Anda di halaman 1dari 16

BAB II

MOMEN INERSIA PENAMPANG

Tujuan Pembelajaran Umum :

1. Mahasiswa memahami, mengerti dan dapat menjelaskan pengertian


Momen Inersia penampang (Moment of Inertia).

2. Mahasiswa mampu menghitung besaran momen inersia penampang


tunggal maupun penampang gabungan (komposit).

Tujuan Pembelajaran Khusus :

1. Mahasiswa mampu menghitung momen inersia penampang tunggal


(beraturan) terhadap sumbu yang melalui titik pusat penampang.

2. Mahasiswa mampu menghitung momen inersia penampang tersusun


terhadap sumbu yang melalui titik pusat penampang gabungan.

3. Mahasiswa mampu menghitung momen inersia utama/momen inersia


maksimum dan momen inersia minimum, serta besar dan arah rotasi
sumbu utama.

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 14


Momen Inersia (Moment of Inertia)

Hukum pertama Newton tentang gerak menyatakan bahwa suatu benda akan
tetap dalam keadaan diam atau tetap bergerak lurus beraturan, kecuali jika
dipengaruhi oleh gaya eksternal yang mengubah keadaan benda tersebut.
Dapat diartikan bahwa setiap benda memiliki resistansi/sifat bertahan terhadap
adanya pengaruh perubahan,.
Sifat benda untuk bertahan pada keadaan diam atau bergerak lurus beraturan
dikenal sebagai inersia / lembam (inertia).
Berikut ini prinsip dasar menghitung momen inersia penampang tidak
beraturan A terhadap sumbu x dan momen inersia terhadap sumbu y, seperti
Gambar 2.1.

Luas seluruh penampang adalah A,


diasumsikan tersusun atas elemen luasan a1,
a2, a3, a4, … dan seterusnya.
Jarak elemen luasan terhadap kedua sumbu
adalah x1, x2, x3, x4 … dst, dan y1, y2, y3, y4
… dst.
Momen inersia penampang terhadap sumbu x :
Ix = a1 y12 + a2 y22 + a3 y32 + a4 y42 + …
= ai yi2

Gambar 2.1 Momen inersia penampang terhadap sumbu y :


Penampang Tidak Beraturan
Iy = a1 x12 + a2 x22 + a3 x32 + a4 x42 + …
= ai xi2

Jadi, hasilnya adalah : Ix = ai yi2 dan Iy = ai xi2


Atau dapat juga ditulis : Ix =
y
2
da dan Iy =   x 2 da

Catatan : momen inersia = luas dikalikan kuadrat jarak


satuan : mm4 , cm4 , m4 , in4

Jari-jari Girasi (Radius of Gyration)

Jari-jari girasi atau jari-jari kelembaman suatu benda berputar terhadap sebuah
sumbu adalah jarak dari sumbu dimana seluruh masa benda diasumsikan
terpusat sehingga momen inersia terhadap sumbu tersebut tidak diubah.

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 15


Pada gambar 2.2 berikut memperlihatkan suatu luasan yang dibagi menjadi
sejumlah elemen luasan a1, a2, a3, … dan seterusnya, dan berjarak y1, y2, y3,
… dst terhadap sumbu x .
Besarnya Ix = a1 y12 + a2 y22 + a3 y32 … = ai yi2
Luasan A diasumsikan dipadatkan menjadi strip tipis, sehingga jarak eleven
luasan a ke sumbu x menjadi sama, sebesar k (k adalah tetap dan konstan)

Gambar 2.2 Jari-jari Girasi

Sehingga Ix = a k2
Ix = k2a Ix
Ix = k2 A k
A

k disebut jari-jari girasi luasan terhadap sb x,


notasi lain : i , r

Teorema Sumbu Sejajar

Pada Gambar 2.3, diketahui suatu penampang dengan sumbu G1 G2 yang


melalui titik pusat penampang G. Sumbu AB ejajar sumbu G1 G2.

Momen inersia elemen luasan a thd sumbu AB :


IAB = a (h + y)2 = a (h2 + y2 + 2h y)
= a h2 +a y2 + 2a h y)

Momen inersia seluruh luasan thd sumbu AB :


IAB = a h2 + a y2 + 2a h y
= IG + y2a + 2 ya h
IAB = IG + A y2

catatan : a h = 0
Gambar 2.3 Teorema Sumbu Sejajar

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 16


Momen Inersia Penampang Tunggal dan Beraturan

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 17


Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 18
Contoh 2.1 :

Tentukan momen inersia penampang balok T seperti gambar, terhadap sumbu


x yang melalui titik pusatnya.

