Anda di halaman 1dari 57

PEMANFAATAN T.I.

K ( TEKNOLOGI
INFORMASI KOMUNIKASI) UNTUK
MENDUKUNG PELAYANAN RS DAN
IMPLEMENTASI SNARS
DR.Dr.Sutoto,M.Kes
CURICULUM VITAE: DR.Dr.Sutoto,M.Kes
JABATAN SEKARANG:
• Ketua Eksekutif KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit Seluruh
Indonesia),
• Board Member of ASQua (Asia Society for Quality in Health
Care),
• Dewan Pembina MKEK IDI Pusat.
• Dewan Pembina AIPNI Pusat
Pernah menjabat sebagai :
• Ketua Perhimpunan Rumah sakit seluruh Indonesia Periode
tahun 2009-2012 dan 2012-2015, Direktur Utama RSUP
Fatmawati Jakarta, Direktur Utama RS Kanker Dharmais Pusat
Kanker Nasional, Plt Dirjen Pelayanan Medis Kementerian
Kesehatan R.I thn 2010

KARS
KARS MENCANANGKAN TAHUN 2019
SEBAGAI
• TAHUN PENIGKATAN MUTU SURVEIOR
• TAHUN PEMANFAATAN T.I.K DALAM MENDUKUNG PELAYANAN RS
DAN IMPLEMENTASI SNARS
PELAYANAN KESEHATAN MERUPAKAN RANGKING TERTINGGI DALAM
MENGGUNAKAN T.I.K
DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
(T.I.K)
TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN

A.I IoT

BIG YAN MACHINE


POLA PELAYANAN BERUBAH
DATA KES LEARNING
POLA KOMUNIKASI BERUBAH

MACHINE
LEARNING
Penerapan Kaidah Bioetika, minimal
1. Non Malefisence (tak merusak)
2. Beneficense (bermanfaat bagi manusia)
3. Autonomi (menghargai pilihan pribadi)
4. Justice (kesetaraan dlm akses yan kes)

Industri 4.0 berpotensi Industri 4.0 berdampak pd:


• Robotisasi manusia 1. Yankes yg lebih baik
• Dehumanisasi 2. Kesehatan personal yg
• Menjauhkan manusia lebih baik
dari hati dan jiwa 3. Perbaikan kualitas hidup
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN KESEHATAN
1. Mengelola Rekam Medis dan Data
Lainnya
2. Melakukan Pekerjaan Repetitif
(Berulang)
3. Desain Perawatan
4. Konsultasi Digital
5. Perawat Virtual
6. Manajemen Pengobatan
7. Penciptaan Obat
8. Presisi Pengobatan
9. Pemantauan Kesehatan DLL
ARTIFICIAL INTELLIGENT (A.I) DALAM
PELAYANAN KESEHATAN
• News Staff (2018) Dalam waktu dekat, dokter yang menggunakan AI
akan “memenangkan” para dokter yang tidak menggunakan A.I.
• AI tidak akan menggantikan petugas kesehatan tetapi sebaliknya
memberi mereka lebih banyak waktu untuk merawat pasien
• AI dapat mencegah kelelahan petugas kesehatan dan kelebihan
kognitif.
• A.I memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi, sarana
komunikasi yang lebih baik dari waktu dan ruang, peningkatan
perawatan kesehatan, dan peningkatan otonomi”
• meningkatkan perawatan untuk pasien kami sehingga menghasilkan
hasil yang lebih besar untuk semua.
1. MENGELOLA REKAM MEDIS DAN DATA
LAINNYA
• langkah pertama dalam perawatan kesehatan adalah mengumpulkan
dan menganalisis informasi (seperti catatan medis dan riwayat masa
lalu lainnya),
• manajemen data adalah aplikasi yang paling banyak digunakan untuk
kecerdasan buatan dan otomatisasi digital.
• Sistem bekerja mengumpulkan, menyimpan, memformat ulang, dan
melacak data untuk menyediakan akses yang lebih cepat dan lebih
konsisten.
2.Melakukan Pekerjaan Repetitif (Berulang)

