Anda di halaman 1dari 12

PENDIDIKAN MULTI KULTURAL DI NEGARA MEKSIKO

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


Pendidikan Multikultural
yang dibina oleh Bapak Sutarno

OLEH:
DENY MUSTIKA SARI
NIM 109151415399

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PRASEKOLAH
SI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
Desember 2011
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu upaya untuk bisa menghargai adanya perbedaaan adalah dengan
memberikan pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural adalah proses
penanaman cara hidup menghormati, tulus dan toleran terhadap keanekaragaman
budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat plural. Tidak seperti pendidikan
monokultural yang selama ini dijalankan yang mengabaikan keunikan dan
pluralitas yang berakibat terpasungnya pribadi kritis dan kreatif.
Pendidikan multikultural didasari pada konsep kebermaknaan perbedaan
yang unik pada tiap orang dan masyarakat. Pendidikan multikultural
mengandaikan sekolah dan kelas dikelola sebagai suatu simulasi arena kehidupan
nyata yang plural , terus berubah dan berkembang. Institusi sekolah dan kelas
adalah wahana hidup dengan pemeran utama peserta didik dan guru serta seluruh
tenaga kependidikan sebagai fasilitator. Kegiatan belajar-mengajar dikembangkan
sebagai wahana dialog dan belajar bersama serta membuang pemikiran bahwa
guru merupakan gudang ilmu dan nilai yang setiap saat diberikan kepada peserta
didik, melainkan sebagai teman dialog dan partner dalam menciptakan suasana
yang harmonis. Selain itu praktik penerapan keagamaan juga akan mempertajam
rasa kepekaan dan solidaritas antar pemeluk agama.
Pendidikan multikultural sangat penting diterapkan guna meminimalisasi
dan mencegah terjadinya konflik di beberapa daerah. Melalui pendidikan berbasis
multikultural, sikap dan mindset (pemikiran) siswa akan lebih terbuka untuk
memahami dan menghargai keberagaman.
Di Negara Meksiko, penduduknya terdiri dari suku Mestizo, Indian,
Amerika, Kaukasia, dan orang kulit hitam. Negara ini merupakan salah satu
negara yang padat penduduknya dan merupakan negara pluralitas. Dengan
perbedaan bahasa, di mana100 bahasa asli Amerika masih digunakan ternyata
tidak berdampak negatif bagi kesatuan negara ini. Terbukti jarang ditemukan
kasus-kasus perang saudara antar sesama orang Meksiko.
Meksiko tergolong masyarakat yang masih terkotak-kotak karena dalam
dunia pendidikan dari kaum Indian dilarang menempuh pendidikan. Negara
dengan penganut Katolik Roma sebesar 89% ini masih bersikap tradisional
dengan menganggap kelas sosial atas harus dihormati dan disanjung. Hal ini
sebagai kepercayaan bahwa yang berada dalam status sosial tinggi merupakan
salah satu pemegang otorisasi dalam segala aspek kehidupan. Dengan adanya hal
tersebut, penulis tertarik membahas pendidikan multikultural di negara Meksiko,
maka penulis mengangkat judul “Pendidikan Multikultural di Negara Meksiko”
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Multikultural.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana profil dari Negara Meksiko?
2. Bagaimana pendidikan multikultural yang dilaksanakan di Negara Meksiko?

C. Tujuan
1. Mengetahui profil dari Negara Meksiko.
2. Mengidentifikasi pendidikan multikultural yang dilaksanakan di Negara
Meksiko.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Profil Negara Meksiko


