Anda di halaman 1dari 16

2.

1 Pengertian Hotel
Hotel merupakan suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan usaha
akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan dan minuman
serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi masyarakat
umum, baik mereka yang bermalam di hotel tersebut ataupun mereka yang hanya
menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki hotel itu. Berikut adalah beberapa definisi hotel
menurut pendapat para ahli dan sumber lainnya :

1. Hotel Proprietors Act (1956) menjelaskan bahwa hotel adalah suatu perusahaan yang
dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan
fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan
mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima
tanpa adanya perjanjian khusus.
2. Grolier Electronic Publishing Inc. (1995) mengemukakan bahwa hotel adalah usaha
komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan minuman, dan pelayanan
lainnya untuk disewakan kepada tamu atau orang-orang yang tinggal untuk sementara
waktu.
3. Menurut Lawson (1976). Hotel merupakan Sarana tempat tinggal umum untuk wisatawan
dengan memberikan pelayanan jasa kamar, penyedia makanan dan minuman serta
akomodasi dengan syarat pembayaran.
4. Menurut Sulastiyono (2011:5), hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh
pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk
tidur kepada orang-orang yang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan
jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian
khusus.
5. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No.PM.53/MH.001/MPEK/2013,
tentang Standart Usaha Hotel meyebutkan hotel adalah usaha penyediaan akomodasi
berupa kamar-kamar di dalam satu bangunan yang dapat dilengkapi dengan jasa
pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan dan/atau fasilitas lainnya secara harian
dengan tujuan memperoleh keuantungan.
6. Keputusan Menparpostel No.KM37/PW.340/MPPT-86, tentang peraturan usaha dan
penggolongan hotel menyebutkan hotel adalah suatu jenis akomodasi yang

1
mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan,
makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara
komersial.
Dari seluruh rumusan dan pengertian diatas, maka yang dimaksud dengan hotel adalah
suatu badan usaha yang bergerak di bidang jasa dan di dalamnya terdapat beberapa unsur
pokok yang terkandung dalam pengertian hotel, yaitu:
a) Suatu jenis akomodasi
b) Menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang ada
c) Menyediakan fasilitas pelayanan jasa penginapan
d) Menyediakan makan dan minuman serta jasa lainnya
e) Fasilitas dan pelayanan tersebut disediakan untuk para tamu, dan masyarakat umum yang
menginap
f) Berfungsi sebagai tempat sementara
g) Dikelola secara komersial
2.2 Jenis Dan Penggolongan Usaha Hotel

2.2.1 Jenis Hotel


Klasifikasi hotel bertujuan untuk mengelompokkan sebuah hotel kedalam tingkatan
atau kelas, berdasarkan atas suatu penilaian tertentu. Dalam pengklasifikasian hotel suatu
negara akan berbeda dengan negara lainnya. Pengelompokkan atau pengklasifikasian hotel
di dunia berlainan sebagai contoh sebagai berikut:
1) Negara China menggunakan klasifikasi: Tourist class, standart, & super class.
2) Negara Bulgaria, Kolombo, Equador, Syria, dan Kuwait menggunakan klasifikasi
holtel kelas A, B, C, D, dan E.
3) Indonesia pada tahun 1977, dengan keputusan Menparpostel mengklasifikasikan hotel
ke dalam beberapa kelas yaitu: bintang 1, bintang 2, bintang 3, bintang 4, bintang 5,
non bintang (hotel melati).

Tujuan klasifikasi atau penggolongan hotel adalah sebagai berikut:


1) Sebagai pedoman teknis calon investor untuk memilih investasinya dibidang usaha
perhotelan apakah pada hotel berbintang atau melati.

