Anda di halaman 1dari 11

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

PRODI D3 KEPERAWATAN KAMPUS SUMEDANG

Jln Margamukti Ds. Licin Cimalaka Sumedang Telp. (0261) 203084

INSTITUSI PENDIDIKAN : UPI KAMPUS SUMEDANG

NAMA MAHASISWA : GITA MIRNAWATI

LAPORAN PENDAHULUAN

1. KASUS (Masalah Utama)


Resiko Perilaku Kekerasan

2. PROSES TERJADINYA MASALAH


a. Pengertian
Perilaku kekerasan merupakan hasil dari marah yang ekstrim atau ketakutan
(panik) sebagai respon terhadap perasaan terancam, baik serangan fisik atau kondisi
diri.
Perilaku kekerasan adalah suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai
seseorang secara fisik maupun psiklogis. Berdasarkan definisi tersebut maka perilaku
kekerasan dapat dilakukakn secara verbal, diarahkan pada diri sendiri, orang lain dan
lingkungan. Perilaku kekerasan dapat terjadi dalam dua bentuk yaitu sedang
berlangsung kekerasan atau perilaku kekerasan terdahulu (riwayat perilaku
kekerasan).
Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seorang melakukan tindakan
yang dapat membahayakan secara fisik, baik kepada diri sendiri maupun orang lain
dan lingkungan yang dirasakan sebagai ancaman (Kartika Sari, 2015:137).
b. Rentang Respon

Adaftif Maladaptif

Asertif Frustasi Pasif Agresif PK

Menurut (Yosep, 2007) rentang respon marah yaitu :


1) Asertif : kemarahan atau rasa tidak setuju yang dinyatakan atau diungkapkan
tanpa menyakiti orang lain akan memberi kelegaan pada individu dan tidak
menimbulkan masalah.
2) Frustasi : respon yang terjadi akibat gagal mencapai tujuan karena tidak
reakstis atau hambatan dalam proses percakapan tujuan.
3) Pasif : individu tidak mampu mengungkapkan perasaannya, klien tampak
pemalu, pendiam sulit diajak bicara karena rendah diri dan merasa kurang
mampu.
4) Agresif : perilaku yang menyertai marah dan merupakan dorongan untuk
bertindak dalam bentuk destruktif dan masih terkontrol. Perilaku yang tampak
dapat berupa : muka kusam, bicara kasar, menuntut, kasar disertai kekerasan.
5) Ngamuk/ PK : perasaan marah dan bermusuhan kuat disertai kehilangan
kontrol diri, individu dapat merusak diri sendiri, orang lain dan lingkungan.

c. Faktor Predisposisi
1) Faktor Psikologi
Psychoanalyticak Theory : perilaku manusia dipengaruhi oleh dua insting. Insting
hidup yang diekspresikan dengan seksualitas dan insting kematian yang
diekspresikan dengan agresifitas.
Frustasion Aggression Theory : apabila seseorang untuk mencapai tujuan
mengalami hambatan akan timbul dorongan gresif yang pada gilirannya akan
memotivasi perilaku yang dirangsang untuk melukai orang atau objek yang
menyebabkan frustasi.
2) Faktor Sosial Budaya
Social Learning Theory : agresif dapat dipelajari melalui observasi dan semakin
sering mendapat penguatan makan semakin besar kemungkinan dapat terjadi, jadi
seseorang akan berespon terhadap peningkatan emosionalnya secara agresif sesuai
dengan respon yang dipelajari.
3) Faktor Biologis
Sistim limbik berperan penting dalam meningkatkan dan menurunkan agresifitas.

d. Faktor Presifitasi
1) Stressor Eksternal : serangan secara psikis, kehilangan hubungan yang dianggap
bermakna dan adanya kritikan dari orang lain.
2) Stressor Internal : merasa gagal dalam bekerja, merasa kehilangan yang dicintai,
merasa kekuatan terhadap penyakit yang diderita.