Kata "Meksiko" berasal dari Mexica (diucapkan "Me-shee-ka"), nama
untuk kelompok pribumi yang menetap di pusat Meksiko pada awal abad keempat
belas dan dikenal baik sebagai Aztec. Meksiko adalah negara yang terletak di
ujung utara Amerika Latin yang tepatnya terletak di sebelah selatan Amerika
Serikat. Ibukota Meksiko adalah Mexico City.
Negara Meksiko bersuku asli Indian bangsa Aztec. Pada abad ke-16,
Spanyol menguasai wilayah Meksiko sehingga bahasa resmi yang digunakan
adalah bahasa Spanyol. Meksiko pernah dijajah bangsa Amerika dan Perancis
juga.
Akhirnya Meksiko menjadi Negara Republik Federal dengan presiden
sebagai kepala pemerintahan. Meksiko merupakan Negara yang paling padat
penduduknya di dunia. Terdiri dari 31 negara bagian (estados) dan Daerah
Persekutuan (Distrito Federal), yaitu:
1. Aguascalientes 17. Morelos
2. Baja California 18. Nayarit
3. Baja California Sur 19. Nuevo Leon
4. Campeche 20. Oaxaca
5. Chiapas 21. Puebla
6. Chihuahua 22. Queretaro
7. Coahuila 23. Quintana Roo
8. Colima 24. San Luis Potosi
9. Durango 25. Sinaloa
10. Federal District 26. Sonora
11. Guanajuato 27. Tabasco
12. Gurrero 28. Tamaulipas
13. Hidalgo 29. Tlaxcala
14. Jalisco 30. Veracruz
15. Meksiko 31. Yucatan
16. Michoacan 32. Zacatecas

Akibat penjajahan bangsa Spanyol, kebudayaan Meksiko berbaur antara


kebudayaan asli Aztec dan bangsa pendatang. Kebudayaan kuno suku Aztec yang
masih diselenggarakan yaitu Festival Tarian Voladores atau tari terbang. Pada
tarian ini, seorang pria diikat ke tiang memakai kostum berbulu seperti burung
dengan kaki diikat ke tiang tinggi. Penari ini terbang naik turun mengitari tiang
tersebut sebanyak 13 kali.
Masyarakat Meksiko percaya bahwa arwah mendiang orang-orang yang
dicintainya akan kembali datang untuk mengunjungi mereka yang masih hidup,
sehingga mereka menghias makam keluarga mereka dengan bunga-bunga, lilin,
dan makanan.
Kebudayaan modern Meksiko yaitu tari Topi. Para penari menari
mengelilingi topi sombrero dan wanita pasangannya. Piñata juga salah satu bagian
kebudayaan Meksiko. Sebuah pinata dibuat dari bubur kertas. Hal ini diciptakan
untuk terlihat seperti orang-orang populer, binatang, atau karakter fiksi. Setelah
dibuat itu dicat dengan warna-warna cerah dan diisi dengan permen atau mainan
kecil. Hal ini kemudian tergantung di langit-langit. Kebudayaan ini biasanya
dimainkan untuk anak-anak ketika Natal. Anak-anak berusaha keras untuk
memukul piñata yang tergantung dengan mata tertutup sampai piñataitu pecah dan
mengeluarkan isinya berupa mainan atau permen yang akan dibagikan untuk
semua anak yang ada.
Berikut ini demografi Negara Meksiko lebih jelasnya:
1. Luas wilayah : 1.972.549 KM2.
2. Letak astronomis : 150 LU-330 LU dan 870 BB-1180 BB.
