Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL

PENYULUHAN PERASAN DAUN AFRIKA TERHADAP PENURUNAN


KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DIABETES MELLITUS DI DESA
TAMBAKSARI KECAMATAN TAMBAKSARI SURABAYA

Disusun Oleh :
1. Retno Dwi Jayanti (P27820117042)
2. Niswa Aulia Nurbaiti (P27820117058)
3. Tyas Irwin Indriana (P27820117061)
4. Icha Anggi Saputri (P27820117063)
5. Reva Mawanda Putri (P27820117065)

PRODI DIII KEPERAWATAN SOETOMO


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
SURABAYA
2018-2019
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ........................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................
1.3 Tujuan Kegiatan ...........................................................................................
1.4 Luaran yang Diharapkan ..............................................................................
1.5 Manfaat Kegiatan .........................................................................................
BAB 2 GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
2.1 Gambaran Umum Masyarakat Sasaran ......................................................2
BAB 3 METODE PELAKSANAAN
3.1 Tempat........................................................................................................15
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya ..........................................................................................15
4.2 Jadwal Kegiatan .........................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen pendamping yang
ditandatangani
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit degeneratif
tidak menular yang menjadi masalah serius bagi kesehatan masyarakat
Indonesia maupun di dunia (Thrisnatuti & Yehrina, 2008). Pola makan yang
tidak teratur terjadi pada masyarakat saat ini dapat menyebabkan terjadinya
peningkatan jumlah penyakit degeneratif salah satunya penyakit diabetes
mellitus (Suiraoka, 2012). Penderita diabetes mellitus harus memperhatikan
pola makan yang meliputi jadwal, jumlah, dan jenis makanan yang
dikonsumsi. Kadar gula darah meningkat drastis setelah mengonsumsi
makanan tertentu karena kecenderungan makanan yang dikonsumsi memiliki
kandungan gula darah yang tidak terkontrol (Tandra, 2009).
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh International Diabet Federation
(IDF) pada Country summary table: estimates for 2015, prevalensi penderita
Diabetes Mellitus mencapai 8.8% dari total penduduk dunia. Data IDF
Diabetes Atlas yang dikeluarkan setiap 2 tahun menunjukkan peningkatan
jumlah penyandang diabetes yang cukup tajam, yaitu tahun 2011 (7,3 juta),
2013 (8,5 juta) dan 2015 (10 juta). Pelambatan baru terjadi pada tahun 2017
(10,3 juta). Sedangkan pada wilayah Asia prevalensi penderita DM mencapai
8.5% dari seluruh penduduk wilayah Asia Tenggara. Indonesia memiliki
jumlah penderita diabetes cukup tinggi. 2.650.340 terdiagnosa menderita DM,
sedangkan 1.060.136 memiliki gejala Diabetes Mellitus (RISKESDAS. 2013).
Sedangkan menurut Pusat Data dan Informasi Kemenkes 2014, Provinsi Jawa
Timur memiliki angka sebesar 2,5% dari total penduduk Jawa Timur. Hal itu
berarti ada sekitar 605.974 orang yang didiagnosa menderita Diabetes
Mellitus. Jumlah penderita DM yang tidak sedikit membutuhkan manajemen
terapi yang tepat untuk mencegah komplikasi misalnya luka gangren.
Berdasarkan hasil survei awal pada bulan Februari 2017 di dapatkan data
penderita DM dengan luka gangren di Rumah Luka Surabaya sebanyak 30
pasien.
Diabetes mellitus (DM) atau disebut diabetes saja merupakan penyakit
gangguan metabolic menahun akibat pancreas tidak memproduksi cukup
insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara
efektif. Insulin sendiri adalah hormone yang mengatur keseimbangan kadar
gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah
(hiperglikemia). terdapat dua kategori utama diabetes mellitus tipe 1 dan tipe
2. Diabetes tipe 1, dulu disebut insulin-dependent atau juvenile/childhood-
onset diabetes, ditadai dengan kurangnya produksi insulin. Diabetes tipe 2,
sulu disebut non-insulin-dependent atau adult-onset diabetes, disebabkan
penggunaan insulin yang kurang efektif oleh tubuh. Pada tahun 2013, terdapat
382 juta orang yang hidup dengan diabetes mellitus di dunia. Pada tahun 2035
jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 592 juta orang.
Diperkirakan dari 382 juta orang tersebut, 175 juta diantaranya belum
terdiagnosis, sehingga terancam berkembang progresif menjadi komplikasi
tanpa disadari dan tanpa pencegahan. (Kementrian Kesehatan RI, 2014).
Berdasarkan permasalahan tersebut, banyak masyarakat yang kurang
mampu dan tidak begitu memperdulikan kesehatan mereka sendiri, sehingga
kurang memperhatikan pentingnya mengatur pola makan. Maka dari itu, untuk
mengurangi kadar gula dalam darah dapat dilakukan dengan pengobatan
tradisional. Salah satunya dengan perasan daun afrika (Vernonia amygdalina
Del). Ekstrak yang terkandung di dalam daun afrika ini dapat menurunkan
kadar glukosa darah. Apabila perasan daun afrika ini dikonsumsi secara rutin
dapat memperoleh hasil yang maksimal, namun informasi tentang dosis
efektifnya belum banyak ditemui.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimana penyuluhan perasan daun afrika terhadap penurunan kadar gula
darah pada penderita diabetes mellitus di Kecamatan Tambaksari Surabaya?
1.3 Tujuan Kegiatan
1.3.1 Tujuan Umum
Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyuluhan perasan daun
afrika terhadap penurunan kadar gula darah di Kecamatan Tambaksari
Surabaya?
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Meningkatkan kualitas kesehatan dengan cara peduli terhadap kesehatan diri
sendiri
2. Meningkatkan pemahaman pengontrolan gula darah dengan cara menjaga
pola makan
3. Masyarakat dapat mengaplikasikan penggunaan perasan daun afrika
1.4 Luaran Yang Diharapkan
1.5 Manfaat Kegiatan
Manfaat kegiatan untuk masyarakat adalah :
BAB 2

