Anda di halaman 1dari 15

MODUL PENGAUDITAN 2

AUDIT SIKLUS PENDAPATAN


“PENGUJIAN PENGENDALIAN”

Oleh:

BUDIMAN TERI

A31116303

DEPARTEMEN AKUNTASI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2019
By,
Budiman Teri (A311163030

AUDIT SIKLUS PENDAPATAN


PENGUJIAN PENGENDALIAN

I. TINJAUAN MATA KULIAH

A. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah ini mempelajari mengenai Auditing II sebagai lanjutan dari mata kuliah Audit I
sebelumnya. Mempelajari lebih dalam mengani audit dan mengetahui unsur-unsur mendalam dalam
melakukan audit terutama pada pengujian substantive dan pengujian pengendalian dari beberapa akun
yang ada yakni diantaranya Pendapatan, Investasi, Saldo kas, Pembiayaan dab lain lain.

B. KEGUNAAN MATA KULIAH

Kompetensi utama mata kuliah ini, yaitu mahasiswa diharapkan mampu untuk melaksanakan
proses pengauditan dan penyusunan laporan auditan suatu entitas secara professional. Selain itu
mahasiswa juga diharapkan mampu melaksanakan pengujian substantive atas siklus akuntansi
perusahaan dan mampu menggunakan pengetahuan akuntansi komputerisasi. Dan juga diharapakan
selama perjalanannya mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu untuk bekerja sama baiks ebagai
pimpina maupun sebgai anggota kelompok.

C. SASARAN BELAJAR

Pertemuan Sasaran Pembelajaran

1 Mampu memahami GBRP dan kerangka konseptual auditing

 Mampu memahami sifat pendapatan


 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi penjualan kredit
2  Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi penerimaan kas
 Mampu memahami aktifitas pengendalian
 Mampu memehami transaksi penyesuaian penjualan
 Mampu memahami pengujian substantif atas piutang usaha
 Mampu memahami penentuan resiko deteksi
3  Mampu memahami perancangan pengujian substantive
 Mampu memahami prosedur awal dan analitis
 Mampu memahami pengujian rincian transaksi
By,
Budiman Teri (A311163030

 Mampu memahami pengujian rincian saldo

 Mampu memahami sifat siklus pengeluaran

4  Mampu memahami komponen pengendalian internal


 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi pembelian
 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi pengeluaran kas
 Mampu memahami penyajian substantive atas saldo utang usaha
 Mampu memahami penetuan resiko deteksi
 Mampu memahami perancangan pengujian substansi
5  Mampu memahami prosedur awal
 Mampu memahami prosedur analisis
 Mampu memahami pengujian rincian transaksi
 Mampu memahami pengujian rincian kas
 Mampu memahami sikap siklus produksi
6  Mampu memahami aktifitas pengendalian transasksi pabrikasi
 Mampu memahami pengujian substansi atas saldo persediaan
 Mampu memahami sifat siklus jasa personalia

7  Mampu memahami tujuan audit jasa personalia


 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi penggajian
 Mampu memahamipengujian substansiatas saldo gaji dan upah
8 Mid test (materi 1-7)

 Mampu memahami sifat siklus investasi


 Mampu memahami tujuan audit siklus investasi
 Mampu memahami pertimbangan perencanaan audit
9
 Mampu memahami pengujian substansi atas saldo utang jangka
panjang
 Mampu memahami pengujian substansif atas saldo ekuitas
pemegang saham
 Mampu memahami sifat siklus pembaiayaan
 Mampu memahami tujuan audit siklus pembiayaan

10  Mampu memahami pengujian substantive atas saldo utang jangka


panjang
 Mampu memahami pengujian substantive atas saldo ekuitas
pemegang saham
By,
Budiman Teri (A311163030

 Mampu memahami sifat siklus kas


 Mampu memahamitujuan audit kas

11  Mampu memahami penyusunan program audit kas


 Mampu memahami penerapan prosedur audit
 Mampu memahami pengujian saldo kasa sebelum tanggal neraca
 Mampu memahami pengujian saldo kas setelah tanggal neraca
 Mampu memahami menyelesaikan pekerjaanlapangan

