Anda di halaman 1dari 21

MODUL PENGAUDITAN 2

AUDIT SIKLUS JASA PERSONALIA

Oleh:

BUDIMAN TERI

A31116303

DEPARTEMEN AKUNTASI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2019
By,
Budiman Teri (A311163030

AUDIT SIKLUS PENDAPATAN


PENGUJIAN PENGENDALIAN

I. TINJAUAN MATA KULIAH

A. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah ini mempelajari mengenai Auditing II sebagai lanjutan dari mata kuliah Audit I
sebelumnya. Mempelajari lebih dalam mengani audit dan mengetahui unsur-unsur mendalam dalam
melakukan audit terutama pada pengujian substantive dan pengujian pengendalian dari beberapa akun
yang ada yakni diantaranya Pendapatan, Investasi, Saldo kas, Pembiayaan dab lain lain.

B. KEGUNAAN MATA KULIAH

Kompetensi utama mata kuliah ini, yaitu mahasiswa diharapkan mampu untuk melaksanakan
proses pengauditan dan penyusunan laporan auditan suatu entitas secara professional. Selain itu
mahasiswa juga diharapkan mampu melaksanakan pengujian substantive atas siklus akuntansi
perusahaan dan mampu menggunakan pengetahuan akuntansi komputerisasi. Dan juga diharapakan
selama perjalanannya mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu untuk bekerja sama baiks ebagai
pimpina maupun sebgai anggota kelompok.

C. SASARAN BELAJAR

Pertemuan Sasaran Pembelajaran

1 Mampu memahami GBRP dan kerangka konseptual auditing

 Mampu memahami sifat pendapatan


 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi penjualan kredit
2  Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi penerimaan kas
 Mampu memahami aktifitas pengendalian
 Mampu memehami transaksi penyesuaian penjualan
 Mampu memahami pengujian substantif atas piutang usaha
 Mampu memahami penentuan resiko deteksi
3  Mampu memahami perancangan pengujian substantive
 Mampu memahami prosedur awal dan analitis
 Mampu memahami pengujian rincian transaksi
By,
Budiman Teri (A311163030

 Mampu memahami pengujian rincian saldo

 Mampu memahami sifat siklus pengeluaran

4  Mampu memahami komponen pengendalian internal


 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi pembelian
 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi pengeluaran kas
 Mampu memahami penyajian substantive atas saldo utang usaha
 Mampu memahami penetuan resiko deteksi
 Mampu memahami perancangan pengujian substansi
5  Mampu memahami prosedur awal
 Mampu memahami prosedur analisis
 Mampu memahami pengujian rincian transaksi
 Mampu memahami pengujian rincian kas
 Mampu memahami sikap siklus produksi
6  Mampu memahami aktifitas pengendalian transasksi pabrikasi
 Mampu memahami pengujian substansi atas saldo persediaan
 Mampu memahami sifat siklus jasa personalia

7  Mampu memahami tujuan audit jasa personalia


 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi penggajian
 Mampu memahamipengujian substansiatas saldo gaji dan upah
8 Mid test (materi 1-7)

 Mampu memahami sifat siklus investasi


 Mampu memahami tujuan audit siklus investasi
 Mampu memahami pertimbangan perencanaan audit
9
 Mampu memahami pengujian substansi atas saldo utang jangka
panjang
 Mampu memahami pengujian substansif atas saldo ekuitas
pemegang saham
 Mampu memahami sifat siklus pembaiayaan
 Mampu memahami tujuan audit siklus pembiayaan

10  Mampu memahami pengujian substantive atas saldo utang jangka


panjang
 Mampu memahami pengujian substantive atas saldo ekuitas
pemegang saham
By,
Budiman Teri (A311163030

 Mampu memahami sifat siklus kas


 Mampu memahamitujuan audit kas

11  Mampu memahami penyusunan program audit kas


 Mampu memahami penerapan prosedur audit
 Mampu memahami pengujian saldo kasa sebelum tanggal neraca
 Mampu memahami pengujian saldo kas setelah tanggal neraca
 Mampu memahami menyelesaikan pekerjaanlapangan

12  Mampu memahami mengevaluasi temuan


 Mampu memahami komunikasi dengan klien
 Mampu memahami tanggung jawab setelah audit
 Mampu memahami standar pelaporan
 Mampu memahami laporan auditor

13  Mampu memahami laporan standar


 Mampu memahami penyimpangan laporan standar
 Mampu memahami pengaruh situasi yang menyebabkan
penyimpangan dari laporan standar
 Mampu memahami penrimaan jasa pelaksanaan penugasan atestasi
 Mampu memahami standar atestasi

14  Mampu memahami penugasan yang dilaksanakan menurut standar


atestasi
 Mampu memahami penugasan yang dilaksanakan menurut standar
atestasi
 Mampu memahami struktur BAPEPAM
 Mampu memahami komponen BAPEPAM dan pasar modal
 Mampu memahami kualifikasi dan regitrasi akuntan public di

15 BAPEPAM
 Mampu memahami keterkaitan BAPEPAM dengan auditor
independen
 Mampu memahami tanggung jawab akuntan public terhadap
BAPEPAM
16 Final test (materi 8-15)
By,
Budiman Teri (A311163030

D. PETUNJUK BELAJAR

Setiap modul berisi materi kuliah Pengauditan II, yang dilengkapi dengan sasaran yang ingin
dicapai, ruang lingkup bahan modul, manfaat modul, latihan-latihan, rangkuman materi, tes formatif, dan
kunci jawaban tes formatif.