3. Letak geografis : Di wilayah Amerika tengah antara Samudera Pasifik
dengan Teluk Meksiko dan Laut Karibia.
4. Batas-batas:
a. Utara berbatasan dengan Amerika Serikat;
b. Timur berbatasan dengan Teluk Meksiko dan Laut Karibia;
c. Selatan berbatasan dengan Belise dan Guatemala;
d. Barat berbatasan dengan Samudera Pasifik.
5. Bentang alam dapat dibagi menjadi:
a. Pantai Pasifik, yaitu semenanjung Baja California.
b. Bagian pusat berupa dataran tinggi.
c. Dataran rendah sepanjang Teluk Meksiko.
6. Iklim di Meksiko yaitu tropis dan sub tropis. Menurut ketinggiannya
dapat dibagi menjadi empat:
a. Kawasan panas. 0-750M Yaitu di Meksiko selatan.
b. Kawasan sedang. 750-1825M Yaitu di plato tengah.
c. Kawasan dingin. 1825-3650M Terdapat di pegunungan.
d. Kawasan beku. >3650M Terdapat di puncak gunung tertinggi.
7. Keadaan penduduk
Pada tahun 2001, jumlah penduduknya 99.600.000 jiwa. Pertumbuhan
penduduknya 1,9% per tahun, dan kepadatan penduduknya 50
jiwa/KM2. Penduduk Meksiko terdiri dari suku Mestizo, Indian,
Amerika, Kaukasia, dan orang kulit hitam.
8. Bentuk pemerintahaan
Republik federasi, kepala negara dan kepala pemerintahaan dijabat
oleh seorang Presiden.
9. Bahasa resmi : Bahasa Spanyol.
10. Mata uang : Peso.
11. Agama : Katholik roma, Islam, Protestan.
12. Kegiatan ekonomi:
a. Pertanian. Hasilnya adalah Minyak kelapa sawit, kapas, beras,
coklat, kopi, jagung, tebu, kurma, kacang, dll.
b. Peternakan dan perikanan. Hewan yang diternakan adalah Sapi,
babi, domba, kuda, keledai, dan ayam. Hasilnya adalah susu,
mentega, keju, daging, telur, dll. Hasil perikanannya adalah Ikan
tuna, sarden, dan udang.
c. Pertambangan. Hasilnya adalah Perak, air raksa, emas, timah,
belerang, tembaga, mangan, dan minyak bumi.
d. Perindustrian. Jenis industrinya adalah Tekstil, baja, dan
pengolahan batu gamping. Hasilnya adalah bahan kimia, barang
elektronik, karet, dll.
e. Perdagangan. Ekspornya adalah Barang mentah hasil pertanian dan
minyak. Impornya adalah Mesin-mesin dan peralatan, bahan
mentah, dan bahan pangan.
f. Transportasi. Jaringan transportasi di Meksiko sudah baik.
g. Pariwisata
Objek wisata di Meksiko antara lain pantai Acapulco yang telah
terkenal di dunia.
h. Kebudayaan
Kebudayaan di Meksiko sudah sangat tinggi sejak zaman dahulu
dengan berkembangnya kesusastraan di Meksiko. Di Meksiko
banyak terdapat barang peninggalan purbakala dari suku Maya dan
Astek. Kesenian rakyat di Meksiko adalah perpaduan dari suku
Indian dengan kebudayaan Spanyol dan orang kulit hitam Afrika.
Dalam bidang pendidikan pemerintah mencanangkan program
wajib belajar untuk usia 6-15 tahun, untuk mensukseskannya
pemerintah membebaskan biaya sekolah bagi peserta didik.