12  Mampu memahami mengevaluasi temuan


 Mampu memahami komunikasi dengan klien
 Mampu memahami tanggung jawab setelah audit
 Mampu memahami standar pelaporan
 Mampu memahami laporan auditor

13  Mampu memahami laporan standar


 Mampu memahami penyimpangan laporan standar
 Mampu memahami pengaruh situasi yang menyebabkan
penyimpangan dari laporan standar
 Mampu memahami penrimaan jasa pelaksanaan penugasan atestasi
 Mampu memahami standar atestasi

14  Mampu memahami penugasan yang dilaksanakan menurut standar


atestasi
 Mampu memahami penugasan yang dilaksanakan menurut standar
atestasi
 Mampu memahami struktur BAPEPAM
 Mampu memahami komponen BAPEPAM dan pasar modal
 Mampu memahami kualifikasi dan regitrasi akuntan public di

15 BAPEPAM
 Mampu memahami keterkaitan BAPEPAM dengan auditor
independen
 Mampu memahami tanggung jawab akuntan public terhadap
BAPEPAM
16 Final test (materi 8-15)
By,
Budiman Teri (A311163030

D. PETUNJUK BELAJAR

Setiap modul berisi materi kuliah Pengauditan II, yang dilengkapi dengan sasaran yang ingin
dicapai, ruang lingkup bahan modul, manfaat modul, latihan-latihan, rangkuman materi, tes formatif, dan
kunci jawaban tes formatif.

II. PENDAHULUAN

A. SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk:
 Mampu memahami sifat pendapatan
 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi penjualan kredit
 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi penerimaan kas
 Mampu memahami aktifitas pengendalian
 Mampu memehami transaksi penyesuaian penjualan

B. RUANG LINGKUP BAHAN MODUL


Modul ini membahas mengenai auditing dan profesi akuntan publik, terutama yang terdapat di
Indonesia. Secara terperinci membahas tentang definisi auditing, tipe audit dan auditor, jasa-jasa oleh
KAP, serta organisasi yang berhubungan dengan profesi.

C. MANFAAT MEMPELAJARI MODUL


Manfaat yang akan diperoleh setelah mempelajari modul ini di antaranya:
 Mampu menjelaskan tentang sifat pendapatan
 Mampu menjelaskan tentang aktifitas pengendalian transaksi penjualan kredit
 Mampu menjelaskan tentang aktifitas pengendalian transaksi penerimaan kas
 Mampu menjelaskan tentang aktifitas pengendalian
 Mampu menjelaskan tentang transaksi penyesuaian penjualan

D. URUTAN PEMBAHASAN
 Sifat pendapatan
 Aktifitas pengendalian transaksi penjualan kredit
 Aktifitas pengendalian transaksi penerimaan kas
 Aktifitas pengendalian
 Transaksi penyesuaian penjualan
By,
Budiman Teri (A311163030

III. MATERI PEMBELAJARAN

III. 1 SIFAT PENDAPATAN


Siklus pendapatan (revenue cycle) perusahaan terdiri dari aktivitas – aktivitas yang berkaitan dengan
pertukaran barang dan jasa dengan pelanggan dan penagihan pendapatan dalam bentuk kas. Perusahaan
yang berbeda juga memiliki sumber pendapatan yang berbeda. Sebagai contoh, perusahaan barang dagang
dan pabrikasi yang melakukan penjualan; dokter, pengacara, akuntan publik yang menerima uang jasa (fee);
serta bioskop, bank serta lembaga keuangan yang menerima bunga dan deviden. Kebanyakan pembahasan
dan ilustrasi dalam makalah ini didasarkan pada perusahaan barang dagang.

Usaha perusahaan barang dagang dalam siklus pendapatan, kelompok transaksi yang termasuk
dalam siklus pendapatan adalah :
 Penjualan kredit (penjualan yang dilakukan derngan hutang)
 Penerimaan kas (penagihan piutang dan penjualan tunai)
 Penyesuaian penjualan (potongan, retur penjualan dan pengurangan harga serta piutang tak tertagih
(penyisipan dan pengapusan).