2
2) Memberikan informasi kepada tamu yang akan menginap di hotel mengenai standar
fasilitas yang dimiliki oleh masing masing jenis dan tipe hotel.
3) Agar terciptanya suatu persaingan yang sehat antara pengusaha hotel.
4) Agar tercipta keseimbangan antara permintaan (supply) dan penawaran (demand)
dalam usaha perhotelan.
Seiring berkembangnya industri pariwisata di dunia, maka pesatlah pembangunan hotel,
maka dalam persaingan dan berdasarkan tolak ukur daerah wisata ada banyak varian hotel.
Jenis hotel itu sendiri terbagi atas beberapa jenis, yaitu:
1. Berdasarkan lamanya tamu menginap, maka hotel dibedakan menjadi:
a) Transient Hotel
Hotel ini biasanya berada di tengah kota. Kepentingan tamu menginap sebagian
besar adalah untuk urusan bisnis dan turis.
b) Residential Hotel
Hotel ini pada dasarnya merupakan rumah-rumah berbentuk apartemen dengan
kamar-kamarnya, dan disewakan secara bulanan atau tahunan. Hotel ini
menyediakan kemudahan seperti restoran, layanan makanan diantar ke kamar, dan
pelayanan kebersihan kamar.
2. Dilihat dari lokasi hotel, maka hotel dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a) Resort Hotel
Hotel ini pada umumnya berlokasi di tempat-tempat wisata, serta menyediakan
tempat untuk rekreasi dan ruangan beserta fasilitas konferensi untuk tamu-tamunya.
b) City Hotel
Hotel ini pada umumnya berlokasi di tengah kota, serta menyediakan ruangan
beserta fasilitas konferensi untuk tamu-tamunya.
3. Dilihat dari jaringan pemasarannya, hotel dapat dikelompokkan menjadi
beberapa kelompok, yaitu:
a) Jaringan Hotel International
Hotel yang pengelolaannya di bawah hotel jaringan internasional sehingga
pemasaran dan fasilitas antara jaringan hotel dalam satu grup yang sama.
b) Jaringan hotel nasional

3
Hotel ini pengelolaannya di bawah hotel jaringan nasional sehingga pemasaran
dan fasilitas antara jaringan di satu grup akan sama.
c) Hotel yang dikelola Independen
Hotel yang dimiliki secara personal sehingga dari segi pemasaran dan fasilitas
tergantung dari pemilikknya.
4. Dilihat dari tipe harga kamar, maka hotel dikelompokkan menjadi:
a) European Plan
Dalam hotel ini, sistem penentuan harga sewa kamar belum termasuk harga
makanan. Jika ada tamu ingin makan dan minum, maka tamu dapat menggunakan
fasilitas restaurant di hotel. Harga makanan dan minuman dibebankan tersendiri di
luar harga sewa kamar
b) American Plan
Dalam hotel ini, penentuan harga sewa kamar sudah termasuk harga makanan
sebanyak dua atau tiga kali yang disajikan kepada tamu, tanpa memperhatikan
apakah tamu tersebut makan atau tidak. American Plan ini dibagi juga menjadi dua
bagian yaitu:
1) Full American Plan, yaitu hotel yang menyediakan makan tiga kali kepada tamu
yaitubreakfast, lunch, dan dinner.
2) Modified American Plan, yaitu hotel yang menyediakan makan dua kali kepada
tamu, yaitu breakfast dan lunch atau breakfast dan dinner.
c) Continental Plan
Harga sewa hotel sudah termasuk sewa kamar dan makan satu kali,
yaitu breakfast. Jenis makanan yang disajikan adalah makanan continental.
d) Bermuda Plan
Harga sewa hotel sudah termasuk sewa kamar dan makan satu kali,
yaitu breakfast. Jenis makanan yang disajikan adalah
makanan American atau English.
5. Berdasarkan kepemilikan dan manajemennya, hotel dapat dibagi menjadi tiga,
yaitu
a) Propetary ownership adalah hotel yang tidak memiliki hubungan kepemilikan dan
tidak berinduk pada perusahaan lain.

