Anda di halaman 1dari 24

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

(KEPOLARAN SENYAWA)
Diajukan Untuk memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur Pada Mata Kuliah
Perencanaan Pembelajaran Kimia

Dosen Pengampu:
Dr. Ida Farida, M.Pd
Imelda Helsy, M.Pd.

Disusun Oleh:
Kelompok 5 / Pendidikan Kimia V-A
Ani Wahyuningsih 1162080010
Dianita Afriani 1162080018
Dudi Fatul Jawad 1162080021
Ida Salsabila 1162080033

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2018
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

Nama Satuan Pendidikan :


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : X/1
Materi pokok/ pokok bahasan: Kepolaran Senyawa
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

A. Kompetensi Inti:
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran :


KOMPETENSI DASAR DARI KI 3 INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.6 Menganalisis kepolaran senyawa. 3.6.1 Mendeskripsikan pengertian senyawa polar dan
senyawa nonpolar;
3.6.2 Mendeskripsikan hubungan antara kepolaran
dengan keelektronegatifan;
3.6.3 Mengidentifikasi sifat senyawa polar dan sifat
senyawa nonpolar melalui percobaan.
3.6.4 Membedakan sifat-sifat senyawa polar dan non
polar
3.6.5 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel
materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan
pengetahuan tentang struktur partikel materi
sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang
kebenarannya bersifat tentatif.

4.6 Merancang, melakukan, dan 4.6.1 Merancang percobaan untuk menyelidiki sifat
menyimpulkan serta menyajikan hasil senyawa polar dan senyawa non polar.
percobaan kepolaran senyawa. 4.6.2 Melakukan percobaan kepolaran senyawa beberapa
larutan senyawa kovalen
4.6.3 Mengamati dan mencatat data hasil percobaan
kepolaran senyawa pada beberapa larutan senyawa
kovelen.
4.6.4 Menganalisis data hasil percobaan senyawa kovalen
polar dan senyawa kovelen non polar.
4.6.5 Menyimpulkan sifat senyawa kovalen berdasarkan
kepolaran.
4.6.6 Mengkomunikasikan hasil percobaan kepolaran
senyawa.
4.6.7 Mengasosiasikan hasil percobaan mengenai
kepolaran senyawa
4.6.8 Mengorganisir hasil percobaan yang telah
dilakukan dan membandingkan dengan teori.

C. Tujuan
Melalui model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dengan menggali informasi
dari berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi, diharapkan
peserta didik terlibat aktif selama proses belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin
tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan
pendapat, dan menjawab pertanyaan dalam LKS mengenai materi kepolaran senyawa.
Peserta didik mampu menganalisis sifat-sifat kepolaran senyawa, mengkasifikasikan
mengenai senyawa kovalen polar dan non polar, mendeskripsikan hubungan antara
kepolaran dengan keelektronegatifan, merancang percobaan, melakukan percobaan
mengenai kepolaran senyaa dan mempresentasikan hasil percobaan.
D. Materi Pembelajaran
 Faktual : Senyawa ion, kovalen polar dan kovalen non polar serta sifat fisik
senyawa
 Konseptual : Interaksi antar partikel dan kepolaran senyawa
 Prosedural : Langkah kerja percobaan kepolaran senyawa
E. Bahan Ajar
Prinsip dasar ikatan kovalen adalah pemakaian elektron bersama oleh atom-atom yang
berikatan. Jika electron-elektron yang digunakan bersama tersebut cenderung lebih tertarik ke
salah satu atom, akan terjadi pengutuban (polarisasi). Maksudnya, setiap atom mempunyai
muatan yang saling berlawanan, yaitu muatan positif dan muatan negatif.

Jika elektron-elektron yang digunakan bersama tersebar merata ke setiap atom yang
berikatan atau daya tarik atom untuk menarik electron sama kuat, maka tidak akan terjadi
polarisasi. Ikatan kovalen seperti itu disebut ikatan kovalen non polar.
Perhatikan kedua contoh berikut ini.

Pada contoh (a), kedudukan pasangan elektron ikatan sudah pasti simetris terhadap
kedua atom H. Dalam molekul H2 tersebut muatan negatif (elektron) tersebar homogen. Hal
ini dikenal dengan ikatan kovalen nonpolar. Pada contoh (b), pasangan elektron ikatan
tertarik lebih dekat ke atom Cl karena Cl mempunyai daya tarik elektron lebih besar daripada
H. Hal ini menyebabkan adanya polarisasi pada HCl, di mana atom Cl lebih negatif daripada
atom H. Ikatan seperti ini dikenal dengan ikatan kovalen polar.
Kepolaran dinyatakan dengan momen dipol (μ), yaitu hasil kali antara muatan (Q) dengan jarak (r).

