Anda di halaman 1dari 3

PENATALAKSANAAN KERACUNAN

MAKANAN
No. Dokumen : /SOP/ADG/06/2016
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
UPT.
dr. AKHMAD MULTAZAM
PUSKESMAS
NIP. 19750808 200604 1 015
ANDONGSARI
1. Pengertian Keracunan makanan merupakan suatu kondisi gangguan pencernaan
yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi
dengan zat patogen dan atau bahan kimia, misalnya Norovirus,
Salmonella, Clostridium perfringens, Campylobacter, dan Staphylococcus
aureus.
2. Tujuan Menangani Keracunan makanan
3. Kebijakan Sebagai pedoman penanganan Keracunan makanan
4. Referensi Buku Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer Edisi I tahun 2013
5. Alat dan a. Pulpen
Bahan b. Form Rekam medis
6. Langkah – 1. Anamnesa
Langkah 2. Pemeriksaan Fisik
3. Penegakan diagnosa : Penanganan Menangani Keracunan makanan
4. Tatalaksana :
a. Karena sebagian besar kasus gastroenteritis akut adalah self-
limiting, pengobatan khusus tidak diperlukan. Dari beberapa studi
didapatkan bahwa hanya 10% kasus membutuhkan terapi
antibiotik. Tujuan utamanya adalah rehidrasi yang cukup dan
suplemen elektrolit. Hal ini dapat dicapai dengan pemberian
cairan rehidrasi oral (oralit) atau larutan intravena (misalnya,
larutan natrium klorida isotonik, larutan Ringer Laktat). Rehidrasi
oral dicapai dengan pemberian cairan yang mengandung natrium
dan glukosa. Obat absorben (misalnya, kaopectate, aluminium
hidroksida) membantu memadatkan feses diberikan bila diare
tidak segera berhenti. Diphenoxylate dengan atropin (Lomotil)
tersedia dalam tablet (2,5 mg diphenoxylate) dan cair (2,5 mg
diphenoxylate / 5 mL). Dosis awal untuk orang dewasa adalah 2
tablet 4 kali sehari (20 mg / d). Digunakan hanya bila diare masif.
b. Jika gejalanya menetap setelah 3-4 hari, etiologi spesifik harus
ditentukan dengan melakukan kultur tinja. Untuk itu harus segera
dirujuk.
c. Modifikasi gaya hidup dan edukasi untuk menjaga kebersihan
diri.
d. Konseling dan Edukasi
Edukasi kepada keluarga untuk turut menjaga higiene keluarga
dan pasien.
e. Kriteria Rujukan
 Gejala keracunan tidak berhenti setelah 3 hari ditangani dengan
adekuat.
 Pasien mengalami perburukan.
Dirujuk ke layanan sekunder dengan spesialis penyakit dalam
atau spesialis anak.

PENATALAKSANAAN KERACUNAN MAKANAN


UPT. No. Dokumen : /SOP/ADG/06/2016
No. Revisi :
PUSKESMAS SOP
Tanggal Terbit :
ANDONGSARI Halaman : 2/2
7. Bagan Alir
(jika
dibutuhkan
)
8. Unit terkait Poli Umum, UGD, Rawat Inap
9. Dokumen 1. Rekam Medis
terkait

10. Rekaman Historis Perubahan

Tanggal Mulai
NO Yang di Ubah Isi Perubahan diberlakukan

DAFTAR TILIK
ASUHAN KEPERAWATAN

UPT.
dr. AKHMAD MULTAZAM
PUSKESMAS
NIP. 19750808 200604 1 015
ANDONGSARI

UNIT : ............................................................
NAMA PETUGAS : ............................................................
TGL PELAKSANAAN : ............................................................

DAFTAR KEGIATAN YA TIDAK KET


1. Apakah petugas melakukan Pengkajian meliputi
Pengumpulan data, analisa data, perumusan
masalah?
2. Apakah petugas menentukan Diagnosa Keperawatan?
3. Apakah petugas melakukan Rencana Keperawatan?
4. Apakah petugas melakukan Implementasi
Keperawatan?
5. Apakah petugas melakukan evaluasi Keperawatan?