Tujuan Audit
Tujuan audit untuk siklus pendapatan berkaitan dengan bukti kompeten yang cukup mengenai setiap
asersi laporan keuangan yang signifikan menyangkut saldo serta transaksi siklus pendapatan. Pada siklus
pendapatan risiko yang muncul pada umumnya karena terdapat tekanan pada manajemen untuk lebih
meningkatkan pendapatan perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain.

Pemahaman Bisnis dan Industri Klien


Auditor mengembangkan strategi audit berdasarkan risiko salah saji yang material. Dimana langkah
pertama dalam menilai risiko adalah memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industry klien karena hal itu
juga akan dapat membantu auditor dalam:
 Menegmbangkan ekspektasi tentang total pedapatan dengan memahami kapsitas klien, pasar, dan
pelanggan klien.
 Mengembangkan ekspektasi tentang marjin kotor dengan memahami pangsa pasar atau market share
dan keunggulan kompetitif klien pasar.
 Mengembangkan ekspektasi tentang piutang bersih berdasarkan periode penagihan rata – rata untuk
klien industry.

Materialitas
By,
Budiman Teri (A311163030

Pendapatan merupakan ukuran sebarapa besar aktivitas perusahaan. Pendapatan biasanya


melibatkan volume transaksi yang tinggi, dan total pendapatan merupakan hal yang sangat penting pada
laporan keuangan yang sering kali digunakan sebagai ukuran materialitas. Pendapatan juga dapat
menimbulkan piutang usaha dan kas akhir serta arus kas dari operasi. Piutang usaha yang disebabkan oleh
transaksi penjualan kredit hamper selalu bersifat material terhadap neraca.
Pengetahuan tentang bisnis dan industry klien merupakan hal yang penting dalam
mempertimbangkan signifikansi transaksi penyesuaian penjualan, diskon penjualan, serta retur penjualan
yang sangat bervariasi dari satu industry dengan industry lainnya. Penyisishan piutang tak tertagih dan
penyisihan yang berkaitan masing – masing bersifat material terhadap laporan laba – rugi serta neraca
perusahaan yang menjual ke pelanggan secara kredit.

Risko Inheren
Dalam menilai risiko inheren pada asersi siklus pendapatan, auditor harus mempertimbangkan
factor perpasif yang dapat mempengaruhi asersi dalam beberapa siklus, termasuk siklus pendapatan, serta
factor – factor yang hanya berkaitan dengan asersi tertentu dalam siklus pendapatan. Factor – factor ini
dapat mendorong manajemen untuk mensalah sajikan asersi siklus pendapatan, seperti:
 Memaksakan untuk menyatakan terlalu tinggu pendapatan dalam rangka melaporkan pencapaian
target pendapatan atau normal industry yang sebenarnya tidak terpenuhi karena factor – factor
seperti kondisi ekonomi global, nasional, atau regional, dampak perkembangan teknologi terhadap
kemampuan bersaing perusahaan, atau buruknya manajemen..
 Memaksakan untuk menyatakan terlalu tinggi kas dan piutang kotor atau menayatakan terlalu
rendah penyisihan piutang tak tertagih dalam rangka melaporkan tingkat modal kerja yang lebih
tinggi untuk kebutuhan memenuhi akad utang.
 Faktor – factor lainnya yang dapat menimbulkan salah saji dalam asersi siklus pendapatan termasuk
hal – hal berikut:
 Volume penjualan, penerimaan kas, dan transaksi penyesuaian penjualan seringkali tinggi, sehingga
mengakibatkan sejumlah kesalahan terajadi.
 Penentukan waktu dan jumlah pendapatan yang akan diakui bertentang dengan factor – factor
seperti standar akuntasni yang mendua, kebutuhan untuk membuat estimasi, komlekistas
prhitungan yang tercakup, dan hak pembeli untuk mengembalikan barang.
 Pada saat piutang difaktorkan dengan tanggung renteng (recourse), klasifikasi yang benar atas
transaksi tersebut sebagai penjualan atau pinjaman akan menjadi rancu.
 Piutang mungkin salah diklasifikasikan sebagai utang lancer atau tidak lancer akibat kesulitan dalam
mengestimasi kemungkinan ditahun mendatang atau sumber peristiwa dimana penagihan bersifat
kontijen.
 Transaksi penerimaan kas menghasilka aktiva likuid yang rentan terhadap misapropriasi.
By,
Budiman Teri (A311163030