4
b) Franchise adalah hotel yang pengelolaannya memakai cara atau pola yang
diciptakan serta dikembangkan oleh perusahaan atau hotel-hotel lainnya.
c) Management Contract adalah hotel yang pemilikknya membeli jasa pengelolaan
dari perusahaan lain dengan membayar sejumlah uang sesuai dengan perjanjian
awal.
6. Berdasarkan jumlah tempat tidur di kamar, hotel dibedakan menjadi :
a) Single room adalah kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah
tempat tidur berukuran single untuk satu orang.
b) Twin room adalah kamar untuk dua orang yang dilengkapi dengan dua buah tempat
tidur untuk dua orang tamu berukuran single.
c) Double room adalah kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah
tempat tidur berukuran besar untuk dua orang.
d) Double-double room adalah kamar untuk empat orang yang dilengkapi dua kamar
dengan dua buah tempat tidur berukuran besar untuk dua orang.
e) Triple room adalah kamar yang memiliki double bed untuk dua orang ditambah
dengan extra bed.
7. Berdasarkan harga dan fasilitas yang ada di kamar, hotel dibedakan menjadi:
a) Standart Room
b) Superior Room
c) Moderate Room
d) Suite Room
e) Penthouse
f) Junior Suite Room
g) Excecutive/President Suite Room
8. Berdasarkan segi status, hotel dapat dibagi menjadi:
a) Hotel owner adalah pihak yang berstatus sebagai pemilik hotel.
b) Hotel operator adalah pihak yang berstatus sebagai pengelola operasional hotel.
c) Hotel franchisor adalah pihak yang berstatus sebagai pemilik waralaba pengelolaan
operasional kegiatan hotel dan berhak menjualnya ke pihak lain, dalam hal ini hotel
owner.

5
Dari klasifikasi-klasifikasi hotel menurut berbagai tipe atau kategori yang telah
disebutkan di atas, dapat dilihat pada table berikut ini:

No. Dasar Pengelompokkan Tipe atau Kategori

Hotel Melati

Hotel Bintang satu (*)

Hotel Bintang dua (**)


1 Kelas atau tingkatan
Hotel Bintang tiga (***)

Hotel Bintang empat (****)

Hotel Bintang lima (*****)

Transient Hotel

2 Lamanya tamu menginap Residential Hotel

Resort Hotel

Resort Hotel
3 Lokasi Hotel
City Hotel

International Hotel Chains

4 Jaringan Pemasarannya National Hotel Chains

Independen Hotel

5 Tipe Harga Kamar (Plan) European Plan (EP)

6
American Plan (AP)

Continental Plan (CP)

Bermuda Plan (BP)

Property Ownership

6 Kepemilikan dan Manajemennya Franchise

Management Contract

Singgle Room

Twin Room
7 Jumlah Tempat Tidur di Kamar
Double Room

Triple Room

Standart Room

Superior Room

Moderate Room

8 Menurut Harga dan Fasilitas Suite Room

Penthouse

Junior Suite Room

President Suite Room

9 Menurut Segi Status (Pihak Pengelola) Hotel Owner

7
Hotel Operator

Hotel Franchisor

2.2.2 Penggolongan Usaha Hotel


Secara praktis penggolongan hotel menurut jenis tamu yang menginap dibedakan atas
dua penggolongan yaitu hotel bisnis (business hotel) dan hotel wisatawan (tourist hotel)
yang juga dikenal dengan istilah resort hotel. Karena pada umumnya terutama hotel
menengah ke atas, juga memiliki fasilitas kamar-kamar, dilengkapi juga fasilitas untuk
meeting, atau konvensi maupun fasilitas lainnya, misalnya banquet hall. Dengan kata lain
usaha perhotelan mempunyai beberapa kegiatan untuk menyediakan pelayanan yang baik
kepada tamu. Kegiatan utama dari usaha perhotelan adalah:
1. Menyewakan kamar atau akomodasi

2. Menjual makanan dan minuman

3. Menyewakan fasilitas dan atau menjual pelayanan-pelayanan yang diperlukan oleh


para tamu.