• Menganalisis tes, X-Rays, CT scan, entri data, dan tugas-tugas


lainnya dapat dilakukan lebih cepat dan lebih akurat oleh robot.
• Kardiologi dan radiologi adalah dua disiplin dimana jumlah data untuk
dianalisis bisa sangat banyak dan menghabiskan waktu.
• Ahli jantung dan ahli radiologi di masa depan seharusnya hanya
melihat pada kasus yang paling rumit di mana pengawasan manusia
berguna.
3. DESAIN PERAWATAN

• Sistem kecerdasan buatan telah dibuat untuk menganalisis data –


catatan dan laporan dari file pasien, penelitian eksternal, dan keahlian
klinis – untuk membantu memilih jalur pengobatan yang tepat dan
disesuaikan secara individual.
4. Konsultasi Digital

• Aplikasi seperti Babylon di Inggris menggunakan AI untuk


memberikan konsultasi medis berdasarkan riwayat medis pribadi dan
pengetahuan medis umum.
• Pengguna melaporkan gejala mereka ke dalam aplikasi, yang
menggunakan pengenalan suara untuk membandingkan dengan
database penyakit.
• Babel kemudian menawarkan tindakan yang direkomendasikan,
dengan mempertimbangkan riwayat medis pengguna.
5. PERAWAT VIRTUAL
• Sense.ly startup telah mengembangkan Molly , perawat digital untuk
membantu orang memantau kondisi pasien dan menindaklanjuti
dengan perawatan, di antara kunjungan dokter. Program ini
menggunakan pembelajaran mesin untuk mendukung pasien, yang
mengkhususkan diri dalam penyakit kronis

• Pada tahun 2016, Rumah Sakit Anak Boston mengembangkan sebuah


aplikasi untuk Amazon Alexa yang memberikan informasi kesehatan
dasar dan saran untuk orang tua dari anak-anak yang sakit. Aplikasi ini
menjawab pertanyaan yang diajukan tentang obat-obatan dan apakah
gejala memerlukan kunjungan dokter.
6. MANAJEMEN PENGOBATAN

• National Institutes of Health telah menciptakan aplikasi


AiCure untuk memantau penggunaan obat oleh pasien. Webcam
smartphone bermitra dengan AI untuk secara otonom
mengkonfirmasi bahwa pasien menggunakan resep mereka dan
membantu mereka mengelola kondisi mereka. Pengguna yang paling
umum adalah orang dengan kondisi medis yang serius, pasien yang
cenderung menentang saran dokter, dan peserta dalam uji klinis.
7. PENCIPTAAN OBAT

• Mengembangkan obat melalui uji klinis dapat memakan waktu lebih


dari satu dekade dan menghabiskan biaya miliaran dolar. Membuat
proses ini lebih cepat dan lebih murah dapat mengubah dunia. Di
tengah-tengah ketakutan virus Ebola baru-baru ini, program yang
didukung oleh AI digunakan untuk memindai obat-obatan yang ada
yang dapat didesain ulang untuk melawan penyakit.
• Program ini menemukan dua obat yang dapat mengurangi infektivitas
Ebola dalam satu hari, ketika analisis jenis ini umumnya memakan
waktu berbulan-bulan atau tahun – perbedaan yang dapat berarti
menyelamatkan ribuan nyawa.
• 8. PRESISI PENGOBATAN
• Genetika dan genomik mencari mutasi dan tautan ke penyakit dari
informasi dalam DNA. Dengan bantuan AI, pemindaian tubuh dapat
mendeteksi kanker dan penyakit pembuluh darah lebih awal dan
memprediksi masalah kesehatan yang mungkin dihadapi orang
berdasarkan genetika mereka
9. PEMANTAUAN KESEHATAN

• Pelacak kesehatan yang dapat dikenakan – seperti yang berasal dari


FitBit, Apple, Garmin, dan lainnya – memantau detak jantung dan
tingkat aktivitas. Mereka dapat mengirim peringatan kepada
pengguna untuk mendapatkan lebih banyak latihan dan dapat
membagikan informasi ini kepada dokter (dan sistem AI) untuk poin
data tambahan tentang kebutuhan dan kebiasaan pasien.
10. ANALISIS SISTEM KESEHATAN

• Di Belanda, 97% faktur layanan kesehatan bersifat digital.