Satuan momen dipol adalah debye (D), di mana 1 D = 3,33 × 10–30 C m. Momen dipol dari beberapa
senyawa diberikan dalam tabel berikut.

Tabel 1. Momen dipol beberapa zat


Kepolaran ikatan kovalen berhubungan dengan perbedaan keelektronegatifan. Berikut ini
akan dijelaskan jenis-jenis gaya yang berpengaruh terhadap kepolaran senyawa.
1) Gaya van der Waals
Ikatan kimia antaratom dapat memengaruhi interaksi antarmolekul. Ikatan antaratom
terdiri atas ikatan ion dan ikatan kovalen. Ikatan kovalen dibagi lagi menjadi ikatan
kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar. Pada ikatan kovalen polar, atom yang terlibat
dalam ikatan mempunyai perbedaan keelektronegatifan sangat besar. Adapun pada ikatan
kovalen nonpolar, perbedaan keelektronegatifan sangat kecil atau nol. Molekul
pembentuk ikatan kovalen nonpolar meliputi molekul yang beratom sejenis dan molekul
yang distribusi muatannya simetris. Pada awal abad ke-20, seorang ahli kimia dari
Belanda, Johannes Diderik van der Waals, menemukan adanya gaya antarmolekul. Gaya
ini dikenal dengan nama gaya van der Waals. Gaya antarmolekul yang termasuk dalam
gaya van der Waals adalah gaya London dan gaya antardipol.
2) Gaya London
Gaya London atau gaya tarik-menarik dipol sesaat adalah gaya yang terjadi antarmolekul
nonpolar. Elektron yang bergerak bebas dalam molekul pada suatu saat akan mengutub
dan membentuk dipol sesaat atau tidak permanen. Terbentuknya dipol sesaat itu akan
mampu menimbulkan gaya tarik-menarik antarmolekul nonpolar. Akan tetapi, gaya tarik-
menarik antarmolekul ini tergolong lemah. Gaya London sering disebut juga gaya
dispersi. Polarisabilitas adalah kemudahan suatu molekul untuk mem-bentuk dipol sesaat.
Polarisabilitas bergantung pada massa molekul relatif (Mr) dan bentuk molekul. Makin
panjang dan lurus ikatan karbon atau makin besar harga molekul relatifnya, maka gaya
London akan makin kuat. Adanya percabangan pada molekul akan menurunkan kekuatan
gaya London, sebab adanya percabangan akan memperkecil wilayah kontak
antarmolekul.
3) Gaya Antardipol
Gaya antardipol adalah gaya tarik-menarik antarmolekul polar. Pada molekul polar
terdapat dua kutub (dipol) yang sifatnya permanen. Hal ini mengakibatkan elektron yang
digunakan untuk ikatan bersama cenderung bergeser ke salah satu atom yang terlibat
ikatan itu. Bagian kutub positif akan menarik bagian kutub negatif dari molekul yang lain.
Gaya antardipol ini lebih kuat dari pada gaya london.
Contoh:
Titik didih aseton lebih besar daripada titik didih n-butana karena n-butana (nonpolar)
memiliki Mr = 58, Td = - 0,5°C; sedangkan aseton (polar) memiliki Mr = 58, Td =
56,2°C. Kepolaran suatu molekul yang tidak cukup untuk mengimbangi meningkatnya
gaya London akibat pertambahan harga Mr, akan membuat zat tersebut memiliki titik
didih lebih rendah daripada molekul yang memiliki kepolaran, yang mampu
mengimbangi pertambahan gaya London yang terjadi.
Contoh:
Perbandingan antara HCl dan HI. HCl lebih polar daripada HI, tetapi HI mempunyai
harga Mr lebih tinggi sehingga titik didih HI (188,1 K) lebih tinggi daripada titik didih
HCl (237,8 K).
Tabel 2. Perbandingan titik didih antara senyawa-senyawa

F. Metode Pembelajaran
Model : Discovery Learning
Metode : Praktikum
Pendekatan : Saintifik
G. Media, Alat, dan Sumber Belajar
1. Media
a) Powerpoint
b) LKS
2. Alat
a) Alat tulis menulis (spidol, whiteboard, buku tulis, pulpen
b) LCD proyektor,
c) Alat dan Bahan Praktikum
3. Sumber Belajar
a) Johari dan Rachmawati. 2006. Kimia SMA dan MA Untuk Kelas XI. Jakarta: Esis
b) Sunarya, Yayan dan Agus Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 2 Untuk
Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan
Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
c) Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia Untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta: Erlangga. Literatur
dari internet.