2.3 Sejarah Dan Perkembagan Hotel Di Eropa, Usa Dan Indonesia


2.3.1 Sejarah dan Perkembangan Hotel di Eropa dan USA
Kata hotel dulunya berasal dari kata Hospitium (bahasa latin) artinya ruang tamu.
Dalam jangka waktu lama, kata hospitium mengalami perubahan pengertian dan untuk
membedakan antara Guest Room dan Mansion House yang berkembang pada saat itu, maka
rumah-rumah besar disebut hostel. Kata hostel lambat laun berubah dan kemudian huruf
“s” pada kata hostel menghilang atau di hilangkan orang, sehingga kata hostel menjadi kata
hotel seperti yang dikenal sekarang.
Eropa dan Amerika merupakan pelopor lahirnya hotel-hotel modern yakni pada abad
ke-18. Misalnya Hotel Covent Garden yang dirikan tahun 1774, selain memiliki fasilitas
lengkap dan jumlah kamar yang banyak, hotel ini juga berdampingan langsung dengan
bioskop dekat Westminsfer di London. Ada pula City Hotel di New York dengan kapasitas
170 kamar yang didirikan pada 1794.
Pada abad ke-18, di kota-kota besar Eropa dan Amerika, mulai bermunculan hotel-
hotel yang menjadi awal lahirnya hotel-hotel modern. Hotel Covent Garden yang dirikan

8
tahun 1774, selain memiliki fasilitas lengkap untuk zamannya dan jumlah kamar yang
banyak, letak hotel ini berdampingan langsung dengan bioskop dekat Westminsfer di
London.
Pada tahun 3000 Sebelum Masehi telah ada penginapan pertama yang
berbentuk “inn”, yaitu rumah-rumah pribadi yang berisikan beberapa kamar yang
disediakan bagi pejalan kaki untuk istirahat atau tidur. Kemudian tahun 961 Masehi, di
Swiss – Alpine, Augustinian Monks membangun hotel Le Grand Saint Bernard
Hospice yang diperuntukkan bagi orang yang berziarah dari dan ke Roma.
City Hotel dibangun pertama kali di New York pada tahun 1794. Tahun 1800-an,
Amerika menjadi Negara pengembang usaha hotel yang utama, tetapi dikarenakan harga
yang mahal menyebabkan hanya kaum hartawan saja yang dapat menikmati dan menginap
di hotel mewah bergaya Eropa. Pada tahun 1829, Hotel Tremont House di Boston Amerika
didirikan dan menjadi yang pertama kali melengkapi hotelnya dengan lobby dan
menyediakan kamar privat dengan pintu kamar dipasang kunci pengaman.
Awal tahun 1990-an, Industri perhotelan berkembang pesat. Hotel-hotel modern
mulai didirikan di banyak kota besar, seperti London, Paris, New York, Boston, San
Fransisco, dan lainnya. Para pengelola hotel-hotel ini tidak hanya menawarkan paket
pelayanan tempat tinggal sementara, tetapi juga mulai menyediakan tempat pertemuan dan
konferensi beserta perangkat teknologi terbaru, seperti telepon dan televisi. Bahkan, pada
akhir abad ke-19, muncul hotel-hotel dengan label khusus, misalkan hotel untuk business
travellers, contohnya Ellsworth Milton Statler seorang operator hotel Amerika yang
meningkatkan pelayanan hotel secara professional, yang melengkapi kamar dengan kamar
mandi privat dan kaca rias yang lebar dan mendirikan sebuah Hotel di New York yang
didirikan tahun 1880. Hotel ini pun merupakan chain hotel alias jaringan hotel pertama di
dunia atau suatu mata rantai pengelola usaha hotel (individu atau suatu perusahaan yang
memiliki beberapa hotel). Kemudian, hotel mewah mulai bermunculan, Hotel Waldorf-
Astoria (didirikan tahun 1896) di New York dan The Brown Palace di Denver, Colorado.
Keduanya termasuk hotel dengan tingkat kunjungan tertinggi di Amerika pada masa itu.
Pada abad ke-20, khususnya setelah berakhirnya Perang Dunia I, jumlah hotel
semakin meningkat seiring perkembangan alat-alat transportasi massal dan berkembangnya
bisnis travel. Hotel-hotel baru ini banyak didirikan di sekitar pusat-pusat bisnis. Hal lain
yang turut mempengaruhi perkembangan industri hotel adalah berkembangnya dunia

