Anda di halaman 1dari 40

FORMAT PENGKAJIAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

A. PENGKAJIAN (27 APRIL 2013)

I. Data umum
1. Nama Kepala Keluarga : Tn. P
2. Alamat dan telpon : Jalan Pasundan lrg. Nungtjik No. 101 Rt. 29/45 Rw. 06
Kalidoni, Palembang Telp: 0711718681
3. Komposisi Keluarga :

No Nama JK Hubungan Usia Pendidikan Pekerjaan Status


Imunisasi
1. Tn. P L KK 50 th SMA Wiraswasta Lengkap
2. Ny. M P Istri 48 th SMEA Swasta Lengkap
3. An. SM P Anak 22 th D3 Swasta Lengkap
4. An. SN P Anak 20 th S1 Mahasiswa Lengkap
5. An. MRD L Anak 18 th S1 Mahasiswa Lengkap

Genogram:

1
Ket: : Laki-laki : Tinggal serumah

: Perempuan : Meninggal

4. Tipe Keluarga
Tipe Keluarga Tn. P adalah nuclear family (keluarga inti) yang terdiri atas ayah, ibu,
dan 3 orang anak. An pertama Tn.P yaitu An. SM telah bekerja di Bali, tinggal di Bali dan
pulang hanya setahun sekali.

5. Suku
Kebangsaan keluarga Tn.P adalah Indonesia dengan Suku Sunda (Suku Tn.P) dan
Suku Palembang (Suku Ny.M). Walaupun Tn.P dan Ny.M berbeda suku tapi tidak ada
kendala karena Tn.P sudah lama tinggal di Palembang semenjak masih muda. Bahasa yang
digunakan sehari-hari dalam keluarga yaitu bahasa Palembang.

6. Agama
Agama yang dianut keluarga adalah Islam. Ny. M mengatakan keluarga selalu sholat 5
waktu. Ny.M dan Tn.P terbiasa sholat berjama’ah bila ada di rumah ketika waktu magrib,
isya, ataupun subuh. Ny. M selalu mengaji sehabis sholat magrib. An.SN dan An.MRD juga
begitu. Ny. M dan Tn. P aktif di pengajian musholah di lingkungannya. Keluarga juga
terbiasa melakukan ibadah-ibadah sunah.

7. Status Sosial Ekonomi


Ny. M mengatakan Tn. P dan Ny.M sama-sama bekerja. Tn. P setelah pensiun dini
memulai usaha sendiri yaitu pendistribusian barang-barang di perusahaannya dahulu.
Penghasilan Tn.P sekitar Rp 3.000.000,- sebulan. Ny.M bekerja di CV swasta dan
berpenghasilan sekitar Rp 1.500.000,- per bulan. An. SM sudah bekerja di perusahaan swasta
bidang perikanan di Bali dan sudah dapat membantu ekonomi keluarga. An. SM sering
mengirim uang sekitar Rp 500.000,- per bulannya untuk ditabung kepada Ny.M dan
membantu biaya kuliah An. MRD.

8. Aktifitas Rekreasi Keluarga

2
Ny. M mengatakan keluarga sudah jarang berekreasi ke luar rumah bersama-sama.
Biasanya Ny.M mengunjungi sanak dan kerabatnya ketika hari sabtu atau hanya menonton
televisi di rumah. An.SN lebih senang menghabiskan waktu luang di rumah, menonton
televisi, mendengarkan musik, atau menonton film kesukaannya. Tn.P dan An.MRD suka
memancing di akhir pekan. Keluarga jarang melakukan kegiatan bersama-sama.

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

9. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini


Tahap perkembangan keluarga Tn.P saat ini yaitu keluarga dengan anak usia dewasa
(keluarga mulai melepas anak sebagai dewasa). Keluarga memberikan tanggung jawab untuk
anak mengatur diri sendiri dalam mengambil keputusan. Selain itu secara terbuka keluarga
membicarakan masa depan anak-anaknya

10. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Keluarga jarang berkumpul dan berinteraksi dikarenakan kesibukan masing-masing.
Ny.M sebagai pegawai swasta bekerja dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00. karena
kesibukannya Ny.M mengatakan jarang membersihkan rumah, tetapi tugas membersihkan
rumah dibantu orleh ART yang bekerja setiap senin hingga sabtu. Walaupun bekerja Ny.M
tetap mengerjakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga seperti memasak untuk keluarga,
mencuci, dan membersihkan rumah ketika akhir pekan. Tn.P semenjak pensiun lebih banyak
menghabiskan waktu di rumah dan membantu Ny.M mengurus rumah tangga. An.SM bekerja
di luar kota dan hanya pulang setahun sekali atau ketika mendapatkan cuti kerja. Sedangkan
kedua Anak SM dan MRD kuliah dari pagi pukul 06.00 dan terkadang pulang baru sore atau
malam hari.

11. Riwayat Keluarga Inti


Tn.P dan Ny.M sebelum menikah berpacaran selama satu tahun, tapi sudah mengenal
lama lebih kurang 3 tahun setelah Tn.P pindah ke Palembang. Tn.P merantau dari desanya di
Lampung tengah dan tinggal bersama keluarga angkatnya di Palembang. Kemudian menjadi
tetangga Ny.M di 3 ilir. Keluarga Ny.M sangat menyukai Tn.P karena Tn.P merupakan
pemuda yang baik, santun, dan sangat sopan kepada orang tua, juga pintar mengambil hati
kedua orang tua Ny.M dan juga saudara-saudara Ny.M. Keluarga Tn.P tidak ada yang pernah

3
menderita sakit yang berat. Sakit yang diderita hanya sakit biasa seperti batuk, pilek, atau
demam, dan sakit gigi.

12. Riwayat Keluarga Sebelumnya


Keluarga Tn.P tidak ada yang punya riwayat penyakit berat. Penyakitnya hanya
penyakit biasa. Saudara Tn.P yang kedua dan ketiga meninggal ketika masih kecil
dikarenakan sakit. Ibu Ny.M menderita penyakit jantung dan hipertensi, juga ada riwayat
vertigo. Bapak Ny.M punya riwayat penyakit paru karena sewaktu muda gemar merokok.