H. Langkah-langkah pembelajaran
Kegiatan Waktu Keterangan
A. Pendahuluan 15 Guru
1) Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru menit menagih
berhubungan dengan kondisi ,absensi secara lisan
2) Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan tugas baca
berpikir kritis, guru mengajukan pertanyaan tentang dan tugas
pembentukan ikatan kovalen. mencari
3) Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, artikel
manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan tentang
4) Guru menagih secara lisan tugas baca dan mencari artikel kepolaran
tentang senyawa kovalen polar dan non polar. senyawa

B. Kegiatan Inti Guru 90


1. Stimulasi menit
 Siswa diminta mengkaji literatur tentang senyawa kovalen
plar dan senyawa kovalen non polar.
 Guru mengajukan pertanyaan apakah semua larutan dapat
saling larut? Apa manfaat kepolaran senyawa dalam
kehidupan?

2. Identifikasi masalah
 Siswa diminta merancang percobaan untuk menyelidiki
kepolaran senyawa dan mempresentasikan hasilnya untuk
menyamakan persepsi.
3. Pengumpulan Data
 Siswa melakukan percobaan kepolaran senyawa.
4. Pengolahan Data
 Siswa mengamati dan mencatat data hasil percobaan
kepolaran senyawa pada beberapa larutan.
 Siswa menganalisis data hasil percobaan untuk
menyimpulkan sifat kepolaran senyawa (senyawa polar dan
senyawa non polar).
 Siswa mengelompokkan senyawa berdasarkan kepolaran dan
menjelaskannya.
 Pembuktian
Siswa menyajikan laporan hasil percobaan tentang kepolaran
senyawa.
 Kesimpulan
Siswa menyimpulkan bahwa senyawa kovalen dapat berupa
senyawa kovalen polar dan senyawa kovalen non polar.

C. Penutup 30
 Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang kepolaran menit
senyawa
 Guru meminta siswa mencatat soal penugasan mengenai
kepolaran senyawa
 Guru memberikan tugas baca bagi siswa untuk materi
berikutnya

I. Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Teknik Penilaian

1. Pengetahuan : Tes Tulis

2. Keterampilan : Unjuk Kerja (pada saat praktikum) dan pengerjaan LKS

3. Sikap : Observasi pada saat proses prmbelajaran berlangsung

b. Bentuk Penilaian

1. Pengetahuan : Soal esay/instrumen pengetahuan dan menjawab soal dalam


LKS

(lampiran 1)

2. Keterampilan : Rubirik penilaian pelaksanaan percobaan dan pembuatan


laporan

(lampiran 2)

3. Sikap : Lembar pengamatan sikap (lampiran 3)

c. Bentuk Penilaian

1. Pengetahuan : Soal esay (lampiran 1)

2. Sikap : Lembar observasi sikap disiplin dan kerjasama (lampiran 2)

3. Keterampilan : Rubrik keterampilan pada saat pelaksanaan percobaan

(lampiran 3)

d. Remedial

1. Pembelajaran remedial dilakukan bagi siswa yang capaian KD nya belum tuntas

2. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal),


atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.

e. Pengayaan

 Bagi siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan
sebagai berikut:
 Siwa yang mencapai nilai n maksimum nnketuntasann <n<n diberikan materi
masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan.

Bandung, November 2018

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

NIP. NIP.

