Anda di halaman 1dari 17

KONSEP MAHAR DALAM PERSPEKTIF FIKIH

DAN PERUNDANG-UNDANGAN
Kajian Putusan Nomor 23 K/AG/2012

DOWRY THROUGH THE PERSPECTIVE


OF FIQH AND STATUTORY REGULATIONS
An Analysis of Court Decision Number 23 K/AG/2012

Harijah Damis
Pengadilan Agama Kelas I A Makassar
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 16 Daya Makassar 90243
E-mail: harijahdamis@gmail.com

Naskah diterima: 25 Februari 2015; revisi: 17 Maret 2016; disetujui: 21 Maret 2016

ABSTRAK adalah hak mutlak perempuan yang harus dimiliki,


bukan sekedar pengucapan formalitas dalam akad nikah.
Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 23 K/
AG/2012 yang mengabulkan tuntutan mahar perempuan Kata kunci: hak perempuan, mahar, fikih, perceraian.
ER sangat menarik untuk dikaji karena berimplikasi
pada tidak terpenuhinya salah satu hak perempuan pasca ABSTRACT
perceraian. ER mendapat perlawanan dari pihak ketiga
The Supreme Court’s Cassation Decision Number 23
dan pengajuan peninjauan kembali oleh turut termohon
K/AG/2012 granting approval to a woman’s (named
kasasi. Dasar pertimbangan majelis hakim kasasi
ER) lawsuit for a dowry is very interesting to examine
dalam mengabulkan gugatan mahar perempuan ER dan
because of its impact to the non-fulfillment of one of the
membatalkan putusan pengadilan agama dan pengadilan
rights of women after divorce. ER got resistance from the
tinggi agama yang menyatakan gugatan mahar penggugat
third party’s claim and a judicial review by cassation’s
tidak dapat diterima, menarik untuk dianalisis. Gugatan
co-respondent. Basic consideration of Supreme Court
menjadi kompleks karena objek sengketa gugatan
Judges Council approved the lawsuit of ER and
tercantum atas nama orang tua termohon kasasi (R),
annulled the Religious Court Decision of First-Instance
dan dinilai barang yang secara sukarela dihibahkan oleh
and Second-Instance, which affirmed the dowry lawsuit
orang tua termohon kasasi, kemudian diserahkan sebagai
of the respondent unacceptable, is an interesting issue
mahar oleh termohon kasasi. Adanya perlawanan pihak
for discussion. The lawsuit becomes complicated, as the
ketiga maupun peninjauan kembali oleh ayah kandung
object of dispute is listed in the name of the parents of
lelaki R, membuat kemenangan perempuan ER menjadi
the co-respondent (R) and on the value of goods that R
hanya sesaat. Dikabulkannya tuntutan ayah kandung
voluntarily donated, then handed over as dowry by the
lelaki R pada tingkat peninjauan kembali berimplikasi
co-respondent. The resistance of the third party’s claim
kepada tidak terpenuhi hak perempuan pasca perceraian
or judicial review by the father of R makes the victory of
atau pasca putusan berkekuatan hukum tetap. Diperlukan
ER only momentarily. The granting of the appeal filed by
regulasi aturan yang mengatur ketentuan mahar dengan
the father, at the level of judicial review has implications
tetap berpedoman aturan berdasarkan fikih serta adanya
for non-fulfillment of the rights of women after divorce
pengakuan sosial (dalam masyarakat) bahwa mahar

Konsep Mahar dalam Perspektif Fikih dan Perundang-undangan (Harijah Damis) | 19

Jurnal isi.indd 19 7/19/2016 3:44:48 PM


or after the decision becomes legally binding. Thus it inalienable right of women and not expressed as a mere
shall be necessary to set a specific regulation concerning formality in the wedding vows.
dowry referring still to fiqh-based rules as well as the
Keywords: woman right, dowry, the fiqh, divorce.
social recognition (in the community) that dowry is an

I. PENDAHULUAN tuntutan yang digabungkan itu ada koneksitas dan


A. Latar Belakang penggabungan akan memudahkan pemeriksaan
serta akan dapat mencegah kemungkinan adanya
Mahar merupakan salah satu hak mutlak
putusan yang saling bertentangan (Direktorat
perempuan (hak istri) akibat terjadinya
Jenderal Badan Peradilan Agama, 2014: 79),
perkawinan. Mahar diberikan oleh pihak calon
maupun diajukan secara tersendiri.
suami sebagai ungkapan keinginan seorang pria
terhadap seorang perempuan, sebagai salah satu Gugatan mahar dapat diajukan secara
tanda kasih sayang seorang calon suami kepada tersendiri apabila telah terjadi perceraian, baik
calon istrinya. Mahar merupakan suatu simbol perceraian itu terjadi atas permohonan cerai talak
penghargaan untuk memuliakan, menghormati, oleh suami maupun atas cerai gugat oleh istri.
dan simbol keinginan untuk membahagiakan Apabila terjadi cerai mati, sementara mahar belum
perempuan yang akan menjadi istrinya. dilunasi oleh pihak suami, maka pembayaran
mahar dapat diambil dari harta peninggalan
Mahar adakalanya disebutkan pada saat
suami sebelum harta warisnya dibagikan kepada
akad nikah berlangsung dan diserahkan setelah
ahli warisnya karena hutang mahar termasuk
selesainya akad nikah dan terkadang pula tidak
komponen yang harus diselesaikan lebih dahulu
diserahkan, hanya disebutkan jenis maharnya.
bersama-sama dengan hutang-hutang pewaris
Penyerahan mahar yang tidak langsung diberikan
lainnya, biaya akibat kematian, biaya pemakaman,
kepada pihak mempelai perempuan pada saat
dan lain sebagainya (Damis, 2008: 1).
akad nikah berlangsung dapat saja terjadi sampai
sepasang suami istri harus berpisah, baik pisah Pengajuan gugatan mahar kumulasi dengan
karena meninggal dunia maupun pisah hidup cerai gugat frekuensinya lebih banyak, mengingat
karena cerai gugat atau cerai talak. gugat cerai lebih tinggi dibanding dengan cerai
talak, sehingga kemungkinan kumulasi gugatan
Apabila mahar belum dibayarkan sampai
cerai dengan tuntutan mahar lebih memungkinkan.
terjadi proses perceraian, tuntutan atau gugatan
Tingginya gugat cerai dibanding cerai talak dapat
pembayaran mahar dapat diajukan sebagai
diartikan sebagai tingginya kesadaran perempuan
gugatan rekonvensi apabila pihak suami yang
terhadap kejelasan statusnnya, termasuk status
mengajukan perceraian di pengadilan agama
perkawinannya.
atau diajukan oleh pihak istri baik bersama-sama
dengan gugatan perceraian (kumulasi gugatan). Tingginya gugat cerai bisa dimaknai
Kumulasi gugatan adalah penggabungan beberapa bahwa kesadaran perempuan atas haknya cukup
tuntutan dalam satu gugatan diperkenankan jika tinggi. Mereka ingin mendapat kejelasan secara
penggabungan menguntungkan proses, yaitu jika hukum. Namun ini juga bisa dimaknai bahwa

