurat peculikan bayi untuk memastikan
penerapan standar ketentuan pengelolaan tanggap darurat yang diberlakukan di internal
perusahaan Rumah Sakit Umum Hermina Arcamanik dengan mempertimbangkan faktor
keselamatan kesehatan kerja, lingkungan dan keamanan.
Target (Tujuan - Sasaran).
Simulasi kesiagaan dan tanggap darurat yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Hermina
Arcamanik tanggal 15 Maret 2018 bertujuan memastikan kesiagaan dan kelengkapan
pengelolaan tanggap darurat sesuai dengan prosedur, dampak lingkungan dan gangguan
keamanan di ruang lingkup penerapan operasional Rumah Sakit Umum Hermina Arcamanik.
Sasaran yang ingin dicapai adalah peningkatan kompetensi karyawan dalam pencegahan dan
penanggulangan keadaan darurat, kesiagaan seluruh sumber daya yang dibutuhkan saat terjadi
keadaan darurat serta kehandalan sumber daya (manusia, infrastruktur, teknologi, keuangan)
dalam penanggulangan dan pemulihan keadaan darurat bila kejadian benar-benar terjadi.
1. Emergency Response
Plan
a. Emergency Zone Layout
• Semua Unit Kerja mengidentifikasi potensi keadaan darurat dan dituangkan dalam
denah zona keadaan darurat
• Denah Zona Keadaan Darurat sudah ditetapkan dan disosialisasikan kepada
karyawan di area bersangkutan.
2. Emergency Response Operation
a. Struktur Organisasi Tanggap Darurat
b. Emergency Response Information System.
Komunikasi keadaan darurat sangat mempengaruhi kesiagaan dan tanggap darurat yang
efektif dan tepat. Hal ini tentunya akan mengurangi resiko dan dampak yang
ditimbulkan saat terjadi keadaan darurat karena mampu mendeteksi sedini mungkin
keparahan yang mungkin akan timbul.
• Komunikasi - 1 : Peringatan Deteksi Dini (Early Warning Detection
System).
• Komunikasi - 2 : Komunikasi Tanggap Darurat (Emergency Response Com.)
• Komunikasi - 3 : Komunikasi Tindakan Darurat (Emergency Action Com.)
3. Emergency Protection & Prevention
Pengendalian Keadaan darurat disesuaikan dengan identifikasi keadaan darurat di Rumah
Sakit Umum Hermina Arcamanik adalah :
a. Pengendalian Darurat Ancaman Bom
b. Pengendalian Keadaan Darurat
c. Pengendalian Darurat Kebakaran
d. Pengendalian Darurat Medis
e. Pengendalian Darurat Tumpahan Bahan Berbahaya
f. Pengendalian Darurat Peculikan Bayi
g. Pengendalian Darurat Ancaman Personal.
Secara dokumen, pengendalian darurat dituangkan dalam instruksi kerja pengendalian
keadaan darurat sesuai identifikasi darurat yang ada di organisasi tersebut. Pengendalian
darurat meliputi tindakan penangulangan, pencegahan, isola,~i dan pemulihan keadaan
darurat pada keadaan normal sebelumnya. Pengendalian darurat bisa melibatkan pihak
internal secara terpadu maupun pihak eksternal bila kecukupan, ketersediaan, kemampuan
dan kehandalan sumber daya internal belum memadai. Oleh karena itu, untuk memastikan
berfungsinya standar pengendalian yang sudah ditetapkan maka Rumah Sakit Umum
Hermina Arcamanik melakukan simulasi tanggap dan tindakan darurat baik internal
maupun melibatkan pihak eksternal secara periodik. Hasil simulasi ini akan dievaluasi
efektivitasnya guna meningkatkan kinerja sistem tanggap darurat secara berkelanjutan.