e. Tanda dan Gejala


Tanda dan gejala perilaku kekerasan menurut :
(Mukripah Damaiyanti, 2012: hal 97)
1) Muka merah dan tegang
2) Mata melotot atau pandangan tajam
3) Tangan mengepal
4) Rahang mengatup
5) Wajah memerah dan tegang
6) Postur tubuh kaku
7) Pandangan tajam
8) Jalan mondar mandir
( Menurut Keliat, 2006 ):
1) Klien mengatakan benci/ kesal kepada seseorang.
2) Suka membentak.
3) Menyerang orang yang sedang mengusiknya jika sedang kesal.
4) Mata merah dan wajah agak merah.
5) Nada suara tinggi dan keras.
6) Bicara menguasai.
7) Pandangan Tajam.
8) Suka merampas barang orang lain.
9) Ekspresi marah saat membicarakn orang lain.
3. MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI
Ds :
- Klien mengatakan benci atau kesal pada seseorang
- Klien suka membentak dan menyerang orang yang suka mengusik jika sedang kesal
atau marah
Do :
- Mata merah, wajah agak merah
- Nada suara tinggi dan keras, bicara menguasai, berteriak, menjerit, memukul diri
sendiri atau orang lain.
- Ekpresi marah saat membicarakan orang, pandangan tajam
- Merusak dan melempar barang-barang

4. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Resiko Perilaku Kekerasan
5. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
DIAGNOSA PERENCANAAN
TGL
KEPERAWATAN TUJUAN KRITERIA EVALUASI INTERVENSI
Tujuan Umum : Seteah dilakukan ...x pertemuan Pasien
Stelah dilakukan pertemuan selama diharapkan pasien mampu : SP 1
..x diharapkan resiko perilaku 1. Mengidentifikasi penyebab, 1. Identifikasi penyebab, tanda dan
kekerasan tidak terjadi. tanda dan gejala, perilaku gejala, perilaku kekerasan yang
Tujuan Khusu : kekerasan yang dilakukan akibat dilakukan akibat perilaku kekerasan.
Setelah dilakukan pertemuan perilaku kekerasan.
selama ...x diharapkan pasien tidak 2. Menjelaskan cara mengontrol 2. Jelaskan cara mengontrol perilaku
melakukan perilaku kekerasan perilaku kekerasan : fisik, obat, kekerasan : fisik, obat, verbal,
dengan kriteria hasil : verbal, spiritual. spiritual.
1. Pasien mampu mengidentifikasi 3. Melatih cara mengontrol secara 3. Latihan cara mengontrol perilaku
penyebab dan tanda resiko fisik : tarik nafas dalam dan kekerasan secara fisik, tarik nafas
perilaku kekerasan. pukul kasur dan bantal dalam dan pukul kasur dan bantal.
2. Pasien mampu menyebutkan 4. Memasukkan pada jadwal 4. Masukan pada jadwal kegiatan untuk
jenis resiko perilaku kekerasan kegiatan untuk latihan fisik. latihan fisik.
yang pernah dilakukan.
3. Pasien mampu menyebutkan
akibat dari resiko perilaku
kekerasan yang dilakukan
4. Pasien mampu mengontrol Setelah dilakukan ...x pertemuan SP 2
resiko perilaku kekerasan secara diharapkan pasien mampu : 1. Evaluasi kegiatan latihan fisik. Beri
fisik, obat, verbal dan spiritual. 1. Mengevaluasi kegiatan latihan pujian
fisik. Beri pujian 2. Atihan cara mengontrol perilaku
2. Melatih cara mengontrol kekerasan dengan obat (jelaskan 6
perilaku kekerasan dengan obat benar : jenis, guna, dosis, frekuensi,
(jelaskan 6 benar : jenia, guna, cara, kontiunitas minum obat)
dosis, frekuensi, cara, 3. Masukkan pada jadwal kegiatan
kontinuitas, cara, kontinuitas untuk latihan fisik dan minum obat.
minum obat)
3. Memasukkan pada jadwal
kegiatan untuk latihan fisik dan
minum obat.
Setelah dilakukan ...x pertemuan SP 3
diharapkan pasien mampu :
1. Mengevaluasi kegiatan latihan 1. Evaluasi kegiatan latihan fisik dan
fisik dan obat. Beri pujian obat. Beri pujian.
2. Melatih cara mengontrol 2. Latihan cara mengontrol perilaku
perilaku kekerasan secara kekerasan secara verbal (3 cara yaitu
verbal (3 cara, yaitu : : mengungkapkan, meminta,
mengungkapkan,meminta, menolak dengan benar).
menolak dengan benar). 3. Masukkan pada jadwal kegiatan
3. Memasukkan pada jadwal untuk latihan fisik, minum obat dan
kegiatan untuk latian fisik, verbal.
minum obat dan verbal.

Setelah dilakukan ..x pertemuan SP 4


diharapkan pasien mampu :
1. Mengevaluasi kegiatan latihan
fisik dan obat dan verbal. Beri 1. Evaluasi kegiatan latihan fisik dan
pujian. obat dan verbal. Beri pujian.
2. Melatih cara mengontrol 2. Latih cara mengontrol spiritual (2
spiritual (2 kegiatan). kegiatan)
3. Memasukkan pada jadwal 3. Masukkan pada jadwal kegiatan
kegiatan untuk latihan fisik, untuk latihan fisik, minum obat,
minum obat, verbal dan verbal dan spiritual.
spiritual.