20 | Jurnal Yudisial Vol. 9 No. 1 April 2016: 19 - 35

Jurnal isi.indd 20 7/19/2016 3:44:48 PM


mendapatkan status perkawinan merupakan Penggugat ER dalam gugatannya yang
tujuan optimal dari tindakan perempuan diajukan di pengadilan agama mendalilkan mahar
melakukan gugat cerai, tujuan berikutnya adalah adalah sebuah rumah, sementara tergugat R dan
mendapatkan hak asuh anak dan memperoleh turut tergugat (ayah R) mendalilkan maharnya
hak ekonomi sebagai janda (Marcoes, 2015: sebuah cincin emas dan seperangkat alat salat.
32). Mahar adalah bagian dari hak ekonomi Pengadilan tingkat pertama, menyatakan gugatan
perempuan setelah mendapatkan status hukum mahar perempuan ER dinyatakan tidak dapat
sebagai seorang janda apabila mahar belum diterima dengan pertimbangan tidak jelas objek
dibayarkan sampai terjadi perceraian. maharnya dan secara logika tidak dapat diterima
apabila satu-satunya rumah milik orang tua
Kendala yang dihadapi perempuan pasca
tergugat R diserahkan sebagai mahar.
putusan perceraian adalah eksekusi putusan
termasuk penyerahan atau pembayaran mahar. Putusan Banding PTA Makassar juga
Demikian juga dengan Putusan Nomor 23 K/ menyatakan tidak dapat menerima gugatan
AG/2012 mengabulkan permohonan kasasi mahar penggugat, namun pertimbangan hukum
perempuan ER dengan tuntutan penyerahan bukannya sependapat dengan putusan tingkat
mahar sebuah rumah. pertama, namun dengan mempertimbangkan
sendiri, yakni gugatan mahar tidak dapat
Harapan perempuan ER (pemohon kasasi)
dikumulasi dengan harta bawaan.
untuk memiliki mahar yang disengketakan
berdasarkan Putusan Nomor 23 K/AG/2012 Putusan kasasi mengabulkan tuntutan mahar
menuai kendala yuridis karena adanya perlawanan perempuan ER. Hal itu berarti membatalkan
pihak ketiga sebagai objek sengketa. Sebelumnya putusan pengadilan agama dan pengadilan tinggi
Putusan PN Watanpone yang telah berkekuatan agama dengan pertimbangan tersendiri dengan
hukum tetap telah menjatuhkan pidana 2 (dua) mengabulkan tuntutan mahar perempuan ER.
bulan 15 (lima belas) hari terhadap pembantu
PPN karena terbukti secara sah dan meyakinkan B. Rumusan Masalah
melakukan tindak pidana dengan sengaja
memberi bantuan pada saat kejahatan dilakukan, Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan
yaitu menyuruh memasukkan keterangan masalah yang diangkat dalam kajian ini adalah:
palsu dalam akta autentik mengenai suatu hal 1. Bagaimana pertimbangan hukum MA dan
kebenaran harus dinyatakan oleh akta itu dengan implikasi hukumnya terhadap pemenuhan
maksud memakai akta seolah-olah keterangan hak perempuan pasca putusan perceraian?
sesuai kebenaran dan pemakainya menimbulkan
kerugian. Kendala yuridis itu bermula dari 2. Bagaimana pertimbangan hukum
perbedaan dalil pihak pemohon kasasi ER dan Pengadilan Agama Makassar dan
termohon kasasi R serta turut termohon kasasi pertimbangan hukum Pengadilan Tinggi
(ayah R) tentang mahar yang disepakati pada Agama Makassar?
saat terjadi pelamaran dan mahar yang diucapkan
3. Bagaimana konsep mahar dalam perspektif
pada saat akad nikah berlangsung.
fikih dan perundang-undangan?

Konsep Mahar dalam Perspektif Fikih dan Perundang-undangan (Harijah Damis) | 21

Jurnal isi.indd 21 7/19/2016 3:44:48 PM


C. Tujuan dan Kegunaan Mahar dalam Al Quran dan kitab-kitab
1. Tujuan Penelitian fikih klasik disebut juga dengan istilah ‫تﺍﻗﺪﺼﻟﺍ‬,
‫( ﺮﺟﺄ‬Munawwir, 1997: 10). Istilah mahar disebut
a. Untuk mengetahui dan menganalisis
juga dengan istilah ‫ﺔﻠﺤﻧ‬, ‫ ﺔﻀﻳﺮﻓﻟﺍ‬dan ‫ﺪﻘﻌﻟﺍ‬.
dasar pertimbangan majelis hakim MA
RI dalam mengabulkan permohonan Mahar secara bahasa berarti pandai,
kasasi perempuan ER dalam Putusan mahir, karena dengan menikah dan membayar
Nomor 23 K/AG/2012 dan pertimbangan mas kawin, pada hakikatnya seorang pria sudah
hukum Pengadilan Agama Makassar dan dipandang pandai dan mahir dalam hal urusan
Pengadilan Tinggi Agama Makassar dengan rumah tangga, pandai membagi waktu, uang, dan
menyatakan tidak menerima tuntutan perhatian kepada keluarga. Mahar disebut dengan
mahar termohon/penggugat rekonvensi. istilah shaduqah, yang seakar dengan kata shidqu
berarti kesungguhan. Hal ini merupakan isyarat
b. Untuk mengetahui implikasi hukum atas
bahwa apa yang diberikan merupakan bukti
Putusan Nomor 23 K/AG/2012 dalam
kesungguhan suami untuk menikah (Kamal,
upaya pemenuhan hak perempuan pasca
2015: 489).
putusan perceraian.
Mahar juga disebut dengan istilah
c. Untuk mengetahui penerapan konsep mahar
ajr yang berarti upah, hal itu dimaksudkan
menurut fikih dan peraturan perundang-
mahar diposisikan sebagai upah atau ongkos
undangan terhadap Putusan Nomor 23 K/
dalam mempergauli istri secara halal dan
AG/2012.
adalah pemberian yang wajib diberikan oleh
suami dengan sebab adanya akad atau adanya
2. Kegunaan Penelitian pernikahan. Mahar menurut istilah adalah sebutan
Kegunaan atau manfaat yang diperoleh dari untuk harta yang wajib diberikan kepada seorang
penelitian ini adalah untuk menawarkan konsep perempuan oleh seorang laki-laki karena sebab
mahar menurut fikih dan peraturan perundang- pernikahan (Jayakrama, 2014).
undangan yang berlaku sebagai salah satu hak
ekonomi perempuan yang harus disepakati dan 1.2 Hukum Memberikan Mahar
diserahkan setelah akad nikah dilangsungkan
Mahar atau mas kawin tidak menjadi salah
agar hak perempuan tersebut tidak hanya sekedar
satu syarat dan rukun perkawinan, sehingga
simbol pengucapan, tapi benar-benar diserahkan,
sebuah perkawinan tanpa mahar dan atau tanpa
dimiliki, dan mempunyai hak untuk mengelola
menyebut mahar pada saat akad nikah berlangsung
dan menggunakan secara bebas.
tetap sah sepanjang memenuhi syarat dan rukun
perkawinan. Namun demikian, kedudukan
D. Studi Pustaka mahar sangat penting dalam perkawinan karena
1. Konsep Mahar Perspektif Fikih merupakan pemberian wajib dari mempelai laki-
laki kepada mempelai perempuan yang diucapkan
1.1 Pengertian Mahar saat akad nikah berlangsung ataupun yang tidak
diucapkan.