III. Lingkungan
13. Karakteristik Rumah
Luas tanah sekitar 17m x 19 m dengan luas bangunan rumah yang ditempati sekitar 84
m2 (7 m x 12 m), terdiri atas 1 ruang tamu, 1 ruang televisi, 3 kamar tidur, 1 ruang makan, 2
ruang dapur, 2 kamar mandi, ada teras di depan rumah dan ada garasi sederhana.
Jendela berjumlah 12 buah, 5 buah di ruang tamu, 2 buah di kamar tidur depan (kamar
An.SN), 2 buah di ruang keluarga, 1 buah di kamar tidur tengah (Tn.P dan Ny. M), 1 buah di
kamar tidur belakang (An. MRD), dan 1 buah di ruang pintu samping tempat menaruh motor.
Jendela tidak dibuka semuanya, hanya 2 jendela ruang tamu yang dibuka. Pencahayaan di
rumah dari lampu. Tetapi bila siang hari ruang makan dan dapur dalam (dapur kering) gelap
karena tidak terkena sinar matahari. Dapur luar (dapur basah) mendapat pencahayaan dari
pintu belakang yang dibuka. Disetiap ruangan terdapat ventilasi. Ventilasi semuanya
menggunakan kawat saring nyamuk, keadaannya terlihat kotor dan berdebu.
Sehari-hari keluarga menggunakan air dari PDAM. Kualitas air PDAM bersih. Tetapi
untuk keperluan minum dan masak, Ny.M mengendapkan air di tong penampungan khusus air
minum. Keluarga juga menggunakan air minum isi ulang. Ny. M mengatakan sebelum
menggunakan air PDAM, keluarga menggunakan air sumur untuk keperluan mandi saja,
sedangkan untuk keperluan minum dan masak, air didapatkan dari sumur tetangga yang lebih
jernih.Sekarang sumur ditutup, tetapi Tn. P masih menggunakan air sumur tersebut untuk
mencuci mobil, menyiram tanaman, dan mengisi air kolam ikan.
Rumah merupakan rumah di perkotaan pada umumnya, yaitu rumah permanen dari
batu bata. Lantai rumah berupa lantai keramik yang selalu disapu setiap hari. Perabot
diletakkan di tempatnya sesuai fungsinya. Dalam mengurus rumah keluarga dibantu ART
yang masih merupakan keluarga Ny.M karena Ny. M dan Tn.P bekerja.

4
Rumah keluarga Tn.P sebelah kanan dan kiri berbatasan pagar dengan tetangga. Di
depan sekitar 5 meter berbatasan dengan jalan. Lalu sekitar 10 meter berbatasan dengan
warung sederhana (warung sayur dan jajanan ringan). Di depan rumah ada halaman yang
ditanami pohon kelengkeng, sawo, dan ada kebun bunga sederhana yang disusun di dalam
pot. Di belakang ada kolam ikan sederhana.
Pembuangan sampah di kotak sampah yang cukup banyak di dalam rumah. Lalu setiap
harinya dikeluarkan di luar rumah karena ada petugas sampah keliling yang akan
mengambilnya.

Denah rumah:

Jalan

Teras
pintu
Kamar Tidur Ruang Tamu Garasi

Ruang televisi
Pintu
Kamar tidur Ruang Makan Ruang motor
Kamar mandi

Kamar mandi Dapur kering Kamar Tidur


Gudang Dapur Basah Kolam Ikan
Pintu

14. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW


Keluarga Tn.P hidup di lingkungan masyarakat kota pada umumnya. Komunitas
warga berasal dari berbagai suku, tapi mayoritas tetangga Tn.P berasal dari suku Jawa dan
Palembang. Tetangga sekitar tidak ada yang mempunyai masalah dengan keluarga Tn.P.
Keluarga Tn.P selalu menjaga hubungan dan komunikasi dengan baik dengan tetangganya.
Interaksi antar warga cukup terjaga, tapi tidak terlalu terlihat keakraban antar warga.

5
Lingkungan sering terlihat sepi, terutama bila siang hingga malam hari. Lingkungan tempat
tinggal Tn.P agak jauh dari jalan raya, lebih kurang sekitar 1 km masuk ke lorong dari jalan
raya.

15. Mobilitas Geografis Keluarga


Ny. M mengatakan pindah ke rumahnya semenjak tahun 1997 hingga sekarang.
Rumah yang ditempati sekarang merupakan rumah yang dibeli dari kerabatnya sendiri.
Kemudian secara bertahap direnovasi hingga seperti sekarang. Sebelum memiliki rumah
sendiri Tn.P dan Ny.M tinggal bersama orang tua Ny.M dari tahun 1989 hingga 1997. Ketika
pindah An.SM berusia 7 tahun (kelas 2 SD) dan An.SN berusia 5 tahun(TK). An.MRD masih
balita berusia 3 tahun.

16. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat


Keluarga termasuk anggota masyarakat yang aktif dalam mengikuti kegiatan di
masyarakat. Tn.P merupakan bendahara PAK (persatuan Amal Kematian) di RT nya,
bendahara panitia kurban, dan salah satu pengurus mushola. Tn.P juga aktif dalam pengajian
di mushola. Begitupula dengan Ny.M juga aktif di pengajian ibu-ibu di musholah. Tn.P dan
Ny.M juga selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam undangan-undangan rapat atau pesta
di sekitarnya dan biasanya menjadi panitia. An. SM dan An. SN dahulu juga merupakan
anggota remaja masjid.

17. Sistem Pendukung Keluarga


Semua anggota keluarga sehat. Keluarga memiliki persediaan obat yang cukup untuk
sakit yang ringan. Dan keluarga mempunyai alat-alat kesehatan yang memadai, seperti
tensimeter, timbangan, metlit (meteran), termometer,dll. Keluarga memiliki motor dan mobil
sebagai alat transportasi. Bila sakit keluarga sangat peka dan langsung membawa yang sakit
ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat seperti rumah sakit bila sakit dianggap parah dan
tidak bisa ditangani oleh keluarga. Keluarga juga memiliki askes dan memiliki tabungan atau
anggaran untuk kesehatan.

6
IV. Struktur Keluarga
18. Pola Komunikasi Keluarga
Komunikasi antar anggota keluarga tidak terlalu baik. Masing-masing angota keluarga
jarang berkumpul dan bercakap-cakap dikarenakan kesibukan masing-masing dan terkadang
baru malam berkumpul, itupun dengan kelelahan setelah beraktivitas sehingga jaarang
mengobrol. Masing-masing anggota memiliki kesibukan masing-masing. Ny.M bekerja dari
pagi hingga sore hari. Begitu pula dengan Tn.P. Tetapi setelah Tn.P pensiun dan berwirausaha
sendiri Tn.P banyak menghabiskan waktu di rumah sehari-hari. An. SN dan An. MRD kuliah
dari pagi hingga sore hari, terkadang pulang malam hari. Sehingga keluarga jarang
berinteraksi satu sama lain.Tn.P cenderung pendiam. Begitupula dengan An. SN juga
cenderung pendiam dan banyak menghabiskan waktu di dalam kamarnya. Ny. M mengatakan
memang kurang mengobrol dengan anaknya dikarenakan kesibukan masing-masing. Ny.M
mengatakan anak-anak jarang menceritakan masalahnya, tetapi menurutnya ia tahu bila
anaknya ada masalah.