Catatan Kepala Sekolah:

___________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________
Lampiran 1

INSTRUMEN PENGETAHUAN

Indikator
Teknik Bentuk
No Pencapaian Instrumen Soal
Penilaian Penilaian
Kompetensi
1 Siswa dapat Tes Uraian Tes 1. Berdasarkan struktur
menganalisis tertulis tertulis lewis, diantara senyawa
kepolaran senyawa mana yang termasuk
senyawa polar dan
nonpolar: H2O, NaCl,
PCl3, O2, SF6 (Skor 50)
2 Siswa dapat 2. Jelaskan perbedaan
menganalisis antara ikatan ionik dan
hubungan antara kovalen yang
jenis ikatan dengan berhubungan dengan sifat
sifat fisis senyawa fisis senyawa. (skor 50)

KISI-KISI INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN

K Indikator Butir Soal Ranah Kunci Jawaban Skor


D
3.4 Siswa dapat Berdasarkan C2 H2O : Polar 50
menganalisis struktur lewis, NaCl : non ppolar
kepolaran diantara senyawa PCl3 : polar
senyawa mana yang O2 : nonpolar
termasuk senyawa SF6 : non polar
polar dan
nonpolar: H2O,
NaCl, PCl3, O2,
SF6 .
3.4 Siswa dapat Jelaskan perbedaan C2 1. berdasarkan titik 50
menganalisis antara ikatan ionik didih
hubungan dan kovalen yang Senyawa ion
antara jenis berhubungan memiliki titik leleh
ikatan dengan dengan sifat fisis yang relatif tinggi
sifat fisis senyawa. sedangkan senyawa
senyawa kovalen titik
lelehnya sangat
rendah.
2. Kemudahan
menguap
Senyawa kovalen
mudah menguap,
sedamgkan senyawa
ion tidak mudah
menguap.
3. daya hantar listrik
Dalam wujud padat,
senyawa ion tidak
dapat
menghantarkan
listrik tetapi dalam
wujud cair dapat
menghantarkan arus
listrik. Sedangkan
senyawa kovalen
dalam keadaan padat
maupun cair dapat
menghantarkan arus
listrik.

LEMBAR KERJA SISWA


PRAKTIKUM KEPOLARAN SENYAWA
Kelompok :
Anggota Kelompok :
Kelas :

Tujuan : Mengetahui kepolaran beberapa senyawa

Senyawa polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-
unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut mempunyai nilai keelektronegatifitas
yang berbeda.
Senyawa non polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada
unsur-unsur yan membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berkaitan mempunyai nilai
elektronegatifitas yang sama/hampir sama.

Alat :
 Gelas kimia
 Sendok teh
 Penggaris plastik

Bahan :
 Garam dapur
 Tablet vitamin C
 Soda kue
 Mentega cair
 Penyedap rasa
 Detergen
 Minyak goreng

Langkah Kerja:
1. Masukkan 100 ml air ke dalam gelas kimia
2. Masukkan satu sendok teh garam dapur ke dalam gelas kimia, aduk secara konstan,
kemudian diamkan beberapa saat
3. Amatilah hasil reaksi. Apakah bahan tersebut larut? Jika larut, berarti bahan tersebut
bersifat polar. Sebaliknya jika tidak larut maka bahan tersebut bersifat nonpolar
4. Ulanglah kegiatan 1-3 untuk bahan-bahan selanjutnya
5. Gosokkan penggaris plastik ke rambut hingga terasa panas, sambil menggosok-gosokkan
penggaris plastik ke rambut, kemudian larutan dimasukkan ke dalam buret lalu dialirkan.
6. Dekatkan penggaris plastik ke air yang mengalir.
7. Amatilah air/larutan tersebut.

8. Catat dalam tabel

Data Pengamatan:
Berdasarkan kegiatan diatas diperoleh data sebagai berikut:
No Bahan Larut Tidak larut Arah aliran air
(lurus/mendekat/menjauh)
1 Garam dapur
2 Tablet vitamin C
3 Soda kue
4 Mentega cair
5 Penyedap rasa
6 Detergen
7 Minyak goreng

Pertanyaan:
1. Adakah bahan-bahan yang larut tanpa pengadukan? Adakah bahan-bahan yang larut
setelah diaduk? Sebutkan apa saja bahannya!
Jawab:
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………………Adakah bahan-bahan yang tetap tidak larut setelah pengadukan?
Jawab:
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………………
2. Apakah pengadukan mempengaruhi kelarutan suatu senyawa? Jelaskan alasannya!
Jawab:
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………………
3. Adakah faktor-faktor lain yang mempengaruhi kelarutan senyawa? Jelaskan apa saja!
Jawab:
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………………………
4. Kelompokkanlah bahan-bahan yang telah anda uji tersebut berdasarkan kepolarannya!
Jawab:
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
………………