 Transaksi penyesuaian penjualan mungkin digunakan untuk menyembunyikan pencurian kas yang
diterima dari pelanggan dengan menetapkan terlalu tinggi diskon, mencatat retur penjualan fiktif,
atau menghapus saldo pelanggan sebagai tak tertagih.

Risiko Prosedur Analitis


Risiko prosedur analitis merupakan unsru risiko deteksi bahwa prosedur analitis akan gagal
mendeteksi salah saji yang material. Prosedur analitis merupakan cara yang efektif dari segi biaya dan
mengandalkan auditor tentang bisnis dan industry klien.

III.2 AKTIVITAS PENGENDALIAN TRANSAKSI PENJUALAN KREDIT


Seiring berkembangnya teknologi, penjualan tidak lagi hanya dilakukan dengan bertatap langsung
dengan sang pelanggan. Namun kini, penjualan dapat dilakukan secara over the counter, seperti melalui
telepon, surat, fax, atau pun pemesanan secara online. Dimana dalam hal ini, transaksi penjualan dicatat
melalui media elektronik seperti computer yang dapat menyesuaikan data penjualan sesuai dengan situasi.
Penggunaan aplikasi pendukung sangat dibutuhkan untuk ini. Sehingga akan mengurangi risiko salah saji
dalam laporan keuangan yang berhubungan dengan penjualan.

Dokumen dan Catatan yang Umum


Dokumen dan catatan yang digunakan dalam pemrosesan transaksi penjualan secara kredit seringkali
mencakup hal – hal sebagai berikut:
 Pesanan pelanggan
Permintaan barang dagang oleh pelanggan baik yang diterima langsung dari pelanggan maupun
melalui sales person. Dimana pesanan dari pelanggan dapat berupa formulir yang disediakan oleh pedagang
atau formulir pesanan pembelian yang disiapkan oleh pelanggan.
 Pesanan penjualan
Formulir yang menunjukkan data yang berkaitan dengan pesanan pelanggan. Pesanan ini merupakan
dasar dari dimulainya transaksi dan pemrosesan internal atas pesanan dari pelangan terhadap pedagang.
 Dokumen pengiriman
Dokumen pengiriman ini merupakan formulir yang berisi rincian dari setiap pengriman.
 Faktur penjualan
Merupakan formulir yang berisi tentang pernyataan mengenai penjualan tertentu termasuk jumlah
yang terutang, syarat dan tanggal penjualan.
 Daftar harga yang terotorisasi
Daftar file atau file induk computer yang berisi daftar harga barang – barang yang ditawarkan untuk
di jual.
By,
Budiman Teri (A311163030

 File transaksi penjualan


File yang berisi transaksi penjualan yang telah diselesaikan.
 Jurnal penjaulan
Daftar jurnal dari transaksi penjualan ynga telah diselesaikan
 File induk pelanggan
File yang berisi informasi mengenai pengriman, penagihan, serta batas kredit pelanggan.
 File induk piutang usaha
File yang berisi informasi mengenai transaksi dan saldo setiap pelanggan. Dimana file tersebut
merupakan dasar untuk menyusun buku pembantu piutang.
 Laporan bulanan pelanggan
Laporan yang dikirimkan kepada setiap pelanggan yang menunjukkan saldo awal, transaksi selama
bulan berjalan, dan saldo akhir.

