Anda di halaman 1dari 20

PROPOSAL

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PENDIDIKAN, PELATIHAN, DAN PEMBERDAYAAN KADER PEREMPUAN


SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI DI KELURAHAN MOJO
KECAMATAN GUBENG KODYA SURABAYA

Oleh :

dr. Andrianto SpJP (NIDN)


dr. Meity Ardiana SpJP (NIDN)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2019

HALAMAN PENGESAHAN PENGMAS


1. Judul Pengmas : Pendidikan, pelatihan dan pemberdayaan kader perempuan
sebagai upaya pencegahan hipertensi di kelurahan Mojo kecamatan
Gubeng Kodya Surabaya.
2. Nama Mitra Pengmas(1) : Kelurahan Mojo
Nama Mitra Pengmas(2) : Puskesmas Mojo
3. Ketua Tim Pengusul
a. Nama :
b. NIDN :
c. Jabatan/Golongan :
d. Program Studi :
e. Perguruan Tinggi :
f. Bidang Keahlian :
g. Alamat Kantor/Telp/Faks/surel :
4. Anggota Tim Pengusul
a. Jumlah Anggota : Dosen …….....orang,
b. Nama Anggota I/bidang keahlian : /
c. Nama Anggota II/bidang keahlian : /
d. Jumlah mahasiswa yang terlibat : orang
5. Lokasi Kegiatan/Mitra (1)
a. Wilayah Mitra (Desa/Kecamatan) : Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng
b. Kabupaten/Kota : Surabaya
c. Propinsi : Jawa Timur
d. Jarak PT ke lokasi mitra 1 (Km) : <3 km
6. Lokasi Kegiatan/Mitra (2)
a. Wilayah Mitra (Desa/Kecamatan) : Puskesmas Mojo
b. Kabupaten/Kota : Surabaya
c. Propinsi : Jawa Timur
d. Jarak PT ke lokasi mitra 2 (Km) : <3km
7. Luaran yang dihasilkan : jurnal ilmiah, artikel pada media massa, video
kegiatan, peningkatan keberdayaan perempuan dalam pencegahan penyakit
hipertensi, serta peningkatan mutu kehidupan masyarakat.
8. Jangka waktu Pelaksanaan : 3 Bulan
9. Biaya Total : Rp 20.000.000

Surabaya, Februari 2019


Mengetahui, Dekan Fakultas Kedokteran Ketua,

(Nama Lengkap) (Nama Lengkap)


NIP NIP
IDENTITAS DAN URAIAN UMUM

1. Judul Pengabdian kepada masyarakat :


Pendidikan, pelatihan dan pemberdayaan kader perempuan sebagai upaya pencegahan
hipertensi di kelurahan Mojo kecamatan Gubeng Kodya Surabaya.

2. Tim Pelaksana
No Nama Jabatan Bidang Instansi asal Alokasi
keahlian waktu
(jam/minggu
)
Ketua
Anggota 1
Anggota 2

3. Objek (khalayak sasaran) Pengmas :


Perempuan berusia lebih dari 18 tahun yang bertempat tinggal di kelurahan Mojo,
Kecamatan Gubeng, Kodya Surabaya.

4. Masa Pelaksanaan
Mulai : bulan : April tahun : 2019
Berakhir : bulan : September tahun : 2019

5. Usulan Biaya : Rp 20.000.000

6. Lokasi Pengmas : Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kodya Surabaya

7. Mitra yang terlibat (uraikan apa kontribusinya)


Kader perempuan di Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kodya Surabaya
8. Permasalahan yang ditemukan dan solusi yang ditawarkan:
Masalah yang ditemukan pada wilayah mitra adalah tingginya angka prevalensi
hipertensi di wilayah Mojo (13.817 penduduk) dengan angka cakupan yang sangat rendah
(6.43%), padahal lokasinya sangat dekat dengan berbagai sentral pelayanan kesehatan. Untuk
meningkatkan angka cakupan dan menurunkan prevalensi hipertensi, solusi yang ditawarkan
yakni pendidikan, pelatihan dan pemberdayaan kader perempuan di Kelurahan Mojo, Kecamatan
Gubeng, Kodya Surabaya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
pencegahan penyakit hipertensi dan perilaku yang lebih sehat.

