Anda di halaman 1dari 11

REKAYASA MATERIAL

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 1/11

I. REFERENSI
1. SNI 06-6721-2002, Metode pengujian kekentalan aspal cair dan aspal emulsi
dengan alat saybolt.
2. AASHTO T.72-90, Standard Method of Test for Saybolt Viscosity.
3. SNI 03-6399 , Tata cara pengambilan contoh aspal.
4. Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 Revisi 3 Divisi 6

II. TUJUAN
1. Menentukan kekentalan aspal dan mutu aspal.
2. Mendapatkan suhu pencampuran dan pemadatan dari aspal beton yang diuji.

III. DASAR TEORI


Viskositas atau kekentalan aspal adalah secara universal adalah waktu yang
diperlukan untuk mengalirkan aspal sebanyak 60ml dalam detik pada suhu tertentu
melalui lubang universal (Universal Orifice) yang telah distandardkan dan
dinyatakan dalam S.U.S (Saybolt Universal Second). Cara lain untuk menentukan
kekentalan aspal yaitu dengan alat Saybolt Furol atau yang biasa disebut
kekentalan Sayblot Furol yaitu waktu yang diperlukan untuk mengalirkan suatu
bahan sebanyak 60ml dalam detik pada suhu tertentu melalui lubang furol (Furol
orifice) yang telah distandardkan dalam S.F.S. (Saybolt Furol Second).
SNI 06-6721-2002 menjelaskan metode pengujian viskositas aspal cair dan
aspal emulsi, dalam topik ini digunakan untuk menentukan nilai kekentalan aspal
keras pada beberapa suhu tertentu untuk mendapatkan suhu pencampuran dan
suhu pemadatan campuran aspal beton panas dengan metode Marshall.
Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 Revisi 3 Divisi 6, mensyaratkan nilai
Viskositas Kinematis pada 135oC untuk aspal tipe I, aspal pen-60 ≥ 300 cST, aspal
tipe II, aspal yang dimodifikasi dengan asbuton yang diproses (385-4000) cST,
dan dimodifikasi dengan elastomer sintesis (320-480) cST, RSNI M-01-2003.
Metode pengujian campuran beraspal panas dengan metode Marshall
mensyaratkan besarnya kekentalan aspal keras untuk menentukan suhu
pencampuran dan suhu pemadatan dalam pembuatan campuran aspal beton panas,
dapat dilihat dalam tabel 1.6.1

Kelompok 3
REKAYASA MATERIAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 2/11

Pada pekerjaan pembuatan campuran aspal beton panas, apabila :


a) Suhu pencampuran di atas suhu pencampuran yang diperoleh dari uji viskositas,
maka aspal akan melekat pada agregat menjadi tipis dan sebagian aspal akan
berkumpul di suatu tempat. Dan sebaliknya, apabila suhu pencampuran di bawah
suhu pencampuran yang diperoleh dari uji viskositas makan penyelimutan agregat
oleh aspal tidak optimal.
b) Suhu pemadatan di atas suhu pemadatan yang diperoleh dari uji viskositas, maka
tidak akan diperoleh kepadatan yang optimal karena dalam proses pemadatan,
campuran akan selalu bergerak. Sebaliknya apabila suhu pemadatan di bawah
suhu pemadatan yang diperoleh dari uji viskositas, maka akan diperoleh
perkerasan dengan rongga yang tinggi sehingga tidak kedap air, sehingga dapat
menyebabkan kerusakan perkerasan.