II. PENDAHULUAN

A. SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk:
 Mampu memahami sifat siklus jasa personalia
 Mampu memahami tujuan audit jasa personalia
 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi penggajian
 Mampu memahamipengujian substansiatas saldo gaji dan upah

B. RUANG LINGKUP BAHAN MODUL


Modul ini membahas mengenai auditing dan profesi akuntan publik, terutama yang terdapat di
Indonesia. Secara terperinci membahas tentang definisi auditing, tipe audit dan auditor, jasa-jasa oleh
KAP, serta organisasi yang berhubungan dengan profesi.

C. MANFAAT MEMPELAJARI MODUL


Manfaat yang akan diperoleh setelah mempelajari modul ini di antaranya:
 Mampu memahami sifat siklus jasa personalia
 Mampu memahami tujuan audit jasa personalia
 Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi penggajian
 Mampu memahamipengujian substansiatas saldo gaji dan upah

D. URUTAN PEMBAHASAN
 Sifat siklus jasa personalia
 Tujuan audit jasa personalia
 Aktifitas pengendalian transaksi penggajian
 Pengujian substansiatas saldo gaji dan upah
By,
Budiman Teri (A311163030

III. MATERI PEMBELAJARAN

 SIFAT SIKLUS JASA PERSONALIA


Siklus jasa personalia (personnel services cycle) suatu entitas menyangkut peristiwa dan
aktivitas yang berhubungan dengan kompensasi eksekutif serta karyawan. Jenis-jenis konpensasi ini
meliputi gaji, upah per jam dan insentif (borongan), komisi, bonus, opsi saham, dan tunjungan karyawan
(misalnya asuransi kesehatan dan uang cuti). Kelompok transaksi yang utama dalam siklus ini adalah
transaksi penggajian (payroll transactions).
Siklus jasa personalia saling berkaitan dengan dua siklus lainnya. Pembayaran gaji dan upah
serta pembayaran pajak gaji dan upah berhubungan dengan transaksi pengeluaran kas dalam siklus
pengeluaran. (Boynton, 2003:171)

Akun-Akun dan Transaksi-Transaksi dalam Siklus Penggajian dan Personalia


Akun-akun yang umumnya terdapat dalam siklus penggajian dan personalia pada Gambar 6-1 .
Dalam gambar tersebut digunakan akun T untuk menggambarkan aliran informasi melalui berbagai akun
dalam siklus personalia. Dalam sistem pada umumnya, akun upah dan gaji hanya digunakan pada akhir
periode akuntansi. Selama periode berjalan, akun beban didebet pada saat upah dan gaji sesungguhnya
sudah dibayar, bukan ketika beban gaji terjadi. Utang yang berkaitan dengan gaji dan upah dicatat melalui
jurnal penyesuaian pada akhir periode untuk semua yang telah menjadi beban tetapi belum di bayar.
(Haryono, 2014: 810)

Gambar 6-1 Akun-Akun dalam Siklus Penggajian dan Personalia


By,
Budiman Teri (A311163030

*) Akun biaya operasi tersendiri biasanya juga diselenggarakan untuk gaji dan bonus direksi dan staf, gaji
karyawan administrasi, gaji dan komisi karyawan penjualan, serta biaya tenaga kerja tak langsung. Akun-
akun tersebut mempunyai hubungan yang sama terhadap utang gaji dan upah, serta utang Pph karyawan
dan potongan lain seprti yang berlaku pada biaya tenaga kerja langsung dalam gambar di atas.

Fungsi-Fungsi Bisnis dalam Siklus dan Dokumen serta Catatan yang Bersangkutan

Siklus penggajian dan personalia diawali dengan pengangkatan karyawan/pegawai dan diakhiri
dengan pembayaran imbalan atas jasa yang telah mereka lakukan dan pembayaran kewajiban pajak
penghasilan karyawan dipotong kepada pemerintah dan institusi lain serta utang biaya tenaga kerja dan
utang. Pph karyawan.