• Sebuah perusahaan Belanda menggunakan AI untuk menyaring data
untuk menyoroti kesalahan dalam perawatan, inefisiensi alur kerja,
dan membantu sistem perawatan kesehatan daerah menghindari
perawatan pasien yang tidak perlu
• AI di bidang kesehatan dapat membantu dokter untuk memberikan
pelayanan yang lebih cepat, mendiagnosis masalah, dan menganalisis
data untuk diidentifikasi sehingga dapat memecahkan permasalahan
penyakit tertentu.
• Pada dasarnya, semakin efisien waktu yang dihabiskan semakin
banyak juga nyawa yang dapat terselamatkan
• AI dapat menjadi transformatif tidak hanya untuk perawatan
kesehatan tetapi juga untuk setiap pasien yang datang.
PERAN KARS MEMBANTU RS DALAM BIDANG
LAYANAN PASIEN DAN AKREDITASI DI ERA
REVOLUSI INDUSTRI 4.0
PEMANFAATAN T.I DALAM ASUHAN PASIEN DAN AKREDITASI

PATIENT CARE
(ASUHAN
PASIEN) DLM
TATA KELOLA RS YG BAIK NARS ED 1

SISTEM GOOD TATA ASUHAN PASIEN YG BAIK


HOSPITAL
MANAJEMEN GOVERNANCE

GOOD
PATIENTS
CARE
SISTEM
GOOD CLINICAL
PELAYANAN GOVERNANCE
KLINIK

TATA KELOLA KLINIK YG BAIK

KARS
TataKelola RS & TataKelola Klinis dlm perspektif SNARS Ed1

PASIEN UU 44/2009 ttg


RS, Peraturan
Per UU an
Quality & Safety lainnya

Sistem Pelayanan Regulasi :


Std Yan • Kebijakan
Fokus Pasien Klinis • Pedoman,
ARK, HPK, Asuhan Pasien / Patient Care • Panduan
AP, PAP, • SPO
PAB, PKPO • Program
MKE Indikator :
• SISMADAK
Standar
Sistem
Manajemen Manajemen Dokumen
PMKP, PPI, Implementasi
TKRS, MFK,
KKS, MIRM
Sasaran KP
POGNAS
Definisi.

Asuhan Pasien 4.0 : adalah asuhan pasien yang terkini,


modern dan distandarkan dalam SNARS Edisi 1 yang :
Berbasis PCC - Patient Centred Care dan Asuhan Pasien
Terintegrasi
Dilaksanakan oleh PPA sebagai tim, berkolaborasi
interprofessional dengan kompetensi untuk berkolaborasi
Asuhan pasiennya didokumentasikan terintegrasi melalui
I.C.T (INFORMATION Communication Technology)
*To Err Is Human, “Selama setahun, setiap hari 268 pasien
Building a Safer Health System, IOM, 2000 ranap meninggal krn IKP yg dpt dicegah…”

1.Safe.
2.Effective.
Crossing the Quality Chasm: 6 Sasaran Perbaikan
3.Patient-centered.
4.Timely.
A New Health System for the 21st Century, IOM, 2001 Asuhan Pasien 5.Efficient.
6.Equitable.
1. Hormati nilai2, pilihan dan kebutuhan pasien
The 8 Picker Principles of PCC 8 Prinsip Asuhan Pasien utk PCC 2.
3.
Koordinasi dan integrasi asuhan
Informasi, komunikasi dan edukasi
4. Kenyamanan fisik
5. Dukungan emosional
Perspektif Pasien
PCC : Core Concept PCC 2 Konsep Inti PCC Perspektif PPA
6. Keterlibatan keluarga & teman2
7. Asuhan yg berkelanjutan dan transisi yg lancar
8. Akses terhadap pelayanan.