Menurut RSNI-S-01-2004, ketentuan kekentalan aspal keras adalah sebagai


berikut:

Kekentalan (cST)
No. Jenis Pengujian
pen-20 pen-40 pen-70 pen-120 pen-200
1. kekentalan 135oC 300 210 150 110 80

IV. ALAT DAN BAHAN


4.1 ALAT

No Nama Alat Gambar Keterangan

Kelompok 3
REKAYASA MATERIAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 3/11

1 Saybolt Viskosimeter Digunakan untuk


menentukan
kekentalan suatu
Terdiri dari : bahan

Digunakan untuk
1.a Penyumbat lubang tabung viskosimeter
menyumbat
lubang agar
bahan tidak
mengalir

Dilengkapi
1.b Penangas
dengan tempat
oli, pemanas,
pengatur suhu,
dan dua lubang
untuk
menyangga
tabung
viscosimeter
secara vertical
dan terisolir

Digunakan untuk
menyaring
1.c Saringan no.100
kotoran dalam
aspal

Kelompok 3
REKAYASA MATERIAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 4/11

Terbuat dari
gelas yang
mepuyai
1.d Labu Penampung kepekaan suhu
20°C dan
Volume = 60 ml

Digunakan untuk
menghitung
waktu jatuhnya
2. Stopwatch aspal ke labu
penampung

Untuk
mengontrol suhu
dari aspal dan oli
3. Termometer

4.2 BAHAN

Kelompok 3
REKAYASA MATERIAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 5/11

No Bahan Gambar Keterangan


1 Aspal Keras Aspal Keras yang
dipanaskan sampai
suhu > 110°C

2 Trichloroethylene (TCE) Cairan kimia


pelarut aspal

V. PROSEDUR PENGUJIAN
1. Persiapkan alat dan bahan
2. Panaskan aspal yang akan diuji menggunakan kompor dengan suhu diatas 100 °C
hingga aspal mencair.

3. Atur suhu thermostat pada heater sesuai suhu yang ditentukan

4. Setelah cair, tuangkan ke dalam tabung viscosimeter yang telah dipasang saringan
no.100

Kelompok 3
REKAYASA MATERIAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 6/11

5. Masukan penyumbat ke dalam tabung viskosimeter


6. Masukan thermometer ke dalam tabung viscosimeter yang telah diisi benda uji

7. Tunggu sampai suhu aspal sama dengan suhu yang ditentukan

8. Setelah suhu sama, lepaskan gabus penutup pada lubang furol


9. Simpan labu penampung tepat di bawah lubang furol

10. Lepaskan penyumbat agar aspal dapat mengalir dan jatuh di labu penampung

Kelompok 3
REKAYASA MATERIAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 7/11

11. Siapkan stopwatch dan hitung waktu ketika aspal jatuh pertama kali di dasar labu
penampung
12. Hentikan stopwatch ketika aspal memenuhi labu sebanyak 60ml dan catat waktu
alirnya (t) dalam detik
13. Pasang penyumbat dalam viscosimeter agar aspal berhenti mengalir
Catatan : Lakukan pengujian untuk suhu 1100C, 1250C, dan 1400C.

VI. DATA DAN PERHITUNGAN


6.1. Data
Mulai Jam : 08.59
Persiapan Alat
Selesai Jam : 09.20
Suhu Oli (0C)
Mulai Jam : 09.20 1310C
Pemanasan sampai bias dituang
Selesai Jam : 09.40

Pemerikasaan Viskositas ke: Suhu Oli (0C) Waktu (detik)


Mulai Jam : 10.12
I 1100C 589
Selesai Jam : 10.25

Mulai Jam : 10.47


II 1250C 292
Selesai Jam : 10.52

Mulai Jam : 11.22


III 1400C 121
Selesai Jam : 11.24

6.2. Perhitungan

Kelompok 3
REKAYASA MATERIAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 8/11