 Bagian Sumber Daya Manusia (Bagian Personalia)


Bagian sumber daya manusia atau sering disebut juga bagian personalia adalah bagian yang secara
independen mewawancara dan mengangkat personil yang memenuhi syarat sesuai dengan
kebutuhan entitas. Bagian ini juga merupakan sumber independen catatan untuk memeriksa secara
internal informasi gaji dan upah, termasuk tambahan-tambahan dan penghapusan dari daftar gaji,
serta perubahan ggaji/upah dan potongan potongan.
 Catatan Kepegawaian
Catatan pegawai meliputi data seperti tanggal pengangkatan, data pribadi pegawai/karyawan,
tingkat upah/gaji, potongan-potongan wajib, evaluasi kinerja, dan pemberhentian sebagau
pegawai.
By,
Budiman Teri (A311163030

 Formulir Potongan Wajib


Formulir ini digunakan untuk memotong gaji/upah yang bersifat wajib, seperti misalnya Pph
karyawan yang dipotong perusahaan, potongan ausransi yang wajib diikuti karyawan termasuk
asuransi kesehaan, dan potongan untuk iuran sebagai anggota serikat pekerja.
 Surat Keputusan Penetapan Gaji/Upah
Surat ini digunakan untuk menetapkan tingkat upah atau gaji sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Sumber informasi keputusan ini adalah kontak kerja, otorisasi manajemen, atau
khusus untuk para pejabat perusahaan diotorisasi oleh dewan komisaris.

 Penerimaan Bahan Baku


Penerimaan bahan baku, yang juga merupakan bagian dari siklus pembelian dan
pembayaran, meliputi inspeksi atas barang yang diterima untuk memeriksa kebenaran jumlah
maupun kualitasnya. Bagian penerimaan membuat laporan penerimaan barang yang akan menjadi
salah satu dokumen yang diperlukan sebelum pembayaran bisa dilakukan. Setelah diperiksa, bahan
baku dikirim ke gudang dan copy dari laporan penerimaan barang berkenan denga penerimaan
barang, biasanya juga dikirim ke bagian pembelian, gudang, dan bagian utang usaha. Pengawasan
dan tanggungjawab diperlukan pada setiap pengiriman/perpindahan barang.

 Pencatatan waktu kerja dan Pembuatan Daftar Gaji/Upah


Penggunaan catatan waktu kerja dan pembuatan daftar gaji/upah sangat penting dalam
pengauditan penggajian karena keduanya berhubungan langsung dengan biaya tenaga kerja untuk
setiap periode. Pengendalian yang memadai diperlukan untuk mencegah kesalahan penyajian
dalam empat aktivitas berikut:
 Pencatatan waktu kerja
 Ikhtisar dan perhitungan pendapatan kotor, potongan, dan endapatan bersih.
 Pembayaran gaji/upah
 Pencatatan gaji/upah
Tabel 6-1 Golongan transaksi, akun-akun, fungsi bisnis, dan dokumen serta catatan uang bersangkutan
untuk siklus penggajian dan personalia
Golongan Akun-akun Fungsi Bisnis Dokumen dan Catatan
Transaksi

Penggajian Kas-gaji Sumber Daya Manusia Catatan tentang sumber


daya manusia
By,
Budiman Teri (A311163030

Semua akun biaya yang


berhubungan dengan
imbal jasa tenaga kerja

Semua aku yang


berhubungan dengan
potongan atas
pendapatan kotor tenaga
kerja.

Semua akun utang yang


berhubungan dengan
ketenagakerjaan.

Pencatatan waktu dan Catatan waktu kerja


pembuatan daftar
Kartu kerja per job
gaki
File transaksi penggajian

Jurnal penggajian

Master file penggajian

Pembayaran gaji Bukti transfer atau cek

Rekonsiliasi bank akun


gaji

Pembuatan bukti
potong pph
karyawan dan
pembayaran pph
karyawan.

 Catatan Waktu Kerja


Catatan waktu kerja adalah dokumen yang menunjukkan waktu kerja pegawai sejak mulai
hingga akhir bekerja setiap hari serta jumlah total jam kerja seorang pegawai. Catatan waktu
kerja bisa berupa kertas atau elektronik, dan bisa dibuat secara otomatis dalam jam waktu kerja
atau identification card readers. Catatan waktu kerja biasanya dilakukan setipa minggu.
 Kartu Waktu Kerja
By,
Budiman Teri (A311163030

Kartu waktu per job adalah formulir yang menunjukkan untuk job mana seorang pegawai
bekerja pada suatu periode waktu tertentu. Formulir semacam ini digunakan hanya apabila
pegawai bekerja pada job yang berbeda atau bagian yang berbeda.
 File Transaksi Penggajian
File yang diproses dengan komputer ini mencakup seluruh transaksi penggajian yang diproses
oleh sistem akuntansi untuk suatu periode waktu tertentu, misalnya harian, mingguan, atau
bulanan. File ini berisi semua infrmasi yang dimasukkan ke dalam sistem dan informasi untuk
setiap transaksi, seperti nama dan nomor identifikasi, tanggal, pemdapatan kotor dan
pendapatan bersih pegawai, berbagai bermacam potongan yang dilakukan perusahaan, dan
klasifikasi akun.
 Jurnal Penggajian atau Daftar
File ini dibuat dari file transaksi penggajian dan biasanya mencakup nama, tanggal, jumlah
pendapatan kotor dan pendapatan bersih, jumlah-jumlah potongan-potongan, dan klasifikasi
akun untuk setiap transaksi.
 Master File Penggajian
Master file penggajian adalah file komputer yang digunakan untuk mencatat transaksi
penggajian untuk setiap pegawai menghitung total upah yang dibayarkan kepada pegawai
dalam suatu tahun tertentu. Catatan untuk setiap pegawai meliputi pendapatan kotor untuk
setiap periode penggajian, potongan atas setiap pendapatan kotor pendapatan bersih, nomor
check, dan tanggal.