WHO Patients for Patient Safety, Jakarta Declaration, 2007 8 Deklarasi PFPS 1.Berdayakan & Libatkan
Pasien
2.Perkuat Kepemimpinan &
Akuntabilitas
WHO Global Strategy on Integrated People-centred Health 5 Strategi 3.Reorientasi Paradigma :
PCC
DNA of Care Services 2016-2026 PCC 4.Asuhan Pasien Terintegrasi
5.Ciptakan Lingkungan yg
• Safety Memberdayakan

• Quality -8 Aspek Implementasi PCC


(Nico Lumenta, KARS
2018) • Culture
SNARS Ed 1 : PCC dan Asuhan Pasien Terintegrasi
-IT System : Sismadak & Sirsak
PCC : Core Concept of Patient Centred Care
*Perspektif Pasien
1. Dignity and Respect 1. Martabat dan Hormat
2. Information Sharing 2. Berbagi Informasi
3. Participation 3. Partisipasi
4. Collaboration. 4. Kolaborasi.

**Perspektif PPA
1. Partnering with Patients 1. Berpartner dengan Pasien
2. PPA is a Team with Interpofessional 2. PPA sebagai Tim dgn Kolaborasi
Collaboration Interprofesional
3. DPJP is the Clinical Leader 3. DPJP adalah Clinical Leader.
4. Integrated Patient Care. 4. Asuhan Pasien Terintegrasi.

(*Conway,J et al: Partnering with Patients and Families To Design a Patient- and Family-Centered (**Nico Lumenta, Sintesis berbagai referensi, 2015)
Health Care System, A Roadmap for the Future. Institute for Patient- and Family-Centered Care, 2006)
Konsep
Patient Centred Care
(Std HPK)

Konsep Inti Asuhan Pasien


Core Concept Terintegrasi

Integrasi Intra-Inter PPA


Perspektif Pasien (AP 4, SKP 2, TKRS 3.2, MKE 5)
Integrasi Inter Unit
Perspektif PPA
(PAP 2, ARK 3.1, TKRS 3.2, MKE 5)
•Conway,J et al: Partnering with Patients and Families To Design a Patient- and Family- Integrasi PPA-Pasien
Centered Health Care System, A Roadmap for the Future. Institute for Patient- and Family- (HPK 2, 2.1, 2.2, AP 4, MKE 6)
Centered Care, 2006
•Standar Akreditasi RS v.2012, KARS, SNARS Ed 1, 2018 Horizontal & Vertical Integration
•Nico Lumenta, Sintesis berbagai literatur, 2015
Asuhan Pasien Terintegrasi
Integrasi Intra-Inter PPA
(AP 4, SKP 2, TKRS 3.2, MKE 5)
Integrasi Inter Unit MEMBUTUHKAN
TEKNOLOGI
(PAP 2, ARK 3.1, TKRS 3.2, MKE 5)
INFORMASI
Integrasi PPA-Pasien
(HPK 2, 2.1, 2.2, AP 4, MKE 6)
Horizontal & Vertical Integration

1. Patient Engagement & Empowerment


2. DPJP sbg Clinical Leader
3. PPA sbg Tim, Kolaborasi Interprofesional
4. CPPT – Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi
5. Kolaborasi Pendidikan Pasien
6. Manajer Pelayanan Pasien / Case Manager
7. Integrated Clinical Pathway
8. Integrated Discharge Planning
DUKUNGAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM
PELAYANAN RS DAN AKREDITASI