22 | Jurnal Yudisial Vol. 9 No. 1 April 2016: 19 - 35

Jurnal isi.indd 22 7/19/2016 3:44:48 PM


Mahar yang tidak disebutkan pada saat akad boleh menahan sedikitpun dari mahar itu,
berlangsung, maka kewajiban memberikan mahar kecuali dengan alasan yang disebutkan Allah
itu harus ditunaikan selama masa perkawinan menceraikan sebelum menggaulinya (Syafii,
sampai putus perkawinan dalam bentuk kematian 2012: 286), sebagaimana tercantum dalam QS
atau perceraian (Syarifuddin, 2005: 95). Itulah Al-Baqarah: 237 sebagai berikut:
sebabnya kewajiban memberikan mahar adalah
wajib yang diartikan sebagai tuntutan yang telah
diformulasikan oleh syari’ah untuk direalisasikan,
teraplikasi dalam bentuk perintah yang sangat
tegas untuk direalisasikan (Bakri, 2011: 20).
Terjemahannya:
Perintah untuk memberikan mahar atau
Dan kamu menceraikan istri-istrimu
mas kawin kepada perempuan yang dinikahi
sebelum kamu bercampur dengan mereka,
adalah perintah yang wajib untuk dilaksanakan padahal kamu sesungguhnya kamu
dan perintah tersebut tercantum dalam QS AN- sudah menentukan maharnya, maka
bayarlah seperdua dari mahar yang
Nisa: 4 sebagai berikut: telah kamu tentukan. Kecuali jika istri-
istrimu itu memaafkan atau dimaafkan
oleh orang yang memegang ikatan nikah,
dan pemaafan kamu lebih dekat kepada
Terjemahannya: takwa. Dan janganlah kamu melupakan
Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya
wanita (yang kamu nikahi) sebagai Allah Maha Melihat segala apa yang kamu
pemberian penuh kerelaan. Kemudian kerjakan.
jika mereka menyerahkan kepada kamu
sebagian dari maskawin itu dengan senang Dari esensi ayat tersebut dipahami garis
hati, maka makanlah (ambillah) pemberian hukum sebagai berikut:
itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik
akibatnya. a. Apabila terjadi perceraian, sementara
Kata shaduqatihinna dalam ayat tersebut belum pernah bergaul sebagai suami istri,
berarti nihlah (mahar) dan kata shaduqatihinna maka istri berhak mendapat seperdua dari
lebih lanjut diartikan “sebagai pemberian”. Kata mahar yang telah ditentukan dan atau
ini berkedudukan sebagai masdar, maksudnya disepakati bersama.
sebagai pemberian yang berasal dari hati yang b. Apabila wali atau istri rela untuk tidak
tulus (Al-Suyuti & Al-Mahalli, 2011: 318). dibayar maharnya, maka pihak suami
Ayat tersebut memberikan garis hukum terbebas dari pembayaran mahar.
bahwa perintah kepada calon mempelai pria atau c. Apabila terjadi perceraian bagi pasangan
calon suami memberikan mahar kepada perempuan yang belum pernah bergaul sebagai suami
yang dinikahi (istri) adalah wajib, namun diberikan istri dan pihak mantan suami (duda) rela
dengan penuh kerelaan dan ketulusan. menyerahkan mahar seluruhnya sesuai
Mahar adalah kewajiban seseorang yang yang telah ditetapkan kepada mantan
dibebankan kepada dirinya, sehingga dia tidak istri (janda), maka hak mahar seutuhnya
menjadi hak janda (mantan istri).

Konsep Mahar dalam Perspektif Fikih dan Perundang-undangan (Harijah Damis) | 23

Jurnal isi.indd 23 7/19/2016 3:44:48 PM


Mahar yang telah diberikan kepada Islam tidak menetapkan batas minimal dan
istri menjadi hak milik istri, sehingga pemilik maksimal jumlah mahar yang dibebankan kepada
mahar mempunyai hak untuk mengelola sendiri pihak mempelai pria. Kadar mahar disesuaikan
maharnya. Mahar merupakan pemberian wajib, dengan kebiasaan, kondisi, situasi dan tradisi
bukan ganti rugi dan pembelian, sehingga tidak masyarakat, tempat dan keluarga masing-masing,
dapat ditarik kembali. Dalam QS An-Nisa: 20-21 dan mahar dapat berbentuk benda maupun dalam
sebagai berikut: bentuk jasa. Tidak ada naskah baik Al Quran
maupun hadis Nabi saw yang memberikan
petunjuk tentang batas maksimal dan minimal
jumlah mahar. Dalam QS An-Nisa: 24 sebagai
berikut:
Terjemahannya:
(20) Dan jika kamu ingin mengganti istrimu
dengan istri yang lain, sedang kamu telah
memberikan seorang di antara mereka
harta yang banyak, maka janganlah
kamu mengambilnya kembali dengan
jalan tuduhan yang dusta dan dengan Terjemahnya:
(menanggung) dosa yang nyata. Dan (diharamkan juga kamu mengawini)
(21) Dan bagaimana kamu akan wanita yang bersuami kecuali budak-
mengambil kembali, padahal sebagian budak yang kamu miliki. Allah menetapkan
kamu telah bergaul (bercampur) dengan hukum itu sebagai ketetapan-Nya atas
yang lain sebagai suami istri. Dan mereka kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain
(istri-istrimu) telah mengambil dari kamu yang demikian (yaitu) mencari istri-istri
perjanjian yang kuat. yang telah kamu nikmati (campuri) di
antara mereka. Berikanlah kepada mereka
Dari ayat-ayat tersebut di atas dapat ditarik maharnya (dengan sempurna), sebagai
garis hukum bahwa mahar merupakan pemberian suatu kewajiban; tiada mengapa bagi kamu
terhadap sesuatu yang kamu telah saling
yaang tidak dapat ditarik kembali meskipun merelakannya, sesudah menentukan mahar
terjadi perceraian bagi pasangan telah bergaul itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
sebagaimana layaknya suami istri karena mahar lagi Maha Bijaksana.
merupakan hak mutlak istri. Pada ayat tersebut hanya menyebut “harta”
secara umum, sehingga mencakup harta yang
2. Bentuk dan Jenis Mahar banyak maupun harta sedikit. Rasulullah saw
menghendaki mahar itu bentuknya sederhana.
Dalam konsep hukum Islam, mahar bukan
Hal itu tergambar dalam sabdanya dari ‘Uqbah
merupakan “harga” dari seorang perempuan
bin ‘Amir yang dikeluarkan oleh Abu Daud yang
yang dinikahi, sebab pernikahan bukanlah akad
artinya sebagai berikut “sebaik-baiknya mahar
jual beli. Oleh karenanya, tidak ada ukuran dan
itu yang paling mudah” (Syarifuddin, 2005: 101).
jumlah yang pasti dalam mahar. Mahar bersifat
relatif disesuaikan dengan kemampuan dan Dari segi pengucapannya, mahar terdiri
kepantasan dalam suatu masyarakat (Jayakrama, dari mahar musamma dan mahar mitsil. Mahar
2014). musamma adalah mahar yang sudah disebutkan
atau dijanjikan kadar dan besarnya ketika akad