 Pembayaran Gaji/Upah
Persetujuan dan pendistribusian gaju/upah harus diawasi secara saksama untuk
menghindari terjadinya kecurangan. Untuk meningkatkan pengawasan, pendistribusian gaji/upah
biasanya diproses secara terpisah dari pemabayaran-pembayaran lain.
 Pembayaran gaji/upah
Pembayaran diberikan kepada para pegawai sebagai konpensasi atas jasa yang telah mereka
berikan kepada perusahaan. Pembayaran bisa dilakukan dengan check, tetapi seringkali juga
dialakukan dengan transfer langsung pada akun-akun pribadi para pegawai di bank. Jumlah
yang dibayarkan adalah besar pendapatan kotor pegawai dikurangi dengan pph karyawan
yang bersangkutan serta potongaan-potongan lain yang dilakukan perusahaan selaku juru
potong
 Rekonsiliasi Akun Bank Penggajian
Rekonsiliasi bank secara independen penting dilakukan untuk semua akun kas di bank,
termasuk akun bank yang disediakan khusus untuk membayar gaji/upah pegawai, untuk
mendeteksi kemungkinan adanya kesalahan atau kecurangan. Perusahaan bisa menyediakan
By,
Budiman Teri (A311163030

suatu akun penggajian imperest yaitu suatu akun pengggajian terpisah dengan hanya
menyediakan sejumlah kas yang tidak begitu terlalu besar. Jumlah yang pasti untuk setiap
pendapatan bersih pegawai ditransfer dengan check atau electronic funds transfer dari kas
besar ke akun imperest seera sebelum pembayaran gaji/upah dilakukan.

 Pembuatan Bukti Potong Pph dan Pembayaran Pajak


Undang-undang Pajak Penghasilan mewajibkan perusahaan selaku wajib potong atas
penghasilan karyawan untuk melakukan pemotongan dan membayarkan ke kas negara secara tepat
waktu.
 Bukti Pemotongan Pph Pasal 21
Sesuai dengan ketentuan undang-undang, perusahaan berkewajiban untuk memotong pajak
penghasilan karyawannya (perusahaan merupakan wajib pungut). Besarnya pajak yang harus
dibayar karyawan tergantung pada pendapatan kena pajak masing-masing karyawan yaitu
pendapatan kotor dikurangi dengan pendapatan tidak kena pajak (PTKP) dikalikan tarif pajak.

 TUJUAN AUDIT JASA PERSONALIA


Tujuan audit spesifik untuk siklus jasa personalia diperlihatkan dalam table di bawah. Prosedur yang
digunakan auditor untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut akan diuraikan dalam modul ini

Tabel 6.2 Tujuan Audit Spesifik untuk Siklus Jasa Personalia


Kategori Asersi Tujuan Audit Kelompok Transaksi Tujuan Audit Saldo
Rekening

Keberadaan Beban gaji dan upah serta biaya PPh Saldo utang gaji dan
atau keterjadian karyawan dalam pembukuan berkaitan upah serta utang PPh
dengan kompensasi atas jasa yang diberikan karyawan
selama periode yang diaudit mencerminkan jumlah
yang terutang per
tanggal neraca

Kelengkapan Biaya gaji dan upah serta biaya PPh Utang gaji dan upah
karyawan mencakup semua biaya yang serta utang PPh
terjadi untuk jasa personalia selama periode karyawan mencakup
yang diaudit semua utang kepada
karyawan dan utang
By,
Budiman Teri (A311163030

kepada Negara per


tanggal neraca

Hak dan Kewajiban Utang gaji dan upah


serta utang PPh
karyawan adalah
kewajiban perusahaan
klien

Penilaian atau Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawa Utang gaji dan upah
Pengalokasian telah dihitung dengan teliti dan telah dicatat serta utang PPh
karyawan telah dihitung
dengan teliti dan telah
dicatat.Distribusi biaya
tenaga kerja pabrik telah
dihitung dan dicatat
dengan benar

Penyajian dan Biaya gaji dan upah serta biaya PPh Utang gaji dan upah
Pengungkapan karyawan telah diidentifikasi dan serta utang PPh
dikelompokkan dengan benar dalam laporan karyawan telah
rugi-laba diidentifikasi dengan
benar dalam
neraca.Laporan
keuangan telah memuat
pengungkapan yang
tepat tentang program
pension dan program
benefit lainnya