Fungsi – Fungsi
Pemrosesan transaksi pendapatan mencakup fungsi – fungsi pendapatan sebagai berikut:
 Memprakarsai penjualan
Permintaan dari sebuah perusahaan untuk melakukan transaksi penjualan dengan perusahaan lain,
meliputi hal berikut:
 Penerimaan pesanan pelanggan
 Persetujuan kredit
 Pengiriman barang dan jasa
Pengiriman fisik pemesanan barang dan jasa meliputi:
 Pemenuhan pesanan penjualan
 Pengiriman pesanan penjualan
 Pengakuan secara formal terhadap pendapatan oleh perusahaan, meliputi:
 Penagihan penjualan
 Pencatatan penjualan
Setiap fungsi utama dalam hal ini harus diberikan kepada departemen ataupun individu yang
berbeda, dengan cara melakukan pemisahan tugas yang memadai.

Memprakarsai Persetujuan
Memprakarsai merupakan proses dimana transaksi yang dilakukan disetujui oleh pohak ketiga yang
independen. Hal yang penting dalam proses disetujuinya kredit adalah konteks yang menjamin bahwa barang
– barang yang dikirim telah dibayar tepat waktu.

Penerimaan Pesanan Pelanggan


By,
Budiman Teri (A311163030

Pesanan penjualan dari pelanggan hanya dapat diterima jika pesanan tersebut sesuai dengan kriteria
yang diotorisasikan oleh manajemen. Dimana kriteria tersebut biasanya mencakup persetujuan khusus atas
pesanan yang dilakukan oleh departemen pesanan penjualan dengan menggunakan computer untuk
menentukan apakah pelanggan sudah terdaftar dalam file induk pelanggan serta biasanya memiliki batas
kresit.

Persetujuan Kredit
Persetujuan kredit diberikan oleh departemen kredit sesuai dengan kebijakan kredit manajemen dan
memiliki batas kredit yang diotorisasikan untuk setiap pelanggan. Dalam hal ini biasanya manajemen
menggunakna program computer untuk membandingkan saldo piutang pelanggan yang beredar, ditambah
penjualan yang diantisipasi dengan batas kredit pelanggan dalam file induk pelanggan yang disetujui.

Pengiriman Barang dan Jasa


Pengiriman barang atau jasa merupakan peristiwa ekonomi yang menggambarkan perubahan hak
dan pendapatan atas piutang.
Pemenuhan Pesanan Penjualan
Pada umumnya kebijakan perusahaan melarang mengeluarkan barang – barang dari gudang tanpa
adanya pesanan penjualan yang disetujui. Kemudian, computer dapat deprogram untuk mencocokan item –
item yang diambil dari persediaan dengan item – item pada pesanan penjualan yang disetujui. Prosedur ini
dibuat untuk menghindari pemindahan barang yang tidak sesuai dengan otorisasi dari persediaan.

Pengiriman Pesanan Penjualan


Pemisahan tanggung jawab antara persetujuan dan pemenuhan pesanan akan membantu mencegah
pengiriman pesanan yang tidak terotorisasi. Disamping itu, pengendalian secara manual juga mengharuskan
petugas pengiriman melakukan pengecekan independen untuk menentukan:
1) Bahwa barang yang diterima digudang disertai dengan otorisasi yang benar.
2) Bahwa pesanan telah dipenuhi dengan benar dalam hal ini barang yan dipesan sesuai dengan rincian
yang ada dalam pesanan penjualan.

Pencatatan Penjualan
Pencatatan penjualan meliputi penyiapan dan pengiriman faktur penjualan bernomor urut ke
pelanggan dan pencatatan faktur penjualan secara akurat dan dalam periode akuntansi yang benar.

Penagihan Pelanggan
Perhatian utama oleh auditor adalah mengenai pelanggan yang telah ditagih:
1) Untuk seluruh pengiriman
2) Hanya pengiriman actual dimana tidak ada duplikat oenagihan atau transaksi fiktif
By,
Budiman Teri (A311163030

3) Pada harga yang telah diotorisasi

Pencatatan Penjualan
Hal utama yang diperhatikan oleh auditor adalah penjualan yang telah dicatat secara akurat dan
dengan periode yang benar. Dalam system yang terkomputerisasi, file transaksi penjualan yang dibuat dalam
proses penagihan digunan untuk:
1) Up date piutang usaha, persediaan, dan file induk buku besar, serta
2) Membuat jurnal penjualan dan ikhtisar transaksi buku besar yang menunjukna pemostingna ke
setiap akun buku besar.