Tujuan Umum : Setelah dilakukan ...x... pertemuan KELUARGA


Setelah dilakukan pertemuan dengan keluarga pasien mampu : SP 1
selama ...x diharapkan resiko 1. Mendiskusikan masalah yang
perilaku kekerasan tidak terjadi. dirsakan dalam merawat 1. Diskusikan masalah yang dirasakan
Tujuan Khusus : pasien. dalam merawat pasien.
Setelah dilakukan pertemuan 2. Menjelaskan pengertian, tanda 2. Jelaskan pengertian, tanda dan
selama ...x diharapkan pasien tidak dan gejala dan proses gejala, dan proses terjadinya
melakukan perilaku kekerasan terjadinya perilaku kekerasan. perilaku kekerasan.
dengan kriteria hasil : 3. Menjelaskan cara merawat 3. Jelaskan cara merawat perilaku
1. Keluarga mengetahui perilaku kekerasan. kekerasan.
pengertian, tanda dan gejala, 4. Melatih satu cara merawat 4. Latih satu cara merawat perilaku
dan terjadinya perilaku perilaku kekerasan dengan kekerasan dengan melakukan
kekerasan. melakukan kegiatan fisik : tarik kegiatan fisik : tarik nafas dalam dan
2. Keluarga mengetahui cara nafas dalam dan pukul bantal. pukul bantal.
melatih pasien dengan perilaku 5. Menganjurkan membantu 5. Anjurkan membantu pasien sesuai
kekerasan pasien sesuai jadwal dan jadwal dan memberi pujian.
3. Keluarga mampu merawat memberi pujian.
pasien dengan perilaku
kekerasan
4. Keluarga mampu menjelaskan
follow up ke RSJ, tanda
kambuh, tujukan .
Setelah dialakukan ...x... pertemuan SP 2
dengan keluarga pasien mampu :
1. Mengevaluasi kegiatan 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam
keluarga dalam merawat/ merawat/ melatih pasien cara fisik.
melatih pasien cara fisik. Beri Beri pujian.
pujian. 2. Jelaskan 6 benar memberikan obat
2. Menjelaskan 6 benar 3. Latih cara memberikan/
memberikan obat. membimbng minum obat.
3. Melatih cara memberikan/ 4. Menganjurkan membantu jadwal
membimbing minum obat. dan memberi pujian.
4. Menganjurkan membantu
pasien sesuai jadwal dan
memberi pujian.
Setelah dilakukan ...x... pertemuan SP 3
dengan keluarga pasien ammpu :
1. Mengevaluasi kegiatan 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam
keluarga dalam merawat/ merawat/ melatih pasien cara fisik
melatih pasien cara fisik dan dan memberikan obat. Beri pujian.
memberikan obat. Beri pujian. 2. Lati cara membimbing : cara bicara
2. Melatih cara membimbing : yang baik.
cara bicara yang baik. 3. Latih cara membimbing kegiatan
3. Melatih cara membimbing spiritual.
kegiatan spiritual 4. Anjurkan membantu pasien sesuai
4. Menganjurkan membantu jadwal dan memberi pujian.
pasien sesuai jadwal dan
memberi pujian.
Setelah dilakukan ..x... pertemuan SP 4
dengan keluarga pasien mampu :
1. Mengevaluasi kegiatan 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam
keluarga dalam merawat/ merawat/ melatih pasien cara fisik,
melatih pasien cara fisik, memberikan obat, latihan bicara
memberikan obat, latihan yang baik, dan kegiatan spiritual.
bicara yang baik, dan kegiatan Beri pujian.
spiritual. Beri pujian. 2. Jelaskan follow up ke RSJ, tanda
2. Menjelaskan follow up ke RSJ, kambuh, rujukan.
tanda kambuh, rujukan. 3. Anjurkan membantu pasien sesuai
3. Menganjurkan membantu jadwal dan memberikan pujian.
pasien sesuai jadwal dan
memberikan pujian.
REFERENSI

Damayanti, M. Iskandar. 2012. Asuhan Keperawatan Jiwa. Bandung : PT Refika

Aditama.

Keliat, B.A.2006. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : ECG.

Prabowo, Eko. 2014. Konsep & Aplikasi : Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Nuha

Medika

Sari, K. (2015). Panduan Lengkap Praktik Klinik Keperawatan Jiwa. Jakarta: Trans

Info Media.