19. Struktur Kekuatan Keluarga


Pengambilan keputusan berada di tangan Tn.P sebagai kepala keluarga. Tetapi tetap
ada musyawarah terlebih dahulu dengan Ny.M. Anak- anak sering meminta ijin terlebih
dahulu bila ingin pergi keluar rumah atau ada kegiatan di kampus mereka.

20. Struktur Peran


Ny. M mengatakan bahwa Tn.P sebagai kepala keluarga, pencari nafkah. Walaupun
Ny.M bekerja tetapi ia merasa hanya membantu suaminya. Sedangkan dirinya sebagai ibu
yang harus mengurus rumah tangga. An. SM sebagai anak pertama telah bekerja di luar kota
dan membantu perekonomian keluarga. An.SN sebagai anak kedua merupakan mahasiswa
semester 6 di PTN dan An.MRD merupakan mahasiswa semester 2 di PTN yang sama.

21. Nilai atau Norma Keluarga


Nilai yang ada dalam keluarga berlandaskan pada nilai-nilai keislaman. Norma-norma
yang dianut juga sesuai dengan norma dan adat yang berlaku di masyarakat pada umumnya.
Keluarga hidup teratur sesuai dengan ajaran agama. Tidak ada adat dan budaya yang
bertentangan dengan kesehatan. Keluarga Tn.P termsuk keluarga yang dipandang baik oleh
masyarakat.

7
V. Fungsi Keluarga
22. Fungsi Afektif
Antar anggota keluarga saling menyayangi dan menghormati satu sama lain. Anak-
anak mengatakan tetap menghormati orang tuanya dan segan kepada ayahnya sebagai kepala
keluarga. Walaupun jarang berkomunikasi tetapi menurut Ny. M keluarga hubungan keluarga
tetap hangat dan masih suka bercanda. Ny.M mengatakan sering merasakan bila anak-
anaknya ada masalah, terutama pada An.SM yang tinggal jauh darinya, dan pada anak yang
tinggal serumah Ny.M mengatakan tetap menanyakan masalah anaknya..

23. Fungsi Sosialisasi


Menurut Ny.M hubungan sosial keluarga dengan masyarakat baik. Keluarga aktif
dalam perkumpulan masyarakat. Masyarakat juga mengenal keluarga sebagai keluarga yang
ramah. Bila ada hajatan atau musibah keluarga selalu menyempatkan diri untuk hadir. Anak-
anak juga bersosialiasi dengan baik pada masyarakat karena sejak kecil dibiasakan untuk
ramah pada orang lain. Untuk pergaulan Tn.P dan Ny.M tidak membatasi anak-anaknya.
Mereka dibebaskan untuk bergaul asalkan tetap pada hal-hal yang positif karena Tn.P dan
Ny.M menganggap anak-anak sudah dewasa dan tahu mana yang baik dan buruk bagi mereka.
Menurut Ny.M keluarga tahu tentang teman-teman anaknya.

24. Fungsi Perawatan Keluarga


Menurut Ny.M Keluarga tidak punya kebiasaan berolahraga dikarenakan kesibukan
masing-masing. Waktu akhir pekan digunakan untuk beristirahat. Keluarga juga tidak punya
kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur, gosok gigi dilakukan sewaktu mandi. Keluarga juga
tidak punya kebiasaan mengunjungi dokter gigi 6 bulan sekali. Bila sakit gigi keluarga minum
obat sakit gigi yang dibeli di apotek, dan bila sudah tidak tertangani baru ke dokter gigi,
biasanya penyebabnya karena gigi berubang dan gigi harus ditambal.
Menurut Ny. M keluarga tidak punya riwayat penyakit yang terlalu berat. Hanya
sewaktu masih kecil An. MRD pernah kena sakit kuning (hepatitis), juga pernah dirawat
sewaktu masih SMP karena penyakit DBD. Oleh karena itu Ny.M selalu menasehati dan
menjaga putra satu-satunya itu untuk teratur makan dan istirahat yang cukup.
Ny.M mengatakan keluarga sering sakit batuk dan flu ringan. Juga terkadang demam
terutama bila An.SN kelelahan dan radang tonsilnya kambuh. Tetapi menurut Ny.M keluarga
dapat mengatasinya dan tahu perawatan apa yang harus diberikan seperti banyak minum air

8
putih, kompres, istirahat yang cukup, tidak makan makanan berminyak dan pedas, serta
minum obat penurun panas.

25. Fungsi Reproduksi


Fungsi reproduksi keluarga Tn.P berjalan dengan baik. Dalam waktu pernikahan
beberapa bulan Ny.M sudah hamil anak pertama. Lalu menjelang anak pertama usia 1 tahun,
Ny.M hamil anak kedua. Lalu menjelang anak kedua usia 2 tahun, Ny.M hamil anak ketiga.
Tidak ada riwayat keguguran atau komplikasi dalam kehamilan maupun persalinan. Ny.M
menggunakan KB suntik hingga sekarang.

26. Fungsi Ekonomi


Ny.M mengatakan keadaan ekonomi keluarga mereka berkecukupan dengan
penghasilan Tn.P dan Ny.M. Walaupun Tn.P sudah pensiun dan berpengaruh terhadap jumlah
penghasilannya sekarang karena tidak sebesar dahulu, tetapi menurut Ny.M hal itu masih bisa
diatasi dengan baik. Apalagi sekarang anak tertua sudah bekerja dan sedikit banyak dapat
membantu keluarga. Keluarga juga memiliki tabungan dan asuransi, baik kesehatan ataupun
pendidikan bagi keluarganya. Keluarga juga terbiasa menabung setiap bulan untuk keperluan
yang mendadak seperti bila ada keluarga Ny.M atau Tn.P yang perlu uang atau untuk
keperluan orang tua Ny.M dan Tn.P berobat bila sakit.