 AKTIVITAS PENGENDALIAN TRANSAKSI PENGGAJIAN


 Fungsi-fungsi dan Pengendalian yang Terkait
a) Memulai transaksi penggajian yang mencakup :
By,
Budiman Teri (A311163030

 Mengangkat karyawan
Dalam proses pengangkatan karyawan salah saji yang potensial terjadi adalah adanya
karyawan-karyawan fiktif yang mungkin ditambahkan pada daftar gaji dan upah.
Pengendalian yang dibutuhkan bisa berupa pengendalian manual yang meliputi
pengotorisasian seluruh pengangkatan karyawan baru adalah departemen personalia,
hanya beberapa karyawan kunci di departemen personalia yang dapat menambahkan
karyawan baru pada file induk gaji dan upah, computer melaporkan semua perubahan
pada file induk data personalia, serta penelaahan laporan tentang semua perubahan file
induk di manajemen personalia
 Mengotorisasi perubahan gaji dan upah
Dalam proses ini, kemungkinan salah saji yang terjadi yaitu :
1) Karyawan mungkin menerima kenaikan tarif gaji yang tidak diotorisasi. Hal ini
dapat diatasi dengan pengendalian manual yaitu pengotorisasian semua
perubahan tarif upah ke dalam file induk personalia
2) Karyawan yang sudah berhenti mungkin tetap ada dalam daftar gaji dan upah. Hal
ini dapat diatasi dengan beberapa pengendalian manual seperti, penghapusan
karyawan yang sudah berhenti dari file induk personalia, pembatasan akses
dengan cara hanya beberapa karyawan kunci di departemen personalianyang
dapat mengubah informasi dalam file induk data personalia, manajemen di
departemen personalia menelaah semua perubahan pada file induk data
personalia

b) Penerimaan jasa, mencakup :


 Menyiapkan data kehadiran dan pencatatan waktu
Dalam proses ini, salah saji yang potensial terjadi yaitu karyawan mungkin dibayar untuk
jam kerja yang tidak dilakukan. Pengendalian yang mungkin dilakukan yaitu
menggunakan prosedur jam waktu (time clock) dan persetujuan tiket waktu oleh penyelia
c) Pencatatan transaksi penggajian, mencakup :
 Menyiapkan daftar serta mencatat gaji dan upah
Dalam proses ini, salah saji yang potensial terjadi adalah data gaji dan upah mungkin
hilang pada saat diserahkan ke TI, hal ini dapat diatasi dengan menghitung total batch
untuk jam kerja yang disiapkan oleh departemen gaji dan upah serta diverifikasi oleh
computer. Salah saji potensial yang kedua yaitu transaksi gaji dan upah mungkin memuat
data yang salah ketik atau yang tidak valid, pengendaliannya yaitu dengan menguji
pembatasan computer atas jumlah jam kerja yang dilakukan serta jumlah setiap cek gaji
dan upah
d) Pembayaran gaji dan upah, mencakup :
By,
Budiman Teri (A311163030

 Membayar gaji dan upah serta menjaga upah yang belum diambil
Salah saji yang potensial yaitu cek gaji dan upah mungkin dibagikan kepada penerima
yang tidak diotorisasi. Pengendalian yang bisa dilakukan yaitu identifikasi karyawan
diperlukan untuk menerima cek gaji dan upah
 Menyerahkan SPT pajak gaji dan upah
Salah saji yang potensial terjadi yaitu SPT pajak gaji dan upah mungkin tidak diserahkan
secara tepat waktu. Pengendalian yang bisa dilakukan yaitu menetapkan tanggung jawab
untuk menyerahkan SPT pajak secara tepat waktu dan menelaah penyerahan SPT pajak
secara tepat waktu oleh manajemen akuntansi

Memperoleh Pemahaman Dan Menilai Risiko Pengendalian


Proses penilaian risiko pengendalian untuk transaksi penggajian dimulai dengan
mengidentifikasi potensi salah saji serta pengendalian yang diperlukan. Pengujian atas pengendalian
yang terprogram untuk mendukung penilaian risiko pengendalian yang rendah biasanya akan mencakup
suatu pengujian langsung atas program tersebut, pengujian atas pengendalian umum untuk
memastikan bahwa program itu tidak dapat diubah tanpa otorisasi dan pengujian atas prosedur yang
menindaklanjuti penyimpangan / pengecualian. Auditor biasanya akan menguji pengendalian ini dengan
mengajukan pertanyaan kepada sejumlah individu yang terlibat dalam menjalankan sistem tersebut,
memeriksa dokumen dan laporan serta melakukan kembali pengendalian atas beberapa transaksi untuk
memastikan bahwa pengendalian telah dijalankan secara efektif.

 PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO GAJI/UPAH


Pengujian substantif saldo-saldo penggajian/ pengupahan biasanya dilakukan pada tanggal
neraca atau mendekati tanggal neraca.
 Penentuan Risiko Deteksi
Pengujian pengendalian atas efektivitas pengendalian untuk risiko ini memungkinkan
auditor untuk menetapkan tingkat risiko deteksi pada tingkat rendah, sehingga tingkat risiko deteksi
bisa diterima untuk kebanyakan asersi penggajian/ pengupahan adalah moderat atau tinggi.
Akibatnya, pengujian tersebut seringkali dibatasi hanya dengan menerapkan prosedur analitis atas
rekening-rekening biaya dan utang biaya yang bersangkutan,serta pengjuian detil terbatas. Apabila
prosedur analitis menunjukkan adanya fluktuasi yang tidak wajar, mak diperlukan pengujian detil
lebih banyak.
 Perancangan Pengujian Substantif
Program audit yang bisa dipertimbangkan untuk mengaudit saldo rekening utang gaji/
upah sama dengan apa yang telah diidentifikasi. Namun dalam hal ini auditor tidak perlu
mengkonfirmasi utang gaji/ upah. Uraian tentang pengujian substantif khusus untuk saldo-saldo
By,
Budiman Teri (A311163030

penggajian/ pengupahan yang akan dijelaskan di bawah ini dibatasi hanya prosedur-prosedur berikut
:
a) Menghitung ulang utang-utang yang berkaitan dengan penggajian/ pengupahan
b) Mengaudit program kesejahteraan karyawan dan program pensiun
c) Mengaudit opsi saham
d) Melakukan verifikasi atas kompensasi kepada para pejabat perusahaan (Boynton,
2003:187)

Tabel 6-3 Ikhtisar Tujuan Audit Transaksi dan Pengujian Substantif


Tujuan Audit Transaksi Pengujian Substantif Transaksi

Pembayaran gaji/upah hanya untuk pekerjaaan  Review jurnal penggajian, buku besar,
yang benar-benar dikerjakan oleh pegawai yang catatan pendapatan pegawai yang
ada (keterjadian) menunjukkan jumlah bear atau tidak biasa
 Bandingkan daftar pengeluaran check atau
bukti transfer dengan catatan sumberdaya
manusia.
 Periksa jurnal penggajian, cocokkan nama,
jumlah dan tanggalnya.
 Periksa bukti penerimaan gaji.upah oleh
pegawai bersangkutan.
Transaksi penggajian yang terjadi telah  Rekonsiliasi pengeluaran dalam jurnal
dibukakan (kelengkapan) penggajian dengan pengeluaran di laporan
bank gaji.
 Lakukan pengujian rekonsiliasi bank.
Transaksi penggajian terbukukan adalah untuk  Hitung utang jam kerja dari catatan waktu.
jumlah waktu kerja sesungguhnya dan tarif yang  Bandingkan tarif upah dengan kontrak kerja,
benar, dan potongan-potongan telah dihitung persetujuan dari dewan komisaris atau pihak
dengan tepat. lainnya.
 Hitung ulang pendapatan kotor.
 Periksa potongan-potongan dengan
mengacu pada tarif pajak dan formulir
pengesahan dalam file sumber daya
manusia.
 Hitung ulang pendapatan bersih
By,
Budiman Teri (A311163030

 Periksa bukti pengeluaran check atau bukti


transfer dengan jurnal penggajian untuk
memeriksa kebenaran jumahnya.
Transaksi penggajian telah dimasukkan dengan  Ujlah ketelitian klerikal dengan menjumlahkan
benar ke dalam master file penggajian dan jumlah penggajian dan menelusuri posting ke
diikhtisarkan dengan benar (posting dan buku besar dan ke master file penggajian.
pengiktisaran)
Transaksi penggajian telah digolongkan dengan  Bandingkan penggolongan dengan daftar
benar (penggolongan) akun atau buku pedoman prosedur .
 Periksa waktu jam kerja pegawai per
departemen dan kartu waktu per job dan
telusurilah ke pendistribusian biaya tenaga
kerja.
Transaksi penggajian di catat pada tanggal yang  Bandingkan tanggal pencatatan dalam jurnal
tepat (saat) penggajian dengan tanggal check atau bukti
transfer dan catatan waktu.
 Bandingkan tanggal pada check dengan
tanggal penguangan di bank.
Sumber: Haryono, 2014
 Metodologi untuk Perancangan Pengujian Rinci Saldo
Menurut Haryono, 2014: 818, metodologi untuk menetapkan pengujian rinci saldo yang tepat untuk
akun-akun kewajiban yang berkaitan dengan penggajian adalah sama untuk bab sebelumnya.
 Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi penggajian (tahap 1)
Pada kebanyakan perusahaan, pengidentifikasisan risiko bisnis klien yang berpengaruh
terhadap penggajian jarang dilakukan. Namun demikian, risiko bisnis klien bisa terjadi pada
perusahaan yang memberi konpensasi yang kompleks pada karyawannya, seperti adanya
bonus dan opsi saham serta kompensasi lain.
 Menetapkan materialitas pelaksanaan dan menilai risiko inhern (Tahap 1)
Risiko inheren kecurangan penggajian timbul karena sebagian besar transaksi menyangkut
kas. Oleh karena itu, auditor sering memandang penting tujuan audit keterjadian. Selain itu,
untuk perusahaan manufaktur dengan jumlah signifikan biaya tenag kerja dibebankan ke
persediaan. Sebagai bagian ari upaya untuk memperoleh pemahaman tentang klien, auditor
harus mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaiktan dengan penggajian yang kompleks.
 Menilai risiko pengendalian dan melaksanakan pengujian yang bersangkutan (Tahap I dan II)
 Melaksanakan Prosedur Analitis