24 | Jurnal Yudisial Vol. 9 No. 1 April 2016: 19 - 35

Jurnal isi.indd 24 7/19/2016 3:44:48 PM


nikah. Mahar musamma wajib dibayar oleh masing hukum agamanya. Pada Pasal 2 ayat
suami apabila telah terjadi hubungan suami (1) disebutkan bahwa “Perkawinan adalah sah,
istri dan apabila salah seorang suami atau apabila dilakukan menurut hukum masing-
istri meninggal dunia. Adapun mahar mitsil masing agamanya dan kepercayaannya itu”.
(mahar yang sepadan) adalah mahar yang tidak
Sengketa mahar sebagai salah satu bidang
disebut besar kadarnya pada saat sebelum atau
perkawinan, menjadi kewenangan absolut
ketika terjadi pernikahan, dan apabila telah
pengadilan agama. Pengadilan agama merupakan
terjadi hubungan suami istri atau apabila salah
salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi
seorang suami atau istri meninggal dunia mahar
masyarakat pencari keadilan yang beragama
tersebut diqiaskan (disamakan) dengan mahar
Islam yang diatur dalam Undang-Undang Nomor
perempuan yang setaraf dengannya di kalangan
3 Tahun 2006 perubahan pertama Undang-
keluarganya, seperti adik-kakak diqiaskan pula
Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan
dengan mahar perempuan-perempuan lain yang
Agama dan perubahan kedua Undang-Undang
setaraf dengannya dari segi kedudukan dalam
Nomor 50 Tahun 2009 (Wirhanuddin, 2014: 103).
masyarakat.
Mahar sebagai salah satu bagian dari
Dari segi pembayaran juga terbagi dua,
sengketa yang terkait dengan bidang perkawinan
yakni mahar kontan (Mu’ajjal) yakni, mahar yang
tidak diatur secara eksplisit pada Pasal 49
segera diberikan kepada istri atau mahar yang
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang
diberikan secara kontan yang pada umumnya
Peradilan Agama. Pada Pasal 49 Undang-Undang
diserahkan pada saat akad nikah berlangsung
Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama
dan mahar terhutang atau yang ditangguhkan
memberikan kewenangan untuk memeriksa,
pembayarannya (muaajjal).
memutus, dan menyelesaikan perkara-perkara
Pemberian mahar kepada perempuan (istri) pada tingkat pertama antara orang-orang yang
merupakan salah satu bentuk penghargaan dan beragama Islam di bidang:
perlindungan hak perempuan untuk mengurus
a. Perkawinan.
dan mengelola hak-haknya. Hal itu berarti bahwa
Islam sangat menjunjung tinggi hak perempuan b. Kewarisan, wasiat, dan hibah yang
sekaligus memberikan perlindungan hukum dilakukan berdasarkan hukum Islam.
kepada kepada perempuan.
c. Wakaf dan sedekah. (Alim, 2013: 40)

3. Konsep Mahar dalam Peraturan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006


Perundang-Undangan di Indonesia perubahan pertama Undang-Undang Nomor 7
Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (lembaran
Mahar sebagai salah satu hak perempuan
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
dalam perkawinan tidak diatur pada Undang-
159, tambahan lembaran Negara Republlik
Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang
Indonesia Nomor 5078), terdapat tambahan
Perkawinan. Pada undang-undang tersebut hanya
kewenangan peradilan agama yang dituangkan
menyebut secara umum bahwa perkawinan
pada Pasal 49, namun kewenangan mutlak
adalah sah apabila dilakukan menurut masing-

Konsep Mahar dalam Perspektif Fikih dan Perundang-undangan (Harijah Damis) | 25

Jurnal isi.indd 25 7/19/2016 3:44:48 PM


pengadilan agama tetap hanya menyebut antara Penyelesaian sengketa mahar menjadi
lain bidang perkawinan. Setelah diberlakukan kewenangan pengadilan agama yang diatur secara
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 perubahan eksplisit pada Pasal 37 KHI sebagai berikut:
pertama Undang-Undang Nomor 7 Tahun
“Apabila terjadi selisih pendapat mengenai
1989 tentang Peradilan Agama, kewenangan jenis dan nilai mahar, penyelesaiannya
pengadilan agama ditambah dengan perkara diajukan ke Pengadilan Agama.”
infak, zakat, dan ekonomi syariah (Kamil, 2016:
Konsep mahar yang diatur Instruksi
246).
Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi
Mahar hanya diatur secara lengkap pada Hukum Islam sebagai berikut:
Kompilasi Hukum Islam. Kompilasi Hukum
Islam (KHI) merupakan rangkuman pendapat 3.1 Pengertian Mahar
hukum yang diambil dari berbagai kitab yang
ditulis oleh ulama fikih yang biasa digunakan Pengertian mahar dituangkan pada Pasal 1
sebagai referensi pada pengadilan agama untuk huruf d sebagai berikut:
diolah dan dikembangkan serta dihimpun ke
“Mahar adalah pemberian dari calon
dalam suatu himpunan, himpunan tersebut inilah mempelai pria kepada calon mempelai
dinamakan kompilasi hukum Islam (Dahlan et wanita, baik dalam bentuk barang, uang
atau jasa yang tidak bertentangan dengan
al., 2001: 968). hukum Islam.”
Pendapat hukum yang dimaksudkan Berdasarkan pasal tersebut, dipahami
adalah hukum Islam yang bersumber dari Al bahwa mahar atau maskawin merupakan
Quran dan hadis serta pendapat dari berbagai pemberian wajib dari calon mempelai pria kepada
mazhab. Banyaknya pendapat atau mazhab di calon mempelai wanita yang dapat berbentuk
Indonesia, sehingga dalam melaksanakan hukum barang maupun jasa sepanjang tidak bertentangan
Islam terdapat beberapa pendapat pula. Dengan dengan hukum Islam.
adanya KHI yang dijadikan produk hukum, maka
masyarakat Islam khususnya dalam lembaga 3.2 Hukum Pemberian Mahar
peradilan agama mempunyai materi hukum,
Kewajiban memberikan mahar atau
yakni Kompilasi Hukum Islam (Supardin, 2014:
maskawin diatur pada Pasal 30 dan 34 sebagai
117).
berikut:
Kompilasi Hukum Islam disahkan pada
Pasal 30:
tanggal 10 Juni 1991 sebagai Instruksi Presiden
Calon mempelai pria wajib membayar
Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991. Selain mahar kepada calon mempelai wanita yang
Instruksi Presiden, juga dalam bentuk Keputusan jumlah, bentuk, dan jenisnya disepakati
oleh kedua belah pihak.
Menteri Agama Republik Indonesia Nomor
154 Tahun 1991 tentang Pelaksanaan Instruksi Pasal 34:
Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1) Kewajiban menyerahkan mahar
1991 tanggal 22 Juli 1991. bukan merupakan rukun dalam
perkawinan.
2) Kelalaian menyebut jenis dan jumlah

26 | Jurnal Yudisial Vol. 9 No. 1 April 2016: 19 - 35

Jurnal isi.indd 26 7/19/2016 3:44:48 PM


mahar pada waktu akad nikah tidak penggantinya belum diserahkan,
menyebabkan batal perkawinan. mahar masih dianggap belum bayar.
Begitu pula halnya dalam keadaan
mahar masih terhutang, tidak Selanjutnya, untuk penyerahan mahar,
mengurangi sahnya perkawinan.
diatur pula pada Pasal 32 dan 33 Instruksi
Dari ketentuan pasal tersebut dipahami Presiden Nomor I Tahun 1991 tentang Kompilasi
bahwa: Hukum Islam sebagai berikut:

1. Bagi calon mempelai pria wajib memberikan Pasal 32:


mahar kepada calon mempelai wanita yang Mahar diberikan langsung kepada calon
mempelai wanita dan sejak itu menjadi hak
jumlah, jenis, dan bentuknya berdasarkan pribadinya.
kesepakatan kedua belah pihak.
Pasal 33:
2. Mahar merupakan pemberian wajib, 1) Penyerahan mahar dilakukan secara tunai.
tidak termasuk rukun perkawinan, 2) Apabila calon mempelai wanita
sehingga kelalaian tidak menyebut mahar menyetujui, penyerahan mahar boleh
ditangguhkan baik untuk seluruhnya atau
pada saat akad nikah berlangsung tidak sebagian. Mahar yang belum ditunaikan
mengakibatkan perkawinan tidak sah. penyerahannya menjadi hutang calon
mempelai pria.
3. Mahar dapat dihutang oleh mempelai pria.
Pada ketentuan pasal tersebut dipahami
Apabila terjadi perceraian, baik cerai hidup bahwa:
maupun cerai mati, penyerahan mahar diatur
pada: a. Mahar yang telah diserahkan secara tunai
dan telah diterima oleh mempelai wanita,
Pasal 35: sejak saat penerimaan mahar itu menjadi
1) Suami yang menalak istrinya qobla
hak pribadi wanita tersebut.
al dukhul wajib membayar setengah
mahar yang telah ditentukan dalam
akad nikah. b. Penyerahan mahar dapat ditangguhkan
2) Apabila suami yang meninggal sebagian dan seluruhnya atas persetujuan
dunia qobla al dukhul seluruh mahar mempelai wanita.
yang ditetapkan menjadi hak penuh
istrinya.
c. Mahar yang belum diserahkan pada saat
3) Apabila perceraian terjadi qobla
al dukhul, tetapi besarnya mahar akad nikah berlangsung menjadi hutang
belum ditetapkan, maka suami wajib bagi suami.
membayar mahar mitsil.

Pasal 38: 3.3 Bentuk dan Jenis Mahar


1) Apabila mahar yang diserahkan
mengandung cacat atau kurang, Bentuk dan jenis mahar yang dibebankan
tetapi calon mempelai tetap
bersedia menerimanya tanpa syarat, kepada calon mempelai pria diatur pada Pasal 31
penyerahan mahar dianggap lunas. sebagai berikut:
2) Apabila istri menolak untuk
menerima mahar karena cacat, Penentuan mahar berdasarkan asas
suami harus menggantinya dengan kesederhanaan dan kemudahan yang
mahar lain yang tidak cacat. Selama dianjurkan oleh ajaran Islam.

Konsep Mahar dalam Perspektif Fikih dan Perundang-undangan (Harijah Damis) | 27

Jurnal isi.indd 27 7/19/2016 3:44:48 PM


Ada dua hal yang menjadi pedoman dan konkret adalah penelitian pelaksanaan hukum,
menjadi acuan dalam penentuan bentuk dan jenis atau hukum tampak dalam pelaksanaan (law in
mahar, sebagai berikut: action).

a. Mahar ditentukan bentuk dan jenisnya Penelitian ini menganalisis dan mengkritisi
berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak pertimbangan normatif terhadap putusan hakim,
calon mempelai pria dan calon mempelai yakni pada dua lapisan sekaligus. Lapisan
wanita. pertama adalah pertimbangan yang memuat
dasar-dasar hukum yang dijadikan dasar dalam
b. Penentuan bentuk dan jenis mahar
memutus Perkara Nomor 23 K/AG/2012 dengan
didasarkan atas asas kesederhanaan dan
berfokus pada penalaran hukum majelis hakim
kemudahan.
dalam mengabulkan tuntutan mahar perempuan
ER. Lapisan kedua adalah amar putusan yang
II. METODE memuat putusan mengabulkan tuntutan mahar
Berdasarkan permasalahan yang diteliti perempuan ER.
oleh penulis, dalam penelitian ini menggunakan Langkah selanjutnya adalah mengkritisi
metode penelitian hukum normatif. Penelitian penalaran hukum dalam pertimbangan majelis
hukum (penelitian yuridis) merupakan suatu hakim kasasi dan amar putusannya. Sebagai alat
cara yang sistematis dalam melakukan sebuah kritik adalah perangkat hukum yang digunakan
penelitian (Muhammad, 2004: 57). Penelitian yakni Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991
hukum adalah suatu proses untuk menemukan tentang Kompilasi Hukum Islam. Penulis
aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun juga menggunakan kajian fikih terkait dengan
doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu- kepatutan dan kepantasan mahar.
isu hukum yang dihadapi (Marzuki, 2011: 35).
Penelitian terhadap pertimbangan normatif Berdasarkan pada dua lapisan analisis
adalah salah satu dari penelitian hukum normatif. terhadap putusan majelis hakim, peneliti
berusaha memahami bagaimana hukum positif
Metode atau cara yang dipergunakan dalam diterapkan hakim dalam persoalan hukum
penelitian hukum adalah dilakukan dengan cara tersebut. Selanjutnya mengkritisinya, penulis
meneliti bahan pustaka yang ada (Soekanto, mengambil sudut pandang dari segi pembuktian
2009: 13). Manan menjelaskan bahwa penelitian sebagai seorang praktisi dengan mengajukan
hukum dalam arti abstrak (law in abstract sense) berbagai pandangan-pandangan yang harus
dan penelitian hukum dalam arti konkret (law in diterapkan dalam kasus tersebut dengan tidak
concrete sense) atau hukum yang bergerak (recht lepas dari berbagai pertimbangan seperti
beweging). Termasuk dalam penelitian ini adalah kepatutan dan kepantasan secara logika dan
meneliti putusan hakim atau tindakan pemerintah pandangan keagamaan. Penelitian ini diharapkan
yang melaksanakan hukum (Manan, 2012: 190). menghasilkan temuan yang dapat memberikan
Penelitian hukum abstrak meliputi antara gambaran secara menyeluruh agar hak ekonomi
lain terhadap semua asas dan kaidah hukum baik perempuan, termasuk hak mahar pasca perceraiaan
tertulis maupun tidak tertulis. Penelitian hukum dapat dinikmati tanpa kendala yuridis.