B. Pendidikan Multikultural Negara Meksiko


Pendidikan di Meksiko diatur oleh Sekretariat Pendidikan Masyarakat
(Spanyol: Secretaria de Educación Publica, September Dalam bahasa Inggris:
Sekretariat Pendidikan Masyarakat). Standar pendidikan ditetapkan oleh
Departemen di semua tingkat universitas kecuali dalam otonom disewa oleh
pemerintah
Para Konstitusi 1917 menetapkan bahwa Pelajaran agama dilarang di
sekolah umum, namun asosiasi keagamaan bebas untuk mempertahankan sekolah
swasta, yang tidak menerima dana publik.. Bukti kewarganegaraan Meksiko
diperlukan untuk menghadiri sekolah umum.
Pendidikan di Meksiko dibagi menurut kelas. Para pelajar dari keluarga
berada belajar di sekolah swasta yang lengkap dengan pelbagai kemudahan serta
bahan rujukan, sedangkan anak dari golongan miskin biasanya tidak mampu untuk
pergi ke sekolah atau pergi ke sekolah yang serba kekurangan. Kaum yang paling
terpinggirkan ialah kaum Indian. Pada 1990, diperkirakan lebih 40% penduduk
Indian berusia lima belas tahun ke atas tidak boleh membaca. Ini telah
mewujudkan jurang pendidikan yang kentara dikalangan rakyat Meksiko. Namun
pemerintah telah mencoba dengan daya upaya untuk menggalakkan
perkembangan pendidikan di kalangan remajanya.
Antara lain, pemerintah telah menetapkan bahwa pendidikan adalah wajib
sampai kelas enam. Malangnya akibat tekanan keuangan, kebanyakan pelajar dari
kelas bawah lebih berminat bekerja daripada bersekolah. Di Meksiko, tiada
undang-undang yang mewajibkan pendidikan menengah. Di sekolah rendah
mereka mempelajari matematika, ilmu sosial, “tata bahasa”, tulisan, membaca dan
olahraga. Sedangkan nilai-nilai moral dan kekeluargaan di pelajari di rumah.
Sistem pendidikan mexico dapat dibagi menjadi empat tingkatan:
1. Prasekolah (preescolar): usia 5-6
2. Pendidikan Primer (Educación Primaria): kelas 1-6
3. Pendidikan Menengah (Educación Pemutakhiran): kelas 7-11,12,13
4. Pendidikan tinggi (Depok)
Di meksiko pendidikan wajib yaitu dari pendidikan pra sekolah 1 tahun
sampai kelas 6 . Namun dalam pelaksanaannya ada jurang pendidikan di kalangan
rakyat Meksiko yaitu membatasi pendidikan bagi penduduk Indian.
Selain pendidikan multikultural di sekolah, sebagian besar pendidikan
multikultural juga ditanamkan dalam kehidupan keluarga orang Meksiko sendiri,
misalnya:
1. Kelas Sosial
Meksiko adalah masyarakat yang sangat menghormati kelas sosial di mana
stratifikasi sosial didefinisikan dengan baik. Masyarakat kelas atas Meksiko tidak
akan mengotori tangan mereka dengan tugas-tugas berat, mereka cukup meminta
bantuan kepada bawahan mereka.Masyarakat Meksiko menekankan hubungan
hirarkis. Orang-orang menghormati otoritas dan melihat ke orang-orang di atas
mereka untuk bimbingan dan pengambilan keputusan. Status sosial sangat penting
dan mereka yang berada pada kelas atas harus selalu diperlakukan dengan hormat.
2. Pertemuan dan Percakapan
Sikap jantan sebagai seorang laki-laki yang ditanamkan pada setiap laki-
laki Meksiko dilakukan sejak lahir, dan kejantanan memainkan meresap dalam
membentuk budaya Meksiko. Ketika kita berjabat tangan atau berkenalan, maka
kita harus membungkuk ketika diperkenalkan. Selain itu, saat menyapa seorang
wanita Meksiko, jangan lupa berjabat tangan hanya jika dia mengulurkan tangan
lebih dulu.
3. Bahasa Tubuh
Orang Meksiko umumnya saling berdekatan saat bercakap-cakap. Tetapi
jangan sampai kita menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan kepada orang
yang kita ajak bicara karena hal ini akan dianggap sebagai perilaku yang kurang
sopan oleh mereka. Orang Meksiko sering "tahan" gerakan (jabat tangan,
meremas lengan, pelukan) ketika bercakap-cakap, berbeda dengan orang Amerika
dan Kanada lakukan. Ketika berbicara dengan lawan bicara tidak dibenarkan jika
kita berdiri dengan tangan berada di pinggul, ini menandakan kemarahan. Lebih
sopan apabila berdiri dengan tangan di dalam saku baju atau celana.
4. Budaya dalam Bisnis
Jika di Indonesia terbiasa berusaha On time ketika akan bertemu dengan
rekan bisnis agar memberikan kesan baik, maka berbeda sekali dengan orang
Meksiko. Bagi orang Meksiko tiga puluh menit terakhir waktu pertemuan yang
telah dijadwalkan dianggap tepat oleh Meksiko. Dalam bernegosiasi perlu
bersabar karena bagi orang Meksiko sulit untuk membangun suatu hubungan
intim sebelum membangun hubungan professional kerja. Dalam membuat
kesepakatan, hampir tidak pernah terjadi melalui telepon (dan jarang melalui
