Anda di halaman 1dari 51

Farmakoterapi Pediatri

Dr. dra. Rina Mutiara, Apt.,M.Pharm


Pediatric Clinical Pharmacist
Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital
Jakarta
Tujuan Pembelajaran
 Mahasiswa dapat memahami pentingnya farmakoterapi pediatri terutama
farmakokinetik dan farmakodinamik pada dosis individual untuk
mengoptimalkan respons pasien
 Mahasiswa dapat memahami pemilihan dan pemberian obat untuk pasien
pediatri
 Mahasiswa dapat memahami obat-obat yang digunakan pada populasi
pediatri
Terapi Obat Pediatri
 Lebih rumit / kompleks
 Children not small adults !
 Proses tumbuh dan berkembang mempengaruhi perubahan
farmakokinetik dan farmakodinamik obat
 80% obat yang beredar dipasaran tidak direkomendasi
penggunaannya pada pediatri (OFF LABEL)
Perbedaan Pediatri

 Ukuran
 Sensori/Fisiologi
 Fungsi tubuh
 Penanganan obatnya
Farmakoterapi Pediatri

 Prinsip : keamanan, efikasi dan pengelolaan pemberian obat yang efektif


 80% obat untuk pasien pediatri adalah “OFF LABEL”
 Indikasi obat tidak tercantum dalam leaflet/brosur obat
 Indikasi obat tidak disetujui oleh FDA
• 20% obat tidak efektif untuk pediatri (meskipun efektif untuk dewasa)
• 30% obat dikarenakan efek samping yang tidak dapat diantisipasi
• 20% obat yang dibutuhkan memerlukan dosis yang diekstrapolasi dari dosis
yang digunakan pada pasien dewasa
 Studi pada pasien pediatri terbatas
 Konsekuensi : keuntungan, risiko, tidak ada efek terapi
 Penilaian klinis paling baik
Kelompok Usia Pasien Pediatri
BBL prematur • Usia gestasi < 36 bulan

BBL cukup bulan • Usia gestasi 36 – 40 minggu

BBL • Usia 0 - 1 bulan

Bayi • Usia >1 bln – 12 bln

Anak • >1 tahun - < 12 tahun

Remaja • 12 -16 tahun (18 Thn) 6


Absorpsi pada Pediatri

Physiological Function Neonate Infants Children


Gastric pH >5 4 to 2 Normal (2-3)
Biliary Function Immature Near adult Adult pattern
Gastric Emptying Time Irregular Increased Slight. increased
Intestinal Motility Reduced Increased Slight. increased
Intestinal Surface Area Reduced (?) Near adult Adult pattern
Splanchnic Blood Flow Reduced Near adult Adult pattern
Microbial Colonization 1o aerobes Near adult 1o anaerobes
Intestinal Metabolism (?) (?) (?)
Intest. Drug Transport (?) (?) (?)
Metabolisme Pediatri
Terapi obat Pasien Pediatri
Farmakokinetik: Perbandingan antara bayi dan dewasa

Dosis obat disesuaikan terhadap berat badan, IV (kiri) atau SK (kanan). Waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai diatas MEC dan plasma puncak berbeda bermakna antara bayi
dan dewasa. Penyesuaian dosis hanya berdasarkan ukuran badan tidak cukup untuk
keamanan obat-obatan neonatus dan bayi
Terapi Obat Pasien Pediatri

• Neonatus/bayi lebih sensitif terhadap obat daripada dewasa


— Dikarenakan fungsi organ belum matang

• Neonatus/bayi mempunyai risiko lebih tinggi terhadap


reaksi obat yang tidak diiinginkan

• Pasien yang lebih muda menunjukkan variasi individu lebih


besar

• Mempengaruhi proses farmakokinetik obat

10

MPinson_wi_16
Terapi obat Pasien Pediatri
Farmakokinetik: Perbandingan antara bayi dan dewasa

 Konsekuensi organ yang belum matang, bayi baru lahir dan bayi usia
tahun pertama mempunyai farmakokinetik yang sangat berbeda dari
dewasa

 Albumin sedikit Konsentrasi obat bebas yang beredar lebih besar


 Kadar obat bebas meningkat Respons obat meningkat
 Menurunnya metabolism hati mengakibatkan respons lebih lama
 Barier darah-otak belum sempurna terbentuk  efek CNS

11
Absorpsi
 Sekresi asam lambung (hydrochloric acid) pada bayi
 Pemilihan tempat injeksi intramuskuler
 Absorpsi obat topikal
 Pemberian obat IV