9
pariwisata yang kemudian melahirkan hotel-hotel resort yang menawarkan paket
penginapan sekaligus akomodasi. Pada masa ini, sejak tahun 1920-an, sekolah-sekolah
perhotelan pun mulai bermunculan di banyak tempat. Pada masa berlangsungnya Perang
Dunia II, dan masa-masa sesudahnya, bisnis perhotelan berkembang pesat. Akan tetapi,
pada masa itu hampir tidak ada hotel baru yang dibangun.
Para pengelola lebih memilih untuk mengembangkan hotel yang ada, baik dari segi
fasilitas, kualitas pelayanan, dan manajemen, termasuk berpindahnya kepemilikan hotel
dari pribadi ke dalam sebuah korporasi. Dalam perkembangan selanjutnya, industri hotel-
hotel besar di Amerika mulai melebarkan sayapnya ke luar negeri dengan menggunakan
sistem franchise. Lahirlah jaringan hotel-hotel besar di bawah sebuah korporasi besar,
seperti Hilton, Hyatt, JW Marriots, dan sebagainya.
2.3.2 Sejarah dan Perkembangan Hotel di Indonesia
Di Indonesia sendiri di zaman penjajahan Belanda dan pada masa sebelum
kemerdekaan di tahun 1945 telah banyak didirikan hotel besar berskala internasional,
terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang,
Yogyakarta, dan di kota lainnya. Hotel-hotel tersebut masih dikelola secara komersial,
tetapi belum dikelola secara modern, seperti diantaranya :
1. Hotel Savoy Homan di Bandung dibangun tahun 1888, kemudian direnovasi pada
tahun 1937 dan selesai pada tahun 1939.
2. Hotel Preanger dibangun pada tahun 1897, kemudian baru pada tahun 1928
direnovasi menjadi hotel yang lebih berkonsep.
3. Hotel Mij De Boer, hotel yang paling megah di Medan, didirikan pada tahun 1898
oleh Aeint Herman De Boer (Belanda), yang diperuntukkan bagi penguasa
perkebunan dan pejabat pemerintah Belanda. Dalam rangka nasionalisasi, pada
tanggal 14 Desember 1957 hotel tersebut diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan
berganti nama menjadi Hotel Dharma Bakti, dan kemudian berganti nama kembali
menjadi Hotel Dharma Deli.

4. Grand Hotel de Djokya, hotel lama di Malioboro−Yogyakarta, didirikan pada tahun


1908 dan mulai beroperasi di tahun 1911. Kemudian, setelah mengalami renovasi
hotel ini berganti nama menjadi Hotel Garuda.
Perkembangan hotel-hotel di Indonesia mulai meningkat dan hotel-hotel bersejarah
yang didirikan di Indonesia dapat di catat setelah Indonesia resmi merdeka pada tahun
1945. Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno yang lebih akrab dipanggil bung Karno

10
mulai membangun beberapa Hotel atas kepemilikan Pemerintah yang belakangan menjadi
Hotel dibawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hotel tersebut antara lain: Hotel
Indonesia di Jakarta, Bali Beach di Bali, dan Samudra Beach Hotel di Yogyakarta.
Saat ini di Indonesia ada kecenderungan terutama di kota-kota besar seperti Jakarta,
pada saat banjir sebagian masyarakat pindah ke Hotel. Begitu juga saat-saat libur seperti
liburan lebaran, pembantu pulang kampung maka ada sebagian anggota masyarakat
memilih tinggal di Hotel. Dewasa ini telah banyak bermunculan berbagai tipe hotel dari
yang berbintang lima, diamond, apertemen sampai hotel melati atau losmen, yang sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.
2.4 Struktur Organisasi Pada Hotel Dan Standart Operasional Procedurenya
2.4.1 Struktur Organisasi pada Hotel
Prinsip – prinsip pengelolaan manajemen hotel pada hakekatnya adalah sama dengan
prinsip – prinsip manajemen organisasi perusahaan pada umumnya. Prinsip – prinsip
pengelolaan manajemen hotel didasarkan pada falsafah dan gaya manajemen yang dimiliki
oleh pemilik dan manajemen hotel. Falsafah manajemen yang bersifat konservatif dan
agresif akan dijadikan sebagai suatu dasar untuk menetapan visi dan misi perusahaan.
Berdasarkan visi dan misi tersebut, maka hotel akan menyusun sasaran-sasaran yang
hendak dicapai dalam bentuk kebijakan-kebijakan perusahaan, seperti :
a). Pangsa pasar yang dituju
b). Jenis produk yang dihasilkan
c). Standar produk yang dihasilkan
d). Keuntungan yang ingin dicapai