surat). Meksiko lebih memilih untuk melakukan bisnis secara pribadi.
5. Nilai-nilai dalam Keluarga
Orang Meksiko menganggap keluarga sebagai pusat dari struktur sosial.
Dalam kehidupan orang Meksiko, keluarga besar sama pentingnya dengan
keluarga inti karena memeberikan rasa stabilitas dalam keluaraga. Sistem
kekeluargaan yang kuat ini menganggap membantu suatu hal kepada anggota
keluarga merupakan tugas dan tanggung jawab mereka. Misalnya, akan membantu
menemukan pekerjaan atau keuangan rumah atau pembelian besar lainnya.
Sebagian besar keluarga Meksiko sangat tradisional dalam memahami peran laki-
laki dan perempuan dalam keluarga. Ayah sebagai kepala, tokoh otoritas dan
pembuat keputusan. Ibu yang sangat dihormati, tetapi peran mereka dapat dilihat
sebagai sekunder dengan suami mereka.
6. Etika Memberi Hadiah
Ketika kita diundang ke rumah orang Meksiko, mereka akan sangat
menghargai kita jika membawa hadiah seperti bunga atau permen. Namun perlu
diingat bahwa orang Meksiko tidak menyukai bunga-bunga merah karena mereka
memiliki konotasi negatif. Lebih baik memberikan bunga putih, bunga putih
merupakan karunia yang baik karena dianggap menggembirakan. Apabila hadiah
bukan bunga atau permen, hadiah apapun pasti mereka sangat antusias dan akan
segera dibukanya. Sebaliknya saat kita diberi hadiah oleh seorang Meksiko,
membukanya dan bereaksi antusias akan membuat mereka merasa dihargai.
7. Berkunjung ke Pesta
Pesta di Meksiko selalu meriah. Mereka senang jika kita sebagai orang
baru mau datang ke pesta mereka. Jika diundang ke acara seperti itu, sebaiknya
tiba 30 menit terlambat di tempat karena mereka akan marah apabila kita datang
lebih awal. Tepat waktu dianggap tidak pantas. Dalam sebuah pesta yang besar,
kita bisa memperkenalkan diri secara langsung di depan publik. Untuk pesta yang
lebih kecil biasanya pembawa acara yang menangani perkenalan orang baru ke
semua orang.
8. Tata Krama Makan
Saat diundang makan malam ke rumah orang Meksiko, jangan pernah kita
duduk sebelum dipersilakan. Hal ini dianggap kurang sopan sampai tuan rumah
mempersilakan. Dalam etika makan, orang Meksiko akan menghormati tuan
rumah dengan menunggu tuan rumah memulai makan baru kemudian yang lain
ikut memulai makan. Etika makan di Meksiko selalu memperhatikan tangan
dengan benar saat menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Kesannya hati-hati
dalam menjaga kesopanan. Bila selesai makan, tempat pisau dan garpu di piring
dengan garpu menghadap ke bawah dan menghadap ke kanan. Meninggalkan
makanan di piring setelah dimakan dianggap sopan untuk mengakhiri acara
makan malam
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Negara Meksiko bersuku asli Indian bangsa Aztec. Pada abad ke-16,
Spanyol menguasai wilayah Meksiko sehingga bahasa resmi yang digunakan
adalah bahasa Spanyol. Meksiko pernah dijajah bangsa Amerika dan Perancis
juga.
Penduduk Meksiko terdiri dari suku Mestizo, Indian, Amerika, Kaukasia,
dan orang kulit hitam. Agama yang dianut oleh bangsa Meksiko yaitu Katholik
roma 89%, Islam 5%, Protestan 6%.
Pendidikan multikultural di negara Meksiko kurang diperhatikan dalam
pendidikan formal terbukti dengan kurangnya toleransi antar suku. Meksiko
tergolong masyarakat yang masih terkotak-kotak karena dalam dunia pendidikan
dari kaum Indian dilarang menempuh pendidikan. Negara dengan penganut
Katolik Roma sebesar 89% ini masih bersikap tradisional dengan menganggap
kelas sosial atas harus dihormati dan disanjung. Hal ini sebagai kepercayaan
bahwa yang berada dalam status sosial tinggi merupakan salah satu pemegang
otorisasi dalam segala aspek kehidupan.

B. Saran
Sikap menghargai keberagaman, harus ditanamkan di sekolah Meksiko.
Sebenarnya, sekolah adalah tempat menghapuskan berbagai jenis prasangka yang
bertujuan membuat siswa terkotak-kotak. Sekolah harus bebas diskriminasi
SARA. Metodologi dan strategi pembelajaran multikultural dengan menggunakan
sarana audio visual akan menarik minat belajar anak serta sangat menyenangkan
bagi siswa dan guru. Karena, siswa secara sekaligus dapat mendengar, melihat,
dan melakukan praktik selama proses pembelajaran berlangsung.
DAFTAR RUJUKAN

http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/11/perbandingan-sistem-pendidikan-di-
indonesia-dan-meksiko/
http://www.kwintessential.co.uk/resources/global-etiquette/mexico-country-
profile.html
http://maylanilestari.blogspot.com/2011/04/kebudayaan-negara-mexico.html
http://www.atmajaya.ac.id/content.asp?f=0&id=3197