5 - 12
Distribusi

 Tergantung pada banyaknya air dan/atau adanya lemak pada


anak, juga afinitas plasma obat dan aktivitas ikatan protein
 Tergantung pada kelarutan obat dalam air yang efektif digunakan
 Kapasitas ikatan protein berkurang

5 - 13
Metabolisme

 Sulit diprediksi
 Riwayat obat pada kehamilan

5 - 14
Ekskresi

 Kematangan organ ginjal


 Ekskresi meningkat sejalan dengan kematangan fungsi ginjal
 Toksisitas obat meningkat

5 - 15
Farmakokinetik Obat Pediatri

 Obat bersifat Lipophilic :


 Umumnya obat psikotropik bersifat sangat lipofilik
 Persentase total lemak tubuh meningkat selama tahun pertama
kehidupan, kemudian menurun perlahan sampai masa pubertas
 Anak mempunyai volume lemak untuk penyimpanan obat yang
berbeda sesuai dengan usianya
 CYP/Enzim metabolisme:
 CYP450 dan enzim metabbolisme obat fase 2 tidak ada pada bayi,
kemudian berkembang dengan cepat setelah tahun pertama
kehidupan.
 Anak usia sekolah dan anak yang usia lebih tua mempunyai tingkat
enzim metabolism obat melebihi orang dewasa
 Menurun hingga pubertas, kemudian stabil sampai dewasa muda
Farmakokinetik Pediatri

Hati :
 Berat hati pada masa anak usia sekolah, 40-50% lebih besar
daripada orang dewasa. Anak usia 6 tahun 30% lebih besar dari
dewasa
 Anak cenderung mempunyai bersihan obat lebih cepat dari dewasa
 Anak memerlukan konsentrasi mg/kg lebih tinggi untuk mencapai
kadar plasma yang sama
Ginjal :
 Usia 1 tahun, GFR dan mekanisme tubulus ginjal untuk sekresi
telah mencapai kadar dewasa
 Asupan cairan pada anak relative lebih besar daripada dewasa
 Anak mempunyai bersihan ginjal yang lebih cepat dibandingkan
dewasa
Pemakaian Antibiotika pada Pediatri
Alasan umum :
 Infeksi saluran pernapasan atas non spesifik termasuk
Pharyngotonsillitis
 Otitis media
 Diarrhea
 Demam tanpa sebab
Apakah Hal ini Menjadi Masalah ?
• Umumnya pemakaian antibiotika tidak diperlukan
Edukasi kepada Masyarakat
Mengapa Kita Perlu Membahas
tentang hal ini ….?????

• Peresepan antibiotika untuk pasien pediatri diperkirakan


lebih dari 30 juta pertahun
• 32 juta pasien pediatri rawat jalan dengan gangguan
pernapasan setiap tahun diresepkan > 70% menerima resep
antimikroba
Mengapa kita Melakukan Kesalahan ..?

 Tidak percaya kemampuan diri untuk mengobati infeksi dengan


memberikan antibiotika
* umumnya demam tidak disebabkan oleh infeksi
* sebagian besar infeksi pada umumnya disebabkan oleh virus
 Peresepan antibiotika sering dipercaya akan mencegah infeksi bakteri
sekunder
 Tidak ada bukti kecuali kemoprofilaksis
Penggunaan Antibiotika Irasional

 Memilih antibiotika yang paling baru, poten, antibiotika spektrum luas


dengan generasi yang lebih tinggi
 Bukan yang paling baik dan paling aman
 Sediaan suntik sering digunakan
 Lama pemberian sering diluar dari yang sudah ditentukan
 Sering menaikkan atau mengganti lini antibiotika untuk pasien demam
berkelanjutan
 Penyebab lain : diagnosis tidak tepat, dosis atau rute pemberian
antibiotika tidak tepat atau pilihan obat tidak sesuai, flebitis, antibiotik
sendiri dan tidak selalu disebakan resistensi antibiotika
Pemilihan Antibiotika
Pemilihan antibiotika seharusnya berdasarkan :
 Sumber atau fokus infeksi

 Usia pasien dan status immunologi

 Infeksi virus atau bakteri

 Apakah infeksi dari komunitas atau nosokomial

 Pola kuman
Peranan Apoteker Mengurangi Resistensi Antibiotika

• Konseling obat
• Ronde Klinik
• Meningkatkan peresepan obat yang baik
• Pemantauan penggunaan antibiotika
• Mengurangi biaya obat
• Edukasi dan pelatihan
Contoh Kasus
Anak A, laki2, usia 1 tahun 6 bulan
 Riwayat demam dan batuk dengan rhinorrhea sudah 2 hari
 Mata merah,
 diarrhea,
 batuk ++