28 | Jurnal Yudisial Vol. 9 No. 1 April 2016: 19 - 35

Jurnal isi.indd 28 7/19/2016 3:44:48 PM


Jenis penelitian yang digunakan dalam Penulis juga akan mengidentifikasi fakta
penulisan ini adalah penelitian pustaka (library hukum dan fakta peristiwa terkait pertimbangan
research). Library research berarti penelitian majelis hakim tingkat pertama dan banding
yang menggunakan dokumen tertulis sebagai sebagai sub bahasan. Konstruksi kritik
data, dan sumber data yang digunakan dalam tersebut diperoleh dari hasil analisis data atas
penelitian ini mencakup bahan hukum primer pertimbangan hakim tingkat pertama dan banding
dan bahan hukum sekunder. serta garis besar pemikiran dari hasil bacaan
fikih dan aturan undang-undang. Subbahasan
Bahan hukum primer adalah bahan hukum
selanjutnya menawarkan solusi atas kritik
yang mengikat atau yang membuat orang taat
yang dimunculkan dalam subbahasan sebagai
hukum, meliputi produk hukum yang menjadi
pengembangan dari analisis data pemikiran ahli
bahan kajian dan produk hukum sebagai alat
agar dalam mengadili kasus serupa, perempuan
kritiknya. Bahan hukum sekunder meliputi
pasca perceraian tidak terkendala dalam hal
penjelasan bahan hukum primer berupa kajian
pemenuhan hak ekonominya.
fikih, pemikiran ulama yang ditemukan dalam
buku, jurnal, dan dalam website.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengumpulan data atau bahan hukum dalam A. Posisi Kasus Putusan Nomor 23 K/
penelitian pustaka adalah teknik dokumenter, AG/2012
yaitu dikumpulkan dari telaah arsip atau studi
pustaka. Peneliti membuat catatan penting Kasasi diajukan oleh perempuan ER. Pada
tentang hambatan yuridis sebagai penyebab hak pengadilan tingkat pertama dengan Putusan
mahar sebagai salah satu hak ekonomi janda Nomor 1080/Pdt.G/2010/PA.Mks., perempuan
tidak terpenuhi pasca putusan perceraian yang ER berkedudukan sebagai penggugat,
telah berkekuatan hukum tetap dengan fokus mengajukan gugatan hadhanah dan mahar
pada Putusan Nomor 23 K/AG/2012. Menelaah terhadap tergugat dan ayah tergugat diposisikan
dan menyeleksi penalaran hukum majelis hakim sebagai turut tergugat karena menguasai objek
kasasi dengan fokus permasalahan, menyusun mahar yang disengketakan. Gugatan hadhanah
aturan yang relevan yang menjadi perangkat yang diajukan perempuan ER dikumulasi dengan
hukum alat kritiknya dan memberi solusi atas nafkah lampau, nafkah iddah, mut’ah, harta
permasalahan seputar pemenuhan hak ekonomi bawaan, harta bersama, dan mahar.
perempuan pasca perceraian. Pengadilan Agama Makassar mengabulkan
Adapun metode analisis data yang gugatan penggugat perempuan ER sebagian,
digunakan adalah bersifat kualitatif, yakni yakni gugatan biaya pemeliharaan anak dan
menjelaskan data-data yang ada dengan kata- menyatakan tidak menerima gugatan mahar dan
kata atau pernyataan, bukan angka-angka. Dalam lainnya. Perempuan ER tidak puas atas putusan
penelitian ini penulis akan mengidentifikasi fakta tersebut, sehingga mengajukan banding. Putusan
hukum dan fakta peristiwa terkait pertimbangan PTA Makassar Nomor 73/Pdt.G/2011/Pta.Mks,
majelis hakim dalam Putusan Nomor 23 K/ juga menyatakan gugatan mahar perempuan
AG/2012. ER tidak dapat diterima meskipun dengan

Konsep Mahar dalam Perspektif Fikih dan Perundang-undangan (Harijah Damis) | 29

Jurnal isi.indd 29 7/19/2016 3:44:48 PM


pertimbangan yang berbeda dengan pertimbangan Adapun amar Putusan Nomor 23 K/
majelis hakim tingkat pertama. AG/2012 antara lain:

Perempuan ER mengajukan kasasi a. Menetapkan bahwa mahar penggugat


dan majelis hakim di tingkat kasasi yang sebidang tanah dan bangunan terletak
memeriksa perkara tersebut, membatalkan di BTN Minasa Upa Blok C 3 Nomor
putusan pengadilan agama tingkat pertama dan 17, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan
pengadilan tinggi agama dengan mengabulkan Rappocini, Kota Makassar dengan batas-
gugatan mahar perempuan ER. batas:

• Sebelah Utara : Rumah milik Sf;


B. Amar Putusan dan Pertimbangan
Hukum Mahkamah Agung RI • Sebelah Timur : Rumah milik Nn;
1. Amar Putusan Kasasi MA
• Sebelah Selatan : Jalan raya;
Mahkamah Agung dalam pemeriksaan
• Sebelah Barat : Jalan raya.
tingkat kasasi akan membatalkan putusan dan
penetapan pengadilan tingkat lebih rendah (yang b. Menghukum tergugat bersama turut
belum mempunyai kekuatan hukum tetap), tergugat mengembalikan mahar penggugat
karena: sebidang tanah dan bangunan terletak
di BTN Minasa Upa Blok C 3 Nomor
a. Tidak berwenang atau melampaui wewenang;
17, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan
b. Salah menerapkan hukum atau melanggar Rappocini, Kota Makassar dengan batas-
hukum yang berlaku; batas:

c. Lalai memenuhi syarat yang diwajibkan • Sebelah Utara : Rumah milik Sf;
oleh peraturan perundang-undangan yang
• Sebelah Timur : Rumah milik Nn;
mengancam kelalaian itu dengan batalnya
putusan yang bersangkutan (Manan, 2015: • Sebelah Selatan : Jalan raya;
22).
• Sebelah Barat : Jalan raya.
Kaitannya dengan hal tesebut, majelis hakim
Hal itu berarti bahwa setelah putusan
tingkat kasasi membatalkan putusan pengadilan
tersebut mempunyai kekuatan hukum tetap,
agama dan putusan pengadilan tinggi agama
secara hukum tanah dan bangunan tersebut milik
dengan mengabulkan gugatan mahar perempuan
perempuan ER sebagai maharnya.
ER pada Putusan Nomor 23 K/AG/2012 tidak
dalam kategori tidak berwenang atau melampaui
wewenang dan lalai memenuhi syarat yang 2. Pertimbangan Hukum Mahkamah
diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan Agung
yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya Pertimbangan hukum majelis hakim
putusan yang bersangkutan, akan tetapi termasuk pada tingkat kasasi terhadap perkara
dalam kategori salah menerapkan hukum. tersebut dalam mengabulkan gugatan mahar

30 | Jurnal Yudisial Vol. 9 No. 1 April 2016: 19 - 35

Jurnal isi.indd 30 7/19/2016 3:44:48 PM


perempuan ER adalah PA dan PTA telah keliru dapat menerimanya, maka hal itu dapat
mempertimbangkan tentang mahar sebagai hak dibenarkan.
perempuan yang diberikan oleh laki-laki yang
menikahinya. Selanjutnya yang menjadi dasar C. Analisis dan Solusi
pertimbangan majelis hakim tingkat kasasi atas
perkara tersebut adalah pemindahan kepemilikan Dari ketiga penalaran hukum yang menjadi
objek sengketa meskipun atas nama orang tua dasar pertimbangan majelis hakim tingkat
tergugat (termohon kasasi) di hadapan pencatat kasasi dalam Putusan Nomor 23 K/AG/2012,
nikah dan saksi dinilai barang yang secara ada beberapa hal yang patut untuk dikaji dan
sukarela dihibahkan oleh orang tua termohon dianalisis dalam kaitannya dengan dapat tidaknya
kasasi, kemudian diserahkan sebagai mahar oleh suatu putusan dieksekusi dan atau putusan kelak
termohon kasasi. Pihak yang menyepelekan hak tidak menimbulkan kendala dalam eksekusi. Hal-
mahar pemohon kasasi berarti mempermainkan hal dimaksud sebagai berikut:
hukum Islam. Bila termohon kasasi atau turut a. Hasil pemeriksaan setempat majelis hakim
termohon kasasi menunjuk rumah dan tanah lain, tingkat pertama yang menyatakan letak, batas,
tapi masih dalam Kompleks BTN Minasa Upa, dan ukuran objek sengketa tidak sesuai dengan
sedang pemohon kasasi dapat menerimanya, gugatan penggugat. Apabila terjadi perbedaan
maka hal itu dapat dibenarkan. menyangkut letak, batas, dan ukuran objek
Penalaran hukum yang juga dapat berarti sengketa dengan gugatan penggugat, maka status
proses penggunaan alasan-alasan hukum objek sengketa tidak menjadi jelas dan rentang
(legal reasons) dalam menetapkan pendirian menimbulkan kesulitan-kesulitan pada saat
hukum yang dirumuskan dalam putusan hakim eksekusi.
(Mappiasse, 2015: 87), oleh majelis hakim tingkat Implikasi akhir dari pemeriksaan
kasasi pada perkara tersebut dalam mengabulkan setempat adalah untuk menghindari kesulitan
gugatan mahar perempuan ER, dapat disimpulkan dalam eksekusi objek sengketa. Setelah
sebagai berikut: mengetahui keadaan objek sengketa hakim akan
a. Meskipun objek sengketa atas nama orang memperoleh gambaran nyata mengenai objek
tua termohon kasasi, namun dinilai barang sengketa dimaksud. Dengan demikian hakim
yang secara sukarela dihibahkan oleh orang akan mampu menganalisis dan meminimalisir
tua termohon kasasi, kemudian diserahkan kemungkinan-kemungkinan terjadinya kesulitan
sebagai mahar oleh termohon kasasi. dalam eksekusi (Asnawi, 2013: 97).