VI. Stress dan Koping Keluarga


27. Stress Jangka Pendek dan Jangka Panjang Serta Kekuatan Keluarga
Stressor jangka pendek.
Ny.M mengatakan sering rindu dan mengkhawatirkan keadaan An.SM yang sekarang
tinggal jauh dari dirinya. Apalagi bila mendapatkan kabar bahwa An.SM sakit karena ia tahu
anaknya itu tidak mau minum obat dan bila sakit hanya beristirahat seperlunya.

Stressor jangka panjang.


Keluarga mengatakan tidak pernah mengalami stressor jangka panjang.

28. Kemampuan Keluarga Berespon terhadap Situasi Stressor


Menurut Ny.M bila keluarga memiliki masalah Ny.M dan Tn.P terlebih dahulu
mendiskusikannya, kemudian baru dibicarakan dengan anak-anaknya. Keluarga juga

9
mengatakan masalah-masalah yang terjadi bisa diatasi dengan baik oleh keluarga karena
dalam merespon masalah keluarga tidak terlalu dibesar-besarkan dan mencari solusi yang
efektif.

29. Strategi Koping yang Digunakan


Bila ada kesalahan yang dilakukan oleh anaknya, Ny.M dan Tn.P menegur dan
memarahi sewajarnya karena mereka beranggapan bahwa anaknya sudah besar dan dewasa.
Tetapi bila sudah kelewat batas, mereka tidak segan memarahi anaknya.

30. Strategi Adaptasi Disfungsional


Tidak ada adaptasi yang disfungsional dalam keluarga.

VII. Pemeriksaan Fisik (Head to Toe)


Komponen Tn.P Ny. M Anak SN Anak MRD
Kepala Tidak ada Tidak Tidak Tidak
ketombe, Berketombe, berketombe, berketombe,
tidak ada tidak ada Tidak ada Tidak ada
benjolan, benjolan, benjolan, benjolan,
simetris, ikal,simetris, Ikal,simetris, simetris, lurus,
rambut rambut tidak hitam, mudah hitam
beruban beruban, rontok
rambut rontok
Mata Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva tidak Konjungtiva
tidak anemis, tidak anemis, anemis, sklera tidak anemis,
sklera sklera ikhterik ikhterik(-), sklera ikhterik(-),
ikhterik (-), (-), simetris, simetris, tidak ada simetris, tidak
simetris, tidak ada cekungan mata, rx ada cekungan
tidak ada cekungan cahaya pupil(+), mata, rx cahaya
cekungan mata, rx minus 1,5(kanan) pupil (+).
mata, rx cahaya pupil dan 0,5 (kiri)
cahaya pupil (+)
(+), plus 2.
Hidung Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

10
sumbatan, sumbatan, sumbatan, cairan sumbatan, cairan
cairan (-) cairan (-) (-) (-)
Telinga Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak ada Bersih, tidak ada
ada serumen, ada serumen, serumen, tidak serumen, tidak
tidak ada tidak ada ada bengkak, luka ada bengkak,
bengkak, bengkak, luka dan kemerahan, luka dan
luka dan dan simetris kemerahan,
kemerahan, kemerahan, simetris
simetris simetris
Mulut Gigi putih, Gigi putih, Gigi putih, karang Gigi putih,
karang gigi karang gigi gigi (+), 1 gigi karang gigi(+),
(+), jumlah (+), Ada gigi geraham atas gigi atas 12,
gigi atas l6, berlubang. Ada berlubang. Dua bawah 14, bibir
bawah 16, tambalan gigi gigi geraham lembab, sariawan
bibir lembab, di geraham bawah ditambal. (-)
sariawan(-) bawah. jumlah gigi atas 14,
gigi atas 16, bawah 14, bibir
bawah 16, lembab, sariawan
bibir lembab, (-)
sariawan(-)
Leher dan Pembesaran Pembesaran Pembesaran Pembesaran
tenggorokan kelenjar kelenjar getah kelenjar getah kelenjar getah
getah bening(-), bening(-), distensi bening(-),
bening(-), distensi vena vena jugularis(-), distensi vena
distensi vena jugularis(-), tidak ada tanda jugularis(-), tidak
jugularis(-), tidak ada tanda radang. ada tanda radang
tidak ada radang Hipertonsil.
tanda radang
Dada Simetris, Simetris, Simetris,
Simetris,
bronkovesikule bronkovesikuler, bronkovesikuler,
bronkovesiku
r, RR: RR: 16X/menit, RR:16X/menit,
ler, RR:
16X/menit, bunyi jantung S1, bunyi jantung S1,
17X/menit,
bunyi jantung S2(+), S3, mur- S2(+), S3, mur-

11
bunyi jantung S1, S2 (+), S3, mur (-), gallop(-), mur (-), gallop(-),
S1, S2 (+), mur-mur (-), rhonki(-) rhonki(-)
S3, mur- gallop (-),
mur(-), rhonki(-)
gallop(-),
rhonki(-)
Abdomen Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
keluhan, keluhan, tidak keluhan, tidak ada keluhan, tidak
tidak ada ada pembesaran, tidak ada pembesaran,
pembesaran, pembesaran, kembung, tidak tidak kembung,
tidak tidak ada bekas luka tidak ada bekas
kembung, kembung, operasi luka operasi
tidak ada tidak ada bekas
bekas luka luka operasi
operasi
Ekstremitas Gerakan tak Gerakan tak Gerakan tak Gerakan tak
terbatas, terbatas, terbatas, mampu terbatas, mampu
mampu mampu fleksi/ekstensi fleksi/ekstensi
fleksi/ekstens fleksi/ekstensi tanpa rasa nyeri, tanpa rasa nyeri,
i tanpa rasa tanpa rasa tidak ada tidak ada
nyeri, tidak nyeri, tidak benjolan, tidak benjolan, tidak
ada benjolan, ada benjolan, bengkak, tidak bengkak, tidak
tidak tidak bengkak, kemerahan, kemerahan,
bengkak, tidak kekuatan oto kekuatan oto
tidak kemerahan, normal, mampu normal, mampu
kemerahan, kekuatan oto menahan tahanan, menahan tahanan,
kekuatan oto normal, refleks(+) refleks(+)
normal, mampu
mampu menahan
menahan tahanan,
tahanan, refleks(+)
refleks(+)
Kulit Turgor baik, Turgor baik, Turgor baik, sawo Turgor baik,