Bagaimana tatalaksananya ………


Diagnosis : Viral URI - seasonal
(pharyngotonsillitis)

 Tatalaksana :

Umum dan terapi simtomatik

 Antibiotika : tidak dibutuhkan


Pallor, Purpura,
Child with Acute Diarrhea Oliguria Hospitalise

Watery Diarrhea Diarrhea with Diarrhea with


without blood in stool macroscopic blood in stool Systemic infection
in stool

Assess
dehydration

Severe Mild to
dehydration moderate
dehydration

IV fluids ORS (10)


ORS(10) Zinc (11)
Zinc (11) Continued
Continued frequent
frequent feeding -
feeding - including BF
including BF

Tidak antibiotik
PILEK DAN FLU

 Rata-rata 5 hari ( 3 -14 hari )


 Yang paling dibutuhkan adalah cairan ( sering minum walaupun
sedikit - sedikit )
 Bedakan alergi dengan flu
 Kapan harus ke dokter ?
- demam menetap > 3 hari
- sesak nafas, kuku dan bibir membiru
- anak sangat rewel
BATUK

 Mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang


mengganggu saluran nafas
 Yang terpenting mencari tahu penyebab batuk
 Penyebab : virus atau allergi
 Kebanyakan batuk tidak perlu antibiotik
 Jaga tenggorokan jangan sampai kering
Lanjutan ......

 Batuk pada bayi dan anak jarang yang produktif


 Perhatian !!
- lama batuk
- Jenis batuk ( kering atau berdahak )
- Faktor pencetus
 Tipe batuk :
- akut : virus, pneumonia, campak
- kronik : Asthma, TB, Pertusis
Review tentang perlu tidaknya Obat Batuk
www.nelh.nhs.uk/hth/cough.asp
INFEKSI SALURAN NAPAS

 Penyebab : allergi, asthma, lingkungan, sinusitis, reaksi


obat, tersedak, pneumonia
 Ada 2 jenis infeksi saluran nafas :
* infeksi saluran nafas atas
* infeksi saluran nafas bawah
Infeksi Saluran
Pernapasan Atas pada Pediatri

Bayi Hidung mampet berikan


Balita 2 tetes NaCl 0.9%
Anak usia sekolah Berikan banyak minum
Panas --- parasetamol

Penyebab virus

Faringitis dan OMA Tidak perlu AB

??? CTM, diphenhydramine, ephedrin : mengentalkan dahak,


lemas, palpitasi, mulut/tenggorokan kering, hipertensi, sulit
berkemih
Masalah Pemantauan Obat Pediatri
Ketersediaan Obat
Perhitungan Dosis & Interval
Instruksi Pengobatan
Formulasi Obat
Cara Pemberian Obat
Kesalahan Obat
Bentuk Sediaan obat
Stabilitas Obat
Off Label
Interaksi Obat
Dapat dicegah
Insiden Kejadian Kesalahan Obat
 Kesalahan obat pada pediatri 3 kali lebih besar kesalahan daripada
dewasa
 Neonatal ICU: Kelompok pasien dengan kesalahan obat paling tinggi
dan potensi kejadian reaksi obat yang tidak diharapkan
 Dari 74% kesalahan, diantaranya adalah 79% potensi kejadian reaksi
obat yang tidak diinginkan terjadi pada fase peresepan

Fortescue E, et al. Pediatrics. 2003;111(4 pt 1):722–9.


Kaushal R, et al. JAMA. 2001;285:2114–20.
Faktor Risiko Meningkatnya Kesalahan Obat
pada Pediatri

 Perbedaan dan perubahan farmakokinetika


 Perlu perhitungan dosis individual berdasarkan usia, berat badan,
permukaan tubuh dan kondisi klinis pasien
 Kurangnya bentuk sediaan dan konsentrasi
 Pembuatan sediaan formulasi khusus
 Kurangnya data stabilitas, kompatibilitas dan bioavailabilitas
 Perlunya ketepatan pengukuran dosis dan kesesuaian pemberian obat
 Kurangnya publikasi atau persetujuan FDA terkait dosis,
farmakokinetik, keamanan dan penggunaan klinis
Referensi Dosis Obat Pediatri
Asma