e). Pola hubungan antara perusahaan dengan karyawan, pemasok, komunitas, dan
masyarakat disekitarnya.
Struktur organisasi menunjukkan suatu tingkatan hirarkis, di mana dari struktur
organisasi tersebut dapat diketahui bagian-bagian yang ada di hotel, hubungan antara
bagian di hotel serta hubungan antara atasan dan bawahan. Dasar penyusunan organisasi
antara hotel yang satu dengan hotel lainnya mempunyai kesamaan, karena setiap hotel
mempunyai produk layanan yang sama, yaitu : sewa kamar, makanan dan minuman, sport,
kasino dan produk lainnya. Akan tetapi bentuk dan luas organisasi hotel antara hotel yang
satu dengan hotel yang lain akan berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan karena adanya
perbedaan :
a). Type dan jenis hotel

11
b). Size hotel
c). Fisik banguna hotel
d). Kemampuan tenaga kerja yang ada di dalamnya
e). Sistem manajemen dan pengelolaan yang diberlakukan
Struktur organisasi dirancang sesuai dengan kebutuhan hotel, semakin besar dan
lengkap fasilitasnya maka struktur organisasinya juga semakin komplek. Berdasarkan
struktur organisasi dapat ditentukan perkiraan jumlah karyawan yang dibutuhkan secara
keseluruhan. Struktur organisasi pada hotel biasanya disusun berdasarkan fungsionalnya,
seperti : marketing, accounting,personel, dan produksi. Struktur organisasi merupakan
bagan organisasi dan rantai perintah. Dari struktur organisasi karyawan dan organisasi di
dalamnya mendapatkan informasi :
1. Kedudukan dirinya dalam organisasi, dalam batas dan jalur wewenang serta tanggung
jawabnya sehingga mengurangi kebingungan karyawan untuk mendiskusikan komplin
sesuai alur komando.
2. Mengetahui jenjang karier yang jelas melalui hirarki yang ada dalam jabatan-jabatan di
struktur organisasi.
3. Memberi informasi tanggung jawab untuk jalur instruksi
4. Menunjukan jalur koordinasi dan kerjasama antar bagian melalui departemen dan seksi-
seksi yang ada dalam organisasi, juga fungsi serta tugas masing-masing departemen dan
seksi-seksi yang ada sehingga meningkatkan efisiensi

Dari struktur organisasi dapat dipersiapkan analisis jabatan (job analysis) yang terdiri dari :
1. Uraian tugas (job description)
Uraian tugas atau job description tujuannya untuk menggambarkan kewajiban
dari masing – masing posisi.
2. Standar manual pekerjaan (standard operational procedure/SOP)
SOP pada Hotel adalah patokan atau acuan yang menjadi standar dalam
menjalankan tugas sebagai seorang pegawai di sebuah departemen perhotelan itu
sendiri, dan kebanyakan dari pihak perhotelan memberikan standar yang tidak begitu
jauh antara hotel yang satu dengan hotel yang dan masih sangat bergantung terhadap
tingkat atau level dari hotel yang menjadi acuan.