12
sawo matang, sawo matang, matang, radang(- sawo matang,
radang(-), radang(-), ), tekstur halus radang(-), tekstur
tekstur halus tekstur halus halus
Kuku Tidak ada Tidak ada Tidak ada kuku Tidak ada kuku
kuku kuku panjang, panjang, terawat panjang, terawat
panjang, terawat bersih, bersih, sianosis(-), bersih, sianosis(-
terawat sianosis(-), radang(-) ), radang(-)
bersih, radang(-)
sianosis(-),
radang(-)
Suhu tubuh 36,5 C 36,8 C 36,2 C 36,5C
Berat badan 56 60 52 55
Tinggi badan 160 150 155 163
Tekanan 120/80 110/70 110/70 120/80
darah

VIII. Harapan Keluarga


Tn.P dan Ny.M berharap keluarganya selalu sehat. An.SM bisa melanjutkan
kuliahnya ke S1. An.SN dan An.MRD bisa menyelesaikan kuliah mereka tepat waktu.
Melihat anak-anaknya semua menjadi sarjana dan sukses dalam hidup mereka. Keluarga
berharap perawat dapat memberikan saran dan membantu mereka untuk dapat hidup sehat

Palembang, 5 Mei 2013


Mahasiswa

Syofwatun Ngulya

13
B. ANALISIS DATA
No Data Masalah Penyebab
1 DS: Komunikasi Ketidakefektifan
1. Ny.M mengatakan keluarga keluarga keluarga dalam
jarang berkumpul untuk disfungsional mengidentifikasi
berbincang-bincang masalah komunikasi
2. Ny.M mengatakan anak-anak keluarga
jarang membicarakan masalah
mereka
3. Ny.M mengatakan setiap
anggota keluarga sibuk dengan
urusan masing-masing

DO:
1. Interaksi antar anggota keluarga
kurang terjalin
2. Keluarga jarang melakukan
kegiatan bersama-sama

2. DS: Risiko gangguan Ketidakefektifan


1. Ny.M mengatakan keluarga saluran pernafasan keluarga dalam
sering batuk, pilek, dan flu. (ISPA) berulang memelihara/
2. Ny.M mengatakan jarang mempertahankan
membersihkan rumah lingkungan rumah
yang sehat
DO:
1. Ventilasi rumah tertutup kawat
nyamuk dan berdebu
2. Jendela rumah jarang dibuka
3. Terlihat debu di beberapa perabot
dan jendela

14
3. DS: Kerusakan gigi Ketidakmampuan
1. Keluarga mengatakan jarang keluarga dalam
memeriksakan kesehatan mulut merawat keluarga
dan gigi ke dokter gigi (tidak
mengunjungi dokter gigi 6 bulan
sekali)
2. Keluarga mengatakan tidak
menggosok gigi sebelum tidur
dan setelah makan (gosok gigi
sewaktu mandi)

DO:
1. Karies gigi pada Ny.M, An.SN,
dan An.MRD
2. Gigi berlubang pada Ny.M dan
An.SN
3. Tambalan pada gigi geraham
pada Ny.M dan An.SN

C. DIAGNOSIS KEPERAWATAN YANG MUNCUL


No. Diagnosa Keperawatan (PES)
Komunikasi keluarga disfungsional pada keluarga Tn.P berhubungan dengan
1. ketidakefektifan keluarga dalam mengidentifikasi masalah komunikasi dalam
keluarga.
Risiko gangguan saluran pernapasan (ISPA) berulang pada keluarga Tn.P
berhubungan dengan ketidakefektifan keluarga dalam memelihara/
2.
mempertahankan lingkungan rumah yang sehat bagi anggota keluarga dengan
masalah ISPA.
Kerusakan gigi pada keluarga Tn.P terutama pada Ny.M, An.SN, dan An.MRD
3. berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga
dengan masalah kerusakan gigi.

15
D. SKORING MASALAH
1. Diagnosa Keperawatan: Komunikasi keluarga disfungsional pada keluarga Tn.P
berhubungan dengan ketidakefektifan keluarga dalam mengidentifikasi masalah komunikasi
dalam keluarga.
Kriteria Bobot Nilai Pembenaran
A. Sifat Masalah 1 3/3 X 1=1  Antar anggota keluarga jarang
Skala: mengobrol
Potensial= 1  Anak jarang menceritakan
Resiko = 2 masalah kepada orang tua
Aktual= 3  Setiap anggota keluarga sibuk
dengan aktivitas masing-masing.
B. Kemungkinan 2 2/2X 2 = 1  Ny.M menyadari komunikasi
Masalah Diubah keluarga kurang
Skala:  Kemampuan bersosialisasi
Tinggi = 2 dengan masyarakat yang baik
Cukup = 1 dapat diterapkan oleh keluarga
Rendah= 0 untuk mengatasi masalah dalam
keluarga
 Anak sudah beranjak dewasa,
bisa diajak berdiskusi.
 Pendidikan keluarga tinggi
sehingga mudah menyerap
informasi dan saran dari perawat
C. Potensial untuk 1 2/3 X 1= 2/3  Ny.M mengatakan mengetahui
Dicegah bila anak ada masalah
Skala:  Ny.M menyadari komunikasi
Tinggi= 3 kurang
Cukup= 2
Rendah= 1
D. Menonjolnya 1 1/2X 1 = 1/2  Menurut Ny.M walau sibuk
Masalah keluarga tetap hangat dan tidak
Skala: acuh (masih suka bercanda)
Segera ditangani =
16
2
Masalah ada tapi
tidak perlu segera
ditangani= 1
Masalah tidak
dirasakan=0
Jumlah 3 (1/6)

2. Diagnosa Keperawatan: Risiko gangguan saluran pernapasan (ISPA) berulang pada


keluarga Tn.P berhubungan dengan ketidakefektifan keluarga dalam
memelihara/mempertahankan lingkungan rumah yang sehat bagi anggota keluarga dengan
masalah ISPA.
Kriteria Bobot Nilai Pembenaran
A. Sifat Masalah 1 2/3 X 1=2/3  Keluarga sering batuk, pilek, dan
Skala: flu ringan
Potensial= 1  Sirkulasi udara kurang baik
Resiko = 2 (ventilasi tertutup dan jendela
Aktual= 3 jarang dibuka)
 Banyak debu di beberapa
perabot dan jendela
B. Kemungkinan 2 1/2X 2 = 1  Ada ART yang membantu
Masalah Diubah keluarga
Skala:  Anak-anak sudah dewasa, bisa
Tinggi = 2 diajak membantu membersihkan
Cukup = 1 rumah.
Rendah= 0  Pendidikan keluarga tinggi
sehingga mudah menyerap
informasi dan saran dari perawat
C. Potensial untuk 1 2/3 X 1= 2/3  Ketika akhir pekan (waktu libur)
Dicegah Ny.M membuka jendela walau
Skala: tidak seluruhnya.
Tinggi= 3  Keluarga kooperatif dan terbuka
Cukup= 2
17
Rendah= 1 dengan perawat