9. Kontribusi mendasar pada khalayak sasaran


 Menurunkan resiko terjadinya penyakit berat akibat hipertensi kronis yang tidak
terkontrol dan tidak terdeteksi.
 Mencegah terjadinya dampak sosial dan ekonomi yang berat dengan tidak terdeteksinya
hipertensi dan penyakit terkait secara dini

10. Rencana luaran berupa jasa, sistem, produk/barang, paten, atau luaran lainnya yang
ditargetkan
Jurnal ilmiah, artikel pada media massa, video kegiatan, peningkatan keberdayaan
perempuan dalam pencegahan penyakit hipertensi, serta peningkatan mutu kehidupan
masyarakat.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Analisis Situasi


Di negara maju, penyakit kardiovaskular masih merupakan penyebab kematian tertinggi
pada perempuan. Data dari American Heart Association (AHA) menyebutkan bahwa sejak 1984,
jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular pada perempuan melebihi laki-laki. Satu dari
tiga wanita kematian wanita di AS disebabkan oleh penyakit kardiovaskular (CVD) 1. Data yang
di dapat dari AHA 2017, lebih dari sepertiga perempuan dewasa menderita salah satu bentuk
penyakit kardiovaskular (KVD) dan sekitar 56% penyebab kematian pada perempuan adalah
akibat penyakit kardiovaskular. Secara global, peningkatan tekanan darah diperkirakan
menyebabkan 7,5 juta kematian, sekitar 12,8% dari total semua kematian akibat penyakit
kardiovaskular. 1.
Hipertensi merupakan faktor risiko paling umum yang dapat dimodifikasi untuk CVD,
diperkirakan terjadi pada 85,7 juta orang dewasa di Amerika Serikat (44,9 juta wanita dan 40,8
juta pria)2. Di Indonesia, berdasarkan riset kesehatan dasar (riskesdas) 2013, prevalensi
hipertensi pada penduduk umur 18 tahun ke atas di Indonesia adalah sebesar 25,8%. Menurut
provinsi, prevalensi hipertensi tertinggi Bangka Belitung (30,9%) dan terendah di Papua
(16,8%). Gambaran di tahun 2013 dengan menggunakan unit analisis individu menunjukkan
bahwa secara nasional 25,8% penduduk Indonesia menderita penyakit hipertensi. Jika saat ini
penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 65.048.110 jiwa yang menderita
hipertensi. Hasil riskesdas terbaru tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi naik
drastis menjadi 34.1% atau 90.024.000 jiwa menderita hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa
hipertensi merupakan masalah besar yang tumbuh cepat dan perlu mendapatkan perhatian
khusus.
Berdasarkan survei NHANES terbaru dari 2011-2014, 85,7 juta orang dewasa usia ≥20
memiliki hipertensi, lebih dari setengahnya adalah wanita 1. Pada umumnya tekanan darah
sistolik pada perempuan mempunyai nilai lebih rendah dibandingkan laki-laki pada masa dewasa
muda, sedangkan pada awal dekade ke enam tekanan darah sistolik pada perempuan menjadi
lebih tinggi. Tekanan darah diastolik hanya sedikit lebih rendah pada perempuan dibandingkan
laki-laki tanpa memandang usia. Setelah menopause, yang terjadi pada usia rata-rata 51 tahun,
peningkatan tajam dalam tingkat hipertensi terlihat pada wanita. Menopause dikaitkan dengan
peningkatan risiko hipertensi dua kali lipat, dengan prevalensi 75% pada wanita
pascamenopause5.Pada dekade ke lima insidens hipertensi meningkat lebih tajam pada
perempuan; sehingga pada usia enam puluhan prevalensi hipertensi pada perempuan lebih tinggi
dibanding laki-laki3.
Pencapaian target tekanan darah klinis pada penderita hipertensi terbukti secara nyata
mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular, namun sekitar dua pertiga dari wanita
hipertensi yang dirawat memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol 4. Data-data diatas
menunjukkan bahwa hipertensi adalah faktor risiko penting untuk penyakit kardiovaskular pada
wanita. Sayangnya faktor resiko ini sering diremehkan dan tidak terdiagnosis akibat adanya
kesalahan persepsi yang terus-menerus bahwa wanita berisiko lebih rendah terkena penyakit
kardiovaskular daripada pria.