Kesimpulan
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
…….
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………
Kisi-Kisi LKS
No Jawaban Sko
Soal
. r
1. Data N Bahan Laru Tida Arah aliran air 0-25
Pengamatan o t k (lurus/mendekat/menjau
larut h)
1 Garam larut
dapur
2 Tablet Laru
vitamin t
C
3 Soda Laru
kue t
4 Mentega Tida
cair k
larut
5 Penyeda larut
p rasa
6 Deterge
n
7 Minyak
goreng
2. Adakah bahan- Ada. Bahan-bahan yang larut tanpa pengadukan adalah 0-20
bahan yang garam, detergen dan Vitamin C.
larut tanpa
pengadukan?
Adakah bahan-
bahan yang
larut setelah
diaduk?
Sebutkan apa
saja bahannya!

3. Apakah Pada umumnya ada ataupun tidak ada pengadukan tetap saja 0-20
pengadukan bahan tersebut akan larut (bilabahan tersebut larut).
mempengaruhi Pengadukan hanya berfungsi agar suatu senyawa dapat larut
kelarutan suatu dalam waktu singkat, namun bila tidak di aduk tetap saja
senyawa? senyawa tersebut larut namun waktu yang diperlukan sangat
Jelaskan lama.
alasannya!

4. Adakah faktor- Ya, ada. Faktor-faktor tersebuh adalah sushu, banyaknya 0-20
faktor lain senyawa pelarut (volume pelarut), tekanan, luas permukaan
yang senyawa, dan konsentrasi senyawa.
mempengaruhi
kelarutan
senyawa?
Jelaskan apa
saja!
5. Kelompokkanl 1. Polar (garam dapur, tablet vitamin C, penyedap rasa, 0-15
ah bahan-bahan detergen, soda kue)
yang telah anda 2. non polar (mentega cair)
uji tersebut
berdasarkan
kepolarannya!

RUBRIK PENILAIAN LEMBAR KERJA SISWA


Hari / Tanggal :

Mata Pelajaran :

Kelas / Semester :

Topik Praktikum :

Judul Praktikum :

Instrumen Penilaian Praktik

Lembar pengamatan
Topik : ……………….
Kelas :………………..

Kegiatan
Persiapan Pelaksanaan
akhir Jumlah
No Nama percobaan percobaan
percobaan skor
(1) (2)
(3)
1 …………………
2

(1 ) + ( 2 )+(3)
*Jumlah skor :
3

 Persiapan Percobaan

Judul :

Rumusan Masalah :

Tujuan :

Hipotesis :
Variabel
Bebas Kontrol Terikat

Prosedur Penelitian :

*Penskoran LKS
1. Judul :5
2. Rumusan Masalah : 10
3. Tujuan :5
4. Hipotesis :5
5. Variabel : 15
6. Prosedur Penelitian : 10
* Jumlah Skor=SkorLKS+ Skor diskusi wacana=50+ 50=100
Lampiran 2

Rubri Keterampilan
(Pelaksanaan Percobaan)

Keterampila
N
n yang Skor Rubrik
o
dinilai
1 Menyiapkan 3 - Alat-alat sudah tersedia, tertata rapih sesuai
Alat dan dengan keperluannya
Bahan - Bahan-bahan/larutan untuk percobaan sudah
disiapkan di meja praktikum
- Lembar kegiatan praktikum tersedia
- Menggunakan jas laboratorium
2 Ada 3 aspek yang terpenuhi
1 Ada 2 aspek yang terpenuhi
2 Memakai Alat 3 - Mencuci alat kimia dengan bersih
menggunakan sabun
- Mengeringkan alat kimia dengan lap atau
tisue
- Memasukkan larutan kedalam gelas kimia
dengan benar menggunakan batang
pengaduk
- Menggunakan stopwatch dengan benar
2 Ada 4 aspek yang tersedia
1 Ada 2 aspek tang tersedia
3 Membereskan 3 - Membuang larutan atau sampah ketempatnya
Alat - Membersihkan alat dengan baik
- Membersihkan meja praktikum
- Mengembalikan alat ke tempat semula
2 Ada 3 aspek yang tersedia
1 Ada 2 aspek tang tersedia

Jumlah Skor
*Skor Penilaian = x 100
9
 Kegiatan Akhir Percobaan
1. Format Penilaian Laporan Praktikum
a. Judul Percobaan (2)
b. Tujuan Percobaan (3)
c. Dasar Teori (15)
d. Alat dan Bahan (10)
e. Prosedur Percobaan (10)
f. Data Pengamatan (15)
g. Persamaan Reaksi (5)
h. Pembahasan (30)
i. Kesimpulan (5)
j. Daftar Pustaka (5)