12
Standar ini mencakup seluruh departemen perhotelan tanpa terkecuali yang
menuntun para staf departemen untuk bekerja keras dan disiplin dalam mencapai tujuan
yang telah tertera dalam standar operasional tersebut, adapun standar operasional
tersebut mencakup berbagai macam departemen
3. Spesifikasi jabatan (job specification)
Spesifikasi jabatan yang ada di hotel, seperti :
a. Manajer : General Manajer, Resident Manajer
b. Head / Manajer Departement : Room, Food & Beverage, Accounting, Maintenance
& Engineering
c. Chef : Kitchen, Pastry
d. Assistant Manajer
e. Supervisor
f. Staff
STRUKTUR ORGANISASI HOTEL

2.4.2 Departemen Hotel


1. Room Departement

13
a. Front Office, berfungsi dalam memberikan pelayanan pada bagian depan hotel
b. Room Division, berfungsi dalam administrasi yang berkaitan dengan kamar
c. Housekeeping, berfungsi dalam masalah penyiapan dan pembersihan kamar
d. Reservation, berfungsi dalam menerima reservasi dari tamu atau agen
e. Roommaid/Roomboy, berfungsi dalam menyiapkan dan membersihkan kamar
f. Bellboy, berfungsi dalam memberikan pelayanan mengantar dan membantu tamu
membawa barang
g. Operator, berfungsi dalam memberikan pelayanan melalui telepon.
2. Food & Beverage Departement
a. Cook, berfungsi dalam menyiapkan menu sesuai order dan bertugas pada F&B
produksi.
b. Steward, berfungsi dalam membantu cook dan membersihkan peralatan di dapur
c. Waiter/Waitress, berfungsi dalam memberikan pelayanan pada tamu dan bertugas
pada F&Bservice
3. Accounting Departement
a. General Cashier, berfungsi mengadministrasikan penerimaan dan pengeluaran kas
dan bertugas pada back office.
b.
c. Income Auditor, berfungsi dalam melaporkan pendapatan hotel dan bertanggung
jawab atas pengendaliannya.
d. Credit, berfungsi dalam melakukan analisa kredit dan kebutuhan modal kerja hotel.
e. Staff (Account Recievable, Account Payable), berfungsi dalam membantu
pengadministrasian piutang dan hutang.
f. Bookkeeper, berfungsi dalam membuat penyesuaian dan memposting data akuntansi
serta menyusun laporan keuangan.
g. Marketing/Sales, berfungsi dalam administrasi pemasaran hotel.
h. Personnel, berfungsi dalam administrasi karyawan hotel.
4. Minor Departement
a. Operator, berfungsi dalam memberikan pelayanan telepon
b. Laundry, berfungsi memberikan pelayanan laundry
c. Sport, berfungsi memberi pelayanan fasilitas olah raga

14
d. Sauna dan lain-lain
5. Fungsi Lain
a. Purchasing, berfungsi melakukan pembelian barang keperluan hotel.
b. Security, berfungsi menjaga keamanan hotel.
c. Houseman, berfungsi melakukan pembersihan area di luar kamar.
Wygant et. al (2008), membagi struktur organisasi dalam hotel menjadi tiga kategori, yaitu :
a. Hotel kecil

b. Hotel sedang

c. Hotel besar

15
Secara garis besar pengelompokkan hotel dalam ketiga kategori tersebut bergantung
pada jumlah kamar yang dimiliki oleh hotel.

DAFTAR PUSTAKA

Widanaputra, AAGP. Suprasto, H Bambang., Aryanto, Dodik., Sari, Maria M Ratna. 2018.
Akuntansi Hotel (Pendekatan Sistem Informasi Akuntansi)
http://www.infodanpengertian.com/2015/11/pengertian-hotel-menurut-para-ahli.html
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-hotel-dan-karakteristiknya/
http://dunia-perhotelan.blogspot.com/2011/10/sejarah-hotel.html
https://id.scribd.com/document/339574289/SEJARAH-PERKEMBANGAN-HOTEL-DI-
EROPA-DAN-AMERIKA-DI-INDONESIA-docx

16