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

Secara Geografis, Kecamatan Tambaksari merupakan bagian dari


Wilayah Surabaya Timur. Kecamatan Tambaksari memiliki luas wilayah
kurang lebih 9,1 km2 yang terdiri dari beberapa kelurahan yaitu kelurahan
tersebut adalah kelurahan Pacar Keling, Pacar Kembang, Ploso, Tambaksari,
Rangkah, Gading. Kecamatan Tambaksari kota Surabaya memiliki kasus DM
yang tinggi pada tahun 2013 dan menjadi masalah kesehatan karena
mempunyai angka prevalensi DM melebihi angka prevalensi Jawa Timur
sebesar 2,1% dan lebih tinggi dari angka prevalensi rate DM di Indonesia
yaitu 1,5%.
Desa Tambaksari merupakan salah satu daerah yang masih berupa
kawasan pedesaan. Menurut Data Cetak BPS Tahun 2009-2013, desa
Tambaksari tergolong wilayah dengan penduduk yang tinggi atau > 16.000
penduduk pertahunnya.
Sasaran masyarakat dalam program ini adalah mereka yang dianggap
kurang mengetahui informasi tentang bahayanya penyakit diabetes bila kadar
gula darah tidak terkontrol khususnya orang lanjut usia yang dirasa sesuai
menjadi target dalam program ini. Mereka yang kurang mampu dan tidak
begitu memperdulikan kesehatan mereka sendiri. Untuk itu diperlukan cara
pengontrolan kadar gula darah melalui penyuluhan terhadap penderita diabetes
mellitus karena penyakit ini menahun dan progesif.
BAB 3

METODE PELAKSANAAN
BAB 4

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya


4.2 Jadwal Kegiatan