b. Pihak yang menyepelekan hak mahar Adanya perbedaan hasil pemeriksaan


pemohon kasasi berarti mempermainkan setempat terhadap objek sengketa dengan gugatan
hukum Islam. penggugat, menjadi dasar pertimbangan majelis
hakim tingkat pertama yang menyatakan gugatan
c. Apabila termohon kasasi atau turut tersebut tidak dapat diterima, berimplikasi
termohon kasasi menunjuk rumah dan pada adanya perlawanan terhadap permohonan
tanah lain, tapi masih dalam Kompleks eksekusi pemohon kasasi (ER) atas Putusan
BTN Minasa Upa, sedang pemohon kasasi

Konsep Mahar dalam Perspektif Fikih dan Perundang-undangan (Harijah Damis) | 31

Jurnal isi.indd 31 7/19/2016 3:44:48 PM


Nomor 23 K/AG/2012 yang mengabulkan rumah milik turut termohon kasasi (orang
gugatan mahar penggugat tersebut. tua termohon kasasi) sebagai tempat tinggal
bernaung bersama-sama dengan istri dan
Perlawanan pihak ketiga atas sebagian
anaknya dihibahkan kepada termohon kasasi
objek sengketa yang ditetapkan sebagai mahar
yang selanjutnya diserahkan sebagai mahar.
pemohon kasasi. Perlawanan pihak ketiga
Selain tidak rasional, juga tidak relevan dengan
dikabulkan oleh Pengadilan Agama Makassar
konsep mahar menurut fikih dan menurut
karena dinilai terbukti pelawan adalah pemilik
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang
sah rumah dan bangunan seluas 56 M2 dengan
Kompilasi Hukum Islam yang menekankan
Putusan Nomor 1882/Pdt.G/2014/PA.Mks
mahar disesuaikan dengan kepantasan dan asas
yang dikuatkan sampai tingkat kasasi. Dengan
kesederhanaan, dipermudah serta didasarkan
demikian, mahar penggugat yang dikabulkan
pada keikhlasan pemberi mahar.
dalam Putusan Nomor 23 K/AG/2012 berupa
sebidang tanah dan bangunan terletak di BTN Demikian juga, apabila dinilai sebagai
Minasa Upa Blok C 3 Nomor 17, Kelurahan hibah dari orang tua termohon kasasi, tentunya
Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota syarat-syarat hibah perlu dipertimbangkan. Hibah
Makassar dengan batas-batas: tidak dapat dibenarkan secara diam-diam. Setiap
penghibahan harus merupakan suatu tindakan
• Sebelah Utara : Rumah milik Sf;
hukum atau persetujuan yang nyata dan aktif dari
• Sebelah Timur : Rumah milik Nn; pihak penghibah dan penerima hibah. Sekurang-
kurangnya harus ada ikrar hibah secara tegas dari
• Sebelah Selatan : Jalan raya;
pihak penghibah. Niat penghibah harus tegas dan
• Sebelah Barat : Jalan raya. nyata berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI
Nomor 3491 K/Pdt/1984 tanggal 30 Juli 1987
Di dalamnya ada tanah dan bangunan (Fausan, 2015: 110).
milik pihak ketiga, yakni pelawan adalah pemilik
sah atas tanah seluas 56 M2 dan bangunan di Dari permasalahan tersebut, berdampak
atasnya yang terletak di BTN Minasa Upa Blok C pula pada dilaporkannya AS (pembantu PPN)
Nomor 17 B Rt/Rw 002/005 Kelurahan Gunung atas dugaan melakukan tindak pidana. Turut
Sari, Kecamatan Rappicini, Kota Makassar, termohon selaku ayah kandung termohon kasasi
diperoleh berdasarkan Akta Jual Beli Nomor melaporkan AS (paman pemohon kasasi), imam
373/KR/XII/2007, dengan batas-batas: yang menikahkan pemohon dan termohon kasasi
dan telah dipidana berdasarkan Putusan Nomor
• Sebelah Utara : Rumah BAS/turut 122/Pid/2011/PN.Wtp karena telah terbukti
terlawan. bersalah melakukan pemalsuan surat, yakni
• Sebelah Timur : Rumah My. menyuruh memasukkan keterangan palsu dalam
daftar surat pemeriksaan nikah, Kutipan Akta
• Sebelah Selatan : Jalan raya. Nikah Nomor 130/03/VI/2003 berupa keterangan
bertuliskan sebuah rumah padahal sebenarnya
• Sebelah Barat : Jalan raya.
adalah mahar seperangkat alat salat dan cincin
b. Secara logika tidak rasional satu-satunya emas.

32 | Jurnal Yudisial Vol. 9 No. 1 April 2016: 19 - 35

Jurnal isi.indd 32 7/19/2016 3:44:48 PM


Sengketa pemohon kasasi dan termohon gugatan penggugat selain dan selebihnya. Hal itu
kasasi serta turut termohon kasasi (ayah kandung berarti gugatan mahar pemohon kasasi dahulu
termohon kasasi), menapaki perjalanan proses (termohon peninjauan kembali perempuan ER)
pengadilan yang cukup panjang dari tahun dinyatakan tidak dapat diterima.
2010 sampai 2015 dengan Putusan Nomor
Solusinya, dalam menentukan mahar masih
1080/Pdt.G/2010/PA.Mks tanggal 31 Maret
sangat relevan untuk berpedoman pada aturan
2011, Putusan Nomor 73/Pdt.G/2011/PTA.Mks
fikih dan undang-undang yang telah menetapkan
tanggal 26 Juli 2011 dan Putusan Nomor 23 K/
kaedah bahwa bentuk, jenis, dan jumlah mahar
AG/2012 tanggal 13 Juli 2012. Selanjutnya
berdasarkan kesepakatan calon mempelai pria
diajukan perlawanan pihak ketiga terhadap
dan calon mempelai wanita serta keluarga
putusan tersebut dengan Putusan Nomor 1882/
masing-masing berdasarkan asas kesederhanaan,
Pdt.G/2013/PA.Mks tanggal 31 Maret 2011,
kepatutan, dan kepantasan dengan penuh
hingga putusan kasasi Mahkamah Agung RI
keikhlasan. Demikian juga, harus ada pengakuan
tahun 2015.
sosial (dalam masyarakat) bahwa mahar adalah
Adanya ketidakpastian bagi perempuan hak mutlak perempuan yang harus dimiliki,
untuk memperoleh dan atau menikmati haknya, bukan sekedar pengucapan formalitas pada
khususnya masalah mahar dalam perkawinan saat akad nikah berlangsung. Diperlukannya
dalam perkara ini, diakibatkan adanya kejelasan mahar, baik mengenai bentuk, jenis,
ketidakjelasan dalam menetapkan mahar sejak dan jumlah yang pasti agar dapat terpenuhi hak
awal. Adanya pertentangan antara apakah ekonomi perempuan baik dalam perkawinan
maharnya seperangkat alat salat dan sebuah cincin maupun pasca perceraian.
atau rumah dan tanah yang tidak jelas. Seharusnya
Oleh sebab itu, diperlukan regulasi aturan
seorang istri mengetahui dan menerima maharnya
yang mengatur ketentuan mahar sebagai berikut:
setelah akad nikah berlangsung. Dengan
mengetahui dan menerima maharnya, seorang 1. Mahar ditetapkan secara jelas, jika dalam
perempuan (istri) mengetahui haknya secara jelas bentuk tanah seharusnya disertakan
dan mengelola serta memanfaatkan hak sebagai sertifikatnya dan atau bukti kepemilikan
salah satu hak ekonominya tanpa kendala dan lainnya serta diserahkan setelah akad nikah
kesulitan. berlangsung.

