Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dimas Prakasa

Kelas : 2B-D3TE

No. : 1731110100/08

TACHOMETER

Tachometer adalah sebuah alat pengujian yang dirancang untuk mengukur kecepatan rotasi dari
sebuah objek, seperti alat pengukur dalam sebuah mobil yang mengukur putaran per menit (RPM)
dari poros engkol mesin, prinsip kerjanya menghitung jarak tempuh roda belakang (keliling roda
belakang) dikali putaran roda belakang yang berhubungan dengan putaran mesin. Kata
tachometer berasal dari kata Yunani tachos yang berarti kecepatan dan metron yang berarti untuk
mengukur. Perangkat ini pada masa sebelumnya dibuat dengan dial, jarum yang menunjukkan
pembacaan saat ini dan tanda-tanda yang menunjukkan tingkat yang aman dan berbahaya. Pada
masa kini telah diproduksi tachometer digital yang memberikan pembacaan numerik tepat dan
akurat dibandingkan menggunakan dial dan jarum.

Macam-Macam Tachometer
1. Tachometer optik
2. Tachometer Rotor bergigi
3. Tachometer DC

1. Tachometer Optik
Tachometer Optik adalah sebuah alat untuk mengukur kecepatan sudut putar dengan besaran
rpm.Tachometer optik terdiri dari jalur atau garis (stripe) yang terdapat di dalam batang lalu terdapat
sebuah atau lebih photosensor yang menghadap pada batang tersebut.

Cara Kerja Tachometer


1. Setiap batang tersebut berputar maka photosensor akan mendeteksi jumlah stripe yang
melewatinya.
2. Kemudian akan menghasilkan output yang akan berbentuk pulsa.
3. Pada gelombang pulsa tersebut periode ≈ kebalikan dari kecepatan angular.
4. Dapat diukur dengan menggunakan rangkaian counter seperti yang digambarkan pada encoder
batang optik.
Keunggulan dan Kelemahan Tachometer Optik
Keunggulan
- Memiliki photosensor sehingga dapat mendeteksi setiap garis yang melewatinya
Kelemahan
- Tidak dapat merasakan posisi dan jarak, namun dapat diatasi dengan memasang 2 buah photosensor

2. Tachometer Rotor Bergigi


Tachometer Rotor Bergigi terdiri dari sebuah sensor tetap dan sebuah pemutar gerigi, roda, dan bahan
besi.
Ada 2 jenis sensor yang digunakan :
a. Variable reluctance sensor
b. Hall effect sensor
Pada Tachometer ini juga terdapat magnet yang menggantung sebagai sensornya

Cara Kerja Tachometer Rotor Bergigi


1. Rotor berputar, kemudian bagian rotor bergigi yang akan diukur.
2. Sensor yang berupa magnet akan mendeteksi setiap gerigi tersebut yang melewatinya.
3. Setiap gerigi melewatinya maka medan magnet akan bertambah dan menginduksi tegangan pada
belitan kawat sehingga akan dihasilkan pulsa.
4. Pulsa tersebut akan dikonversi menjadi sebuah gelombang kotak yang bersih dengan rangkaian
ambang detektor
Keunggulan Tachometer Rotor Bergigi
-Memberikan sebuah pulsa setiap waktu apabila gigi besi melewatinya.
-Menghasilkan pulsa yang berupa sinyal kotak yang jernih

3. Tachometer DC
Tachometer DC adalah sebuah generator DC yang memproduksi tegangan keluaran DC yang
proporsional dengan kecepatan batang. Tachometer DC ini terdiri dari magnet permanen dan bagian
yang beputar yang terbuat dari koil.

Prinsip Kerja Tachometer DC


Prinsip kerjanya adalah terjadinya proses konversi langsung antara kecepatan dan tegangan
Keunggulan dan Kelemahan Tachometer DC
• Keunggulan : Untuk menjaga inersia turun dapat diatasi dengan penggunaan sikat
• Kelemahan : Penggunaan sikat untuk menjaga inersia dapat aus.
Contoh penerapan Tachometer
• Tachometer rotor bergigi dapat digunakan pada batang motor (crankshaft) dari sebuah mesin mobil
• Tachometer optik digunakan untuk mengetahui kecepatan sudut baling-baling
• Mengukur rata-rata aliran darah

Tachometer merupakan Alat yang memberikan output yang proporsional terhadap kecepatan putar
(kecepatan sudut).
Metode untuk mengukur data kecepatan putar pada tachometer :
1. Diukur langsung pada potensiometer.
2. Menggunakan penurunan waktu yang diambil untuk setiap pilihan celah yang dilewati cahaya laser.