Penyelesaian :
Penampang dibagi menjadi 2 segiempat, kemudian ditentukan jarak masing-
masing segiempat ke sumbu x.
Dengan mengaplikasikan teorema sumbu sejajar, maka I dihitung sbb :
Ix =  masing-masing segiempat + { A x ( jarak 2 )}
1
 (2cm)(10cm) 3  (2cmx10cm)(8.55cm  5cm) 2
12
1
 (8cm)(3cm) 3  (8cmx3cm)(4.45cm  1.5cm) 2
12

Ix = 646 cm 2

Catatan :
Momen inersia penampang segiempat terhadap
sumbu yang melalui titik pusat (sumbu x) :

1 3
x h Ix  bh
12

Momen inersia penampang segiempat terhadap


b
d sumbu x’ (tidak melalui titik pusat), digunakan
teorema sumbu sejajar :

x’ 1 3
Ix'  bh  Ad 2
12

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 19


Contoh 2.2 :

Tentukan momen inersia penampang seperti gambar, terhadap sumbu x yang


melalui titik pusatnya.

Penyelesaian :

Menentukan titik pusat penampang, dan menentukan sumbu x.


 Penampang dibagi menjadi 3 bagian, yaitu segiempat  ,  , dan 
 Menghitung ordinat titik pusat (y), sumbu referensi AB ditempatkan
didasar penampang.

a1 y1  a2 y 2  a3 y3
yy
a1
(40 x1)  (20 x7)  (20 x13)
yy  5.5cm
(40  20  20)

Menghitung momen inersia terhadap sumbu x, dengan menghitung momen


inersia masing-masing komponen luasannya :

Ix I x  + Ix  + Ix  1
= (20)(2 3 )  (40 x 4.5 2 )  823.333cm 4
12
1
(2)(10 3 )  (20 x1.5 2 )  211.667cm 4
12
1
(10)(2 3 )  (20 x7.5 2 )  1131.667cm 4
12
Jadi,
Ix = 823.333 + 211.667 + 1131.667
4
= 2 166.667 cm

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 20


Contoh 2.3 :

Tentukan momen inersia penampang seperti gambar, terhadap sumbu x yang


melalui bagian dasar penampang.

Penyelesaian :

Penampang dibagi menjadi 3 bagian, yaitu segiempat  ,  , dan 

Menghitung momen inersia terhadap sumbu x, dengan menghitung momen


inersia masing-masing komponen luasannya :

Ix = I x  + Ix  + Ix 

1
(2)(12 3 )  (24 x6 2 )  1152cm 4
12
1
(6)(2 3 )  (12 x12 )  16cm 4
12
1
(2)(12 3 )  (24 x6 2 )  1152cm 4
12

Ix = 1 152 + 16 + 1 152
4
= 2 320 cm

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 21


Contoh 2.4 :

Tentukan momen inersia penampang seperti gambar, terhadap sumbu x yang


melalui titik pusatnya.

Penyelesaian :

Menentukan titik pusat penampang, dan menentukan sumbu x.


 Penampang dibagi menjadi 3 bagian, yaitu segiempat  ,  , dan 
 Menghitung ordinat titik pusat (y), sumbu referensi AB ditempatkan
didasar penampang.

a1 y1  a2 y 2  a3 y3
yy
a1
(24 x1)  (12 x5)  (10 x9)
y  3.78cm
(24  12  10)

Menghitung momen inersia terhadap sumbu x, dengan menghitung momen


inersia masing-masing komponen luasannya :

Ix I x  + Ix  + Ix  1
= (12)(2 3 )  (24 x 2.78 2 )  193.48cm 4
12
1
(2)(6 3 )  (12 x1.22 2 )  53.86cm 4
12

1
(5)(2 3 )  (10 x5.22 2 )  275.187cm 4
Jadi, 12
Ix = 193.48 + 53.86 + 275.187
4
= 522.527 cm

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 22


Contoh 2.5 :

Tentukan momen inersia penampang berlubang seperti gambar, terhadap


sumbu x.
Penyelesaian :

Ix = Ix lingkaran - Ix segiempat

Ix lingkaran =
1
( )(10 4 )  490.873cm 4
64
Ix
segiempat =
1
(4)(4 3 )  (16  12 )  37.333cm 4
12

Ix = 490.873 -37.333 = 453.54 cm4

Contoh 2.6 :

Tentukan momen inersia penampang berlubang yang diarsir seperti gambar,


terhadap sumbu AB.
Penyelesaian :

IAB = IAB segitiga - Ix segiempat


1
IAB segitiga ABC = (8)(83 )  341.33cm 4
12

IAB setengah lingkaran AB =


1
( )(8 4 )  100.53cm 4
128
1
IAB lingkaran = ( )(4 4 )  12.56cm 4
64

Momen inersia penampang berlubang yang diarsir terhadap sumbu AB :

IAB = 341.33 + 100.53 -12.56 = 429.3 cm4

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 23


Momen Inersia Produk (Product of Inertia)

Momen inersia produk elemen dA dengan


y
A koordinat (x, y), adalah :
x dA d Ixy = x y dA
Jadi, momen inersia produk untuk seluruh luasan
y A, adalah :
x
Ixy =  xydA

Teorema sumbu sejajar untuk momen inersia


produk :

Ixy = Ix’ y’ + A dx dy

y
Momen inersia produk penampang terhadap sumbu
yang melalui titik pusat penampang :
x h
Ixy = 0

Gambar 2.7

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 24


Contoh 2.7 :

Tentukan momen inersia produk penampang


seperti gambar, terhadap sumbu x dan sumbu
y yang melalui titik pusat penampang.