RUBRIK PENILAIAN LAPORAN PRAKTIKUM

KRITERIA
SKOR
4 3 2 1
Ditulis dengan kalimat Ditulis dengan kalimat Ditulis kurang fokus, Ditulis kurang spesifik,
baku, rinci, terkait baku, terkait dengan topik kalimat tidak baku, sebagian kalimat tidak baku, tidak
Tujuan
dengan topik yang yang ditugaskan tidak terkait dengan topik terkait dengan topik yang
ditugaskan yang ditugaskan ditugaskan
Mencantumkan semua Mencantumkan sebagian Mencantumkan sebagian Tidak mencantumkan alat
Alat dan alat dan bahan yang besar alat dan bahan yang kecil alat dan bahan yang dan bahan yang digunakan
Bahan diperlukan dalam diperlukan dalam percobaan diperlukan dalam percobaan
percobaan
Langkah Langkah kegiatan Langkah kegiatan lengkap Langkah kegiatan tidak urut Tidak ada langkah
kegiatan lengkap, urut, dan rinci dan urut dan/atau tidak lengkap kegiatan
Data ditabulasi secara Data ditabulasi secara logis Data ditabulasi Data tidak ditabulasi dan
Data dan
logis dan dianalisis dan dianalisis dengan tepat sembarangan dan dianalisis tidak dianalisis
Analisis Data
dengan tepat dan rinci kurang tepat
Ditulis berdasarkan hasil Ditulis berdasarkan hasil Ditulis tidak berdasarkan Tidak ada kesimpulan
Kesimpulan
analisis dan akurat analisis hasil analisis

PEDOMAN PENILAIAN

Jumlah skor yang diperoleh


Nilai = x 100
20
Lampiran 3

Lembar Pengamatan Sikap


Bubuhkan tanda (√) pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

Tanggung
Religius Peduli Santun Proaktif
jawab
No. Nama Peserta Didik
SB B C K SB B C K SB B C K SB B C K SB B C K

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Rubrik

Rubrik religius Skor Ket


Siswa ketika memulai pembelajaran membaca doa dengan 4
SB
sungguh-sungguh
Siswa ketika memulai pembelajaran membaca doa dengan kurang
3 B
sungguh-sungguh
Siswa ketika memulai pembelajaran membaca doa dengan tidak
2 C
sungguh-sungguh
Siswa ketika memulai pembelajaran tidak membaca doa 1 K

Rubrik tanggung jawab Skor Ket


Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat penuh tanggung jawab 4 SB
Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat kurang bertanggung
3 B
jawab
Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat tidak bertanggung
2 C
jawab
Siswa hadir tapi tidak mau mengikuti pelajaran 1 K

Rubrik peduli Skor Ket


Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat penuh kepedulian
4 SB
terhadap materi
Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat kurang peduli terhadap
3 B
materi
Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat tidak peduli terhadap 2 C
materi
Siswa hadir tapi tidak mau mengikuti pelajaran dan tidak peduli
1 K
terhadap materi

Rubrik santun Skor Ket


Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat penuh kesantunan 4 SB
Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat kurang santun 3 B
Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat tidak santun 2 C
Siswa hadir tapi meninggalkan pelajaran tanpa ijin dan tidak
1 K
kembali lagi

Rubrik proaktif Skor Ket


Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat penuh keaktifan 4 SB
Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat kurang proaktif 3 B
Siswa ketika mengikuti pelajaran terlihat tidak proaktif terhadap
2 C
materi
Siswa tidak mau mengikuti materi pelajaran 1 K
Lampiran 4

