Anda di halaman 1dari 4

1.

Teori Aliran Malthusian (Thomas Robert Malthus)


Malthus adalah orang pertama yang mengemukakan tentang penduduk. Dalam “Essay
on Population”, Malthus beranggapan bahwa bahan makanan penting untuk
kelangsungan hidup, nafsu manusia tak dapat ditahan dan pertumbuhan penduduk
jauh lebih cepat dari bahan makanan. Teori Malthus menyebutkan bahwa
pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur sedangkan pertumbuhan ketersediaan
pangan mengikuti deret hitung. Pada kasus ini dimana dikota yang tidak diimbangi
dengan ketersediaan panganpun berkurang, hal ini merupakan penimbangan yang
kurang menguntungkan jika kita kembali pada teori Malthus.
Sumber (Edmund conway, 2015:15)
Robert Malthus mengemukakan beberapa pendapat tentang kependudukan :
a. Penduduk bila tidak ada pembatasan akan berkembang biak dengan sangat
cepat beberapa bagian dari permukaan bumi.
b. Manusia untuk hidup memerlukan bahan makanan, sedangkan laju
pertumbuhan makanan jauh lebih lambat (deret hitung) dibandingkan dengan
laju pertumbuhan penduduk (deret ukur)
Sumber : (Ahmad Faqih. 2010 .Buku “Kependudukan” teori fakta&masalah.)

Kekurangan dari teori Malthus yaitu tidak memperhitungkan hal-hal sebagai berikut :

a. Kemajuan bidang transportasi yang dapat menghubungkan satu daerah dengan


daerah lain sehingga distribusi makanan dapat berjalan
b. Kemajuan bidang teknologi, tertutama bidang pertanian
c. Usaha pembatasan kelahiran bagi pasangan yang sudah menikah
d. Fertilitas akan menurun apabila perbaikan ekonomu dan standar hidup
penduduk dinaikan
Sumber : (Joseph dabit, Musa Abdullahu.2017).

Bentuk pengekangan segera:

a. Preventive check : pengurangan penduduk melalui penekanan kelahiran


1) Moral restraint (pengekangan diri) : segala usaha mengekang nafsu
seksual
2) Vice : pengurangan kelahiran seperti, aborsi, homoseksual,
penggunaan alat kontrasepsi.
b. Positive check : pengurangan penduduk melalui proses kematian
1) Vice (kejahatan) : jenis pencabuta nyawa seperti, pembunuhan
anak-anak, orang cacat, dll.
2) Misery (kemelaratan) : jenis penyakit dan epidemi, bencana alam,
kelaparan, dll.
2. Teori Aliran Marxist
Marx menentang adanya sistem “class stryggle” yang telah menjamur
dimasyarakat,dia menginginkan terbentuknya masyarakat yang tidak harus saling
bertetangan diantara tingkatan yang ada dalam masyarakat tersebut. marx lebih fokus
dan menekankan pada titik sebab terjadinya penderitaan masyarakat terhadap
pembagian tingkatan dan kasus sosial, sedangkan untuk meminimalis tingkatan sosial,
dan mengeksploitasi sebuah pemikiran yang logis dan sistematis demi terwujudnya
sebuah perubahan dalam sosial.

Marx berpendapat bahwa masalah ini timbul karena adanya “kepemilikan pribadi”
dan “kekuasaan kekayaan yang didomunasi orang-orang kaya”untuk
mensehjahterakan kaum proletar, Marx berpendapat bahwa paham kapitalisme harus
diganti dengan komunisme.
Marx juga berpendapat bahwa semakinbanyak jumlah manusia semakin tinggi produk
yang dihasilkan, jadi dengan demikian tidak perlu ditiadakan pembatasan penduduk.
Berikut beberapa pendpat aliran Marxis “
a. Populasi manusia tidak menekan makanan tapi memperbaiki kesempatan
kerja.
b. Kemelaratan bukan terjadi karena kaum kapitalis mengambil sebagian hak
para buruh.
c. Semakin tinggi tingkat populasi manusiam semakin tinggi
produktifitasnya, jika teknologi tidak perlu menekan jumlah kelahirannya,
imi berarti dia menolak teori malthus tentang moral restraint untuk
menekan angka kelahiran.
Sumber : jurnal filsafat: konsep negara Markisme, 2011: vil 21 no.3
3. Teori Aliran Neomalthusia
Dipeolopori oleh Garrett Hardin & Paul Ehrlich. Paul Ehrlic dalam bukunya “The
Population Bomb” 1971. Menggambarkan kondisi penduduk dan lingkungan yang
ada di dunia dewasa ini sebagai berikut :
a. Dunia sudah banyak manusia
b. Keadaan bahan makanan sangat terbatas
c. Karena terlalu banyak manusia di dunia ini sehingga lingkungan sudah banyak
yang rusak dan tercemar.
Awalnya kelompok ini terinspirasi atau menyokong aliran Malthus dengan
pemikiran yang lebik radikal dengan sangat menganjurkan untuk pengurangan
jumlah penduduk dengan menggunakan cara “Preventif Check” yaitu dengan
menggunakan alat kontrasepsi.
Sumber : http://www.google/ur/jurnal/kependudukan/felisa.ugm.ac.id diakses
5 Maret 2019
4. Konsep Demografi berdasarkan sumber – sumber data kependudukan mencangkup
sumber :
a. Sumber data primer : segala catatan asli/data yang diperoleh dari responden
secara langsung.
Contoh : tabel-tabel penduduk yang diterbitkan badan pusat statistik
b. Sumber data sekunder : data yang telah diolah dan disajikan baik dalam buku
teks, laporan penelitian, maupun karya tulis terbitan periodik 1 tahunan.

Sumber data kependudukan pokok :

a. Sensus penduduk : keselamatan proses mengumpulkan, menghimpun,


ekonomi, dan menerbitkan data demografi, ekonomi, sosial yang menyangkut
semua orang pada waktu tertentu.
Karakteristik : semua orang, waktu tertentu, wilayah tertentu.
Dapat dilakukan 2 cara yaitu :
1) De Jure
Pencacahan penduduk yang hanya dikenakan pada pendadar yang
benar-benar bertempat tinggal di wilayah sensus tersebut.
2) De Facto
Dikenakan pada setiap orang yang pada saat pencacahan berada
diwilayah luas.
b. Regristasi : kegiatan yang dilakukan oleh petugas pemerintah setempat yang
meliputi pencatatan kelahiran, kematian,perkawinan, perceraian, perubahan
tempat tinggal, dan perubahan pekerjaan.
Tujuan : suatu catatan resmi dari peristiwa tertentu dan sumber yang berharga
dalam penyusunan proses perencanaan masyarakat.
c. Survei penduduk : sifatnya lebih luas dan mendalam. Dilakukan dengan sistem
sampel atau dalam bentuk studi kasus. Dapat di kelompokkan dalam 3 tipe :
1) Survei terhadap tunggal (informasi yang di peroleh dengan cara
mengajukan pertanyaan kejadian penduduknya yang di alami
seseorang pada masa lampau dalam periode tertentu)

2) Survei bertahap ganda (melakukan kunjungan berulang kerumah-


rumah tangga dengan berbagai kejadian kependudukan dalam unterual
waktu antar kunjungan di catat seperti kelahiran,kematian,dan migrasi)
3) Survei bertipe kombinasi (gabungan antara survei tunggal dan bertahaP
ganda).

Sumber : Sugiyanto & Danang Endarto. 2013. Buku Mengkaji Ilmu


Geografi.