Bias gender akibat pengaruh budaya atau cara pandang dalam pencegahan dan
tatalaksana penyakit kardiovaskular pada perempuan masih sangat lazim ditemui di Indonesia.
Selain itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan jantung dan pembuluh darah relatif rendah pada
perempuan. Perempuan juga sering beranggapan bahwa kesehatan suami atau laki-laki dalam
keluarga adalah lebih penting daripada kesehatan mereka. Tenaga medis juga masih banyak
yang menganggap bahwa penyakit kardiovaskular adalah milik laki-laki. Hal ini mengakibatkan
penyakit kardiovaskular yang seringkali gejalanya tidak khas pada perempuan menjadi
terlewatkan untuk mendapat penanganan segera dan optimal.
Indonesia yang memiliki populasi penduduk terbanyak keempat di dunia, ikut
menyumbangkan sembilan juta kematian perempuan akibat penyakit jantung dan pembuluh
darah di seluruh dunia. Hal ini sungguh disayangkan karena kecacatan dan kematian akibat
penyakit kardiovaskular adalah hal yang dapat dicegah (PERKI, 2015). Perempuan terutama
seorang ibu memegang peran sentral terhadap kesehatan anggota keluarganya. Karenanya,
dengan meningkatkan peran perempuan sebagai kader kesehatan dalam upaya pencegahan
penyakit kardiovaskular diharapkan perempuan juga mampu menurunkan angka kesakitan dan
kematian akibat penyakit kardiovaskular pada umumnya.
1.2 Informasi Tentang Masyarakat Kelurahan Mojo
1.2.1 Demografi Penduduk
Penduduk yang bertempat tinggal di Kelurahan Mojo ada dua, yaitu
penduduk asli Mojo dan pendatang, baik dari luar daerah ataupun luar negeri,
untuk WNI sendiri 51.575 orang sedangkan orang asing berjumlah 7 orang.
Karena Kelurahan Mojo terletak di lingkungan perkotaan maka antara
mobilitas penduduk dan Jumlah penduduk musiman sering berubah-ubah.
Motif bagi pendatang sendiri dikarenakan mengikuti istri atau suami dan juga
dikarenakan pekerjaan sehingga mereka harus menetap di Kelurahan Mojo.
Pada Kelurahan Mojo jumlah Kepala Keluarga mencapai 14,843 KK yang seluruhnya
masyarakat Mojo berjumlah 51,662 jiwa, terdiri 26.087 orang lakilaki dan 25.575 orang
perempuan
1.2.2 Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Masyarakat Mojo Ada dua macam tingkat pendidikan
di Mojo yaitu formal dan tingkat pendidikan khusus. Pada tingkat pendidikan
formal. Jumlah masyarakat yang tidak tamat SD sebanyak 3677 orang, jumlah
masyarakat berpendidikan akhir SD sebanyak 10580 orang, jumlah
masyarakat yang tidak berpendidikan akhir atau drop out SMP/SLTP sebanyak
3506 orang, jumlah masyarakat yang berpendidikan akhir SMP/SLTP
sebanyak 10419 orang, jumlah masyarakat yang tidak berpendidikan akhir
atau droup out SMA/SLTA sebanyak 3116 orang, jumlah masyarakat yang
berpendidikan akhir SMA/SLTA sebanyak 10360 orang jumlah masyarakat
yang berpendidikan akhir D1-D3 sebanyak 218 orang, dan jumlah masyarakat yang
berpendidikan akhir S1-S3 sebanyak 1.287 orang, sedangkan jumlah
masyarakat yang drop out Akademi sebanyak 706 orang dan Perguruan Tinggi
sebanyak 1750 orang
1.2.3 Hipertensi di Daerah Mojo
Kelurahan Mojo termasuk di dalam Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, dengan jumlah
penduduk 62.803 penduduk. Menurut data Standar Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Kota
Surabaya tahun 2018, Kelurahan Mojo memiliki estimasi penderita hipertensi ketiga tertinggi
dari seluruh kelurahan di Kota Surabaya, dengan jumlah 13.817 penduduk, setelah kelurahan
Gading (sebanyak 15.008 penderita) dan Kelurahan Perak Timur (sebanyak 14.080 penderita).
Meskipun demikian, jumlah cakupan layanan kesehatan penderita hipertensi selama periode
bulan Januari – November 2018 hanya sebesar 6.43% dari jumlah penderita hipertensi, yaitu
sebanyak 889 penderita. Angka ini merupakan angka cakupan layanan hipertensi terendah
dibandingkan Kelurahan Gading, yaitu sebesar 13,26% dan Kelurahan Perak Timur, yaitu
sebesar 21,01%..