Perjalanan panjang perempuan ER dengan 2. Mahar tetap disesuaikan dengan


menempuh segala tingkatan upaya hukum dengan kemampuan, kepatutan, dan kepantasan
secercah harapan dengan Putusan Nomor 23 K/ serta kesederhanaan berdasarkan tradisi
AG/2012 tanggal 13 Juli 2012 hanyalah harapan keluarga dan masyarakat setempat.
semu. Harapan berikut pengorbanan panjangnya
3. Objek mahar harus jelas sumber dan
pupus dan menelan pil pahit setelah permohonan
kepemilikannya.
peninjauan kembali yang diajukan turut termohon
kasasi dahulu (ayah kandung lelaki R) dikabulkan 4. Mahar disepakati keluarga kedua belah
berdasarkan Putusan Nomor 36 PK/AG/2015 pihak, termasuk mempelai pria, terutama
tanggal 21 Mei 2015 dengan tidak menerima

Konsep Mahar dalam Perspektif Fikih dan Perundang-undangan (Harijah Damis) | 33

Jurnal isi.indd 33 7/19/2016 3:44:48 PM


mempelai wanita sebagai pemegang hak Mahar perspektif fikih dan perundang-
mutlak mahar nantinya. undangan, sama dalam menentukan bentuk,
jenis, dan jumlah mahar berdasarkan kesepakatan
IV. KESIMPULAN calon mempelai pria dan calon mempelai wanita
serta keluarga masing-masing berdasarkan asas
Pertimbangan hukum majelis hakim kesederhanaan, kepatutan, dan kepantasan serta
tingkat kasasi dalam mengabulkan gugatan diserahkan dengan penuh keikhlasan.
mahar pemohon kasasi adalah mahar sebagai hak
perempuan yang diberikan oleh laki-laki yang
menikahinya, sehingga meskipun objek sengketa
atas nama orang tua tergugat (termohon kasasi)
dinilai barang yang secara sukarela dihibahkan DAFTAR ACUAN

oleh orang tua termohon kasasi, kemudian Alim, M. (2013). Beberapa perlakuan diskriminatif
diserahkan sebagai mahar oleh termohon kasasi. terhadap peradilan agama. Varia Peradilan,
Pihak yang menyepelekan hak mahar pemohon 335, 40.
kasasi berarti mempermainkan hukum Islam.
Al-Suyuti, J.A., & Al-Mahalli, J.M. (2011). Tafsir
Bila termohon kasasi atau turut termohon kasasi
jalalain. Jilid 1. Junaidi, N. (Ed). Surabaya:
menunjuk rumah dan tanah lain, tapi masih dalam
Elba Media Utama.
kompleks BTN Minasa Upa, sedang pemohon
kasasi dapat menerimanya, maka hal itu dapat Asnawi, M.N. (2013). Hukum pembuktian perkara
dibenarkan. perdata di Indonesia. Yogyakarta: UII Press.

Implikasi atas putusan tersebut adalah Bakri, M. (2011). Fikih prioritas. Jakarta: Pustaka
tidak terpenuhi hak ekonomi perempuan pasca Mapan.
perceraian, khususnya mahar karena mendapat Dahlan, A.A. et al. (2001). Ensiklopedi hukum Islam.
dikabulkannya perlawanan pihak ketiga dan Jilid 2, Cet. V. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
dikabulkannya peninjauan kembali turut
termohon kasasi/pemohon peninjauan kembali Damis, H. (2008). Menguak hak-hak wanita. Cet. II.
Jakarta: Two Fublisher.
(ayah kandung lelaki R).
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. (2014).
Pertimbangan hukum majelis hakim tingkat
Pedoman pelaksanaan tugas dan adminitrasi
pertama yang gugatan mahar penggugat tidak
peradilan agama. Jakarta: Direktorat Jenderal
dapat diterima adalah adanya perbedaan hasil
Badan Peradilan Agama.
pemeriksaan setempat terhadap objek sengketa
dengan gugatan penggugat dan secara logika Fausan, H.M. (2015). Kaidah-kaidah hukum
tidak rasional satu-satunya rumah milik turut yurisprudensi. Jakarta: Prenadamedia Group.
termohon kasasi (orang tua termohon kasasi)
Jayakrama, C. (2014). Konsep mahar dalam hukum
sebagai tempat tinggal bernaung bersama-sama
Islam. Diakses dari http://www.rahima.or.id.
dengan istri dan anaknya dihibahkan kepada
termohon kasasi yang selanjutnya diserahkan Kamal, A.M. (2015). Fiqh al-Sunnah al-Nisa’
sebagai mahar. diterjemahkan oleh Suwito, D dengan judul

34 | Jurnal Yudisial Vol. 9 No. 1 April 2016: 19 - 35

Jurnal isi.indd 34 7/19/2016 3:44:48 PM


Shahih Fiqih Sunnah Wanita. Cet. 1. Solo: Al-
Hamra.

Kamil, A. (2016). Filsafat kebebasan hakim. Cet. II.


Jakarta: Predanamedia Group.

Manan, B. (2012). Perkembangan metodologi


penelitian hukum. Jurnal Hukum dan
Peradilan, 2, 190.

__________. (2015). Beberapa catatan tentang


penafsiran. Varia Peradilan, 354.

Mappiasse, S. (2015). Logika hukum pertimbangan


hakim. Jakarta: Prenadamedia Group.

Marcoes, L. (2015). Memastikan terpenuhinya hak-


hak perempuan pasca perceraian. Jakarta:
Australia Indonesia Parrnership For Justice.

Marzuki, P.M. (2009). Penelitian hukum. Jakarta:


Kencana Prenada Media Group.

Muhammad, A.K. (2004). Hukum dan penelitian


hukum. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Munawwir, A.W. (1997). Kamus Arab Indonesia. Cet.


IVX. Surabaya: Pustaka Progressif.

Soekanto, S. (2009). Penelitian hukum normatif suatu


tinjauan singkat. Cet. II. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada.

Supardin. (2014). Fikih peradilan agama di Indonesia.


Cet. I. Makassar: University Press.

Syafii, I. (2012). Al-Ahkam Al-Qur’an, Jama’ahu al-


imam al-Baihagi diterjemahkan oleh Hamzah,
B. et al. dengan judul Tafsir Ayat-Ayat Ahkam
Imam Syafii. Jakarta: Pustaka Azzam.

Syarifuddin, A. (2005). Garis-garis besar fiqh. Cet.


II. Jakarta: Predana Media.

Wirhanuddin. (2014). Mediasi perspektif hukum


Islam. Semarang: Fatawa Publishing.

Konsep Mahar dalam Perspektif Fikih dan Perundang-undangan (Harijah Damis) | 35

Jurnal isi.indd 35 7/19/2016 3:44:48 PM