Tabel 6.4 Prosedur Analisis untuk Siklus Penggajian dan Personalia


By,
Budiman Teri (A311163030

Prosedur Analitis Kemungkinan Kesalahan Penyajian

Membandingkan saldo akun beban tenaga kerja Kesalahan penyajian akun beban
(gaji/upah dan lain-lain) dengan tahun tenaga kerja.
sebelumnya (dengan penyesuaian untuk
kenaikan tarif dan kenaikan volume)
Membandingkan persentase beban tenaga kerja Kesalahan penyajian beban tenaga
langsung terhadap penjualan dengan tahun- kerja langsung dan persediaan.
tahun sebelumnya.
Membandingkan persentase beban komisi Kesalhan penyajian beban komisi dan
terhadap penjualan dengan tahun-tahun utang beban komisi
sebelumnya.
Membandingkan persentase beban pajak Kesalahan beban pajak penghasilan
penghasilan karyawan terhadap beban gaji upah karyawan utang pajak penghasilan
dengan tahun-tahun sebelumnya. karyawan

Membandingkan beban pajak penghasilan Kesalahan penyajian utang pajak


karyawan dengan tahun sebelumnya. penghasilan karyawan dengan beban
pajak penghasilan karyawan.

 Perancangan dan Pelaksanaan Pengujian Rinci Saldo untuk Akun Utang dan Beban (Tahap
III)
 Jumlah-jumlah yang Dipotong dari Penghasilan Karyawan
Pajak pengasilan karyawan yang dipotong perusahaan dari pengahsilan karyawan tetapi
belm disetorkan ke Kantor Pajak dapat diperiksa dengan cara membandingkan anatara
jumlah saldo dengan jumlah saldo dengan jurnal penggajian, pajak penghasilan karyawan
yang dibayar pada periode berikutnya, dan pengeluaran kas periode berikutnya.
 Utang Beban Gaji dan Upah
 Utang Beban Komisi
Konsep yang sama yang digunakan untuk memriksa utang gaji/upah dapat diterapkan
untuk memeriksa utang beban komisi, tetapi penentuannya sering kali lebih sulit karena
perusahaan sering membuat berbagai macam kesepakatan dengan pegawai bagian
penjulan dan pegawai-pegawai lain yang diberi komisi.

 Utang Bonus
Pada banyak perusahaan, bonus yang pada akhir tahun belum dibayarkan kepada pada
staf dan karyawan perusahaan kadang-kadang merupka pos yang cukup besar sehingga
By,
Budiman Teri (A311163030

tidak dicatat sebagai utang tersebut akan menjadi kesalahan penyajian material.
Pemeriksaan utang yang tidak dicatat biasanya dapat dilakukan dengan membandingkan
pada jumlah yang telah diotorisasi dalam notulen rapat dewan komisaris.
 Pengujian Rinci Saldo untuk Akun-Akun Beban
 Kompensasi untuk Para Staf
Auditor melakukan verifikasi apakah total kompensasi untuk staf telah disetujui oleh
dewan komisaris. Pengujian audit biasanya dilakukan dengan daftar gaji yang
disetujui dan membandingkannya dengan catatan pendapatan staf yang
bersangkutan.
 Komisi
Auditor akan dapat memeriksa beban komisi dengan relatif mudah, apabila tarif
komisi ditetapkan sama untuk setiap tipe lanjutan dan informasi penjulan yang
diperlukan tersedia dalam catatan catatan akuntansi. Total beban komisi dapat
diperiksa dengan mengalikan tarif komisi untuk setiap tipe penjualan dengan jumlah
penjualan pda kategori yang bersangkutan.
 Beban Pajak Penghasilan Karyawan
Beban pajak penghasilan karyawan selama setahun dapat diuji dengan pertama-tama
merekonsiliasi total beban gaj/upah pada setiap daftar gaji dengan total gaji/upah selama
setahun. Total pajak penghasilan karyawan selanjutnya dihitung ulang dengan
mengalikan tarif pajak dengan pendapatan kena pajak. Perhitungan ini bisa sangat
memakan waktu karena biasanya tidak diterapkan pada seluruh gaji/upah, dan tarif bisa
berubah dalam perjalanan waktu apabila akhir periode akuntansi perusahaan tidak
mengikuti tahun kalender.
 Total Gaji/Upah
Pengujian yang berkaitan erat dengan pengujian atas pajak penghasilan karyawan
adalah merekonsisliasi total beban gaji/upah di buku Besar dengan pajak penghasilan
karyawan yang dibayar ke Kas Negara.
 Tenaga Kerja Kontrak
Untuk mengurangi beban tenaga kerja, banyak perusahaan menghadap kontak dengan
organisasi dari luar untuk menyediakan tenaga kerja yang diperlukan perusahaan.
Individu yang memberikan jasanya dipekerjakan oleh organisasi dari luar tersebut,
sehingga ia tidak berstatus sebagai karyawan perusahaan klien.
By,
Budiman Teri (A311163030