D. Menonjolnya 1 1/2X 1 = 1/2  Ny.M masih membersihkan


Masalah rumah ketika libur
Skala:
Segera ditangani =
2
Masalah ada tapi
tidak perlu segera
ditangani= 1
Masalah tidak
dirasakan=0
Jumlah 2 (5/6)

3. Diagnosa Keperawatan: Kerusakan gigi pada keluarga Tn.P, terutama Ny.M, An.SN,
dan An.MRD, berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota
keluarga dengan masalah kerusakan gigi.
Kriteria Bobot Nilai Pembenaran
A. Sifat Masalah 1 3/3 X 1=1  Karies gigi terjadi hampir pada
Skala: semua anggota keluarga kecuali
Potensial= 1 Tn.P
Resiko = 2  Gigi berlubang ditemukan pada
Aktual= 3 Ny.M dan An.SN
 Kebisaan menyikat gigi pada
keluarga Tn.P tidak benar,
menyikat gigi dengan cara yang
tidak tepat.
 Keluarga tidak mengunjungi
dokter gigi setiap 6 bulan sekali
untuk pemeriksaan kesehatan
gigi dan mulut
B. Kemungkinan 2 2/2X 2 = 1  Ny.M dan An.SN sebenarnya
Masalah Diubah merasa terganggu
18
Skala:  Keluarga tidak memiliki masalah
Tinggi = 2 finansial untuk periksa ke dokter
Cukup = 1 gigi
Rendah= 0  Pendidikan keluarga tinggi
sehingga mudah menyerap
informasi dan saran dari perawat
C. Potensial untuk 1 2/3 X 1= 2/3  Keluarga kooperatif
Dicegah  Sakit gigi yang kadang berulang
Skala: membuat keluarga ingin
Tinggi= 3 mengatasi masalah
Cukup= 2
Rendah= 1
D. Menonjolnya 1 2/2X 1 = 1  Karies pada anggota keluarga
Masalah dianggap menganggu
Skala:  Hampir semua anggota keluarga
Segera ditangani menderita karies gigi
=2  Gigi berlubang pada Ny.M dan
Masalah ada tapi An.SN harus segera ditangani
tidak perlu segera
ditangani= 1
Masalah tidak
dirasakan=0
Jumlah 3 (2/3)

19
Berdasarkan rumusan prioritas diatas, maka dapat diketahui priorotas permasalahan
pada keluarga Tn.P adalah sebagai berikut.
1. Kerusakan gigi pada keluarga Tn.P, terutama Ny.M, An.SN, dan An.MRD, berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan masalah
kerusakan gigi.
2. Komunikasi keluarga disfungsional pada keluarga Tn.P berhubungan dengan
ketidakefektifan keluarga dalam mengidentifikasi masalah komunikasi dalam keluarga.
3. Risiko gangguan saluran pernapasan (ISPA) berulang pada keluarga Tn.P berhubungan
dengan ketidakefektifan keluarga dalam memelihara/ mempertahankan lingkungan rumah
yang sehat bagi anggota keluarga dengan masalah ISPA.

20
E. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

DIAGNOSA TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS EVALUASI RENCANA


KEPERAWATAN TINDAKAN
KRITERIA STANDAR
Kerusakan gigi pada Setelah dilakukan Setelah dilakukan
keluarga Tn.P, tindakan pertemuan selama 3
terutama Ny.M, keperawatan X 50 menit dengan
An.SN, dan An.MRD, selama 1 bulan, keluarga, keluarga
berhubungan dengan keluarga mampu:
ketidakmampuan mengetahui dan
keluarga dalam mampu merawat 1.Mengenal
merawat anggota anggota keluarga masalah kerusakan
keluarga dengan dengan masalah gigi
 Keluarga mampu 1. Kaji sejauh mana
masalah kerusakan kerusakan gigi 1.1.Menyebutkan Respon verbal
menjelaskan konsep
gigi. konsep gigi dan pengetahuan
kesehatan gigi dan
mulut yang sehat keluarga tentang
mulut
kesehatan gigi dan
mulut
1.2.Menyebutkan Respon verbal  Keluarga mampu 2. Diskusikan tentang

penyakit-penyakit menyebutkan penyakit mulut dan

21
pada gigi dan mulut penyakit-penyakit gigi dan
dan penyebabnya pada gigi dan mulut penyebabnya

 Keluarga mampu 3. Diskusikan tentang


1.3.Menjelaskan Respon verbal
menjelaskan makanan-makanan
makanan-makanan
makanan-makanan yang dapat
yang dapat
yang dapat menyebabkan gigi
menyebabkan gigi
menyebabkan gigi berlubang
berlubang
berlubang

1.4. Mengetahui Respon verbal,  Keluarga mampu 4. Diskusikan tentang

kebiasaan/ perilaku afeksi menjelaskan perilaku akibat/ dampak


tidak menjaga tidak menjaga tidak menjaga
kebersihan gigi dan kebersihan gigi dan kebersihan gigi dan
mulut dan mulut serta mulut
dampaknya bagi dampaknya bagi

kesehatan mulut dan kesehatan.


5. Berikan
gigi.
reinforcement hasil
diskusi pada
jawaban yang benar

22
dan penjelasan
tambahan mengenai
kesehatan gigi dan
mulut

2. Memiliki
pengetahuan
merawat gigi dan
mulut yang
benar
2.1 Mengetahui Respon verbal  Keluarga mampu 1. Kaji pengetahuan
manfaat menjelaskan manfaat keluarga tentang
merawat merawat kesehatan manfaat yang
kesehatan gigi gigi dan mulut diperoleh bila
dan mulut merawat kesehatan
gigi dan mulut.

2.2 Mengetahui Respon verbal  Keluarga mampu 2. Kaji pengetahuan


menjelaskan waktu keluarga tentang
waktu yang
yang tepat untuk cara menyikat gigi
tepat untuk
menyikat gigi, yaitu dengan benar dan
menyikat gigi

23
minimal 2 kali sehari waktu yang tepat
setelah bangun tidur untuk menyikat
dan sebelum tidur, gigi.
kemudian setelah
setiap makan.