1.3 Tujuan kegiatan program di kelurahan Mojo, yaitu sebagai berikut :


1. Menggambarkan data demografi dan hubungannya dengan hipertensi pada perempuan di
kota Surabaya.
2. Menggambarkan tingkat kesadaran, kepatuhan pengobatan, dan kontrol hipertensi
terhadap perempuan di kelurahan Mojo.
3. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan perempuan tentang hipertensi dan cara-cara
pencegahannya di kelurahan Mojo.
4. Meningkatkan peran serta kader perempuan terhadap pencegahan penyakit
kardiovaskuler terutama hipertensi di kelurahan Mojo.
5. Sebagai dasar pengetahuan bagi penelitian lebih lanjut mengenai penyakit hipertensi di
kelurahan Mojo.

1.4 Manfaat kegiatan di kelurahan Mojo, yaitu sebagai berikut :


a. Manfaat bagi desa binaan
1. Membentuk kader yang dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan dalam
upaya pencegahan penyakit hipertensi
2. Meningkatkan cakupan layanan hipertensi di kelurahan Mojo.
3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi melalui kader
perempuan.
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan penyakit hipertensi melalui
kader perempuan.
5. Meningkatkan peran serta kader perempuan terhadap pencegahan penyakit hipertensi
b. Manfaat bagi Tim Pelaksana dan Perguruan Tinggi
1. Memperkaya wawasan Tim pelaksana mengenai data epidemiologis penyakit hipertensi
pada perempuan di wilayah mitra.
2. Memperkaya wawasan Tim pelaksana mengenai gaya hidup masyarakat terkait faktor
resiko penyakit hipertensi
3. Merupakan sarana diskusi antara tim pelaksana, pemangku kepentingan di kelurahan
Mojo, dan kader perempuan.
4. Sebagai dasar pengetahuan terhadap penelitian lebih lanjut mengenai penyakit
hipertensi dan kardiovaskular
c. Manfaat Bagi mahasiswa yang terlibat
1. Keterampilan dalam komunikasi dengan masyarakat terkait edukasi penyakit hipertensi
2. Menambah wawasan penyakit hipertensi dan pengabdian kepada masyarakat
BAB 2
SOLUSI PERMASALAHAN

2. Solusi dan Target Luaran


Solusi dan target luaran dari kegiatan Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat
Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Universitas Airlangga pada penderita
hipertensi wanita di Kelurahan Mojo, Kota Surabaya, adalah sebagai berikut:

2.1 Solusi yang Ditawarkan


1. Pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan wanita mengenai hipertensi
dan cara-cara pencegahannya
2. Memperbanyak media informasi (dalam bentuk poster, leaflet dan booklet) mengenai
hipertensi dan penyakit kardiovaskular untuk dipelajari oleh masyarakat wanita
3. Mengadakan kunjungan berkala untuk membina hubungan kemitraan jangka panjang dan
mengembangkan program jantung sehat yang kontinyu
4. Mengadakan lomba cerdas cermat mengenai hipertensi dan penyakit kardiovaskular
untuk meningkatkan antusiasme belajar masyarakat
5. Mengadakan lomba memasak makanan yang tepat bagi penderita hipertensi
6. Memberikan contoh takaran garam untuk dikonsumsi per orang per hari yang tepat bagi
penderita hipertensi
7. Memperkenalkan gerakan senam jantung sehat sebagai salah satu contoh aktivitas untuk
menjaga kesehatan jantung
8. Memberdayakan kader wanita untuk ikut serta mencegah penyakit kardiovaskular,
terutama hipertensi, di lingkungan sekitarnya