IV. LATIHAN

 Sebutkan lima pengujian pengendalian yang dapat dilakukan untuk siklus penggajian dan
personalia?
 Jelaskan mengapa persentase waktu dari total waktu audit yang digunakan untuk pengujian
pengendalian dan pegujian substantif transaksi biasanya jauh lebih besar untuk siklus penggajian
dan personalia dibandingkan dengan untuk siklus penjualan dan pengumpulan piutang!
 Jelaskan apa yang dimaksud dengan akun imperest penggajian. Apakah tujuannya dan pengawasan
atas penggajian tersebut ?
 Jelaskan bagaimana sampling audit bisa digunakan untuk pengujian siklus penggajian dan
personalia !
 Dalam pengujian substantif terhadap berbagai saldo akun yang berkaitan dengan siklus jasa
personalia, auditor melakukan prosedur analitik. Sebutkan apa yang dilakukan oleh auditor dalam
prosedur nalitis tersebut

V. RANGKUMAN
Siklus jasa personalia (personnel services cycle) suatu entitas menyangkut peristiwa dan aktivitas
yang berhubungan dengan kompensasi eksekutif serta karyawan. Jenis-jenis konpensasi ini meliputi gaji, upah
per jam dan insentif (borongan), komisi, bonus, opsi saham, dan tunjungan karyawan (misalnya asuransi
kesehatan dan uang cuti). Kelompok transaksi yang utama dalam siklus ini adalah transaksi penggajian (payroll
transactions).

Fungsi bisnis yang terkait dengan siklus penggajian dan personalia terdiri atas (1) sumber daya
manusia, (2) pencatatan waktu dan pembuatan daftar gaji, (3) pembayaran gaji, dan (4) pembuatan bukti
potong PPh karyawan dan pembayaran PPh karyawan.

VI. TES FORMATIF

1. Fungsi yang termasuk dalam siklus penggajian dan personalia adalah….


a. Fungsi pembelian dan fungsi sumber daya manusia
b. Fungsi pembayaran gaji/upah dan fungsi retur pembelian
c. Fungsi pembayaran gaji/upah dan fungsi sumberdaya manusia
d. Fungsi produksi dan fungsi pengeluaran kas
By,
Budiman Teri (A311163030

2. Untuk mendeteksi dan mencegah gaji dan upah dibayarkan kepada orang yang tidak berhak
menerimanya, aktivitas pengendalian yang diperlukan adalah:
a. Hanya karyawan yang memiliki identitas yang sah yang berhak menerima gaji dan upah.
b. Penggunaan panduan akun
c. Penggunaan bukti kas keluar berurut nomor cetak
d. Penggunaan kartu jam kerja

3. Dalam rangka pengauditan sistem penggajian yang berkomputer, Auditor harus selalu melakukan
pengetesan terhadap data yang digunakan, untuk melakukan pengujian terhadap:
a. adanya nomor karyawan yang hilang.
b. kelayakan terhadap persetujuan lembur yang diberikan oleh supervisor.
c. time tickets yang digunakan untuk nomor job yang salah.
d. kecocokan antara jumlah jam yang dilaporkan dalam clock cards dengan time tickets

VII. UMPAN BALIK

Cocokkan jawaban tes formatif Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang ada di bagian akhir
modul ini. Ukurlah tingkat penguasaan materi kegiatan belajar anda dengan rumus sebagai berikut :

Tingkat penguasaan = (Jumlah jawaban benar : 3) x 100 %

Arti tingkat penguasaan yang diperoleh adalah :

Baik sekali = 90 – 100 %

Baik = 80 – 89 %

Cukup = 70 – 79 %

Kurang = 0 – 69 %

Bila tingkat penguasan mencapai 80 % ke atas, maka mahasiswa dapat melanjutkan ke bab
berikutnya. Namun bila tingkat penguasaan masih di bawah 80 % maka mahasiswa wajib membaca dan
memahami kembali materi yang terdapat dalam modul ini, terutama materi yang menjadi tujuan pembelajaran
By,
Budiman Teri (A311163030

VIII. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF


1. C
2. A
3. D

Anda mungkin juga menyukai