4. Sistem Evaluasi Darurat


Rekomendasi Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Uji Simulasi Keadaan Darura Rumah
Sakit Umum Hermina Arcamanik, yaitu :
Tanggal Pelaksanaan : 15 Maret 2018
Waktu Pelaksanaan : 09.00 WIB s.d 11.00 WIB
Tempat Pelaksanaan : Internal Rumah Sakit Umum Hermina Arcamanik
Klasifikasi Simulasi : Latihan Simulasi Darurat Penculikan Bayi
EVALUASI REKOMENDASI TINDAKAN
NO KET.
EFEKTIVITAS PERBAIKAN & PENCE GAHAN
A. Evaluasi Sistem Manajemen - Sumber Daya
A.1.Evaluasi Sumber Daya - Manusia
1 Knowledge (Pengetahuan) Pengetahuan karyawan pada saat simulasi
& Pemahaman Sistem kode pink (penculikan bayi) sudah cukup
Tanggap Darurat. baik
Harus di perbaiki untuk sistim pengawasan
di securyti pada saat ada kode pink
seharusnya selain melakukan penutupan
area RS dan pencanan langsung Juga
melakukan pengawasan dan pengecek~n
dari sistim CCTV yang sudah terpasang
2 Awareness (Kepedulian / Kepedulian karyawan harus di tinkatkan
Kesadaran) Pada Sistem Pada simulasi tanggap darurat, seluruh
Tanggap Darurat. karyawan diupayakan terlibat untuk
memastikan pentingnya mendeteksi
keadaan darurat sedini mungkin.A wareness
terhadap sistem tanggap darurat yang ada
masih harus ditingkatkan dengan seringnya
dilakukan simulasi minimal 3 bulan sekali
secara berkala dengan peningkatan skala
darurat hingga tingkat berat.
3 Skill (Keahlian & Karyawan Juga harus mampu
Kemampuan) Karyawan mengindetifikasi, mencegah dan
dan Tim Penanggulangan mengurangi resiko terjadinya penculikan
bayi di RS Hermina Arcamanik.
A.2. Evaluasi Sumber Daya - Infrastruktur
4 Simbol / Emergency -
Signing
5 Infrastruktur Bangunan / -
Jalan - Masih belum
dipastikan "Free Access"
(Bebas Hambatan)
6 Infrastruktur Perlengkapan -
Fasilitas Tanggap darurat-
Inspeksi dan Pemeliharaan
7 Infrastruktur Perlengkapan
Pelindung Diri Tim
Darurat & Koordinator
B. Evaluasi Sistem Manajemen - Standarisasi I Pedoman
B.1. Evaluasi Standarisasi
1 Struktur Organisasi Struktur Organisasi tang gap Darurat harus
Tanggap Darurat dipastikan sudah ditetapkan,
dikomunikasikan, diterapkan di Rs Hermina
Arcamanik. Potensi sinkronisasi Peran
masing-masing tim perlu ditingkatkan saat
simulasi keadaan darurat. Disarankan
EVALUASI REKOMENDASI TINDAKAN
NO KET.
EFEKTIVITAS PERBAIKAN & PENCEGAHAN
struktur organisasi tanggap darurat tersedia
di setiap area kerja tennasuk nomor kontak
komunikasi atau lainnya.
2 Denah Jalur Evakuasi -
Keadaan Darurat
(Emergency Evacuation
Route Layout).
3 Instruksi Kerja Disarankan untuk sosialisasi semua
Pengendalian Keadaan Instruksi Kerja Pengendalian Keadaan
Darurat. Darurat yang sudah ditetapkan dan harus
tersedia diarea kerja terkait darurat yang
terjadi
4 Rekaman Kelayakan dan - "

Kehandalan Infrastruktur
Tanggap Darurat

5. Kesimpulan Simulasi Tanggap Darurat Rs Hermina Arcamanik


5.1. Simulasi "Emergency Response" (Tanggap Darurat) sudah mampu mendeteksi
keadaan darurat dengan memanfaatkan sistem manajemen yang ada.\
Saran Peningkatan :
a. Simulasi dilakukan secara berkala dan diberlakukan kepada seluruh proses,
aktivitas dan pendukung yang terlibat dalam operasional perusahaan.
b. Simulasi Tanggap darurat dilakukan bertahap dan bertingkat yaitu :
• Simulasi Tanggap Darurat Ringan : Darurat Ringan, Sosialisasi dan Persiapan
• Simulasi Tanggap Darurat Sedang : Darurat dengan kasus actual, sosialisasi,
tanpa persiapan.
• Simulasi Tanggap Darurat Berat : Kejadian ada langsung di lapangan, tanpa
sosialisasi, tanpa persiapan.
5.2. Simulasi "Emergency Action" (Tindakan Darurat) sudah mempunyai ketrampilan
spontan dan mampu melakukan tindakan darurat.
Saran Peningkatan :
a. Tim Tindakan Darurat ditingkatkan "Knowledge & Skill" melalui training dan
workshop secara rutin.
b. Kordinasi antar anggota Tim Tindakan Darurat masih harus ditingkatkan agar lebih
solid dan mempunyai integritas tinggi.
5.3. Komunikasi Tanggap Darurat harus ditingkatkan lebih baik melalui Pelatihan dan
Workshop Praktis secara berkala termasuk komunikasi dengan Pihak Ekstemal

Demikian laporan Pelaksanaan Simulasi Tanggap Darurat disiapkan untuk memberikan


umpan balik dan evaluasi efektifitas sistem manajemen dalam upaya meningkatkan kinerja
manajemen di masa yang akan datang.
B
a
n
d
u
n
g,
1
8
M
a
r
et
2
0
1
8

S
et
y
o
P
r
a
m
o
n
o
T
i
m

T
a
n
g
g
a
p
D
a
r
u
r
at