2. 2 Target Luaran
1. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan wanita mengenai hipertensi dan cara-cara
pencegahannya
2. Tersedia media informasi (poster, leaflet, booklet dan flipchart) mengenai hipertensi
dan penyakit kadiovaskuler untuk dipelajari masyarakat wanita
3. Kunjungan berkala yang terjadwal untuk mengembangkan dan mengevaluasi program
jantung sehat yang sudah berjalan
4. Masyarakat wanita antusias mempelajari hipertensi dan penyakit kardiovaskular
melalui lomba cerdas cermat
5. Penderita hipertensi mengetahui cara memasak makanan yang tepat nutrisi bagi
penderita penyakit melalui kegiatan lomba memasak
6. Memberikan sachet garam yang sudah ditakar sesuai dengan takaran maksimal harian
bagi penderita hipertensi
7. Masyarakat wanita mengetahui gerakan senam jantung sehat sehingga dapat
diaplikasikan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari
8. Kader wanita berperan serta dalam mencegah penyakit kardiovaskular, terutama
hipertensi, di lingkungan sekitarnya
Secara ringkas, Rencana Target Capaian Luaran dari kegiatan Pengabdian dan
Pengembangan Masyarakat Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Universitas
Airlangga pada penderita hipertensi wanita di Kelurahan Mojo, Kota Surabaya, adalah sebagai
berikut :

No Jenis Luaran Indikator Capaian

1. Publikasi ilmiah di jurnal/prosiding submitted, published pada jurnal yang


terindeks scopus

2. Publikasi pada media massa 3 Media Lokal, 1 Media Nasional


(Cetak/Elektronik)

3. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan Nilai Post-Test rata-rata diatas 75 atau gap
penderita hipertensi wanita antara pre test dan post test minimal sebesar
25%*

4. Kepatuhan penggunaan kartu monitoring 80% penderita hipertensi membawa kartu


hipertensi pada penderita hipertensi monitoringnya saat kontrol ke Puskesmas

5. Tersedia media informasi mengenai Poster, booklet, leaflet, dan flipchart tersedia di
hipertensi dan penyakit kardiovaskular Puskesmas

6. Terkumpul data demografik dan Data cakupan penderita hipertensi


epidemiologi hipertensi oleh kader wanita
BAB 3
METODE PELAKSANAAN
3.1 Metode Pelaksanaan
Kegiatan Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Departemen Kardiologi dan
Kedokteran Vaskular Universitas Airlangga pada penderita hipertensi wanita di Kelurahan Mojo,
Kota Surabaya, menggunakan metode sebagai berikut:
1. Pelatihan dan Pembinaan
· Pengetahuan tentang definisi dari hipertensi
· Pengetahuan tentang faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi
· Pengetahuan mengenai gejala hipertensi
· Pengetahuan tentang komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi
· Pengetahuan tentang penatalaksanaan farmakologis dan non-farmakologis dari hipertensi
· Pengetahuan tentang pencegahan terjadinya hipetensi
2. Praktek
· Memberikan leaflet dan booklet
· Menempel poster
· Memberikan motivasi untuk dapat melakukan kunjungan rutin ke Puskesmas sebagai
upaya monitoring tekanan darah
· Memberikan contoh takaran garam untuk dikonsumsi per orang per hari yang tepat bagi
penderita hipertensi
· Memperkenalkan gerakan senam jantung sehat
· Mengadakan lomba cerdas cermat mengenai hipertensi

3. Evaluasi
· Diuji pretest dan post test setelah mendapatkan pengetahuan tentang hipertensi
· Mencatat hasil kunjungan penderita hipertensi: adanya penurunan jumlah penderita
hipertensi dan peningkatan kunjungan penderita hipertensi

4. Partisipasi
· Menyediakan tempat untuk pertemuan dan pelatihan di kantor kelurahan Mojo
· Menyediakan poster, leaflet, dan booklet
· Menyediakan alat-alat masak dan sachet garam yang sesuai takaran
· Menyediakan kartu monitoring untuk hipertensi
· Memberdayakan kader wanita untuk ikut serta dalam usaha promotif dan preventif
hipertensi

5. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan program Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat


Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Universitas Airlangga pada penderita
hipertensi wanita di Kelurahan Mojo, Kota Surabaya
· Masyarakat dapat mengetahui definisi, faktor resiko, komplikasi, penanganan, dan
pencegahan hipertensi
· Peningkatan kesadaran dan pengetahuan tentang hipertensi
· Peningkatan kualitas hidup penderita hipertensi
· Kader wanita aktif berperan serta dalam usaha promotif dan preventif di lingkungan sekitar