SISMADAK

SIRSAK

APLIKASI
ReDOWSKo

S.E.P DAN V CLAIM E-GOS SISRUTE DAN SIRANAP


BPJS KEMENKES KEMENKES
SISMADAK
1. MANAJEMEN REGULASI DAN DOKUMEN BUKTI: MILIK
PENUH RS, DAPAT DITAMBAH VIDEO SIMULASI UNTUK
PROSES BELAJAR, SPK RKK DLL
2. INDIKATOR MUTU SERTA BENCHMARK: SHARING
INFORMASI
3. LAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN: MILIK RS , BISA
DIKIRIM KE KARS, BISA DIOLAH DATANYA UNTUK PROSES
BELAJAR
PERAN SISMADAK MENDUKUNG PENINGKATAN
MUTU KESELAMATAN PASIEN

Dokumentasi regulasi dan dokumen bukti


Kemenkes telah menetapkan 12 indicator mutu kunci rumah
sakit . KARS juga sudah menyiapkan 78 indicator mutu RS
agar bisa melakukan benchmarking melalui SISMADAK
dengan demikian RS mengetahui sudah dimana posisi mutu
rumah sakit
Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien
Kepatuhan Penggunaan
Kepatuhan Identifikasi Formularium Nasional
1. 7.
Pasien; (FORNAS); --> hanya utk
Emergency Respon Time RS provider BPJS
2. 8. Kepatuhan Cuci Tangan;
(EMT); Kepatuhan Upaya
3.
Waktu Tunggu Rawat Pencegahan Risiko
9.
Jalan; Cedera Akibat Pasien
Penundaan Operasi Jatuh
Kepatuhan terhadap
1
4.
Elektif; 0 Clinical Pathway;
Kepatuhan jam visite 1 Kepuasan Pasien dan
5.
dokter 1 Keluarga;
Waktu Lapor Hasil Tes 1 Kecepatan Respon
6.
Kritis Laboratorium; 2 Terhadap Komplain

Komisi Akreditasi Rumah Sakit 200618


SURVEI AKREDITASI RS DALAM
SNARS
TEKNIK TELUSUR ReDOWSKo

APLIKASI
ReDOWSKo
SIRSAK
(SISTEM INFORMASI RUMAH SAKITAla KARS)
Adalah sistem rekam medis berbasis teknologi informasi

FONDASI ASUHAN PASIEN DI RS:


• ASUHAN MEDIS
• ASUHAN KEPERAWATAN
• ASUHAN FARMASI
• ASUHAN GIZI
KARS
SIRSAK • ASUHAN LAINNYA
SIRSAK
(SISTEM INFORMASI RS Ala KARS)
Adalah sistem rekam medis elektronik
(RME) berbasis SNARS
KARS
SIRSAK
Dokumen elektronik diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11
tahun 2008 yaitu : setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan,
diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal,
atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui
Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan,
suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode
Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami
oleh orang yang mampu memahaminya.
Dalam undang-undang tersebut juga disebutkan bahawa dokumen elektronik bisa
menjadi alalat bukti hukum yang sah. [4]

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 pasal 1 ayat 4 Tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik.
Peraturan Menteri Kesehatan
No.269/Menkes/PER/III/2008 dalam Bab II pasal 2 ayat
1 mengenai Jenis dan Isi Rekam Medis yang berbunyi
“Rekam medis harus dibuat secara tertulis, lengkap
dan jelas atau secara elektronik”.[2]

Peraturan Menteri Kesehatan No.269/Menkes/PER/III/2008. Bab II pasal 2 ayat 1.


KARS
SIRSAK
Rekam medis elektronik merupakan rekaman/catatan
elektronik informasi terkait kesehatan (health-related
information) seseorang yang mengikuti standar
interoperabilitas nasional dan dapat dibuat, dikumpulkan,
dikelola, digunakan dan dirujuk oleh dokter atau tenaga
kesehatan yang berhak (authorized) pada lebih dari satu
organisasi pelayanan kesehatan.

National Alliance for Health Information Technology.