Perolehan Pemahaman dan Penilaian Risiko Pengendalian


Auditor hendaknya harus memiliki pemahaman atas siklus penjualan yang cukup untuk
merencanakan audit. Dimana auditor harus memiliki pemahaman yang cukup untuk:
1) Mengidentifikasi jenis salah saji yang potensial
2) Mempertimbangkan factor – factor yang mempengaruhi risiko salah saji yang material
3) Merancang pengujian substantif.
Jika auditor berencana untuk menilai risiko pengendaian yang rendah atas sebuah asersi, maka
hendaknya auditor harus memiliki pemahaman mengenai prosedur pengendalian untuk asersi tersebut.

III.3 AKTIVITAS PENGENDALIAN TRANSAKSI PENERIAMAAN KAS


Penerimaan kas merupakan hasil dari berbagai aktivitas. Seperti kas yang diterima dari tansaksi
penjulan, pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka panjang, penerbitan modal, maupun penjualan sekuritas,
investasi jangka panjang, serta aktiva lainnya.
Dokumen dan Catatan Umum
Dokumen yang digunakan dalam proses penerimaan kas adalah sebagai berikut ini:
 Bukti penerimaan uang
Merupakan dokumen yang dikirim ke peanggan bersama dengan faktur penjualan, yang kemudian
akan dikembalikan bersama dengan pembayaran yang menunjukkan nama pelanggan serta nomor
akun, faktur, dan jumlah yang dibayarkan.
 Praddaftar
Daftar penerimaan kas ynag diterima melalui pos
 Lembar Perhitungan Kas
Merupakan daftar kas dan cek dalam register kas. Daftar ini digunakan saat merekonsiliasi total
penerimaan dengan total yang dicetak oleh register.
By,
Budiman Teri (A311163030

 Ikhtisar Kas Harian


Merupakan laporan yang menunjukkan total penerimaan dari kasir atau pos yang diterima oleh kasir
sebagai setoran
 Slip Deposit yang Disahkan
Merupakan daftar yang dibuat oleh penyetor yang di stempel oleh bank yang didalamnya
menunjukka tanggal serta jumlah setoran yang diterima oleh bank dan rincian penrmaan dalam
setoran tersebut.
 File Transaksi Penerimaan Kas
Merupakan file computer yang berisi transaksi penerimaan kas yang telah disahkan yang telah
diterima untuk pemrosesan diman file ini digunakan untuk meng up date file induk piutang usaha.
 Jurnal Penerimaan Kas
 Merupakan jurnal yang berisi daftar penerimaan kas dari penjualan tunai dan penagihan piutang
usaha.

Fungsi – Fungsi
Fungsi penrimaan kas, meliputi pemrosesan penerimaan dari penjualan tunai dan kredit, termasuk
sub fungsi berikut:

Penerimaan Kas
Risiko utama dalam memproses transaksi penerimaan kas adalah kemungkinan pencurian kas
sebelum atau sesudah catatan penerimaan dibuat. Dengan demikian, prosedur pengendalian harus
memberikan kepastian yang layak bahwa dokumentasi penetapan tanggungjawab telah dibuat pada saat kas
diterima dan bahwa kas telah disimpan di tempat yang aman. Risiko kedua adalah kemungkinan terjadinya
kesalahan pada saat pemrosesan penerimaan berikutnya.
• Penerimaan Melalui Kasir (Over The Counter Receipts)
Untuk penerimaan melalui kasir sendiri, penggunaan register kas atau terminal titik penjualan (point of
sale terminal) sangat diperlukan
• Penerimaan Melalui Pos (Mail Receipts)
Untuk meminimalkan kemungkinan pengalihan penerimaan melaui pos, sebagian besar perusahaan
meminta pelanggan untuk membayar dengan cek. Beberapa perusahaan yang memiliki volume
penerimaan melalui pos yang besar menggunakan system kotak pos (lockbox system) alat ini
merupakan kotak surat yang dikendalikan oleh bank perusahaan.

