Anda di halaman 1dari 2

1. Apakah integrasi bisa berarti pembauran atau penyatuan?

2. Apakah istilah nasional bisa disamakan dengan istilah bangsa?


3. Dalam hal integrasi bangsa, sebenarnya hal-hal apakah yang diintegrasikan itu?
4. Mengapa setiap bangsa memerlukan integrasi?
5. Apa yang terjadi seandainya Negara tidak berintegrasi?
6. Seperti apa Negara yang tidak mampu berintegrasi?
7. Adakah contoh-contoh Negara yang tidak mampu melakukan integrasi?
8. Adakah contoh-contoh Negara yang telah mampu melakukan integrasi?

1. Ya, bisa. Dari berbagai pengertian yang saya baca, integrasi adalah pembauran atau
penyatuan. Menurut kamus bahasa Indonesia integrasi berati pembauran hingga menjadi
kesatuan yang utuh atau bulat.

2. Nasional yaitu bersifat kebangsaan, berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri, meliputi
suatu bangsa. Istilah “nasional” menunjuk pada kelompok-kelompok persekutuan hidup
manusia yang lebih besar dari sekedar pengelompokan berdasar ras, agama, budaya,
bahasa, dan sebagainya. Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap nasional
memiliki identitas bersama. Jadi menurut saya istilah nasional merupakan bagian dari istilah
bangsa, begitu pula sebaliknya.

3. Integrasi bangsa menunjuk pada proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial
dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu pembentukan identitas nasional Integrasi ini
merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama
bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan lain sebagainya. Integrasi sosial budaya juga berarti
kesediaan bersatu bagi kelompok-kelompok sosial budaya di masyarakat, misal suku, agama,
dan ras.

4. Pentingnya integrasi nasional jelas untuk menyatukan semua orang dari bangsa dan
minoritas nasional di suatu Negara. Integritas menyiratkan bahwa semua orang sama
terlepas dari minat, ras, agama, jenis kelamin, dan kelas mereka. Integrasi nasional adalah
cara untuk melindungi hak-hak dasar dan kebebasan masyarakat dan untuk memenuhi hak
mereka atas perlindungan keadilan. Integrasi nasional di Negara manapun dengan jelas
membantu menstabilkan demokrasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
mengembangkan bangsa dan memberikan semua hak dan kewajiban vital kepada rakyat.
5. Negara-bangsa (nation state) merupakan negara yang di dalamnya terdiri dari banyak
bangsa (suku) yang selanjutnya bersepakat bersatu dalam sebuah bangsa yang besar. Suku-
suku itu memiliki pertalian primordial yang merupakan unsur negara dan telah menjelma
menjadi kesatuan etnik yang selanjutnya menuntut pengakuan dan perhatian pada tingkat
kenegaraan. Ikatan dan kesetiaan etnik adalah sesuatu yang alami, bersifat primer. Adapun
kesetiaan nasional bersifat sekunder. Bila ikatan etnik ini tidak diperhatikan atau terganggu,
mereka akan mudah dan akan segera kembali kepada kesatuan asalnya. Sebagai akibatnya
mereka akan melepaskan ikatan komitmennya sebagai satu bangsa.

6. Terjadi banyak kerusakan politik dan social terhadap Negara secara keseluruhan. Misalnya di
India, akibat disintegrasi banyak orang yang menderita karena penghinaan, pertentangan
fisik, perkelahian, tawuran, kerusuhan, revolusi, bahkan perang. Penguasa pribumi tidak
dapat mengelola Negara dengan baik karena mereka gagal menyatukan semua bangsa
menjadi satu. Akibatnya, india masuk ke tangan tentara Mughal dan mudah terpapar ke
Negara lain atau bahkan monopoli. Rezim Inggris entah bagaimana mengubah India dalam
aspek pendidikan, budaya dan sosial.

7. - Pakistan dengan India


- Yugoslavia
- Timor Leste
- Korea

8. - Amerika
- Rusia
- Jepang
- Indonesia