2.3 Mengetahui  Keluarga mampu


Respon verbal, 3. Diskusikan tentang
cara menyikat menjelaskan cara
afeksi bagaimana cara
gigi dengan menyikat gigi dengan
merawat gigi
benar dan tepat benar dan tepat dengan benar, cara
sesuai prosedur sesuai prosedur, yaitu
menyikat gigi
menggunakan sikat dengan benar, dan
gigi lembut, pasta
waktu yang tepat
gigi berflouride, untuk menyikat
menyikat gigi dengan
gigi. Bandingkan
gerakan dari atas- dengan kebiasaan
kebawah (satu arah),
dalam keluarga
menyikat gigi hingga sekarang.
bagian dalam,
menggunakan benang 4. Arahkan keluarga
gigi untuk menyikat
untuk mengubah

24
sela gigi, menyikat kebiasaan menyikat
lidah, dan berkumur- gigi.
kumur dengan cairan
5. Berikan
pembersih mulut
reinforcement jika
yang aman.
keluarga
memutuskan untuk
mulai mengubah
kebiasaan merawat
gigi yang salah
3. Melakukan
higiene oral yang
efektif
3.1 Memiliki 1. Anjurkan untuk
Respon  Keluarga menyikat
kebiasaan menyikat gigi
Perilaku/ gigi minimal 2 kali
menyikat gigi 2 minimal 2 kali
psikomotor setiap hari, yaitu
kali sehari sehari, yaitu
sebelum dan setelah
sebelum tidur dan
tidur.
setelah bangun tidur.
 Keluarga menyikat
2. Anjurkan untuk
gigi setiap sehabis
menyikat gigi
makan, minimal

25
berkumur-kumur setelah makan,
dengan air putih minimal berkumur-
setelah makan. kumur dengan air
putih

3.2 Menyikat gigi 3. Simulasikan cara


Respon  Keluarga menyikat
dengan benar menyikat gigi
psikomotor, gigi dengan benar
dan tepat dengan benar
afeksi sesuai prosedur

4. Jelaskan pentingnya
3.3 Berkunjung ke  Keluarga berkunjung
Respon pemeriksaan ke
dokter gigi ke dokter gigi untuk
psikomotor dokter gigi untuk
untuk pembersihan karang
pembersihan karang
melakukan gigi dan pemeriksaan
gigi
pemeriksaan kesehatan mulut dan
5. Dukung
dan gigi 6 bulan sekali
pemanfaatan sumber
pembersihan
daya/ dana yang
karang gigi 6
dimiliki keluarga
bulan sekali
untuk pemeriksaan
kesehatan gigi dan
mulut secara berkala

26
ke dokter gigi
Komunikasi keluarga Setelah dilakukan Setelah dilakukan
disfungsional pada tindakan pertemuan selama 3
keluarga Tn.P keperawatan X 50 menit dengan
berhubungan dengan selama 2 bulan, keluarga, keluarga
ketidakefektifan keluarga mampu:
keluarga dalam memahami dan 1. Mengenal
mengidentifikasi mampu dan memahami
masalah komunikasi mengidentifikasi konsep
keluarga masalah komunikasi
komunikasi yang dalam keluarga
ada dalam keluarga 1.1 Menyebutkan Respon verbal  Keluarga mampu 1. Kaji pengetahuan
pengertian menjelaskan pengertian keluarga tentang
komunikasi komunikasi fungsional. konsep komunikasi
fungsional dalam keluarga
2. Jelaskan kepada
keluarga mengenai
konsep komunikasi
fungsional

27
1.2 Menjelaskan Respon verbal  Keluarga mampu 3. Jelaskan dan
unsur-unsur menjelaskan unsur- diskusikan tentang
proses unsur proses unsur-unsur proses
komunikasi komunikasi fungsional, komunikasi
fungsional meliputi: pengiriman fungsional
fungsional 4. Berikan
(menyatakan kasus reinforcement
dengan tegas dan jelas, positif hasil diskusi
intensitas, dan pada jawaban yang
keterbukaan,mengklarif benar, dan bila
ikasi dan keluarga dapat
mengualifikasi pesan, menjawab
adanya umpan balik) pertanyaan
dan penerima
fungsional (
mendengarkan,
memberi umpan balik,
memberi validasi)

28
2. Mengidentifika
si masalah
komunikasi
 Keluarga mampu 1. Kaji pengetahuan
dalam Respon verbal,
memahami dan keluarga tentang
keluarga afeksi
menjelaskan proses proses komunikasi
2.1 Menjelaskan
komunikasi disfungsional
proses
disfungsional, 2. Jelaskan dan
komunikasi
meliputi membuat diskusikan kepada
disfungsional
asumsi, keluarga tentang
mengekspresikan komunikasi
perasaan secara tidak disfungsional
jelas, respon
menghakimi,
ketidakmampuan
dalam mendefinisikan
kebutuhan sendiri,
gagal mendengarkan)

2.2 Menjelaskan
 Keluarga mampu
Respon verbal, 3. Kaji pengetahuan
pola
memahami dan
afeksi keluarga tentang
komunikasi

29
disfungsional menjelaskan pola pola komunikasi
dalam keluarga komunikasi disfungsional
disfungsional, 4. Jelaskan dan
meliputi egosentris, diskusikan dengan
kebutuhan keluarga tentang
mendapatkan proses komunikasi
persetujuan total, dan pola-pola
kurang empati, komunikasi
komunikasi tertutup) disfungsional

5. Berikan
reinforcement
positif hasil diskusi
pada jawaban yang
benar.
6. Dorong keluarga
untuk
mengidentifikasi
masalah komunikasi
dalam keluarga,
bandingkan dengan

30
konsep yang telah
dijelaskan.
7. Berikan
reinforcement
positif bila keluarga
mampu
mengidentifikasi
pola komunikasi
keluarga yang
disfungsional, dan
biila keluarga untuk
memutuskan
mengubah pola
komunikasi yang
selama ini ada.

3. Mengetahui
komunikasi
yang sehat
dalam
keluarga

31
3.1 Menjelaskan Respon verbal,  Keluarga menjelaskan 1. Kaji pengetahuan
pola afeksi pola komunikasi keluarga tentang
komunikasi fungsional dalam bagaimana pola
fungsional keluarga, meliputi komunikasi yang
dalam keluarga berkomunikasi secara fungsional dalam
jelas dan selaras, keluarga
komunikasi 2. Bantu keluarga
emosional yang untuk
efektif, area mengidentifikasi
komunikasi terbuka masalah komunikasi
dan keterbukaan diri, yang ada
hirarki kekuasaan dan
peraturan dalam
keluarga, konflik dan
resolusi konflik yang
adekuat.

