Anda di halaman 1dari 2

DIABETES MELITUS

Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk Diabetes, saat ini telah menjadi
ancaman serius kesehatan global. Indonesia juga pun, menghadapi situasi ancaman
diabetes serupa dengan dunia. International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017
melaporkan bahwa epidemi Diabetes di Indonesia masih mendapatkan rapot merah
dan bahkan menunjukkan kecenderungan meningkat. Indonesia adalah negara
peringkat keenam di dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan
Meksiko dengan jumlah penyandang Diabetes usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta
orang.
Diabetes sendiri merupakan penyakit yang disebakan oleh kelainan metabolic
dimana meningkatnya kadar gula darah akibat gangguan pada pankreas dan insulin.
Penyakit Diabetes Mellitus ini sering kali tidak terdeteksi. Sehingga banyak orang
yang kurang waspada dengan penyakit ini. Ini lah yang menyebabkan diabetes
mellitus kerap disebut dengan “Silent Killer”. Diabetes mellitus adalah penyakit
yang dapat membunuh seseorang secara perlahan atau diam-diam. Diabetes juga
dikenal sebagai “Mother Of Disease”, karena merupakan pembawa atau induk dari
penyakit seperti jantung, stroke, hipertensi, gagal ginjal dan kebutaan.
Faktanya, 90% penderita diabetes diseluruh dunia merupakan diabetes tipe 2
yang disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat dan sebetulnya 80% dapat
dicegah. Diabetes mellitus di Indonesia pun makin menjamur. Pola makan yang
salahlah yang diurigai sebagai penyebabnya. Kebiasaan mengkonsumsi makanan
yang kaya kolesterol, lemak, natrium, dan asupan makanan dan minuman yang kaya
akan gula akan sangat beresiko terjadi penyakit ini.. Berbagai teori dan penelitian
yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kenaikan berat badan melebihi normal
merupakan factor risiko utama terjadinya diabetes mellitus.
Penyakit diabetes melitus ini tidak dapat disembuhkan, namun dengan
pengendalian diabetes melitus yang bijaksana dapat mencegah terjadinya kerusakan
dan kegagalan organ serta jaringan. Berdasarkan Perkumpulan Endokrinologi
Indonesia (Perkeni), diabetes dapat dikelola dengan cara perencanaan makan, latihan
jasmani, pengelolaan farmakologis dan juga edukasi.
Pengendalian diabetes mellitus ini tidak jauh berhubungan dengan gaya
hidup, dan ini yang menjadi intervensi terpenting. Sehingga, berhasil tidaknya
pengelolaan diabetes melitus sangat tergantung dari pasien itu sendiri dalam
mengendalikan kondisi penyakitnya agar kadar glukosa darahnya tetep terkendali.
Selain itu, bentuk pencegahan dan deteksi dini, Menkes menghimbau
masyarakat untuk melakukan aksi CERDIK, yaitu dengan melakukan:
Cek kesehatan secara teratur untuk megendalikan berat badan agar tetap ideal dan
tidak berisiko mudah sakit, periksa tensi darah, gula darah, dan kolesterol secara
teratur.
Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.
Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti berolah raga,
berjalan kaki, membersihkan rumah. Upayakan dilakukan dengan baik, benar,
teratur dan terukur.
Diet yang seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang,
konsumsi buah sayur minimal 5 porsi per hari, sedapat mungkin menekan konsumsi
gula hingga max 4 sendok makan atau 50 gram/hari, hindari makanan/minuman
yang manis atau yang berkarbonasi.
Istirahat yang cukup.
Kelola stress dengan baik dan benar.
Cegah, Obati, Lawan Diabetes!