Report to the Office of the National Coordinator for Health
Information Technology on defining key health information
technology terms. Department of Health and Human
KARS
Services. 2008
SIRSAK
Profesional Pemberi Clinical
Asuhan Team Leader
PPA DPJ
Dalam SNARS Ed 1
P

PPJA
Apoteker

Profesional Pemberi Asuhan


: Lainn Dietisien
• Mereka yg secara langsung
memberikan asuhan kpd ya
pasien, a.l. DPJP, PPJA,
Dietisien, Apoteker, dan
Lainnya.
• Kompetensi Profesi & (KARS, 2018)
Kolaborasi Interprofesional
• Tugas Mandiri, Tugas
Konsep
Patient Centred Care
(Std HPK)

Konsep Inti Asuhan


Core Concept Terintegrasi

Integrasi Intra-Inter PPA


Perspektif Pasien (AP 4, SKP 2, TKRS 3.2, MKE 5)
Integrasi Inter Unit
Perspektif PPA
(PAP 2, ARK 3.1, TKRS 3.2, MKE 5)
•Conway,J et al: Partnering with Patients and Families To Design a Integrasi PPA-Pasien
Patient- and Family-Centered Health Care System, A Roadmap for (HPK 2, 2.1, 2.2, AP 4, MKE 6)
the Future. Institute for Patient- and Family-Centered Care, 2006
•Standar Akreditasi RS v.2012, KARS Horizontal & Vertical Integration
•Nico Lumenta, Sintesis berbagai literatur, 2015
PENGELOLAAN ASUHAN PASIEN MENGGUNAKAN
SIRSAK

KARS
FRAME WORK
ASUHAN KEPERAWATAN
ASESMEN AWAL: Menetapkan Diagnosis Keperawatan
• Riwayat kesehatan dan Tujuan Keperawatan
• Pengkajian Fisik
• Alergi
• Asesmen Nyeri
• Asemen Risiko Jatuh Intervensi Keperawatan
• Skrining Nutrisi
• Agama, Nilai,
Spiritual dan Budaya
• Sosial Ekonomi Implementasi Keperawatan &
• Status Fungsional
• Kebutuhan Edukasi Evaluasi
• Kebutuhan
Perencanaan Pulang

CPPT
45
DATA BASE DALAM SIRSAK:
• DIAGNOSIS KEPERAWATAN:
KARS
SIRSAK • 149 SDKI dan Tambahan (Total 256 Diagnosis
Keperawatan)
• INTERVENSI KEPERAWATAN:
• 444 intervensi mandiri keperawatan
• 115 intervensi kolaborasi

KARS
Masuk Rumah sakit

Perawat
Setiap pasien dilakukan skrining ≤ 24 jam
Skrining Gizi menggunakan perangkat/tool yang telah di validasi.
Hasil screening dokumentasi di EHR

Kurang gizi/Malnutrisi atau Tidak berisiko


berisiko Monitor & skrining ulang

Asesmen/ Intervensi otomatis Pasien makan dan


Pengkajian Gizi dalam EHR Pemantauan asupan

Perawat :
• Memulai Asupan/ Oral Nutrition Suplement (ONS)
dalam 24 jam
• Mengelola situasi kondisi untuk memaksimalkan
asupan makan

Dilakukan Penilaian
Asesmen Gizi
Sumber : Alliance to Advance Patient Nutrition Litho in USA
2014
PENDEKATAN ASUHAN GIZI INTERDISIPLIN
Sumber : Alliance to Advance Patient Nutrition Litho in USA 2014

Dietisien Dokter
Melakukan Penilaian • Penilaian termasuk yang ada Jika Malnutrisi, lakukan •Menentukan kode
pada AND & A.S.P.E.N
Asesmen Gizi diagnosis dokumen diagnosis dalam
karakteristik malnutrisi
dokumen EHR