ANGGARAN DAN JADWAL

1. Honorariun
Material Justifikasi Kuantitas Harga satuan Biaya per
Tahun
Pelaksana 1
Pelaksana 2
SUB TOTAL (Rp.) 0
2. Belanja Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Biaya per
Tahun
Bingkisan untuk 100 17.000 1.700.000
kader desa
Cetak Materi, 3 1.000.000 3.000.000
spanduk, flyer
Cetak Alat 3 1.000.000 3.000.000
Peraga
SUB TOTAL (Rp.) 7.700.000
3. Belanja Barang Non Operasional
Kegiatan Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Biaya per
Tahun
Sewa Tensimeter 300 10.000 3.000.000
Pemeriksaan 300 10.000 3.000.000
BMI
Konsumsi 150 30.000 4.500.000

SUB TOTAL (Rp.) 10.500.000

4.Belanja Perjalanan
Kegiatan Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Biaya per
Tahun
Perjalanan 1 2 300.000 600.000
Perjalanan 2 2 300.000 600.000
Perjalanan 3 2 300.000 600.000
SUB TOTAL (Rp.) 1.800.000
TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN 20.000.000

Kegiatan akan dilaksanakan tiga kali setiap satu bulan sekali selama bulan April-September 2019
di Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kodya Surabaya
DAFTAR PUSTAKA

1. Benjamin EJ, Virani SS, Callaway CW, et al. Heart disease and stroke statistics-2018
update: a report from the American Heart Association. Circulation 2018;137:e67-492.
2. Benjamin EJ, Blaha MJ, Chiuve SE, et al; American Heart Association Statistics
Committee and Stroke Statistics Subcommittee. Heart Disease and Stroke Statistics-2017
Update: A Report From the American Heart Association. Circulation. 2017;135:e146–
e603. doi: 10.1161/ CIR.0000000000000485.
3. Smith SC Jr, Allen J, Blair SN, Bonow RO, Brass LM, Fonarow GC, Grundy SM,
Hiratzka L, Jones D, Krumholz HM, Mosca L, Pasternak RC, Pearson T, Pfeffer MA,
Taubert KA, AHA/ACC., National Heart, Lung, and Blood Institute. Circulation. 2006
May 16; 113(19):2363-72
4. Barton M, Meyer MR. Postmenopausal hypertension: mechanism and therapy.
Hypertension 2009;54:11-8.
GAMBARAN IPTEK

Pemetaan Daerah Dengan Gap


Cakupan Hipertensi Tertinggi

Pengumpulan data demografis


regional Keluarahan Mojo

Kolaborasi dengan Faskes Primer dan


Kader Kesehatan untuk pembentukan
desa binaan

Pendataan dan Screening Hipertensi


dan Faktor Resiko Penyakit Jantung
dari penduduk

Intervensi pengetahuan dan perubahan Evaluasi kemajuan pengetahuan dan


perilaku perubahan perilaku

Evaluasi Tren Tekanan Darah Pasien


dan cakupannya pada daerah tersebut
Pada dasarnya, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan
kader perempuan sekaligus menurunkan resiko terjadinya penyakit yang berhubungan dengan
hipertensi melalui proses edukasi. Pengabdian ini diawali dengan pengumpulan data sekunder
yakni demografis, prevalensi dan pemetaan faktor resiko. Adanya data sekunder di awal akan
membantu untuk proses pemrioritasan masalah dan intervensi yang harus dilakukan. Penduduk
mojo akan mendapatkan tindakan berupa Intervensi terkait pengetahuan dan perubahan perilaku.
Hal ini diharapkan mampu memicu tumbuhnya pemikiran dan pengetahuan masyarakat tentang
hipertensi dan menumbuhkan perubahan perilaku yang baik. Dalam jangka pendek, evaluasi
dilakukan dengan mengukur pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan
penyakithipertensi. Dalam jangka panjang, diharapkan intervensi terhadap tekanan darah ini
mampu memperbaiki hipertensi dan faktor resikonya kepada pasien.
PETA LOKASI SASARAN