3.2 Komunikasi Respon afeksi,  Antar anggota 3. Anjurkan kepada


keluarga psikomotor keluarga saling masing-masing
fungsional terbuka satu sama lain anggota keluarga
 Keluarga meluangkan untuk saling terbuka

32
waktu untuk satu dengan yang
berbincang-bincang lain
dan mengobrol 4. Anjurkan keluarga
 Orang tua lebih untuk meluangkan
memperhatikan anak- waktu berbincang-
anak dan menanyakan bincang dan
kegiatan apa saja mengobrol tentang
yang mereka lakukan suatu topik yang
di kampus, apakah hangat
ada hal-hal menarik 5. Anjurkan kepada
yang bisa dibicarakan orang tua untuk
 Keluarga lebihh peka kepada
memanfaatkan akhir permasalahan anak,
pekan untuk saling menunjukkan sikap
berinteraksi, peduli dengan
melakukan kegiatan berbicara empat
bersama. mata pada anak
 Intensitas komunikasi untuk membantu
dan berkumpul mengatasi masalah
keluarga meningkat. mereka
6. Anjurkan kepada

33
keluarga untuk
menggunakan waktu
akhir pekan mereka
untuk melakukan
kegiatan bersama-
sama.
Risiko gangguan Setelah dilakukan Setelah dilakukan
saluran pernapasan tindakan pertemuan selama 3
(ISPA) berulang pada keperawatan X 50 menit dengan
keluarga Tn.P selama 1 bulan, keluarga, keluarga
berhubungan dengan keluarga mampu:
ketidakefektifan memahami dan 1. Mengenal
keluarga dalam mampu masalah
memelihara/mempertah mengidentifikasi gangguan
ankan lingkungan masalah risiko pernafasan
rumah yang sehat bagi gangguan saluran (ISPA)
anggota keluarga pernapasan (ISPA) 1.1 menyebutkan Respon Verbal  Keluarga meyebutkan 1. Kaji pengetahuan
dengan masalah ISPA. dan pengertian ISPA pengertian ISPA keluarga tentang
mempertahankan konsep ISPA
lingkungan rumah 1.2 Menjelaskan Respon verbal  Keluarga menjelaskan 2. Diskusikan dengan
yang sehat agar faktor pemicu faktor pemicu keluarga tentang

34
penyakit tidak timbulnya ISPA timbulnya ISPA faktor pemicu
berulang timbulnya ISPA

1.3 Menjelaskan Respon verbal  Keluarga menjelaskan


keadaan yang keadaan atau 3. Diskusikan dan
berisiko terkena kebiasaan yang jelaskan kepada
ISPA berisiko terkena ISPA keluarga keadaan
atau faktor risiko,
terutama dari faktor
lingkungan.
4. Berikan
reinforcement hasil
diskusi pada
jawaban yang benar

2. Memiliki
pengetahuan
tentang higiene
lingkungan
terutama
sirkulasi udara
yang baik

35
2.1 Menjelaskan Respon Verbal  Keluarga 1. Kaji pengetahuan
pengertian menjelaskan konsep keluarga tentang
higiene higiene lingkungan konsep higiene
lingkungan lingkungan
2.2 Menjelaskan Resspon
 Keluarga 2. Diskusikan dengan
dampak verbal, afeksi
mengetahui dampak keluarga dampak
ketidakbersihan
bila hiegene bila lingkungan
lingkungan
lingkungan tidak tidak dijaga, dan
rumah terutama
dijaga, dan manfaat manfaat bila higiene
kebersihan udara
udara yang bersih lingkungan rumah
bagi kesehatan
dan sehat bagi terjaga dengan baik
keluarga. 3. Bantu keluarga
untuk
mengidentifikasi
higiene lingkungan
rumah keluarga,
bandingkan dengan
konsep lingkungan
rumah yang sehat.
4. Bantu keluarga

36
untuk
mengidentifikasi
masalah higiene
lingkungan yang ada
di keluarga
5. Berikan
reinforcement hasil
diskusi pada
jawaban yang benar
dan berikan
penjelasan lebih
lanjut terkait higiene
lingkungan yang
mendukung
pencegahan ISPA
6. Berikan
reinforcement
positif bila keluarga
menyadari masalah
sirkulasi udara
rumah yang kurang

37
baik dan
memutuskan untuk
mengatasinya.

3. Memiliki
perilaku hidup
sehat dan
mempertahank
an lingkungan
rumah yang
sehat
3.1 membersihkan 1. Anjurkan kepada
 Keluarga
Perilaku/
ventilasi yang keluarga untuk
membersihkan
Psikomotor
telah berdebu membersihkan
ventilasi dan kawat
secara teratur ventilasi dan yang
ventilasi yang
berdebu secara
berdebu secara teratur
teratur
setiap 2 minggu sekali

3.2 membersihkan
 Membersihkan 2. Anjurkan kepada
Respon
perabot yang
perabot yang telah keluarga untuk
psikomotor
telah berdebu
berdebu secara teratur membersihkan
secara teratur

38
setiap minggunya perabot yang telah
berdebu secara
teratur

 Keluarga membuka
3.3 Membuka Respon 3. Anjurkan keluarga
setiap jendela untuk
jendela agar psikomotor untuk membuka
sirkulasi udara setiap
sirkulasi udara jendela untuk
hari ketiga pagi dan
baik setiap hari mempertahankan
menutupnya kembali
sirkulasi udara di
ketika sore hari dalam rumah yang
 ART membantu bersih dan sehat
keluarga menjaga 4. Anjurkan kepada
kebersihan rumah keluarga untuk
ketika keluarga tidak menyusun jadwal
ada di rumah mingguan untuk
(membuka jendela membersihkan
untuk sirkulasi udara, rumah secara
mengelap kaca, bersama-sama dan
membersihkan saling bantu-
barang-barang membantu
berdebu) 5. Jelaskan kepada

39
ART pentingnya
sirkulasi udara
rumah yang sehat
dan anjurkan untuk
membuka setiap
jendela setiap
paginya dan
menutupnya ketika
sore hari, mengelap
kaca jendela yang
berdebu, dan
membersihkan
perabot-perabot
yang berdebu dan
kotor.

40