Menyetorkan Kas ke Bank


Pengendalian fisik yang tepat atas kas mensyaratkan bahwa seluruh kas disetorkan secara utuh
setiap hari. Ini berarti semua penerimaan harus disetorkan. Dimana pengeluaran kas tidak boleh dilakukan
By,
Budiman Teri (A311163030

dengan penerimaan kas yang belum disetorkan. Pengendalian in mengurangi risiko bahwa penerimaan tidak
akan dicatat dan menghasilkan catatan setoran bank yang menetapkan eksistensi atau kejadian transaksi
tersebut.

Mencatat Penerimaan Kas


Fungsi ini meliputi jurnal penerimaan kas secara over the counter dan melalui pos serta posting
penerimaan melalui pos ke akun pelanggan. Dimana pengendalian ini harus menjamin bahwa hanya
penerimaan actual telah dimasukkan pada jumlah yang benar.

III.4 AKTIVITAS PENGENDALIAN PENYESUAIAN PENJUALAN


Transaksi penyesuaian penjualan meliputi:
 Pemberian potongan tunai
 Pembrian retur penjualan dan pengurangan harga
 Penentuan piutang tak tertagih
Dalam banyak perusahaan, jumlah dan nilai uang dari transaksi di atas tidaklah material. Namun,
berbeda untuk beberapa perusahaan, potensi salah saji yang diakibatkan oleh kesalahan dan penyelewengan
dalam pemrosesan transaksi di atas perlu dipertimbangkan. Pada umumnya perhatian tertuju pada
kemungkinan pencatatan transaksi penyesuaian penjualan fiktif untuk menyembunyikan penyelewengan yang
dilakukan dengan menghapus akun pelanggan terhadap penyisihan piutang tak tertagih.
Penggelapan kas juga dapat ditutupi dengan menyatakan bahwa diskon tunai atau retur penjualan
terlalu tinggi. Oleh karena itu, aktivitas penegndalian bermanfaat dalam mengurangi risiko penyelewengan
yang berfokus pada penetapan validitas, atau eksistensi atau kejadian. Dimana transaksi tersebut mencakup
hal – hal berikut:
 Otorisasi yang tepat atas seluruh transaksi penyesuaian penjualan.
 Perhitungan independen atas barang – barang yang diretur.
 Penggunaan dokumen dan catatan yang tepat, terutama penggunaan memo kredit yang telah
disetujui untuk pemberian kredit atas barang – barang yang dikembaliak atau rusak, serta memo
otorisasi penghapusan untuk menghapus piutang tak tertagih pelanggan. Disamping itu, manajemen
juga bertanggung jawab atas jumlah seluruh kredit seperti itu dan dampaknya terhadap pendapatan
serta margin kotor.
 Pemisahan tugas untuk mengotorisasi transaksi penyesuaian penjualan dan penanganan serta
pencatatan penerimaan kas. Diamana baisanya manajemenlah yang bertanggung jawab atas hasil
keuangan dalam suatu departemen yang memiliki tanggung jawab mengotorisasi transaksi
penyesuaian penjualan.
Apabila terdapat potensi salah saji yang material dari transaksi penyesuaian penjualan, maka auditor
harus memperoleh pemahaman atas seluruh aspek yang relevan dari seluruh komponen struktur pengendalian
By,
Budiman Teri (A311163030

internal dan mempertimbangkan factor – factor yang memperngaruhi risiko salah saji semacam itu. Banyak
perusahaan menggunakan computer untuk menghitung kembali diskon tunai berdasarkan termin pada faktur
penjualan dan tanggal penrimaan kas.
Biasanya manajemen mengandalkan pengendalin atas tanggung jawab tingkat manajer yang lebih
rendah untuk mengendalikan tingkat retur penjualan dan penghapusan piutang tak tertagih. Namun, apabila
transaksi tersebut bersifat material, maka auditor harus menginspeksi laporan manajerial penting dan
melakukan tanya jawab serta observasi mengenai tindakan apakah yang akan diambil atas laporan tersebut.
Auditor juga dapat mempertimbangkan untuk menginspeksi:
 Momerandum kredit atas retu penjualan sebagai:
1) Indikasi persetujuan yang lengkap
2) Penyertaan laporan penerimaan yang membuktikan retur barang actual
 Penulisan otorisasi atas penghapusan piutang usaha dan dokumentasi pendukung, seperti
korespondensi dengan pelanggan atau penagih.