Dari data hasil pengujian didapatkan fungsi y = 0,2732x2 - 83,041x + 6417,6 R2= 1 yang
diperoleh dari grafik hubungan waktu dengan suhu , yang dapat digunakan untuk
menentukan kekentalan aspal beton, suhu pecampuran aspal beton, dan suhu pemadatan
aspal beton. Maka dapat diolah:
1. Penentuan suhu kekentalan aspal keras
y = 0,2732x2 - 83,041x + 6417,6
Untuk suhu 135°C, y = 0,2732(135)2 - 83,041(135) + 6417,6 = 186,135 detik
maka kekentalan 186,135 detik = 372,27 cST.
Berdasarkan Spek Umum Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3 Divisi 6, maka aspal
beton dapat digunakan karena nilai kekentalannya ≥ 300 cST.
2. Penentuan suhu pencampuran aspal beton
y = 0,2732x2 - 83,041x + 6417,6
Untuk y = 85 detik
85 = 0,2732x2 - 83,041x + 6417,6
0 = 0,2732x2 - 83,041x + 6332,6
x = 154°C.
maka suhu pencampurannya 154 °C.
Untuk y = 75 detik
75 = 0,2732x2 - 83,041x + 6417,6
0 = 0,2732x2 - 83,041x + 6342,6

Kelompok 3
REKAYASA MATERIAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 9/11

x = 157 °C
maka suhu pencampurannya 157 °C
Untuk y = 95 detik
95 = 0,2732x2 - 83,041x + 6417,6
0 = 0,2732x2 - 83,041x + 6322,6
x = 151 °C.
maka suhu pencampurannya 151 °C.
3. Penetuan Suhu Pemadatan aspal beton
y = 0,2732x2 - 83,041x + 6417,6
Untuk y = 140 detik,
140 = 0,2732x2 - 83,041x + 6417,6
0 = 0,2732x2 - 83,041x + 6277,6
x = 143 °C
maka suhu pemadatannya 143 °C
Untuk y = 125 detik,
125 = 0,2732x2 - 83,041x + 6417,6
0 = 0,2732x2 - 83,041x + 6292,6
x = 145 °C
maka suhu pemadatannya 145 °C
Untuk y = 155 detik
155 = 0,2732x2 - 83,041x + 6417,6
0 = 0,2732x2 - 83,041x + 6262,6
x = 140 °C
maka suhu pemadatannya 140 °C

Kelompok 3
REKAYASA MATERIAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 10/11

VII. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengujian, maka diperoleh hasil :
1. Kekentalan aspal beton sebesar 372 cST dan aspal tersebut dapat digunakan sebagai
bahan aspal beton karena memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 Revisi 3
Divisi 6.
2. Diperoleh :
a. Suhu pencampuran aspal beton pada suhu 151°C - 157°C
b. Suhu pemadatan aspal beton pada suhu 140°C - 145°C.

Diperiksa, Dikerjakan,

Nursyafril, ST.,SP1 Safira Nur Fadillah


NIP. 195911281985031002 NIM 171121025

Kelompok 3
REKAYASA MATERIAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung
Pokok : Pemeriksaan Bahan Aspal No. Uji : 4
Materi : Pengujian Viskositas Aspal Halaman : 11/11

FORMULIR PENGUJIAN
UJI VISKOSITAS
(SNI 06-6721-2002/ RSNI M-01-2003/Spesifikasi Umum Bina Marga 2010
Revisi 3 Divisi 6)

Contoh : Aspal Keras Dikerjakan : Kelas 2A-KSI


Asal : Laboratorium Uji Bahan Dihitung : Kelompok 3
Tanggal Uji : Selasa, 18 Februari 2019 Tanggal : Kamis, 21 Februari 2019

Mulai Jam : 08.59


Persiapan Alat
Selesai Jam : 09.20
Suhu Oli (0C)
Mulai Jam : 09.20 131
Pemanasan sampai bias dituang
Selesai Jam : 09.40

Pemerikasaan Viskositas ke: Suhu Oli (0C) Waktu (detik)


Mulai Jam : 10.12
I 1090C
Selesai Jam : 10.25 589
Mulai Jam : 10.47
II 1250C
Selesai Jam : 10.52 292
Mulai Jam : 11.22
III 1470C
Selesai Jam : 11.24 121

Diperiksa, Dikerjakan

Nursyafril, ST.,SP1 Safira Nur Fadillah


NIP. 195911281985031002 NIM 171121025

Kelompok 3