Interdisiliner
• Asuhan gizi
Interdisipliner termasuk ke dalam
Membuat Monitoring dan Memperbarui
• Dietisien : Membuat rencana
Perencanaan/Order rencana asuhan gizi, evaluasi ulang Rencana
pemulangan
pemesanan dan pemulangan
• Asuhan gizi
dokumen di EHR dipantau sesuai
•Perawat: jadwal
Memfasilitasi
Interdisipliner
•Dokter : Turut serta • Dietisien :
Menyesuaikan rencana
dalam masalah nutrisi
asuhan gizi, pemesanan
harian/ kontribusi dalam Pasien Perencanaan
yang dibutuhkan dan
Tim pulang asuhan gizi
dokumen di EHR
•Perawat : Memonitor, dengan beralih/pindah ke
dab dokumentasi care plan pengaturan
perubahan asupan, perawatan
Interdisipliner gizi yang
Edukasi pasien berat badan berikutnya
• Dietisien : sesuai
dan keluarga •Dokter :
Memimpin edukasi yang
Mediskusikan asuhan
komperhensif / konseling Interdisipliner
gizi secara kontinyu
• Perawat: Dalam masa
•Memperkuat pembelajaran transisi dan
dan menanggapi pertanyaan evaluasi untuk
•Dokter : Asuhan Gizi dapat
•Mendiskusikan rencana dan dihubungi
status gizi
SIRSAK

• Sarana komunikasi antar PPA


KARS • Sebagai warehouse penyimpanan informasi
SIRSAK
elektronik ttg status kesehatan dan layanan
kesehatan yang diperoleh pasien.
• SIRSAK diharapkan menjai solusi terhadap
berbagai masalah RM yang sering terjadi, seperti
tempat penyimpanan RM yang besar, hilangnya
rekam medis,Dll
• Bermanfaat kepada dokter dan PPA dalam
mengakses informasi pasien yang pada akhirnya
membantu dalam pengambilan keputusan klinis.
• Untuk Dokter :
• Mendokumentasikan rekam medis sesuai standar
SNARS
KARS • Mengurangi pekerjaan tulis menulis
SIRSAK
• Meminimalisasi medication error karena penulisan
resep yg tak jelas
• Mendapatkan informasi dari PPA lain untuk
mendukung pengambilan keputusan
• Untuk perawat:
• Lebih mudah membuat Asuhan keperawatan
sesuai standar SNARS
• Mengurangi pekerjaan tulis menulis
• Untuk Apoteker:
KARS
• Bisa memandu apoteker memberikan asuhan obat sesuai
SIRSAK standar SNARS
• Mengurangi pekerjaan tulis menulis
• Untuk dietisien:
• Bisa memandu asuhan gizi sesuai standar SNARS
• Mengurangi pekerjaan tulis menulis
• Diharapkan meningkatkan produktivitas,
karena penggunaan sistem SIRSAK dapat
KARS
SIRSAK
mengurangi waktu penulisan dokumen rekam
medik, sehingga waktu tsb bias digunakan
untuk melayani pasien
• SIRSAK diharapkan meningkatkan Efisiensi,
dapat mengurangi sumber daya yang ada
untuk meningkatkan kualitas pelayanan
• SIRSAK diharapkan Mengurangi kemungkinan
kejadian medication error
• Meningkatkan kepatuhan PPA terhadap
KARS SPO .
SIRSAK
• Meningkatkan efisiensi dan efektifitas
dalam rangka pengelolaan rumah sakit
• Proses asuhan pasien bisa lebih
terintegrasi
• Data riwayat penyakit dan perawatan
pasien bisa dikelola dan dipanggil
dengan cepat.
• Perkembangan posisi stok obat bisa diketahui
KARS
setiap saat.
SIRSAK
• Menjaga konsistensi data (data consistency)
karena menggunaan data bersama (data
sharing) baik data master (database pasien,
dokter, perawat, karyawan dan obat)
• Efisiensi kerja PPA (dokter, perawat, apoteker,
dietisian) meningkat karena asuhan pasien
dibantu IT
KESIMPULAN
• ASUHAN PASIEN DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
MEMBUTUHKAN DUKUNGAN TEKNOLOGI INFORMASI
• TEKNOLOGI INFORMASI DISEDIAKAN OLEH KARS, KEMENKES
SECARA GRATIS.
TERIMA KASIH