Penyelesaian :

Penampang dibagi menjadi 3, yaitu


penampang A, B, dan penampang D.
Momen inersia produk masing-masing
penampang segiempat terhadap sumbu yang
melalui titik pusatnya sama dengan nol.

Segiempat A :
Ixy = Ix’ y’ + A dx dy
= 0 + (300 x 100)(-250 x 200)
= - 1.50 (109) mm4

Segiempat B :
Ixy = Ix’ y’ + A dx dy
= 0 + 0
= 0

Segiempat D :
Ixy = Ix’ y’ + A dx dy
= 0 + (300 x 100)(250 x -200)
= - 1.50 (109) mm4

Momen inersia produk seluruh penampang


terhadap sumbu x dan sumbu y yang melalui
titik pusatnya :

Ixy = -1.50 .109) mm4 + 0 + (-1.50 .109) mm4


= - 3 (109) mm4

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 25


Momen Inersia terhadap sumbu yang berputar

Dalam perancangan struktur, kadang-kadang diperlukan perhitungan momen


inersia penampang dan momen inersia produk, terhadap sumbu yang
mengalami rotasi.
Sebelum rotasi sumbu x dan sumbu y,
diketahui besaran momen inersia Ix, Iy,
dan Ixy.
Jika sumbu dirotasi sebesar  , maka
posisi sumbu berubah menjadi sumbu x’
dan sumbu y’. Momen inersia juga
berubah menjadi Ix’, Iy’, dan Ix’y’,
sebagai berikut :

Momen Inersia Utama (Principal Moments of Inertia)

Jika pada orientasi/putaran sumbu x’y’ tertentu dicapai nilai momen inersia
maksimum dan minimum (dicapai kondisi ekstrim, Imaksimum dan Iminimum),
maka sumbu x’y’ tersebut disebut sumbu utama. Dan Imaksimum dan I minimum
disebut Momen Inersia Utama.

Pada kondisi ekstrim, besarnya rotasi/ putaran


sumbu () dapat dihitung dengan persamaan :

Besarnya Imaksimum dan Iminimum (momen


inersia ekstrim), dihitung dengan persamaan :

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 26


Contoh 2.8 :

Tentukan momen inersia utama penampang


seperti gambar, terhadap sumbu x dan sumbu
y yang melalui titik pusat penampang. Pada
kondisi ekstrim, hitung besarnya rotasi/
putaran sumbu ().
Telah dihitung / diketahui :
Ix = 2.90 (109) mm4
Iy = 5.60 (109) mm4
Ixy = - 3.00 (109) mm4

Penyelesaian :

 Ixy
tan 2 
( Ix  Iy) / 2
3.00 (109 )
   2.22
{ 2.90 (109 )  5.60 (109 )} / 2



Jadi, pada kondisi ekstrim, besarnya rotasi/


putaran sumbu adalah :
dan 

2
2.90 (109 )  5.60 (109 )  2.90 (109 )  5.60(109 ) 
     {3.00(109 )}2
2  2 
= 4.25 (109) + 3.29 (109)

Jadi, besarnya momen inersia utama :


Imaks = 7.54 (109) mm4
Imin = 0.96 (109) mm4

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 27


Menentukan momen inersia utama dengan Lingkaran Mohr (Mohr’s circle) :

Langkah penyelesaian :

a) Hitung Ix, Iy, dan Ixy


Hasilnya Ix = 2.90 (109) mm4
Iy = 5.60 (109) mm4
Ixy = - 3.00 (109) mm4
b) Gambarkan sistem sumbu, sumbu
horisontal untuk besaran Ix dan Iy ,
sumbu vertikal untuk besaran Ixy.

c) Tentukan skala, sehingga Ix , Iy , dan Ixy


dapat di gambar pada sumbu.

d) Ukurkan pada sumbu horisontal :


( Ix  Iy) (2.90  5.60)
  4.25 satuan
2 2
dari titik origin, sehingga didapat titik C
sebagai titik pusat lingkaran.
Ukurkan pada sumbu horisontal sebesar
Ix = 2.90 satuan, sehingga didapat titik
B.

e) Dari titik B, ukurkan pada sumbu vertikal


sebesar Ixy = - 3.00 satuan sehingga
diperoleh titik A.

f) AC adalah jari-jari Lingkaran Mohr.


Buat/gambarkan lingkaran dengan titik
pusat di C dan jari-jari AC, sehingga
memotong sumbu horisontal di dua titik.
Ukur jarak titik potong tersebut ke titik
origin, kemudian kalikan dengan skala.
Imaks = titik potong terjauh
= 7.54 (109) mm4
Imin = titik potong terdekat
= 0.96 (109) mm4

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 28


Latihan 2 :

Tentukan momen inersia utama penampang seperti gambar, terhadap sumbu x


dan sumbu y yang melalui titik pusat penampang.
Pada kondisi ekstrim, hitung besarnya rotasi/ putaran sumbu ().

Mekanika Rekayasa 1 (Kekuatan Bahan 1) 29