I. Pengayaan dan Remedial Pembelajaran


1. Materi Pengayaan
Kepolaran ikatan kovalen berhubungan dengan perbedaan keelektronegatifan. Berikut ini
akan dijelaskan jenis-jenis gaya yang berpengaruh terhadap kepolaran senyawa.
Gaya van der Waals
Ikatan kimia antaratom dapat memengaruhi interaksi antarmolekul. Ikatan antaratom terdiri
atas ikatan ion dan ikatan kovalen. Ikatan kovalen dibagi lagi menjadi ikatan kovalen polar
dan ikatan kovalen nonpolar. Pada ikatan kovalen polar, atom yang terlibat dalam ikatan
mempunyai perbedaan keelektronegatifan sangat besar. Adapun pada ikatan kovalen
nonpolar, perbedaan keelektronegatifan sangat kecil atau nol. Molekul pembentuk ikatan
kovalen nonpolar meliputi molekul yang beratom sejenis dan molekul yang distribusi
muatannya simetris. Pada awal abad ke-20, seorang ahli kimia dari Belanda, Johannes
Diderik van der Waals, menemukan adanya gaya antarmolekul. Gaya ini dikenal dengan
nama gaya van der Waals. Gaya antarmolekul yang termasuk dalam gaya van der Waals
adalah gaya London dan gaya antardipol.
2. Gaya London
Gaya London atau gaya tarik-menarik dipol sesaat adalah gaya yang terjadi antarmolekul
nonpolar. Elektron yang bergerak bebas dalam molekul pada suatu saat akan mengutub dan
membentuk dipol sesaat atau tidak permanen. Terbentuknya dipol sesaat itu akan mampu
menimbulkan gaya tarik-menarik antarmolekul nonpolar. Akan tetapi, gaya tarik-menarik
antarmolekul ini tergolong lemah. Gaya London sering disebut juga gaya dispersi.
Polarisabilitas adalah kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat.
Polarisabilitas bergantung pada massa molekul relatif (Mr) dan bentuk molekul. Makin
panjang dan lurus ikatan karbon atau makin besar harga molekul relatifnya, maka gaya
London akan makin kuat. Adanya percabangan pada molekul akan menurunkan kekuatan
gaya London, sebab adanya percabangan akan memperkecil wilayah kontak antarmolekul.
3. Gaya Antardipol
Gaya antardipol adalah gaya tarik-menarik antarmolekul polar. Pada molekul polar terdapat
dua kutub (dipol) yang sifatnya permanen. Hal ini mengakibatkan elektron yang digunakan
untuk ikatan bersama cenderung bergeser ke salah satu atom yang terlibat ikatan itu. Bagian
kutub positif akan menarik bagian kutub negatif dari molekul yang lain. Gaya antardipol ini
lebih kuat dari pada gaya london.
Contoh:
Titik didih aseton lebih besar daripada titik didih n-butana karena n-butana (nonpolar)
memiliki Mr = 58, Td = - 0,5°C; sedangkan aseton (polar) memiliki Mr = 58, Td = 56,2°C.
Kepolaran suatu molekul yang tidak cukup untuk mengimbangi meningkatnya gaya London
akibat pertambahan harga Mr, akan membuat zat tersebut memiliki titik didih lebih rendah
daripada molekul yang memiliki kepolaran, yang mampu mengimbangi pertambahan gaya
London yang terjadi.
Contoh:
Perbandingan antara HCl dan HI. HCl lebih polar daripada HI, tetapi HI mempunyai harga
Mr lebih tinggi sehingga titik didih HI (188,1 K) lebih tinggi daripada titik didih HCl (237,8
K).
Tabel 2. Perbandingan titik didih antara senyawa-senyawa
2. Remidial
Kegiatan remidial dilakukan dan diberikan kepada siswa yang belum menguasai materi dan
belum mencapai kompetensi seperti telah disebutkan di atas. Bentuk yang dilakukan antara lain
siswa secara terencana untuk mempelajari buku teks pelajaran Kimia pada bagian tertentu.
Beberapa teknik yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
1. Siswa diminta komitmennya untuk belajar secara disiplin dalam rangka memahami materi
pelajaran.
2. Guru kemudian mengadakan uji kompetensi kembali bagi siswa yang diremidi.
3. Guru menyediakan latihan-latihan/pertanyaan atau tugas yang menunjukkan pemahaman
kembali tentang isi buku teks pelajaran Kimia, Bab III.

Soal-soal yang dapat dijadikan sebagai perbaikan misalnya sebagai berikut.


1. Apakah yang dimaksud gaya van der Waals?
2. Sebutkan dua gaya yang termasuk gaya van der Waals dan perbedaan antara keduanya.
3. Mengapa n-pentana mempunyai titik didih lebih tinggi daripada 2-metil butana, padahal Mr
keduanya sama?
4. Apakah yang dimaksud ikatan hidrogen? Berikan contohnya.
5. Mengapa titik didih air tinggi padahal air mempunyai massa molekul relatif kecil?