IV. LATIHAN

 Jelaskan tentang sifat pendapatan?


 Jelaskan tentang aktifitas pengendalian transaksi penjualan kredit?
 Jelaskan tentang aktifitas pengendalian transaksi penerimaan kas?
 Jelaskan tentang aktifitas pengendalian?
 Jelaskan tentang transaksi penyesuaian penjualan?

V. RANGKUMAN

 Siklus pendapatan (revenue cycle) perusahaan terdiri dari aktivitas – aktivitas yang berkaitan dengan
pertukaran barang dan jasa dengan pelanggan dan penagihan pendapatan dalam bentuk kas.
 Seiring perkembangan teknologi, memperngaruhi cara transaksi perusahaan. Sehingga transaksi yang
dilakukan bukan lagi hanya trasaksi yang dilakukan secara langsung melainkan dapat menggunakan
media elektronik atau over the counter, seperti melalui telepon, surat, fax, atau pun pemesanan secara
online. Dimana dalam hal ini, transaksi penjualan dicatat melalui media elektronik seperti computer yang
dapat menyesuaikan data penjualan sesuai dengan situasi.
 Penerimaan kas merupakan hasil dari berbagai aktivitas. Seperti kas yang diterima dari tansaksi penjulan,
pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka panjang, penerbitan modal, maupun penjualan sekuritas,
investasi jangka panjang, serta aktiva lainnya.
 Auditor melakukan pengujian pengendalian untuk memperoleh bukti tentang keefektifan perancangan
dan operasi system pengendalian internal perusahaan. Risiko inheren yang berkaitan dengan transaksi
By,
Budiman Teri (A311163030

penerimaan kas adalah tinggi kaibat kemungkinan penipuan oleh karyawan melalui penagihan
penerimaan kas. Jika prosedur analitis menunjukkan kenaikan jumlah hari piutang beredar, maka hal ini
mungkin akan dapat menjelaskan pengalihan penerimaan kas tersebut. Akibat risiko inheren atas
penggealapan kas, dan dampak transaksi penerimaan kas terhadap piutang, auditor seringkali akan
menguji prosedur pengendalian yang berkaitan dengan penerimaan kas.

VI. TES FORMATIF

1. Dibawah ini yang bukan Faktor – factor lainnya yang dapat menimbulkan salah saji dalam asersi
siklus pendapatan adalah
a. Volume penjualan
b. Penerimaan kas
c. Transaksi penyesuaian penjualan yang seingkali tinggi
d. penyesuaian piutang tidak tertagih
2. Dibawah ini, kemungkinan terjadinya kesalahan pada saat pemrosesan penerimaan berikutnya
adalah
a. Penerimaan melalui kasir
b. Pengiriman barang dan jasa
c. Penerimaan melalui post
d. a dan c adalah jawaban benar
3. Berikut ini yang merupakan hal-hal yang berkaitan dengan Permintaan dari sebuah perusahaan
untuk melakukan transaksi penjualan dengan perusahaan lain pada fungsi pendapatan adalah
a. penerimaan pesanan dari pelanggan
b. cek dari pemasok
c. slip deposite yang disahkan
d. b dan c, benar

VII. UMPAN BALIK

 Mahasiswa diharapkan membaca modul dengan cermat dan mengerjakan latihan-latihan beserta tes
formatif untuk mendalami materi.
 Sebaiknya mahasiswa mencari referensi lain yang memberikan informasi tentang organisasi yang
berkaitan dengan profesi akuntan di Indonesia untuk menambah pengetahuan.

VIII. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. D
2. D
3. A