• Asma adalah salah satu penyakit kronik yang paling banyak


ditemukan di seluruh dunia, hampir 300 juta pasien asma.
• Angka kejadian meningkat di banyak negara, khususnya anak.
• Di Amerika 5 juta anak usia sekolah menderita asma¹
• Pelajar banyak kehilangan hari sekolahnya setiap tahun karena
asma 2
• Asma menduduki urutan ketiga penyebab anak usia < 15 tahun di
rawat di RS³

1 Epidemiology and Statistics Unit. Trends in Asthma Morbidity and Mortality. NYC: ALA, July 2006.
2 CDC. Asthma Prevalence, Health Care Use and Mortality, 2003-2005. National Center for Health Statistics. Washington, DC.
3 Hall MJ & DeFrances CJ. 2001 National Hospital Discharge Survey. Advance data from Vital and Health Statistics, Table 3; no 332.
Hyattsville, MD: NCHS,2003.
Populasi Pasien Asma
 Prevalensi kejadian asma lebih tinggi pada :
 Anak daripada dewasa
 Anak laki dibandingkan anak perempuan
 Wanita dibandingkan pria
 Morbiditas dan mortalitas asma lebih tinggi pada ras:
- African Americans daripada Caucasians

Source: MMWR 2007;56(No. SS-8):1-54


Apa itu Asma ?

Suatu kondisi :

• Kronik

• Episode gangguan nafas


berulang

• Berpotensi membahayakan
hidup

• Terjadi pada semua usia

• Bukan penyakit menular

• Tidak bisa diobati, tetapi


dapat dikendalikan
Gejala Asma

• Sesak nafas
• Mengi berulang
• Rasa dada tertekan
• Batuk
• Bangun pada malam hari
dengan gejala2 seperti
diatas
Apa yang terjadi selama episode asma ?

• Penyempitan saluran
nafas dan mudah sekali
iritasi dikarenakan
adanya inflamasi

• Saluran nafas
menghasilkan mukus
yang kental

• Otot saluran nafas


mengerut dan membuat
saluran nafas menjadi
lebih sempit
Pencetus Asma

• Kegiatan
• Infeksi saluran fisik
nafas atas

• Ekspresi dari
• Perubahan iklim perasaan yang kuat (
& temperatur menangis, tertawa
terbahak2 )
Pencetus Asma

Allergens :

• Binatang berbulu
• Serbuk sari tanaman
• Debu tungau Zat irritan:
• Kecoa •Asap rokok

•Polusi udara

Asap & bau


yang sangat
kuat
Bagaimana Asma Dikendalikan ?
• Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan
gejala asma

 Pemakaian obat asma


- obat pereda asma yang
bekerja cepat
- obat pengendali asma jangka
panjang untuk asma persisten

• Monitor respon pengobatan dan tingkat


pengendali asma

• Secara rutin pengobatan asma dievaluasi


Obat Asma

 Pengontrol jangka pendek (akut )


- Beta2 agnist ( Salbutamol, terbutalin )
- Metil xantin ( teofilin, aminofilin )
- Antikolinergik ( atropin, ipatropium klorida)
 Pengontrol jangka panjang
- steroid ( beklometason, budesonid, prednison, flutikason )
- non steroid ( sodium kromogilat )
 Obat lain
- Antihistamin
- ekspektoran dan mukolitik
Sifat Obat Asma

 Pengendali (Controller)  Pereda ( Reliever )


 Kortikosteroid - Salbutamol
- Sodium kromoglikat - terbutalin
- Long acting Beta2 agonist

Penggunaan antihistamin tidak dianjurkan


Antihistamin generasi terbaru boleh diberikan apabila anak mempunyai
risiko tinggi asma yaitu riwayat keluarga dan adanya dermatitis atopi
Terapi berdasarkan derajat asma

Asma Berat
-Dirawat di RS
Asma ringan Asma derajat -Oksigenasi
- Bronkodilator sedang -Nebulisasi
inhalasi, bila tidak - Inhalasi ipratropium
bisa dapat diberikan bronkodilator bromida
oral minimal 2 kali -Aminofilin IV
-kortikosteroid
Pharmaceutical Care: Lebih dari sekedar
Dispensing Obat

49
Praktek Farmasi Klinik Pediatri

 Farmasi harus melibatkan dokter


dan perawat dalam prosedur
pemberian obat pediatri
 Keberadaan farmasis dalam ward
round
 Berpartisipasi dalam evaluasi dan
pemilihan obat
 Mengembangkan kebijakan dan
prosedur berkaitan penggunaan
obat pediatri
 Menjawab konsultasi obat dari
dokter

Anda mungkin juga menyukai