Anda di halaman 1dari 2

Mendadak Meninggal di Reuni 212, Kenapa?

Pelaksanaan Reuni 212 telah menjadi proses pendewasaan politik yang spesial di hati umat islam.
Pada tanggal 2 Desember 2018, atas izin dan rahmat Allah, umat Islam Indonesia dari berbagai
penjuru di Indonesia dan berbagai macam profesi datang untuk bersatu dengan semangat ukhuwah
Islamiyah yang tinggi dan membawa kesejukan bagi warga DKI.
Terlepas dari berhasilnya kegiatan tersebut, ada berita duka yang hadir dari salah satu peserta, yakni
Idris yang meninggal dunia mendadak pada pukul 11.00 saat akan meninggalkan lokasi acara.
Padahal, menurut pengakuan dari Kakak Idris, Maisuroh, pagi hari saat berangkat bapak Idris terlihat
sangat sehat dan bersemangat. Berbagai spekulasi pun muncul dari masyarakat terkait penyebab
kematian mendadak tersebut. Kebanyakan masyarakat lebih suka untuk menyimpulkan bahwa
penyebab kematiannya adalah karena kecapekan. Namun, benarkah hanya karena kecapekan orang
bisa meninggal dunia secara mendadak? Bukankah banyak sekali orang dengan pekerjaan fisik yang
berat dengan jam kerja yang Panjang namun baik-baik saja ketika kecapekan?
Menurut Oxford Medical Dictionary, kecapekan (fatigue) di definisikan sebagai kelelahan ekstrim
akibat pengerahan tenaga baik fisik maupun mental yang berlebihan. Tidak pernah disebutkan
bahwa kelelahan adalah penyebab utama dari kematian mendadak. Setelah ditelusuri lebih lanjut,
ternyata Maisuroh mengatakan bahwa bapak Idris telah menderita penyakit jantung sejak 15 tahun
yang lalu dan telah dipasang ring hingga dua kali.
Penelitian Epic Norfok Study pada 300,322 peserta membuktikan bahwa kelelahan mengakibatkan
1.4x lebih mudah terjadi kematian pada penderita penyakit jantung. Dari sini dapat diduga bahwa
penyakit jantung adalah penyebab utama dari kematian mendadak tersebut. Dimana kelelahan
menjadi faktor yang memicu serangan jantung ulang. Pemasangan ring jantung sebanyak dua kali
menjadi bukti bahwa terdapat riwayat penyakit jantung koroner. Karena sejatinya ring jantungd
ipasang untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit akibat plak.
Pada jantung normal, pembuluh darah koroner memberikan supplai makanan yang cukup bagi
jantung untuk bisa terus bekerja secara normal. Seiring dengan bertambahnya usia, dinding
pembuluh darah koroner akan makin rapuh dan mulai terjadi penumpukan kolestrol dan sel radang
sehingga terbentuk plak yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah koroner. Pembuluh
darah yang diameternya seharusnya sekitar 3mm ini mengecil menjadi hanya 1mm. Penumpukan ini
akan diperparah dengan faktor resiko lain seperti merokok, diabetes, darah tinggi dan konsumsi
lemak berlebih.
Dalam kondisi tubuh yang kelelahan baik fisik maupun mental, tubuh akan merespon dengan
melepaskan hormone stress yaitu kortisol, kortisol ini akan meningkatkan tekanan darah. Tak heran
kita sering mendengar bahwa stress bikin tensi tinggi. Tekanan darah yang tinggi ini akan
mengakibatkan robekan pada plak di pembuluh darah koroner yang memicu terbentuknya bekuan
darah mendadak. Bekuan darah ini pada akhirnya menyumbat pembuluh darah koroner yang sudah
menyempit tadi sehingga suplai makanan dan oksigen pada jantung. Akibatnya, jantung tidak
berfungsi seperti sebagaimana mestinya, bergetar secara acak dan bahkan berhenti dan
mengakibatkan kematian mendadak.
Oleh karena itu, sejatinya sangat penting sekali bagi kita semua untuk memulai gaya hidup yang
sehat untuk menghindari penyakti jantung ini sedari dini, hindari merokok dan konsumsi lemak
berlebihan yang nantinya akan memperparah tumpukan plak di pembuluh darah koroner kita. Bagi
orang dengan riwayat penyakit jantung koroner, perlu menjaga tubuh agar tidak terlalu lelah baik
fisik maupun mental. Disamping itu, konsumsi obat jantung yang telah diberikan dokter harus terus
dilanjutkan meskipun tidak ada keluhan dan merasa sehat-sehat saja. Hal ini penting meningat obat
tersebut mencegah resiko penyebab kematian mendadak.
Terlepas dari penjelasan medis ini, semua kembali kepada Allah SWT, manusia hanyalah bisa belajar
dan berusaha. Apa yang terjadi pada Bapak Idris mungkin merupakan garis takdir yang telah
ditentukan oleh Allah SWT. Bisa jadi ini adalah kematian yang di rindu-rindukan oleh umat Islam,
yakni mati dalam keadaan syahid saat berjihad untuk Allah SWT.

Wallahu A'lam Bishawab